cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknik Industri Untirta
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal ini adalah wadah untuk publikasi yang berkaitan dengan keilmuan dan penerapan Teknik Industri.
Arjuna Subject : -
Articles 233 Documents
Pengaruh Pencahayaan Terhadap Beban Kerja Mental di Area Kerja Scroll Cu Rio Widarobi; Yayan Harry Yadi; Ade Sri Mariawati
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.584 KB)

Abstract

PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan pelat timah terbesar di Indonesia. Departemen scroll cut ini merupakan bagian pemotongan pelat sesuai dengan pola yang diinginkan oleh konsumen PT. XYZ. Pada penelitian ini dilakukan 2 tahap yaitu pada pencahayaan eksisting dan pencahayaan yang sesuai SNI 03-6575-2001 sebesar 200 – 500 lux. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi pencahayaan dan beban kerja mental, merancang pencahayaan dan mengetahui pengaruh pencahayaan terhadap beban kerja mental di area kerja scroll cut PT. XYZ. Jumlah responden sebanyak 4 orang sesuai dengan jumlah operator scroll cut PT. XYZ. Alat ukur yang digunakan adalah lux meter dan kuisioner subjektif NASA-TLX. Pada observasi awal di dapatkan nilai intensitas cahaya sebesar 132,6 lux. Nilai tersebut kurang dari NAB berdasarkan SNI 03-6575-2001 sehingga menyebabkan beban kerja mental yang dirasakan oleh operator agak berat. Perbandingan beban kerja mental setelah dilakukan perbaikan pencahayaan berdasarkan SNI 03-6575-200 dengan kondisi eksisting pencahayaan area kerja scroll cut PT. XYZ adalah beban kerja mental turun. Perbaikan pencahayaan pada area kerja I dan area kerja II dengan penambahan lampu sebanyak 2 buah lampu pada masing-masing area. Kemudian melakukan uji statistik dengan uji berpasangan untuk memperkuat analisa perbedaan dari dua kondisi tersebut, dimana hasilnya beban kerja mental nilai sig.(2-tailed)<0,05, yang berarti H0 ditolak artinya ada perbedaan antara beban kerja mental operator pada dua kondisi yang berarti ada pengaruh pencahayaan terhadap beban kerja mental.
Usulan Perbaikan Pengecekan Status Order pada Proses Bisnis Produksi Coil di Divisi CRM Ade Irman Saeful Mutaqin S; Bobby Kurniawan; Eka Dede Sutrisna
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.545 KB)

Abstract

Divisi Cold Rolling Mill (CRM) merupakan salah satu divisi di PT. Krakatau Steel (Persero) Tbk yang memproduksi baja lembaran dingin dengan ketebalan 0.200 mm sampai dengan 3.000 mm. Salah satu proses bisnis di divisi CRM adalah controlling yang difokuskan pada pengecekan status order. Pengecekan status order di divisi CRM harus menggunakan dua sistem, yaitu PCS dan SAPsehingga memerlukan langkah kerja yang panjang serta waktu siklus yang relative lama. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan usulan perbaikan pada proses pengecekan status order di divisi CRM. Pengolahan data menggunakan software foxbase dengan mengambil data dari PCS dan SAP.Pada penelitian ini diketahui bahwa ada beberapa hal yang menyebabkan waktu siklus menjadi lama, diantaranya penggunaan dua sistem serta beberapa update yang masih manual. Pengecekan status order usulan mengeliminasi beberapa langkah kerja dari pengecekan status order eksisteingserta mengganti beberapa langkah kerja dengan langkah kerja yang lebih efektif. Hasil penelitiandidapat bahwa terdapat penurunan jumlah langkah kerja, dari 12 langkah kerja pada proses pengecekan status order eksisting menjdi 9 langkah kerja pada pengecekan status order usulan, begitu juga dengan waktu siklus terdapat penurunan dari 54 menit pada pengecekan status ordereksisting menjadi 32 menit pada pengecekan status order usulan.   
Usulan Penjadwalan Program Roll Design Kategori Program Tipis Pada Pabrik Hot Strip Mill Untuk Meminimasi Tardiness Nur Andriyani; Muhammad Adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.806 KB)

Abstract

PT. X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang industri baja yang memproduksi berbagai macam produk-produk baja. Salah satunya adalah lembaran baja panas (hot rolled coil). Produk tersebut memiliki kapasitas produksi paling tinggi yaitu sebesar 2 juta ton pertahun. Produk tersebut merupakan hasil produk dari pabrik Hot Strip Mill (HSM). Berbeda dengan penjadwalan biasanya, pabrik Hot Strip Mill memproduksi order berdasarkan program roll design yang telah disusun berdasarkan tebal dan lebar coil. Pabrik HSM tidak bisa memproduksi sembarangan, karena job-job yang akan dikerjakan harus dibentuk program roll design dengan mengurutkan job-job sesuai dengan batasan coffin shape yaitu dengan adanya pengelompokkan (grouping job) ke dalam 9 group berdasarkan karakteristik tebal dan lebar coil. Latar belakang dari penelitian ini, didapati banyaknya order yang terlambat, terlihat dari jumlah tardiness yang cukup besar yaitu sebanyak 237 hari selama periode 1-7 Mei 2013. Hal inilah yang menjadi titik permasalahan bagaimana perusahaan dapat membuat jadwal dengan baik sesuai batasan-batasan yang ada di dalam program roll design, yang mampu meminimasi tardiness. Oleh sebab itu pada tahapan grouping job pada penelitian ini dilakukan modifikasi grouping job, yaitu pengurutan job sesuai dengan duedate yang tercepat. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurutkan job tersebut adalah dengan metode Earliest Due Date (EDD). Dari latar belakang yang ada maka tujuan penelitian ini yaitu meminimasi tardiness pada pabrik HSM dengan menggunakan modifikasi grouping job yang akan dibandingkan dengan penjadwalan existing. Hasil penelitian inidibuktikan bahwa penjadwalan pada pabrik Hot Strip Mill dengan menggunakan metode modifikasi grouping job ini, dapat meminimalkan total tardiness dari 237 hari yang terlambat pada jadwal existing menjadi 95 hari pada jadwal usulan, dengan persentase penurunan sebesar 57%.
Pengaruh Intensitas Kebisingan Terhadap Tekanan Darah dan Tingkat Stres Kerja Muhamad Rian Ardiansyah; Ja&#039;far Salim; Wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.22 KB)

Abstract

Seksi Pallet memiliki mesin potong, serut, belah dan Nailer, suara mesin tersebut dapat menimbulkan kebisingan. Kebisingan akan terpapar kepada operator yang bekerja, bila dilakukan terus-menerus akan menimbulkan efek negatif pada tekanan darah dan stres kerja. Tahun 2011 Seksi Pallet memiliki intensitas kebisingan sebesar 92.033 dB. Tujuan penelitian ini mengukur intensitas kebisingan, tekanan darah dan stres kerja kemudian menggambarkan hubungan intensitas kebisingan terhadap tekanan darah dan stres kerja, serta membuktikan pengaruh stres kerja terhadap tekanan darah. Responden pada penelitian ini berjumlah 23 orang yang bekerja pada shift 1. Metode untuk mengukur intensitas kebisingan adalah kebisingan ekivalen, untuk mengukur tekanan darah digunakan alat digital blood pressure, untuk mengukur tingkat stress kerja digunakan kuesioner DASS 42, serta untuk mengidentifikasi ada tidaknya pengaruh antar variable digunakan uji chi-square.  Hasil penelitian Intensitas kebisingan pada area mesin potong, belah dan nailer melewati batas NAB sedangkan area mesin serut memiliki intensitas kebisingan dibawah NAB. Tekanan darah mengalami kenaikan sebelum dan sesudah bekerja masing-masing sebesar 2.39 mmHg untuk sistolik dan 3.53 mmHg untuk diastolik. Tingkat stres kerja mengalami kenaikan sebesar 5.33 satuan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bukti adanya pengaruh intensitas kebisingan terhadap tekanan darah dan tingkat stres kerja, serta adanya pengaruh antara tingkat stres kerja dan tekanan darah.
Pengelolaan Risiko Supply Chain dengan Metode House of Risk Flora Tampubolon; Achmad Bahauddin; Putro Ferro Ferdinant
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 3 September 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.499 KB)

Abstract

Dalam pengelolaan supply chain, secara umum risiko dapat timbul dalam berbagai bentuk dari setiap kejadian. Risiko merupakan peluang terjadinya sesuatu yang akan berdampak dalam pencapaian tujuan. Kompleksitas dari struktur supply chain yang melibatkan banyak pihak dan banyaknya ketidakpastian yang terjadi secara mendadak menjadi tantangan dalam pengelolaan supply chain perusahaan. Gangguan atau risiko dalam supply chain akan berdampak negatif dalam jangka panjang terhadap perusahaan dan banyak perusahaan tidak mampu pulih secara cepat dari dampak negatif tersebut. Bila suatu risiko dalam supply chain terjadi, sektor bisnis juga akan ikut terserang akibatnya akan mempengaruhi kinerja perusahaan. PT. XYZ adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi pipa baja. Secara umum produk dari perusahaan ini ada dua jenis yaitu: Spiral dan ERW. Saat ini PT. XYZ belum memiliki manajemen risiko yang terstruktur untuk mengidentifikasi dan memitigasi risiko yang terjadi terutama dalam fungsi supply chain. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas supply chain PT. XYZ, menentukan penyebab risiko yang harus diprioritaskan untuk dimitigasi pada supply chain PT. XYZ dan menentukan strategi mitigasi yang harus diprioritaskan untuk mengatasi penyebab risiko pada supply chain PT. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan metode House Of Risk (HOR). HOR digunakan untuk mengidentifikasi risk event, risk agent pada supply chain dan juga merancang strategi mitigasi untuk risk agent berdasarkan nilai ARP(Aggregate  Risk Potential). Risk event yang teridentifikasi sebanyak 16 dan risk agent sebanyak 24. Risk agent yang akan dimitigasi berdasarkan nilai ARP sebanyak empat risk agent yaitu A6(Pembuatan Purchasing requisition terlambat), A3(pengadaan material terlambat), A4 (data material/produk tidak segera di-update) dan A1 (permintaan produksi yang mendadak). Strategi mitigasi yang digunakan untuk mencegah penyebab risiko adalah coordination, strategy stock dan multiple route.
Penjadwalan Pola Aliran Job Shop 10-Stages Menggunakan Sistem Lelang Untuk Meminimasi Weighted Tardiness Nurfitriana Sandini; Lely Herlina; Muhammad Adha Ilhami
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.079 KB)

Abstract

Pengalokasian tugas-tugas (aktivitas) ke dalam suatu sumber daya agar menghasilkan suatu hasil waktu yang optimal merupakan fokus utama dari berlangsungnya sebuah perencanaan dan pengendalian produksi suatu perusahaan. Salah satu elemen  perencanaan dan pengendalian produksi adalah penjadwalan. Penjadwalan adalah salah satu hal yang penting dalam perusahaan manufaktur dan menjadi perhatian yang serius di perusahaan. Penelitian ini diterapkan pada salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi heavy condensers untuk nuclear PP, machining dan assembly of complete LP turbines. Adapun yang menjadi fokus pada penelitian ini adalah permasalahan penjadwalan yang masih konvensional pada komponen single part dari salah satu produk family yaitu BLR, dimana banyak job yang selesai tidak sesuai dengan due datenya. Produk ini diproses pada lantai pre-fabrikasi yang membentuk pola aliran job shop 10-stages. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penjadwalan dengan menggunakan metode sistem lelang (auction based) untuk meminimasi Weighted Tardiness (WT) dan membandingkan jadwal produksi baru dengan jadwal existing perusahaan. Model penjadwalan sistem lelang yang digunakan adalah model penjadwalan hasil penelitian Ilhami (2010) dengan modifikasi pada list scheduling. Pada penelitian ini, metode Earliest Due Date (EDD) Murni dan EDD with priority rule digunakan sebagai perbandingan dengan hasil penjadwalan sistem lelang. Dari hasil penelitian didapat nilai weighted tardiness penjadwalan dengan sistem lelang sebesar 369, sedangkan dengan metode EDD Murni, EDD with priority rule dan jadwal existing perusahaan masing-masing memberikan nilai 390, 420 dan 466. Dari hasil analisa dapat diketahui bahwa penjadwalan sistem lelang adalah yang paling baik karena memberikan nilai weighted tardiness paling minimum diantara ketiga penjadwalan yang telah dilakukan.
Pengaruh Budaya Perusahaan, Kedisiplinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Produktivitas Karyawan dengan Metode Structural Equation Modeling Nisa Afina; Faula Arina; Nurul Ummi
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 2 Juli 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.653 KB)

Abstract

PT. X adalah salah satu perusahaan yang membuat pipa baja las. Pipa baja las yang dihasilkan berupa pipa baja las spiral dan longitudinal. Pipa yang dihasilkan berupa pipa minyak, pipa gas, pipa air, dan pipa pancang. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan diketahui bahwa munculnya permasalahan-permasalahan yang dapat menghambat produktivitas kerja karyawan tidak jarang terjadi karena kelalaian karyawan sendiri dalam menggunakan jam kerjanya untuk ngobrol, duduk-duduk, atau izin keluar kantor untuk urusan yang tidak ada kaitannya dengan tugas pekerjaannya. Dari permasalahan-permasalahan tersebut secara tidak langsung dapat menurunkan tingkat produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal-hal apa saja yang berpengaruh terhadap produktivitas pada PT. X. Variabel pendukung untuk pengukuran produktivitas adalah variabel nilai budaya perusahaan, sikap kedisiplinan kerja, dan kepuasan kerja karyawan terhadap produktivitas. Penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling (SEM). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa nilai budaya perusahaan berpengaruh positif terhadap produktivitas, sikap kedisiplinan berpengaruh positif terhadap produktivitas dan kepuasan kerja pun berpengaruh positif terhadap produktivitas. Adapun yang menjadi pengaruh dominan dalam penelitian ini adalah  sikap kedisiplinan. 
Analisis Bullwhip Effect dalam Sistem Rantai Pasok pada Produk LL-SR Rosalina Sari; Muhammad Adha Ilhami; Bobby Kurniawan
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.706 KB)

Abstract

PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah perusahaan pertama dan terbesar sebagai produsen Polyethylene (PE) di Indonesia. PE adalah salah satu polimer yang paling banyak digunakan untuk membuat berbagai produk plastik dari film kemasan dan wadah untuk komponen dan sejumlah industri. Salah satu produk unggulan yang ada di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah produk LL-SR. Produk LL-SR merupakan produk yang paling diminati oleh perusahaan karena proses pembuatannya menggunakan Etylen yang langsung dapat digunakan sehingga biaya produksinya lebih rendah daripada produk lain. Yang melatarbelakangi penelitian di PT. Lotte Chemical Titan Nusantara adalah adanya fenomena Bullwhip Effect yaitu terjadi fluktuasi  antara  order dan demand, persaingan pasar, dan Forecast yang dilalukan untuk target penjualan pada produk LL-SR. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung nilai Bullwhip Effect, menentukan peyebab utama terjadinya Bullwhip Effect dan menentukan usulan perbaikan order dan demand produk LL-SR. Penelitian ini dimulai dengan menghitung Bullwhip Effect pada dua eselon. Metode yang digunakan dalam peneleitian ini adalah Metode simulasi diskrit. Hasil penelitian ini yaitu Nilai Bullwhip Effect pada eselon 1 (Supplier dan PPIC) = 1.22 dan eselon 2 (PPIC dan distributor)= 0.78. Nilai tersebut menunjukan terjadinya bullwhip effect pada eselon 1 sedang eselon 2 tidak terjadi. Penyebab dominan adanya Bullwhip Effect adalah kenaikan harga material, persaingan pasar, forecast dilakukan untuk target penjualan dan peramalan permintaan masih belum mendekati akurat. Rancangan perbaikan yang diusulkan adalah melakukan karja sama long term dengan pihak supplier dan distributor sehingga mendapatkan jaminan harga yang tetap dan berkelanjutan. 
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Persepsi Dan Kepuasan Pasien dalam Meningkatkan Loyalitas Pasien Irsansyah Putra; Putiri Bhuana Katili; Faula Arina
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 1 Maret 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.633 KB)

Abstract

Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon bergerak dalam bidang pelayanan kesehatan. Rumah sakit ini menjadi pilihan utama untuk kalangan menengah ke bawah . Dengan harga yang terjangkau bahkan di ruang rawat inap kelas 3 gratis, RSUD Cilegon selalu ramai dikunjungi. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap persepsi dan kepuasan dalam upaya meningkatkan loyalitas pasien. Variabel laten terdiri dari kualitas pelayanan, persepsi, kepuasan dan loyalitas. Hasil dari penelitian ini adalah kualitas pelayanan tidak bisa mempengaruhi langsung terhadap kepuasan dan loyalitas. Setelah diolah melalui software lisrel, kualitas pelayanan mempengaruhi persepsi kemudian kepuasan dan berakhir di loyalitas. Pihak RSUD Cilegon seharusnya memberikan perhatian dan respon yang layak untuk pasien kalangan bawah yang dirawat di ruang rawat inap. Meskipun ruangan tersebut gratis, bukan berarti pelayanan yang diberikan tidak maksimal. Mulai dari kebersihan kamar mandi, fasilitas kipas angin serta respon perawat dalam menanggapi keadaan darurat harus ditinjau ulang. Apabila hal tersebut dapat diatasi maka akan membentuk persepsi yang positif serta memberikan kepuasan yang pada akhirnya pasien akan berkunjung kembali. 
Evaluasi Tracer Study Untuk Pembelajaran dengan Pendekatan Ergonomi Makro Stephanie Mayang P.; Yayan Harry Yadi; Wahyu Susihono
Jurnal Teknik Industri Untirta Vol. 1 No. 4 Oktober 2013
Publisher : Jurnal Teknik Industri Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.536 KB)

Abstract

Teknik Industri merupakan salah satu program studi yang ada di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Jurusan Teknik Industri memandang perlu untuk melakukan tracer study terhadap para lulusannya sebagai penunjang visi jurusan. Pada penelitian ini dilakukan pelaksanaan tracer study online dengan menggunakan software QTAFI. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penelusuran  lulusan jurusan Teknik Industri Untirta tahun 2011 dan mengevaluasi hasil tracer study lulusan jurusan Teknik Industri Untirta tahun 2011 dengan pendekatan ergonomi makro. Jumlah responden yang mengisi kuisioner sebanyak 38 orang dari 83 orang jumlah lulusan tahun 2011. Dari hasil pengolahan data secara analisis statistik deskriptif diketahui sebanyak 54% lulusan mencari pekerjaan setelah lulus dan 31% diantaranya mencari pekerjaan 1 bulan setelah lulus, 100% lulusan saat ini bekerja. 74% responden bekerja di sektor swasta dan sisanya tersebar di sektor pemerintahan, baik pusat maupun daerah termasuk BUMN sebanyak 22%, dan wiraswasta sebanyak 4%. Memanfaatkan teknologi internet pada pembuatan kuisioner tracer study secara online membuat responden tidak perlu mengisi kuisioner berupa hardcopy, ataupun melakukan wawancara langsung secara tatap muka maupun melalui telepon. Sesuai dengan prinsip ergonomi makro, peran teknologi internet pada pelaksanaan tracer study online memudahkan baik pihak jurusan maupun pihak lulusan dalam pelaksanaan tracer study sehingga proses perbaikan di jurusan Teknik Industri Untirta dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Page 3 of 24 | Total Record : 233