cover
Contact Name
Saiful Anwar
Contact Email
saifulanwar@unida.gontor.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
attadib@unida.gontor.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
AT TA´DIB
ISSN : 02169142     EISSN : 25033514     DOI : -
At-Ta'dib adalah media ilmiah bidang kependidikan Islam, baik berupa studi kepustakaan, hasil penelitian maupun karya ilmiah terkait. Terbit dua kali dalam setahun, sebagai sarana pengembangan tradisi keilmuan insan tarbiyah dan pendidikan pada umumnya. Jurnal kependidikan Islam ini diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor.
Arjuna Subject : -
Articles 344 Documents
Gaya Bahasa Khutbah Jum’at (Kajian Pola Retorika) Luthfi Muhyiddin
At-Ta'dib Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v8i2.507

Abstract

Dalam kaitannya dengan komunikasi searah, bahasa seringdipergunakan oleh para dai dalam berdakwah di hadapan para jamaahnya.Selain kampanye politik dan dakwah atau ceramah, praktik penggunaanbahasa sebagai alat komunikasi searah yang berpengaruh adalah khutbahJum’at. Pada setiap khutbah, terdapat gaya bahasa tersendiri yang berfungsisebagai ciri dari kegiatan berkhutbah, dengan penyesuaian pada waktudiadakannya khutbah. Dalam hal ini, gaya bahasa menjadi penting karenabahasa adalah suatu alat komunikasi efektif yang berpengaruh danmempengaruhi serta sebagai cerminan dari jiwa dan kepribadian daripenutur yang hendak disampaikan kepada mitra tuturnya. Gaya bahasayang paling sering muncul dalam teks khutbah Jum’at berbahasa Arabadalah gaya bahasa pertanyaan retorika atau Erotesis, tetapi selain itu adagaya bahasa Percakapan, Antiklimaks, dan Paralelisme.
Integrasi Aqidah Syari’ah Dalam Dunia Pendidikan Membaca Potret Pengalaman Pondok Modern Darussalam Gontor Arroisi, Jarman
AT TADIB Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aqidah dan syari’ah merupakan dua elemen penting dalam bangunanpendidikan pondok pesantren. Aqidah 1 sebagai pijakan dasar berdirinya pesantrensementara syari’ah 2 merupakan seperangkat tatanan yang menjelaskan bagaimanakegiatan pendidikan pesantren itu dijalankan. Kedua elemen tersebut dalamdunia pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yanglain. Bahkan integrasi keduanya menjadi prasyarat penting untuk membentukkarakter alumni yang berkualitas tinggi, disamping beberapa factor penting lainya.Pondok Modern Darussalam Gontor merupakan salah satu pesantrendiantara pesantren yang ada di Indonesia. Pondok Modern Darussalam Gontorini, sebagaimana lazimnya pesantren, menjadikan aqidah dan syari’ah sebagaielemen kunci dalam praktik kegiatan pendidikan dan pengajaran didalamnya.Begitu pentingnya arti kedua elemen tersebut bagi kelangsungan hidup PondokModern Gontor, maka Gontor sangat memperhatikan dan menekankan aqidahanggota keluarganya, sejak dari santri, guru, kyai bahkan sampai pada karyawan-nya. Namun persoalanya adalah bagaimana integrasi kedua elemen tersebut,bisa dimanifestasikan dalam praktik pendidikan dan pengajaran di Gontor ?Tulisan ini hadir untuk membaca bagaimana potret integrasi aqidah syariah ituditerapkan dalam kegiatan pondok serta bagaimana pula keterkaitan integrasikedua elemen itu dengan upaya membangun generasi ummat yang bermartabat,keduanya menarik untuk didiskusikan.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM KEPUNGAN GLOBALISASI Mohammad Muslih
At-Ta'dib Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v4i1.575

Abstract

Globalisasi sebenarnya merupakan sebutan untuk “duniayang telah lepas kendali” (runaway world), yaitu perkembangandunia yang jauh dari perkiraan dan tak terprediksikan. Artikelini menguraikan sejumlah tantangan yang mesti dihadapi olehpendidikan Islam sebagai akibat dari perkembangan kehidupandunia yang disebut dengan globalisasi. Globalisasi merombaktradisi dan budaya dengan segala kekayaannya, mulai modelpakaian, gaya hidup (life style) hingga budaya pragmatisme,materialisme dan hedonisme. Budaya mental instan dan serbamencukupkan formalitas merupakn akibatnya yang lain. Strategiyang bisa dilakukan pendidikan Islam adalah proteksi dansekaligus proyeksi. Proteksi adalah prinsip konservasi nilai.Strategi ini untuk membentengi nilai-nilai luhur dari ancamannilai dan budaya luar yang destruktif. Sementara proyeksi adalahprinsip progresivitas. Strategi ini mengharuskan lembagapendidikan Islam dan dunia pendidikan pada umumnya untukterus meningkatkan kualitasnya, meletakkan visi-misi yang jelassesuai hasil pembacaannya terhadap masa depan.
Bahasa dan Struktur Sosial Abdul Hafidz Zaid
At-Ta'dib Vol 7, No 1 (2012): Teori Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v7i1.531

Abstract

Keterkaitan bahasa dengan konteks sosial budaya yang sangat erat telahmembantu bahasa itu sendiri untuk melahirkan varian-varian cabangnya. Palingtidak, satu bahasa standar memiliki satu varian cabang yang disebut denganbahasa percakapan “yang tidak standar”.Perbedaan tingkat bahasa inilah, yang menyebabkan munculnya fenomenadiglossia, sehingga dalam bahasa Arab, misalnya, terdapat bahasa fushâ dan Âmiyah.Meskipun perbedaan antara keduanya tidak terlalu mencolok, namun tetap sajamampu menggambarkan tingkat sosial masing-masing penuturnya, Fushâdianggap sebagai bahasa resmi dan milik masyarakat struktur sosial tinggi,sedangkan Âmiyah dianggap tidak resmi dan dimiliki oleh masyarakat struktursosial rendah.Sebenarnya keresmian dan kehalusan bahasa ini banyak didasarkan padaunsur kepantasan, dan standar kepantasan yang diterapkan oleh masing-masingbangsa berbeda-beda.Bahasa adalah cerminan budaya masyarakat penuturnya, sehingga dapatdikatakan bahwa seksisme dalam bahasa Arab adalah cerminan budaya patriarkismasyarakatnya. Masyarakat Arab memandang segala sesuatu yang berhubungandengan wanita harus dilindungi dan dijaga, dan pria memiliki peran sentral dalamkehidupan keluarga dan masyarakat. Maka dari itu, dalam bahasa Arab, hampirsemua kata yang menunjukkan wanita (mu’annats) adalah kata bertanda (marked),yang asalnya adalah kata dengan pengertian laki-laki (mudzakkar). Tanda-tandayang dibubuhkan biasanya dalam bentuk ta’ marbûkah, alif maqcûrah, dan alifmamdûdah.Contoh lain dari hal ini dapat dilihat pada fenomena pemberian namayang baik pada anak-anak perempuan, sehingga dengan nama yang baik inianak-anak perempuan mereka dapat terjaga dan terlindungi.
Pendidikan Islam Modern ala Trimurti Pondok Modern Darussalam Gontor Alhamuddin .
At-Ta'dib Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v3i2.566

Abstract

Modernisasi pendidikan Islam di satu sisi, lahir daripengaruh modernisasi pemikiran Islam, termasuk didalamnyamodernisasi bidang pendidikan. Disisi lain, modernisasi inidipengaruhi oleh model pendidikan yang dibawa oleh penjajahbelanda.Pondok Modern Darussalam Gontor Lahir, tahun 1926ditengah hangatnya pertemuan dua sistem pendidikan; sistempendidikan modern barat dan sistem pendidikan modern Islamyang dimotori oleh gerakan modernis dan reformis muslim.Suasana ini tidak dapat dipungkiri ikut mewarnai pembukaanGontor Baru. Pondok gontor baru dibangun diatas warisan nilainilailuhur pesantren yang diintegrasikan dengan sistem danmetode pendidikan modern. Idealisme, jiwa dan falsafah hiduppesantren tetap menjadi ruh pondok gontor. Tetapi penanamanitu dilakukan secara efektif dan efesien dengan menggunakansistem dan metode pendidikan modern. Cara ini pada berikutnyadapat melahirkan dan mengembangkan etos–etos tertentu yangmembuat anak didik menjadi lebih dinamis, kritis dan kreatif.Tulisan ini, mencoba menelaah konsep pendidikanmodern yang digagas oleh pendiri pondok modern darussalamgontor, dalam cakupan pembaruan pendidikan Islam di Indonesiapada saat itu
Sadar Meneliti M. Muslih
At-Ta'dib Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v3i1.495

Abstract

Penelitian bukanlah aktivitas biasa, tetapi merupakankegiatan ilmiah yang sejak pengajuan, proses hingga hasil harusdapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Artikel ini cobamenguraikan beberapa pokok penting yang harus diperhatikandalam penelitian. Kepekaan menangkap masalah merupakanawal dari kegiatan ilmiah ini, sementara cara mengenali masalahjuga memiliki peran yang penting. Setiap masalah yang telahditemukan akan memiliki konsekuensi metodologis tersendiri,artinya pemilihan metodologi sangat tergantung pada karakterstikmasalahnya. Untuk menjawab masalah, suatu penelitianberpegangan pada data, maka karakteristik data dan caramemperlakukannya juga sangat menentukan model penelitian.Sementara perlakuan terhadap data sangat ditentukan oleh teoridan paradigma ilmu yang digunakan. Maka, sekalipun bersifatpraktis, kegiatan penelitian itu ternyata memiliki sandaranteoritis, logis dan paradigmatis.
التعريب ﰲ ﺍﻟﻠﻐﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ Fairuz Subakir dan Tyas Pradhita Astari
At-Ta'dib Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v8i2.522

Abstract

ﺎﻟﺘﻌﺮﻳﺐ ﻮﻫ ﺩﺭﺍﺳﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺪﺭﺍﺳﺎﺕ ﺍﳌﻌﺎﺻﺮﺓ ﰲ ﺍﻟﻠﻐﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ، ﻫﻭ ﻮﻧﺘﻴﺠﺔ ﻣﻦ ﻧﺘﺎﺋﺞ ﺍﻟﻠﻘﺎﺀ ﺑﲔ ﺍﳊﻀﺎﺭﺍﺕ ﰱ ﺍﻟﻌﺎﱂ . ﻓﺄﺻﺒﺤﺖ ﺍﻟﻜﻠﻤﺎﺕ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺍﳌﻌﺮﺔﺑ.ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻐﺎﺕ ﺍﻷﺧﺮﻯ ."ﺍﻟﻠﻐﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺗﻨﻤﻮ ﻭﺗﺘﻜﺎﺛﺮ ﺑﻄﺮﻳﻘﻲ "ﺍﻻﺷﺘﻘﺎﻕ" ﻭ"ﺍﻟﺘﻌﺮﻳﺐﻓﺎﻟﺘﻌﺮﻳﺐ ﻫﻮ ﺻﺒﻎ ﺍﻟﻜﻠﻤﺔ ﺑﺼﺒﻐﺔ ﻋﺮ ﻴﺑﺔ ﻋﻨﺪ ﻧ ﻘﻠﻬﺎ ﺑﻠﻔﻈﻬﺎ ﺍﻷﺟﻨﱯ ﺇﱃ ﺍﻟﻠﻐﺔﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ. ﻭﻟﻘﺪ ﻇﻬﺮ ﺍﻟﺘﻌﺮﻳﺐ ﻗﺒﻞ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﺑﺎﺧﺘﻼﻁ ﺍﻟﻌﺮﺏ ﺑﺎﻟﺸﻌﻮﺏ ﺍﺎﻭﺭﺓ ﺎﳍﻛﺎﻟﻴﻮﻧﺎﻥ، ﻭﺍﻟﺮﻭﻣﺎﻥ، ﻭﺍﻵﺭﺍﻣﻴ ﲔ ، ﻭﺍﳊﺒﺸﺔ، ﻭﺍﻟﻔﺮﺱ. ﻓﺄ ﺛﹼﺮﺕ ﻟﻐﺔ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺸﻌﺏﻮ ﰲﺍﻟﻠﻐﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺣﱴ ﺃﺧﺬﺕ ﻣﻨﻬﺎ ﺑﻌﺾ ﻛﻠﺎﻤ ﺎ ﻭﺟﻠﻌ ﺘ .ﻬﺎ ﻋﺮﻴﺑﺎ ﻭﻗﺪ ﺍﺧﺘﻠﻒ ﻋﻠﻤﺎﺀﺍﻟﻠﻐﺔ ﰲ : ﻣﻨﺎﻫﺞ ﺗﻌﺮﻳﺐ ﺍﻟﻠﻐﺔ ﺍﻷﺟﻨﺒﻴﺔ، ﻣﻨﺎﻬ ﺗﻐﻴﲑ ﺍﻟﻜﻠﻤﺎﺕ ﺍﳌﻌﺮﺑﺔ ﻭﺇﳊﺎﻗﻬﺎ ﺑﺄﺑﻨﺔﻴﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ، ﺗﻐﻴﲑ ﺍﻟﻜﻠﻤﺎﺕ ﺍﳌﻌﺮﺑﺔ ﻣﻦ ﻏﲑ ﺇﳊﺎﻗﻬﺎ ﺑﺄﺑﻨﻴﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ، ﻋﺪﻡ ﺗﻐﻴﲑﻫﺎ ﻟﺘﺸﺎﻪﺑﺃﺑﻨﻴﺘﻬﺎ ﺑﺄﺑﻨﻴﺔ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ، ﺗﺮﻙ ﺍﻟﻜﻠﻤﺎﺕ ﺍﳌﻌﺮﺑﺔ ﻋﻠﻰ ﺣﺎﳍﺎ. ﻭﻏﲑ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻜﻠﻤﺎﺕﺑﺈﺑﺪﺍﻝ ﺣﺮﻓﻬﺎ ﺃﻭ ﺣﺮﻛﺘﻬ .ﺎ، ﺃﻭ ﺑﺰﻳﺎﺩﺓ ﺣﺮﻓﻬﺎ، ﺃﻭ ﺑﻨﻘﺺ ﺣﺮﻑ ﺃﻭ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻨﺎﻬ
Harmoni Nilai Agama Dan Nilai Ilmiah: Belajar Pengalaman Dunia Islam Dan Eropa Dr. Ir. Edhi Martono dan Muhamad Fajar Pramono
At-Ta'dib Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v6i2.556

Abstract

Ilmu bukan sekedar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkumsekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapatsecara sistematik diuji dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidangilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusiaberusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmupengetahuan adalah produk dari epistemologi.Sekulerisme, seringkali di kaitkan dengan Era Pencerahan di Eropa, danmemainkanm peranan utama dalam perdaban barat. Prinsip utama Pemisahangereja dan negara di Amerika Serikat, dan Laisisme di Perancis, didasarkan darisekulerisme. Negara-negara yang umumnya sikenal sebagai sekuler diantaranyaadalah Kanada, India, Perancis, Turki, dan Korea Selatan, walaupun tidak adadari negara ini yang bentuk pemerintahannya sama satu dengan yang lainnya.Sejarah Islam membuktikan banyaknya para cendikiawan Muslim yangbanyak memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu di percaturan ilmupengetahuan dunia. Bicara cendikiawan muslim, berkaitan erat dengan siapayang saat itu berkuasa. Khalifah dan para Pemimpin adalah orang-orang yangmemfasilitasi perkembangan ilmu, semakin sadarnya seorang pemimpin akanpentingnya ilmu pengetahuan, maka makin berkembanglah ilmu pengetahuanpada zaman tersebut. Tercatat Khalifah Harun Ar- Rasyid, Al-Makmun, termasukkhalifah dari Bani abbasiah yang turut andil dalam pengembangan ilmupengetahuan.Berdasarkan uraian di atas bahwa hubungan ilmu (nilai-nilai Ilmiah) danagama mempunyai pengalaman yang berbeda antara di Eropa (Kristen) dandunia Islam (Islam). Pengalaman Eropa membuktikan bahwa mereka mengalami kemajuan ketika meninggalkan agamanya (Kristen), bahkan merekamenyebutkanya sebagai masa pencerahan (Age of Enlightenment, renaissance,aufklarung). Sebaliknya, pengalaman dunia Islam membuktikan bahwa duniaIslam mencapai kejayaan ketika antara agama (Islam) beriringan atau bersinergisdengan ilmu pengetahuan.
Development of Affective Aspect Evaluation of Islamic Education (Study Case at 7Th Grade of Muhammadiyah 3 Junior High School Jetis Ponorogo) Ahmad Saifulloh dan Ferooza Fanny Tjahjono
At-Ta'dib Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v10i2.438

Abstract

Evaluation is the most important component in improving the qualityof education. In its implementation, the evaluation should include threeaspects: cognitive, affective and psychomotor However, most educationalinstitutions in Indonesia, only carry out an evaluation of cognitive aspects.Yet evaluation of another aspect is also important, especially in IslamicEducation, affective aspect is the most important aspect that must beevaluated and developed. Because the teachings of Islam is not enough onlyto be understood, but also must be practiced and become a way of life forevery Muslim. Muhammadiyah 3 Junior High School Jetis Ponorogo hasa various activities aimed at developing the affective aspect evaluation ofIslamic Education such as: tadarus Quran, Dhuha prayer together and Dhuhurprayer in congregation. The results this paper showed that the efforts ofteacher in developing the affective aspect of Islamic Education in 7th Gradeof Muhammadiyah 3 Junior High School Jetis are already quite good, byusing several approaches, such as the Experience Approach, the HabituationApproach, and the Exemplary Approach.
Shibli Nu’mani’s Contribution to Revitalization of ‘Ilm al-Kala > m Fejri Gasman
At-Ta'dib Vol 8, No 1 (2013): Tantangan Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v8i1.512

Abstract

The present research is an attempt to explicate Shibli> Nu’ma>ni>’scontribution of ‘ilm al-Kala > m which to Muslim is a pivotal matter in terms ofboth its doctrine and practice. This study attempts at examining Shibli> Nu’ma>ni>’sviews in dealing with religious problems in his community, and how hepropagated his ideas in revitalization of ‘ilm al-Kala > m. It seeks to discover severalaspects of Shibli> Nu’ma>ni>’s thoughts of ‘ilm al-Kala > m, such as the coherentrelationship of religion and science, Islamic culture, Islamic legal system, Islamiceducational system, Islamic political science, reason and revelation, prophecy,and tawh } i > d. This study concludes that Shibli> Nu’ma>ni>’s understanding of ‘ilm-al-Kala > m is in line with the teaching of ahl al-sunnah wa al-jama > ’ah, and he was verymuch influenced by Ima>m al-Ghaza>li>’s and Jala>l al-Din Ru>mi>’s thoughts. Healso succeeded in harmonizing traditional and modern system of thoughts aswell as synthesizing the theologian’s approach with the s } u > fi > tradition

Page 9 of 35 | Total Record : 344


Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol. 19 No. 2 (2024): The Transformation of Pesantren Education in the Disruption Era Vol. 19 No. 1 (2024): Islamic Educational Institutions and Their Dynamics in Facing the Times. Vol. 18 No. 2 (2023): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol. 18 No. 1 (2023): At-Ta'dib Journal of Pesantren Education Vol 17, No 2 (2022): Islamic Education and Its Methods Vol. 17 No. 2 (2022): Islamic Education and Its Methods Vol 17, No 1 (2022): Approaches, Strategies, Methods and Islamic Education Vol 16, No 2 (2021): Learning Strategies During The Pandemic Vol 16, No 1 (2021): Mental, Character and Moral education Vol 15, No 2 (2020): Pembelajaran Model Islami dan Efektifitasnya Vol 15, No 1 (2020): Pembelajaran Islam dalam Konteks Pesantren Masa Kini Vol 14, No 2 (2019): Pendidikan Islam Perkembangan dan Tantangannya Vol 14, No 1 (2019): Mental Education in Pesantren Vol 13, No 2 (2018): Pesantren as a Center for Developing Arabic & English Teaching Vol 13, No 1 (2018): Education System and Education Method in Pesantren Vol 12, No 2 (2017): the values of education in pesantren Vol 12, No 1 (2017): Islamic Character Education Vol 11, No 2 (2016): Standarisasi Pendidikan Islam Vol 11, No 1 (2016): Manajemen Penddiikan Islam Vol 10, No 2 (2015): Integrasi Pendidikan Vol 10, No 1 (2015): Pendidikan Akhlak Vol 9, No 2 (2014): Islamisasi Ilmu Pendidikan Vol 9, No 1 (2014): Ilmu Pendidikan Vol 8, No 2 (2013): Urgensi Pendidikan Pesantren Vol 8, No 1 (2013): Tantangan Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan Vol 7, No 2 (2012): Ilmu Pendidikan Vol 7, No 1 (2012): Teori Pendidikan Vol 6, No 2 (2011): Pendidikan Karakter Vol 6, No 1 (2011): Teknologi Pendidikan Vol 5, No 1 (2010): Prinsip Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2009): Pendidikan Anak Vol 4, No 1 (2009): Kurikulum Pendidikan Islam Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan More Issue