cover
Contact Name
Yanuar Burhanuddin
Contact Email
yanuar.burhanuddin@eng.unila.ac.id
Phone
+6285658980260
Journal Mail Official
jurnal.mechanical@eng.unila.ac.id
Editorial Address
Gd. H Lt.2 Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung Jl. Prof. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Mechanical
Published by Universitas Lampung
ISSN : 20871880     EISSN : 24601888     DOI : https://doi.org/10.2960/mech
Jurnal Mechanical (eISSN 2460 1888 and pISSN 2087 1880), is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by University of Lampung and managed by Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering for publishing two periods a year, in March and September .
Articles 234 Documents
Keramik Mullite Berbahan Fly Ash, Al Dross, Basalt Terhadap Temperature Sintering Uji X-RF dan X-RD F Ardiyansyah; T O Rajagukguk
JURNAL MECHANICAL Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keramik Mullite merupakan material campuran oksida yang terdiri dari Al2O3 dan SiO2 dengan gabungan 3Al2O3+2SiO2 dengan melakukan proses pencampuran sintetis. Adapun tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui unsur dan fasa yang terdapat pada keramik mullite. Bahan dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah fly ash, alumunium dross, dan basalt yang didapat dari Kabupaten Lampung Timur, Propinsi Lampung. Komponen tersebut dilakukan dengan cara pencampuran dengan menggunakan parameter perbandingan rasio, kemudian dilakukan perlakuan panas sintering dengan variasi Temperatur 600 oC, 900 oC, dan 1200oC selama 4 jam. Pengujian yang dilakukanda untuk melihat unsur keramik mullite menggunakan pengujian X-Ray Flourences (X-RF). Sedangkan untuk melihat fasa mullite menggunakan pengujian X-Ray Diffaction (X-RD). Penambahan fly ash, Alumunium Dross, dan Basalt akan berpengaruh terhadap unsur Al2O3 keramik mullite. Dari hasil pengujian X-Ray Flourences (X-RF) nilai tertinggi unsur Al2O3 terdapat pada sampel 1 dengan persentasi 41,062% dengan komposisi 40% flay ash, 60% alumunium dross pada Temperatur 6000C. Sedangkan nilai terendah unsur Al2O3 dengan persentasi 28,381% terdapat pada sampel 9 dengan komposisi 60% flay ash, 30% alumunium dross, 10% basalt dengan suhu 1200oC. Penambahan basalt akan memepengaruhi unsur Al2O3 akan menurun, sedangkan unsur Fe3C yang semakin meningkat. Keramik Mullite yang berbahan dasar fly Ash, Alumunium Dross, dan Basalt terhadap variasi Temperature Sintering mendapatkan Fasa Mullite lebih dominan dengan persentasi 90,4% pada temperatur 1200oC dengan komposisi 50% flay ash, 45% alumunium dross, dan 5% basalt. Dari hasil pengujian X-Ray Diffaction (X-RD) semakin tinggi temperatur maka fasa mullite lebih dominan dari pada fasa yang lainya.Kata kunci: Keramik Mullite, Fly Ash, Basalt, Alumunium Dross, X-Ray Diffaction (X-RD), X-Ray Flourences (X-RF)
Uji Kinerja Dan Karakteristik Alat Pengering Tepung Aci Singkong Tipe Tray Dryer P N Putinela; S A Rafi; R Ramadhan; G A Ibrahim; A Hamni; T. Tarkono; N Tanti
JURNAL MECHANICAL Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Singkong adalah makanan pokok ketiga setelah padi dan jagung bagi masyarakat Indonesia. Singkong dapat dibuat kedalam bentuk tepung untuk kemudian diolah menjadi beraneka olahan makanan. Salah satu tujuan pengeringan tepung singkong adalah memperpanjang umur simpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa terbaik dari alat pengering tepung aci singkong tipe trar dryer yang dimana untuk mendapatkan performa terbaik dilakukan pengujian dengan beberapa parameter agar mendapatkan kondisi optimal untuk waktu pengeringan dan laju pengeringan pada alat pengering tepung aci singkong menggunakan metode Taguchi dengan bantuan software Minitab 19. Penelitian ini dilakukan sebanyak 9 kali percobaan sesuai Orthogonal Array dengan parameter berat 20kg, 25kg , 30kg; temperatur 55⁰C, 60⁰C, 65⁰C; dan bahan bakar kayu bakar, tempurung kelapa, gas LPG . Waktu yang dibutuhkan dengan kondisi yang optimal adalah sebesar 300 menit, dan laju pengeringan yang dibutuhkan dengan kondisi yang optimal adalah sebesar 0,0233 KgH2O/min. Setelah didapatkan kondisi optimal pada waktu dan laju pengeringan berdasarkan hasil respon parameter terbaik diperoleh kondisi yang optimal dengan parameter berat yaitu 20kg, parameter temperatur yaitu 65⁰C, dan parameter jenis bahan bakar yaitu tempurung.Energi listrik yang diperlukan dengan kondisi yang optimal adalah sebesar 1215 kJ, energi yang dibutuhkan untuk memanaskan dan menguapkan air bahan dengan kondisi yang optimal adalah sebesar 1133,735 kJ. efisiensi pengeringan dengan kondisi yang optimal adalah sebesar 93,3 %, dan biaya konsumsi bahan bakar dengan kondisi yang optimal adalah sebesarRp.32.000,-.Kata kunci: Alat pengering tipe tray dryer, Metode Taguchi, Tepung aci singkong
Perilaku Perambatan Retak Fatik Stainless Steel 304 yang Dilapisi Aluminium Celup Panas Secara Eksperimental dan Numerikal Nanda, F; Badaruddin, M
JURNAL MECHANICAL Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa perambatan retak fatik stainless steel 304 yang dilapisi aluminium dengan metode hot-dip secara ekperimen dan numerikal untuk mengetahui perubahan sifat mekanik pada SS304 serta memprediksi hasil uji fatik secara metode numerik yang berbasis program CFD dengan hasil secara ekperimen. Hasil simulasi siklus perambatan retak fatik menunjukkan hasil yang sama. SS 304 dengan difusi 1 jam memiliki siklus terpendek yaitu pada data simulasi terjadi retakan di siklus 8778 dengan Panjang retak 0,703 mm, sedangkan untuk hasil eksperimen retakan terjadi di siklus 5000 dengan panjang retak 0,267 mm. Lalu SS304 tanpa pelapisan memiliki siklus terpanjang yaitu, retakan pada hasil simulasi terjadi di siklus 20351 dengan Panjang retak 0,6787 mm, sedangkan pada data hasil eksperimen awal retakan di siklus 8700 dengan Panjang retak 0,6 mm. Berdasarkan analisis laju perambatan retak fatik dan tegangan, pemberian perlakuan difusi pada SS304 memberikan dampak baik untuk umur kelelahan maupun tegangan untuk merambatkan retak. Kekuatan dan plastisitas SS304 terdegradasi oleh perlakuan aluminisasi. Setelah perlakuan, SS304 menunjukkan keuletan yang lebih tinggi dan kekuatan yang lebih rendah.Kata kunci: Stainless steel, aluminium celup panas, perambatan retak fatik, ansys
Investigasi Umur Fatik Aluminium 7075-T7 Yang Mengalami Korosi Air Laut Yasin, H; Badaruddin, M; Sukmana, I; Zulhanif, Z.; Savetlana, S
JURNAL MECHANICAL Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menginvestigasi umur fatik paduan Al 7075-T7 yang telah terkorosi air laut yang mengadung 3.5% garam NaCl.  Pengujian laju korosi dilakukan dengan merendam spesimen ke dalam air laut yng dikondisikan bergerak secara siklon pada kecepatan putar konstan 600 rpm selama 168 jam. Uji fatik dilakukan pada 3 level pembebanan yang berbeda dengan frekuensi sama (f = 10 Hz) untuk spesimen yang terkorosi selama 24 jam dan 48 jam. Uji perambatan retak dilakukan untuk spesimen yang terkorosi selama 24 jam dan tidak terkorosi. Hasil menunjukan bahwa spesimen yang terkorosi air laut mengalami signifikan penurunan umur fatik. Selain itu spesimen yang terkorosi juga mengalami peningkatan laju perambatan retak fatik. Interaksi korosi awal dan pembebanan fatik, dimana pembentukan endapan partikel presipitasi yang mengandung elemen logam Cu, Fe, Mn, Zn, dan Mg yang terbentuk dalam batas butir dan matriks alumnium dipercaya menjadi pemicu mekanisme korosi galvanis. Patah belah yang dialami oleh matriks dan partikel presipitasi serta striasi ditemukan pada spesimen yang terkorosi mengungkapkann bahwa mekanisme perambatan retak fatik menjadi lebih kompleks.Kata kunci: Al 7075, korosi air laut, korosi fatik, perambatan retak, presipitasi
Pengaruh Variasi Temperatur Artificial Aging Pada Aluminium 6061 Terhadap Sifat Kekerasan Dan Strukur Mikro Zulhanif, Z.; Hasymi, Z
JURNAL MECHANICAL Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh temperatur artificial aging terhadap sifat kekerasan dan struktur mikro Al6061. Pada penelitian ini digunakan sampel aluminium seri 6061 yang diberi perlakuan panas pada suhu 450 °C selama 30 menit kemudian di quenching dengan media pendingin air. Kemudian dipanaskan dengan perubahan suhu 150 °C, 190 °C dan 230 °C dengan waktu penahanan 5 jam. Sampel kemudian didinginkan perlahan sampai suhu kamar.Hasil uji komposisi kimia menggunakan Spectromax menunjukkan bahwa persentase Al adalah 95,1%, Mg 1,5% dan Si 1,07%. Hasil uji kekerasan menggunakan alat uji kekerasan Rockwell menunjukkan nilai kekerasan tanpa perlakuan panas menunjukkan nilai kekerasan sebesar 24,5 (HRB) dan nilai kekerasan setelah quenching sebesar 21,4 (HRB). Nilai kekerasan tertinggi selama pemanasan terdapat pada perubahan suhu 190 °C dengan nilai kekerasan 3,1 (HRB), yang menunjukkan peningkatan nilai kekerasan pada suhu 190 °C dibandingkan dengan nilai kekerasan material tanpa perlakuan panas oleh 74,9. Pengujian struktur mikro menunjukkan bahwa material Al6061 setelah proses artificial aging pada suhu 190 °C memiliki jumlah fasa yang lebih banyak, dan batas butir Al6061 cenderung lebih rapat dan teratur. Artinya material yang diproses dengan artificial aging memiliki deposit atau pembentukan fase kedua yang mengeraskan material dan memiliki sifat mekanik yang lebih baik.Kata kunci: Aluminium 6061, Artificial aging, Nilai kekerasan, Struktur mikro, Sifat Mekanik
PEMBUATAN BIOPELET DENGAN MESIN EXTRUDER BERBAHAN BAKU LIMBAH PENYULINGAN BUAH PALA Ibrahim, Gusri Akhyar
JURNAL MECHANICAL Vol 15, No 2 (2024): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fossil energy is running low, causing an increase in the selling price of fossil fuels. This causes the global community to become aware and consider using renewable fuels which are more environmentally friendly. Utilizing nutmeg refining waste into biopellets can be a solution for managing waste and producing alternative fuel. This research focuses on utilizing nutmeg refining waste into biopellets with a mixture of 0%, 3% and 5% tapioca flour using an extruder machine with engine rotation speeds of 1700 RPM and 2800 RPM. The aim of this research is to determine the composition of the adhesive mixture and the engine rotation speed to obtain optimal heating value. The materials in this research were solid waste from nutmeg distillation and tapioca as adhesive. Making biopellets uses 2 treatments, namely 3 variations of adhesive mixture (0 gram, 90 grams, 150 grams) and 2 variations of machine rotation speed (1700 RPM and 2800 RPM). Meanwhile, the tools used are a pellet printing machine, tachometer, digital balance and caloribomb. The results obtained from testing the calorific value in this study were sample A 5,094.27 cal/g, Sample B 5,603.14 cal/g, Sample C 5,346.24 cal/g, Sample D 5,604.85, Sample E 5,789.10 cal/g, Sample F 5,571.65. So it can be concluded that the addition of adhesive and the engine rotation speed on the extruder machine affect the heating value obtained. Keywords: Biopellets, Extruder Machine, Nutmeg Refining Waste, Calorific Value
Vol 13, No 2 (2022): September 2022 Amrizal, Amrizal
JURNAL MECHANICAL Vol 13, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Experimental Study of the Effect of Blade Shape on the Performance of Darrieus Turbines. Sinaga, jorfri Boike
JURNAL MECHANICAL Vol 15, No 1 (2024): JURNAL MECHANICAL
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents an experimental study on the effects of blade shape on the performance of a straight-bladed hydrokinetic turbine of the Darrieus type. The blade shapes used are RISO A-832, NACA 63-818, and NREL S833. The tested turbine has a diameter of 20 cm, a height of 20 cm, a chord length of 8.3 cm, and three blades. Testing was conducted with variations in flow rates of 0.064  m3/s, 0.008  m3/s , and 0.094  m3/s . The test results show that the maximum efficiency of 20.53 % achieved by the RISO A-832 blade shape is better compared to the NACA 63-818 and NREL S833 blade shapes, which yielded maximum efficiencies of 17.31 % and 14.29 %, respectively, at a flow rate of 0.094  m3/s .
Pembuatan Alat Uji Kompresi Cangkir Plastik Menggunakan Load cell dengan Penguat HX711 dan Akuisisi Data dengan Arduino Data Logger Martinus, M.; Panuju, A YT; Burhanuddin, Y; Harun, S; Irawan, F; Muhammad, M A
JURNAL MECHANICAL Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemakaian plastik sebagai wadah minuman tidak dapat dihindari karena harganya yang murah dan banyak kelebihannya, di antaranya ringan, praktis, tahan karat, dan mudah didapatkan. Salah satu aspek syarat mutu yang harus diperhatikan dalam pembuatan cangkir menurut Standar Nasional Indonesia (2004) yaitu uji kompresi. Kekuatan kompresi adalah penentu ketahanan cangkir terhadap suatu beban yang akan diterima hingga mencapai perubahan bentuk. Alat uji kompresi cangkir menjadi penting untuk dibangun dan dipergunakan untuk mengetahui kekuatan cangkir terhadap beban yang diterima. Hal ini akan menjadi dasar bagi uji kualitas berbagai cangkir plastik atau gelas plastik yang ada di pasaran. Alat uji dibuat dengan menggunakan penekan manual dengan mekanisme engkol dan sekrup dengan sensor gaya load cell serta akuisisi data menggunakan data logger berbasis Arduino. Alat uji dapat berfungsi dengan baik dari pengujian dan kalibrasi yang dilakukan. Hasil uji yang dilakukan pada ketiga merek minuman dalam kemasan didapatkan bahwa cangkir plastik dengan merek Tripanca lebih baik dari merek Teh Gelas dan merek Great. Merek Tripanca memiliki tahanan kompresi sebesar 1,65 kgf, sementara tahanan kompresi merek Teh Gelas hanya 1,36 kgf serta tahanan kompresi minuman kemasan Merek Great hanya 1,27 kgf.Kata kunci: Alat uji kompresi, cangkir plastik, load cell, data logger
Kajian Eksperimental Unjuk Kerja Model Sistem Pembangkit Listrik Menggunakan Turbin Helik Bentuk Sudu NACA 0033 Sinaga, J B; Suudi, A; Susila, M D; Admiral, R; Sugiman, S
JURNAL MECHANICAL Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Mechanical
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents an experimental study of a power generation system model that uses a helical turbine with NACA 0033 blades. The helical turbine has a diameter of 1 meter, a length of 1.2 meters, and three blades. Each blade has a chord length of 41.8 cm and an inclination angle of 62 degrees. Tests were conducted to harness the water flow energy in the Way Tebu irrigation canal in Banjar Agung Udik Village, Tanggamus Regency. The test results show that the power generation system model, operating at water flow velocities of 0.398 m/s, 0.491 m/s, and 0.548 m/s, generates electrical power outputs of 13.705 W, 20.987 W, and 34.63 W, with corresponding efficiencies of 36.22%, 32.74%, and 34.67%.Keywords: power plants helical turbine kinetic energy