cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
ANALISIS FAKTOR OPTIMALISASI GOLDEN AGE ANAK USIA DINI STUDI KASUS DI KOTA CILEGON Dyah Lintang Trenggonowati; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 1 (2018): Oktober 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i1.4088

Abstract

Anak usia dini merupakan individu yang sedang mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan yangsangat pesat, bahkan bisa dikatakan sebagai lompatan perkembangan. Hal ini sesuai dengan Teori Bloom yang mengatakan bahwa perkembangan intelektual anak terjadi sangat pesat pada tahun-tahun awal kehidupan anak. Sekitar 50% kapabilitas kecerdasan manusia terjadi ketika anak berumur 4 tahun, 80% telah terjadi ketika berumur 8 tahun, dan mencapai titik kulminasi ketika anak berumur sekitar 18 tahun. Anak usia dini memiliki rentang usia yang sangat berharga dibandingkan dengan usia-usia selanjutnya karena perkembangankecerdasannya sangat luar biasa. Usia ini sering disebut “usia emas” (the golden age) yang hanya datang sekali dan tidak dapat diulangi lagi, dan yang sangat menentukan untuk mengembangkan kualitas manusia. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pentingnya kontribusi orang tua terutama perempuan sebagai seorang ibu terhadap pembentukan karakter dan tumbuh-kembang anak untuk menciptakan dasar yang kuat sebagai penunjang lahirnya SDM yang kelak akan meneruskan dan mengembangkan masa depan bangsa.Hasil penelitian ini cukup memberikan gambaran bahwa konsep optimalisasi golden age anak usia dini apabila diukur dari nilai loading factor PLS didapat N1(0,814); N2(0,858); S1(0,740); S2(0,898); S3(0,683); O1(0,908); O3(0,613); L1(0,837); L2(0,644); PAUD1(0,573); PAUD2(0,903); dan PAUD3(0,619). Karena penelitian ini lebih bersifat eksploratori maka metode Partial Least Square ini dapat membantu untuk memprediksi variabel laten endogenous atau mengidentifikasi variabel-variabel utama.
Analisa Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Banten Akbar Gunawan; Mentari Indria Cahya
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1550

Abstract

Sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan serta pencapaian tujuan instansi. Sumber daya manusia merupakan bagian yang sangat dibutuhkan terutama untuk menjalankan dan mengoperasikan suatu instansi pemerintahan. Sumber daya manusia yang dimaksud disini, adalah para pegawai yang bekerja di instansi itu sendiri. Pegawai merupakan faktor yang utama dan sangat berperan penting didalam instansi yaitu sebagai perencana, pelaksana, pengawas serta pengendali kegiatan instansi. Kuesioner yang mengacu pada Hirarki Kebutuhan Maslow. Setiap pertanyaan dalam kuesioner dibagi menjadi beberapa kriteria sesuai dengan Hirarki Kebutuhan Maslow, yaitu kebutuhan fisiologi, kebutuhan komunikasi (kebutuhan rasa aman dan kebutuhan prestasi), kebutuhan aktualisasi diri, dan loyalitas sebagai faktor independent. Kemudian faktor dependent atau yang ingin diukur adalah kinerja. Berdasarkan  pada pengolahan dengan regresi linier, maka diperoleh nilai R Square 0,496 yang menyatakan kelima variabel motivasi memiliki hubungan yang cukup kuat terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan hasil korelasi maka didapatkan nilai korelasi kebutuhan fisiologis (X1)= 0.417, kebutuhan komunikasi (X2)= 0.008, kebutuhan prestasi (X3)= 0.413, kebutuhan aktualisasi diri (X4)= 0.484, loyalitas (X5)= 0.176. Faktor yang memiliki hubungan yang paling kuat terhadap motivasi adalah kebutuhan aktualisasi diri.
Penjadwalan produksi single machine pada pipa longitudinal welding mesin ERW 2 di PT. XYZ Evi Febianti; Alinda Mardiana
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6495

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja las. Pipa baja las yang diproduksi ini terbagi menjadi dua, yaitu pipa baja las spiral dan longitudinal. Pipa yang dihasilkan berupa pipa minyak, pipa gas, pipa air, dan pipa pancang. Bentuk aliran produksi nya adalah aliran flow shop d an tipe produksi adalah make to order . Seiring meningkatnya jumlah pesanan yang masuk, perusahaan saat ini mengalami kesulitan dalam membuat jadwal produksi pesanan karena penjadwalan masih dilakukan secara manual dengan berdasar atas intuisi dari staf produksi . Berdasarkan hasil observasi di l apangan masalah yang sering terjadi di perusahaan yaitu kesalahan penjadwalan, yang disebabkan karena banyaknya pesanan yang terlambat. Adapun tujuan dari p enelitian ini adalah meminimasi total lateness pada produk pipa longitudinal welding dengan yang digunakan adalah metode EDD ( Earliest Due Date) dan m enentukan urutan job yang sesuai dengan meminimasi total lateness. Hasil perhitungan penjadwalan menunjukan bahwa dengan menggunakan metode EDD mengalami keterlambatan se lama 478 hari dengan uturan job A - I - H - B - K - G - C - F - E - D - J sedangkan penjadwalan existing perusahaan dengan metode FCFS ( First Come First Served ) memiliki total lateness selama 707 hari dengan urutan job yaitu A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K . Dengan adanya penerapan metode EDD perusahaan dapat meminima si ke terlamatan se lama 229 hari.
Penentuan Demand Dan Nilai Tambah Produk Industri Kreatif Pada Pasar Lokal Made Irma Dwiputranti; Adriyani Oktora; Dodi Permadi
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.291

Abstract

Industri kreatif pada perkembangan terakhir menunjukan pertumbuhan yang signifikan lk 8% dari PDB. Pertumbuhan ini masih terkendala dengan berbagai faktor, salah satunya adalah permodalan. Namun aspek ini belum terpecahkan dengan baik walaupun sudah ada dukungan penuh pemerintah melalui kebijakan-kebijakan dan Inpres No.6/2009 (BN No. 7853 hal. IB - ISB) tentang Pengembangan Industri Kreatif. Hal ini disebabkan antara lain: 1) belum ada bentuk skema pembiayaan yang sesuai dengan industri kreatif; 2) jumlah komitmen penyaluran pinjaman oleh lembaga keuangan belum memadai kebutuhan usaha industri ini. 3) belum tersosialisasi dan terlaksana dengan baik. Kendala ini membutuhkan analisis lebih rinci tentang aspek yang paling dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan industri kreatif. Penelitian ini dilakukan melalui analisis LFA (Logical framework approach) serta pendekatan Cluster industri dengan objek pada fashion dan desain yang merupakan industri kreatif cukup mapandi Kota Bandung. Luaran yang diharapkan antara lain: 1) Identifikasi Critical Success Factors pada industri kecil berbasiskan demand dan potensi lokalitas; 2) Terpetakannya model stimulus Pemodalan dan treatment terhadap Critical Success Factors (CSF); 3) Analisis nilai tambah produk berbasiskan demand dan pasar (lokal dan internasional); 4) Analisis kebijakan modal bagi industri kreatif secara umum (berdasarkan kebijakan pemerintah pusat dan daerah). 
IDENTIFIKASI RISIKO PEMBUATAN KUE GIPANG SEBAGAI MAKANAN TRADISIONAL KHAS BANTEN DENGAN METODE HOUSE OF RISK (HOR) Nurul Ummi; Akbar Gunawan; Muhamad Ridwan
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2107

Abstract

Tingginya permintaan pasar akan kebutuhan kue gipang sebagai salah makanan ringan olahan khas Banten membuat pemilik usaha (owner) dan beberapa karyawan yang merupakan sanak keluarga dan para tetangga sekitar rumah pemilik harus memperhatikan kualitas dan kuantitas produk kue gipang yang dihasilkan dengan beberapa risiko kendala yang harus dihindari seperti kurangnya stok produk yang dihasilkan untuk memenuhi permintaan, kurangnya stok bahan baku (beras atau ketan kualitas super, kacang tanah, asam jawa, gula pasir) dan modal, cuaca buruk selama proses produksi hingga pengiriman, dan risiko kendala lain seperti penyimpanan produk jadi yang menumpuk di gudang produksi atau gudang distributor (supplier) sehingga dapat menyebabkan produk rusak. CV. Putri Jaya Mandiri adalah salah satu produsen industri rumahan (home industry) makanan lokal tradisional yang bergerak di bidang pembuatan kue gipang khas Banten. CV. ini terletak di Jalan Kharisma, Kampung Magelaran Cilik, Desa Mesjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten. Dalam satu pekan CV. ini dapat menghasilkan lima box kue gipang siap konsumsi, dimana tiap satu box berisi 20 bungkus besar atau 30 bungkus kecil kue dalam kemasan, dengan rata-rata permintaan konsumen pasar mencapai 10 box per-minggu terlebih saat menghadapi hari-hari besar keagamaan seperti idul fitri atau idul adha. Dalam menghindari atau menurunkan risiko kendala produksi hingga pemasaran produk kue gipang dapat digunakan metode identifikasi risiko yang mungkin dilakukan, salah satunya dengan menggunakan metode House Of Risk (HOR). 
Penentuan Waktu Baku dan Perbaikan Metode Kerja Menggunakan Metode MOST (Maynard Operation Sequence Technique) Pada PT. Purba Karya Baja Sri Mariawati, Ade; Umyati, Ani; Jamilah, Euis
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1495

Abstract

Berdasarkan hasil observasi pada pembuatan handle belt cover conveyor pada PT. Purba Karya Baja yang proses pengerjaan produknya dilakukan secara manual oleh manusia memerlukan waktu proses yang lama. Setelah dilakukan analisis, maka ditemukan adanya gerakan-gerakan yang tidak efektif sehingga tidak memberi nilai tambah bagi pekerjaan untuk dapat segera diselesaikan memenuhi target. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dilakukan pengukuran waktu baku dan perbaikan metode kerja menggunakan metode MOST (Maynard Operation  Sequence Technique). Penelitian ini dilakukan pada proses setting, pemotongan, pelubangan, bending, pengelasan, dan penghalusan. Pengukuran waktu baku diawali dengan memisahkan gerakan efektif dan tidak efektif kemudian mengidentifikasi elemen gerakan dari rekaman video dan melakukan pengukuran waktu baku menggunakan tabel MOST. Pada metode kerja eksisting didapatkan waktu baku sebesar 2,77 menit. Setelah dilakukan perbaikan metode kerja, didapatkan waktu baku sebesar 2,34 menit dengan output produk meningkat dari 172 unit menjadi 204 unit
PENILAIAN PERFORMA SUPPLIER MENGGUNAKAN PENDEKATAN ANALYTIC NETWORK PROCESS (ANP) Ratna Ekawati; Dyah Lintang Trenggonowati; Viki Dwi Aditya
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3192

Abstract

PT. JCSM memiliki 3 supplier untuk memenuhi kebutuhan scrap dan pembelian billet dilakukan oleh supplier tunggal. Dalam proses penilaian performa supplier pada PT. JCSM selama 1 tahun sekali. Oleh karenanya diperlukan pembuatan desain penilaian supplier bahan baku utama (import) terbaru yang dapat jadikan sebagai penilaian performa supplier pada PT. JCSM dan sebagai dasar dalam pembagian proporsi pembelian untuk bahan baku scrap dengan menggunakan metode ANP sebagai pembanding dalam pemilihan supplier dari segi kualitatif terbaik. Tujuan akhirnya adalah mengetahui nilai bobot dan perankingan tiap kriteria dan subkriteria beserta perankingan setiap alternative dalam pemilihan supplier bahan baku terbaik. Hasil ANP Terdapat 4 kriteria yang memiliki bobot teratas adalah kualitas (22%), pengiriman (19%), riwayat performa supplier (17%), harga (13%) dan 5 kriteria lainnya memiliki bobot ≤10%. Perankingan 10 subkriteria teratas adalah memiliki reputasi yang baik (9%), keprofesionalan supplier dalam melakukan kerjasama (5%), melakukan kerja sama jangka panjang (5%), konsistensi kualitas bahan baku (5%),  jaminan K3L dalam segala aktivitas (5%), kelengkapan persyaratan dokumen (4%), ISO 9000, 14000 dan penghargaan lain (4%), kecepatan supplier merespon segala kritikan (4%), bersifat kompetitif (3%), dan ketersedian bahan baku ketika ada permintaan (3%). Hasil akhir penilaian performa supplier didapatkan supplier 2 (28%), supplier 3(27%),  supplier 1(25%), dan Supplier 4(20%).
Perancangan Sistem Informasi Manajemen Persediaan Welding Wire Pada Gudang Consumable di PT. Cigading Habeam Nuraida Wahyuni; M Adha Ilhami; Esa Surya Cintami
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 2 (2016): Maret 2016
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i2.1541

Abstract

Sistem informasi yang dilaksanakan gudang consumable di PT. Cigading Habeam Centre masih memakai sistem konvensional dimana hanya dilakukan pencatatan jumlah barang masuk tanpa diketahui jumlah pemakaian barang dan ketersediaan barang, sehingga resiko barang habis tanpa diketahui kerap kali terjadi. Hal ini juga kerap terjadi pada persediaan welding wire yang penggunaannya hampir selalu digunakan untuk setiap kegiatan produksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membuat sistem informasi manajemen persediaan barang di gudang consumable PT. Cigading Habeam Centre dan menentukan jumlah pemesanan dan reorder point yang tepat untuk persediaan kebutuhan barang consumable di PT. Cigading Habeam Centre menggunakan metode EOQ dengan menggunakan sistem informasi yang telah dibuat. Metode yang digunakan dalam melakukan perancangan sistem informasi ini adalah metode FAST (Framework For The Application Of Sytem Thinking). Metode FAST ini terdiri dari fase-fase scope definition, problem analysis, requirements analysis, logical design, dan physical design. Sedangkan fitur khusus untuk pada sistem untuk pemesanan barang digunakan metode EOQ dan reorder point. Hasil dari perancangan sistem yang telah dibuat sistem dapat melakukan rekam transaksi barang masuk dan barang keluar, membuat laporan keluar masuk barang dan membuat usulan pemesanan barang berdasarkan perhitungan yang dilakukan sistem dengan menggunakan metode EOQ.
PERANCANGAN KINERJA LINGKUNGAN MENGGUNAKAN INTEGRATED ENVIRONMENTAL PERFOMANCE MEASUREMENT SYSTEM Hadi Setiawank; Nuraida Wahyuni; Puti Nur Hardiyanti; Akbar Gunawan
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5157

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan sebuah struktur pengelolaan limbah cair agar tidak mencemari lingkungan. PT X bergerak dalam bidang tekstil yang mempunyai IPAL. Pembuangan air limbah yang telah diolah ditampung ke suatu kolam yang diisi oleh ikan sebagai indikator kelayakan air untuk dibuang ke daerah pemukiman warga. Kinerja lingkungan yang baik dapat menambah nilai dari suatu perusahaan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah merancang suatu pengukuran kinerja lingkungan. Pengukuran kinerja lingkungan dilakukan melalui Integrated Environmental Performance Measurement (IEPMS) yang terdiri dari regulasi, keselamatan pekerja, serta penggunaan material dan peralatan. Faktor kinerja lingkungan kemudian diuraikan agar mendapatkan Key Environment Performance Indicator (KEPI). KEPI kemudian dibobotkan melalui Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasilnya kemudian diuji dengan menentukan target dan pencapaian tiap indikator melalui Traffic Light System. Dari hasil penelitian didapatkan 16 KEPI. Hasil pembobotan didapatkan tiga bobot tertinggi berasal dari faktor keselamatan pekerja. Hasil traffic light system didapatkan dua warna merah pada indikator yang berasal dari faktor keselamatan pekerja. Secara keseluruhan kinerja lingkungan PT X adalah 89.276. 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KUALITAS DAN DAMPAK AIR INDUSTRI TERHADAP MESIN DAN KUALITAS PLAT Afni Khadijah; Muantulloh Muantulloh
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2069

Abstract

Masalah yang timbul pada kualitas produk tidak hanya berasal dari proses mikrostruktur saja, tetapi dapat bersumber dari kualitas air yang tidak normal. Metode seven tools digunakan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab turunnya kualitas air. Dengan metode ini didapatkan beberapa faktor yang mempengaruhi faktor kualitas air seperti pH, Cl, Turbidity, SS, Fe, m-Al, Ca-H, PO4. Setelah analisis data diketahui bahwa turbidity dapat menyebabkan terbawanya partikel kerak besi di dalam air sehingga apabila kerak besi menempel pada permukaan plat maka akan menyebabkan cacat pada permukaan plat. faktor kualitas lainnya seperti pH juga berdampak pada tingkat korosifitas mesin dan perpipaan berbahan besi. Semakin asam atau basa suatu larutan maka tingkat korosifitasnya semakin kuat dan semakin besar nilai turbidity maka semakin besar potensi terbawanya partikel kerak besi yang memungkinkan terjadinya penumpukan bahkan penyumbatan pada pipa.