cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2015)" : 8 Documents clear
ANALISIS PERAN AKTIVITAS DOKTER UMUM DENGAN METODE WORKLOAD INDICATOR OF STAFFING NEED (WISN) DI PUSKESMAS SE-KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA Soesilowati, Retno; Ratnasari, Dwi
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1600

Abstract

Latar Belakang: Ketersediaan tenaga kesehatan dokter umum masih menjadi sorotan penting terkait jenis, jumlah, dan penyebaran yang tidak merata. Pedoman untuk menganalisis beban kerja tenaga dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan telah diatur dalam Keputusan Mentri Kesehatan Nomor 81 tahun 2004. Analisis peran aktivitas dokter umum di puskesmas se-Kabupaten Bantul masih belum terealisasi dengan maksimal. Sampai dengan saat ini, perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan khususnya dokter umum masih menggunakan metode rasio, dimana sesuai dengan Permenkes 75 tahun 2014 penghitungan kebutuhan tenaga kesehatan dihitung dengan analisis aktivitas beban kerja Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran aktivitas kerja, kebutuhan tenaga dokter umum, serta distribusinya di Puskesmas se-Kabupaten Bantul Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan deskriptif cross-sectional yang dilaksanakan di Puskesmas se-Kabupaten Bantul terhadap semua tenaga dokter umum fungsional. Data kuantitatif yang diperlukan didapat dari hasil wawancara dan observasi langsung aktifitas kegiatan dari masing-masing dokter umum serta data sekunder. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan software WISN English Version 1.1.132.0. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa peran aktivitas kerja dokter umum di Puskesmas se-Kabupaten Bantul adalah tinggi (rasio WISN
PENGARUH ANTARA KADAR LDL KOLESTEROL TERHADAP PENYAKIT STROKE DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA Koosgiarto, Dharma; Salim, Islimsyaf Anwar
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1596

Abstract

Latar Belakang: Stroke sampai sekarang masih menjadi masalah kesehatan yang belum dapat dipecahkan dengan tuntas. Berdasarkan data survey diperoleh bahwa insidensi stroke iskemik jauh lebih tinggi dari stroke hemoragik,15% untuk stroke hemoragik, dan 85% untuk stroke iskemik, sehingga penyakit stroke merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia bahkan diseluruh dunia. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh antara kadar LDL kolesterol terhadap penyakit stroke pada pasien di RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Dan teknik sampling yang digunakan purposive random sampling. Data diperoleh dengan rekam medis. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square pada taraf signifikasi α = 0,05 Hasil Penelitian: Penelitian telah dilakukan di bagian Saraf Rumah Sakit RSUP. Dr. Sardjito Yogyakarta tahun 2014 dan diperoleh jumlah penderita stroke non hemoragik yang mempunyai kadar LDL tinggi ≥ 130mg/dL adalah sebanyak 22 orang (45,5%) lebih sedikit daripada jumlah penderita stroke non hemoragik yang mempunyai kadar LDL rendah < 130mg/dL yaitu sebanyak 28 orang (48%) dari 50 orang penderita stroke non hemoragik. Persentasi terjadinya stroke non hemoragik meningkat sesuai dengan kadar LDL kolesterol daripada persentasi terjadinya stroke hemoragik, sedangkan dari hasil analisis data didapatkan nilai X2 = 0,271 dan OR = 1,312; p > 0,05 Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kadar LDL kolesterol terhadap stroke non hemoragik
DAMPAK KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN TUBERKULOSIS PARU DI KABUPATEN INDRAGIRI HILIR KECAMATAN KERITANG (PUSKESMAS KOTABARU) Annisa, Yunia; Koosgiarto, Dharma
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1601

Abstract

Latar Belakang: Pada tahun 2014 sebanyak 415 kasus dan 236 diantaranya adalah tuberkulosis (TB) paru BTA positif. Penderita TB Paru yang ditemukan selama tahun 2014 di Kabupaten Indragiri Hilir, kasus tertinggi terjadi diwilayah Puskesmas Selensen (49 kasus), sementara puskesmas Kota Baru (18) kasus dan terendah atau tidak ada kasus yaitu diwilayah kerja Puskesmas Teluk Pinang, Sapat dan Concong Luar. Faktor risiko yang berperan terhadap timbulnya kejadian penyakit TB paru ini dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu faktor risiko kependudukan dan faktor risiko lingkungan rumah Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak faktor-faktor kesehatan lingkungan rumah terhadap kejadian TB paru di Kecamatan Keritang. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol. Variabel bebas yang diteliti adalah suhu, kelembaban ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian rumah, kondisi lantai rumah dan dinding rumah serta status gizi sebagai variabel penganggu Metode Penelitian: Penelitian ini dilakukan secara penelitian kasus kontrol (case control) yaitu penelitian survei analitik dimana subjek yaitu kasus dan kontrol telah diketahui dan dipilih berdasarkan telah mempunyai keluaran (out come) tertentu, lalu dilihat kebelakang (back ward) tentang riwayat status paparan penelitian yang dialami subjek. Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada korelasi antara kejadian TB paru dengan pencahayaan (OR = 4,110), ventilasi (OR = 4,714), kondisi jendela terbuka (OR = 2,131), Kelembaban (OR = 2,681), suhu (OR = 2,599), jenis dinding (OR = 2,701), status gizi (OR = 2,691), namun tidak ditemukan korelasi antara kejadian TB paru dengan jenis lantai rumah, kepadatan hunian dan kontak dengan penderita. Dari hasil analisis multivariat ditemukan asosisasi antara kejadian tuberkulosis paru dengan pencahayaan (OR = 3,312), kelembaban (OR = 3,192), ventilasi (OR = 4,151), status gizi (OR = 3,59). Kesimpulan: Ada 4 faktor risiko yang paling besar kontribusinya terhadap kejadian tuberkulosis paru yaitu pencahayaan (OR = 3,312), kelembaban (OR = 3,192), ventilasi (OR = 4,151), status gizi (OR = 3,59).
HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERSONAL DENGAN KELUHAN IRITASI KULIT PADA KARYAWAN DI CV. MAJU PLASTIK SEMARANG Putri, Prima Maharani; Mambodiyanto, Mambodiyanto
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1597

Abstract

Latar Belakang: Kulit adalah organ tubuh yang terletak paling luar dan membatasinya dari lingkungan hidup manusia dan merupakan organ yang esensial dan vital serta merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Kulit juga sangat kompleks, elastis dan peka. Lingkungan yang kotor akan menjadi sumber munculnya berbagai macam penyakit kulit. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya prevalensi penyakit kulit adalah iklim yang panas dan lembab, kebersihan perorangan yang kurang baik yaitu kebersihan kulit, kebersihan rambut dan kulit kepala, kebersihan kuku, intesitas mandi dan juga faktor ekonomi yang kurang memadai juga mempengaruhi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara higiene personal dengan keluhan iritasi pada karyawan di CV. Maju Plastik Semarang. Metode Penelitian: Penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sasaran populasi penelitian adalah karyawan CV. Maju Plastik Semarang yang telah diinklusi dan ekslusi sebanyak 70 karyawan, sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling yaitu 45 responden. instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner untuk mengukur higiene personal dan diagnosis dokter untuk iritasi kulit. Teknik pengolahan dan analisis data bivariat menggunakan uji fisher dengan SPSS versi 17. Hasil Penelitian: Hasil perhitungan uji Fisher dengan p value 0,692 atau p>0,05 yang memiliki arti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara umur dengan keluhan iritasi kulit. Dilanjutkan dengan uji statistik untuk mencari hubungan masa kerja dengan keluhan iritasi kulit. Uji statistik dilakukan dengan menggunakan SPSS 17 didapatkan hasil perhitungan uji Fisher dengan p value 0,433 atau p > 0,05 yang memiliki arti bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan iritasi kulit. Dilakukan juga uji statistik untuk mencari hubungan antara higiene personal dengan keluhan iritasi kulit pada tenaga. Analisis dilakukan dengan menggunakan SPSS 17 didapatkan hasil perhitungan uji Fisher menunjukkan nilai p value = 0,00 atau p ≤ 0,05 yang memiliki arti bahwa ada hubungan yang signifikan antara higiene personal dengan keluhan iritasi kulit. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara higiene personal dengan keluhan iritasi kulit pada karyawan CV. Maju Plastik Semarang
PELATIHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PRAKTEK ANGGOTA HIMPAUDI MENANGANI KEDARURATAN PADA PESERTA DIDIK Setiyabudi, Ragil
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1602

Abstract

Latar belakang: Kecelakaan/kedaruratan pada peserta didik PAUD kerap datang dalam waktu yang tak terduga dan mengakibatkan kesedihan dan kepanikan luar biasa pada pendidik/guru dan orang tua. Apabila lambat tertangani, bisa menimbulkan gangguan kesehatan peserta didik yang lebih serius, yang sebetulnya dapat dicegah. Jika dilakukan pelatihan peningkatan pengetahuan dan demonstrasi/praktek penanganan kedaruratan peserta didik PAUD, maka pendidik PAUD se-Kecamatan Purwokerto Barat bisa memiliki pemahaman dan praktik penanganan kedaruratan pada peserta didik PAUD, dan pengetahuan serta praktek tersebut dapat ditularkan kepada teman sejawat/sesama pendidik PAUD di PAUD-nya masing-masing. Tujuan: Meningkatkan peningkatan pengetahuan dan praktek penanganan kedaruratan. Metode: Metode pelatihan ini adalah ceramah, tanya jawab, pembagian booklet dan demonstrasi penanganan kedaruratan pada peserta didik. Statistik uji t berpasangan digunakan untuk menilai efektifitas peningkatan skor pengetahuan dan praktek. Hasil: Terjadi peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan dengan selisih 24,34 poin, begitu juga dengan skor praktek menunjukkan peningkatan sebesar 26,41 poin. Hasil p value uji t berpasangan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 0,0001 dan p value uji t skor praktek sebelum dan sesudah pelatihan sebesar 0,0001. Kesimpulan: Metode ceramah, tanya jawab dan simulasi disertai pembagian booklet dapat merubah pengetahuan dan praktek anggota Himpaudi Purwokerto Barat dalam menangani kedaruratan pada peserta didik.
HUBUNGAN ANTARA HIPERTENSI ESSENSIAL DENGAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA WANITA DI KELURAHAN PASIR KIDUL PURWOKERTO BARAT KAB. BANYUMAS Basuki, Dyah Retnani; Purbowati, Mustika Ratnaningsih
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1598

Abstract

Latar Belakang: Mayoritas orang yang menderita hipertensi, menderita hipertensi essensial atau hipertensi primer dan sebagian kecilnya merupakan hipertensi sekunder akibat penyakit lain seperti kerusakan parenkim ginjal atau aldosteronisme primer. Pada hipertensi essensial terjadi peningkatan aktivitas saraf simpatik yang menyebabkan peningkatan sekresi katekolamin kemudian berpengaruh pada kenaikan kadar estrogen. Kadar estrogen tersebut berperan dalam terjadinya stress melalui mekanisme kortisol. Pada stress terjadi penurunan kadar serotonin yang menimbulkan beberapa gejala pada premenstrual syndrome. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara hipertensi essensial terhadap timbulnya premenstrual syndrome pada wanita di Kelurahan Pasir Kidul Purwokerto Barat Banyumas. Metode Penelitian: . Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada bulan April 2014 sampai dengan Mei 2014. Penelitian ini dilakukan terhadap 88 subjek wanita yang diambil secara Purposive sampling, di mana 44 subjek penderita hipertensi essensial dan 44 subjek lainnya non hipertensi essensial yang dijadikan sebagai control. Penelitian yang dilakukan meliputi pengukuran tekanan darah dan berat badan pasien. Data dianalisis dengan menggunakan uji Chi square dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05) kemudian dihitung menggunakan SPSS. Hasil Penelitian:, Setelah itu dilakukan penghitungan Odds Ratio. Dari hasil analisis Chi Square diketahui bahwa X2 hitung sebesar 11,501. Angka ini lebih besar daripada X2 tabel untuk taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan 1, yaitu sebesar 3,799 (p
GAMBARAN FAKTOR RESIKO INSIDENSI ABORTUS DI RSUD RAA SOEWONDO PATI Yanti, Linda
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1603

Abstract

Latar belakang: Abortus di Indonesia masih cukup tinggi bila dibandingkan dengan negara-negara maju di dunia. Insidensi abortus setiap tahun di Indonesia terjadi sekitar 2 juta kasus, yang artinya terdapat 43 kasus abortus per 100 kelahiran hidup. Di profinsi Jawa Tengah selama tahun 2010 terdapat 5017 kasus yang tercatat di seluruh rumah saki-rumah sakit pemerintah di provinsi Jawa Tengah Tujuan: Untuk mengetahui gambaran faktor resiko insidensi abortus di RSUD RAA Soewondo Pati Metode: Penelitian ini merupakan deskriptif dengan desain studi survey. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang mengalami abortus di RSUD RAA Soewondo Pati Tahun, sedangkan sampel yang digunakan berjumlah 120 responden. Analisa data yang digunakan untuk mengetahui gambaran faktor resiko insidensi abortus menggunkan analisis deskriptif. Hasil: Insidensi abortus berdasarkan faktor resiko umur kehamilan rata-rata terjadi di usia kehamilan 12,57 Minggu. Insidensi abortus berdasarkan faktor resiko umur ibu rata-rata terjadi di usia 26.26 tahun. Insidensi abortus berdasarkan faktor resiko paritas sebagian besar terjadi pada paritas 0 yaitu sebanyak 90 (75%). Sebagian besar ibu yang abortus tidak memiliki riwayat abortus sebelumnya yaitu sebanyak 87 (72.5%). Seluruh ibu yang abortus dalam penelitian ini tidak memiliki riwayat trauma psikis sebelumnya yiatu 120 (100%). Sebagian besar insidensi abortus pada ibu dengan status gizi normal yaitu sebanyak 108 (90%). Seluruh ibu yang abortus dalam penelitian ini tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya yiatu 120 (100%). Kesimpulan: Insidensi factor resiko abortus dalam penelitian ini terjadi di usia kehamilan 12,57 Minggu, pada ibu usia 26.26 tahun, dengan paritas 0, tidak memiliki riwayat abortus sebelumnya, trauma psikis, dengan status gizi normal dan tidak memiliki riwayat penyakit sebelumnya.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN GAJAH MUNGKUR Soewarno, Soegimin Ardi; Kusumawati, Anis
MEDISAINS Vol 13, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v13i2.1599

Abstract

Latar Belakang: Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan sering menimbulkan suatu kejadian luar biasa (KLB). Sampai saat ini penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah Kecamatan Gajah Mungkur, Semarang Jawa Tengah. Kejadian DBD sebanyak 48 kasus dari 8 desa di Kecamatan Gajah Mungkur dan termasuk daerah dengan kasus paling tinggi di wilayah Semarang Provinsi Jawa Tengah. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Penghubung kejadian demam berdarah dengue (DBD) di Kecamatan Gajah Mungkur. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah observasi dengan menggunakan metode survei dan wawancara dengan pendekatan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan pengamatan secara langsung pada kontainer Hasil Penelitian:Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara keberadaan jentik Aedes aegypti pada kontainer (p=0,001), kebiasaan menggantung pakaian (p=0,001), ketersediaan tutup pada kontainer (p=0,001), frekuensi pengurasan kontainer (p=0,027), pengetahuan responden tentang DBD (p=0,030) dengan kejadian DBD di Kecamatan Gajah Mungkur Kesimpulan: Ada hubungan antara keberadaan jentik Aedes aegypti pada container, ada hubungan antara kebiasaan menggantung pakaian, ada hubungan antara ketersediaan tutup pada container, ada hubungan antara frekuensi pengurasan container, ada hubungan antara pengetahuan responden tentang DBD dengan kejadian DBD di Kecamatan Gajah Mungkur

Page 1 of 1 | Total Record : 8