cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGARUH KONSENTRASI ASAP CAIR CANGKANG KELAPA SAWIT DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP KUALITAS DAGING IKAN PATIN ASAP Klanita, Weny; Sasongko, Pramono; Ahmadi, KGS
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The process of curing fish is generally done by using wood burning smoke. The utilization of wood is not efficient and lead to negative effect to the environment. Therefore it is necessary to modify the smoked fish meat processing by utilize a liquid smoke. The aim of this study was to determine the optimum combination of palm oil shell liquid smoke concentration and immersion time in smoke catfish meat production. The result showed that the optimum condition was obtained from the treatment of 2% (v/v) palm oil shell liquid smoke concentration and 30 minutes of immersion time with water content of 59,80%, fat content 23,73%, protein content 28,99%, and TPC 6.42x104 cfu / gram. Organoleptic analysis was performed to find out the panelist's preference of color, flavor, and texture with values of 3.57%, 3.93%, and 3.64%. The feasibility study was shown that the smoke catfish meat production by using palm oil shell liquid smoke is feasible to conduct. Proses pengasapan ikan pada umumnya dilakukan dengan menggunakan asap hasil pembakaran kayu. Penggunaan kayu tidak cukup efisien dan memiliki nilai negatif dari segi pengelolaan lingkungan. Oleh karena itu perlu dilakukan dimodifikasi proses pembuatan daging ikan asap dengan menggunakan asap cair. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi dan lama perendaman daging ikan patin yang optimum didalam asap cair dari cangkang kelapa sawit yang tepat untuk daging ikan patin asap. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi optimum didapat dari perlakuan konsentrasi asap cair 2% (v/v) dan lama perendaman 30 menit. Dengan kadar air 59,80%, kadar lemak 23,73%, kadar protein 28,99%, dan TPC 6.42x102 cfu/gram. Uji organoleptik terhadap warna, rasa, dan tekstur dengan nilai 3,57%, 3,93%, dan 3,64%. Analisa kelayakan usaha menunjukkan bahwa proses pembuatan ikan patin asap dengan menggunakan asap cair dari cangkang kelapa sawit layak untuk diusahakan.
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KINERJA PENYULUH PERTANIAN PADA BKP3 KECAMATAN PAKISAJI KABUPATEN MALANG Hory, Adelbertus Ratu; Suwasono, Son; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini akan dilaksanakan pada BKP3 Kecamatan Paki Saji Kabupaten Malang Karena mempunyai Penyuluh Pertanian berpengalaman. Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 20 April sampai 20 Juni 2014. Penentuan responden dilakukan dengan metode porposif mengambil semuah penyuluh yang ada pada BKP3 Kecamatan Paki Saji Kabupaten Malang berjumlah 7 orang. Dalam penelitian ini pengambilan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan observasi langsung kepada 7 orang penyuluh pertanian di Bkp3 Kecamatan Paki Saji Kabupaten Malang. Data sekunder diperoleh dari kantor BPP serta BadanKetahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kecamatan Paki Saji Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ? faktor yang Paling Dominan mempengaruhi tingkat kinerja penyuluh pertanian Umur Penyuluh dengan nilai koefisien beta sebesar 0,359. Sehingga disimpulkan bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi variabel Kinerja Penyuluh adalah Variabel Umur Penyuluh.
PENGGUNAAN PUPUK N DAN BIOCHAR TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PAKCOY (Brassica rapa L.) DI TANAH INCEPTISOL Jawa, Maria Fransiska Yuliana; Adisarwanto, Titis; Hamzah, Amir
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the best dosage of Nitrogen fertilizer and biochar on mustard plant pakcoy (Brassica rapa L.) in inceptisol soil. The research was conducted in Hamlet Kraguman, Tegalwaru Village, Dau District, Malang Regency, East Java Province, for three months from September to November 2016. The study used Randomized Block Design (RAK) with 13 treatments and repeated 3 times. Observation was done 3 times that is age 25 HST, 35 HST, 45 HST with observed variables include plant height, leaf area, number of leaves, wet weight, and dry weight of mustard plant pakcoy. The results showed that the interaction of nitrogen and biochar fertilizers did not affect all observation parameters. Provision of nitrogen and biochar fertilizers increases the percentage of plant height increase, leaf area, wet weight, and dry weight of mustard plant pakcoy. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan takaran pupuk nitrogen dan biochar terbaik pada tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa L.) di tanah inceptisol. Penelitian dilaksanakan di Dukuh Kraguman, Desa Tegalwaru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, selama tiga bulan mulai September ? November 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 13 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dilakukan sebanyak 3 kali yaitu umur 25 HST, 35 HST, 45 HST dengan variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, luas daun, jumlah daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk nitrogen dan biochar tidak berpengaruh terhadap semua parameter pengamatan. Pemberian pupuk nitrogen dan biochar meningkatkan persentase pertumbuhan tinggi, luas daun, bobot basah, dan bobot kering tanaman sawi pakcoy.
PENGGUNAAN 6-Benzyl Amino Purin (BAP) DAN KINETIN PADA MULTIPLIKASI KRISAN (Chrysanthemum indicum L.) MULTIPLICATION OF CHRYSANTHEMUM (Chrysanthemum indicum L.) USE 6-Benzyl Amino Purin (BAP) AND KINETIN Irawati, Benedikta; Adisarwanto, Titis; Sumiati, Astri
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman krisan (Chrysanthemum indicum L.) merupakan salah satu tanaman hias yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Tingginya produksi krisan berimplikasi pada kebutuhan benih, teknologi budidaya dan varietas yang cukup tinggi. Penggunaan teknik kultur jaringan bisa berhasil untuk mengembangkan bibit yang berkualitas dan seragam pada tanaman Krisan. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan media dasar MS dengan konsentrasi Benzyl Amino Purin (BAP) dan Kinetin yang optimal terhadap kecepatan tumbuh dan perbanyakan in vitro tanaman Krisan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, Jawa Timur, pada bulan April sampai Juli 2016. Penelitian dilakukan dengan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan: ½ MS (Kontrol); ½ MS dan BAP 0,5 ppm; ½ MS dan BAP 1,0 ppm; ½ MS dan Kinetin 0,5 ppm; ½ MS dan Kinetin 1,0 ppm. Plantlet yang digunakan adalah plantlet Krisan bunga kuning. Parameter yang diamati yaitu, saat muncul tunas, jumlah tunas, jumlah total daun, persentase kontaminasi dan persentase plantlet hidup. Hasil menunjukkan Media ½ MS dengan pemberian Kinetin 0,5 ppm mampu menginisiasi tunas paling cepat (14,75 hari). Jumlah tunas terbanyak diperoleh pada media ½ MS dengan pemberian BAP 1 ppm (2,83/plantlet) dan jumlah daun (16,67/plantlet) sampai dengan umur 51 hari setelah subkultur.
PENGARUH DISIPLIN TERHADAP PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN Mabel, Januarius; Asnah, Asnah; Arvianti, Eri Yusnita
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The influence of leadership style on employee productivity is enormous. It is understandable that an employee will not work earnestly and optimally what if he feels uncomfortable and get attention and respect both material and nonmaterial from the leader.What if a leader is able to give motivation to employees, then employees kerya will work will be good karyapun results will be better too. Productivity kerya employees dipenggaruhi by the system and rules that raw and transparent give reward for employees who achievement and show high dedikasih and warning or punishment (punishment) it is educational for employees who do wrong. With fair and transparent rewards and punishments employees will be motivated and healthy in order to demonstrate their performance contribution to their instituations. The data used in this study are: a, Primary data, obtained directly from the source in the field.b, Secondary data derived from the document or archive of this study using statistical analysis techniques, that is by using the analysis of Linear Multiple Linear Rengresi.Model this analysis is quantitative analysis, used to find out the magnitude of the influence between independent variables with dependent variables, either jointly or partially The result of the research indicates that: (1) The variable of work reactivity (X1), direction (x2) and motivation (X3) influence simultaneously to job performance variable (Y) equal to 46% means that these three variables do have big contribution to influence achievement (2) The feasibility test of the model shows that the formulation which states that the work reactivity variables X1, direction (X2), and motivation (X3), m is the factor affecting the performance variable (Y) is feasible Shown by the result of the -F test where the significant value -F is 0,0000, (3) multiple linear regression equation is: Y = 0,371 + 0,482x1 + O, 386x2 + O, O14x3 + e Pengaruh gaya kepemimpinan terhadap produktivitas kerja karyawan sangat besar .Hal ini dapat dipahami bahwa seorang karyawan tidak akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan optimal apa bila dia merasa tidak nyaman dan mendapat perhatian dan penghargaan baik material maupun nonmaterial dari pimpinan .Apa bila seorang pemimpin mampu mem berikan motivasi kepada karyawan ,maka karyawan kerya bekerja akan baik dan hasil karyapun akan semakin baik pula.Produktivitas kerya karyawan dipenggaruhi adanya system dan aturan yang baku dan transparan memberikan penghargan (reward)bagi karyawan yang prestasi dan menunjukkan dedikasih tinggi serta peringatan atau hukuman-hukuman(punishment) yang sifatnya mendidik bagi karyawan yang melakukan kesalaha. Dengan adanya penghargaan dan hukuman yang fair dan transparan maka karyawan akan termotifasi dan bersain secara sehat untuk menunjukkan kinerja dan kontribusihnya terhadap instasinya. Data yang digunakan dalam penilitian ini adalah: a,Data primer,yang diperoleh langsung dari sumbernya dilapangan.b,Data sekunder yang berasal dari catatan dokumen atau arsip penelitian ini menggunakan teknik analisis statistic,yaitu dengan mengunakan analisis Rengresi linier Berganda.Model analisis ini merupakan analisis yang bersifat kuantitatif ,yang digunakan untuk mengetahui sejaumana besarnya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat ,baik secara bersama-sama maupun secara parsial. Hasil penelitian menujukan bahwa :(1)Variabel kreaktifitas kerja (X1),pengarahan (x2) dan motifasi(X3) berpengaruh secara bersama-sama terhadap variabel prestasi kerja (Y)sebesar 46% artinya ketiga variabel tersebut memang memiliki kontribusih besar dalam mempengaruhi prestasi kerja ,(2)hasil uji kelayakan model menujukkan bahwa formulasi yang menyatakan bahwa variabel kereaktifitas kerja(X1),pengarahan(X2),dan motivasi (X3), m erupakan faktor yang berpengaruh terhadap variabel prestasi kerja (Y) adalah layak Ditunjukkan oleh hasil uji ?F dimana nilai signifikan ?F adalah 0,0000,(3) persamaan regresi linier berganda adalah :Y=0,371+ 0,482x1+ O,386x2+ O,O14x3 +e.
ANALISIS KEUNGGULAN KOMPARATIF BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI DESA NGANTRU, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG Umbu Tamu, Marselinus Roberto; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red onion produced in almost all parts of Indonesia. The main producing red onion north Sumatra, West Sumatra, West Java, Central Java, East Java, West Nusa Tenggara, Central Sulawesi and South Sulawesi. The purpose of this study was to analyze the comparative advantages of onion businesses in Ngantru village. This research is a qualitative research with methods of analysis used was the analysis of Domestic Resources Cost (DRC). The population in this study was 60 and 30 samples. The sampling technique used random sampling while the data collection took place in January-June 2016 using questionnaires.Results of statistical analysis showed that onion farming in the village of Ngantru, Ngantang, Malang Regency experienced excellence both private (6,652,221,805) and social advantages (39.1307 billion) calculations.This meant that onion farming was efficient and it could be concluded of having competitive value for the benefit of farmers and have comparative advantages. From two indicators measuring competitiveness: cost ratio of private (private cost ratio or PCR) showed that onion farming was more competitive with PCR
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH PERTANIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM MELAKSANAKAN TUPOKSI DI KABUPATEN MALANG Mayor, Fenny Marthina; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Current implementation of agricultural extension is expected to be able to become a facilitator, motivator and regulator of agricultural business actors and be able to build a highly competitive agribusiness system. This study aims to analyze internal and external factor of civil servant agriculture instructors: education, motivation, training, lenght of service, infra-structure, distance to work area, number of target villages, and quantity of target farmer groups and their influence on performance of agricultural instructors civil servant in carrying out TUPOKSI. Research was carried out in seven Technical Implementation Units of Counseling Centers namely: UPT-BP Kec. Singosari, UPT-BP Kec. Lawang, UPT-BP Kec. Karangploso, UPT-BP Kec. Dau, UPT-BP Kec. Pakis, UPT-BP Kec. Pujon, UPT-BP Kec. Pakisaji Malang Regency. Research location was determined purposively and sample was determined based on simple random sampling of 29 civil servant instructors and analyzed with multiple linear regression analysis. The analysis shows that four independent variables have a positive influence on the performance of instructors, namely education, training, work tenure, number of target villages. Performance of agriculture instructors for Civil Servants with likert scale analysis showed very good results with a value of 88,10%. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian saat ini diharapkan mampu menjadi fasilitator, motivators dan regulator pelaku usaha pertanian serta mampu membangun sistem agribisnis yang berdaya saing tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal penyuluh pertanian Pegawai Negeri Sipil yang meliputi: pendidikan, motivasi, pelatihan, masa kerja, sarana prasarana, jarak tempuh ke wilayah kerja, jumlah desa binaan dan jumlah kelompok tani binaan serta pengaruhnya terhadap kinerja penyuluh pertanian Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan TUPOKSI. Penelitian dilakukan di tujuh Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan yaitu: UPT-BP Kec. Singosari, UPT-BP Kec.Lawang, UPT BP Kec. Karangploso, UPT BP Kec. Dau, UPT BP Kec. Pakis, UPT BP Kec. Pujon,dan UPT BP Kec. Pakisaji KabupatenMalang. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dan sampel ditentukan berdasarkan simple random sampling sebanyak 29 orang penyuluh PNS dan dianalisis dengan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan empat variabel independen memberikan pengaruh positif terhadap kinerja penyuluh yaitu pendidikan, pelatihan, masa kerja dan jumlah desa binaan. Kinerja penyuluh Pegawai Negeri Sipil dengan analisis skala likert menunjukkan hasil yang sangat baik dengan nilai 88,10%.
KONTRIBUSI GABUNGAN KELOMPOK TANI DALAM PENGEMBANGAN PRODUKSI KOPI BUBUK RUMAH TANGGA (STUDI KASUS GAPOKTAN MEKAR TANI DI DESA JAMBUWER KECAMATAN KROMENGAN KABUPATEN MALANG) Ruspina, Monri Nelly; Muljawan, Rikawanto Eko; Mutiara, Farah
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Robusta ground coffee which is often referred to as Jambuwer red coffee itself is produced by the creative hands of Gapoktan and the community in Jambuwer Village. This study aims to analyze the combined contribution of farmer groups in the development of household ground coffee production and determine the relationship of the combined contribution of farmer groups in the development of household coffee production. The research was conducted in the Mekar Tani farmer group Jambuwer Village, Kromengan District. Sampling was carried out using Slovin to obtain 52 people. Methods of data analysis using correlation analysis and data collection, data reduction, drawing conclusions and verification. The results of this study are the contribution of Mekar Tani Gapoktan in the economic and social fields, while the relationship between the contribution of farmer groups has a positive correlation with the development of household coffee production in Jambuwer village that is 0.985 greater than the r table of 0.279 with a significance level of 0,000 < 0.005. Kopi bubuk robusta yang sering disebut dengan Kopi merah Jambuwer sendiri diproduksi oleh tangan kreatif gapoktan dan masyarakat di Desa Jambuwer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi gabungan kelompok tani dalam pengembangan produksi kopi bubuk rumah tangga dan mengetahui hubungan kontribusi gabungan kelompok tani dalam pengembangan produksi kopi bubuk rumah tangga. Penelitan dilakukan di kelompok tani Mekar Tani Desa Jambuwer Kecamatan Kromengan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan slovin sehingga diperoleh 52 orang. Metode analisis data menggunakan analisis korelasi dan pengumpulan data, reduksi data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah terdapat Kontribusi Gapoktan Mekar Tani dalam bidang ekonomi dan bidang sosial, adapun hubungan kontribusi kelompok tani memiliki korelasi positif dengan pengembangan produksi kopi bubuk rumah tangga di desa jambuwer yaitu sebesar 0,985 lebih besar daripada r tabel sebesar 0.279 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,005.
RESPON PEROMPESAN PADA BEBERAPAVARIETAS UBI KAYU PENGHASIL DAUN PAKAN ULAT SUTRA Raga, Yohanes Aryanto; Siswanto, Bambang; Astutik, Astutik
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava (Manihot esculenta Crantz) is one of the important foods for food, food and industry. Cassava leaves also contain vitamin A and cyanide acid (HCN). The low productivity of cassava is caused by many factors including pest and disease attacks, competition with weeds, cracks and broken stems due to strong winds and heavy rain, so that the production does not produce optimally. Cassava-based agroindustry business is able to provide benefits even though it is still relatively small. The production of pirates aims to grow productive shoots that lie on the outer branch of the pirate, so that more productive shoots grow on the ends of the branches, besides, the more flowers and fruit growing on the end of productive branches will increase the productivity of the pirates.The study was carried out on experimental land belonging to one of the communities in the village of Beji, Junrejo District, Batu City. The research was conducted for 4 months from March to July 2017. This study used factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of 3 replications. The treatment factor in this study consisted of two (2) factors, namely: Factor I was cassava variety (V) consisting of 4 types, namely: V1 = Malang I, V2 = Tambak Udang, V3 = Malang IV and V4 = UJ 5. Factor II is the boiling of cassava leaves (P) consisting of 3 levels, namely: P0 = 0% piracy (control), P1 = piracy 20% and P2 = pirating 40%. The parameters of observation included: stem height, number of leaves, stem diameter, leaf wet weight and leaf dry weight. The results of the study can be summarized as follows: There was no interaction between varieties and pruning of all observed parameters. Varieties affect the number of leaves aged 6 to 8 weeks. Breeding affects the number of leaves aged 3, 6 and 8 weeks. The best results (wet weight) obtained at 20% pruning yielded 20,42 g / plant wet weight of pangkasan leaves and did not differ from 40% ie 19,33 g / plant. The best cassava variety is the Malang IV. Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) merupakan salah satu sumber pangan penting baik sebagai pangan, pakan, maupun untuk industri. Daun ubi kayu juga mengandung vitamin A dan asam sianida (HCN). Produktivitas ubikayu yang rendah disebabkan oleh banyak faktor diantaranya adalah serangan hama dan penyakit, persaingan dengan gulma, kerebahan dan patah batang akibat angin kencang dan hujan lebat, sehingga perompesan tidak berproduksi secara maksimal. Usaha agroindustri berbasis ubi kayumampu memberikan keuntungan meskipun masih relatif kecil. Perompesan produksi dengan tujuan untuk menumbuhkan tunas-tunas produktif yang berda di ranting bagian luar perompesan, sehingga semakin banyak tunas produktif yang tumbuh di ujung ranting, selain itu, semakin banyak bunga dan buah yang tumbuh di ujung ranting produktif akan menambah produktifitas perompesan tersebut. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan varietas ubi kayu yang dapat menghasilkan produksi daun lebih tinggi serta dampak perompesan untuk pakan ulat sutera.Pelaksanaan penelitian dilakukan di lahan percobaan milik salah satu masyarakat yang berada di desa Beji Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pelaksanaan penelitian selama 4 bulan terhitung sejak Bulan Maret sampai Juli 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas 3 ulangan. Faktor Perlakuan dalam penelitian ini terdiri dari dua (2) faktor, yaitu : Faktor I adalah Varietas Ubi kayu (V) terdiri dari 4 jenis yaitu : V1 = Malang I, V2 = Tambak udang, V3 = Malang IV dan V4 = UJ 5. Faktor II adalahperompesan daunUbi kayu (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : P0 = perompesan 0% (kontrol), P1 = perompesan 20% dan P2 = perompesan 40%. Parameter pengamatan meliputi : tinggi batang, jumlah daun, diameter batang, berat basah daun dan berat kering daun.Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Tidak ada interaksi antara varietas dan pemangkasan terhadap semua parameter yang diamati. Varietas berpengaruh terhadap jumlah daun umur 6 sampai 8 minggu. Pemnangkasan berpengaruh pada jumlah daun umur 3, 6 dan 8 minggu. Hasil terbaik (berat basah) diperoleh pada pemangkasan 20% mengkasilkan berat basah daun pangkasan sebesar 20,42 g/tanaman dan tidak berbeda dengan 40% yaitu 19,33 g/tanaman. Varietas ubi kayu terbaik varietas Malang IV.
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAK ITIK PETELUR DENGAN SISTEM PEMELIHARAAN NOMADEN DAN INTENSIF (STUDI KASUS DI DESA MODOPURO KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO) Irawan, Roni; Sumarno, Sumarno; Murti, Ariani Trisna
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to know the description of a nomadic and intensive duck rearing system in Modopuro Village, Mojosari District, Mojokerto Regency. This research was conducted from May 25 to June 25, 2016 in Modopuro Village. This type of research used in this research is descriptive quantitative research. Analysis of the data used is descriptive statistics. The results showed that the income of laying ducks with intensive maintenance in Modopuro Village illustrates a significant income by looking at the benefits of long-term maintenance rather than nomadic maintenance. In terms of nomadic expenditure is more profitable than intensive maintenance, while economically in terms of intensive income is more profitable, the B / C ratio of the nomadic maintenance system is higher than intensive maintenance. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran sistem pemeliharaan itik secara nomaden dan intensif di Desa Modopuro Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dilaksanakan mulai 25 Mei hingga 25 Juni 2016 di Desa Modopuro. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif Deskriptif. Analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa pendapatan peternak itik petelur dengan sistem pemeliharaan secara intensif di Desa Modopuro menggambarkan pendapatan yang cukup besar dengan melihat keuntungan dari jangka panjang masa pemeliharaan daripada pemeliharaan secara nomaden. Ditinjau dari segi pengeluaran nomaden lebih menguntungkan daripada pemeliharaan secara intensif, sedangkan secara ekonomis dari segi pendapatan intensif lebih menguntungkan, B/C rasio dari sistem pemeliharaan nomaden lebih tinggi dibandingkan pemeliharaan secara intensif.