cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Industri
ISSN : 19785852     EISSN : 25807366     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal of Industrial Research is a periodic scientific media to publish the results of research, study, review, and scientific review of industrial areas that have never been published that is not in the process of evaluating and has been approved by the others (if any) published three times a year on each April, August, and December and accredited by LIPI Number: 490 / AU2 / P2MI-LIPI / 08/2012 for three years.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
Pemurnian Biogas Hasil Pengolahan Air Limbah Secara Anaerobik Ariani, Nurul Mahmida
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2728.085 KB)

Abstract

instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan proses biologi Anaerobik dapat mengasilkan biogas yang pada umumnya menpunyai kandungan gas metan 40-50%
PEMULIHAN SULFUR DARI GAS BUANG YANG MENGANDUNG HIDROGEN SULFIDA DARI KEGIATAN PLTP DENGAN PROSES BIO DISULPHURISASI Munir, Misbachul; Haryanto, Krus; IH, Novarina; Mariana, Bekti; S, Indrati
Jurnal Riset Industri Vol 4, No 3 (2010): Green Industry
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1021.718 KB)

Abstract

Gas hydrogen sulfida (H2S) merupakan gas yang tidak berwarna, berbau seperti telur busuk, bersifat racun yang amat berbahaya dan mematikan karena sifatnya yang beracun dan aspiksian. Sumber penghasil gas H2S antara lain adalah dari kegiatan kilang minyak, gas alam, batubara dan biogas. Salah satu sumber gas H2S yang potensial adalah dar kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang mengeluarkan gas H2S dengan kisaran konsentrasi 4800-6600 ppm. Saat ini gas tersebut dibuang begitu saja tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Cemaran gas H2S dalam gas buang kegiatan PLTP dapat dihilangkan (desulfurisasi) dengan cara fisika-kimia dan biologi. Desulfurisasi secara fisika-kimia dapat dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut dan dekomposisi senyawa sulfur, sedang desulfurisasi secara biologi dilakukan dengan Bio-desulfurisasi. Teknologi bio-desulfurisasi telah banyak diterapkan di industri pengolahan minyak bumi maupun industri gas alam, namun belum diterapkan dalam industri PLTP, untuk itu diperlukan penelitian dengan membuat prototipe reaktor bio-desulfurisasi untuk mengolah gas buang H2S sehingga tidak mencemari lingkungan.  Telah dilakukan penelitian bio-desilfurisasi gas H2S skala laboratorium dengan hasil sebagai berikut: penangkapan gas H2S dengan metode oksidasi fase cair (liquid phase oxidation) menggunakan larutan Na2CO3 konsentrasi 11% diperoleh efisiensi penyerapan sebesar 87,86%; proses bio-desulfurisasi menggunakan Rhodococcus sp sebanyak 10% menghasilkan Kristal sulfur sebanyak 71,28%. Pembuatan prototype bio-desulfurisasi terdiri dari dua buah absorber kapasitas 88 liter, satu buah bioreaktor kapasitas 120 liter dan satu buah dekanter kapasitas 30 liter yang dilengkapi dengan pH meter, kompresor dan penyangga. Uji coba lapangan bio-desulfurisasi di PLTP Dieng dengan hasil efisiensi pembentukan Kristal sulfur sebanyak 52,01%.Kata kunci: gas hydrogen sulfide, pencemaran lingkungan, bio-desulfurisasi, Kristal sulfur.
PEMANFAATAN LIMBAH SERAT KELAPA DAN BAGAS SEBAGAI PENGISI PALANG PINTU PERLINTASAN KERETA API DARI KOMPOSIT BERSTRUKTUR SANDWICH Suhardjo, Kuntari Adi; Basuki, Ariyadi
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.44 KB)

Abstract

Palang pintu perlintasan kereta api terbuat dari kayu, pada umumnya sering tertabrak kendaraan sehingga umur pakai menjadi pendek. Telah dilakukan penelitian pembuatan palang pintu dari komposit berstruktur sandwich dengan menggunakan pengisi fiberboard serat kelapa atau bagas yang bertujuan untuk substitusi kayu. Percobaan ini menggunakan serat gelas WR200 dan Stichbonded. Tahapan percobaan pendahuluan membuat spesimen komposit serat gelas dan resin poliester dengan tiga variasi yaitu pertama 4WR200 + 4Stitch Bonded + resin poliester dengan total tebal 10 mm; kedua 2WR200 + 6Stitch Bonded + resin dengan total tebal 14 mm dan ketiga 6WR200 + 2Stitch Bonded+ resin dengan tebal total 6 mm yang hasil terbaik adalah variasi pertama. Selanjutnya dilakukan percobaan pembuatan palang pintu kereta api menggunakan variasi pertama, hal ini percobaan yang pertama memberikan hasil terbaik Proses pembuatan meliputi layup serat gelas dan resin poliester dengan menyisipkan fiberboard serat kelapa/serat bagas pada molding [(2WR200 + 2Stitch bonded) +resin poliester] + fiber board serat kelapa/ bagas + [(2Stich bonded + 2WR200) + resin poliester,kemudian pengepresan, serta pengeringan.Hasil perhitungan Tekno Ekonomi: Harga palang pintu kayu dengan investasi peralatan Rp 7.589.500,-/unit, Harga palang pintu kayu tanpa investasi alat Rp 2.532.000,-/unit, harga palang pintu komposit dengan investasi peralatan Rp 12.811.430,-/unit, Harga Palang Pintu Komposit tanpa investasi alat Rp  2.419.180,-/unit. Berat keseluruhan palang pintu perlintasan kereta api dari kayu 52,62 kg dari sandwich komposit mempergunakan sandwich pengisi serat kelapa 57,71 kg, dari sandwich komposit mempergunakan sandwich pengisi bagas 54,25 kg Kata Kunci: Palang pintu perlintasan kereta api, komposit, serat gelas, resin poliester, fiber board serat kelapa dan fiberboard serat bagas 
APLIKASI PEMANFAATAN LIMBAH PADAT IPAL PABRIK KERTAS SEBAGAI KOMPOS UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN Setiawan, Yusup; Hardiani, Henggar; Soetopo, Rina S; Purwati, Sri
Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1000.54 KB)

Abstract

Penelitian terhadap produksi dan aplikasi kompos dari limbah padat IPAL pabrik kertas untuk tanaman keras telah dilakukan. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu karakterisasi limbah padat, pembuatan kompos dari limbah padat IPAL, serta uji coba kompos pada tanaman sengon dan jarak pagar. Karakterisasi limbah padat meliputi parameter yang berhubungan dengan indikator pencemaran dan potensi limbah untuk dimanfaatkan. Proses pembuatan kompos berlangsung selama 80 hari dengan penambahan bahan pencampur serbuk kayu 20%v/v. Uji coba aplikasi kompos dilakukan di area lahan terbuka pada dua jenis tanaman yaitu tanaman sengon (Albizia falcataria) dan jarak pagar (Jatropha curcas) dengan variasi dosis 10; 20; 30 kg/pohon dan kontrol. Pengamatan pengaruh kompos terhadap tanaman dilakukan sampai umur tanam 6 bulan. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan vegetatif yang meliputi tinggi dan diameter batang serta berat batang total pada dkhir percobaan.    Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah padat IPAL mengandung bahan organik yang dapat dimanfaatkan sebagai kompos. Kompos yang dihasilkan mengandung unsur-unsur hara makro yang telah memenuhi persyaratan kompos. Kandungan logam berat dalam kompos menunjukkan nilai yang jauh di bawah nilai maksimal dalam persyaratan kompos yang berlaku. Aplikasi kompos sampai 30 kg/pohon pada pertumbuhan tanaman sengon dan jarak pagar, menunjukkan pengaruh yang lebih baik disbanding tanpa aplikasi kompos.
PEMANFAATAN TEPUNG PISANG BATU (MUSA BALBISIANA COLLA) PADA PEMBUATAN KUE BROWNIES Musita, Nanti
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.249 KB)

Abstract

Pemanfaatan tepung pisang batu dalam pembuatan kue brownies dipelajari untuk mendapatkan kue brownies yang bersifat fungsional selain untuk meningkatkan nilai ekonomis pisang batu. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan campuran tepung pisang batu dan tepung terigu yang menghasilkan brownies fungsional dengan sifat organoleptik yang dapat diterima. Campuran tepung pisang batu dan tepung terigu yang dicoba dalam penelitian adalah B1(10:90), B2(20:80), B3(30:70), B4(40:60), B5(50:50) dan B6(60:40). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pisang batu dapat dipakai sebagai pengganti sebagian tepung terigu dalam membuat kue brownies, tanpa mengubah warna, rasa, aroma, tekstur, dan penerimaan keseluruhan produk kue brownies secara nyata. Formula B3 (30% tepung pisang batu: 70% tepung terigu) merupakan formula terbaik. Komposisi produk ini adalah kadar air 25,26%, abu 1,33%, lemak 19,63%, protein 6,04%, karbohidrat 49,07%, serat pangan larut 0,65%, serat pangan tidak larut 23,08%, dan Nilai Glisemik (GI) 21,06%. Produksi brownies fungsional pisang batu dengan kapasitas 160 kemasan/hari atau 48.000 kemasan/tahun layak secara finansial, dengan HPP sebesar Rp. 10.146,55/kemasan. Dengan harga jual sebesar Rp.12.000/kemasan, diperoleh BEP sebesar 40.586,21 kemasan/tahun, nilai PBP sebesar 0,26 tahun dan B/C ratio 1,3. Kata kunci: tepung pisang batu, brownies
PENGARUH JENIS ABSORBAN DALAM PROSES ISOLASI KATECHIN GAMBIR Muchtar, Hendri; ., Yusmeiarti; Yeni, Gustri
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (958.132 KB)

Abstract

Penyediaan katechin gambir sebagai bahan baku industri terutama industri farmasi dan kosmetik dapat di lakukan dengan mengisolasikan katechin mengunakan adsorban dalam metoda kromatografi kolom, yang memberikanhasil optimal dan kemurnian tinggi, Absorban yang dapat di gunakan untuk isiolasi sesuai dengan sifat senyawa katechin aalah silika gel, amberlit XAD4 dan sephadex LH-20 sebagai fasa diam dan metanol heksanaetil-asetat dan campuranya sebagai fasa gerak nya untuk menentukan kemurnian dan indentifikasi senyawa katechin gambir yang di peroleh, di lakukan uji kimia/fisika bedasarkan sifat senyawadan pengujian terhadap kromatografi lapis tipis (KLT), spektrofotometer UV/vis, Spektrum FTIR dan HPLC serta uji titikleleh. Bedasarkan hasil analisa dan uji kemurnian Katechin gambir hasil isolasidengan mengunakan kombinasi absorbanamberlit XAD4 dan LH-20yang paling identik dengan kemurnian tiggi dibanding standar katechin sintetis yang tersedia
WEBS SERAT NANO ALGINAT/POLIVINIL ALKOHOL UNTUK MEDIA PENYAMPAIAN OBAT TOPIKAL Mutia, Theresia; Moeliono, Moekarto
Jurnal Riset Industri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.886 KB)

Abstract

Serat nano merupakan material penting untuk menghasilkan produk yang kompetitif, strategis dan ramah lingkungan. Serat hasil elektrosping untuk keperluan tekstil medis yang berdiameter <100 nm - 500 nm, digolongkan sebagai serat nano. Alginat banyak digunakan di bidang medis, misalnya untuk pembalut luka, rekayasa jaringan, dan lain sebagainya; karena bersifat nontoksik, biodegradable, biocompatible dan dapat mempercepat pertumbuhan jaringan baru. Dari penelitian terdahulu diketahui bahwa membran alginat yang mengandung antibiotik dapat digunakan sebagai media penyampaian obat topikal untuk luka terinfeksi, tetapi dengan metoda elektrospining akan diperoleh produk berkualitas lebih tinggi, karena mempunyai luas permukaan yang sangat besar dan berpori. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan webs (lembaran tipis) dari serat alginat/PVA yang mengandung obat melalui teknologi elektrospining untuk mendapatkan pembalut luka primer yang berfungsi sebagai media penyampaian obat topikal. Pengujian yang dilakukan meliputi analisa gugus fungsi, analisa struktur mikro dan uji pre klinis. Dari hasil uji diketahui bahwa produk tersebut dapat digolongkan sebagai tekstil medis berskala nano dengan kualitas yang lebih tinggi. Selain itu lolos uji pre klinis dan dapat digunakan untuk pembalut luka yang berfungsi sebagai media penyampaian obat topikal. Kata kunci: alginat, elektrospining, media penyampaian obat topikal, polivinil alkohol, tekstil medis
Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah B3 dari Proses Deinking Industri Kertas secara Fitoremendiasi Hardiani, Henggar
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 2 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.401 KB)

Abstract

Pembuangan limbah padat secara timbunan terbuka (open dumping) berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan, selain estetika lingkungan dan keterbatasan lahan, juga dapat menimbulkan permasalahan pencemarana tanah, air tanah dan air permukaan, sehingga perlu dilakukan pemulihan lahan terkontaminasi pada lokasi bekas timbunan tersebut. Fitoremediasi adalah teknologi proses pemulihan tanah terkontaminasi menggunakan tanaman yang efektif, murah dan ramah lingkungan kontaminan dan tanaman yang digunakan. Penelitian ini menggunakana tanaman jarak pagar (jtropha curcas L)...
SINTESIS DAN KARAKTERISASI NANO POWDER ALUMINA TITANIA DENGAN METODE MASKING GEL CALCINATION Setiati, Apriani; ., Suhanda; Sofiyaningsih, Naili; Suparyo, Yoyo
Jurnal Riset Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (896.754 KB)

Abstract

Nanopowder alumina titania (Al2O3.TiO2) telah terbentuk pada temperatur 1200 °C dengan metode masking-gel calcination. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan sintesis dan karakterisasi nano powder alumina titania. Bahan-bahan yang digunakan adalah Al(OH)3, TiO2, asam sulfat, sukrosa  dan ammonia. Metode masking gel calcination merupakan paten Balai Besar Keramik dengan nomor paten P00201000111. Metode ini merupakan modifikasi metode bottom up yang mengombinasikan proses fisika dan kimia yang dapat menghasilkan partikel berukuran nanometrik dengan distribusi  ukuran partikel yang sempit. Hasil karakterisasi dengan X-RD, SEM, TEM dan PSA menunjukkan  bahwa pada temperatur 1200 °C telah terbentuk  nano powder alumina titania dengan ukuran  partikel   ≤ 30 nm, bentuk kristal silinder yang merupakan bentuk rutil dan rhombohedral yang merupakan bentuk dari α-Al2O3.Kata kunci : nano powder alumina titania, masking-gel calcination, karakterisasi
TUJUAN TEORI KOMPETENSI INTI INDUSTRI DAERAH Wijaya, Candra
Jurnal Riset Industri Vol 2, No 3 (2008):
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Industri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.927 KB)

Abstract

Agar ungul dalam persaingan pasar global pengembangan satu produksi industri harus di topang oleh keungulan dan persaingan yang sehat di tingkat lokal. untuk dapat mencapaikeungulan dalam bersaing, suatu daerah ahrus mamapu mengoptimalkan kopetensi inti yang dimilikinya. Tulisan ini mengangkat teme kopetensi inti industri daerah di awali dengan pendapat penulis tentang pemikiran hamel & prahalad. Kopentaensi inti suatu industri tidak dapat terbentuk dengan sendirinya, melainkan harus dibangun dari hasil indentifikasiproduk/komoditas ungulan daerah tersebut. Dalam perjalananya kopentensi inti daerah berpotensi menjadi kekakuan inti karena peroses pembagunan kopetensi inti bukanlah hal yang mudah, dibutuhkan komunikasi, kerjasama dan komitmen baig bagi pemerintah (pusat dan daerah), Industri maupun masayrakat.kata kunci: persaingan, kopotensi inti, pemerintah daerah, industri daerah,kakauan inti

Page 9 of 32 | Total Record : 312


Filter by Year

2007 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 10, No 3 (2016): MENINGKATKAN NILAI TAMBAH MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI Vol 10, No 2 (2016): PENINGKATAN DAYA SAING MELALUI PENGEMBANGAN KUALITAS PRODUK Vol 10, No 1 (2016): Peran Teknologi dan Inovasi dalam Meningkatkan Efisiensi dan Efektifitas Produ Vol 9, No 1 (2015): Optimalisasi Nilai Tambah Bahan/Material dan Limbah Industri Dalam Negeri Vol 8, No 3 (2014): Pemanfaatan Bahan Baku/Penolong Raw Material Dalam Negeri Vol 8, No 2 (2014): Teknologi Pengendalian Pencemaran Lingkungan untuk Industri Hijau Vol 8, No 1 (2014): Teknologi Proses Berbasis Efisiensi Energi Vol 7, No 3 (2013): Pengembangan Subtitusi Impor Mendukung Kemandirian Bangsa Vol 7, No 2 (2013): Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan Mendukung Ketahanan Energi Nasional Vol 7, No 1 (2013): Peningkatan Nilai Tambah Komoditi Argo Vol 6, No 3 (2012): Pengembangan Industri Berbasis Hasil Tambang Vol 6, No 2 (2012): Minimalisasi dan Pemanfaatan Limbah Vol 6, No 1 (2012): Hilirisasi Industri Berbasis Sumber Daya Alam Lokal Vol 5, No 3 (2011): Peningkatan Nilai Tambah dan Produktivitas Industri Vol 5, No 2 (2011): Penelitian Untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Vol 5, No 1 (2011): Industri Kecil Menengah Vol 4, No 3 (2010): Green Industry Vol 4, No 2 (2010): Konservasi Energi Vol 4, No 1 (2010): Standardisasi dan Regulasi Teknik Vol 3, No 3 (2009): Peningkatan Nilai Tambah melalui Inovasi Kemasan Vol 3, No 2 (2009): Vol 3, No 1 (2009): Vol 2, No 3 (2008): Vol 2, No 2 (2008): Vol 2, No 1 (2008): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 3 (2007): Vol 1, No 2 (2007): Jurnal Riset Industri Vol 1, No 1 (2007): Jurnal Riset Industri More Issue