cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2016)" : 8 Documents clear
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG PREEKLAMSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SOKARAJA I Linggardini, Kris; Aprilina, Happy Dwi
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1050

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Jawa Tengah masih tinggi, Kabupaten Banyumas tertinggi nomor setelah Karesidenan Pekalongan dan Karesidenan Semarang. Salah satu penyebab kematian ibu adalah preeklamsia. Pencegahan atau diagnosis dini preeklamsia dapat mengurangi kejadian dan menurunkan angka kematian ibu. Namun, ibu hamil masih kurang mengetahui bahaya preeklamsia bagi ibu dan janin. Pendidikan kesehatan tentang preeklamsia pada ibu hamil dapat meningkatkan pengetahuan ibu sehingga ibu dapat mendeteksi dini adanya gejala preeklamsia. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan pada ibu hamil terhadap pengetahuan tentang preeklamsia di Wilayah Kerja Puskesmas Sokaraja I, Banyumas Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi adalah semua ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sokaraja 1 Kabupaten Banyumas dengan jumlah responden 32 ibu hamil. Teknik pengambilan sampel dengan simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Pada pengetahuan ibu diperoleh nilai p = 0,0001 (p
Pengaruh kunjungan nifas terhadap komplikasi masa nifas di wilayah Puskesmas Sokaraja 1 kabupaten Banyumas Achyar, Khamidah; Rofiqoh, Isnaeni
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1056

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kasus kematian ibu di Kabupaten Banyumas sejak tahun 2010-2014 yaitu secara berurut-turut 33 kasus, 35 kasus, 32 kasus, 35 kasus, dan 33 kasus. Penyebabnya yaitu pendarahan, Preeklamsia, dan infeksi. Dilihat dari waktu meninggal,dalam kehamilan 25%, saat persalinan 17% dan saat masa nifas 58%. Kasus kematian ibu nifas di Banyumas terjadi saat 3 hari postpartum. Berdasarkan data Propinsi Jawa Tengah Kabupaten Banyumas merupakan zona merah dalam, target kunjungan nifas (KF) yaitu kurang dari 90%, baru mencapai 82,1%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kunjungan nifas terhadap komplikasi masa nifas di wilayah Puskesmas Sokaraja 1 Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan Crossectional, untuk menganalisis pengaruh antara kunjungan nifas dengan komplikasi masa nifas dengan menggunakan uji chi-square. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu nifas yang mendapatkan pelayanan di wilayah Puskesmas Sokaraja 1 Kabupaten Banyumas pada bulan November 2015 sampai dengan Februari 2016 dengan jumlah sampel penelitian 89 ibu nifas. Hasil: Frekuensi kunjungan nifas di wilayah Puskesmas Sokaraja 1 < 4 kali sebanyak 20 orang dan 4 kali sebanyak 69 orang. Kejadian komplikasi masa nifas kunjungan nifas 4 kali terdapat 10 orang dan kunjungan nifas < 4 kali mengalami komplikasi sebanyak 8 orang. Kunjungan nifas dan usia berpengaruh terhadap kejadian komplikasi masa nifas (p=0,012 dan 0,028) sedangkan paritas tidak berpengaruh terhadap komplikasi masa nifas (p=0,920) Kesimpulan: Kunjungan nifas berpengaruh terhadap deteksi dini komplikasi masa nifas Kata kunci: kunjungan nifas, komplikasi nifas
HUBUNGAN DUKUNGAN SPIRITUAL DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO Endiyono, Endiyono; Herdiana, Wawan
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1051

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan penyakit kronik dengan mortalitas tinggi, pasien kanker dapat mengalami berbagai masalah diantaranya adalah masalah fisik, psikologi, dan spiritual, seperti stress, sedih, kelelahan fisik dan ketakutan akan masa depan, dan semua hal itu akan mempengaruhi kualitas hidup pasien. Manusia mempunyai sifat holistik yaitu makhluk fisik sekaligus psikologis yang saling mempengaruhi, sehingga apa yang terjadi dengan kondisi fisik akan mempengaruhi psikologisnya, untuk mengatasi hal tersebut salah satu faktor yang dapat dilakukan untuk meningkatkan atau mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara adalah dukungan spiritual dan dukungan sosial. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan spiritual dan dukungan sosial dengan kualitas hidup pasien kanker payudara. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi korelasi dengan menggunakan pendekatan crossectional menggunakan teknik incidental sampling, jumlah responden sebanyak 42 responden pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner, dan analisa data menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil uji Chi-square didapatkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan spiritual dengan kualitas hidup pasien kanker payudara dengan p value= 0,012 < alpha (0,05). Dan ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pasien kanker payudara dengan p value = 0.028
Perbedaan visual analogue score (VAS) antara prosedur reseksi laparaskopik dengan laparatomi pada penderita kanker kolon Kusumo, M. Hidayat Budi; Budiono, Parish
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1053

Abstract

Latar Belakang: Reseksi keganasan kolorektal (KKR) dengan menggunakan pendekatan laparoskopik merupakan terobosan baru dalam bidang bedah digestif, dengan kelebihan memiliki outcome jangka pendek yang lebih baik. Tujuan : Mengetahui perbedaan visual analogue score (VAS) antara reseksi laparaskopikdan laparatomi pada keganasan kolon di RSUP dr Kariadi Semarang. periode Juli 2010 sampai dengan Desember 2013. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observational retrospektif, dengan pendekatan cross-sectional terhadap penderita keganasan kolon yang dilakukan reseksi kolon(n=54), dengan pendekatan laparoskopik (n=23) dan laparotomi (n=31) selama periode Juli 2010 sampai dengan Desember 2013. Analisis deskriptif dan uji beda dengan Mann Whitney. Hasil: Visual analogue score (VAS) reseksi laparoskopik lebih rendah (2,83  0,650) dibandingkan laparatomi (4,13  1,565) pada penderita keganasan kolon, dan terdapat perbedaan bermakna dengan P = 0,001 (p < 0,05, CI = 95%). Kesimpulan:Pendekatan bedah laparoskopik pada keganasan kolon memberikan outcome jangka pendek yang lebih baik. Kata kunci: kanker kolon,reseksi laparoskopik, reseksi laparotomi, VAS, visual analogue score
Penyediaan air bersih, penggunaan jamban keluarga, pengelolaan sampah, sanitasi makanan dan kebiasaan mencuci tangan berpengaruh terhadap kejadian diare umur 15-50 th Setiyabudi, Ragil; Setyowati, Veronika
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1054

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia yang berpotensi KLB dan dapat disertai dengan kematian. Menurut laporan bulanan diare pergolongan umur Kabupaten Banyumas angka kejadian diare pada Bulan Januari sampai Agustus 2015 sebesar 17.081 kasus. Angka kejadian diare tertinggi terjadi pada usia >15 tahun sebanyak 7.719 kasus (45,19%). Pada bulan Januari sampai Agustus 2015 di wilayah Puskesmas Sokaraja I angka kejadian diare pada umur >15 tahun sebanyak 240 kasus. Tujuan: Penelitian mengetahui pengaruh faktor penyediaan air bersih, penggunaan jamban keluarga, pengelolaan sampah, sanitasi makanan dan kebiasaan mencuci tangan terhadap kejadian diare. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan pendekatan Case Control Unmached. Sampel penelitian ini adalah masyarakat yang mengalami diare sebagai kasus sebanyak 31 responden dan tetangga penderita diare yang tidak mengalami diare sebagai kontrol sebanyak 31 responden. Instrumen penelitian berupa lembar kuesioner dan lembar observasi. Analisis data meliputi univariat, bivariat dan multivariat. Hasil: Ada pengaruh antara penyediaan air bersih dengan kejadian diare (p=0,0001) dan OR (95%CI)=73,333 (8,645-622,033). Ada pengaruh antara penggunaan jamban keluarga dengan kejadian diare (p=0,0001) dan OR 125,000 (95%CI=14,095-1108,582). Ada pengaruh antara pengolahan sampah dengan kejadian diare (p=0,0001) dan OR (95%CI)=60,417 (11,178-326,555). Ada pengaruh antara sanitasi makanan dengan kejadian diare (p=0,0001) dan OR (95%CI)=41,688 (8,060-215,614). Ada pengaruh antara kebiasaan mencuci tangan dengan kejadian diare (p=0,0001) dan OR (95%CI)=49,714 (9,434-261,970). Tidak ada variabel yang paling dominan. Kesimpulan: Ada pengaruh antara penyediaan air bersih, penggunaan jamban keluarga, pengelolaan sampah, sanitasi makanan dan kebiasaan mencuci tangan terhadap kejadian diare. Kata kunci: Diare, Penyediaan Air Bersih, Penggunaan Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah, Sanitasi Makanan, Kebiasaan Mencuci Tangan
Kombinasi breast care dan teknik marmet terhadap produksi asi post sectio caesaria di ruang flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Aprilina, Happy Dwi; Suparti, Sri
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1049

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberi makanan lain, walaupun air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Fenomena yang ditemukan di lapangan bahwa produksi dan ejeksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Produksi ASI yang sedikit dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Kondisi tersebut dialami juga oleh ibu yang melahirkan dengan Sectio Caesaria. Ibu yang mengalami Sectio Caesaria seringkali mengalami masalah dalam menyusui karena kurangnya produksi ASI dan keterlambatan menyusui. Tujuan penelitian: mengetahui pengaruh kombinasi breast care dan teknik marmet terhadap produksi ASI post Sectio Caesaria di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain Quasy Exsperimental dengan rancangan Post test only design with control group. Populasinya adalah seluruh ibu post Sectio Caesaria yang dirawat di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Jumlah sampel adalah 15 ibu untuk kelompok kontrol dan 15 ibu untuk kelompok intervensi. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Hasil Penelitian: Pada indikator bayi didapatkan nilai p=1, yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna kelancaran produksi ASI. Pada indikator ibu nilai p=0.273, yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna kelancaran produksi ASI. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang bermakna pada responden dengan kombinasi breast care dan teknik marmet dengan kelompok kontrol di Ruang Flamboyan RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Kata Kunci: Sectio Caesaria, Breast Care, Teknik Marmet, Produksi ASI
SENAM KAKI UNTUK MENGENDALIKAN KADAR GULA DARAH DAN MENURUNKAN TEKANAN BRACHIAL PADA PASIEN DIABETES MELITUS Santosa, Agus; Rusmono, Widi
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1653

Abstract

Latar Belakang: Kondisi hyperglikemi kronis pada penderita diabetes melitus menyebabkan komplikasi yang mengenai hampir setiap sistim organ, salah satunya aterosklerotik sehingga penderita DM akan berisiko mengalami komplikasi Pheriperal Arterial Disease (PAD) ekstremitas bawah yang berakibat pada kakunya arteri sehingga terjadi peningkatan tahanan pembuluh darah dan menurunkan tekanan volume pada ekstremitas bawah. Peningkatan tahanan pembuluh darah arteri dapat terlihat dari nilai Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) >1,2 secara terus menerus dan secara berlahan-lahan turun 0,05. Tekanan brachial menurun secara signifikan pada pasien diabetes yang telah melakukan senam kaki sebanyak 4 kali seminggu p
Perbedaan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik ditinjau dari tingkat pendidikan, frekuensi dan lama hemodialisis di RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Suparti, Sri; Solikhah, Umi
MEDISAINS Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i2.1055

Abstract

Latar Belakang: Pasien Cronic Kidney Disease (CKD) atau penyakit ginjal kronik tahap (akhir) membutuhkan terapi hemodialisis untuk kelangsungan hidupnya. Kondisi ini bisa berdampak pada kualitas hidupnya. Faktor –faktor yang berpengaruh pada kualitas hidup meliputi faktor demografi pasien, frekuensi dan lama menjalani hemodialisis serta adekuasi hemodialisis. Tujuan:Untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup pasien Gagal Ginjal Kronik ditinjau dari pendidikan frekuensi dan lama menjalani hemodialisis di RS. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Metode:Jenis penelitian ini merupakan penelitian komparatif. Dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah semua pasien CKD yang menjalani Hemodialisis dengan teknik total sampling. Analisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney Hasil:Tidak ada perbedaan antara kualitas hidup responden berpendidikan tinggi dan responden berpendidikan rendah dengan nilai p= 0,736 atau P>0,05. Tidak ada perbedaan antara kualitas hidup responden yang mempunyai frekuensi hemodialisis sedikit dan frekuensi hemodialisis banyak dengan nilai p= 0,238 atau P>0,05 dan tidak terdapat perbedaan antara kualitas hidup responden yang mempunyai lama hemodialisis baru dan lama dengan nilai p= 0,984 atau P>0,05 Kesimpulan:Tidak ada perbedaan antara kualitas hidup pasien ditinjau dari pendidikan, frekuensi dan lama hemodialisis di RSUD. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Kata Kunci: Kualitas hidup, Pendidikan, lama hemodialisis, frekuensi hemodialisis

Page 1 of 1 | Total Record : 8