cover
Contact Name
Alfian Qomaruddin
Contact Email
alfian@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
rekayasa@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Universitas Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang - Kamal, Bangkalan Kode Pos 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
REKAYASA
ISSN : 02169495     EISSN : 25025325     DOI : https://doi.org/10.21107/rekayasa
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Science and Technology, In the the next year publication, Rekayasa will publish in two times issues: April and Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 504 Documents
ANALISA DSC TERHADAP SINTESIS PLASTIK HDPE–FLY ASH Muharrami, Laila Khamsatul
Rekayasa Vol 7, No 1: April 2014
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.463 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v7i1.2086

Abstract

Termoplastik merupakan polimer sintetik yang paling banyak diproduksi dan salah satu produksi termoplastik yang sedang naik daun adalah polietilen. Aplikasi termoplastik banyak dimanfaatkan oleh perusahaan plastik dan non-palstik. Perusahaan plastik biasa menggunakan termoplastik sebagai bahan pengemas, alat rumah  tangga, pembangunan, otomotif, listrik dan sebagainya.  Penelitian ini membuat film HDPE dengan filler fly ash dengan variasi konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% dengan harapan film plastic HDPE mempunyai ketahanan/ kekuatan terhadap degradasi termal. Analisa termal yang digunakan adalah DSC. Hasil penelitian menunjukkan adanya sebuah puncak yaitu pada suhu 132,50C dengan entalphi sebesar 211,4 mJ/mg pada sampel awal sedangkan pada film HDPE-filler 5% menunjukkan adanya sebuah puncak yaitu pada suhu 130,60C dengan entalphi sebesar 224,7 mJ/mg. Thermoplastic is a synthetic polymer most widely being produced and one of the production of thermoplastic that is rising, is polyethylene. Thermoplastic Application is used by many companies of plastics and non-plastics. Companies usually use thermoplastic plastics as packaging materials, household appliances, construction, automotive, electrical and so on. This study makes HDPE film with fly ash filler with varying concentrations of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20% in the hope of HDPE plastic films have resistance / strength against thermal degradation. Thermal analysis that is used was DSC. The results showed that a peak is at a temperature 132,50C with enthalpy of 211.4 mJ / mg at the start of the sample while the HDPE film-filler 5% indicates a peak that is at a temperature 130,60C with enthalpy of 224.7 mJ / mg.
Analisis Pemilihan Supplier Gabah dengan Metode Analitycal Network Proces (ANP) (Studi kasus: Gudang Baru Bulog Gunung Gedangan, Mojokerto) Amyriki, Marista; Mu’amar, Muhammad Fuad Fauzul; Hastuti, Sri
Rekayasa Vol 9, No 1: April 2016
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.708 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v9i1.3322

Abstract

Pemilihan pemasok merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam sebuah industri. Pemilihan pemasok yang baik dan tepat dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan kriteria dan subkriteria yang menjadi dasar pemilihan pemasok gabah dan mendapatkan alternatif pemasok gabah di GBB Gunung Gedangan, Mojokerto. Penentuan alternatif terbaik pada pemilihan pemasok gabah menggunakan metode Analitycal Network Process (ANP). Analisis kriteria terpilih pada penelitian ini didapatkan kriteria kualitas, kriteria pengiriman, kriteria fleksibilitas, kriteria responsibilitas dan kriteria service. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria kualitas mendapatkan bobot paling tinggi sebesar 0,53355, kriteria service (0,26417), kriteria pengiriman (0,10358), kriteria responsibilitas (0,06164) dan kriteria fleksibilitas (0,03705). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif pemasok yang tepat untuk perusahaan adalah UD. Satriya Sugih Waras dengan nilai 0,59073, kemudian UD. Sari Alam (0,28194) dan UD. Arto Moro (0,12733).
Kestabilan Kecepatan Mobile Robot pada Lintasan Mendatar, Tanjakan Serta Turunan Faikul Umam; Sri Wahyuni; Hairil Budiarto
Rekayasa Vol 12, No 2: Oktober 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.661 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i2.6396

Abstract

Mobile robot merupakan salah satu kategori robot yang memiliki fungsi untuk berpindah tempat. Pengembangan dari mobile robot yaitu implementasi perubahan lintasan mendatar¸ tanjakan serta turunan. Ketika robot berjalan terdapat gangguan tak terukur dari luar yang mempengaruhi respon sistem. Hal ini menyebabkan kecepatan robot berubah-ubah, sehingga dibutuhkan suatu mekanisme yang mampu membuat mobile robot menjaga stabilitas dan kemampuan jelajah untuk kestabilan kecepatan mobile robot. Penelitian ini menerapkan metode PID untuk mengatur servo berdasarkan input dari gyro Z, sehingga membuat mobile robot berjalan tanpa keluar dari lintasannya dengan nilai konstanta Kp = 5, Ki = 0 dan Kd = 1. Respon sistem mencapai stedy state dengan nilai servo 90°, dari detik ke-8 sampai detik ke-13,5. Mobile robot dapat menjaga kestabilan kecepatan ketika melewati lintasan mendatar, tanjakan serta turunan dengan menerapkan metode fuzzy logic controller dan kontrol PID dengan nilai konstanta Kp = 1,5, Ki = 0 dan Kd = 0,2. Respon yang diberikan oleh sistem mencapai steady state nilai kecepatan 0,88 pada detik ke-16,4. Sensor yang digunakan untuk mengetahui kemiringan lintasan yaitu sensor MPU6050 nilai gyro Y dan sensor rotary encoderMobile Robot Speed Stability on Flat Road, Upward and Descend TrajectoriesAbstractMobile robot is a robot that can move to other places. The development of a mobile robot is the implementation of changes in in flat, upward and descending trajectories. When robot runs there are immeasurable interference that affects the system response. This causes robot speed is change, so we need a solution for mobile robot to maintain stability and movement capability for stability the robot speed. This research applies the PID method to set the servo based on the input from the gyro Z, so as to make the mobile robot run without leaving its path with constant values Kp = 5, Ki = 0 and Kd = 1. This research applies PID method to set servo motor based on input from gyro Z, so as to make the mobile robot run on path with constant values Kp = 5, Ki = 0 and Kd = 1. The system response reaches steady state when the servo value is 90 °, from the 8th second to the 13.5th second. Mobile robots can maintain the stability of speed when flat road, upward, and descend trajectories by applying the fuzzy logic controller and PID control methods with constant values of Kp = 1.5, Ki = 0 and Kd = 0.2. The response given by the system reaches a steady state speed value of 0.88 at 16.4 seconds. The sensors used to determine the slope of the track are the MPU6050 Y gyro sensor and rotary encoder sensor.Keyword: mobile robot, MPU6050, rotary encoder sensor, fuzzy logic controller and PID control.
MODEL PENENTUAN KAWASAN EKOWISATA BAHARI DENGAN PEMANFAATAN DATA CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Wardhani, Maulinna Kusumo; Hidayah, Zainul
Rekayasa Vol 5, No 2: Oktober 2012
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.886 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v5i2.2117

Abstract

Pulau Gili Timur Bawean terletak di Kabupaten Gresik yang memiliki 3 ekosistem khas pesisir secara bersama-sama (ekosistem mangrove, lamun dan terumbu karang). Tujuan dari penelitian ini adalah memetakan potensi sumber daya alam pesisir Pulau Gili Timur Bawean dan menganalisa kesesuaian wilayah pesisir Pulau Bawean untuk dikembangkan sebagai obyek ekowisata bahari. Metodologi penelitian ini mengunakan metode survei dengan analisis kesesuaian kawasan ekowisata menggunakan skoring dan pembobotan. Potensi sumberdaya pesisir dan lautan Pulau Gili Timur Bawean Kabupaten Gresik antara lain persentase tutupan terumbu karang hidup mencapai 60% pada kedalaman 5 meter dan 37.70% pada kedalaman 10 meter, vegetasi mangrove dengan tegakan sekitar 300-400 pohon dengan luas kurang lebih sekitar 14.887,255 m2 (1.488 Ha), dan ekosistem lamun dengan persentase penutupan lamun kuran lebih 20%. Potensi ekowisata selam dan rekreasi pantai berada di sebelah barat, timur atau selatan pulau. Parameter yang paling mendukung daerah ini adalah terumbu karang yang indah dengan persentase tutupan karang dengan kategori baik, yaitu 50-65 %.
Pengembangan Media Kotak Cahaya Pelajaran IPA Materi Sifat-Sifat Cahaya Sholiha, Mariatus; Tamam, Badrud; Munawaroh, Fatimatul
Rekayasa Vol 10, No 1: April 2017
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.602 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v10i1.3602

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas, efisien, dan daya tarik media pembelajaran Kotak cahaya pada materi sifat-sifat cahaya. Penelitian ini  menggunakan model 4D yang terdiri dari 4 tahapan define, design, development dan dessiminate. Namun peneliti memodifikasi model 4D menjadi 3D, yakni tahap disseminate dalam penelitian ini tidak dilakukan karena keterbatasan waktu, biaya, dan tenaga. Instrumen dan media pembelajaran ini telah divalidasi oleh beberapa ahli yaitu ahli bahasa, ahli materi dan ahli media. Terdapat 3 uji coba penelitian yaitu uji coba perorangan, uji coba kelompok kecil, dan uji coba kelompok besar. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa persentase kelayakan media pembelajaran Kotak cahaya menurut ahli bahasa adalah 99,4% (sangat layak), ahli materi 90% (sangat layak), dan ahli media 86,9% (sangat layak). Efektivitas media pembelajaran Kotak cahaya diukur dari segi proses yang didapat dari tes hasil belajar yaitu pada uji perorangan 100% (sangat efektif), uji kelompok kecil 100% (sangat efektif), dan uji kelompok besar 95,4% (sangat efektif). Efisiensi media pembelajaran Kotak cahaya yang diperoleh dari hasil validasi ahli media mendapatkan persentase 87,5%. Sedangkan kemenarikan media pembelajaran Kotak cahaya diukur menggunakan angket siswa dengan persentase uji perorangan 98,3% (sangat menarik), kelompok kecil 94,6% (sangat menarik), dan kelompok besar 96,6% (sangat menarik). Berdasarkan hasil dari validasi ahli dan uji coba, media kotak cahaya layak untuk digunakan dalam pembelajaran IPA.Kata Kunci: Media Pembelajaran, kotak cahaya, materi Sifat-sifat Cahaya
Pengendalian Otomatis Cooling Water System pada Proses Pendinginan Turbin Gas Munadhif, Ii; Rinanto, Noorman; Afiqi, Muhammad
Rekayasa Vol 12, No 1: April 2019
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.313 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v12i1.4389

Abstract

Di dalam pembangkit listrik tenaga gas, terdapat proses pendinginan turbin gas yang disebut Cooling water system (CWS). Sistem ini berfungsi mendinginkan minyak pelumas pendingin turbin yang saat suhu tinggi dapat menyebabkan shut down pada pembangkit listrik. Proses pendinginannya yang manual menyebabkan sistem tersebut kurang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini mengusulkan sebuah inovasi purwarupa CWS otomatis. Perangkat kendalinya terdiri dari dua sensor thermocouple, sebuah papan kendali arduino, pompa air, 18 buah kipas sebagai pendingin dan heater sebagai perangkat gangguan saat pengujian. Sistem ini dilengkapi perangkat antarmuka untuk memudahkan dalam mengendalikan dan memonitoring sistemnya. Terdapat dua mode pengendalian sistem, yaitu mode manual dan mode otomatis. Kipas dapat dinyalakan sesuai kebutuhan pada mode manual, sedangkan mode otomatis sistem pendingin menyalakan sejumlah kipas berdasarkan tingkat kenaikan suhu. Suhu 35oC dipilih sebagai setpoint pada sistem ini. Pengujian sistem menunjukkan bahwa semakin tinggi suhu inlet pada CWS, maka semakin lama waktu yang diperlukan untuk menstabilkan sistem.
DESAIN PENGATUR BEBAN ELEKTRONIK MENGGUNAKAN KONTROL SUDUT PENYALAAN (FIRING ANGLE) PADA GENERATOR PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO (PLTMH) Miftachul Ulum; Achmad Fiqhi Ibadillah; Diana Rahmawati
Rekayasa Vol 8, No 2: Oktober 2015
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.194 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v8i2.2063

Abstract

PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro) dibangun setelah melalui studi kelayakan yang matang dengan parameter: debit air, ketinggian, jenis generator dan lain-lain, sehingga pada saat diberi beban maksimum maka generator masih mampu menghasilkan tegangan dan frekuensi yang sesuai dengan standar. Tetapi PLTMH belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga perubahan beban pada konsumen menyebabkan terjadinya fluktuasi tegangan dan frekuensi karena kecepatan generator akan cenderung berubah-ubah pula, dan dalam kenyataannya perubahan yang terjadi tidak dapat dimonitor setiap saat. Perubahan beban yang sering terjadi pada sebuah PLTMH dapat mengakibatkan kestabilan frekuensi menjadi terganggu. Selain itu juga dapat mengakibatkan roda gerak berputar lebih cepat. Akibatnya frekuensi listrik akan naik dan bila terlalu tinggi akan membahayakan peralatan listrik konsumen. Oleh karena itu, untuk menunjang kinerja PLTMH ini, pengaturan atau pengendalian frekuensi sangat diperlukan agar selalu berada pada daerah kerja antara 49 Hz – 51 Hz. Tujuan makalah ini untuk merancang sistem kontrol pembagi beban elektronik menggunakan kontrol sudut penyalaan (firing angle) pada generator pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), agar beban dari generator dalam hal ini adalah beban konsumen tidak mengalami kerusakan dengan menggunakan mikrokontroler ATMega 16. Pengendalian beban dimaksudkan untuk menjaga kestabilan energi listrik yang dihasilkan oleh generator. Dengan bekerjanya triac maka jika terjadi penurunan daya pada konsumen, sisa daya akan mengalir ke beban komplemen, sehingga daya generator senantiasa tetap walaupun beban konsumen mengalami perubahan. Hasil pengujian alat menunjukkan jika beban uji berkisar antara 205 Watt sampai dengan 213 Watt maka frekuensi beban berkisar antara 49 Hz sampai dengan 51 Hz.MHP (micro hydro power plant) built with a study using the parameters: water flow, heights, types of generators and others, so that when given the maximum load the generator is able to generate a voltage and frequency in accordance with the standard. But the MHP has not been utilized to the maximum so that the change in the burden on consumers caused fluctuations in voltage and frequency as the speed of the generator will tend to vary as well, and in fact the changes can not be monitored at all times. Load changes that often occur at a frequency stability of MHP can result becomes impaired. It also can result in motion the wheels spin faster. As a result, the electricity frequency would endanger consumer electrical appliances. Therefore, to support the performance of this MHP, we need frequency control to keep this always be on the working area between 49 Hz - 51 Hz. An Electronic Load Controller (ELC) is an electronic device that keeps the speed of synchronous generator constant at varying load conditions. The generator is driven by unregulated turbine with constant power output and a dummy ballast load is connected across the generator terminals to dump the excess of power generated. When the consumer’s load changes, frequency of generated voltage changes. This research deals with the electronic load control settings prototype using a microcontroller ATMega 16. Load control is used to reduce the overloading of the generator by using firing angle control. The triac is used to control the power consumed by ballast of each phase and the change in load in one phase doesn’t affect the dummy power consumption of other phases. The test result show if load testing tools ranging from 205 Watts to 213 Watts then load the frequency range between 49 Hz to 51 Hz.
PENGGUNAAN SOFTWARE IMAGE-J UNTUK PENGHITUNGAN DAN VISUALISASI 3D TUTUPAN BIOFILM VIBRIO CHOLERAE EL TOR PADA KONDISI TUMBUH BERBEDA Prihanto, Asep Awaludin
Rekayasa Vol 4, No 2: Oktober 2011
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1488.895 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v4i2.2335

Abstract

Biofilm adalah sekumpulan mikroorganisme yang menempel dalam suatu permukaan dengan perantara matrik eksoplisakarida. Mikroorganisme dalam bentuk biofilm ternyata menjadi sumber kontaminasi sekunder di dalam produk pangan. Kenyataan ini menjadi latar belakang utama bagi peneliti mikrobiologi pangan untuk mempelajari biofilm. Penelitian biofilm bagi sebagian peneliti sangat identik dengan kerumitan proses penghitungan dan visualisasi penutupan permukaan substrat penempelan bakteri. Penelitian ini ditujukan untuk menghitung dan memvisualisasikan biofilm dengan cara sederhana dan mudah melalui software image-J. Pada penelitian ini beberapa faktor lingkungan seperti pH, suhu, dan kondisi kultur telah diujicobakan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap pembentukan biofilm Vibrio Cholerae El Tor. Pembentukan biofilm dihitung berdasarkan angka tutupan (Biofilm Coverage Rate) yang kemudian divisualisasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pH, suhu, salinitas dan kondisi kultur mampu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan biofilm Vibrio Cholerae El Tor. Image-J mampu menghitung dan menggambarkan angka tutupan dengan baik dan dapat dijadikan alternatif software analisis biofilm bakteri. Kata kunci: image-J, biofilm, Vibrio Cholera El Tor AbstractBiofilms are microorganisms that attached to a surface with eksoplisakarida matrix. Microorganisms in a biofilm was known to be a secondary source of contamination in food products. This fact trigger many scientist and food microbiologist conducting research biofilms. Research in biofilm for many researchers are identical with the complexity of the assaying and visualizing surface-covered area of biofilm.. This study was aimed to calculate and visualize biofilms in a simple and easy way through software image-J. In this study several environmental factors such as pH, temperature, and culture conditions have been tested to determine its influence on biofilm formation of Vibrio Cholerae El Tor. Biofilm formation was calculated based on Biofilm Coverage Rate (BCR) and then was visualized. The results showed that pH, temperature, salinity and culture conditions had a significant influence on the formation of Vibrio Cholerae El Tor biofilm. This result illustrated that Image-J can be able to calculate and to precisely describe the BCR visualization, therefore it can be used as alternatives software for bacterial biofilms analysis. Key words: image-J, biofilm, Vibrio Cholera El Tor
Studi Life Cycle Assessment Produksi Gula Tebu : Studi Kasus di Jawa Timur Sirait, Marudut
Rekayasa Vol 13, No 2: August 2020
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.11 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v13i2.5915

Abstract

Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengidentifikasi potensi dampak lingkungan selama proses produksi gula tebu di Jawa Timur Indonesia. Studi ini menggunakan pendekatan Life Cycle Assesment (LCA) untuk mengevaluasi dampak  lingkungan selama proses produksi gula dari tebu. Analisis LCA fokus pada pengolahan tebu menjadi gula, yang terdiri dari proses persiapan, proses miling, centrifugal separation, proses clarification, proses evaporation, dan proses crystalization. Hasil Life Cycle Impact Assessment (LCIA) diekpresikan dengan metode EDIB 2003, menunjukkan bahwa dampak lingkungan yang paling signifikan terhadap penurunan kualitas lingkungan adalah  global warming, acidification, eutrofikasi, human toxicity air, dan ozone depletion. Selanjutnya, proses produksi gula yang paling besar kontribusnya pada dampak lingkungan adalah proses penggilingan/miling, diikuti oleh proses centrifugal seperation,proses clarification, proses crystallization,proses evaporation, dan proses preperation untuk semua kategori dampak lingkungan.Life Cycle Assessment Study of Sugarcane: The case of East JavaABSTRACTThe purpose of this paper is to identify potential environmental impacts during the process of sugarcane production in East Java, Indonesia. This study utilized Life Cycle Assessment (LCA) approach to evaluate the environmental impact during the manufacturing of sugar cane. LCA analysis focuses on processing sugarcane, which consists of the preparation process, the milling process, centrifugal separation, the clarification process, the evaporation process, and the crystalization process. The Life Cycle Impact Assessment (LCIA) was expressed by the EDIB 2003 method. The result showed that the most significant environmental impacts on environmental degradation were global warming, acidification, eutrophication, human toxicity of water, and ozone depletion. Furthermore, the production process with the greatest contribution to environmental impact were the miling process, followed by centrifugal seperation process, clarification process, crystallization process, evaporation process, and preperation process for all categories of environmental impacts.Keywords: Environmental Impact, Energy, Sugarcane, Global Warming, Life Cycle Assessment
Keanekaragaman, Keseragaman, Dan Dominasi Bivalvia Di Muara Sungai Porong Sebagai Area Buangan Lumpur Lapindo Insafitri, Insafitri
Rekayasa Vol 2, No 1: April 2009
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (922.52 KB) | DOI: 10.21107/rekayasa.v2i1.2189

Abstract

Porong river is area for dumping of Lapindo mud that have heaavy metal exit thresshold value such as Cd 10,45 ppm, Cr 105,44 ppm, As 0,99 ppm, dan Hg 1,96 ppm. This area estimated influence to structure communi of bivalvia as bioindikator organism. Objectives of this study is estimate stucture comunity of bivalvia in the dumping area of Lapindo mud. Study observe 3 locations and and analyze the abundance, index biodiversity, index uniformity, index aominition. Result of this study snows that no bivalvia found in the dUmping area of Lapindo mud and this area has low biodiversity, uniformity of population is very low, and no species dominate this area. Conclusion of this stuay this area categorized as not good condition.Key words: structure comunity, bivalvia

Page 11 of 51 | Total Record : 504