cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENCEGAHAN KERUSAKAN DINI BETON TAHAN API DALAM KONSTRUKSI TUNGKU ALUMINIUM Pranggono, Purnomo
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.895 KB)

Abstract

ABSTRAK Kerusakan yang lebih cepat dari yang diperkirakan, atau kerusakan dini, yang terjadi pada beton tahan api sebagai konstruksi tungku peleburan aluminium seringkali dijumpai. Untuk mengetahui sebab-sebabnya dan sekaligus pencegahannya, telah dilakukan pengamatan pada sebelas tungku peleburan aluminium yang berkapasitas antara 500 ton sampai dengan 1500 ton selama tiga tahun. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada prinsipnya kerusakan dini lebih banyak disebabkan pada kesalahan dalam pemasangannya. Kesalahan ini antara lain disebabkan karena tidak diikutinya panduan yang diberikan produsen dan kurang dipahaminya karakteristik dari beton tahan api serta faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kerusakan. Kesalahan yang terjadi dalam pemasangan adalah dalam: penambahan air, pengadukan, penggetaran, pemasangan yang terlambat, dan jadwal pemanasan yang terlalu cepat. Selain meningkatkan pengawasan, untuk mencegah kesalahan dalam penambahan air, perlu dilakukan perubahan disain produk sehingga kelebihan distribusi air dapat merata. Jadwal pemanasan juga perlu dimodifikasi dan kemampuan serta ketrampilan operator dalam teknik pemasangan juga perlu ditingkatkan.Kata kunci: refraktori, kerusakan dini, tungku, peleburan aluminiu
DEGRADASI LIMBAH ORGANIK INDUSTRI TEKSTIL DENGAN NANOKOMPOSIT TiO2-PCC Ermawati, Rahyani
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.676 KB)

Abstract

Degradasi limbah organic dari industri tekstil menggunakan nanokomposit TiO2-Precipitated Calcium Carbonate (PCC) telah dilakukan dalam foto-reaktor batch yang dilengkapi dengan sejumlah lampu UV. Senyawa yang digunakan sebagai model polutan adalah senyawa fenol, zat organic dan zat warna dari limbah tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga polutan tersebut dapat terdegradasi secara efektif hingga 70-80% oleh nanokomposit TiO2-PCC hanya dalam waktu sekitar 70 menit. Penambahan nanopartikel TiO2 pada PCC (dengan perbandingan berat TiO2 dan PCC sebesar 10:90%) dapat meningkatkan kinerja PCC dalam mengeliminasi polutan karena adanya efek sinergisme antara proses adsorpsi dan fotokatalis. PCC vaterite dengan ukuran yang kecil memiliki kinerja lebih baik dan lebih efektif.Kata kunci: limbah organic, fotokatalis, adsorpsi, TiO2, Precipitated Calcium Carbonate (PCC).
Pemahaman dan Penerapan Paten di Balai Litbang Industri Herjanto, Eddy
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.763 KB)

Abstract

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) adalah instrumen hukum yang memberikan perlindungan hak pada seseorangatau organisasi atas segala hasil kreativitas dan perwujudan karya intelektual serta memberikan hak kepadapemilik untuk menikmati keuntungan ekonomi dari kepemilikan hak tersebut. Hasil karya intelektual tersebutdalam praktek dapat berwujud penemuan di bidang teknologi atau ciptaan di bidang seni dan sastra, merek, dansebagainya. Paten merupakan salah satu jenis dari HKI.Pusat Pengkajian Teknologi dan Hak Kekayaan Intelektual adalah suatu unit kerja di bawah Badan PengkajianKebijakan, Iklim, dan Mutu Industri, Kementerian Perindustrian. Salah satu fungsinya ialah memfasilitasi danmengkomersialisasikan HKI di balai-balai litbang industri. Untuk mengetahui sejauh mana kompetensi penelitibalai litbang industri memahami dan menerapkan paten, pada tahun 2010 telah dilakukan survey denganmengambil sampel 42 (empatpuluh dua) responden yang mewakili balai-balai litbang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden umumnya sudah mengenal paten, namun pemahaman teknisakan jangka perlindungan paten dan kriteria invensi yang dapat memperoleh paten masih relatif kurang.Penguasaan responden terhadap informasi paten dan public domain relatif sedang, tetapi masih memerlukanbimbingan dan akses yang lebih luas tentang manfaat informasi paten. Informasi paten belum dimanfaatkansecara maksimal, hanya sebagian kecil responden yang memanfaatkan informasi paten sebagai inspirasi dalammelakukan litbang. Yang paling banyak dimanfaatkan adalah IPDL (situs jaringan DJHKI). Sebagian penelitimelakukan penelitian atas dasar tugas atasan dan dalam rangka memenuhi angka kredit peneliti, belummenunjukkan keseriusan untuk menghasilkan sesuatu invensi yang baru dan mengandung unsur inventif. Hampirsemua responden percaya bahwa pemanfaatan informasi paten memerlukan dukungan pemerintah utamanyaberupa penyelenggaraan pelatihan penelusuran paten.Kata kunci: paten, peneliti, balai litbang industri, kebijakan.
KAJIAN PENGGUNAAN KARBON AKTIF DAN ZEOLIT SECARA TERINTEGRASI DALAM PEMBUATAN BIOMETHANE BERBASIS BIOGAS Harihastuti, Nani; ., Purwanto; ., Istadi
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.221 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan suatu kajian dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan untuk memurnikan biogas. Kandungn dalam biogas terdapat gas-gas pengotor seperti H2S, CO2, NH3, dan H2O yang apabila tidak dihilangkan dapat mempengaruhi pada proses pembakaran dan menimbulkan kerugian manusia dan lingkungan. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan mengenai pemurnian biogas  hanya bertujuan untuk menghilangkan satu atau beberapa komponen gas pengotor secara parsial saja, maka dilakukan kajian ini agar dapat dilakukan penelitian pemurnian biogas secara terintegrasi untuk menghilangkan komponen gas pengotor secara menyeluruh sehingga diperoleh CH4 dengan kemurnian tinggi. Tahapan proses pemurnian  yang dirancangadalah proses kondensasi yang terintegrasi dengan proses adsorpsi menggunakan adsorben karbon aktif dan zeolit, sehingga dihasilkan gas CH4 dengan kemurnian tinggi sebagai biomethane sumber energi terbarukan. Kata kunci: integrasi, adsorpsi, karbon aktif-zeolit, biogas, biomethane 
Desain dan Uji Unjuk Kerja Mesin Perontok Lada Sederhana Yunus, Muh Ruslan
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2588.402 KB)

Abstract

Perontokan Lada (paper nigrum L) untuk memisahkan bulir dari tangakainya adalah salah satu tahap pada pengolahan lada putih secara mekanis
PRODUKSI BIOGAS SEBAGAI HASIL PENGOLAHAN LIMBAH LUMPUR INDUSTRI KERTAS DENGAN PROSES DIGESTASI ANAEROBIK DUA TAHAP Soetopo, Rina S; Purwanti, Sri; Idiyanti, Tami; Wardhana, Krisna A; Nuraini, Mukharomah
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.254 KB)

Abstract

Lumpur biologi yang berasal dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) industri kertas bersifat voluminous dengan komponen utama biomasa sel mikroba yang terdiri dari protein 19,7% dan organic lainnya. Percobaan dilakukan dengan sistem batch, diawali dengan penentuan dosis optimum proses hidrolisis-asidogenesis pada suhu termofilik (50-60 ), kemudian dilanjutkan dengan penetuan kondisi optimum proses metanogenesis pada suhu mesofilik (24-26 ). Parameter pengamatan proses hidrolisis-asidogenesis adalah konsentrasi VFA, sedangkan pada metanogenesis meliputi volume biogas, konsentrasi gas metana dan COD efluen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimum proses hidrolisis-asidogenesis suhu termofilik adalah beban organic 3,76 g VS lumpur/L.hari dengan waktu retensi 4 hari. Sedangkan kondisi optimum proses metanasi suhu mesofilik adalah beban organic 0,81 g COD/L.hari, waktu retensi 20-30 hari menghasilkan biogas sekitar 130 ml/g VS lumpur atau 0,16 L/g CODred dengan kadar gas metan (CH4) 69-79% dan mampu mereduksi COD sampai 78-82%. Berdasarkan data-data kondisi optimum tersebut telah dihitung rancangan digester anaerobic dua tahap proses kontinyu.Kata kunci: lumpur biologi, anaerobic dua tahap, termofilik, VFA, biogas, CH4
KAJIAN GELATIN DARI KULIT SAPI LIMBAH SEBAGAI RENEWABLE FLOCCULANTS UNTUK PROSES PENGOLAHAN AIR ., Sugihartono
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.632 KB)

Abstract

Pengolahan air menggunakan flokulan lebih disukai dibandingkan dengan koagulan, karena dosis pemakaian sedikit dan lebih stabil terhadap pengaruh pH. Flokulan polimer sintetis dari bahan tidak terbarukan masih banyak digunakan, padahal dapat menyebabkan masalah kesehatan dan lingkungan, karena tidak bersiafat bio-degradable. Oleh karena itu dibutuhkan flokulan polimer  terbarukan yang berasal dari bahan alami, yang bersifat aman, dengan biaya terjangkau, cocok untuk berbagai keperluan, serta memiliki aktivitas tinggi. Beberapa turunan polisakarida dan protein dapat digunakan sebagai flokulan, protein tertentu memiliki aktivitas setara dengan flokulan sintetis polyacrilamide (PAM). Gelatin kulit sapi limbah merupakan protein turunan dari hidrolisa kolagen, memiliki kemampuan sebagai flokulan, bahkan gelatin babi memiliki kemampuan 2,6 kali lebih besar dibandingkan dengan PAM an-ionik. Flokulan gelatin dapat digunakan secara tunggal, modifikasi, atau kombinasi dengan flokulan jenis lainya untuk aplikasi penjernihan, pengolahan air dan air limbah. Kata Kunci: flokulan, kulit sapi limbah, gelatin, terbarukan
KAJIAN PENERAPAN ALAT PENGERING BAWANG MERAH DI SENTRA PRODUKSI BREBES - JAWA TENGAH Alamsyah, Rizal; Pohan, Guring; Herman, Atih Surjati
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1281.085 KB)

Abstract

Alat pengerin buatan untuk bawang merah saat musim hujan sangan dibutuhkan kerena bila tidak kpengeringan yang kurang sempurnaakan terjadi dan berakibat menurunya mutu bawang merahpenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan alat pengering buatan , melakukan analisis teknik dan mengkaji tekno ekonomi, studi dilakukan di daerah brebes sebagai salah satusentra produksi bawang merah metode yang di lakukan terdiri dari metode pengukuran parameter pengeringan,perhitungan jumlah kebutuhan alat pengering, uji kerja, pengkajian analisis teknikkonstruksi serta tekno ekonomi, bedasarkan hasil uji alat pengering terdapat beberapa aspek yan perlu di perbaiki antara lain: 1)penyebaran panas, 2)sistem pembakaran, 3)laju pengeringan4)kecepatan udara pengering, 5)ruang rak pengering. Analisis finansial di lakukan baik terhadap pengering buatan maupun matahari . Biaya pengerin matahari adalah Rp 104/kg dengan lama pengeringan7-10 hari sedangkan dengan pengering bautan adalah Rp 207.4/kg dengan lama pengeringan selama 18 jam (trun over lebih cepat)bedaserkan produksi bawang pada tahun 2002 di perlukan jumlah alat pengering buatan sebayak 142 unit. untuk memproduksi 2000 kg bawang kering mengunakan pengering buatan , total infestasi yang di perlukan Rp 59.549.000 dengan 50 hari kerja selama musim huajan, penghasilanbersih dan pengembalian modal masing-masing adalah Rp 12.793.00,- dan 3.14 tahun dari kajian ini usaha itu cukup layak untuk di lakukan
IDENTIFIKASI FAKTOR KUNCI KRISIS PADA TATANIAGA GARAM KONSUMSI DI INDONESIA MENGGUNAKAN PROSES JEJARING ANALITIK (ANALYTIC NETWORK PROCESS Herman, Sidik; ., Eriyatno; Noor, Erliza; Mulyadi2, Dedi
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.526 KB)

Abstract

Garam konsumsi adalah komoditi yang secara terus menerus dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. untuk memberi cita rasa asin pada makanan. Karena fungsinya tidak bisa digantikan, maka garam konsumsi masuk kedalam kelompok komoditi strategis yang diatur tata niaganya untuk menjaga kestabilan pasokan di masyarakat. Dalam mengatur tata niaga garam konsumsi ini diperlukan informasi potensi krisis yang secara signifikan dapat mempengaruhi setiap kelembagaan sepanjang rantai pasokan dalam menjalankan fungsinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menetapkan faktor kunci penyebab krisis pada tataniaga garam nasional menggunakan metode Proses Jejaring Analitik (Analytic Network Process / ANP). ANP adalah metode pengambilan keputusan dengan banyak kriteria yang saling terkait. Permasalahan direpresentasikan dalam sebuah sistem dengan ketergantungan (dependence) dan umpan balik (feedback). Keterkaitan yang terdapat pada metode ANP adalah keterkaitan dalam satu set elemen (node comparison) dan keterkaitan terhadap elemen yang berbeda (cluster comparison). Penggunaan metode ANP akan menghasilkan bobot nilai prioritas pada seluruh elemen yang terdapat dalam sistem pengambilan keputusan. Melalui penelitian ini teridentifikasi 5 klaster utama yaitu pelaku pada tataniaga garam, ekonomi, teknologi dan inovasi, social - politik dan lingkungan. Dalam seluruh klaster tersebut terdapat 24 faktor yang memiliki kecenderungan menjadi pemicu krisis. Dengan menggunakan ANP teridentifikasi 6 faktor dengan bobot paling dominan yaitu: harga garam (0,3159), cuaca (0,4221), perusahaan garam (0,2303), regulasi tata niaga (0,3781) dan inovasi baru (0,5382). Kata kunci: Pengambilan Keputusan, Faktor Kunci Krisis, Tataniaga Garam, ANP 
STRATEGI PENGEMBANGAN KOPENTENSI INTI DAERAH Mulyadi, Dedy; ., Djumarman
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 3 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.856 KB)

Abstract

Mengingat akan pentingnya upaya untuk meningkatkan daya saing, maka kebijakan pembagunan nasionalke depan adalah membagun daya saing industri yang berkelanjutansalah satu pendekatan yang dilakukannya adalah pendekatan buuton up, yaitu melaui penerapan kopetensi inti industri di daerah yang berlandaskan pada keungulan yang dimiliki daerah. Tulisan ini membahas faktor-faktoryang mempengaruhidan strategi pengembangan industri daerah, Dalam prespektif ekonomi regional, kopentensi inti adalah kemampuan suatu daerah untuk menarik investasi dari luar daerah itu,baik investasi asing maupun dalam negri. Suatu daerah memiliki tingkatkopetensi tinggi apabila sangup menarik investasi tersebut untuk memfasilitasiaktifitas perekonomian yang menghasilkan nilai tambah. Penetapan kopetensi inti industri daerah dilakukan melalui dua tahapan, yaitu tahap penelitianatau kajian dan tahap penentuan produk ungulan mengunakan berbagai kriteria . Tahap penelitian atau kajian paling tidak meliputi delapan langkah, sementara itupenentuan produk unggualan diawalai dengan penyusuan potensi dan permasalahanya mengunakan metode SWOT. Sebagai ilutrasi disajikan contoh penentuankopentensi inti industri si kota palu, sulawesi tengah

Page 11 of 32 | Total Record : 312


Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue