cover
Contact Name
Akbar Gunawan
Contact Email
a68ar@untirta.ac.id
Phone
+6287771183000
Journal Mail Official
admin.snis@untirta.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat : Jl. Jend Sudirman km. 3 cilegon banten, kode pos : 42435 no telp (0254(376712)
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal Industrial Servicess
ISSN : 24610623     EISSN : 24610631     DOI : -
Jurnal Industrial Servicess merupakan wadah bagi peneliti untuk publikasi jurnal hasil penelitian yang ruang lingkupnya melingkupi: Logistics & Supply Chain Management Operations Research Quality, Reliability, and Maintenance Management Data Mining & Artificial Intelligence Production Planning & Inventory Control Ergonomics & Human Factors Information Systems & Technology Service Management Sustainability Human Resources Economic
Articles 458 Documents
Analisa Tingkat Resiko Tata Kelola Teknologi Informasi Perguruan Tinggi Menggunakan Model Framework National Institute of Standards & Technology (NIST) Special Publication 800-30 dan IT General Control Questionnaire (ITGCQ) Susilo Susilo
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1c (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1c.2092

Abstract

Information and Communication Technology (ICT) Governance is strongly associated with the successful of an organization's management especially about how to control physical assets, data and information were applied. In organizations, universities (Higher Education) Data and information is extremely important given the orientation of utilization is in the form of shared knowledge, through teaching and learning, research and community service (Tri Dharma). With a potential source of threats posed by humans (Human Threats), natural disasters (Natural Threats), and disruption of the environment (Environmental Threats) can interfere with the management of ICT colleges. NIST Framework Model is implemented by integrating the concept of Information Technology (IT) Risk Management through assessment risk mitigation strategies and recommendations to measure the probability of the threat and the level of impact on the institution. Then, through indepth interviews with ICT department/unit using IT General Control Questionnaire (ITGCQ) and also review operational documents to found risk analysis issues. Risk analysis results are summarized in the form of safeguard implementation plan to reduce the level of IT risk governance PTS. XYZ. More and more ICT management activities that do not have control, the higher the level of risk management of ICT. 
Penurunan NG flow out & NG ratio pada part bracket comp jack menggunakan metode lean six sigma-DMAIC Deviani Armandhika Utomo; Erry Rimawan
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.8006

Abstract

PT. Inti Polymetal merupakan perusahaan manufaktur yang menghasilkan produk Sub Assembly untuk kendaraan roda dua dan roda empat. Secara garis besar tahapan proses produksi Bracket Comp Jack terdiri dari lima proses yaitu tahap sharing di Line Raw Material, proses Stamping di Line Small Press, Tahap Spot Welding di Line Assy Welding dan Tahap Pengecekan di Line Final Inspection. Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan di Line Assy Welding dimana Line tersebut yang memproduksi part Bracket Comp Jack dan Line Final Inspection. Berdasarkan data NG Outflow & NG Ratio pada periode Juli s/d Desember 2017 diperoleh jenis defect Spot lepas sebesar 57 pcs dan jumlah defect Internal proses sebesar 32.325 PPM yang setara dengan sigma level 3,3. Setelah di terapkan metode six sigma jumlah NG Outflow nihil (0 pcs) dan tingkat kecacatan produk dapat diturunkan menjadi 7.500 PPM yang setara dengan sigma level 4.
Partisipatori Ergonomi: Redesain Hand Tools Pertanian Menurunkan Kebosanan Kerja Wahyu Susihono; Kulsum Kulsum
Journal Industrial Servicess Vol 1, No 1 (2015): Oktober 2015
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v1i1.316

Abstract

Alat bantu tani sangat bervariatif, namun demikian masih banyak desain alat-alat pertanian yang baru sekedar memperhatikan fungsinya, belum mempertimbangkan keinginan dan kebutuhan pengguna, sehingga beberapa tools yang belum ergonomis seperti desain arit yang beredar di pasar tradisional pada umumnya. Penggunaan tools yang tidak mempertimbangkan keinginan pengguna berdampak pada kebosanan atau penurunan gairah kerja. dibutuhkan desain yang sesuai dengan keinginan pengguna. Penelitian ini masuk pada kategori penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan sama subjek (treatment by subject design). Subjek dipilih secara rundom (Random Sampling). Sampel berjumlah 48 orang yang telah dipilih dan memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Perlakuan subjek terdiri dari kondisi sebelum intervensi (Periode I), kemudian subjek menjadi kelompok intervensi (Periode II). Uji Normalitas data menggunakan uji Shapiro Wilk dengan taraf kemaknaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ho ditolak yang artinya terdapat penurunan secara bermakna antara rerata skor kebosanan kerja subjek atau nilai P < 0,05. Rerata skor kebosanan kerja sebelum intervensi sebesar 96,39 ± 5,65 dan setelah intervensi 68,96 ± 3,75. Redesain tools berdasarkan kebutuhan pengguna dapat menurunkan kebosanan pekerja sebesar 28,45 %. 
KNOWLEDGE CONVERSION PADA BEBAN KERJA DOSEN BIDANG PENDIDIKAN DAN PENUNJANG BERDASARKAN JABATAN STRUKTURAL Putri Sriwijayanti; Luciana Andrawina; Litasari Suwarsono
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 2 (2018): Maret 2018
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i2.3183

Abstract

Permasalahan yang ditemui pada penelitian ini adalah pemberian beban kerja dosen masih belum dilaksanakan secara merata, terutama kepada dosen yang memegang jabatan struktural dengan dugaan disebabkan oleh kurang terkelolanya knowledge pada objek studi kasus. Metode yang digunakan pada penelitian adalah knowledge conversion 5C untuk mengubah data menjadi informasi dan knowledge conversion 4C untuk mengubah informasi menjadi knowledge. Hasil penelitian menunjukkan penurunan kontrak manajemen fakultas saat ini belum disesuaikan dengan status jabatan struktural dan status keaktifan dosen sehingga terjadi selisih pemenuhan BKD dosen dengan jabatan struktural lebih besar daripada non struktural sebesar 6.49 SKS, ketimpangan realisasi target antara KK yang memiliki jumlah dosen aktif lebih sedikit dibandingkan dengan KK yang memiliki jumlah dosen aktif lebih banyak, dan selisih sebesar 2.46 SKS juga terjadi ketika perhitungan BKD menggunakan rubrikasi Universitas dibandingkan dengan rubrikasi DIKTI. Diketahui pula munculnya kebutuhan terhadap dosen tambahan sebanyak 11 orang dengan JFA minimum Asisten Ahli untuk memenuhi kebutuhan pembimbing 1 tugas akhir dalam rangka mencapai tingkat kelulusan lebih tinggi dari sebelumnya.
Simulasi Penurunan Nilai Lost Cargo di Pelabuhan dengan Pendekatan Sistem Dinamis Asep Ridwan; Ratna Ekawati; Putro Ferro Ferdinant; M.Wildan Alief
Journal Industrial Servicess Vol 2, No 2 (2017): Maret 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v2i2.1532

Abstract

Pelabuhan merupakan gerbang dalam perdagangan di suatu negara. Pelabuhan CDG merupakan pelabuhan di Banten sebagai gerbang untuk keluar masuk barang untuk industri-industri di Banten. Kinerja pelabuhan di suatu negara sangat mempengaruhi perekonomian secara nasional. Pelabuhan CDG mempunyai fokus untuk cargo curah kering seperti pupuk, jagung, kedelai, gandum, iron ore, gypsum, dsb. Dalam proses bongkar muat barang dipelabuhan diperlukan checker atau pengawasan terhadap kargo yang akan dibongkar untuk mencegah terjadinya lost cargo dan barang reject yang tidak sesuai dengan persyaratan konsumen sehingga tidak terjadi biaya penalty dari perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai appraisal cost paling minimal yang berdampak pada pengurangan lost cargo yang terjadi di pelabuhan dengan simulasi sistem dinamis. Penelitian dimulai dengan memodelkan proses di pelabuhan terkait dengan appraisal cost di pelabuhan kemudian dilakukan simulasi dengan sistem dinamis untuk mengurangi nilai lost cargo cost. Hasil yang diperoleh terdapat 3 skenario alternatif perbaikan simulasi terhadap appraisal cost untuk mengurangi lost cargo. Skenario 1 adalah dengan melakukan peningkatan jumlah checkers menjadi 245 checkers per kapal dan peningkatan jumlah pengecekan equipment menjadi 20 pengecekan per tahun. Skenario 2 adalah dengan melakukan peningkatan jumlah checkers menjadi 245 checkers per kapal dan peningkatan jumlah pengecekan transporter menjadi 329 pengecekan per tahun. Skenario 3 melakukan peningkatan jumlah checkers, jumlah pengecekan equipment dan jumlah pengecekan transporter. Berdasarkan hasil simulasi, skenario 2 menjadi skenario alternatif perbaikan terpilih karena memiliki appraisal cost paling minimal yaitu Rp 77.339.923.
PERBAIKAN PROSES BISNIS INDUSTRI KECIL MENENGAH BATIK GUMELEM BANJARNEGARA DENGAN PENDEKATAN VALUE CHAIN Dian Eko Adi Prasetio; Lien Herliani Kusumah
Journal Industrial Servicess Vol 4, No 2 (2019): Maret 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v4i2.5147

Abstract

Kabupaten Banjarnegara merupakan salah satu kabupaten di provinsi Jawa Tengah memiliki komoditi Batik Gumelem yang menjadi salah satu komoditi unggulan. Pada data awal diketahui bahwa Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Gumelem yang berlokasi di wilayah Kec. Susukan Kab. Banjarnegara memiliki permasalahan yang menggambarkan proses bisnis dari industri ini belum mampu mendukung pencapaian tujuan industri. Menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan memetakan aktifitas proses bisnis yang terjadi dalam IKM batik Gumelem Banjarnegara dengan pendekatan value chain dan Melakukan Perbaikan pada proses bisnis (Business Process Improvement) IKM Batik Gumelem. Hasil dari penelitian adalah diperlukannya rencana pelaksanaan (action plan) dalam memperbaiki proses bisnis batik Gumelem diantaranya adalah perlunya duduk bersama pengusaha, pemerintah dan stakeholder terkait. Perlunya pelatihan kepada pengusaha batik tentang pemasaran, keuangan dan administrasi disamping pelatihan kepada pembatik dalam meningkatkan kualitas hasil batik. Perlunya memperbaiki mekanisme pemasaran, penjualan dan standar pelayanan kepada konsumen. Bantuan infrastruktur yang dibutuhkan seperti toko/galeri atau bahkan toko online dilengkapi dengan peralatan dengan teknologi modern sangat dibutuhkan untuk menjadikan batik Gumelem sebagai komoditi unggulan Banjarnegara menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. 
PENGARUH HUBUNGAN IKLIM KESELAMATAN, DAN BUDAYA ORGANISASI DAN KEPATUHAN PERATURAN KESELAMATAN Gusti Wira Bayutama; Sri Gunani Partiwi
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1a (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1a.2060

Abstract

Persaingan industri menuntut perusahaan dapat bersaing dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Penggunaan peralatan modern digunakan untuk dapat meningkatkan produktivitas perusahaan mencapai efektivitas dan efisiensi. Tenaga kerja yang handal diperlukan untuk mengoperasikan dan mendukung berjalannya peralatan modern dapat memenuhi target yang diinginkan. Dalam pengoperasian peralatan modern tersebut menimbulkan risiko bahaya keselamatan dan kesehatan kerja bagi tenaga kerja. Risiko ini dapat mengancam tenaga kerja dilokasi kerja, sehingga perlu perhatian khusus oleh semua pihak yang terkait seperti tenaga kerja, perusahaan, dan pemerintah.
Usulan perbaikan kualitas benang drawnyarn dengan metode six sigma di PT. Indonesia Toray Synthetics Maria Ulfah; Puji Lestari
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 1 (2019): Oktober 2019
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i1.6794

Abstract

PT Indonesia Toray Synthetics merupakan perusahaan yang didirikan pada tahun 1971 sebagai pionir dalam memproduksi serat sintetis di Indonesia dengan menggunakan teknologi dari Toray Jepang. Salah satu produk yang diamatiyaituproduksipadaPolyester Filament Yarn yang dalam proses produksinya banyak terdapat produk cacat. Oleh karena itu, untuk mengurangi tingkat kecacatan yang dihasilkan perlu dilakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dengan menggunakan metode Six Sigma. Tujuan pada penelitian ini yaitu menentukan nilai DPMO dan nilai Sigma, menentukan jenis cacat yang paling dominan, menentukan faktor-faktor yang menyebabkan cacat produk, dan mengusulkan perbaikan untuk mengurangi produk cacat benang Drawn Yarn di PT Indonesia Toray Synthetics. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai DPMO 1.435,666 dan nilai sigma 4,58. Berdasarkan diagram Pareto menunjukkan jenis cacat produk benang tipe 50-24-A yang paling dominan yaitu jenis cacat zure kecil, yogore dan bad form. Usulan perbaikan untuk mengurangi jenis cacat zure kecil yaitu melakukan inspeksi terhadap mesin secara rutin, memberikan pelatihan atau pendidikan kepada operator agar lebih berhati-hati dalam product handling, dan dilakukan inspeksi terhadap wet chip secara rutin. Untuk jenis cacat yogore, usulan perbaikannya yaitu memberikan pelatihan atau pendidikan kepada operator agar lebih berhati-hati dalam doffing, mengadakan pengecekan atau inspeksi lebih rutin terhadap mesin, dan memperbanyak ventilasi dan pencahayaan. Usulan perbaikan untuk jenis cacat bad form adalah memberikan pelatihan atau pendidikan kepada operator agar lebih berhati-hati dalam product handling, membuat jadwal maintenance dengan jadwal yang lebih rutin, dan melakukan inspeksi terhadap wet chip secara rutin.
PENENTUAN STRATEGI PEMASARAN BATIK MADURA DENGAN PENDEKATAN MULTI CRITERIA DECICION MAKING Indra Cahyadi; Ika Deefi Anna
Journal Industrial Servicess Vol 3, No 1b (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v3i1b.2083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model yang komprehensif untuk merumuskan strategi pemasaran Batik Madura. Metode survei dilakukan pada pihak-pihak yang terlibat dalam suatu industri untuk memperoleh gambaran strategi pemasaran yang telah dilakukan selama ini. Model penelitian juga dirancang berdasarkan hasil diskusi dan studi literatur. Pilihan strategi peluncuran produk yang dapat dilakukan, berdasarkan kriteria-kriteria yaitu: keunikan, konsistensi, frekuensi, mengikuti trend, memperluas network, biaya, kenaikan revenue, kenaikan volume bisnis, brand awareness, loyalitas pelanggan, citra positif, market share, jumlah tenaga kerja, jumlah pelanggan. Strategi ini dirupakan dalam bentuk model hubungan antar kriteria yang didefinisikan melalui proses Analytic network process (ANP) dan Decision Making Trial and Evaluation Laboratory (DEMATEL). Model Multi Criteria Decicion Making (MCDM) yang dikembangkan ini akan disesuaikan dengan karakteristik UKM, terutama UKM batik Madura untuk membantu UKM batik Madura dalam memilih strategi pemasaran. Dari uji keterkaitan antar kriteria, dapat diketahui bahwa kriteria yang memiliki kecenderungan pengaruh yang besar terhadap kriteria lain yaitu kriteria mengikuti trend, loyalitas pelanggan, brand awareness, konsisten, biaya, unik, jumlah pelanggan, dan frekuensi. Hasil metode DEMATEL dan ANP menunjukkan bahwa strategi pemasaran people network-based memiliki bobot terbesar dan lebih sesuai dengan karakter pemasaran Batik Madura, dibandingkan dengan strategi lainnya seperti differensiasi, cost-leadership dan focus.
Penentuan alternatif strategi mitigasi risiko kecelakaan kerja dengan metode analytic network process di PT XYZ Fitri Febri Anandra; Rahayu Gama Harta Nugraha Nur
Journal Industrial Servicess Vol 5, No 2 (2020): Maret 2020
Publisher : Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/jiss.v5i2.7997

Abstract

Work health and safety (WHS) issues in the construction sector in Indonesia still require better attention considering that this sector has a very high risk of work accidents. To minimize the risk of work accidents, a risk mitigation strategy is needed as part of decision making. There are many factors that can trigger the cause of work accidents. This study aims to determine the potential causes of the risk of workplace accidents and determine their mitigation strategies. The main process carried out is the determination of the criteria that cause occupational accidents and the analysis of the determination of work accident risk mitigation strategies. Given the interrelationships between criteria, sub-criteria and alternatives, the method used is the Analytic Network Process (ANP). The results showed that the cause of WHS risk in the construction sector was dominated by environmental criteria of 0.254; followed by material criteria of 0.207; human criteria of 0.138; machine criteria of 0.125 and method criteria of 0.058. While the main ranking in the sub-criteria is the temperature of the production room which has a value of 0.129 and the most recent ranking is the material placement method which has a value of 0.019. From these results, it can be seen that there is a relationship between environmental criteria and the production room sub- criteria. In the process of determining the risk mitigation strategy as part of decision making, an alternative strategy that has the highest weight is the addition of air circulation with a weight of 30.6%.