cover
Contact Name
Muchtaridi
Contact Email
ijpsteditor@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ijpsteditor@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology
ISSN : 23561971     EISSN : 2406856X     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia (IJPST) adalah publikasi ilmiah pada seluruh aspek Sains dan Teknologi Farmasi. Jurnal ini diterbitkan 3 kali setahun untuk menyediakan forum bagi apoteker, dan profesional kesehatan lainnya untuk berbagi praktik terbaik, meningkatkan jaringan kerja dan pendekatan yang lebih kolaboratif dalam Sains dan Teknologi Farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2024)" : 15 Documents clear
Lama Penyimpanan Mikrokapsul Ekstrak Buah Mengkudu Terhadap Kadar Air, Aktivitas Antioksidan Dan Sebaran Jamur Nurlaeni, Leni; Abun, Abun; Widjastuti, Tuti
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.44673

Abstract

Buah mengkudu mengandung sejumlah senyawa fitogenik. Lama penyimpanan yang berbeda dapat mempengaruhi kualitas produk. Selama penyimpanan berlangsung produk mikrokapsul ekstrak buah mengkudu dapat terjaga kualitasnya dan terlindungi senyawa bioaktifnya dengan metode mikroenkapsulasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh produk mikrokapsul ekstrak buah mengkudu dengan berbagai penyalut pada lama penyimpanan yang berbeda. Penelitian menggunakan penelitian experimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 10 perlakuan 3 ulangan. Setiap formulasi dilakukan penyimpanan selama 0, 2, 4 minggu. Peubah yang diamati adalah kadar air, aktivitas antioksidan dan sebaran jamur. Proses mikroenkapsulasi ekstrak buah mengkudu memberikan pengaruh yang nyata terhadap kestabilan kadar air, aktivitas antioksidan dan sebaran jamur dibandingkan dengan perlakuan yang tidak dilakukan proses mikroenkapsulasi. Produk mengalami peningkatan kadar air, aktivitas antioksidan dan sebaran jamur seiring dengan lamanya proses penyimpanan.
The Binding Mode and Molecular Dynamics of Epigallocatechin and Epigallocatechin Gallate with Human Superoxide Dismutase 1 in Complex with a Naphthalene-Catechol Linked Compound Levita, Jutti; Bawono, Lidya Cahyo; Khairinisa, Miski Aghnia; Jiranusornkul, Supat; Megantara, Sandra; Ikhsan, Muhammad
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.51034

Abstract

Superoxide dismutases (SODs) are metalloenzymes that defend the body against reactive oxygen species and contribute to combating inflammation. Human cells have three distinct SODs, i.e., manganese SOD (MnSOD), extracellular SOD(ECSOD), and copper-zinc SOD (Cu-ZnSOD) or SOD1. The crystal structure of human SOD1 in a complex with a naphthalene-catechol-linked compound revealed hydrogen bonds and hydrophobic interaction. Catechins arepolyhydroxylated polyphenols contained in the leaves of Camellia sinensis L. This work aims to study the binding mode and molecular dynamics of two major catechins, epigallocatechin (EGC) and epigallocatechin gallate (EGCG) with human SOD1 (in complex with SBL1, a naphthalene-catechol linked compound). Both catechins demonstrated a binding mode with the enzyme, in terms of hydrogen bonds and hydrophobic interaction, similar to the native ligand (SBL1). Of the two catechins, EGC possesses a better binding affinity (docking score of -4.15 kcal/mol) for human SOD1 compared to EGCG (docking score of -4.02 kcal/mol), thus the EGC-SOD1 complex was continued in MD simulation to investigate the conformational stability and time-dependent ligand binding ability in the binding pocket. The molecular dynamics simulation confirmed that EGC is more stable than the native ligand, SBL1, with the RMSD average value of SBL1 and EGC being 1.1669 Å and 0.5607 Å, respectively. Taken together, this study confirms the antioxidant activity of catechins in C. sinensis L.
Antioxidant Potential, Anti-Diabetes, and Toxicity of Aceh Cinnamon Extract (Cinnamomum burmannii) Husna, Fauzul; Suhaila, Suhaila; Syahrizal, Dedy; Zulkarnain, Zulkarnain; Washilah, Hasya; Sahriana, Ananda Putri
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.43182

Abstract

Indonesia as a mega biodiversity country must take a role in the development of herbal-based medicine. Cinnamon is often used empirically to overcome various health problems, especially diabetes.   This study aims to assess the effectiveness of Aceh cinnamon extract as an antioxidant and antidiabetic in vitro and to evaluate the toxicity of the extract. Cinnamons, obtained from coffee plantations in Simpang Teritit, Bener Meriah, Aceh, were macerated with 96% ethanol for extraction.  Furthermore, the extract phytochemical content was determined qualitatively, semiquantitatively (GC-MS), and quantitatively (levels of phenols, flavonoids, and total tannins).  The toxicity level was measured by an acute toxicity test based on the OECD and the BSLT assay.  The effectiveness as an antioxidant and anti-diabetes was determined in vitro by the DPPH inhibition method and α-glucosidase inhibition. The results of this study showed that cinnamon extract contains alkaloids, flavonoids, polyphenols, tannins, quinones, saponins, and triterpenoid compounds. The total amount of phenol, flavonoid, and tannin extract levels were 66.34 mg GAE/gr, 80.52 mg QE/gr, and 566.33 mg AT/gr. The IC50 extract value against DPPH was 16.07 ppm and against the enzyme, α-glucosidase was 123.52 ppm. In the acute toxicity test, the value of LD50 ≥15 grkg BWW was obtained and in the toxicity test with BSLT, LC50 extract was 350.57 ppm. Aceh cinnamon extract (Cinnamomum burmannii) has LD50 > 15 gr/kg BW and LC50 value >500 ppp which is categorized as a practically non-toxic ingredient and low toxicity agent with strong antioxidant activity and moderate antidiabetics.
Formulasi Sabun Gel Ekstrak Biji Manjakani Menggunakan Tragakan dan Carbopol 934 sebagai Gelling Agent Amalia, Anisa; Nursal, Fith Khaira; Nining, Nining; Bariroh, Tahyatul; Laszairina, Andra Yunita; Dinaianti, Adelia
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.45499

Abstract

Biji manjakani (Quercus infectoria) dapat digunakan sebagai bahan aktif pada sediaan sabun pembersih kewanitaan karena mengandung senyawa tannin yang dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Tragakan dan carbopol 934 merupakan gelling agent yang dapat digunakan pada pembuatan sabun gel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis dan konsentrasi gelling agent terhadap stabilitas fisik sabun gel pembersih kewanitaan ekstrak etanol 96% biji manjakani. Formula 1 - 4 menggunakan tragakan pada konsentrasi 0,5% (F1), 1% (F2), 1,5% (F3), dan 2% (F4). Formula 5 - 8 menggunakan carbopol 934 pada konsentrasi 0,75% (F5), 1% (F6), 1,25% (F7), dan 1,5% (F8). Uji Stabilitas fisik dilakukan selama 6 minggu pada suhu 300C dan dilakukan pengamatan organoleptis, homogenitas, nilai pH dan viskositas yang dilanjutkan denganuji stabilitas tinggi busa dan uji cycling test. Penggunaan kedua jenis gelling agent menghasilkan sabun gel yang homogen dan stabil secara visual pada penyimpanan pada suhu kamar. Penggunaan tragakan menghasilkan sabun gel dengan viskositas yang lebih tinggi dibandingkan carbopol 934. Nilai pH sabun gel adalah 3,86 – 4,54 dan memenuhi kriteria sabun kewanitaan. Busa yang dihasilkan oleh tiap formula stabil selama masa pengamatan. F1 dan F5 mengalami pemisahan fase pada pengujian cycling test.  Penggunaan tragakan pada konsentrasi 1,5% (F3) dan carbopol pada konsentrasi 1,5% (F8) mampu mempertahankan (p > 0,05) nilai pH dan viskositas sediaan selama penyimpanan. F3 dan F8 memiliki respon daya hambat pertumbuhan C. albicans yang lemah.
POTENTIAL OF RED BETEL LEAVES (Piper crocatum) AS TYROSINASE INHIBITOR IN SILICO AND IN VITRO Mustopa, Syahrul; Safithri, Mega; Ambarsari, Laksmi
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.41575

Abstract

Melasma adalah kelainan pigmentasi yang diakibatkan sintesis melanin berlebih berupa bercak cokelat disekitar wajah atau leher. Melasma dapat mengenai semua kelompok ras, terutama daerah dengan radiasi ultraviolet tinggi seperti suku Hispanik/Latin dan Asia. Zat yang sering digunakan untuk mencegah hiperpigmentasi adalah asam kojat, asam azelat dan merkuri, akan tetapi zat tersebut bersifat karsinogen jika digunakan terus menerus. Sirih merah (Piper crocatum) memiliki senyawa aktif yang berperan sebagai antioksidan seperti flavonoid dan fenol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi senyawa aktif daun sirih merah terhadap penghambatan tirosinase. Penelitian ini dilakukan dengan metode in silico dan in vitro. Reseptor yang digunakan adalah tirosinase dengan kode PDB 5M8O, tropolon sebagai native ligand, dan asam kojat sebagai ligan pembanding. Sebanyak 34 senyawa aktif daun sirih merah hasil analisis LC-MS dan GC-MS.digunakan sebagai ligan uji. Penambatan molekuler dilakukan dengan menggunakan AutoDock Vina dan AutoDock Tools, serta divisualisasikan menggunakan Ligplot+ dan PyMOL. Penghambatan tirosinase secara in vitro menggunakan kit tyrosinase activity assay ab252899 dan asam kojat sebagai kontrol positif. Senyawa katekin memiliki energi bebas pengikatan (ΔG) terkecil, yaitu −6.7 kkal/mol, dan kinetika inhibisi sebesar 12.12 µM. Hasil pengujian in vitro, fraksi air memiliki aktivitas inhibisi tirosinase terbesar yaitu 84.84% dan asam kojat memiliki aktivitas sebesar 82.47%.

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12 (2025): Vol. 12 Suppl. 2 (2025) 2025: Vol. 12 Suppl. 1 (2025) Vol 12, No 3 (2025) Vol 12, No 2 (2025) Vol 12, No 1 (2025) 2024: Suppl. 6, no. 3 (The 3rd Mandala Waluya International Conference on Pharmaceutical Science and Vol 11, No 3 (2024) Vol 11, No 2 (2024) Vol 11, No 1 (2024) 2024: Suppl. 6, No. 2 (Universitas Halu Uleo Conference) 2024: Suppl. 6, No. 1 (Special Issue for Mulawarman Pharmaceutical Conference) Suppl. 5, No. 2 (2023) Special Issue for The 3rd Bandung International Teleconference on Pharmacy (B Vol 10, No 3 (2023) Vol 10, No 2 (2023) Vol 10, No 1 (2023) Suppl. 5, No. 1 (2023) Vol 9, No. 3, 2022 Vol 9, No. 2, 2022 Vol 9, No 1 (2022) Suppl. 4, No. 1 (2022) Vol 8, No 3 (2021) Vol 8, No 2 (2021) Vol 8, No 1 (2021) Suppl. 3, No. 1 (2021) Vol 7, No 3 (2020) Vol 7, No 2 (2020) Vol 7, No 1 (2020) Vol 6, No 3 (2019) Vol 6, No 2 (2019) Vol 6, No 1 (2019) Vol 6, No 1 (2019 In Press) Suppl. 2, No. 3 (2019) Suppl. 2, No. 2 (2019) Suppl. 2, No. 1 (2019) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 3 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 2 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Vol 5, No 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Suppl 1, No. 1 (2018) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 3 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 2 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Vol 4, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Supp 1, No 1 (2017) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 3 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue