cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Perbaikan Mutu Serat Sutera dari Kokon limbah Melaluli Proses Grafting Dengan Metil Metakrilat dan Metakrilamida untuk Pembuatan Kain Eriningsih, Rifaida; Marlina, Rini
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2412.957 KB)

Abstract

Serat sutra kokon limbah secara visula sebagian besar berwarna kecoklatan di mungkinkan sesudah terkontaminasi mikroorganisme, yang dapat ditunjukan dari hasil absorpsi spektrum IR dan kekuatan tariknya yang relatif rendah (2.57 g / denier). Serat tersebut dapat dibuat benang stapel dan kain dengan cara memperbaiki mutunya proses grafting mengunakan monomer metil metakrilat (MMA) pada variasi konsentrasi 0.6 mol / L-0.9 mol / L  dengan amonium persulfat sebagai inisiator.Dari beberapa pengujian serat setelah proses grafting menunjukan peningkatan sifat fisika dan sifat termal. Kondisi optimum diperoleh pada penggunaan monomer MAA 0.8 mol / L  yang meghasilkan kekuatan tarik 4.3 g / denier ,mulur 15.23 %, sifat termal (TGA dan DTA) yang realtif menigkat tahan luntur warna terhadap pencucian dengan nilai sangat baik (4 - 5 s kala abu-abu), serta memberikan sifat pegangan yang masih lembut dan halus.aplikasi proses grafting pada serat kokon limbah di lakukan dalam skala produksi untuk selanjutnya dipintal dan di tenun (ATBM dan jaquard) serta di rajut, yang menghasilkan benang, kain tenun, kain tenun jaquard dan kain rajut, kemudian di celup.Hasil uji sifat fisika benang memberikan nilai relatif tidak berbeda dibandingkan benang kapas pada nomor yang sama. Produk kain ayang di hasilkan menunjukan sifat fisik relatif baik dan hasil uji tahan luntur warna setelah pencelupan memberikan nilai abaik.
EFEKTIVITAS PROSES KONTINYU DIGESTASI ANAEROBIK DUA TAHAP PADA PENGOLAHAN LUMPUR BIOLOGI INDUSTRI KERTAS Soetopo, Rina S; Purwati, Sri; Setiawan, Yusup; Adhytia.W., Krisna
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1053.709 KB)

Abstract

Penelitian digestasi anaerobik dua tahap pada limbah lumpur biologi industri kertas telah  dilakukan dengan menggunakan reaktor kontinyu. Tahap pertama yaitu proses asidifikasi dilakukan pada suhu termofilik (55oC), pH5  dengan penambahan protease sebanyak 5 mg/g VS lumpur. sedangkan proses metanogenesis  dilakukan sebagai tahap kedua pada suhu mesofilik (suhu kamar, 25 – 28oC) dan pH 7. Variasi percobaan adalah waktu retensi  yaitu  4;  3;  2;  1  hari  untuk  proses  asidogenesis,  sedangkan  variasi  waktu  retensi  untuk  prosesmetanogenesis  adalah  20,  10,  5,  1  hari.  Karakteristik  limbah  lumpur  IPAL  biologi  yang  digunakan  dalam penelitian ini adalah kadar padatan total 4,3 %, bahan organik 52,1 %; kadar abu 47,9%; kadar protein 19,7%, kadar lemak 0,4% dan kadar selulosa 0,23 % yang secara visual sulit mengendap. Hasil percobaan menunjukkan bahwa reaktor asidogenik dapat dioperasikan dengan waktu retensi 1 hari pada beban organik 7,2 – 8,2 g. VS lumpur/g. VS mikroba, hari  yang dapat  menghasilkan peningkatan kadar VFA rata-rata 152 % dengan laju pembentukan VFA rata-rata  12,27 g VFA/kg VS, hari. Sedangkan pengoperasian reaktor metanasi  (UASB) terbaik pada  waktu  retensi 5 hari dapat menurunkan COD terlarut sampai 52,21% dan menghasilkan biogas sampai 15,82 L/hari atau 0,66 – 2,38 L/gr CODf  removed dengan kandungan CH4  = 50,4 – 64,1% dan CO2  = 18 –30%. Dari penelitian proses digestasi anaerobik ini dihasilkan produk samping berupa lumpur yang mengandungunsur-unsur hara yang memenuhi syarat untuk dijadikan sebagai kompos.Kata kunci : lumpur biologi, digestasi anaerobik, asidifikasi termofilik, metanogenik, biogas
Aktifitas Antioksidan dan Antifotooksidan Komponen Minor dari Virgin Coconut Oil (VCO) Muis, Anton
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 2 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.403 KB)

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah mempelajari peran dan potensi  komponen minor dari VCO sebagai antioksidan dan Antifotooksidan dan mengidentifikasi komponen minor berupa senyawa fenolik yang terdapat dalam VCO. Aktifitas antioksidan di tentukan dengan meliahat kemampuanya dalam penangkapan radikal 1.1 diphenil 2-pikril hidrazil (DPPH) dan stabilitas footooksidasi dikukur dengan melihat perubahan aktifitas penengkapan radikal bebas dan perubahan bilangan peroksida selama penyimpanan di dalam ruangan cahaya, hasil penelitian ini menunjukan VCO mengandung sejumlah komponen minor berupa senyawa fenolik yang dapat berperan seabagai aktioksidan dan Antifotoksidan. Salah satu senyawa fenolik yang di identifikasi adalah cx.tokofefol. dari penelitian ini juga dapat di lihat bahwa ekstrak VCO (EVCO) memiliki aktifitas Antioksidan yang tinggi di banding dengan VCO yang sudah di murnikan dan yang di bebaskan dari komponen minor (VCOM). dengan demikian khasiat VCO dari aspek medis dan nutrisi tidak hanya di tentukan oleh kandungan asam lemaknya tetapi  juga oleh peran komponen mior. Dari penelitian ini juga dapat di ketahui bahwa VCO yang di simpan pada ruang yang bercahaya akan berpengaruh terhadap aktifitas Antioksidan serta penuruna kualitas selama penyimpanan
PEMANFAATAN LIMBAH ALKALI INDUSTRI RUMPUT LAUT DAN LIMBAH PICKLING INDUSTRI PELAPISAN LOGAM SEBAGAI PUPUK ANORGANIK Ariani, Nurul Mahmida; Cahyono, Handaru Bowo; Yuliastuti, Rieke
Jurnal Riset Industri Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.539 KB)

Abstract

Limbah cair dari industri rumput laut (Eucheuma cottoni) yang dalam proses pengolahannya menggunakan Kalium Hidroksida (KOH) mempunyai kandungan Kalium. Sedangkan dari proses pickling di industri lapis listrik dihasilkan limbah cair sekitar 2 m3 untuk setiap 1000 m2 benda yang dilapis. Limbah cair ini mengandung FeCl2/FeCl3, jika tidak dikelola dengan baik akan menyebabkan pencemaran lingkungan. Dengan dimanfaatkannya secara bersama limbah pickling dan limbah cair dari rumput laut, maka lingkungan akan tetap terjaga.Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan limbah cair dari industri rumputlaut dan limbah cair dari proses pickling di industri elektroplating untuk pembuatan pupuk Anorganik sebagai salah satu upaya pengelolaan lingkungan.Keluaran dari kegiatan ini adalah penanganan limbah secara integrasi dari limbah cair industri rumput laut dan proses pickling yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Limbah cair dari industri rumput laut dapat dimanfaatkan secara bersama dengan limbah cair dari proses pickling di industri electroplating untuk dijadikan pupuk buatan yang memenuhi persyaratan Pupuk KCl yang mengacu pada SNI 02 – 2805:2005. Kadar kalium sebagai K2O dari hasil pengolahan limbah cair industri rumput laut tersebut berkisar antara 0,08 - 0,12 % (800 – 1200 ppm) nilai tersebut lebih tinggi dari pada nilai standard sesuai SNI 02 – 2805: 2005 sebesar 600 ppm. Kata Kunci: limbah alkali, proces pickling, rumput laut, pupuk cair 
Sintesis Barium Titanat (BaTiO3) Nano Partikel Fasa Tetragonal Menggunakan Metode Proses Prekursor P, Bambang Sunendar; Agustina, Mery; Wibowo, Arie; ., Hernawan
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 2 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.983 KB)

Abstract

Barium titanat (BaTiO3) dengan struktur kristal prerovskite tetragonal telah dikenal bersifat material ferroelektrik. Material ini telah banyak digunakan dalam aplikasi di bidang elektronik seperti sensor, transduccers, infrared detector dan multi layer ceramic capacitor (MLCCs). Hai ini dikarenakan barium titaniat lebih ramah lingkungan, memiliki temperature curie (Tcurie ) yang lebih rendah daripada material dielektik lain, dan memiliki konstanta dielektrik yang tinggi. Untuk meningkatkan peforma barium titaniat, diperlukan partikel barium titaniat yang berukuran nano. Oleh karena itu dalam penelitian ini barium titaniat nano partikel distensis dengan menggunakan metode proses prekursor dengan plup merang (oryza sativa) sebagai template. Variasi temperatur kalsinasi (700 0c, 900 0c,1100 0c) dan konsentrasi perkursor (o,1 m dan 0,07 m) dilakukan untuk mengetahuipengaruh temperatur kalsinasi dan konsentrasi perkursor terhadap kristalisasi dan ukuran partikel barium titaniat. Berdasarkan hasil XRD, di ketahui bahwa pada temperatur kalsinasi 700 0c barium titaniat telah berbentuk dan seiring dengan peningkatan tempertatur kalsinasi, kristalisasi barium titaniat juga meningkat. Berdasarkan hasil SEM diketahui bahwa serbuk barium titaniat hasil sintetis telah berukuran nano. Dengan menurunkan konsentrasi prekursor menjadi 0.07 m, didapatkan sebuk barium titaniat yang lebih kecil bila dibandingkan dengan serbuk yang disintetis menggunakan konsentrasi prekursor 0.1 m.
TEKNOLOGI PENGAMBILAN KEMBALI KROM DALAM LIMBAH SHAVINGS INDUSTRI PENYAMAKAN KULIT Sutyasmi, Sri; Sunaryo, ing
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.885 KB)

Abstract

Telah di lakukan ekstraksi khrom dali limbah shavings industri penyamakan kulit di jogjakarta dengan cara hidrolisis mengunakan  asam klorida (HCI) dan kapur (Ca(OH)2). Limbah shavings seberat 40 gram dihidrolisa dengan asam klorida (HCI) dan kapur (Ca(OH)2 ) masing-masing dengan variasi 1: 1,,5: 2: 2,5 dan 3 % dalam air 500 ml, diikuti dengan pemanasan pada suhu 100 0c selama 1 jam dan pengendapan. Larutan mengandung krom dipisahkan dari padatan mengandung protein. Hasil hidrolisa dengan asam klorida (HCI) menghasilkan krom tertingi pada HCI 2% yaitu sebesar 0.33% sementara dengan kapur (Ca(OH)2 ), di peroleh kadar krom tertingi pada (Ca(OH)2 2 %yaitu 2.98%. pemurnian oksida krom yang didapat dilaksanakan dengan cara pembentukan garam kromat. Hasil pemurnian terbaik di peroleh dari hidrolisa (HCI) 2 % yakni sebesar 44.38 % da dengan kapur (Ca(OH)2 2 % yakni sebesar 66.79 %. Kemurnian oksida krom ini sudah dapat di golongkan ke dalam aksida krom teknis.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SERBUK NANO α-ALUMINA DENGAN MENGGUNAKAN PULP MERANG SEBAGAI TEMPLATE MELALUI PROSES KALSINASI PREKURSOR Edwin, Frank; Septawendar, Rifki; Purwasasmita, Bambang Sunendra; ., Suhanda; NurdiWijayanto, Leanddas
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.242 KB)

Abstract

Sintesis dan katerisasi nanopowder α-alumina dengan pulp merang sebagai template mengunakan proses kalsinasi perkursor telah berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari potensi pulp merang sebagai templatedari percosor calcination process yang merupakan metoda yang jauh lebih murah dalam mensisntesis α-alumina. Perbandingan berat antara perkorsor dan pulp adalan1:2 pengaruh temperatur kalsinasi terhadap pembentukan α-alumina diperiksa dalam penelitian ini dengan temperatur kalsinasi pada 900 0c 1000 0c dan 1100 0c. dalam penelitian ini, analisasi diffraksi sinar-X (XRD) digunakan untuk mengetahui perubahan fasa kristal struktur dan ukuran kristal yang terbentuk pada suhu kalsinasi tersebut. Karakterisasi SEM dilaksanakan untuk mengetahui morfologi α-AL2O3  yang dihasilkan. Berdasarkan karakterisasi XRD, sempel alumina yang disintesis membentuk fasa α-AL2O3 dan y- AL2O3.  Ukuran kristal yang terbentuk berorder nanometer, yaitu untuk α-AL2O3   ukuran terbesar adalah 46.6 nm berdasarkan hasil karakterisasi SEM terlihat bahwa α-AL2O3   membentuk struktur batang dan planarukuran partikel akan semakin membesar dengan meningkatnya temperatur kalsinasi.
FORMULASI DAN KONDISI OPTIMUM PROSES PENGOLAHAN “ HIGH NUTRITIVE VALUE” MARGARIN DARI MINYAK IKAN PATIN (pangasius Sp) Lestari, Nami
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatka formulasi dan kondisi optimum proses pengolahan “high nutritive value” margarin dari minyak ikan patin. Penelitian dilakukan dengan cara penentuan formula margarin, penelitian pengaruh pengunaan jenis bahan pengemulis yang berbeda (lesitin impor dari ekstrak kuning telur lesitin lokal dari isolat protein kedelai) serta penetuan kondisi optimum proses pengolahanya. Hasi penelitian menunjukan formulasi margarin adalah minyak dan lemak 80% (stearin : minyak ikan patin = 60 : 40 ), air 16%,garam 2 %, lesintin 0.2 %, BHT dan BHA 0.1 % serta beta karoten dan perasa secukupnya. Dari hasil penelitian penggunaan lesitin, dapat penggunaan lesitin lokal dari isolat protein kedelai menghasilkan daya oles, tekstruktur dan warna yang mirip margarin komersial dan disukai panelis. Dengan harga yang lebih murah dari lesitin impor, untuk proses pengolahan margarin dari minyak ikan patin, digunakan lesitin lokal isolat protein kedelai sebagai pengemulsi. Kondisi optimum proses pengolahanya adalah pertama proses emulsifikasi yaitu pencampuran fase minyak (minyak murni ikan patin dan lesitin pada suhu 70 0c selama 20 menit), di lanjutkan dengan pencampuran stearin, lalu pencampuran fase cair (larutan garam, beta karoten, BHT, BHA dan bahan perasa), kedua adalah proses homogenisasi dengan mengunakan mixer pada suhu 40 0c selama 10 menit,ketiga adalah proses pendingin dan terakhir adalah pengemasan produk. Dari hasil uji mutu margarin, didapat margarin dari minyak ikan patin memenuhi syarat SNI 01-3541-2002, serta mempunyai nutrisi yang lebih tingi dari margarin komersial, yaitu mengandung vitamin A, Vitamin D, omega 9, omega 3, omega 6 . dari hasil uji organoleptik,terstruktur, daya oles, warna dan stabilitas emulasi cukup disukai konsumen, namun bau amis masi cukup tajam
PENGHEMATAN ENERGI DI INDUSTRI KERTAS MELALUI PERBAIKAN KONDISI PROSES DAN/ATAU MODIFIKASI UNIT DRYING Dina, Sari Farah; Napitupulu, Farel H; Ambarita, Himsar
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.664 KB)

Abstract

Drying unit mesin kertas sebagai konsumen energi terbesar di mesin kertas merupakan unit proses yang menggunakan steam untuk menguapkan air kertas. Secara menyeluruh, biaya energi di industri pulp dan kertas merupakan biaya tertinggi kedua setelah biaya bahan baku. Karenanya berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan biaya energi sejalan dengan meningkatnya harga dan terbatasnya persediaan bahan bakar. Langkah awal untuk mendapatkan gambaran performans suatu drying unit adalah dengan menentukan konsumsi energi spesifik (KES). KES yang diperoleh dinyatakan sebagai KES dan dilakukan benchmarking terhadap pabrik lain di luar negeri yang diperoleh dari literature. Atas dasar evaluasi KES dilakukan kajian penghematan energi melalui upaya optimalisasi kadar air lembaran kertas sebelum dan sesudah drying unit, sistem penanganan udara dan/atau modifikasi unit drying dengan cara mengaplikasikan sistem termokompresi. Hasil evaluasi pada 5 (lima) pabrik kertas di Indonesia menunjukkan bahwa KES dipengaruhi oleh kecepatan mesin, kadar air kertas masuk drying unit, kadar akhir produk, sistem penanganan udara, laju kebocoran udara pada sistem hood. KES dalam ton steam per ton air teruapkan dari pabrik yang memproduksi kertas grematur rendah (pabrik A dan B) mendekati nilai standar (1,30), tetapi pabrik yang memproduksi kertas grematur tinggi (C, D dan E) berada jauh di atas standar. Kecuali pabrik yang memproduksi chipboard (pabrik E), semua pabrik memiliki KES dalam ton steam per ton produk berada dalam rentang standar (1,8-2,2). Penurunan kadar air kertas masuk sebesar 3% seperti yang dilakukan pabrik B telah mampu menurunkan konsumsi steam sekitar 12%. Penaikan kadar air produk dari 4% menjadi 5% dapat menurunkan konsumsi steam sebesar 1%. Pada sistem closed-hood (pabrik B), laju kebocoran udara masih berada diatas kondisi standar (48% vs maksimum 30%). Kajian teoritis tentang aplikasi sistem termokompresi pada salah satu group dryer pabrik C dapat menghemat steam sekitar 5%.Kata kunci: penghematan energi, pabrik kertas, unit drying, konsumsi energi spesifik (KES).
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PROSES PEMBUATAN KOMPONEN TRACK LINK TANK SCORPION UNTUK MENANGGULANGI CACAT COR Bimo Pratomo, Sri; ., Hafid; Harbintoro, Sony
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.512 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengembangan teknologi proses pembuatan komponen track link tank (rantai tank) scorpion untuk menanggulangi cacat cor. Track link tank adalah bagian komponen tank yang berfungsi untuk menapak dan menggerakan kendaraan tempur tank. Sebagai komponen penggerak utama maka harus memiliki sifat keamanan (safety) yang baik, serta sifat mekanis yang baik pula (tahan aus tetapi ulet). Umur pakai komponen ini hanya sekitar satu tahun sehingga digolongkan komponen yang sangat consumable. Hal ini dapat menjadi peluang bagi industri pengecoran nasional untuk memfabrikasinya. Tujuan penelitian adalah membuat komponen track link tank yang bebas cacat cor karena penyusutan, memiliki bentuk dengan dimensi dan komposisi jenis material yang sesuai serta perlakuan panas yang tepat. Metodologi penelitian yang dilakukan diawali dengan pengujian dan analisis material dari track link tank impor sebagai acuan untuk pengembangan material. Dilanjutkan pembuatan komponen track link tank melalui proses pengecoran dan perlakuan panas. Dari hasil penelitian ini diperoleh material prototipe dengan sifat mekanis yang lebih baik dibandingkan material produk impor. Cacat penyusutan dapat ditanggulangi dengan penggunaan chill atau pasir kromit pada cetakan. Perbaikan pola cetakan dilakukan untuk mengurangi ketebalan sirip sehingga dihasilkan produk cor komponen track link tank yang lebih efisien dalam penggunaan material. Kata kunci: rantai tank, baja cor paduan, cacat penyusutan, chill, pasir kromit.   

Page 10 of 32 | Total Record : 312


Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue