cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer
ISSN : 23014652     EISSN : 2503068X     DOI : -
Core Subject : Education,
SETRUM : Sistem Kendali Tenaga Elektronika Telekomunikasi Komputer merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) sejak 2012 menggunakan sistem Open Journal System (OJS).
Arjuna Subject : -
Articles 294 Documents
Perbandingan Kinerja Deteksi Multiuser Linier Dan Deteksi Multiuser Dengan Jaringan Syaraf Tiruan Pada Sistem DS-CDMA Popy Maria; Hadria Hadria; Teguh Firmansyah
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.677 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.480

Abstract

Beberapa hal yang dapat menurunkan kapasitas dan kualitas sinyal informasi yang diterima pada sistem DS-CDMA (Direct Sequence Code Division Multiple Access) adalah interferensi, noise dan efek near-far. Pada umumnya efek near-far diatasi dengan menggunakan power control. Namun demikian power control tidak dapat mengatasi interferensi yang disebabkan oleh user lain pada kanal yang sama atau yang lebih dikenal dengan MAI (Multiple Access Interference). Pendekatan lain yang digunakan untuk mengatasi hal ini adalah dengan deteksi multiuser (MUD). Pada tugas akhir ini akan dibandingkan kinerja dari MUD linier yang terdiri dari decorrelating dan MMSE dengan MUD yang menggunakan jaringan syaraf tiruan (JST) dan mengacu pada deteksi konvensional. Jaringan syaraf tiruan ini menggunakan algoritma propagasi balik. Deteksi multiuser ini diaplikasikan pada  output deteksi konvensional. Kinerja dari masing-masing detektor dilihat dari BER sebagai fungsi nilai SNR  atau jumlah user pada kanal AWGN dan Rayleigh fading. Hasil simulasi pada  kanal AWGN, menunjukkan bahwa MUD dengan JST mempunyai kinerja yang lebih baik. Untuk target BER 10-3 pada kanal  AWGN, MUD decorrelating mencapainya pada SNR 6.3 dB, MUD MMSE pada SNR 5.97 dB, dan MUD dengan JST pada SNR 5.89 dB sedangkan pada kanal Rayleigh, MUD decorrelating mencapainya pada SNR 11.74 dB, MUD MMSE pada SNR 10.91 dB, dan MUD dengan JST pada SNR 10.31 dB
Implementasi Automatic Packet Reporting System (APRS) Untuk Paket Data Pemantauan dan PengukuranUntuk Paket Data Pemantauan dan Pengukuran Arief Goeritno
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 2 (2014): Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36055/setrum.v3i2.503

Abstract

Telah dilakukan implementasi Automatic Packet Reporting System (APRS) untuk paket data pemantauan dan pengukuran melalui tujuan penelitian, berupa: a) penyetelan program aplikasi pada jaringan APRS dan b) pengukuran terhadap penerimaan data berdasarkan kinerja sensor-sensor. Penyetelan program aplikasi APRS merupakan konfigurasi perangkat lunak untuk APRS yang akan digunakan pada stasiun penerimaan data APRS dengan program aplikasi yang biasa digunakan, yaitu hyperterminal dan UI-View 32. Pengukuran penerimaan data berdasarkan kinerja sensor yang dilakukan melalui proses perekaman pada stasiun penerimaan data APRS. Kinerja sensor-sensor akan diamati pada stasiun pengiriman dan data hasil pengamatan akan dapat diterima pada stasiun penerimaan secara real time. Program aplikasi berbasis hyperterminal dan UI View 32 telah berhasil melakukan proses handshaking antara Terminal Node Controller (TNC) dan komputer, sehingga data telemetri dari stasiun pengiriman paket data dapat diterima di stasiun penerimaan. Data telemetri dapat diamati pada stasiun penerimaan dan dapat diperoleh secara real time dengan format: YB0LRB-11>BEACON,WIDE2-1 [05/18/2014 04:03:49]: <UI>: T#010,008,093,004,122,075. Notifikasi YB0LRB-11 merupakan stasiun pengiriman paket data telemetri, kemudian data tersebut akan diterima pada stasiun penerima YD1PRY dengan format: YD1PRY-2>APLPN,ARISS [05/18/2014 04:03:07]: <UI>: !06.30.37S/106.48.26E#. Notifikasi tersebut merupakan pengiriman informasi data posisi oleh stasiun YD1PRY untuk inisialisasi pada jaringan APRS. Stasiun YB0LRB-11 ketika mengirim paket data telemetri dengan format: YB0LRB-11>BEACON,WIDE2-1 [05/18/2014 04:00:49]: <UI>: T#001,004,035,005,122,075. Paket data dari stasiun YB0LRB yang dipancar ulang atau digipeater dengan format: YB0LRB-11>BEACON,YD1PRY-2,WIDE2* [05/18/2014 04:00:50]: <UI>: T#001,004,035,005,122,075. Sensor pengukuran berkinerja relatif stabil, walaupun terdapat nilai simpangan pengukuran sebesar 1 cm atau mempunyai persentase kesalahan sebesar 1,7%.
Aplikasi Fuzzy Logic Pada Metode Dissolved Gas Analysis Untuk Mengklasifikasikan Tipe Fault Pada Minyak Trafo Risti Nurita Digdayanti; Wahyuni Martiningsih; Siswo Wardoyo
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.797 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i1.466

Abstract

Kegagalan thermal maupun kegagalan elektris dapat menghasilkan gas-gas berbahaya yang disebut fault gas. Dengan mengidentifikasi jumlah konsentrasi gas yang terlarut pada minyak trafo dapat memberikan informasi akan adanya indikasi kegagalan yang terjadi pada trafo. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis gas-gas terlarut pada minyak disebut dissolved gas analysis (DGA). Untuk interpretasi data DGA menggunakan roger rasio yang dikembangkan menggunakan logika fuzzy. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan menggunakan logika fuzzy, penentuan kode rasio menjadi lebih mudah dan tipe fault dapat diketahui lebih cepat.
Perancangan Downconverter Resistive Modulator untuk Aplikasi GSM pada Frekuensi 900 MHz Teguh Firmansyah; Iga Ayu Mas Oka
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 4, No 2 (2015): Edisi Desember 2015
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.975 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v4i2.457

Abstract

Perkembangan telekomunikasi semakin pesat, mendorong dilakukannya berbagai penelitian dibidang komunikasi wireless (nirkabel). Salah satu subsitem dari perangkat komunikasi yaitu mixer atau lebih dikenal dengan modulator. Pada penelitian ini diusulkan perancangan downconverter resistive mixer pada frekuensi 900 MHz. Frekuensi 900 MHz merupakan frekuensi kerja Global System for Mobile communications (GSM). Penggunaan downconverter resistive mixer memiliki kelebihan diantaranya rangkaiannya sederhana dengan nilai gain yang besar. Perangkat lunak Advance Design Sistem (ADS) dipergunakan untuk perancangan mixer ini. Hasil perancangan menunjukan nilai Gain lebih besar dari 20 dB dengan kestabilan sebesar 1,4. Selain itu mixer ini memiliki nilai linieritas yang tinggi dengan kompresi 1-dB saat power sebesar 20 dBm.
Implementasi Kombinasi Algoritma Enkripsi Aes 128 Dan Algoritma Kompresi Shannon-Fano Heri Haryanto; Romi Wiryadinata; Muhammad Afif
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 1 (2014): Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1167.963 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v3i1.494

Abstract

Data dan informasi menjadi suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari setiap aspek kehidupan manusia. Perkembangan IT (Information Technology) yang semakin cepat juga memberikan tantangan terhadap masalah keamanan data, informasi, dan media penyimpanannya. Kriptografi dapat menjaga agar data atau informasi tetap aman, tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga dan kompresi dapat membuat ukuran sebuah data menjadi lebih kecil. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan antara kombinasi algoritma enkripsi-kompresi dengan algoritma kompresi-enkripsi. Penggabungan algoritma enkripsi AES 128 dan algoritma kompresi Shannon-Fano pada file txt, docx, dan pdf dengan kombinasi enkripsi-kompresi tidak cocok untuk digunakan karena membuat ukuran file bertambah dan memiliki waktu proses yang lebih lama apabila dibandingkan proses kompresi-enkripsi. Rata-rata nilai rasio kompresi untuk proses enkripsi-kompresi pada file txt, docx, dan pdf masing-masing sebesar 1.01 sedangkan rata-rata nilai rasio kompresi untuk proses kompresi-enkripsi pada file txt adalah sebesar 0.64 dan untuk file docx dan pdf masing-masing sebesar 1.00. Rata-rata nilai penghematan ruang untuk proses enkripsi-kompresi pada file txt, docx, dan pdf masing-masing adalah sebesar -1.074%, -1.040%, dan -1.025% sedangkan rata-rata penghematan ruang untuk proses kompresi-enkripsi adalah sebesar 35.896%, -0.759%, dan -0.0291%. Rata-rata waktu proses yang didapat untuk kombinasi enkripsi-kompresi pada file txt, docx, dan pdf masing-masing adalah 2.22 s, 2.179 s, dan 2.204 s sedangkan rata-rata waktu proses untuk kombinasi kompresi-enkripsi 2.05 s, 2.114 s, dan 2.122 s.
Analisa Pengaruh Arus Gangguan Terhadap Tegangan Induksi dan Isolasi Pada Kabel Bawah Tanah Tegangan 20 kV Herudin, Herudin; Munandar, Aris
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 2, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.57 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v2i2.447

Abstract

Kabel memegang peranan yang sangat penting dalam penyaluran tenaga listrik salah satunya yang digunakan adalah kabel saluran bawah tanah, Adanya arus gangguan pada kabel mempengaruhi besarnya tegangan induksi sehingga temperatur kabel menjadi lebih panas, pemanasan yang berlebih akan mengakibatkan kegagalan isolasi yang dapat mengakibatkan kerusakan pada kabel. Penelitian ini membahas pengaruh arus gangguan terhadap tegangan induksi dan isolasi kabel bawah tanah 20kV. Gangguan adalah segala macam kejadian yang menyebabkan kondisi pada sistem tenaga listrik menjadi abnormal. Salah satu yang menyebabkan kondisi ini adalah gangguan hubung singkat. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel data jaringan kabel bawah tanah 20kV yang digunakan di PT. KDL yang kemudian disimulasikan menggunakan software ETAP untuk menentukan arus gangguannya. Hasil perhitungan pengaruh arus gangguan terhadap tegangan induksi diperoleh nilai terbesar yaitu TS KIEC 6 yang memiliki tegangan induksi total terbesar sepanjang jalur kabel yaitu 1295,13 Volt. Hasil perhitungan pengaruh arus gangguan terhadap temperatur diperoleh nilai terbesar yaitu SS CBI 91,06oC saat beban 100%, nilai ini sudah melebihi batas maksimal ketahanan isolasi kabel 90oC yang dapat mengakibatkan kegagalan isolasi pada kabel.
Perancangan Concurrent Multiband Power Amplifier Kelas E Gunawan Wibisono
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 2 (2012): Edisi Desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.448 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i2.485

Abstract

Pada penelitian ini dirancang High efficiency Concurent Multiband RF Power Amplifier Class-E dengan teknologi CMOS 0.18um type N, yang beroperasi padafrekuensiGSM 900 MHz, GSM 1800 MHz, WIMAX 2300 Mhz, dan LTE 2600 Mhz, dengan menggunakan dua metode perancangan. Rancangan pertama menggunakan metode multiband Class-EPower Amplifier yang konvensional, dan perancangan kedua dengan menambahkan rangkaian Driver Stage untuk menghasilkan Insertion loss (S21) yang lebih besar. input matching dan output matching dirancang dengan menggunakan komponen lumped. Hasil dari perancangan ini diperoleh nilaiInsertion loss (S21) bernilai lebih besar dari 15 dB dan Return loss (S11) dibawah -15 dB, Tegangan supply 5 Volt, Power Added Efficiency >50%.
Perancangan Sistem Penguat Derau Rendah Melalui Pendekatan Analisis Noise Figure Untuk Aplikasi Teknologi WiMAX Budi Herdiana; Ivany Sarief
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 5, No 1 (2016): Edisi Juni 2016
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1140.277 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v5i1.529

Abstract

Setiap perangkat penerima dalam sistem telekomunikasi dapat menentukan kemampuan dan kualitas kerja perangkat dan teknologi telekomunikasi yang digunakan. Salah satunya yang sedang dikembangkan yaitu teknologi Wireless Broadband WiMAX (Worlwide interoperability for Micowave Access). Perangkat pendukung yang diperlukan untuk mendukung teknologi ini adalah sebuah penguat derau rendah (LNA) yang bisa beroperasi pada standar frekuensi berdasarkan standar IEEE 802.16a,b,..e. Komponen utama ini adalah sebuah penguat berbasis rangkaian terintegrasi menggunakan tipe MGA-72543 yang khusus diterapkan untuk kebutuhan teknologi WiMAX pada rentang frekuensi kerja  3,3-3,4 GHz dengan menghasilkan noise figure sebesar 1,58 dB dalam rentang lebar pita 110 MHz saat VSWR lebih kecil dari 1,5. Gambaran hasil yang diperoleh ini menunjukan bahwa kriteria LNA yang dimodelkan mampu memberikan kontribusi terhadap teknologi WiMAX yang dikembangkan.
Peramalan Beban Tenaga Listrik Jangka Pendek Menggunakan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Irma Handayani; Alimudin Alimudin; Suhendar Suhendar
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 1, No 1 (2012): Edisi Juni 2012
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.588 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v1i1.470

Abstract

Studi tentang prediksi ( peramalan ) beban listrik dalam ating kelistrikan di Indonesia dapat dilakukan dengan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST) – backpropagation. Ramalan beban listrik 5 tahun yang akan ating sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter, khususnya untuk wilayah Jakarta utara.Dalam studi ini dipilih data yang diperkirakan mempengaruhi prediksi ( peramalan ) beban tenaga listrik untuk 5 tahun yang akan ating, yang dalam hal ini menjadi data masukan JST, yaitu: PDRB, Jumlah Penduduk, Jumlah kepala Rumah tangga, Jumlah konsumen pelanggan Listrik, Daya Tersambung, Jumlah Industri besar dan Kecil, Temperatur. Data yang dipergunakan untuk pembelajaran adalah data sebenarnya (actual data), mulai tahun 2000 sampai dengan 2009. Pada penelitian ini, prosedur yang digunakan, yaitu perumusan masalah, pengumpulan data dan analisis data yang terdiri dari perancangan model peramalan Beban Jangka Pendek menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan backpropagation yang digunakan untuk memprediksi beban puncak dari 2010 sampai tahun 2014. maka hasil peramalan tahun 2010 sebesar 614.670,384 MW, tahun 2011 sebesar 642.382,208 MW,pada tahun 2012 sebesar 817,602.5 MW, tahun 2013 sebesar 7,007.28 MW, dan pada tahun 2014 sebesar 648,365.808 MW
Sistem Presensi Berbasis Agoritma Eigenface Dengan Metode Principal Component Analysis Siswo Wardoyo; Romi Wiryadinata; Raya Sagita
Setrum : Sistem Kendali-Tenaga-elektronika-telekomunikasi-komputer Vol 3, No 1 (2014): Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Elektro - Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1460.827 KB) | DOI: 10.36055/setrum.v3i1.498

Abstract

Presensi adalah suatu pendataan kehadiran, bagian dari pelaporan aktivitas suatu institusi, atau komponen institusi itu sendiri yang berisi data-data kehadiran yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak yang berkepentingan. Aplikasi komputer yang dikembangkan pada sistem presensi adalah aplikasi komputer yang dapat mengenali wajah seseorang hanya dengan menggunakan webcam. Sistem pengenalan wajah ini menggunakan algoritma eigenface, dengan menggunakan citra yang dihasilkan melalui webcam dan menggunakan informasi mentah dari pixel citra yang kemudian direpresentasikan dalam metoda Principal Component Analysis (PCA). Hasil dari pengujian sistem presensi menggunakan ekspresi wajah, aksesoris wajah dan variasi jarak, didapat sensivisitas 100%, spesifisitas 55.55 %, dan akurasi 69.33 %.

Page 3 of 30 | Total Record : 294