IJTIHAD
Ijtihad is a scientific journal of Law and Islamic Economics, both in literature study and also on field research. Is published twice a year as a means of developing a scientific ethos in academic circles of the Faculty of Sharia, especially UNIDA, and the readers in general. The editors receive scientific articles and research reports, which are in accordance with the nature of law and Islamic economics journals.
Articles
271 Documents
Ø§Ù„ØªØØ§Ù„٠السياسي بين Ø§Ù„Ø£ØØ²Ø§Ø¨ السياسية وعلاقته بالدعوة الإسلامية ÙÙŠ إندونيسيا ملبونو جمال وسويوتو عارÙ
Jamal, Mulyono;
Arief, Suyoto
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v11i1.1259
???? ??????? ?? ???? ????? ??? ?????? ????????. ??????? ??? ???? ????? ???? ????? ?????? ??????? ??? ???? ????? ?? ??????? ??? ??? ??? ??? ??????. ??? ????? ??????? ??????? ??? ??????? ??? ???? ????.? ??? ?? ?????? ??????? ?? ??? ?????? ???? ??? ???????????? ????????????? ??????????? ?????? ??????????. ?????? ???????? ??????? ????? ?????? ???????? ????? ?????? ??????? ???? ??????? ????????? ????????? ????? ?????? ???? ???? ???? ??? ????? ??? ?????. ??? ?????? ??? ??? ??? ????? ?????? ?????. ??????? ??????? ??? ??????? ???? ????? ?? ?????? ???????? ?????? ????? ???????? ??????? ?? ??????? ??? ???????? ??????? ????? ???? ???????? ????????? ?????????????. ?????? ????????? ????? ????? ?????? ??? ?????????? ?? ???? ???????? ????? ????? ???????? ????????? ??? ??????? ?? ??????? ???????? ?? ?? ???? ????? ?????? ????????? ?????? ??????? ?????????
KONSEP MASLAHAH DAN MAFSADAH SEBAGAI ASAS PEMIKIRAN MAQÄ€SID SYARIAH: SATU ANALISIS
Syarif, Akbar;
Ahmad, Ridzwan bin
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (201.098 KB)
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v10i2.1241
Maq?sid Syarîah merupakan konsep yang senantiasa dijadikan sandaran utama oleh para ulama ketika menangani permasalahan hukum Islam. Karena Maq?sid Syarîah itu bermaksud mencapai kebaikan (maslahah) dan menolak keburukan (mafsadah), sehingga dapat difahami bahwa kedua konsep tersebut merupakan asas dari konsep Maq?sid Syarîah. Pembahasan tentang konsep maslahah banyak mendapat perhatian para ulama usul sedangkan konsep mafsadah masih jarang yang membahasnya secara terpisah. Walaupun pembahasan konsep mafsadah jarang dijelaskan secara terpisah, namun tidak bermaksud konsep tersebut tidak wujud dalam pembahasan ulama. Hal tersebut karena ketika ulama membahas konsep maslahah dalam Istinbat hukum pada saat yang sama mereka membahas konsep mafsadah bersama dengan konsep maslahah. Tulisan ini akan coba menjelaskan pandangan ulama Usul tentang kedua konsep tersebut serta hubungannya sebagai asas pemikiran Maq?sid Syarîah.
HE ANALYSIS OF JUDGE’S DECISION ON MAFQUD’S HUSBAND IN CASE OF CLAIM FOR DIVORCE IN PONOROGO RELIGION COURT AND THE LAW IMPACT OF THE MAFQUD HUSBAND (Analysis of Decision Number. 959/Pdt. G/2018/PA. PO)
Rahmawati, Ria;
Hakim, Ihsan Nur
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.185 KB)
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v13i2.3542
This research is a study on divorce claims in the Ponorogo Religious Court with case number 959 / Pdt. G / 2018 / PA.PO that involves one of the parties that is not known to involvehim (Husband / Defendant Ghoib). On the verdict, the Judgegranted the Plaintiff?s claim and dropped the Defendant?s ba?inshugra to the plaintiff (wife) and the defendant (husband) hasnot lived together for 7 years, because the husband disappearedand was not recognized as completing it. This study elaborates thediscussion of the Panel of Judges of the Religious Courts regardingthe divorce case Number 959 / Pdt. G / 2018 / PA. PO aboutmafqud husband (ghoib) in a divorce case, then think about howit happened to the Plaintiff (wife) due to mafqud?s husband. Fromthe results of this study, it is known that the decision of the Judges of the Ponorogo Religious Court in the case of divorce Number 959 / Pdt. G / 2018 / PA. The PO that was canceled by divorceone ba?in shugra through verstek, for reasons of more than 7 yearsadded was also not approved until now, and this became the wife?sreason to not be able to maintain his marriage. Subsequently, thefinding out some analysis obtained from the case number 959 /Pdt. G / 2018 / PA. PO. So that the judge can determine thereason for the divorce stated in Article 19 letter ?b? Government Regulation Number 9 of 1975. Article 116 letter ?b? Compilation f Islamic Law as ?one of the parties? leaves the other party for 2(two) years together without permission from the other party andwithout a valid reason or other matters beyond its ability. Decisionissued then it does not occur in the future if there is a party thatis harmed and appealed for the decision.
Investasi Dana Zakat Sebagai Sistem Produktif Pengembangan Ekonomi Mustahik Zakat
Rahmawati, Ria
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v11i1.1255
Zakat merupakan solusi yang paling tepat untuk menghilangkan permasalahan ekonomi umat. Pelaksanaan zakat yang profesional dapat dijalankan dengan adanya sebuah institusi yang berkualitas dalam mengembangkan ekonomi dan memajukannya. Maka institusi zakat perlu melakukan berbagai program serta strategi yang baik untuk memakmurkan dan mensejahterakan masyarakat. Salah satu solusi yang sangat tepat adalah menjadikan zakat produktif dengan menginvestasikan dana zakat untuk meningkatkan ekonomi mustahik zakat. Investasi harta zakat adalah suatu usaha untuk mengembangkan harta zakat dalam jangka waktu tertentu dengan berbagai metode investasi yang diperbolehkan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi orangorang yang berhak menerima zakat. Meskipun secara eksplisit tidak ada anjuran investasi secara langsung tetapi adanya situasi dan kebutuhan modern saat ini, maka investasi dana zakat ini sangat bermanfaat terutama bagi para mustahik zakat.
ANALISIS YURIDIS TERHADAP ASAS-ASAS PEMBENTUKAN DAN ASAS-ASAS MATERI MUATAN PERATURAN DAERAH (Kajian Perda Syariah di Indonesia)
Hanum, Cholida
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v10i2.1244
Reformasi telah menjadikan perubahan yang mendasar dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang pada awalnya menganut sistem sentralisasi menjadi desentralisasi. Salah satu efek pemberlakuan desentralisasi di Indonesia adalah munculnya Perda-Perda Syariah. Sebagian muatan-muatan dari PerdaPerda Syariah tersebut telah bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia yang dimuat dalam konstitusi. Terdapat dua permasalahan yang menjadi fokus kajian penelitian ini, yaitu (1) Mengapa Muncul Perda-Perda Syariah di Indonesia; (2) Bagaimanakah Materi Perda Syariah Menurut Perspektif Asas-Asas Pembentukan dan Asas-Asas Materi Muatan Peraturan Daerah. Metode penelitian yang digunakan dalam peneitian ini adalah penelitian yuridis normatif. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Metode penelitian data digunakan dengan data sekunder melalui studi pustaka. Metode analisis data menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat 4 faktor yang melatarbelakangi munculnya Perda Syari?ah yakni: latar belakang historis, yuridis, sosiologis dan politis. Dari segi historis, Perda ini mucul terkait dengan sejarah penerapan Syari?at Islam di Indonesia sejak Islam masuk ke Nusantara hingga saat ini. Dari segi yuridis, Perda ini muncul seiring dengan diberlakukannya otonomi Daerah yang merupakan amanat dari UUD NRI 1945 hasil amandemen keempat dan diundangkannya UU No. 22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah yang kemudian digantikan oleh UU No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah. Dari sisi sosiologis, Perda Syari?ah ini muncul karena adanya political will pemerintah bersama masyarakat. Sedangkan dari sisi politis, diundangkannya Perda Syari?ah oleh sejumlah Provinsi dan Kabupaten/Kota merupakan kepentingan politik jangka pendek elit politik untuk melanggengkan kekuasannya di masing-masing wilayah tersebut. Dikaji dari Perspektif Asas-Asas Pembentukan dan Asas-Asas Materi Muatan Peraturan Daerah, kelima Perda yang dikaji materinya bertentangan dengan kedua asas-asas tersebut.
Urgensi Jihad Masa Kini Dalam Perspektif Islam
Purba, Asnan;
Kamaluddin, Imam
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (309.651 KB)
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v13i2.3538
Jihad is one of the Islamic principles that has evolved over the years. It is negativily being connotated jihad as source of terrorism not only by Western but also some of Muslim people. One of the problems emerged is because of the lack of proper understanding on really meaning and importance of jihad. Therefore, the paper aims to analyse the urgency of jihad in this contemporary time. Methodology used for the study is qualitative by using content analysis to analyse what is the urgency of jihad that have been raised in many literatures. The finding of the study is that urgency of jihad activity is mainly to free Muslim people from exploitation and deterioration. It is needs for worldwide Muslim solidarity that Jihad is not a movement limited to the region, the state but a universal / cosmopolitan movement towards Muslims. In this digital age, jihad is no longer restricted, so the need for a comprehensive and correct explanation of jihad in the current context
PELAKSNAAN ASIMILASI PADA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (Studi pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kutoarjo)
Annas, Gilang Kresnanda
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v10i2.1248
Pelaku tindak kejahatan di Indonesia akhir-akhir ini tidak hanya merambah orang dewasa, tetapi telah merambah pada kalangan anak-anak sebagai pelaku tindak pidana, sehingga di dalam pelaksanaannya dibutuhkan sebuah bentuk pembinaan yang tepat agar anak dapat menyadari kesalahan dan dapat kembali pada lingkungan masyarakatnya. Pelaksanaan Asimilasi dapat berupa kegiatan pendidikan ataupun keterampilan. Asimilasi merupakan bentuk pembinaan dengan cara membaurkan anak didik ke dalam lingkungan masyarakat, sehingga anak akan lebih siap untuk bersosialisasi di tengah masyarakat ketika selesai menjalani masa pidanya. Hasil Penelitian ini menyatakan bahwa pemenuhan hak asimilasi pada anak di LPKA Kutoarjo sudah berjalan namun belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip perlindungan anak. Pelaksanaan asimilasi dalam bentuk kegiatan pendidikan belum terlaksana dikarenakan pihak penyelenggara pendidikan yang masih menjaga jarak dengan anak didik. Pelaksanaan asimilasi untuk anak hendaknya dilakukan dengan mengutamakan asimilasi dalam bentuk pendidikan di luar lembaga pembinaan. Dengan demikian diperlukan sebuah konsep untuk membangun sekolah induk yang dapat membantu anak dalam melaksanakan asimilasi khususnya dalam bidang pendidikan dan dapat membantu anak untuk memberikan sebuah alternatif penenpatan anak di sekolah lain ketika selesai menjalani masa pidananya. Upaya yang dilakukan Lembaga Pembinaan Khusus Anak untuk mengatasi hambatan dalam rangka pemenuhan asimilasi ini dengan cara mencari pihak ketiga baik dari LSM ataupun yayasan yang selama ini bekerjasama dengan Lembaga Pembinaan Khusus Anak sebagai jaminan agar anak tersebut dapat berasimilsi.
ANALYSIS OF THE DECISION OF THE COURT OF THE RELIGION OF SLEMAN, YOGYAKARTA (NO. 796/ Pdt.G / 2018 / PA. Smn) ON THE RESCHEDULING OF MURABAHAH FINAN
Ghozali, Mohammad;
Afifah, Isyna
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.926 KB)
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v13i2.3543
The increasingly diverse needs of the community place financing as the most sought after product of bankservices. And Financial Institutions are a useful institutionto help launch an economic mechanism. Islamic financialinstitutions are developing very rapidly in Indonesia. Oneof them is the Islamic People?s Financing Bank which helpsin financing. One of the most attractive products for thecommunity is the Murabaha financing contract. However,Murabaha agreements are included in the high level ofproblematic financing. This is caused by the customersgiven that they cannot be fulfilled so that they becomebroken promises. This study aims to find out the descriptionof the decision of the Sleman Religious Court No.796 /Pdt.G / 2018 / PA.Smn, knowing the rescheduling of themurabaha contract in Islam and analyzing the decisions ofthe Sleman Religious Court in handling the renewal of themurabahah agreement according to Islam. The methodused in this study is descriptive qualitative, data presentationand conclusion drawing. In collecting data, researchers usethe method of observation, interviews and documentation.The results of this study are the decisions of the SlemanReligious Court in case No.796 / Pdt.G / 2018 / PA. Smn concerning the rescheduling of murabahah contracts inaccordance with Islamic law because they have used thefoundation of Islamic law. The decision of the SlemanReligious Court only strengthened the decision to bring upa peace agreement and to schedule a murabaha agreement
MENIMBANG ANTARA ASURANSI ISLAM DAN ASURANSI KONVENSIONAL
Bakri, Wahyudi
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v11i1.1256
Setiap calon nasabah dan pengguna jasa asuransi tentu menginginkan proteksi dan berbagai sistem didalamnya berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan. Dalam memilih asuransi terkadang peminat sudah dibingungkan dengan begitu banyaknya jenis produk asuransi. Setelah asuransi konvensional mulai berkembag pesat dan mengundang minat para masyarakat, beberapa tahun terakhir ini muncul asuransi yang berbasis islam. Sebagian mengatakan bahwa sistem asuransi Islam sama dengan asuransi konvensional, hanya saja namanya berbeda agar lebih menarik minat nasabah. Tetapi ada juga yang berpendapat berbeda, asuransi islam lebih mendengarkan isi hati para nasabahnya. Para calon nasabah dan pengguna sudah sewajarnya kalau lebih dahulu menjajaki dan mengenal lebih dahulu apa itu asuransi Islam dan sistem operasionalnya, sehingga dapat diketahui dengan tegas perbedaannya dengan asuransi konvensional. sehingga nantinya tidak salah dalam menjatuhkan pilihan, dan hal ini akan membantu mendapatkan manfaat dan keuntungan yang maksimal atas keikutsertaan jenis asuransi yang dipilih. Untuk itu tulisan ini akan memaparkan perbedaan kedua jenis asuransi diatas, sebagai jawaban akan anggapan sebagian orang yang tidak berdasar diatas.
Etika Bertakziah dan Hukum Belasungkawa kepada Non Muslim Studi Perbandingan Mazhab
Hidayat, Iman Nur;
Taqwa, Saiyah Umma
Ijtihad : Jurnal Hukum dan Ekonomi Islam Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Darussalam Gontor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21111/ijtihad.v11i1.1254
Di negara kesatuan republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika keberagaman pemeluk agama menjadi potret kehidupan keseharian. Dimana hampir di setiap sudut tempat manapun di negeri ini dipastikan warga penduduknya berlatarbelakang suku dan agama yang berbeda dan majemuk. Sehingga toleransi menjadi tabiat wajib yang harus dimiliki oleh setiap warga negara. Dalam kehidupan bersosial, ikut merasakan suasana duka kepada sanak keluarga, teman karib, atau tetangga yang ditinggal wafat orang terdekatnya menjadi hal yang biasa dilakukan sebagai ungkapan keprihatinan sesama. Kegiatan berbelasungkawa merupakan agenda wajib dalam rangka menguatkan tali silaturrahim persaudaraan dan perikemanusiaan. Tidak menjadi persoalan apabila tradisi takziah ini dilakukan di kalangan sesama pemeluk agama Islam, karena Rasulullah dan para sahabat menganjurkannya. Lalu bagaimana dengan menyampaikan belasungkawa dan doa kepada pihak yang berlainan agama? Beberapa fuqaha berselisih pendapat dalam permasalahan ini dan terbelah menjadi dua mazhab, yaitu ada yang membolehkan dan ada yang memakruhkan. Tulisan ini akan berupaya memaparkan penjelasan tentang persoalan ini agar bisa dipahami oleh khalayak kaum muslimin yang belakangan menanyakan kembali kedudukan hukumnya.