cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
EFEK RESIDU JENIS BIOCHAR DAN PEMBERIAN PUPUK ANORGANIK PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG (ZEA MAYS L). MUSIM TANAM KEDUA Susanto, Susanto; Widowati, Widowati; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land is the main medium where the growth of plants. Arable land can increase crop productivity high while the soil is degraded low crop productivity. The study aims to assess the combined effect of residual type of biochar and fertilizer N and N-K on the growth and yield of corn in degraded soils. Conducted from March to June 2016 in Dusun Bawang Tunggulwulung District of Malang. Experiments using polybags and laid on the ground. Land used is soil degradation which was taken in the village Jatikerto Kromengan District of Malang. Experiments using a randomized block design factorial 2 factors: Factor I kind of biochar residue consists of three kinds of biochar namely, the residue (wood biochar, biochar biochar husk and coconut shell). Factor II time and type of fertilizer N and N-K, consisting of 6 treatments, namely, fertilizer N and N-K in the third week, fourth and fifth. There are 18 combinations of treatments were repeated 3 consists of 5 plant samples. The results of the study, showed that applying N fertilizer-K in the third week produce stem dry weight, total dry weight of the plant top. N-K Award fourth week resulted in total plant dry weight of 5.21 g / plant. Lowest result is application of fertilizer N and N-K to the dry weight of the leaves in the fifth week of 1.52 g / plant and 1.67 g / plant. Tanah merupakan media utama tempat tumbuhnya tanaman. Tanah yang subur dapat meningkatkan produktivitas tanaman yang tinggi sedangkan tanah yang terdegradasi produktivitas tanaman rendah. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi residu jenis biochar dan pemberian pupuk N maupun N-K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada tanah terdegradasi. Dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2016 di Dusun Bawang Kecamatan Tunggulwulung Kota Malang. Percobaan menggunakan polybag dan diletakkan dilapangan. Tanah yang digunakan yaitu tanah degradasi yang diambil di desa Jatikerto Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial 2 faktor, yaitu : Faktor I jenis residu biochar terdiri dari 3 macam biochar yakni, residu (biochar kayu, biochar sekam dan biochar tempurung kelapa muda). Faktor II waktu dan jenis pupuk N dan N-K, terdiri dari 6 perlakuan yaitu, pemupukan N maupun N-K pada minggu ketiga, keempat dan kelima. Terdapat 18 kombinasi perlakuan diulangi sebanyak 3 terdiri dari 5 sampel tanaman. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa pemberian pupuk N-K pada minggu ketiga menghasilkan berat kering batang, berat kering total tanaman tertinggi. Pemberian N-K minggu keempat menghasilkan berat kering total tanaman 5,21 g/tanaman. Hasil terendah adalah pemberian pupuk N dan N-K terhadap berat kering daun pada minggu kelima 1,52 g/tanaman dan 1,67 g/tanaman.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE OBJECTIVE MATRIX (OMAX) DI RUMAH POTONG AYAM (RPA) PT. PHALOSARI UNGGUL JAYA KABUPATEN JOMBANG PRODUCTIVITY ANALYSIS USING OBJECTIVE MATRIX (OMAX) METHOD IN HOUSEHOLD CENTER (RPA) PT. PHALOSARI UNGGUL JAYA DISTRICT JOMBANG Laga Bahi, Titus Kobo; Suliana, Gatut; Santosa, Budi
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted from 29 October to 29 November to determine the productivity of the company Chicken House (RPA) PT. Phalosari Unggul Jaya which is located in District Tembelang Jombang Regency. Based on the OMAX matrix calculation from January to December, the calculation results of each ratio. The highest ratio lies in the ratio of 1, 3 and five where the ratio is raw materials, energy and marketing at Chicken Houses (RPA) PT. Phalosari Unggul Jaya. The lowest OMAX matrix calculation is found in the ratio of 2.4 and 6 where the ratio is auxiliary materials,labor and maintenance. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 29 Oktober ? 29 November 2015 untuk mengetahui produktivitas perusahaan Rumah Potong Ayam (RPA) PT. Phalosari Unggul Jaya yang beralamat di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Berdasarkan perhitungan matrik OMAX mulai dari bulan Januari sampai bulan Desember, mendapatkan hasil perhitungan dari masing-masing rasio. Rasio tertinggi terletak pada rasio 1, 3 dan lima dimana rasio tersebut adalah bahan baku, energi dan pemasaran pada Rumah Potong Ayam (RPA) PT. Phalosari Unggul Jaya. matrik OMAX terendah pada rasio 2,4 dan 6 dimana rasio tersebut adalah bahan pembantu, tenaga kerja dan perawatan
APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI CABE RAWIT Julcarnain B, Herman; Astutik, Astutik; Hapsari, Ricky Indri
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas limbah bag log adalah dengan cara pembuatan pupuk organik cair. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi cabe rawit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Lapangan Terpadu Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Jawa Timur dan dimulai pada bulan Mei sampai Agustus 2015. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor perlakuan yakni Faktor 1 (dosis POC) : 50 ml/l air, 100 ml/l air, 150 ml/l air dan 200 ml/l air. Faktor 2 (frekuensi pemberian) : setiap 1 minggu sekali dan 2 minggu sekali. Parameter yang diamati yakni tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), jumlah cabang per tanaman, saat muncul bunga (hari), jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman (g) dan per hektar (ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis dan frekuensi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan tinggi tanaman (umur 21 dan 28 hari) dan saat mucul bunga. Frekuensi pemberian 2 minggu sekali merupakan periode pemupukan terbaik pada pertumbuhan (jumlah daun dan luas daun) serta jumlah buah terbaik 11,91 buah per tanaman (3 kali panen).
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR NASA (POC) DAN PUPUK UREA GUNA MENINGKATKAN HASIL TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapaL.) Siga, Imanuel Bajo; Lestari, Sri Umi; Karamina, Hidayati
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to evaluate the effect of liquid organic fertilizer (POC) and Urea on the growth and yield of mustard plants. The study was conducted in the Tunggul Wulung Village, Lowokwaru District, Malang City, conducted in December 2016 until February 2017. Factorial Randomized Complete Block Design (RCBD) was used in this study, with the first factor was dose of liquid organic fertilizer (N) with three levels, namely N0 (0 ml POC / plant), N1 (5 ml POC / plant), and N2 (10 ml POC / plant); the second factor was the application of Urea (U), namely U0 (0 g Urea / plant), U1 (0.5 g Urea / plant), U2 (0.6 g / plant), and U3 (0.8 g Urea / plant). Thus there are 12 treatment combinations, all combinations are replicated three times. Each experimental unit consists of three polybags planted with one seed/polybag. Observation parameters in this study include: plant height, number of leaves, plant fresh weight, root fresh weight, % dry matter (DM) of the plant, % root DM, plant dry weight, and root dry weight. The results showed that there was no interaction between POC and urea doses on growth and mustard pakchoy yields. POC application only affected the number of leaves in mustard pakcoy at the age of 10 days after planting, the number of leaves was 5.20 pieces. Application of Urea fertilizer up to 0.8 g / plant has not been able to increase the growth and yield of mustard pakchoy plants. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pupuk organik cair (POC) dan pupuk Urea terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakchoy. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Tunggul Wulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017. Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial digunakan dalam penelitian ini, dengan faktor pertama dosis pupuk organik cair (POC) dengan tiga level, yaitu N0 (0 ml POC/tanaman), N1 (5 ml POC/tanaman), dan N2 (10 ml POC/tanaman), faktor kedua pemberian Urea (U), yaitu U0 (0 g Urea/tanaman), U1 (0.5 g Urea/tanaman), U2 (0.6 g/tanaman), dan U3 (0.8 g Urea/tanaman). Dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan, semua kombinasi diulang tiga kali. Setiap unit percobaan terdiri dari tiga polybag yang ditanami satu bibit/polybag. Parameter pengamatan dalam penelitian ini meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, bobot segar akar, % bobot kering (BK) tanaman, % BK akar, presentase berat kering tanaman, dan presentase berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara dosis POC dan dosis urea terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakchoy. Pemberian POC hanya mempengaruhi jumlah daun pada tanaman sawi pakchoy pada umur 10 hari setelah tanam, sebanyak 5,20 helai. Pemberian dosis pupuk Urea sampai 0,8 g/tanaman belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pakchoy.
STUDI PENGEMBANGAN KAWASAN KAMPUNG NELAYAN DI DESA SUMBER BENING KABUPATEN MALANG Dedi, Dedi; Alfian, Rizki; Soelistary, Hesti Triana
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fishing village of Sumber Bening Village is a transitional area between terrestrial ecosystems and marine ecosystems that have a wealth of renewable resources managed into fisheries, marine and education areas. This study aims to determine the concept of development of the village area. This research is located in Sumber Bening Village, Bantur District, Malang Regency, East Java, this research was started from May - July 2017 and the method used was qualitative method with data retrieval in 3 ways: 1. Primary, 2. Secondary and 3. FGD and Total response questionnaire amounted to 30 people. Potentials that exist in the fishing village, among others, estuaries, mangrove tours and culinary tours. The concept of development in the village of fishermen in Sumber Bening Village is how to create a region of fishing village into a region that remains natural to stay awake by following the times. The concept of this planning is a model of recommendation drawing that will be adapted to Landscape character and potential in the area of fisherman's village such as: Access road, welcome area, sales of accessories, parking, lighting, additional facilities, mangrove tours, boat access road and breakwater. Kampung nelayan di Desa Sumber Bening merupakan daerah peralihan antara ekosistem darat dan ekosistem laut yang memiliki kekayaan sumberdaya yang dapat diperbaharui dan dikelola menjadi kawasan perikanan, bahari dan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsep pengembangan kawasan kampung. Penelitian ini berlokasi di Desa Sumber Bening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur, penelitian ini di mulai bulan Mei ? Juli 2017dan metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pengambilan data dengan 3 cara : 1. Primer, 2. Sekunder dan 3. FGD dan Total respon kuisioner berjumlah 30 orang. Potensi yang ada di kampung nelayan antara lain, muara, wisata mangrove dan wisata kuliner. Konsep pengembangan di kawasan kampung nelayan di Desa Sumber Bening yaitu bagaimana cara menciptakan kawasan kampung nelayan menjadi kawasan yang tetap alami tetap terjaga dengan mengikuti perkembangan jaman. Konsep perencanaan ini berupa model gambar rekomendasi yang akan disesuaikan dengan karakter Lanskap dan potensi yang ada di kawasan kampung nelayan seperti : Akses jalan, welcome area, penjualan aksesoris, parkir, penerangan, penambahan fasilitas, wisata mangrove, akses jalan perahu dan pemecah ombak.
DAMPAK PERUBAHAN UNSUR IKLIM TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN PADI DAN JAGUNG DI KABUPATEN MALANG Lalo, Yakub Didimus; Adisarwanto, Titis; Sutoyo, Sutoyo
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efek fenomena pemanasan global sekarang ini telah dirasakan oleh seluruh penjuru dunia. Salah satu efek perubahan iklim global, yang menyebabkan perubahan peluang kejadian hujan ekstrim. Perubahan iklim juga menyebabkan pergeseran musim di Indonesia. Pergeseran awal musim dan panjang musim terjadi baik untuk musim hujan maupun musim kemarau, salah satu pulau yang mengalami hal ini adalah kecamatan Karangploso, Pakis Aji, dan Kepanjen. Kabupaten malang Perubahan musim berdampak pada berbagai aspek terhadap bidang pertanian dan perkebunan, Perubahan musim seperti ini tentunya akan berpengaruh terhadap pola tanam dan produktivitas pada tanaman pertanian kususnya tanaman padi dan jagung. terbatasnya informasi yang diperoleh petani menyebabkan persepsi tentang terjadinya perubahan iklim diantara petani menjadi berbeda. Sehingga tindakan yang dilakukan juga berbeda, yang menyebabkan timbulnya berbagai macam dampak negatif terhadap tanaman yang dibudidayakan, yaitu penurunan produktivitas. Dampak buruk akibat perubahan musim ini adalah gagal panen pada tanaman padi dan jagung. Besarnya dampak dari perubahan iklim terhadap produktivitas tanaman padi dan jagung sebesar 2,41% terhadap tanaman jagung dan padi sebesar 45,04% di Karangploso, Pakis Aji, dan Kepanjen.
PENGARUH TINGKAT PROTEIN PAKAN TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING, KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN KECERNAAN SERAT KASAR PADA ITIK MOJOSARI JANTAN DAN BETINA PADA PERIODE GROWER Kaka, Damianus Jama; Marhaeniyanto, Eko; Supartini, Nonok
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Duck is a animal protein both eggs and meat. The aim of this research is to know the Influence of Difference of Protein Level of Feeding to Dry matter Digestion, Crude Protein and Crude Fiber Digestibility of Mojosari Ducks and Grower Period The research was conducted in field laboratory of Agriculture Faculty Tribhuwana Tunggadewi University Malang, on October 30, 2016 - November 20, 2016, while proximate analysis was conducted at the Animal Nutrition and Feed Laboratory of Universitas Brawijaya Malang. The results showed that crude protein digestibility was a significant difference ( P
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKOKIMIA MIE INSTAN YANG DIBUAT DARI PROPORSI TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG LIDAH BUAYA Horna, Horna; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to get the right proportions between aloe vera flour and flour in the making instant noodles. Aloe vera flour substituting in making the instant noodles needs to be done as effort find a replacement wheat flour in the making instant noodles to reduce the use of wheat flour as the main ingredient. This research used Completely Randomized Desigen (CRD) one factor as the factor proportions between flour and aloe vera. The proportions is as follows: T0= 100:0%, T1= 98:2%, T2= 96:4%, T3= 94:6%, T4= 92:8%, T5= 90:10%. Each treatment wes repeated 4 time so that obtained 24 samples. The result showed thet treatment T1= 98% wheat flour : 2% aloe vera flour give the best result on the parameters of water content (13,697%), ash content (3,237%), protein content (13,333%), and the power of broken (1,850%). Of all the observed parametars showed aloe vera flour substitution con produce instant noodle with the best quality. Penelitian ini bertuju untuk mendapatkan proporsi antara tepung lidah buaya dan tepung terigu yang tepat dalam pembuatan mie instan.Subsitusi tepung lidah buaya pada pembuatan mie instan perlu dilakukan sebagai upaya mencari pengganti tepung terigu dalam pembuatan mie instan untuk mengurangi penggunaan tepung terigu sebagai bahan utama. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor sebagai faktornya yaitu proporsi antara tepung terigu dan tepung lidah buaya adapun proporsinya sebagai berikut: T0= 100: 0%, T1= 98 : 2%, T2= 96 : 4%, T3= 94 : 6%, T4= 92 : 8%, T5= 90 : 10%. Masing ? masing diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan T1= 98% tepung terigu : 2% tepung lidah buaya memberikan hasil terbaik pada parameter kadar air (13,697%), kadar abu (3, 237%), kadar protein (13, 333%), daya patah (1,850%). Dari semua parameter yang diamati memperlihatkan subtitusi tepung lidah buaya dapat menhasilkan mie instan dengan kualitas yang baik.
SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN MOCAF DAN PENAMBAHAN BLONDO DALAM PEMBUATAN ROTI TAWAR Noppy, Noppy; Ahmadi, KGS; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bread is one kind of sponge food made from wheat flour, water, shortening, sugar, and yeast. Mocaf has a good potency to be a wheat flour subtitution in bread production. This study aimed to determine the best wheat flour substitution with mocaf and blondo formulation in bread production and tit feasibility study. This study was conducted by using Randomized Block Design (RBD) with 2 factors. First factor is the substitution of wheat flour and mocaf in 3 levels. Second factor is the addition of blondo. All treatment was run in 3 replications. The results showed that the best treatment in this research is found in substitution of wheat flour with mocaf (70%: 30%) and the addition of blondo 10% with parameter ash content 1.61%, protein 10.87%, texture 12.87, power 73.66 flower, 3.7 color (likes), aroma 3.3 (like), taste 3.3 (Somewhat Likes). Roti tawar merupakan salah satu jenis makanan yang berbentuk sponge dibuat dengan bahan dasar terigu, gula, dan yeast. Mocaf memiliki potensi yang baik untuk digunakan sebagai pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan substitusi tepung terigu dengan mocaf dan penambahan blondo yang terbaik dalam pembuatan roti tawar serta kelayakan usaha nya. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor (1) Subtitusi tepung terigu dan mocaf dengan 3 taraf perlakuan, faktor (2) penambahan blondo dan di ulang sebanyak 3 kali sehingga memperoleh 27 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan terbaik pada substitusi tepung terigu dengan mocaf (70% : 30%) dan penambahan blondo 10% dengan parameter kadar abu 1.61%, protein 10.87%, tekstur 12.87, daya kembang 73.66, warna 3.7 (suka), aroma 3.3 (suka), rasa 3.3 (Agak Suka).
Pemupukan Nitrogen Dan Kalium Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Terong Ungu (Solanum Melongena L.). Gamat, Berchmans M; Adisarwanto, Titis; Dwi Julianto, Reza Prakoso
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To get this high demand eggplant yield potential, it is still not balanced with production so that good fertilization techniques are needed, especially from the aspect of soil fertility. The study aimed to determine the effect of nitrogen and potassium fertilizers and dosages on the growth and production of purple eggplant plants. This research was carried out in Tlogomas Subdistrict, Lowokwaru Subdistrict, Tribhuwana Tunggadewi University, Malang. From November to February, it had an altitude of ± 450 above sea level. The study used a randomized block design (RBD) with a single factor consisting of 6 treatments and repeated 3 times, namely: type of fertilizer (N) consisting of: N1 = Urea and N2 = KCL. N1 Fertilizer = Urea 50 kg / ha (0.4 gram / plant), N2 = Urea 100 kg / ha (0.8 gram / plant), N3 = Urea 150 kg / ha (1.2 grams / plant), K1 = KCL 50 kg / ha (0.4 gram / plant), K2 = KCL 100 kg / ha (0.8 gram / plant), K3 = KCL 150 kg / ha (1.2 grams / plant). Observation variables: plant height, number of leaves, leaf area, number of flowers, number of fruit and weight of fruit. If it shows a significant difference between the treatments tested then proceed with a 5% BNT test. Based on the results of the study, it can be concluded that fertilization of 50 kg KCl / ha and 150 kg of urea was able to produce the same plant height at the age of 50 days after planting. Fertilization of Urea and KCl does not affect the weight of the plant or the number of fruit. Untuk mendapatkan potesi hasil terong dengan permintaan yang tinggi ini, masih tidak diimbangi dengan produksi sehingga diperlukan teknik pemupukan yang baik terutama dari aspek kesuburan tanah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk nitrogen dan kalium serta dosis terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong ungu. Penelitian ini dilaksanakan dikelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang Pada bulan November sampai Februari yang memiliki ketinggian tempat ± 450 dari permukaan laut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal yang terdiri dari 6 perlakuan dan diulang 3 kali yaitu :jenis pupuk (N) terdiri dari : N1 = Urea dan N2 = KCL. Pupuk N1 = Urea 50 kg/ha (0,4 gram/tanaman), N2 = Urea 100 kg/ha (0,8 gram/tanaman), N3 = Urea 150 kg/ha (1,2 gram/tanaman), K1 = KCL 50 kg/ha (0,4 gram/tanaman), K2 = KCL 100 kg/ha (0,8 gram/tanaman), K3 = KCL 150 kg/ha (1,2 gram/tanaman). Variabel pengamatan : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah bunga, jumlah buah dan berat buah. Apabila menunjukan beda nyata diantara perlakuan yang diuji maka dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan Pemupukan 50 kg KCl/ha dan 150 kg urea mampu menghasilkan tinggi tanaman yang sama pada umur 50 hari setelah tanam. Pemupukan Urea maupun KCl tidak mempengaruhi terhadap bobot tanaman maupun jumlah buah.