cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 Maret 2016" : 15 Documents clear
Pengukuran Kinerja Perusahaan Dengan Metode Integrated Performance Measurement System (IPMS) Pada Industri Perbankan Adi Prasetyo; Shanti K. Anggraeni; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.136 KB)

Abstract

Pengukuran kinerja perbankan selama ini hanya terfokus pada aspek financial saja, yang secara langsung mengabaikan aspek-aspek diluar financial, dimana aspek-aspek tersebut sebenarnya juga berperan penting terhadap keberlangsungan perusahaan dalam jangka panjang. Adanya berbagai kepentingan yang tidak dapat dielakkan dalam peningkatan performansi kerja perusahaan, selain aspek finansial, menuntut adanya perancangan sistem pengukuran kinerja. Oleh karena itu tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui indikator-indikator yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan dan mengukur kinerja perusahaan dengan metode Integrated Performance Measurement System (IPMS) di PT.XYZ. Integrated Performance Measurement Systems (IPMS) merupakan salah satu metode pengukuran kinerja perusahaan yang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan dari setiap stakeholder (stakeholder requirement), dan tetap memonitor posisi perusahaan terhadap pesaingnya (external monitoring). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai pengukuran kinerja perusahaan didapatkan bahwa ada 18 indikator yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan PT.XYZ yang terbagi kedalam 4 kriteria yaitu pimpinan cabang, karyawan, nasabah, dan pemerintah dan masyarakat. Sementara hasil dari pengukuran kinerja perusahaan menggunakan metode Integrated Performance Measurement Systems (IPMS) adalah sebesar 74.81 yang berada pada kriteria cukup.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Kualitas Kinerja Pelayanan Terminal Seruni Kota Cilegon Muhammad Haerus Salam; Shanti Kirana Anggraeni; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (674.03 KB)

Abstract

Terminal Seruni di Kota Cilegon terletak di Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber Kota Cilegon. Terminal seruni yang dibangun ditahun 2011 sudah mulai uji coba dan dipergunakan terhitung sejak 1 april 2013 dan dilakukan peresmian pada 27 april 2013. Di dalam uji coba, Dinas Perhubungan banyak mendapatkan masukan-masukan dari pengguna jasa atas kualitas kinerja pelayanan Terminal Seruni Kota Cilegon yang dirasa kurang tingkat kepuasannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan atribut terminal yang dianggap penting, mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap kualitas kinerja pelayanan di terminal dan menganalisa strategi perbaikan kinerja pelayananatribut terminal. Penelitian ini diawali survey pendahuluan untuk menguji validitas dan realibitas kuesioner, lalu pengambilan data dilakukan penyebaran kuesioner ke penumpang dan supir selaku pengguna jasa di Terminal Seruni Kota Cilegon. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfication Index (CSI) dimana metode ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna jasa dan metode Importance Performance Analysis (IPA) dimana metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi atribut apa saja yang harus dipertahankan dan ditingkatkan kualitas pelayanannya. Hasil penelitian diperoleh nilai indeks kepuasan penumpang sebesar 69.89% yang masuk kriteria puas dan nilai indeks kepuasan supir sebesar 70.54% yang masuk kriteria puas. Atribut pelayanan yang paling berpengaruh di Terminal Seruni Kota Cilegon yang menjadi prioritas utama untuk ditingkatkan kinerjanya antara lain ketepatan jadwal kedatangan, lokasi terminal yang dekat jalan utama, kemacetan arah masuk dan keluar, mudahnya akses masuk dan keluar kendaraan ke terminal, kesediaan petugas untuk melayani serta mengutamakan kebutuhan pengguna jasa, luas gerbang masuk dan keluar yang memadai, ketersediaan loket untuk menginformasikan pembelian tiket, kemacetan arah masuk dan keluar terminal dan kondisi jalan yang baik menuju terminal. Adapun atribut terminal yang segera mungkin untuk dilakukan perbaikan adalah ketepatan jadwal kedatangan dan keberangkatan angkutan umum di terminal.
Pengendalian Risiko Kecelakaan Kerja pada Proses Bongkar Muat Produk dengan Pendekatan HIRA (Studi Kasus di PT. XYZ) Muhammad Irwansyah; Lovely Lady; Ani Umiyati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.992 KB)

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan faktor yang sangat diperhatikan dalam dunia industri modern yang terintergrasi terutama bagi perusahaan yang berstandar internasional. Secara umum Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu kegiatan perlindungan baik terhadap pekerja, peralatan dan lingkungan kerja sehingga terhindar dari faktor risiko yang dapat merugikan. Kondisi kerja dapat dikontrol untuk mengurangi bahkan menghilangkan peluang terjadinya kecelakaan. Dengan adanya pengetahuan tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja diharapkan dapat mencegah terjadinya kecelakaan dan mengakibatkan penurunan produktivitas kerja, kerugian berupa cacat atau cidera, kematian serta kerusakan properti dan lingkungan (Tarwaka, 2008). Kecelakaan mengakibatkan cidera, baik cidera ringan, berat, cacat ataupun mengakibatkan kematian. Cidera ini akan mengakibatkan tidak mampu menjalankan tugasnya dengan baik sehingga mempengaruhi produktivitas. Jika terjadi kecelakaan perusahaan harus mengeluarkan biaya pengobatan dan tunjangan kecelakaan sesuai ketentuan yang berlaku. PT. XYZ sebagai salah satu industri yang bergerak di bidang kimia . Berdasarkan data angka kecelakaan dari tahun 2011 sampai 2103 pada proses bongkar muat terdapat 19 kasus kecelakaan. Dengan melihat jumlah kasus tersebut penulis menganalisa kembali aktivitas bongkar muat di gudang dengan bertujuan untuk memberikan tindakan pengendalian risiko untuk mengurangi risiko terjadinya kecelakaan kerja terutama pada proses bongkar muat produk digudang.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang idenntifikasi dan penilaian atas risiko- risiko yang terjadi serta memberikan tindan- tindakan pengendalian risiko pada kegiatan proses bongkar muat produk. Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode HIRA didapatkan skor nilai untuk proses bongkar muat masih tinggi sebesar 11 artinya masih berisiko tinggi akan tetapi setelah dilakukan pengendalian tindakan tindakan perbaikan skor nilai menjadi 3 yang artinya risiko terjadinya kecelakaan dapat dikendalikan. Hazard Identification and Risks Assesment (HIRA) adalah sebagai pedoman dalam identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang berhubungan dengan aktivitas dan fasilitas di tempat kerja. Instruksi kerja mencakup seluruh risiko yang berkaitan dengan pekerjaan rutin atau biasa atau normal dan tidak rutin atau tidak biasa atau tidak normal di tempat kerja, termasuk kegiatan mengidentifikasi bahaya dan mengevaluasi risiko.
Rancang Bangun Aplikasi Instrumen Penilaian Akreditasi Penjaminan Mutu Berdasarkan BAN-PT Di Lingkungan FT. UNTIRTA Robby Bahar K; Hadi Setiawani; Sirajuddin Sirajuddin
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (850.597 KB)

Abstract

 Program studi merupakan lembaga yang melaksanakan fungsi tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian terhadap masyarakat, serta mengelola ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidang studi yang mengutamakan mutu pendidikan. Sebagai bukti bahwa sistem penjaminan mutu terhadap pendidikan telah dilaksanakan dengan baik dan benar, program studi harus di akreditasi oleh lembaga penjaminan mutu. Oleh karenanya dibutuhkan adanya sistem informasi. Dengan Sistem Informasi suatu instansi atau lembaga dapat menyampaikan informasi yang diinginkan kepada user atau obyek sasaran secara tepat dan akurat. Aliran informasi pada Universitas khususnya di bagian akreditasi penjaminan mutu masih adanya hambatan, proses penjaminan mutu berupa proses akreditasi masih dilakukan secara manual. Hal ini tentunya menjadikan terhambatnya aliran informasi yang tentunya akan merugikan setiap universitas terutama program studi dalam mempersiapkan dan melakukan simulasi agar hasil akreditasi yang diperoleh sesuai dengan apa yang diharapkan. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang usulan sistem informasi instrumen penilaian akreditasi penjaminan mutu dengan menggunakan metode framework for the application of system technology (FAST). Metode FAST ini terdiri dari fase-fase Scope Definition, Problem Analysis, Requirements Analysis, Logical Design, dan Physical Design. Lalu sebagai dasar analisis perancangan digunakan analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, dan Threat). Dari hasil perancangan dan implementasi didapatkan hasil berupa meningkatnya efektifitas dan efesiensi proses penjaminan mutu, dimana terjadi perubahan kesiapan suatu program studi dalam menghadapi akreditasi, serta aplikasi ini memberikan informasi yang cepat dan tepat kepada yang membutuhkan.
Analisis Tingkat Kepuasan Pengguna Jasa Terhadap Kualitas Kinerja Pelayanan Terminal Terpadu Merak Imam Afifudin; Shanti Kirana Putri; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.91 KB)

Abstract

Terminal Terpadu Merak adalah salah satu fasilitas andalan dari Pelabuhan Merak yang sejak dahulu terbukti handal dan mampu mendukung perkembangan daerah. Dalam perkembangannya Terminal Terpadu Merak ditetapkan sebagai unit bisnis terpisah dari manajemen Pelabuhan Merak. Pemisahan ini salah satu pertimbangannya adalah sebagai langkah antisipasi terhadap pertumbuhan angkutan Peti kemas dimasa yang akan datang serta salah satu bentuk pelayanan yang lebih profesional dari manajemen Pelabuhan Merak. Pihak manajemen saat ini sedang meningkatkan kepuasan pelanggan agar setiap pengguna jasa transportasi di terminal terpadu merak selalu memilih terminal terpadu merak sebagai terminal yang sesuai dan layak terhadap kebutuhan konsumen di bidang jasa transportasi ini. Penelitian ini diawali dengan survei pendahuluan untuk menguji validitas dan realibilitas kuesioner,lalu pengambilan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner ke penumpang dan supir di dalam dan di luar terminal terpadu merak. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Customer Satisfaction Indek (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Dimana metode ini bertujuan untuk menentukan nilai indeks kepuasan pelanggan terhadap mutu kualitas pelayanan dan menganalisa strategi pelayanan berdasaran tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan di terminal terpadu merak. Dari hasil penelitian didapat nilai persentase Customer Satisfaction Index Penumpang sebesar 72 %, dan nilai persentase Customer Satisfaction Index Supir sebesar 72,76 %. Atribut yang paling berpengaruh di Terminal Terpadu Merak yang menjadi proiritas utama untuk di tingkatkan kinerjanya yaitu keamanan dan kenyamanan pada saat berada di terminal. Adapun cara melakukan perbaikannya adalah dengan menambah personil petugas keamanan dan petugas yang bekerja di dalam dan di luar terminal. Dengan adanya petugas keamanan dan petugas yang bekerja di dalam dan di luar terminal ,semua pengguna jasa di terminal merasa nyaman jika berada di dalam Terminal Terpadu Merak.
Penentuan Kriteria Kualitatif Penentu Dalam Pemilihan Objek Audit Internal Menggunakan Metode Delphi (Studi Kasus: Dana Pensiun PT. X) Anjelika Zatar; Putiri B. Katili; Suparno Suparno
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.929 KB)

Abstract

Dana pensiun PT. X adalah lembaga hukum yang mengelola dan menjalankan  program pensiun bagi peserta yaitu karyawan yang telah habis masa kerjanya pada usia tertentu yang disebut pensiun. Dalam pengelolaan dana pensiun sangat diperlukan penerapan tata kelola dana pensiun yang baik. Penerapan tata kelola dana pensiun yang baik dapat diwujudkan dengan adanya pengendalian yang dilakukan oleh internal audit yang dijalankan oleh Satuan Pengawas Internal (SPI). Hingga saat ini Dana Pensiun PT.  X belum melaksanakan tahapan perencanaan audit dengan objektif dan sistematis, sehingga penelitian ini dilakukan pada tahapan perencanaan audit untuk menentukan kriteria kualitatif penentu dalam pemilihan objek audit internal. Adapun penelitian ini dilakukan dengan metode Delphi. Metode Delphi adalah metode sistematis dalam mengumpulkan pendapat dari sekelompok pakar melalui serangkaian kuesioner. Penentuan kriteria penentu dalam pemilihan objek audit dilakukan oleh para ahli di bidang internal audit yaitu internal auditor PT. X. Dari penelitian ini didapatkan riteria kualitatif penentu yang paling dominan yaitu nilai resiko17,9%, preferensi manajemen 14,3%, preferensi auditor 14,3%, laporan hasil audit terakhir 12,5%, Program Kerja Audit Tahunan (PKAT) 10,7%, dan kinerja divisi 8,9%.
Usulan Strategi Perawatan dengan Mempertimbangkan Reliability Block Diagram Pada Mesin Crane Ship Unloader (Studi Kasus di PT.XYZ) Auditia Yudha Jiwantoro; M. Adha Ilhami; Evi Febianti
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.126 KB)

Abstract

Kelancaran proses pembongkaran kapal pada pelabuhan industri menjadi salah satu kunci dari kualitas pelayanan pelabuhan, guna memperkecil kemungkinan keterlambatan proses pembongkaran kapal maka dari itu PT.XYZ perlu berupaya meningkatkan keandalan sistem pembongkaran sebagai bentuk palayanan yang prima, Keandalan adalah probabilitas komponen, peralatan, mesin, atau sistem tetap beroperasi dengan baik sesuai dengan fungsi yang diharapkan dalam interval waktu dan kondisi tertentu. Semakin handal suatu sistem maka semakin kecil peluang kerusakan yang mungkin terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen-komponen critical pada mesin crane ship unloader, mengetahui keandalan komponen, mengetahui keandalan sistem, dan mengetahui berapa lama periode waktu perbaikan yang dapat mempertahankan keandalan mesin crane ship unloader pada angka 85% handal. RBD (Reliability Block Diagram) merupakan metode yang tepat digunakan untuk mengetahui keandalan suatu sistem, dengan mengetahui pola distribusi kerusakan pada masing-masing komponen dan parameter-parameternya maka dapat dirancang suatu jadwal perawatan terpadu guna menjaga tingkat keandalan sistem pembongkaran kapal pada kondisi 85% handal. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komponen Trolley System memiliki keandalan 23 % dengan periode perwatan usulan setiap 10 hari, Trolley Mechanical system memiliki keandalan 24 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, Hold System memiliki keandalan 31 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, Close System memiliki keandalan 17 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, Gantry memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 20 hari, Belt Feeder memiliki keandalan 36 % dengan periode perwatan usulan setiap 50 hari, Lighting System 1 Flood Light memiliki keandalan 45 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, DC Motor SU3 memiliki keandalan 44 % dengan periode perwatan usulan setiap 30 hari, Cooling Fan AC Motor memiliki keandalan 45 % dengan periode perwatan usulan setiap 20 hari, Slip Ring AC Motor memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 90 hari, Crane Control General Function memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 10 hari, Hopper Construction memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 40 hari, dan DC Converter memiliki keandalan 37 % dengan periode perwatan usulan setiap 50 hari. Dengan Reliability System nyata sebesar 61,91% dan Reliability System simulasi usulan dengan penerapan preventive maintenance mencapai 85% handal.
Penjadwalan Produksi Flow Shop Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) dan Nawaz Enscore Ham (NEH) Roy Khrisman; Evi Febrianti; Lely Herlina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.526 KB)

Abstract

PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur yang memproduksi berbagai jenis cup insole. Sistem penjadwalan perusahaan saat ini menggunakan metode First Come First Serve (FCFS). Dalam hal ini perusahaan sering mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan konsumen secara tepat waktu. Masalah ketidaktepatan jadwal pengiriman pesanan tersebut disebabkan oleh jadwal produksi yang tidak tepat atau sistem penjadwalan produksi yang belum optimal. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk meminimasi makespan dengan mengakomodasi sistem yang ada di PT. Putri Riwayu Jaya. Dalam penelitian ini menggunakan metode penjadwalan produksi Campbell, Dudek, Smith dan metode penjadwalan Nawaz, Enscore, Ham yang bertujuan menentukan urutan produksi optimal untuk meminimumkan makespan pada perusahaan dengan pola lantai produksi flow shop. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode CDS, terdapat urutan job dengan total makespan terkecil yaitu sebesar 6828,375 menit. Dengan urutan prioritas job 3-2-4-1-5-6 yang di peroleh dari K2, K4 dan K6. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode NEH, terdapat urutan job dengan total makespan terkecil yaitu sebesar 6828,375 menit. Dengan urutan 3-2-4-1-5-6 (Sand). Penjadwalan produksi dengan metode CDS dapat meminimumkan makespan sebesar 371,625 menit.
Aplikasi Lean Manufacturing pada Proses Bongkar Muat dan Pengiriman Cargo Coal dengan Pendekatan Simulasi (Studi Kasus di PT. XYZ) Teresia Febriarti; Lely Herlina; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.488 KB)

Abstract

 PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pelabuhan. Salah satu kegiatannya adalah bongkar muat dan pengiriman cargo coal dari PT. XYZ ke PT. ABC. Waktu total yang disepakati untuk menyelesaikan proses bongkar muat dan proses pengiriman dari PT. XYZ ke PT. ABC sebesar 48 jam atau 2 hari. Namun pada kenyataannya, kesepakatan antara PT. XYZ dan PT. ABC tidak sesuai target untuk proses bongkar muat dan proses pengiriman cargo coal dikarenakan waktu total untuk proses bongkar muat dan pengiriman cargo coal sebesar 63,99 jam atau lebih dari 2 hari. Keterlambatan pengiriman tersebut sangat merugikan PT. XYZ. Dalam keterlambatan tersebut dapat dipastikan ada hambatan-hambatan yaitu waste (pemborosan) yang banyak terjadi baik dalam proses bongkar muat coal dan proses pengiriman sampai kepada pemilik barang. Tujuan penelitian ini adalah merancang simulasi eksisting pada proses bongkar muat dan proses pengiriman coal dari PT. XYZ ke PT. ABC, mengidentifikasi aktivitas-aktivitas value added (VA), non value added (NVA) dan necessary but non value added (NNVA) yang terdapat pada proses bongkar muat dan proses pengiriman cargo coal dan menentukan usulan perbaikan guna meminimasi takt time agar sesuai dengan target perusahaan. Metode yang digunakan adalah simulasi dan penerapan lean pada proses bongkar muat dan pengiriman cargo coal PT. XYZ ke PT. ABC. Kondisi proses bongkar muat dan pengiriman cargo coal digambarkan dalam Big Picture Mapping, kemudian mengidentifikasi waste dan dilakukan pemetaan menggunakan Diagram Aktivitas Proses dan dilakukan simulasi sebagai usulan perbaikan. Berdasarkan pengolahan diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan antara system eksisting dan system nyata,untuk aktivitas value added yaitu proses bongkar muat, penimbangan dan pembongkaran, untuk non value added yaitu trouble gate hopper #5, waiting truck dan meal time operator, dan necessary but non value added yaitu stop disch rain, waiting frontloader, cleaning dan sailing. Sementara dari hasil simulasi diperoleh bahwa usulan perbaikan yang dipilih adalah skenario 1 yaitu dengan penambahan shipunloader pada dermaga 1.4. Waktu yang dibutuhkan sebesar 53,16 jam.
Usulan Perbaikan Pengecekan Status Order Pada Proses Bisnis Produksi Coil di Divisi CRM PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk. Eka Dede Sutrisna; Bbby Kurniawan; Ade Irman
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 4 No. 1 Maret 2016
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.181 KB)

Abstract

Divisi Cold Rolling Mill (CRM) merupakan salah satu divisi di PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk yang memproduksi baja lembaran dingin dengan ketebalan 0.200 mm sampai dengan 3.000 mm. Salah satu proses bisnis di divisi CRM adalah controlling yang difokuskan pada pengecekan status order. Pengecekan status order di divisi CRM harus menggunakan dua sistem, yaitu PCS dan SAP sehingga memerlukan langkah kerja yang panjang serta waktu siklus yang relative lama. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan pada proses pengecekan status order di divisi CRM. Pengolahan data menggunakan software foxbase dengan mengambil data dari PCS dan SAP. Pada penelitian ini diketahui bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan waktu siklus menjadi lama, diantaranya penggunaan dua sistem serta beberapa update yang masih manual. Pengecekan status order usulan mengeliminasi beberapa langkah kerja dari pengecekan status order eksisteing serta mengganti beberapa langkah kerja dengan langkah kerja yang lebih efektif. Hasil penelitian didapat bahwa terdapat penurunan jumlah langkah kerja, dari 12 langkah kerja pada proses pengecekan status order eksisting menjdi 9 langkah kerja pada pengecekan status order usulan, begitu juga dengan waktu siklus terdapat penurunan dari 54 menit pada pengecekan status order eksisting menjadi 32 menit pada pengecekan status order usulan.

Page 1 of 2 | Total Record : 15