cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PENERAPAN NANOTEKNOLOGI DALAM INDUSTRI PANGAN DAN PENGEMBANGAN REGULASINYA Sudibyo, Agus; ., Djumarman
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 3 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1513.602 KB)

Abstract

Tinjauan ilmiah tentang penerapan nanotegnologi dalam industri pangan dan pengembangan regulasinya di susun untuk membahas potensi penerapan nanotegnologi dan ilmu nanopada berbagai industri pengolahan pangan (ingredien pangan,bahan tambahan pangan, pembawa untuk penambahanzak gizi/suplemen),kemasan pangan sebagai bahan yang kntak lasung dengan pengan, penginderaan dan ke amanan pangan, pembersihan dan sanitasi pangan, dan bahan produk pangan nano ini telah siap dijumpai di beberapa negara. Isu potensi keamanan pangan terhadap konsumen dan resiko dari produk pangan nano telah menjadi bahan perdebatan yang hangat sehingga perlu adanya klarifikasi. Sejumlahketidakpastian dan adanya jurang pemisah yang berkaitan dengan aspek regulasi pangan nano telah didiskusikan pula.kata kunci : ilmu nano, nanoteknologi, industri pangan, regulasi
SETTING PARAMETER MESIN PRESS DENGAN METODE RESPON PERMUKAAN PADA PABRIK KELAPA SAWIT Bachtiyar, Candra; Amrillah, Rodhi
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1875.956 KB)

Abstract

Parameter kontrol yang harus dijaga pada mesin press adalah biji pecah (broken nut) dengan  nilai  standard maksimal 18% dan kehilangan minyak dalam serabut (oil losses in fibre/oil dry) dengan nilai standard adalah 6,8–7,5%. Penelitian ini menggunakan metode respon permukaan sebagai alat untuk menentukan  kondisi operasi optimum  mesin  press  dengan  parameter  temperatur  digester  dan  tekanan  hidraulik.  Temperatur  digester divariasikan pada 93, 98, 103 0C dan tekanan hidrolik divariasikan pada 30, 40, 50 bar untuk percobaan ordepertama dan menggunakan skema central composite design (CCD) pada percobaan orde kedua. Hasil penelitian menunjukkan temperatur digester dan tekanan hidrolik berpengaruh terhadap kualitas parameter yang dikontrol.ˆ                                                                2                                2Model yang dihasilkan untuk biji pecah adalah Yb   = 275,397 – 6,059 X 1 + 1,847 X 2 + 0,033 X 1ˆ- 0,003 X 2     -0,014 X 1   X 2 dan untuk kehilangan minyak dalam serabut adalah Yo   = 237,337 – 4,431 X 1   - 0,814 X 2+ 0,0222                                2X 1   + 0,002 X 2  + 0,006X 1   X 2 . Parameter optimal mesin press diperoleh pada saat temperatur digester 96,90C dan tekanan hidraulik 39,3 bar dengan respon broken nut sebesar 13,75% dengan nilai desirability 0,70916 dan oil dry sebesar 7,01% dengan nilai desirability 0,9883.Kata kunci: Metode respon permukaan, biji pecah, kerugian minyak, temperatur digester, tekanan hidraulik
Efisiensi Energi di Industri Gelas : Masalah dan Pemecahannya MMB, Aristianto
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 1 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.636 KB)

Abstract

   Industri gelas merupakan industri yang mengkonsumsi energi yang tinggi dan dipandang sebagai salah satu industri padat energi karena prosesnya memerlukan suhu yang tinggi. Biaya energi dapat mencapai 10-20% dari biaya total. Oleh karena itu industri gelas menghadapi berbagai tantangan agar lebih efisien baik dari segi energi maupun produktivitas.    Efisiensi energi tergantung kepada teknologi yang digunakan. Efisiensi makin tinggi bila oksigen dipakai sebagai pengganti udara pada tungku, makin tinggi jumlah beling dan kapasitas tungku, makin tinggi suhu pemanasan pendahuluan pada batch dan beling makin tinggi suhu pemanasan pendahuluan udara sekunder dan makin rendah suhu gas hasil pembakaran, makin rendah perbandingan udara dan makin tinggi jumlah bahan dengan titik lebur rendah pada komposisi gelas. Tidak semua teknik dapat diterapkan oleh industri gelas di Indonesia karena ketersediaan oksigen yang terbatas dan belum ditemukannya bahan yang mempunyai titik lebur rendah dan adanya tambahan permodalan yang cukup tinggi untuk penerapan pemanasan pendahuluan. Teknik yang relatif mudah dan mungkin diterapkan adalah pengaturan penggunaan beling uang optimum serta pengaturan perbandingan udara.
KINERJA PENGERING SURYA SISTEM INTEGRASI MENGGUNAKAN KOLEKTOR PLAT DATAR-BERSIRIP DAN ABSORBEN TERMOKIMIA UNTUK PENGERINGAN KAKAO Dina, Sari Farah; H. Napitupulu, Farel; Ambarita, Himsar
Jurnal Riset Industri Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1192.427 KB)

Abstract

Penelitian tentang pengering integrasi energi surya menggunakan kolektor tipe plat datar bersirip dan termokimia untuk mengeringkan biji kakao-fermentasi telah dilakukan. Pemasangan sirip pada kolektor menambah luas permukaan absorber dan meningkatkan energi surya yang diserap. Pengeringan dilanjutkan malam hari menggunakan absorben dan dapat mempersingkat waktu pengeringan. Pengeringan biji kakao-fermentasi dengan kadar air awal rata-rata 62,6% dilakukan pada 18-19 Juni 2014 hingga mencapai kadar air 7,6%. Energi surya dilakukan selama siang hari pukul 08:30-16:00 WIB, dilanjutkan dengan energi termokimia menggunakan absorben berupa garam CaCl2 pada malam hari pukul 16:00-08:30 WIB keesokan harinya. Pengeringan dihentikan pada saat dicapai berat konstan. Evaluasi terhadap kondisi dan potensi radiasi, efisiensi termal kolektor surya, efektifitas absorben, dan model kinetika pengeringan. Hasil menunjukkan bahwa selama proses pengeringan berlangsung, kondisi cuaca siang hari dicatat berada pada temperatur udara 29 – 38 °C; kelembaban relatif (RH) 41–81 % dan intensitas radiasi 111–969Watt/m2. Efisiensi termal kolektor surya dengan pemasangan sirip pada plat absorber dapat meningkatkan efisiensi termal rata-rata sebesar 62%, sedangkan efisiensi termal rata-rata kolektor surya tanpa sirip yang dilakukan tahun sebelumnya adalah 37%. Efektifitas pengeringan dianalogikan terhadap laju pengurangan kadar air. Energi surya menguapkan air dari dalam biji kakao sebesar 80%, sisanya diuapkan pada malam hari menggunakan absorben. Model kinetika pengeringan adalah eksponensial dan waktu pengeringan lebih singkat dibanding pengering surya tipe kolektor plat datar tanpa sirip. Kata kunci: pengering surya, termokimia, kolektor surya tipe plat datar-bersirip, performansi
ANALISIS KENDALA PENUMBUHAN INDUSTRI MESIN PERALATAN PABRIK NASIONAL ., Hafid; Herjanto, Eddy
Jurnal Riset Industri Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.987 KB)

Abstract

Makalah ini menyajikan hasil penelitian analisis kendala penumbuhan industri mesin dan peralatan pabrik nasional. Tujuannya adalah untuk mengetahui kondisi industri mesin dan peralatan pabrik saat ini dan selanjutnya memberikan alternatif pemecahan masalahnya permasalahannya yang dihadapi oleh mesin dan peralatan pabrik industri nasional serta melakukan langkah-langkah pengembangannya. Sebagai upaya peningkatan daya saing dalam melakukan penetrasi pasar, baik di pasar domestik maupun di pasar global. Metode penelitian yang dilakukan, meliputi: telaahan kendala penumbuhan terhadap industri mesin dan peralatan pabrik dan pemecahan masalahnya. Penentuan sampel dengan menggunakan rumus Slovin dan cara pengambilan sampling dilakukan secara proporsional cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara penyebaran angket, wawancara dan studi kepustakaan. Berdasarkan hasil survey terhadap 100 sampel industri yang diambil dari beberapa lokasi yang tersebar dibeberapa propinsi, yaitu: Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Variabel-variabel yang diteliti adalah sebagai berikut: teknologi, fasilitas produksi, rasio reject, sumber daya manusia, desain, bahan baku, pengendalian mutu, pemasaran, dan infrastruktur. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa masalah internal industri mesin peralatan pabrik adalah faktor-faktor mesin/peralatan produksi, produktivitas dan SDM. Sedangkan masalah ekternal antara lain: ketergantungan pada pihak principal, bunga bank yang tidak bersaing dan persaingan yang tidak wajar. Kata kunci : industri mesin dan peralatan pabrik, rumus Slovin, fasilitas produksi.
Pengaruh Deliknifikasi Daun NILAM (Pogostemon Cablin Benth) Dengan Larutan NaOH dan Fermentasi Dengan KAPANG TRICHODERMA VIRIDE Terahadap Minyak Hasil Penyulingan ., Nasruddin; Priyanto, Gatot; Hamzah, Basuni
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 2 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1606.503 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh perlakuan deliknifikasi dan fermentasi daun Nilam dengan kapang terhadap Minyak Hasil Sulinagan. Daun Nilam (pogostemon cablin Benth) di poroleh dari desa Pandan Dulang Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim dan penelitian di lakukan di Laboratorium Balai Riset dan Rtandardisasi Industri Palembang. Percobaan dilakukan dua kali ulang dengan cara: perebusan 55 0c dan 80 0c, di lakukan dengan fermentasi daun dengan kapang trichoderma viride :2.4.6.dan 8 hari. Daun yang telah di fermentasi di suling 8 jam dengan suhu 100 -/+ 2 0c, setiap tahap waktu penyulingan 2.4.6.dan 8 jam di ambil contoh untuk diuji Rendemen, bobot jenis dan indeks bias. Hasil sulingan dihitung Remdemen dengan metode Gravimeteri, bobot jenis metode ISO R 79-1962 E dan nilai indeks bias dengan metode ISO 280-1962 E. perlakuan deliknifikasi dengan suhu perebusan 55 0c fermentasi 6 hari total penyulingan 8 jam menghasilkan minyak nilam tertinggi yaitu 2.35% (W/W), bobot jenis 0.958 g/cm3 indek bias 1.509 nd25 memenuhi standar nasional indonesia 06-2385-1991.
Studi Karakterisasi Sifat Fungsi Maltodekstrin dari Pati Singkong ., Husniati
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 2 (2009):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.832 KB)

Abstract

Maltodekstrin adalah produk modifikasi pati yang dihasilkan dari hidrolisis pati oleh enzim cx-amilase secara parsial. Penelitian ini menggunakan pati dari singkong dan bubur maltodekstrin di buat dapa DE (dextrose equivalent) 5-10. Maltodekstrin pada de tersebut mempunyai sifat yang nudah larut dalam air dingin, derajat kemanisan rendah dan dapat diaplikasikan sebagai bahan tambahan dalam industri makanan , minuman, dan obat-obatan. Proses pembuatan berlansung optimal kurang lebih 90 menit pada suhu 85 0c kemudian bubur dikonversikan menjadi bubuk menggunakan pengering spray drier. Hasil pengamatan mikrostruktur granular diamati menggunakan alat sem (scanning electron microscopy). Karakteristik sifat fungsi maltodekstrin diperoleh dari data amilografi, menunjukan bahwa viskositas maksimum 155 bu pada suhu 32.5 0c selama 2:50 menit sedangkan pati alaminya adlah 608 torque pada suhu 76.1 0c selama 11:45 menit. 
SISTEM KONTROL PADA OTOMIC FORCE MICROSCOPY DAN NANO POSITIONING Rijanto, Estiko
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.731 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi instru8mentasi Iscaning Probe Microsocopy (SPM) telah memungkinkanya berfungsi sebagai mata dan jari untuk melihat dan mengkontrol materi pada ukuran nano meter. Hal ini memberi dampak yang dramatis pada teknologi nano (nanotechnology) di berbagai bidang, biokimia, farmasi, elektro-kimia, tribologi, material, dan fisika. Penerapan tekni kontrel sangat penting pada instrumentasi teknologi nano karena tampa kontroler yang memadai instrumen ini tidak dapat berfungsi dengan baik. Tujuan makalah ini adalah untuk menjelaskan perancangan konsep sistem kontrol pada intrumentasi teknologi nanokhususnya Atomic force Microscopy (AFM) dan nano positioning. Kontroler untuk thermal driven Noncontact AFM pada prinsipnya meregulasi frekuensi resonan dengan mengontrol jarak memakai kontroler umpan balik, sedangkan untuk Transient force AFM pada prinsipnya mengunakan kalman filter untuk meningkatkan kecepatan dan menjaga mutu citra. Hasil eksperimen sistem nanopositioning untuk AFM menunjukan bahwa pengunaan metoda kontrol kokoh H_infinty memberikan hasil scanning  yang lebih baik dibandingkan dengan kontrol klasik. Hasil eksperimen untuk ultra-high desinty electronic data dtorage menunjukan kontroler mengunakan umpan balik dan umpan maju mampu merealisasikan da storage dengan kapasitas 1 tera bit per inci persegi dengan kecepatan baca/tulis 12.5 KB per detik.
SEMEN TIPE BARU JENIS SPINEL MAGNESIUM ALUMINAT UNTUK PEREKAT REFRAKTORI Kurniasih, Sri Cicih; MMB, Aristianto; Wenas, RIF; MA, Suripto; ., Suhanda
Jurnal Riset Industri Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1650.036 KB)

Abstract

Semen spinel magnesiim aluminat merupakan seman jenis baru, selain itu semen kalsium silikat dan kalsium aluminat. Semen jenis magnesium aluminat (MA) ini memounyai kegunaan yang spesifik untuk perekat keraik pada temperatur tingi dan untuk campuran refraktori kastabel. Spinel untuk semen refrektori ini merumakan senyawa aktif dari magnesium-aluminat, yang di bentuk dari bahan baku alam bauksit dan dolomit dan juga dari aluminat dan magnesia. Bahan bahan digiling halus dalam potmill hingga lolos ayakan  325 mesh dan digranulasi untuk kemajuan dilakukan pembakaran pada temperatur 1000 0c sampai 0c. karakterisasi yang dilakukan meliputi mikro, sifat fisis mekanis, dan sifat ternal. Pda penelitian ini telah diperoleh 3 tipe semen yaitu semen spinel tipe 1, semen spinel tipe 11 dan semen spinel tipe 111. Karakteristik semen yang dihasilkan adalah : Stuktur ikatan spinel berada pada panjang glombang (84 – 912) cm-1 , mineral yang terbentuk yaitu spinel ma (magnesium alumnat), CA (calsium aluminat), frosterit, wallastonit, α-alumina, dan magnesia ; kadar sipinel yang terbentuk 49,53 % m- 75 % Struktur permukaan cukup padat dengan bentuk kristal di bidang yang merata. Karakteristik fisis dan terminal menujuakan : waktu pengikatan entara 5 menit smpai 20 menit, berat volumen berkisar antara 1.73 g/ml – 3.5 g/ml, porositas 6,75 – 35,03 %. Susut kering bernilai 0 % dan susut bakar pda temperatur 1200  0c antara 2.3 % - 7.3 % kuat tekan 32.65 Mpa – 135.2 Mpa. Smen tipe 1 dan tipe 2 memiliki ketahan terhadap slag dan ketahanan terhadap kejut suhu yang optimal.
MODEL PENGEMBANGAN AGRO-ECO-INDUSTRIAL PARK DI KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA B, Pojoh; R, Syarief; K.B, Seminar; ., Sudarmasto
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1723.008 KB)

Abstract

Tentang industri abat ke-21 melahirkan konsep industri berkelanjutan yang selanjutnya diikuti oleh ekologi industri, suatu konsep yang mencoba mengaplikasikan sistem ekologi yang nir-limbah ke sistem prokduksi industri . peranan dari konsep ekologi industri melahirkan istilah sco-industri park (eip). Tujuan penelitian ini adalah membangun model dinamik pengembangan agro-eco-industrial park (argo-eip)  dengan studi kasus di kota Bitung. Provinsi Sulawesi Utara. Program Komputer “ powersim studio expert 2005 dengan gunakan itu membangun model. Ariabel-variabel dominan dari model dinamik yang digunakan adalah: sub-model industri berbasis perikanan laut, sub-model industri berbasis kelapa,sub-model industri berbasis agro-kompleks, sub-model pembangkit listrik energi terburakan, dan sub-model limbah dan bahan ikutan. Hasil simulasi terhadap model yang di bangun menunjukan bahwa pada tahun ke-15 argo-aip di kota bitung potensial menurunkan limbah ikutan. Potensi penuruna limbah cair adalah sebagai berikut:darah ikan sebesar 161.950 liter (24.96 %). Urine terna sapi 161.950 lite (6.25 %) dan feces dari ternak sapi dan ayam dam feces yang di produksi di RPH adalah 2.015.733 kg (94.40 %). Peningaktan pememfaatan bahan ikutan perikanan laut sebanyak 24.290.500 kg (93.59 %) dan bahan ikutan air kelapa sebanyak 11.803.600 liter (93.01 %), tempurung kelapa 2.160.000 kg (>100 %), dan paring kelapa 2.447.200 kg(90.64 %). Secara keseluruhan menurunkan limbah cair air kelapa , darah ikan dan urine ternak sapi senbanya 12.127.500 liter (1% dari total limbah cair total). Untuk merealisir pembanguna Argi-EIP bitung maka langkah-langkah yanga dapat mempermudah realisasinya adalah terujutnya pembangunan kawasan industridi kelurahan tanjung merah. Kota bitung sebagai kawasan ekonomi kusus (KEK). Dalam rangka memenuhi kebutuhan bahan baku perikanan laut dan kelapa perlu upaya untuk melakukan beberapa hal seperti menekan atau menurunkan aktifitas perikanan IUU (ilegal,unreported,unregulated), dan membangun kebijakan produksi industri kelapa non-konfensional. Yakni produk-produk esensial turunan kelapa untuk pemeliharaan kesehatan dan perawatan tubuh.

Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue