cover
Contact Name
Agus Santosa
Contact Email
medisainsjurnal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
medisainsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto Kampus II Jl. Soeparjo Roestam Km 7 PO BOX 229 Purwokerto 53186 Telp (0281) 6844252
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
MEDISAINS
ISSN : 16937309     EISSN : 26212366     DOI : -
Core Subject : Health,
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-ilmu kesehatan merupakan sarana penyebarluasan ilmu pengetahuan, riset, teknologi dan inovasi dibidang kesehatan yang diterbitkan tiga kali dalam setahun (April, Agustus dan Desember). Jurnal Medisains adalah jurnal peer reviewed dan Open-Access yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Purwokerto dan di terbitkan dibawah Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3 (2017)" : 8 Documents clear
PENGETAHUAN DAN MOTIVASI MENINGKATKAN KEPATUHAN DIET PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Isnaini, Nur; Saputra, Muhammad Helmi Agung
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2077

Abstract

Latar Belakang: Salah satu penatalaksanaan untuk mencegah terjadinya komplikasi bagi pasien DM adalah terapi diet atau pengelolaan pola makan. Kepatuhan dapat sangat sulit dan membutuhkan dukungan, pengetahuan, dan motivasi agar menjadi biasa dengan perubahan yang dilakukan dengan cara mengatur untuk meluangkan waktu dan kesempatan yang dibutuhkan untuk menyesuaikan diri. Tujuan: Mengetahui pengaruh pengetahuan dan motivasi terhadap peningkatan kepatuhan diet pasien diabetes mellitus tipe II Metode: Metode penelitian Deskriptif Analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien DM Tipe 2 yang mengikuti prolanis di Puskesmas 1 Cilongok sebanyak 40 orang dengan teknik total sampling. Analisa data menggunakan analisa chi-square. Hasil: Sebagian besar pengetahuan responden adalah baik sebanyak 24 responden (60%). Sebagian besar motivasi responden adalah tinggi sebanyak 22 responden (55%). Sebagian besar kepatuhan responden adalah patuh sebanyak 21 responden (52,5%). Responden dengan pengetahuan baik memiliki prosentase dua kali lebih banyak yang patuh terhadap diet dari pada responden yang berpengetahuan kurang (RR: 2,1973, p
Pengetahuan, sikap, kebersihan personal dan kebiasaan pada santri penderita penyakit skabies di pondok pesantren Pratama, Tisna Sendy; Septianawati, Paramita; Pratiwi, Hadis
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2082

Abstract

Latar belakang: Skabies merupakan penyakit kulit parasitik yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei hominis. Penyakit tersebut masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia terutama pada populasi yang berisiko tinggi seperti pada lingkungan pesantren. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita skabies dari segi pengetahuan tentang, sikap, dan kebiasaan santri penderita penyakit skabies di pondok pesantren. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain survey terhadap 26 Santri yang menderita skabies di pondok pesantren Miftahul Huda Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, sampel diambil dengan teknik sampling konsekutif. Diagnosis didapatkan dengan pemeriksaan fisik, mikroskopik dan karakteristik pendeirta menggunakan kuesioner. Kuesioner mencakup penilaian tentang pengetahuan, sikap, kebersihan diri, dan kebiasaan. Analisis data menggunakan analisis deskriptif sederhana Hasil: Hasil penelitian menunjukkan frekuensi skabies tertinggi pada usia 13 tahun (33.3%) dan paling banyak pada perempuan (62.9%). Kejadian scabies paling banyak di derita responden dengan pengetahuan sedang (74,1%). Pada variable sikap, kejadian scabies diderita pada responden dengan sikap yang baik (59.3%). Pada kebersihan personal sebagian besar scabies diderita pada responden dengan kebiasaan personal sedang (63%) dan kebersihan buruk (48,1%). Kesimpulan: Kejadian scabies paling banyak diderita oleh santri dengan pengetahuan, sikap, kebersihan personal dan kebiasaan yang kurang
Hubungan kualitas mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien peserta jaminan kesehatan nasional Etlidawati, Etlidawati; Handayani, Diyah Yulistika
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2078

Abstract

Latar Belakang: Pengguna jasa pelayanan kesehatan di Puskesmas menuntut pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit secara fisik akan tetapi juga menyangkut kepuasan terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan dapat memberikan kenyamanan Semakin tinggi pelayanankesehatan yang diberikan maka akan semakin meningkat kepuasan pasien terhadap kinerja Puskesmas.. Tujuan: Mengetahui Hubungan mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien pengguna Jaminan Kesehatan Nasional Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian di Puskesmas Sokaraja 1. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Jumlah sampel yang di ambil sebanyak 98 responden, menggunakan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Data yang diperoleh diolah menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan mutu pelayanan kesehatan sebagian besar baik sebesar (61.2 %) dan Kepuasan pasien dapat diketahui bahwa 55.1% responden yang menyatakan puas. Hasil analisis uji Chi Square didapatkan ρ-value = 0,000 (< 0,05), yang artinya ada hubungan antara mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien peserta jaminan kesehatan.di Puskemas I Sokaraja. . Kesimpulan: Mutu pelayanan kesehatan mempunyai hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien peserta jaminan kesehatan.
Hubungan penerapan metode DASH (dietary approach to stop hypertension) dengan tingkat hipertensi Apriana, Rista; Rohana, Nana; Simorangkir, Yohanna
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2083

Abstract

Latar belakang: Prevalensi penderita hipertensi di Indonesia terus meningkat. Hasil Riskedas 2013 menunjukkan penduduk berusia 18 tahun yang mengalami hipertensi sebesar 26,4%. Peningkatan prevalensi hipertensi berbanding lurus dengan peningkatan usia. Data dinas Kesehatan kota Semarang tahun 2015 menyebutkan prevalensi hipertensi pada tahun 2025 akan meningkat dari 37% menjadi sebesar 42%. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi hipertensi dan faktor yang penting adalah pola makan/pola Diit. Diit yang paling efektif untuk mengontrol hipertensi adalah Diit DASH (Dietary Approach To Stop Hypertension). Tujuan: Mengetahui hubungan penerapan metode DASH dengan tingkat hipertensi pada lansia di KelurahanTambakharjo Semarang Barat. Metode: Jenis penelitian ini adalah non eksperimen research dengan desain cross sectional. Lokasi penelitian di Kelurahan Tambakharjo Semarang Barat. Populasi penelitian adalah seluruh lansia di Kleurahan Tambakharjo Semarang Barat, dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden yang diambil dengan teknik tehnik total sampling. Instrumen penelitian menggunkan kuesioner dan data di analisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebagian besar penerapan diit kategori baik sejumlah 18 orang (45,0%) dan sebagian besar lansia pada hipertensi stadium I sejumlah 17 orang (42,5%). Uji statistik korelasi Spearman rank menunjukkan hasil p value=0,000 dengan koefisien korelasi (r) = 0,686. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara penerapan metode DASH dengan tingkat hipertensi pada lansia
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Solok Sandra, Rhona; Sondari, Desy
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2079

Abstract

Latar Belakang: Kepuasan kerja merupakan sasaran penting dalam manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini disebabkan kepuasan kerja perawat relevan dengan peningkatan kinerja serta produktivitasnya dalam melakukan asuhan keperawatan di rumah sakit. Tujuan: Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja perawat di ruang rawat inap RSUD Solok Metode: Desain penelitian ini adalah descriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study yang dilakukan pada bulan Oktober 2015 – Maret 2016 di ruang inap Interne Pria, ruang Interne Wanita, ruang THT/Mata, ruang Bedah, ruang Neurologi dan ruang Paru RSUD Solok. Populasi penelitian adalah semua perawat pelaksana di ruang rawat inap sebanyak 70 orang, sampel penelitian (total sampling). Analisa data univariat dengan statistik deskriptif dan analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan 51,6% perawat pelaksana puas dengan pekerjaannya, 53,2% perawat memiliki motivasi kerja rendah, 51,6% perawat merasa lingkungan kerja baik dan 51,6% perawat merasa peran menejer kurang baik. Terdapat hubungan antara motivasi kerja, lingkungan kerja dan peran manejer dengan kepuasan kerja perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Solok tahun 2016 (p=0,000; p=0,000; p=0,001) Kesimpulan: Motivasi kerja, lingkungan kerja dan peran manejer berhubungan erat dengan kepuasan kerja perawat
Strategi self-management untuk meningkatkan professional behaviors Annisa, Rully; Wardaningsih, Shanti; Sari, Novita Kurnia
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2084

Abstract

Latar Belakang: Terdapat tiga aspek dengan bobot yang sama, yaitu: kognitif, psikomotor, dan soft skill atau professional behaviours sebagai aktivitas profesional yang harus dilakukan oleh perawat sebagai tenaga kesehatan dan menjadi salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh mahasiswa selama proses pembelajaran. Maka diterapkannya self-management dalam konseling agar mahasiswa dapat mengubah perilaku negatifnya dan mengembangkan perilaku positifnya. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan professional behaviours mahasiswa tingkat II program studi DIII keperawatan AKPER YKY pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah pelatihan self-management. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksprimen semu, yang melibatkan mahasiswa. Dengan Rancangan Penelitian Quasi Eksperimen Nonequivalent Control Group Design, satu diberikan perlakuan (kelompok intervensi) dan yang tidak diberi apa-apa (kelompok kontrol). Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan Incidental Sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah Paired T test dan Independent t Test. Hasil: Hasil penelitian secara kuantitatif untuk uji beda mean nilai professional behaviours setelah dilakukan pelatihan self management pada kelompok intervensi dan kontrol memiliki nilai p=0,643 (dimana p>0,05) dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Kesimpulan: Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan setelah pelatihan self management antara kelompok intervensi dan kontrol.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TEKNIK MENYUSUI DENGAN KEJADIAN BENDUNGAN ASI Impartina, Atiul
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2080

Abstract

Latar Belakang: Salah satu masalah pada masa nifas adalah payudara bengkak atau bendungan ASI. Bendungan ASI rata-rata terjadi pada hari ke 2 sampai 3 post partum, sebagian besar keluhan pasien adalah payudara bengkak, keras dan terasa panas. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui dengan kejadian bendungan ASI. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi 30 orang dan sampel 30 responden. Teknik pengambilan sampel consecutive sampling. Variabel independen teknik menyusui, variabel dependen kejadian bendungan ASI. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan Chi-square. Hasil: 76,7% ibu nifas kurang mengetahui tentang teknik menyusui dan sebanyak 73,3% responden pernah mengalami kejadian bendungan ASI (table 2). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang sigifikan antara pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui dengan kejadian bendungan ASI, p
Pengaruh tindakan pencegahan terhadap kejadian dekubitus pada lansia imobilisasi Sulidah, Sulidah; Susilowati, Susilowati
MEDISAINS Vol 15, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i3.2081

Abstract

Latar Belakang: Dekubitus merupakan masalah yang sering ditemukan pada lansia imobilisasi. Dekubitus berdampak pada penurunan kualitas hidup lansia. Seringkali dekubitus menimbulkan komplikasi infeksi yang bila pengelolaanya tidak adekuat bisa mengakibatkan bakteriemia hingga menyebabkan kematian. Tindakan pencegahan penting dilakukan guna mempertahankan kualitas hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh tindakan pencegahan terhadap kejadian dekubitus pada lansia imobilisasi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pre test – post test design. Populasi penelitian ini adalah lansia yang mengalami imobilisasi di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Besar populasi tidak diketahui secara pasti sehingga pengambilan sampel dilakukan dengan teknik non random sampling dengan metode consecutive sampling. Besar sampel 18 subjek yang diperoleh selama tiga bulan. Subjek diberikan intervensi berupa tindakan pencegahan dekubitus yang dilakukan oleh peneliti dan tim teknis. Instrumen penelitian berupa lembar observasi untuk membandingkan kondisi kulit sebelum dan sesudah intervensi. Teknik analisis yang digunakan adalah uji Wicoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pencegahan yang dilakukan dapat menghindarkan lansia imobilisasi dari kejadian dekubitus. Terjadi perbaikan kondisi kulit setelah tindakan pencegahan dibanding sebelumnya dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05. Kesimpulan: Penelitian ini mampu membuktikan manfaat tindakan pencegahan terhadap kejadian dekubitus pada lansia imobilisasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8