cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Masyarakat (JKM) CENDEKIA UTAMA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
PENERAPAN HAZARD ANALISIS CRITICAL CONTROL POINTS (HACCP) PADA PROSES PRODUKSI KECAP DI BASTON FOOD KUDUS Milna Andelina; Eko Prasetyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2015
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.002 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v3i3.111

Abstract

Masalah keamanan pangan masih merupakan masalah penting dalam bidang pangan di Indonesia, dan perlu mendapat perhatian khusus dalam program pengawasan pangan. Maka dari itu dikembangkan suatu keamanan pangan yang disebut Analisis Bahaya dan Pengendalian Titik Kritis atau HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) yang merupakan suatu tindakan preventif yang efektif untuk menjamin keamanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengambarkan penerapan Hazard Analysis Critical Control Points (HACCP) pada proses produksi kecap di Baston Food. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan induktif. Penelitian ini dilakukan pada bulan juni sampai September 2013 di Baston Food Kudus. Informan dalam penelitian ini sebanyak 6 orang, teknik pengumpulan data dengan melakukan indepth interview. Simpulan dari penelitian ini hasil indepth interview  adalah kurangnya pengetahuan HACCP, sikap HACCP, program K3 dan penerapan HACCP. Sehubungan dengan hal tersebut penting  bagi perusahaan khusunya karyawan diberikan sosialisasi tentang K3 dan HACCP agar dapat meningkatkan informasi tentang K3 dan HACCP. Dan mengetahui seberapa pentingnya pelaksanaan K3 dan HACCP.Kata kunci: Hazard Analisis Critical Control Point (HACCP), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
MENGGALI KEFEKTIFAN PERAN IBU DENGAN ANAK USIA PRA SEKOLAH SELAMA BERADA DI RUTAN KUDUS Aliani Nailil Izzah; Sri Hindriyastuti
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.297 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v5i2.200

Abstract

Anak prasekolah merupakan individu yang memiliki potensi luar biasa. Potensi tersebut akan menjadi kompetensi manakala mendapatkan perawatan yang optimal yang mencakup makanan, kesehatan, perhatian, kasih sayang dan pendidikan yang memadai. Maka dari itulah peran ibu disini sangatlah penting bagi anak pada usia pra sekolah. Akan tetapi, peran ibu tersebut mengalami kendala ketika seorang ibu harus berada di dalam lembaga permasyarakatan (rutan). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran narapidana wanita sebagai ibu yang dijalankan ketika berada dalam rutan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif dan menggunakan pendekatan fenomenologi. Subjek penelitian ini adalah peran narapidana sebagai ibu. Pengambilan sampel tersebut dilakukan dengan tekhnik purposive sampling, Jumlah informan yang diambil dalam penelitian ini 3 orang narapidana wanita. Dalam pengumpulan data peneliti juga menggunakan alat pengumpul data seperti format pedoman wawancara, buku tulis dan bolpoint dan alat penunjang lainnya seperti alat perekam. Hasil dari penelitian sesuai dengan tema-tema yang telah peneliti bahas yang menurut informan dalam melakukan perannya sebagai ibu sangatlah penting, namun karena keterbatasan yang ada saat dalam rutan membuat para ibu tidak lagi melakukan perannya dalam perawatan fisik, dan mengajarkan anak berbahasa yang baik, dan perannya sebagai pendidik yang lebih ditekankan sebagai pendidik akhlak. Semua peran itu hanya dapat diajalankan para ibu melalui fungsi kontrol saja. Hasil penelitian sesuai dengan tema-tema yang sudah peneliti tentukan untuk lebih mendalami peran narapidana wanita sebagai seorang ibu seperti pada pembahasan yang meliputi : (a)Peran narapidana wanita sebagai seorang ibu dalam perawatan fisik, (b)Peran wanita sebagai seorang ibu dalam mengajarkan anak berbahasa, (c)Peran wanita sebagai seorang ibu sebagai pendidik (Pendidik Akhlak). Kata Kunci: Ibu, peran ibu, anak usia pra sekolah, Rutan
PENGARUH TARIAN TEPUNG SELACI PUPUT TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ervi Rachma Dewi
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1384.328 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v5i1.181

Abstract

ABSTRAKPeningkatan kualitas hidup anak salah satunya ditentukan oleh penanaman perilaku kesehatan anak sejak dini. Perilaku anak sekolah sangat bervariatif, bila tidak dikenali dan ditangani sejak dini, gangguan kesehatan ini akan mempengaruhi prestasi belajar dan masa depan anak.Beberapa kebiasaan anak yang bisa mempengaruhi perilaku kesehatan pada anak salah satunya yaitu kebiasaan mencuci tangan. Studi pendahuluan yang dilakukan di SDN 4 Terban diketahui bahwa seluruh siswa menyatakan sudah pernah mengikuti materi penyuluhan tentang cara mencuci tangan, akan tetapi penyuluhan dengan metode ceramah tersebut belum efektif merubah perilaku siswa untuk mencuci tangan yang baik dan benar. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis mencoba menerapkan metode pendidikan dengan tarian tepung selaci puput untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktek mencuci tangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi pendidikan kesehatan tentang cuci tangan melalui tarian tepung selaci puput terhadap pengetahuan, sikap, dan praktek mencuci tangan siswa SDN 4 Terban. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Jenis penelitian adalah quasi eksperimental dengan rancangan Pretest-Postest Control Group Design. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling, sampel sebanyak 84 responden yang dibagi dalam kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap, dan praktik yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan. Saran dalam penelitian ini adalah agar didalam memberikan penyuluhan tidak hanya menggunakan metode ceramah tetapi dengan metode-metode lain yang lebih mudah diterima anak-anak, misalnya dengan tarian atau gerak dan lagu. Kata Kunci : Pendidikan kesehatan, tarian tepung selaci puput,  pengetahuan, sikap, praktik, siswa
STUDI IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN GIZI BURUK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAHUNAN KABUPATEN JEPARA Naila Ulfa Khoiriyah; Sri Wahyuningsih
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.824 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v0i0.117

Abstract

Penanggulangan Gizi Buruk di Puskesmas Tahunan meliputi pemantauan pertumbuhan balita dan kualitas pelayanan kesehatan termasuk tatalaksana gizi buruk bagi peran kader posyandu. Jumlah kasus yang ada di wilayah Puskesmas Tahunan 10 kasus gizi buruk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan program penanggulangan gizi buruk di wilayah kerja Puskesmas Tahunan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang meliputi 1 Kasi Gizi Dinkes, 1 Petugas Gizi Puskesmas, 3 Kader Posyandu, dan 3 ibu pasien gizi  buruk dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam menggunakan daftar pertanyaan. Hasil dalam penelitian ini adalah Pemantauan Pertumbuhan Balita yang ada di wilayah Puskesmas Tahunan belum terlaksana dengan baik contohnya masih banyak masyarakat yang tidak rutin datang dalam penimbangan berat badan balita di posyandu, keadaan ekonomi keluarga yang kurang mencukupi, dan keadaan lingkungan rumah yang tidak sehat. Pelayanan Gizi yang dilakukan oleh pihak puskesmas sudah baik dan sesuai yang telah ditetapkan oleh pihak dinas kesehatan setempat. Namun masih perlu banyak ditingkatkan kegiatan-kegiatan yang lebih kreatif dan inovatif oleh petugas gizi untuk menurunkan angka gizi buruk di wilayah Puskesmas Tahunan. Simpulan dari penelitian ini bahwa pemantauan pertumbuhan balita masih kurang baik, Sedangkan pelayanan gizi yang dilakukan oleh pihak Puskesmas  Tahunan sudah baik. Kata Kunci: Implementasi Program, Penanggulangan Gizi Buruk
KEPUASAN PASIEN DALAM PELAYANAN GIZI DI RUANG RAWAT INAPRUMAH SAKIT ISLAM SUNAN KUDUS DI KABUPATEN KUDUS TAHUN 2015 Desi Rahmawati Sukadi; Sri Wahyuningsih
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2015
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.707 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v3i3.112

Abstract

Pelayanan Gizi Rumah Sakit merupakan kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat baik rawat inap maupun rawat jalan. Pelayanan gizi rumah sakit berperan dalam mempercepat penyembuhan pasien dan menjaga agar kondisi tubuh tetap sehat. Gizi yang terpenuhi secara baik akan membuat daya tahan tubuh tetap akan meningkat sehingga dapat mempercepat penyembuhan penyakit. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2015. Responden dalam penelitian ini sebanyak 20 orang terdiri dari kelas VVIP, VIP, Kelas I, Kelas II, dan Kelas III. Teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara terstruktur. Analisis data pada penelitian ini menggunakan content analysis. Hasil penelitian menyatakan bahwa kepuasan pasien terhadap penyelenggaraan makanan pelayanan gizi di ruang rawat inap Rumah Sakit Islam Sunan Kudus sebagian besar sudah merasa puas dan sebagian kecil belum puas.Kata Kunci : Pelayanan makanan rumah sakit, Kepuasan pasien
PERBEDAAN KADAR BOD LIMBAH CAIR SEBELUM DAN SETELAH MELEWATI BIOFILTER TANAMAN CATTAIL (Typha angustifolia) Pujo Prasetyo; David Laksamana Caesar
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.431 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v5i2.201

Abstract

Limbah cair yang dihasilkan dari industri tapioka masih mengandung padatan tersuspensi dan terlarut yang dapat mencemari perairan salah satunya adalah tingginya kadar BOD, oleh karena itu harus diturunkan kadarnya sebelum dibuang ke perairan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan cara biofilter. Biofilter yang digunakan adalah menggunakan tanaman Cattail (Thypa angustifolia) dengan sistem Constructed wetland. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar BOD limbah cair sebelum dan setelah melewati biofilter tanaman cattail (Typha angustifolia) dengan sistem constructed wetland. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi eksperiment). Dalam penelitian ini digunakan pendekatan pre-test post-test design. Sampel penelitian adalah limbah cair industri tapioka di Desa Ngemplakkidul Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati. Kemudian dilakukan perlakuan dengan menggunakan biofilter tanaman Cattail (Typha angustifolia) usia tanam 10 hari. Analisa data yang digunakan adalah Uji Paired T Test. Nilai rata-rata sebelum perlakuan sebesar 613,99 mg/L, Nilai rata-rata setelah perlakuan sebesar 367,89 mg/L. Sedangkan rata-rata prosentase penurunan kadar BOD adalah 41,54%. Hasil analisis Uji Normalitas data sebelum perlakuan sebesar 0,530 dan nilai setelah perlakuan sebesar 0,530. Nilai tersebut lebih besar dari taraf signifikansi 0,005 > 0,530 maka data terdistribusi normal, maka dapat dilakukan Uji Paired T Test. Berdasarkan hasil Uji Paired T Test diperoleh nilai T sebesar 215,159 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 artinya ada perbedaan kadar BOD sebelum dan setelah melewati biofilter tanaman Cattail (Typha angustifolia). Berdasarkan analisa dan pembahasan diatas terdapat perbedaan kadar BOD antara sebelum dan setelah melewati biofilter tanaman Cattail. Kata Kunci : BOD, Biofilter, Tanaman Catail, Limbah Cair Tapioka
ANALISIS KUALITAS FISIK AIR DESA CRANGGANG KECAMATAN DAWE KABUPATEN KUDUS David Laksamana Caesar; Eko Prasetyo
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1391.537 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v5i1.182

Abstract

ABSTRAK Air merupakan kebutuhan dasar bagi setiap makhluk hidup, begitu pula manusia. Air yang dapat dikonsumsi harus memenuhi beberapa persyaratan wajib yang di atur dalam peraturan menteri kesehatan nomor 492 tahun 2010, meliputi persyaratan mikrobiologis, kimia, dan fisik. Apabila salah satu parameter tidak dapat dipenuhi, maka air tersebut tidak layak untuk digunakan dan dikonsumsi oleh masyarakat. Berdasarkan data survei pendahuluan yang dilakukan tahun 2016, 53,65% penduduk Cranggrang masih menggunakan air sungai sebagai air baku untuk kegiatan mandi, cuci, dan kakus (MCK), sedangkan sisanya 46,35% menggunakan air perpipaan dari Gunung Muria. Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis kualitas fisik air bersih di Desa Cranggang Kecamatan Dawe Kudus. Penilitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 30 sampel. Instrumen yang digunakan adalah turbidimeter dan lembar observasi. Analisa data menggunakan analisa univariat. Baku mutu kadar kekeruhan air berdasarkan Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 yaitu 5 NTU. Berdasarkan hasil penelitian diketahui 86,67% kadar kekeruhan air bersihnya dibawah standar baku mutu, sedangkan 13,33% masih lebih dari baku mutu. Rata-rata kadar kekeruhan air di Desa Cranggang yaitu 2,77 NTU. Sedangkan variabel kualitas fisik yang lain yaitu bau dan rasa 100% sampel air memenuhi baku mutu. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kualitas fisik air bersih di Desa Cranggang meliputi kekeruhan, bau, dan rasa memenuhi syarat kesehatan. Kata Kunci : Kualitas Fisik, Air Bersih
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN PERSALINAN JAMPERSAL DI PUSKESMAS SUKOLILO II KABUPATEN PATI Retno Yulistiana; Niken Puspitowati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.752 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v0i0.118

Abstract

Wilayah kerja Puskesmas Sukolilo II persalinan yang menggunakan jampersal 146 (67,3%), yang tidak menggunakan jampersal  68 persalinan (31,3%) dan yang ditolong dukun 3 persalinan (1,4%). Masyarakat banyak yang tidak menggunakan Jampersal karena tidak puas dan kurang yakin dengan pelayanan pada program Jampersal. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan pasien Jampersal di Puskesmas Sukolilo II Kabupaten Pati.Jenis penelitian studi korelasi (Correlational study) dengan rancangan penelitian Cross Sectional dengan sampel penelitian 40 orang. Analisa data menggunakan  rank spearmant.Hasil penelitian menunjukkanpasien persalinan jampersal di Wilayah Kerja  Puskesmas Sukolilo II Kabupaten Pati sebagian besar  menyatakan kompetensi tehnis bidan baik  77,5%, akses pelayanan baik 87,5%, efektivitas pelayanan jampersal kategori baik  87,5%, hubungan antar manusia kategori baik 60,4%, efisiensi baik 62,5%, kelangsungan pelayanan Jampersal kategori baik 87,5%, keamanan  baik 87,5%, kenyamanan,  baik 62,5%, menyatakan puas dalam pelayanan Jampersal sebanyak  69,8%. Kata kunci : Kompetensi tehnis, akses  pelayanan, efektivitas, hubungan antar manusia, efisiensi, kontinuitas,  keamanan, kenyamanan  dan kepuasan pasien jampersal
PEMERIKSAAN KOLONI BAKTERI AIR BAK CUCI DI WARUNG MAKAN PASAR X KABUPATEN KUDUS TAHUN 2015 Risna Endah Budiati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2015
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.571 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v3i3.113

Abstract

Higiene sanitasi warung makan Pasar X Kabupaten Kudus adalah kurang dilihat dari kondisi air bak cucian peralatan seperti piring hanya menggunakan 2 bak yang seharusnya menggunakan 3 bak pencucian yaitu mengguyur, menyabun dan membilas, hal tersebut memungkinkan kontaminasi dari bakteri pathogen dan dapat membahayakan pembeli yang makan di warung-warung tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui memeriksa koloni bakteri pada air bak cuci di warung makan Pasar X Kabupaten Kudus tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini  adalah 8 bak cuci pedagang warung makan di Pasar X Kudus tahun 2015. Sampel secara total sampling berjumlah 8 bak cuci pedagang warung makan. Hasil penelitian untuk pemeriksaan koloni bakteri yang positif sebanyak 8 responden (100%) dengan koloni bakteri terbanyak adalah dengan total 9 x 105 koloni/ml sedangkan yang terendah yaitu pada sampel R8 yaitu 3,2 x 104 koloni /ml. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan terjadi penurunan kualitas air dan dapat meningkatkan faktor risiko dari water borne diseases pada pengguna.Kata kunci: pemeriksaan koloni bakteri air bak cuci.
GAMBARAN KEPATUHAN IBU DALAM PELAKSANAAN IMUNISASI DPT/HB LENGKAP DI PUSKESMAS PUNGGELAN 2 KABUPATEN BANJARNEGARA Lia Aria Ratmawati; Rosiyani Hermawati
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.477 KB) | DOI: 10.31596/jkm.v5i2.202

Abstract

Puskemas Punggelan 2 merupakan salah satu Puskesmas dengan cakupan imunisasi DPT1+HB1 dan DPT3+HB3 terendah di Kabupaten Banjarnegara. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran   kepatuhan ibu dalam pelaksanaan imunisasi DPT/HB lengkap berdasarkan keterjangkauan di Puskesmas Punggelan 2 Kabupaten  Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan  Cross  Sectional  dengan teknik cluster sampling. Analisis data distribusi frekuensi dan cross tabulasi. Hasil penelitian kepatuhan imunisasi DPT/HB lengkap di Puskesmas Punggelan 2 sebagian besar kategori tidak patuh sebanyak 45 responden  (54.2%) serta keterjangkauan mencapai layanan kesehatan masih tergolong sulit sebanyak 48 responden (57.8%). Kepatuhan imunisasi DPT/HB lengkap berdasarkan keterjangkaun di Puskesmas Punggelan 2 sebanyak 33 (39.7%) responden tidak patuh dalam pelaksanaan imunisasi dan sulit menjangkau layanan kesehatan. Saran penelitian diharapkan  Puskesmas  Punggelan  2 terutama pengelola program  KIA lebih memperhatikan  masyarakat  yang memiliki  bayi balita agar melakukan imunisasi sesuai interval dengan memperbanyak posyandu yang ada di desa   sehingga   lebih   dekat   dengan   masyarakat   agar   cakupan   imunisasi   di Puskesmas Punggelan 2 dapat lebih baik lagi. Kata kunci: kepatuhan, keterjangkauan, imunisasi

Page 3 of 21 | Total Record : 204


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2025): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 3 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 2 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 12, No 1 (2024): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 3 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 2 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 2 (2022): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 9, No 1 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 2 (2021): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 8, No 1 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 2 (2020): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 7, No 1 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 2 (2019): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 2 (2018): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 5, No 1 (2017): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Edisi Agustus 2016 Edisi Agustus 2015 Edisi Agustus 2014 Edisi Agustus 2013 More Issue