cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 3 (2016)" : 8 Documents clear
Pengaruh usia menarche terhadap terjadinya disminore primer pada siswi mts maarif NU al hidayah Banyumas Soesilowati, Retno; Annisa, Yunia
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1613

Abstract

Latar Belakang: Pada wanita, pubertas ditandai dengan keluarnya darah menstruasi pertama kali (menarche) yang merupakan ciri kedewasaan seorang wanita yang sehat dan tidak hamil. Pada usia ini (Menarche ≤11 th) organ-organ reproduksi belum berkembang secara optimal dan masih terjadi penyempitan leher rahim, sehingga sering timbul rasa sakit saat menstruasi atau yang biasa disebut disminore. Disminore merupakan permasalahan di bidang ginekologi yang banyak menyerang remaja putri. Disminore yang sering terjadi adalah dismenore primer atau nyeri haid yang terjadi tanpa adanya kelainan pada alat reproduksi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh usia menarche terhadap terjadinya disminore primer pada siswi MTS Maarif NU Al Hidayah di kota Banyumas. Metode Penelitian: Subjek dalam penelitian ini adalah siswi MTS Maarif NU Alhidayah Banyumas sebanyak 118 responden. Data diambil secara simple random sampling, yaitu 59 responden kelompok kasus dan 59 responden kelompok kontrol.Penelitian ini menggunakan desain case control dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian: Dari penelitian ini diketahui siswi yang mengalami dismenore primer yaitu sebanyak 62.7% responden dengan riwayat usia menarche ≤ 11 dan 33,3% responden dengan riwayat usia menarche > 11 tahun. Hasil analisis Chi-Square menunjukkan p-value=0.002 dan OR=3.360; 95% CI=1.565-7.215 sehingga diketahui bahwa usia menarche berpengaruh terhadap terjadinya disminore primer. Usia menarche ≤ 11 memiliki resiko 3,4 kali lebih besar mengalami dismenore primer dibanding usia menarche > 11 tahun. Kesimpulan: Usia menarche berpengaruh terhadap terjadinya disminore primer yang dialami oleh siswi.
Pengaruh asap rokok terhadap frekuensi terjadinya penyakit ISPA pada balita di puskesmas Kedung Banteng Banyumas Riyanto, Reni; Kusumawati, Anis
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1614

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab kesakitan dan kematian pada balita. Angka kejadian penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada balita di Indonesia masih tinggi, kasus kesakitan tiap tahun mencapai 260.000 balita. Pada akhir tahun 2000, ISPA mencapai enam kasus di antara 1000 bayi dan balita. Tahun 2003 kasus kesakitan balita akibat ISPA sebanyak lima dari 1000 balita. Secara umum terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya ISPA, yaitu faktor lingkungan yang tercemar seperti asap rokok dan asap hasil pembakaran bahan bakar untuk memasak dengan konsentrasi yang tinggi. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asap rokok terhadap frekuensi terjadinya penyakit ISPA pada Balita di Puskesmas Kedung Banteng Banyumas. Metode Penelitian: Subjek dalam penelitian ini berjumlah 52 responden dengan menggunakan teknik sampling purpossive sampling. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara terstruktur dengan desain observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Analisis data menggunakan uji statistic Somers’d. Hasil Penelitian: Dari penelitian ini diketahui responden yang terpapar asap rokok ≤ 20 menit per hari sebanyak 21 balita (40,38%) dan menderita ISPA < 3 kali dalam setahun memiliki prosentase (30,77%) sebanyak 16 balita, sedangkan balita yang terkena asap rokok ≥ 20 menit perhari sebanyak 31 balita 59,62% sebanyak. Dan menderita ISPA ≥ 3 kali dalam setahun sebanyak 36 balita (69,23%). Hasil analisis Somers’d diperoleh nilai ρ value sebesar 0,007. Hasil ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif antara terkena asap rokok terhadap frekuensi penyakit ISPA pada balita di Puskesmas Kedung Banteng Banyumas. Kesimpulan: Asap rokok berpengaruh terhadap frekuensi terjadinya penyakit ISPA pada Balita di Puskesmas Kedung Banteng Banyumas.
Perbandingan antara penderita tuberkulosis perokok dan bukan perokok berdasarkan basil tahan asam (BTA) di RSUD Banyumas Brahmadhi, Ageng; Annisa, Yunia
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1620

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) dan rokok merupakan dua masalah yang berdampak besar bagi kesehatan di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan insiden kasus TB tertinggi di dunia, dan merupakan negara konsumen rokok terbesar ketiga di dunia. Kebiasaan merokok tidak hanya dikaitkan dengan masalah kesehatan akibat penyakit tidak menular, tetapi juga dengan peningkatan risiko kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, seperti tuberculosis. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan antara penderita tuberkolosis perokok dan bukan perokok berdasarkan basil tahan asam (BTA) di RSUD Banyumas Metode Penelitian: Metode penelitian yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analitik observational dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang di gunakan dalam penelitian ini adalah purposive random sampling dan mendapatkan 86 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner yang selanjutnya di analisis dengan uji chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 85 penderita tuberculosis. Pada penderita tuberkulosis perokok 43 orang dengan hasil pemeriksaan BTA positif sebanyak 29 orang dan 14 orang dengan hasil pemeriksaan BTA negatif pada penderita tuberkulosis bukan perokok BTA positif 13 orang dan yang hasil pemeriksaan BTA negatif 30 orang. Dari hasil penelitian diperoleh c2hitung sebesar 2,075 (p=0,155) dan setelah dibandingkan dengan c2tabel (3,817) ternyata c2hitung lebih kecil dari c2tabel. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan bermakna hasil pemeriksaan basil tahan asam (BTA) antara penderita tuberkulosis perokok dan bukan perokok.
Pengaruh obesitas terhadap disfungsi seksual wanita di kecamatan Patikraja Banyumas Susiyadi, Susiyadi; Rokhayah, Siti
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1616

Abstract

Latar Belakang: Obesitas adalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh penimbunan lemak berlebih pada jaringan adiposa. Obesitas menjadi masalah serius di banyak negara berkembang. Obesitas dapat disebabkan oleh banyak hal, antara lain faktor genetik, masalah pemilihan jenis makanan, pola makan, porsi makan, lingkungan, dan kurangnya aktivitas fisik, obesitas meningkatkan risiko timbulnya berbagai gangguan kesehatan, seperti asma, Diabetes Mellitus tipe 1 dan 2, gangguan kardiovaskular, hipertensi, gangguan tidur, gangguan tulang, gangguan hormon dan juga salah satunya disfungsi seksual wanita Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh obesitas terhadap disfungsi seksual wanita di Kecamatan Patikraja. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah penelitian analitik non-eksperimental dengan rancangan cross sectional, yang dilakukan di Kecamatan Patikraja. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive random sampling. Sampel berjumlah 74 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Data dikumpulkan dari pengisian kuesioner oleh responden dan pengukuran Indeks Massa Tubuh. Data diuji secara statistik dengan uji Chi Square, yang dilanjutkan dengan uji analisis Koefisien Kontingensi. Hasil Penelitian: Dari peneilitan ini di dapatkan hasil Uji Chi Square menunjukkan nilai p adalah 0,008 yang berarti terdapat perbedaan antara obesitas dengan disfungsi seksual wanita di Kecamatan Patikraja, banyumas dengan kekuatan korelasi lemah, nilai C sebesar 0,290. Kesimpulan: Berdasarkan hasil dari penelitian ini dapat di simpulkan bahwa ada pengaruh positif obesitas terhadap disfungsi seksual wanita di kecamatan Patikraja Banyumas.
Identifikasi kesalahan penyajian data pada profil kesehatan kabupaten/kota di Indonesia Setiyabudi, Ragil; Yuliarti, Yuliarti
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1617

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan epidemologi penyakit dan masalah kesehatan di daerah dapat dilihat pada profil kesehatan kabupaten/kota yang memuat penyajian data dalam bentuk teks, tabel, grafik, peta atau kombinasi yang tergantung dari analisa data, apakah analisa deskriptif, komparatif, kecenderungan atau hubungan. Kementrian kesehatan RI telah mengelurkan petunjuk teknis penyusunan profil kesehatan kabupaten/kota tahun 2011, namun evaluasi penyusunannya belum pernah dilakukan terutama dalam hal penyajian data Tujuan penelitian: Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah memberikan masukan kepada pusat data dan informasi di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tentang bentuk-bentuk kesalahan penyajian data dalam penyusunan profil kesehatan kabupaten/kota tahun 2012-2014 yang dapat di unduh di laman dinas kabupaten/kota. Tujuan khusus dalam penelitian ini adalah memberikan contoh-contoh kesalahan penyajian data kepada mahasiswa dalam mata kuliah Ilmu Dasar Keperawatan 6 sub pokok bahasan penyajian data. Metode Penelitian: Metode yang akan dipakai dalam pencapaian tujuan tersebut adalah riset deskriptif menggunakan teknik pengumpulan dokumentasi. Profil Kesehatan Kabupaten/kota dikumpulkan melalui pencarian di laman mesin pencari dengan kata kunci “profil kesehatan kota” atau “profil kesehatan kabupaten”. Hanya profil kesehatan kabupaten/kota tahun 2012-2014 yang masuk dalam analisis deskriptif data penelitia ini, karena pedoman penyusunan dikeluarkan tahun 2011. Kesalahan penyajian data ditemukan dengan kesesuaian bentuk penyajian data dengan analisis data. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan teridentifikasi kesalahan-kesalahan penyajian data sebagai berikut ; tanpa keterangan satuan/ukuran epidemiologi yang tepat pada skala grafik garis, skala pada grafik batang terlalu pendek intervalnya, grafik peta tanpa keterangan dan tidak jelas, tabel memotong halaman. Kesimpulan: Teridentifikasi kesalahan-kesalahan penyajian data yaitu tanpa keterangan satuan/ukuran epidemiologi yang tepat pada skala grafik garis, skala pada grafik batang terlalu pendek intervalnya, grafik peta tanpa keterangan dan tidak jelas, tabel memotong halaman pada Profil Kesehatan Indonesia periode 2012-2014. Hendaknya tiap kepala dinas provinsi di Indonesia mengadakan pelatihan tentang teknik cara menyajikan data, sehingga kesalahan-kesalahan penyajian data dapat diminimalisir bahkan dihilangkan
Efektifitas minyak jinten hitam (nigella sativa) dan jelly gamat emas (golden stichopus variegatus) pada perawatan luka kanker di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Jawa Tengah Yulistiani, Mustiah; Purwito, Dedy
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1990

Abstract

Latar Belakang: Inovasi dan kreatifitas dinamika keterampilan perawat dalam mencari solusi dalam perawatan luka terus berkembang sesuai dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar. Kandungan jinten hitam (Nigella Sativa) mengandung zat thymoquinon sebagai anti inflamasi dan jelly gammat emas (Golden Stichopus Variegatus) yang mengandung antiseptik. Tujuan: untuk memberikan kenyamanan pasien penderita kanker dengan menganalisa efektifitas penggunaan minyak jinten hitam (Nigella Sativa) dan jelly gammat emas (Golden Stichopus Variegatus) pada perawatan luka kanker. Metode: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian pre eksperiment dengan pendekatan pretes dan posttest without control design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien kanker yang mempunyai luka dan sedang dirawat inap di ruangan bugenvil RSUD Prof.Dr. Margono Soekardjo Purwokerto. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling, dengan sampel sebanyak 20 responden yang memenuhi kriteria inklusi yang telah ditetapkan untuk setiap kelompok intervensi, sehingga jumlah sampel pada penelitian ini dengan 3 kelompok intervensi yaitu sebanyak 60 orang. Analisis data menggunakan uji anova. Hasil: Hasil uji anova menunjukkan penurunan malodor (p=0,000), jumlah eksudat(p=0,002), skala nyeri (0,000), dan perdarahan (p=0,002) pada perawatan luka kanker dengan Pemberian Minyak Jinten Hitam (Nigella Sativa) dan Jelly Gamat Emas (Golden Stichopus Variegatus) Kesimpulan: Pemberian Minyak Jinten Hitam (Nigella Sativa) dan Jelly Gamat Emas (Golden Stichopus Variegatus) efektif menurunkan malodor, jumlah eksudat, skala nyeri dan perdarahan pada perawatan luka kanker.
Pengaruh pengobatan alternatif sebagai faktor penyebab keterlambatan penanganan medis penderita kanker payudara di Puskesmas lumbir kabupaten Banyumas Mambodiyanto, Mambodiyanto; Maharani, Prima
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1612

Abstract

Latar Belakang: Kanker merupakan masalah kesehatan masyarakat yang bisa menimpa semua orang. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah 6,25 juta orang. Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), kematian yang disebabkan kanker meningkat dari tahun ke tahun. Keterlambatan penderita melakukan pengobatan medis menyebabkan terapi semakin sulit dan ketahanan hidup menurun pada stadium lanjut. Penggunaan pengobatan alternatif, tingkat pengetahuan, grade, tingkat penghasilan, tingkat pendidikan, jarak tempat tinggal ke puskesmas, dan rasa takut berobat dinilai berkaitan dengan keterlambatan pengobatan Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan pengobatan alternatif merupakan faktor penyebab keterlambatan penanganan medis pada penderita kanker payudara di banyumas Metode Penelitian: Subjek dalam penelitian ini adalah wanita penderita kanker payudara yang berobat di Puskesmas Lumbir tahun 2015. Yang terdiri dari 47 penderita kanker payudara yang mengalami keterlambatan pengobatan medis sebagai kelompok kasus dan 53 penderita kanker payudara yang tidak mengalami keterlambatan pengobatan medis sebagai kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan studi kasus kontrol. Proses pengambilan data melalui proses wawancara dan rekam medik. Penderita datang dalam stadium lanjut (stadium III dan IV) dinilai terlambat melakukan pengobatan. Analisis dilakukan secara bivariat dengan uji chi square dan multivariat dengan regresi logistik Hasil Penelitian: Dari penelitian diketahui bahwa penggunaan pengobatan alternatif (OR= 4,053; 95% Cl = 1,719 – 9,555; p = 0,001) dan tingkat pengetahuan rendah (OR = 2,930; 95% Cl= 1,080 – 7,898; p = 0,035) merupakan pengaruh yang berhubungan signifikan dengan keterlambatan pengobatan medis pada kanker payudara dalam analisis regresi logistik. Hasil ini telah menganalisis pengaruh faktor lain yaitu tingkat penghasilan, grade, tingkat pendidikan, rasa takut berobat, dan jarak tempat tinggal ke Puskesmas Kesimpulan: Penggunaan pengobatan alternatif berpengaruh terhadap keterlambatan penderita kanker payudara melakukan pengobatan
Hubungan antara bayi berat lahir rendah terhadap terjadiya sepsis neonatorum di RSUD Cilacap Rokhayah, Siti; Ratnasari, Dwi
MEDISAINS Vol 14, No 3 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v14i3.1618

Abstract

Latar Belakang: Sepsis neonatorum adalah infeksi bakteri pada neonatus yang terjadi selama bulan pertama kehidupan. World Health Organization (WHO) memperkirakan 1 juta kematian per tahun (10% dari jumlah kematian berusia dibawah lima tahun) karena sepsis neonatal. Di negara berkembang, kematian neonatus dari seluruh penyebab sepsis kira-kira 34/1000 kelahiran dan di negara maju, hanya sekitar 5/1000 kelahiran. Beberapa faktor resiko yang berhubungan dengan sepsis diantaranya adalah bayi berat lahir rendah (BBLR). Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat bayi lahir rendah dengan kejadian sepsis neonatorum di RSUD Cilacap. Metode Penelitian: Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh bayi lahir di RSUD Cilacap. Di dapatkan 350 responden. Penelitian ini menggunakan design penelitian yang bersifat observational analitik. Penelitian ini di lakukan di RSUD Cilacap dengan menggunakan data rekam medik pasien. Penelitian ini di laksanakan dari bulan Januari 2015 – Mei 2015 Hasil Penelitian: Hasil penelitian dengan menggunakan Chi Square dengan derajat bebas =1 dan taraf signifikansi = 5% di peroleh nilai X2 = 5,089 lebih besar dari nilai X2 tabel = 3, 860. Dan dari perhitungan uji korelasi dengan Koefisien Kontingensi didapatkan C = 0,01 yang berarti antara bayi berat lahir rendah dengan sepsis neonatorum mempunyai hubungan yang kurang erat. kejadian BBLR yang disertai dengan SEPSIS 7.14%. kejadian BBLR yang tidak disertai SEPSIS dibandingkan semua kelahiran adalah sebesar 28,86% kejadian. Menurut hasil tersebut BBLR yang tidak disertai SEPSIS 4 kali lebih besar daripada kejadian BBLR yang disertai SEPSIS. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang kurang bermakna antara berat bayi lahir rendah dengan sepsis neonatorum.

Page 1 of 1 | Total Record : 8