Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Review: Sintesis Senyawa Turunan Andrografolid pada Gugus Hidroksil C-14 Sabila, Rusydina; Megantara, Sandra; Saputri, Febrina Amelia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan Vol 7, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Jurnal Farmasi Sains dan Terapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2508

Abstract

Andrografolid merupakan suatu diterpenoid lakton yang terkandung dalam tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai senyawa aktif utama. Andrografolid memiliki banyak aktivitas biologis, diantaranya sebagai antiinflamasi, antikanker, hepatoprotektor, antioksidan, antidiabetes, antihiperlipidemia, antibakteri, dan antivirus. Untuk meningkatkan sifat fisikokimia dan mengoptimalkan aktivitas terapeutik dari andrografolid, diperlukan modifikasi struktur andrografolid. Pada review ini akan dibahas mengenai metode yang dapat dilakukan dalam memodifikasi struktur andrografolid terutama pada gugus hidroksil C-14 dan membandingkan potensi dari aktivitas biologisnya setelah dimodifikasi. Terdapat dua metode modifikasi yaitu dengan cara memproteksi gugus hidroksil C-3 dan C-19 terlebih dahulu untuk menghasilkan senyawa 3,19-isopropiliden andrografolid yang kuat terhadap serangan nukleofil dan cara kedua yaitu langsung mereaksikannya dengan klorida asam dengan bantuan amina tersier seperti trietilamin dan piridin. Dari hasil review didapatkan bahwa modifikasi terhadap gugus hidroksil C-14 dapat meningkatkan potensi aktivitas biologis andrografolid dan metode yang paling baik untuk memodifikasi andrografolid pada gugus hidroksil C-14 yaitu dengan cara memproteksi gugus hidroksil C-3 dan C-19 terlebih dahulu serta mereaksikannya dengan klorida asam atau anhidrida asam agar diperoleh rendemen yang lebih banyak.
REVIEW OF THE PHYTOTHERAPY FOR NEPHROLITHIASIS Ridwan, Hanna Salwa; Megantara, Sandra; Levita, Jutti
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Faculty of Mathematic and Natural Science, Garut University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jifb.v15i1.2877

Abstract

Nephrolithiasis (kidney stone) cases have a prevalence ranging from 1% to 13%. The disease not only hampers kidney function but also elevates the risk of chronic kidney diseases. The pathophysiology of nephrolithiasis is closely linked to elevated concentrations of calcium, oxalate, and/or uric acid in the urine. Pharmacotherapy to manage nephrolithiasis includes thiazide diuretics, allopurinol, citrate supplements, and alpha-blockers that have been prescribed to relieve symptoms. In addition, there is growing interest in exploring the potential of phytotherapy. This review aims to identify suitable phytotherapy approaches by examining relevant articles on nephrolithiasis. The research methodology involved searching PubMed articles using the keywords of (("Plant Extracts") AND ("Nephrolithiasis")) OR ("Ureterolithiasis"). The articles obtained from the initial search were n =123. 2 authors screened articles for their eligibility. The inclusion criteria were limited to articles written in English, topics related to nephrolithiasis and not other kidney diseases, the botanical names of the plants and the method of extraction are clearly described, complete studies with clear descriptions regarding the methods and results, not synthetic drugs, and not involving medical instruments or laser to remove the stones. Articles included in the review were n = 17. Water and hydro-alcohol were the solvents used to extract the plants. Twenty-two plants have confirmed their anti-nephrolithiasis activity, and nine articles described the assay by in vivo study, two by in vitro study, three by both in vitro and in vivo study, and only one article mentioned a study in humans by a randomized-control trial on a mixture of herbs. It is concluded that Rhizoma alismatis, Poria cocos, Polyporus umbellatus, Atractylodis macrocephalae, and Cinnamomi Cassiae prepared as a mixture in the Wu-Ling-San formula have a potential therapeutic effect on nephrolithiasis, as this formula has been studied in humans.
Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) serta Peningkatan Produktivitas Mesin Pengemasan Primer dengan Pendekatan Total Productive Maintenance (TPM) AFIFAH, NURUL; Megantara, Sandra
Farmaka Vol 21, No 1 (2023): Farmaka (Maret)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v21i1.43442

Abstract

Total Productive Maintenance merupakan suatu sistem yang dapat dimanfaatkan untuk merawat dan meningkatkan kualitas produksi melalui perawatan mesin maupun alat yang digunakan. Total Productive Maintenance dilaksanakan dengan melibatkan kompetensi dan kinerja operator melalui perubahan kebiasaan dalam bekerja. Dalam penerapan TPM, dikenal 8 pilar TPM yang merupakan panduan untuk penerapan Total Productive Maintenance (TPM). Adapun 8 pillar dari TPM yaitu Autonomour maintenance, Planned maintenance, Equipment and Process Improvement, Early Management of New Equipment, Process Quality Management, TPM in the office, Education nand Training, Safety and Environmental Management. OEE dapat didefinisikan sebagai salah satu indikator pengukuran dari penerapan TPM (Total Productive Maintenance) yang dapat menunjukkan seberapa efektif mesin dapat beroperasi. Artikel ini ditulis untuk menganalisis nilai OEE dari mesin pengemas primer serta meningkatkan produktivitasnya dengan menerapkan prinsip pada TPM.Kata Kunci: TPM, OEE
Analisis Pengaruh Bobot Slug Terhadap Kekerasan Slug Menggunakan Data IPC (In Process Control) Produk Tablet di Salah Satu Industri Farmasi di Indonesia Auliya AS, Nisa Nurul; Megantara, Sandra
Farmaka Vol 22, No 2 (2024): Farmaka (Juli)
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/farmaka.v22i2.53822

Abstract

Granulasi merupakan proses pembesaran partikel yang melibatkan proses penggumpalan partikel kecil menjadi partikel dengan ukuran lebih besar. Pada metode granulasi kering, campuran bahan dikompres tanpa menggunakan panas dan pelarut, melainkan dengan cara pengempaan menjadi tablet ukuran besar atau slug lalu digiling menjadi granul yang memiliki sifat alir yang lebih baik. Proses pengempaan menjadi slug disebut dengan proses slugging. Karena pada proses slugging, campuran bahan yang dicetak masih memiliki ukuran partikel yang kecil dibandingkan dengan pada saat proses pencetakan, sehingga memiliki kemungkinan berpengaruh terhadap keseragaman bobot dan kekerasan slug, oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah bobot berpengaruh terhadap kekerasan slug menggunakan data IPC 3 bets produk tablet pada proses slugging. Pengolahan data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, dan analisis regresi dilakukan menggunakan software minitab 14. Analisis data dilakukan menggunakan metode kolmogorov smirnov untuk uji normalitas, metode levene’s test untuk uji homogenitas, dan uji regresi untuk analisis pengaruh. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal dan hasil uji homogenitas menunjukkan data memiliki varian yang sama ( P > 0,15). Berdasarkan analisis regresi, bobot memiliki pengaruh sebesar 8,24% terhadap kekerasan slug dengan arah korelasi antara 2 variabel tersebut adalah berbanding lurus.
Edukasi Hidup Sehat Tanpa Diabetes Dengan Pemanfaatan Tanaman Obat Bagi Masyarakat Desa Mekarjaya Banjaran Musfiroh, Ida; Megantara, Sandra; Holik, Holis Abdul; Susilawati, Yasmiwar; Wilar, Gofarana
Journal of Community Development Vol. 3 No. 3 (2023): April
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v3i3.113

Abstract

Diabetes mellitus in Indonesia now ranks 5th with the highest number of diabetes mellitus sufferers in the world. At present, the prevalence has increased from 6.2% compared to 2019. Diabetics need to get effective and safe drugs in order to avoid various complications. In addition to using pharmacological therapy, it is also necessary to carry out non-pharmacological therapy. One type of medicinal plant that is known to be effective in reducing sugar is ginger and cinnamon, but there has not been much reported on its processing other than in the form of a decoction or marinade. The purpose of carrying out this PPM activity is to increase the knowledge and understanding of the people of Mekarjaya Banjaran Village regarding the use of medicinal plants as anti-diabetics, and provide knowledge about making ginger-cinnamon instant powder drinks. The activity method is carried out in 3 stages, namely the planning, implementation, evaluation and follow-up stages. The results of this PPM activity show that the community has a better understanding of efforts to be healthy in preventing diabetes through the use of ginger-cinnamon medicinal plants, and how to process them through instant powders. The evaluation is carried out based on the results of the initial test and the final test as a method for measuring the achievements of this PPM activity.
PENGETAHUAN MASYARAKAT DI DALAM DAN DI LUAR PROVINSI JAWA BARAT MENGENAI COVID-19 DAN ISOLASI MANDIRI Muchtaridi, Muchtaridi; Megantara, Sandra; Rusdin, Agus; Fatharan, Rahma Haniyyah; Aeni, Wida Nur; Ginanjar, Gin Gin
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v13i2.38422

Abstract

Jawa Barat menjadi salah satu wilayah dengan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terbanyak di Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat dari dalam dan luar Jawa Barat mengenai Covid-19 dan isolasi mandiri. Penelitian ini menggunakan random sampling survey terhadap 447 warga secara online. Kategori tingkat pengetahuan responden ditentukan berdasarkan pengkategorian Arikunto (2013). Hasilnya, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai Covid-19 dan isolasi mandiri dikategorikan baik dengan skor 75,7%.
The Binding Mode and Molecular Dynamics of Epigallocatechin and Epigallocatechin Gallate with Human Superoxide Dismutase 1 in Complex with a Naphthalene-Catechol Linked Compound Levita, Jutti; Bawono, Lidya Cahyo; Khairinisa, Miski Aghnia; Jiranusornkul, Supat; Megantara, Sandra; Ikhsan, Muhammad
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v11i1.51034

Abstract

Superoxide dismutases (SODs) are metalloenzymes that defend the body against reactive oxygen species and contribute to combating inflammation. Human cells have three distinct SODs, i.e., manganese SOD (MnSOD), extracellular SOD(ECSOD), and copper-zinc SOD (Cu-ZnSOD) or SOD1. The crystal structure of human SOD1 in a complex with a naphthalene-catechol-linked compound revealed hydrogen bonds and hydrophobic interaction. Catechins arepolyhydroxylated polyphenols contained in the leaves of Camellia sinensis L. This work aims to study the binding mode and molecular dynamics of two major catechins, epigallocatechin (EGC) and epigallocatechin gallate (EGCG) with human SOD1 (in complex with SBL1, a naphthalene-catechol linked compound). Both catechins demonstrated a binding mode with the enzyme, in terms of hydrogen bonds and hydrophobic interaction, similar to the native ligand (SBL1). Of the two catechins, EGC possesses a better binding affinity (docking score of -4.15 kcal/mol) for human SOD1 compared to EGCG (docking score of -4.02 kcal/mol), thus the EGC-SOD1 complex was continued in MD simulation to investigate the conformational stability and time-dependent ligand binding ability in the binding pocket. The molecular dynamics simulation confirmed that EGC is more stable than the native ligand, SBL1, with the RMSD average value of SBL1 and EGC being 1.1669 Å and 0.5607 Å, respectively. Taken together, this study confirms the antioxidant activity of catechins in C. sinensis L.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK AIR SAGA POHON (Adenanthera pavonina L.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY BIOASSAY (BSLB) Arnanda, Quinzheilla Putri; Lestari, Shinta; Ramadhan, Saqila Alifa; Fatimah, Diah Siti; Widiyastuti, Shella; Oktaviani, Dede Jihan; Megantara, Sandra
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.168

Abstract

Ekstrak air saga pohon (Adenanthera pavonina L.) banyak digunakan dalam pengobatan antiinflamasi dan analgesik, namun masih belum diketahui toksisitasnya. Kandungan kimia dari daun saga pohon adalah alkaloid, triterpen, sterol, asam lemak, flavonoid, dan pavonin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak air saga pohon menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Bioassay (BSLB) dengan konsentrasi ekstrak 15.625; 31.25; 62.5; 125; 250; 500 dan 1000 g/ml yang dilakukan terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan teknik microwell. Diperoleh hasil yaitu tidak ditemukan kematian larva udang di berbagai konsentrasi, sehingga dapat dikatakan ekstrak air saga pohon tidak bersifat toksik dan aman digunakan untuk pengobatan reumatik dan asam urat. Kata kunci: Adenanthera pavonina L., BSLB, LC50, toksisitas.
PEMODELAN FARMAKOFOR, SKRINING VIRTUAL, DAN PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA METABOLIT DALAM EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI SENYAWA ANTIHIPERTENSI Fatimah, Diah Siti; Oktaviani, Dede Jihan; Widiyastuti, Shella; Arnanda, Quinzheilla Putri; Lestari, Shinta; Ramadhan, Saqila Alifa; Megantara, Sandra
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.169

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak diderita masyarakat dunia dengan adanya peran dari angiotensin converting enzyme (ACE). Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tumbuhan yang banyak mengandung golongan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antihipertensi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa aktif pada daun salam yang memiliki aktivitas sebagai antihipertensi. Metode yang dilakukan adalah teknik in silico yang terdiri dari pemodelan farmakofor, skrining virtual, dan penambatan molekular terhadap metabolit sekunder dalam daun salam. Parameter yang digunakan dalam penelitian berupa pharmacophore fit score, % hit rate, % yield, nilai Area Under Curve (AUC), nilai Lipinski’s Rule of Five, energi Gibbs, dan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD). Hasil validasi model farmakofor menunjukkan nilai pharmacophore fit score sebesar 48,49; hit rate sebesar 88,80% ; AUC100% sebesar 0,82; dan nilai EF1% sebesar 1,1. Hasil pemodelan farmakofor dari gugus aktif menunjukkan bahwa terdapat tiga gugus akseptor hidrogen. Hasil skrining virtual dengan asam galat menunjukkan hit rate 100%, nilai pharmacophore fit score sebesar 48,03%, dan memenuhi semua kriteria Lipinski’s Rule of Five. Hasil penambatan molekul ligan asam galat dengan reseptor ACE diperoleh afinitas terbaik pada ?G = -6,1 kkal/mol dan RMSD 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa asam galat memiliki afinitas yang kurang baik terhadap reseptor ACE dibandingkan dengan enalaprilat dengan ?G = -9,1 kkal/mol.
Review: Sintesis Senyawa Turunan Andrografolid pada Gugus Hidroksil C-14 Sabila, Rusydina; Megantara, Sandra; Saputri, Febrina Amelia
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 7 No. 2 (2020): Oktober
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v7i2.2508

Abstract

Andrografolid merupakan suatu diterpenoid lakton yang terkandung dalam tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) sebagai senyawa aktif utama. Andrografolid memiliki banyak aktivitas biologis, diantaranya sebagai antiinflamasi, antikanker, hepatoprotektor, antioksidan, antidiabetes, antihiperlipidemia, antibakteri, dan antivirus. Untuk meningkatkan sifat fisikokimia dan mengoptimalkan aktivitas terapeutik dari andrografolid, diperlukan modifikasi struktur andrografolid. Pada review ini akan dibahas mengenai metode yang dapat dilakukan dalam memodifikasi struktur andrografolid terutama pada gugus hidroksil C-14 dan membandingkan potensi dari aktivitas biologisnya setelah dimodifikasi. Terdapat dua metode modifikasi yaitu dengan cara memproteksi gugus hidroksil C-3 dan C-19 terlebih dahulu untuk menghasilkan senyawa 3,19-isopropiliden andrografolid yang kuat terhadap serangan nukleofil dan cara kedua yaitu langsung mereaksikannya dengan klorida asam dengan bantuan amina tersier seperti trietilamin dan piridin. Dari hasil review didapatkan bahwa modifikasi terhadap gugus hidroksil C-14 dapat meningkatkan potensi aktivitas biologis andrografolid dan metode yang paling baik untuk memodifikasi andrografolid pada gugus hidroksil C-14 yaitu dengan cara memproteksi gugus hidroksil C-3 dan C-19 terlebih dahulu serta mereaksikannya dengan klorida asam atau anhidrida asam agar diperoleh rendemen yang lebih banyak.