cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020" : 21 Documents clear
Identifikasi dan pengelolaan risiko rantai pasok sentra produksi kerajinan gerabah Desa Bumijaya dengan metode house of risk Maria Ulfah
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.781 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7998

Abstract

Sentra Produksi kerajinan gerabah yang terletak di Desa Bumijaya Kecamatan Ciruas, Serang-Banten ini merupakan satu-satunya sentra produksi kerajinan tradisioanal yang memproduksi kerajinan gerabah yang masih bertahan hingga sampai sekarang. Saat ini sentra produksi kerajinan gerabah desa bumijaya ini belum memiliki manajemen risiko yang terstruktur untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang terjadi terutama dalam fungsi supply chain. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang kemungkinan terjadi pada sentra Produksi kerajinan gerabah Desa Bumijaya ini serta memberikan penanganan terhadap risiko-risiko tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan penerapan model SCOR untuk pemetaan aktivitas rantai pasok dan model House Of Risk untuk pengelolaan risiko rantai pasok. Hasil Identifikasi dengan model SCOR diperoleh 15 kejadian risiko (risk event ) dan 15 penyebab risiko (risk agent) pada rantai pasok sentra produksi kerajinan gerabah desa Bumijaya. Strategi pengelolaan risiko untuk mengatasi penyebab risiko yang dominan pada rantai pasok sentra produksi kerajinan gerabah desa Bumijaya adalah melakukan koordinasi dengan pihak supplier agar dapat mengurangi keterlambatan pasokan dari supplier, merencanakan dan melaksanakan perawatan secara rutin, melakukan penyortiran pada setiap bahan baku yang masuk, melakukan kerjasama dengan supplier lain, melakukan pengelolaan permintaan dan perencanaan produksi untuk menangani ketika terjadi peningkatan permintaan, melakukan perencanaan produksi, memperkirakan kemampuan supplier dalam memenuhi pesanan untuk mengetahui ketersediana bahan baku yang terdapat pada supplier, membuat SOP proses pembakaran, menyediakan mesin pengering dan menyediakan mesin penggiling tanah liat.
Analisa kinerja mesin kemas primer dengan metode overall equipment effectiveness (OEE) di sebuah industri farmasi Muhammad Julian Syaputra; Utomo Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (836.174 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8003

Abstract

PT MAP merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan sebagai produk utama. Untuk dapat bersaing dalam era globalisasi, PT MAP menempuh berbagai usaha dalam meningkatkan produktivitas. Sistem produksi III, pada PT MAP menggunakan 4 mesin mixer liquid dan 1 mesin filling liquid. Mesin filling liquid ini sering mengalami breakdown sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal. Dalam hal ini PT MAP menerapkan sistem Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan produktivitas produksinya yang diukur dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Namun dalam berjalannya sistem ini masih ada beberapa hal yang masih jadi penghambat yang disebut Six Big Losses. Selama periode Juli 2016 sampai Juni 2017, didapatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rata-rata sebesar 70.46% dengan komposisi Availability Ratio sebesar 73,50%, Performance Ratio sebesar 96.82%, dan Quality Ratio sebesar 99,02%. Six Big Losses terbesar dari faktor Breakdown Losses sebesar 40.54%. Dengan diketahuinya penghambat tersebut diharapkan menjadi acuan untuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan. Dan berdasarkan Fishbone Diagaram dapat diketahui faktor dominan yang menghambat mesin Filling Liquid adalah faktor mesin yang dikarenakan umur mesin sudah lebih dari 20 tahun, dan susahnya mendapatkan sparepart peganti.
Pemodelan sistem dinamis dalam menentukan supplier menggunakan simulasi Powersim Dyah Lintang Trenggonowati; Imam Safi’i; Ani Umyati
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.859 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7994

Abstract

Cengkiwings merupakan industri di bidang makanan. Produk makanan yang diproduksi Cengkiwings adalah sayap ayam, dada ayam, paha ayam, dan daging ayam fillet yang digoreng menggunakan tepung. Semua bahan baku Cengkiwings merupakan suplai dari supplier langganan, seperti tepung, beras, saos, ayam, kentang dan gas. Hasil identifikasi didapatkan beberapa kendala yang ditemukan di outlet Cengkiwings, diantaranya adalah masalah terlambatnya pengiriman bahan baku ke outlet dan stock bahan baku oleh supplier langganan (supplier lama) yang sering tidak lengkap (teruatama bahan baku utama yaitu ayam). Kondisi ini ternyata sangat menghambat produksi sekaligus penjualan di outlet Cengkiwings. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, peneliti membuat tiga skenario solusi berdasar kualitas bahan baku, harga dan jarak lokasi supplier. Skenario pertama menggunakan supplier lama, skenario kedua menggunakan supplier lama dan supplier baru, dan skenario ketiga menggunakan supplier baru. Berdasarkan hasil dari olah data menggunakan Software Powersim, didapatkan keputusan menggunakan menggunakan supplier baru dan secara total mengganti semua bahan baku ke supplier lama. Kondisi ini membuat penjualan di outlet Cengkiwings menjadi lebih optimal. Pada solusi menggunakan supplier baru, rata-rata persentase tingkat penjualan hampir mendekati 100%, karena dengan mengganti supplier baru dapat memproduksi sesuai dengan permintaan yang ada. Pada kondisi ini juga tidak terdapat delay (keterlambatan) pengiriman bahan baku.
Implementasi metode balanced scorecard untuk mengukur kinerja di perusahaan engineering (Study Case PT. MSE) Akhyar Zuniawan; Octoberry Julyanto; Yohanes Bangun Suryono; Zulfa Fitri Ikatrinasari
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.441 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8008

Abstract

Lingkungan bisnis yang semakin komplek terutama di perusahaan yang bergerak di bidang engineering, memerlukan metode penilaian kinerja yang semakin akurat dan komprehensif. Penilaiaan kinerja yang baik sekarang ini adalah Balance Scorecard. Balance Scorecard yang mengkombinasikan penilaian keuangan dan non keuangan. Balance Scorecard mengkur empat perspektif yaitu inovasi pembelajaran, internal proses, kepuasan pelanggan dan keuangan. Penelitian ini mempergunakan data laporan keuangan tahun 2017-2018 di Perusahaan Engineering (PT MSE) serta dengan penyebaran kuisioner ke karyawan dan konsumen. Indikator penelitian meliputi EBITDA, OI, gross profit, net income, kepuasan pelanggan, inovasi dan kepuasan karyawan. Hasil dari penelitian ini diketahui kinerja di Perusahaan Engineering (PT. MSE) secara keseluruhan adalah cukup baik. Perspektif keuangan; EBITDA, OI, gross profit, dan net income menunjukan kinerja yang cukup baik. Perspektif pelanggan menunjukan kinerja yang cukup baik, dalam perspektif proses internal perusahaan siap melakukan inovasi yang cukup baik dan dalam perspektif inovasi dan pembelajaran karyawan perusahaan berada dalam kondisi cukup baik.
Pengukuran kualitas e-commerce pariwisata Banten menggunakan metode importance-performance analysis (IPA) Supriyanto Supriyanto; Asep Ridwan; Ria Sudiana; Moh. Sofyan Budiarto; Silfiana Silfiana; Ade Irman; Imron Rosyadi; Dhimas Satria; Arta Rusidarma
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.822 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7990

Abstract

Di era informasi global saat ini, manusia sangat menginginkan efisiensi waktu dan tenaga dalam berbagai hal termasuk dalam berwisata. Untuk itu, teknologi komunikasi dan informasi (ICT) dapat berkembang dengan cepat karena dapat memenuhi kebutuhan pengguna tersebut. Keberadaan teknologi ICT dan banyaknya pengguna Internet menjadi peluang dan tantangan bagi pengembangan sektor pariwisata. Peluang ini telah dimanfaatkan dengan sangat baik oleh perusahaan penyedia jasa perdagangan sehingga banyak yang menjadi bagian dalam penggunaan e- commerce untuk memasarkan berbagai produk barang dan jasa termasuk pariwisata. Provinsi Banten merupakan provinsi yang terletak di ujung barat Pulau Jawa sehingga dikelilingi oleh pantai yang dapat digunakan sebagai wahana pariwisata, untuk dapat terus meningkatkan kunjungan pariwisata Banten maka pemanfaatan teknologi ICT khususnya e-commerce untuk mengembangkan potensi pariwisata di Banten harus dioptimalkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemanfaatan e-commerece di Pariwisata Banten dengan menggunakan E-Servqual yang kemudian diterjemahkan ke dalam diagram Importance-Performance Analysis (IPA). Hasil IPA menunjukkan bahwa kualitas e-commerce wisata Banten dapat dikatakan sudah cukup baik, hal ini terlihat bahwa 18 dari 28 atribut sudah berkinerja baik.
Risiko ergonomi pada pekerja pemilah sampah Nustin Merdiana Dewantari
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482 KB) | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7999

Abstract

TPS 3R “MS” merupakan tempat pengolahan sampah tanpa membakar sampah, hanya memilah sampah organik dan non organik untuk dijual, sehingga kinerja pemilah sampah sangat penting untuk mendukung operasional TPS. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi rasa sakit pada sistem otot rangka operator pemilah, dengan menggunakan kuisioner nordic body map ditemukan rasa sakit terbesar terjadi pada leher, bahu, punggung dan pinggang, hal ini dikarenakan bekerja dalam posisi duduk serta pegal dan atau sakit karena mengambil sampah dan meletakannya ke keranjang, pegal akibat posisi duduk terkadang tegak terkadang membungkuk, pegal akibat posisi duduk menjadi tumpuan saat menjangkau, mengambil sampah dan meletakannya ke keranjang. Kategori resiko untuk operator 1 mendapat kategori rendah dan operator 2 kategori sedang sehingga diperlukan perbaikan yang mungkin dapat dilakukan dikemudian hari.
Penerapan metode balanced scorecard untuk penentuan key performance indicator di Departemen Production Engineering (Studi kasus pada perusahaan farmasi PT. X) Donny Setiawan; Muhammad Julian Syaputra; Yan Kurnia Hadi; Zulfa Fitri Ikatrinasari
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8004

Abstract

Dalam penelitian ini dilakukan penentuan Key Performanced Indicator (KPI) melalui 4 perspektif Balanced Scorecard untuk perbaikan sistem penilaian kinerja di departemen Production Engineering di perusahaan farmasi yang ada di Tangerang. Balance Scorecard termasuk alat manajemen untuk mengimplementasikan strategi dan mengukur kinerja dengan 4 perspektif faktor. KPI inilah yang menjadi alat ukur kinerja efektif bagi organisasi dan manager dalam memberikan penilaian kinerja tahunan untuk semua karyawan yang selaras dengan visi, misi dan strategi organisasi. Dari hasil total score balance, diperoleh skor A yakni 0.915 yang berdasarkan grade system nilai tersebut (>0.90 ~ 1.00), untuk indikator KPI performance patrol achievement, dan maintenance sudah mencapai target 100%.
Pengendalian mutu inventory loss bahan baku utama pakan ternak dengan metode statistical process control (SPC) Asep Ridwan; Niken Ayu Savitri
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7995

Abstract

PT ZPR memproduksi pakan ternak dan berusaha mengurangi inventory loss selama proses produksi sampai penyimpanan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai loss bahan baku pakan ternak dengan metode statistical processing control (SPC). Peta kendali I-MR digunakan dalam mengendalikan loss bahan baku dan diagram fishbone dalam menganalisis faktor-faktor penyebabnya. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung, wawancara, dan pengolahan data historis perusahaan selama tiga tahun. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata 10 bahan baku utama sebagai berikut: 1) jagung pada SILO 0,38%; rental warehouse 0,28%; dan production bin 0,82%; 2) gandum pada SILO 0,39%, rental warehouse 0,10%; dan production bin 1,23%; 3) Soybean Meal pada bulk 0,40%; rental warehouse 0,14%; dan production bin 1,14%; 4) Distillers Dried Grains with Soluble (DDGS) pada production bin 2,83%; 5) kedelai pada bulk 0,39%; 6) Corn Gluten Meal (CGM) 0,93%; 7) rice bran 1,64%; 8) wheat bran 0,42%; 9) Crude Palm Oil (CPO) pada Rental Tank 0,44%; dan 10) Meat Bone Meal pada production bin 0 %. Beberapa faktor yang mempengaruhiloss diantaranya adalah: beban yang dibawa terlalu berat; timbangan tidak dikalibrasi; penarikan menggunakan gancu yang terlalu kuat; bagian bawah karung tertusuk; waktu penyimpanan yang terlalu lama; kurangnya pengawasan pada gudang; dan operator terburu-buru.
Implementasi value stream mapping pada manufaktur belt conveyor part untuk mengurangi cycle time Akhyar Zuniawan; Octoberry Julyanto; Yohanes Bangun Suryono
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8009

Abstract

Saat ini, pemasok Belt Conveyor Part memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kualitas dan pengiriman serta penurunan biaya, yang mengarah pada peningkatan produktivitas sistem. Value Stream Mapping memiliki reputasi mengungkap “Waste” dalam proses pembuatan, produksi dan bisnis dengan mengidentifikasi dan menghapus atau merampingkan langkah-langkah “value adding” (penambahan nilai). Diagram alir (flow diagram) yang menunjukkan proses digambarkan untuk mencerminkan keadaan operasi saat ini. Tindakan tidak bernilai (non value) diidentifikasi dalam setiap langkah dan di antara setiap langkah dengan membuang waktu dan sumber daya mereka. Proses ini dianalisis untuk peluang untuk secara drastis mengurangi dan menyederhanakannya ke tindakan paling sedikit yang diperlukan. Dengan mengurangi pemborosan, proporsi waktu penambahan nilai dalam seluruh proses meningkat dan kecepatan proses yang lewat ditingkatkan. Ini membuat proses yang didesain ulang lebih efektif (hal-hal yang benar sedang dilakukan) dan lebih efisien (membutuhkan lebih sedikit sumber daya). Proses rekayasa ulang adalah flow charted (bagan alur) di masa depan dengan langkah-langkah proses dan arus informasi di desain ulang, di sederhanakan dan dibuat lebih murah. Untuk improvement (future state) pada processing time berhasil menurunkan cycle time sekitar 23% dibandingkan dengan kondisi yang ada saat ini (current state), dan untukimprovement (future state) pada production lead time berhasil menurunkan cycle time sekitar 26% dibandingkan dengan kondisi yang ada saat ini (current state).
Analisa kinerja mesin kemas primer, dengan metode overall equipment effectiveness (OEE) dalam industri farmasi (Studi kasus PT. MAP) Muhammad Julian Syaputra; Utomo Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7991

Abstract

PT MAP merupakan perusahaan farmasi yang memproduksi obat-obatan sebagai produk utama. Untuk dapat bersaing dalam era globalisasi, PT MAP menempuh berbagai usaha dalam meningkatkan produktivitas. Sistem produksi III, pada PT MAP menggunakan 4 mesin mixer liquid dan 1 mesin filling liquid. Mesin filling liquid ini sering mengalami breakdown sehingga mesin tersebut tidak dapat beroperasi secara optimal. Dalam hal ini PT MAP menerapkan sistem Total Productive Maintenance (TPM) untuk meningkatkan produktivitas produksinya yang diukur dengan perhitungan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Namun dalam berjalannya sistem ini masih ada beberapa hal yang masih jadi penghambat yang disebut Six Big Losses. Selama periode Juli 2016 sampai Juni 2017, didapatkan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) rata-rata sebesar 70.46% dengan komposisi Availability Ratio sebesar 73,50%, Performance Ratio sebesar 96.82%, dan Quality Ratio sebesar 99,02%. Six Big Losses terbesar dari faktor Breakdown Losses sebesar 40.54%. Dengan diketahuinya penghambat tersebut diharapkan menjadi acuan untuk langkah-langkah perbaikan yang harus dilakukan. Dan berdasarkan Fishbone Diagram dapat diketahui faktor dominan yang menghambat mesin Filling Liquid adalah faktor mesin yang dikarenakan umur mesin sudah lebih dari 20 tahun, dan susahnya mendapatkan sparepart peganti.

Page 1 of 3 | Total Record : 21