cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2017)" : 8 Documents clear
PENGARUH SUBTYPE STROKE TERHADAP TERJADINYA DEMENSIA VASCULAR PADA PASIEN POST STROKE DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO Riyanto, Refni; Brahmadhi, Ageng
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1624

Abstract

Pendahuluan: Stroke adalah penyebab kematian tertinggi di wilayah perkotaan yang jumlahnya mencapai 15,9 persen dari proporsi penyebab kematian di Indonesia. Gangguan fungsional yang diakibatkan oleh stroke sangat beragam. Salah satunya adalah demensia, Demensia yang terjadi pasca serangan stroke diklasifikasikan ke dalam demensia vascular. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh subtype stroke terhadap terjadinya demensia vascular pada pasien penderita post stroke di RSUD prof. Dr. Margono Soekarjo banyumas. Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan cross sectional. Pnelitian ini dilaksanakan di poliklinik dan bangsal unit penyakit saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 5 Januari - 10 Februari 2015. Teknik sampling yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Dengan jumlah sampel 70 sampel dengan rincian 35 pasien post stroke iskemik dan 35 pasien post stroke hemoragik. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa dari 33 sampel pasien post stroke iskemik, 10 pasien (14,29 %) dengan gangguan demensia dan 25 pasien (35,71 %) yang tidak mengalami demensia. Sedangkan dari 35 sampel pasien post stroke hemoragik, didapatkan 29 pasien (41,23 %) dengan gangguan demensia dan 6 pasien (8,57 %) yang tidak mengalami demensia. Jumlah pasien yang mengalami demensia lebih banyak pada sampel pasien post stroke hemoragik daripada sampel pasien post stroke iskemik. Dengan nilai p: 0,05
Hambatan yang dirasakan oleh perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan di ruang perawatan intensif Mirwanti, Ristina; Agustina, Hana Rizmadewi; Nuraeni, Aan
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1619

Abstract

Latar Belakang :Luka tekan atau biasa disebut dekubitus merupakan salah satu masalah yang sering terjadi di rumah sakit termasuk ruang perawatan intensif. Kondisi pasien di ruang perawatan intensif meningkatkan risiko terjadinya luka tekan. Dampak dari luka tekan cukup buruk hingga dapat menimbulkan kematian. Pencegahan luka tekan merupakan hal penting yang dapat dilakukan perawat. Hambatan yang dirasakan perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan dapat memengaruhi keyakinan perawat, sehingga dapat memengaruhi intense dan perilaku dalam melaksanakan pencegahan luka tekan. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan yang dirasakan oleh perawat yang dapat memengaruhi keyakinan perawat dalam melaksanakan pencegahan luka tekan di ruang perawatan intensif. Metode:Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilakukan secara potong lintang. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat di ruang perawatan intensif Rumah Sakit X. Pengambilan sampel dengan total sampling dan didapat ukuran sampel 70 responden. Kuesioner yang digunakan berdaarkan kajian literatur. Analisa data dilakukan menggunakan distribusi frekuensi. Hasil dan Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebagian besar responden 64,28% (n = 70) merasakan adanya hambatan dalam melaksanakan pencegahan luka tekan. Kondisi pasien yang tidak kooperatif/ sakit parah/ hemodinamik tidak stabil merupakan hambatan yang paling dirasakan oleh perawat sebesar 97.78% (n=45). Perlu dilakukan upaya menghilangkan atau meminimalisir hambatan untuk meningkatkan keyakinan perawat mampu melaksanakan pencegahan luka tekan.
Perbandingan resiko terjadinya retiopati diabetik antara pasien hipertensi dan non hipertensi yang mengidap diabetes mellitus di RSUD Majenang Annisa, Yunia; Romdhoni, Fadhol
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1625

Abstract

Latar belakang: Retinopati diabetik adalah suatu kelainan retina karena perubahan pembuluh darah retina akibat diabetes, sehingga mengakibatkan gangguan nutrisi pada retina. Retinopati diabetik dapat terjadi pada sebagian besar pasien dengan diabetes mellitus (DM) yang telah berlangsung lama. Faktor risiko yang mempengaruhinya adalah kontrol glikemik yang buruk, ketergantungan pada insulin, proteinuria, nefropati, hyperlipidemia dan hipertensi. Di antara faktor risiko, hipertensi dapat mencapai dua kali lebih sering terjadi pada diabetes dibandingkan dengan penderita non diabetes, pada DMT1 hipertensi terdapat pada 10-30% penderita, sedangkan pada DMT2 30- 50% penderita mengidap hipertensi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalaha untuk mengetahui perbandingan resiko terjadinya retiopati diabetik antara pasien hipertensi dan non hipertensi yang mengidap diabetes mellitus di RSUD Majenang. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan cross sectional karena jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik. Penelitian ini dilaksanakan di RSUD Majenang pada tanggal 12 Januari sampai dengan 15 Juni 2015. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 orang yang di pilih dengan teknik sampling exhausted sampling. Tenik analisis yang di gunakan adlah uji chi kuadrat dengan menggunakan program SPSS 20 For Windows. Hasil : Hasil penelitian di dapatkan bahwa bahwa perbandingan pasien diabetes mellitus dengan hipertensi memiliki resiko mengalami retinopati 12 kali lebih besar dari pada non hipertensi dan peningkatan resiko tersebut secara statistik dengan signifikan (OR=12,3; CL=96% ;3,7 dengan 56,5 ). Kesimpulan: Pasien dengan hipertensi memiliki resiko untuk mengalami retiopatik diabetik dibandingkan dengan pasien non hipertensi.
Pengaruh hipertensi terhadap terjadinya stroke hemoragik berdasarkan hasil ct-scan kepala di instalasi radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Soewarno, Soegimin Ardi; Annisa, Yunia
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1626

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan faktor resiko yang kuat untuk terjadinya stoke hemoragik yang dapat dimodifikasi baik bagi laki‐laki ataupun wanita. Hipertensi dapat meningkatkan risiko untuk terjadinya stroke sekitar dua sampai empat kali. Tekanan darah tinggi merusak endotel dan menaikkan permeabilitas dinding pembuluh darah terhadap lipoprotein. Bila terjadi kenaikan tekanan darah sistemik, maka tekanan perfusi pada dinding kapiler menjadi tinggi. Pembuluh darah dapat pecah dan terjadi perdarahan di otak. Perdarahan pada otak ini dapat memberikan gambaran yang abnormal pada CT-Scan kepala berupa lesi hiperdens. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hipertensi terhadap terjadinya stroke hemoragik berdasarkan pemeriksaan kepala CT-Scan di Instalasi Radiologi RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Metode penelitian dalam penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik fixed disease sampling dengan lokasi di Bagian Radiologi dan Instalasi Rekam Medik RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo yang di dapatkan 90 responden. Instrumen penelitian menggunakan data klinis untuk melihat tekanan darah pasien dan data pemeriksaan CT-Scan kepala. Hasil: Hasil Penelitian di dapatkan bahwa berdasarkan Chi Square test (X²) dimana hasil X² hitung didapatkan 7,91 > X² tabel 3,969 dengan derajat kebebasan (db) 1 pada taraf signifikansi (α) = 5 % serta angka probabilitas 0,005 dan hasil analisis statistik Odd Ratio sebesar 4,76. Kesimpulan: Hipertensi berpengaruh terhadap terjadinya stroke hemoragik berdasarkan pemeriksaan CT-Scan Di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
Hubungan cemas dan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK) Nuraeni, Aan Nuraeni; Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1621

Abstract

Latar Belakang: Depresi menjadi faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pasien PJK. Faktor-faktor terkait depresi pada pasien PJK di Jawa Barat belum diketahui dengan jelas. Salah satu faktor yag diduga menjadi penyebab depresi adalah cemas. Cemas merupakan permasalahan psikososial yang sering dialami oleh pasien PJK dan seringkali tidak diperhatikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan cemas dengan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional cross sectional. Penelitian dilakukan di poli jantung pada 100 orang responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Kecemasan diukur menggunakan Zung self-Rating Anxiety Scale (SAS), sedangkan depresi diukur menggunakan instrumen Beck Depression Inverntory II (BDI-II) versi bahasa Indonesia. Hubungan antar variabel yaitu cemas dan depresi dilakukan dengan analisis data non-parametrik yaitu dengan uji Rank Spearman. Hasil dan Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara cemas dan depresi (r=0,371, p=0,000). Semakin tinggi kecemasan maka semakin tinggi pula tingkat depresi pada pasien PJK.
Hubungan antara usia kehamilan terhadap kejadian plasenta previa di RSUD prof. Dr. Margono Soekarjo Purbowati, Mustika Ratnaningsih; Kartika, Setya Dian
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1627

Abstract

Latar Belakang: Plasenta previa merupakan salah satu perdarahan antepartum. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebabnya. Ada beberapa faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya perdarahan antepartum diantara nya usia saat kehamilan. Ibu hamil yang umurnya telah lebih dari 35 tahun patut dicurigai akan mengalami perdarahan antepartum. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia kehamilan dengan terjadinya plasenta prevenia di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian ini menggunakan analitik dengan pendekatan crossectional. Penelitian ini dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo pada tangal 12 Mei – 12 Juni 2015. Sampel dalam penelitian ini adalah semua anggota populasi yang memenuhi kriteria retriksi diambil sebagai subjek penelitian Teknik pengambilan sampel adalah dengan menggunakan teknik sampel non random sampling yaitu purposive sampling. Analisis menggunakan Chi-square dan Odds Ratio. Terdapat 250 sampel. Hasil: Kehamilan di usia 20-35 tahun sebanyak 154 orang, sedangkan kehamilan usia >35 tahun sebanyak 96 orang. Kehamilan dengan usia >35 tahun yang mengalami plasenta previa sebanyak 20 orang (64,52 %) lebih banyak dibandingkan dengan usia 20-35 tahun yaitu sebanyak 11 orang (35,48 %). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan kejadian plasenta previa. Besar nilai Odds Ratio=3,86 yang diperoleh lebih besar dari satu (OR>1) Kesimpulan: Kehamilan >35 tahun merupakan faktor yang menyebabkan terjadinya plasenta previa adalah sebesar 3,86 kali daripada kehamilan usia 20-35 tahun.
Hubungan tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Semarang Kustriyani, Menik; Wulandari, Priharyanti; Chandra, Ade
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1623

Abstract

Latar Belakang: Studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Mijen Semarang, didapatkan 17 pasangan suami istri dari ibu primigravida trimester I, diperoleh dari ibu primigravida trimester I semua pernah mengalami morning sickness, sedangkan pada suami rata-rata mengatakan cemas, kadang gelisah, dan waspada saat istri mengalami morning sickness. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di Kelurahan Wonolopo kecamatan Mijen Semarang. Metode: Penelitian ini menggunakan survey analitik, dengan pendekatan waktu cross sectional, sampel diambil dengan teknik accidental sampling yang berjumlah 47 responden, data dikumpulkan melalui lembar kuesioner, dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan batas signifikan nilai alpha 0,05. Hasil: Hasil uji statistik diperoleh p = 0,002 Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat morning sickness pada ibu primigravida trimester I dengan tingkat kecemasan suami di Kelurahan Wonolopo Kecamatan Mijen Semarang.
Stigma dan dukungan keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Nasriati, Ririn
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1628

Abstract

Latar belakang: Gangguan jiwa adalah penyakit kronis yang membutuhkan proses panjang dalam penyembuhannya. Proses pemulihan dan penyembuhan pada orang dengan gangguan jiwa membutuhkan dukungan keluarga untuk menentukan keberhasilan pemulihan tersebut. Adanya stigma yang negatif terhadap ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dan keluarganya menyebabkan ODGJ dan keluarganya akan terkucilkan. Pada keluarga, stigma akan menyebabkan beban psikologis yang berat bagi keluarga penderita gangguan jiwa sehingga berdampak pada kurang adekuatnya dukungan yang diberikan oleh keluarga pada proses pemulihan ODGJ. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan stigma dengan dukungan keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Metode: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa di desa Nambangrejo sejumlah 25 responden. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang merawat orang dengan gangguan jiwa dengan jumlah 25 orang. Hasil : Hasil penelitian didapatkan stigma tinggi sejumlah 13 responden (52%) dan stigma rendah sejumlah 12 responden (47%). Sedangkan dukungan baik sejumlah 10 responden (40%) dan dukungan buruk sejumlah 15 responden (60%). Uji statistik dengan Fisher Exact didapatkan ada hubungan antara stigma dengan dukungan keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa dengan (p value=0,0082). Kesimpulan : stigma pada keluarga berhubungan dengan dukungan keluarga dalam merawat orang dengan gangguan jiwa sehingga perlu dilakukan edukasi dan sosialisasi gangguan jiwa di masyarakat untuk meminimalkan stigma keluarga yang tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8