cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 486 Documents
PENGUJIAN DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus niger DARI EKSTRAK ETANOL DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota L.) Dosan, Eli; Mushollaeni, Wahyu; Sasongko, Pramono
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman sawo manila (Manilkara zapota L.) merupakan jenis tanaman buah yang berpotensi sebagai obat herbal. Hal ini berhubungan dengan kandungan senyawa bioaktif diantaranya senyawa tannin, saponin, dan flavonoid. Senyawa bioaktif tersebut juga dapat digunakan sebagai bahan alami untuk menghambat pertumbuhan jamur. Saat ini sedikit dilakukan penelitian untuk mengekstraksi senyawa bioaktif tersebut dan menguji efektivitasnya terhadap pertumbuhan jamur. Jamur jenis Aspergillus niger ditemui sebagai jamur pembusuk dalam produk pangan dan dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan jenis-jenis senyawa bioaktif yang terdapat dalam ekstrak etanol daun sawo manila dan mendapatkan konsentrasi terbaik dari ekstrak etanol daun sawo manila yang dapat menghambat pertumbuhan jamur A. niger. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Rekayasa Proses UNITRI dan Laboratorium Organik Jurusan Kimia Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang pada Bulan Juli 2015 hingga Januari 2016. Tahap Penelitian ini meliputi pembuatan serbuk daun sawo manila, pembuatan ekstrak etanol daun sawo manila dengan metode maserasi, uji kandungan senyawa bioaktif dan pengujian anti jamur terhadap A. niger. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskritif eksperimental dengan uji kualitatif kombinasi perlakuan ekstrak etanol 70% dan 90% dengan konsentrasi 10%, 20%, 40%, dan 60%. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sawo manila mengandung senyawa bioaktif yaitu senyawa tannin dan alkaloid. Perlakuan terbaik penghambatan pertumbuhan jamur A. niger dari ekstrak etanol daun sawo manila adalah penggunaan ekstrak etanol 70% dengan konsentrasi 60%, yang memiliki nilai rata-rata penghambatan 0.97-1.22 mm
HUBUNGAN ANTARA KOMPETENSI PENYULUH PERTANIAN DENGAN KINERJA KELOMPOK TANI (Studi Kasus di Wilayah UPT-Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang) Ngongo, Ferdinandus Bili; Muljawan, Rikawanto Eko; Mutiara, Farah
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agricultural development can be realized with qualified human resources, reliable and capable managerial, entrepreneurship and Organization, so that the perpetrator of agricultural development able to build business from upstream to down stream that is competitive and able to apply the principle of sustainable agriculture development. Objective : To find out the competence of agricultural extension. Farmer group performance, agricultural extension counselor competency with farmer group performance. The research was conducted in the Region of UPT-Counseling Center of Ngantang District of Malang Regency. This research uses quantitative method, which is analyzing and presenting facts systematically so that it is easy to be understood and displayed. The result of the research can be concluded that : Agricultural extension competence based on standard value range 10-50, from 7 counselor, the average value obtained 40. That means extension coach have high competence. The performance of farmer groups is based on the standard range of 10-50, of 56 farmer groups, the average value obtained is 37.13. This means that the group has a high performance. Result of data analysis from both research variables, obtained correlation coefficient value (r-count) of 0.805 and significance value or probability (sign) of 0.029. The value of the correlation coefficient (r-count) is greater than r-table, ie (0.805> 0.339) and the value of probability (sign) of 0.029 < ? 0.05 (5%), so H1 is accepted and H0 is rejected. This means there is a significant relationship between the competence of agricultural extension (variable X) with the performance of farmer groups (variable Y) in the UPT. Pembangunan Pertanian dapat terwujud dengan Sumberdaya manusia yang berkualitas, handal serta berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan Organisasi, sehingga pelaku pembangunan pertanian mampu membangun usaha dari hulu sampai hilir yang berdaya saing serta mampu menerapkan prinsip pembangunan pertanian berkelanjutan. Tujuan : Untuk mengetahui.kompetensi penyuluh pertanian. Kinerja kelompok tani, hubungan kompetensi penyuluh pertanian dengan kinerja kelompok tani. Penelitian dilaksanakan di Wilayah UPT-Balai Penyuluhan Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yaitu menganalisis dan menyajikan fakta secara sistematis sehingga mudah dipahami dan ditampilkan. Hasil penelitian dapat disimpulan bahwa : Kompetensi penyuluh pertanian berdasarkan standart rentang nilai 10-50, dari 7 orang penyuluh, rata-rata nilai yang diperoleh 40. Artinya penyuluh memiliki kompetensi yang tinggi. Kinerja kelompok tani berdasarkan standart rentang nilai 10-50, dari 56 kelompok tani, rata-rata nilai yang diperoleh 37,13. Artinya kelompoktani memiliki kinerja yang tinggi.Hasil analisa data dari kedua variabel penelitian, diperoleh nilai koefisien korelasi (r-hitung) sebesar 0,805 dan nilai signifikansi atau probabilitas (sign) sebesar 0,029. Nilai koefisien korelasi (r-hitung) ini lebih besar dari r-tabel, yaitu (0,805 > 0,339) dan nilai probabilitas (sign) sebesar 0,029 < ? 0,05 (5%), sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya ada hubungan yang signifikan antara kompetensi penyuluh pertanian (variabel X) dengan kinerja kelompok tani (variabel Y) di wilayah UPT.
PENGGUNAAN BAHAN PEMBENAH TANAH DAN VARIETAS KEDELAI PADA PERTUMBUHAN KEDELAI (GLYCINE MAX) Samsuriadi, Samsuriadi; Adisarwanto, Titis; Widowati, Widowati
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agricultural land is one of land production that must be considered. Of land use which intensive can be lowered the quality of the soil. Biochar is charcoal is rich in carbon, have the ability to repair the properties of ground fine physical, chemical or biology. This study aims to learning the influence of material revamping land on the growth of the soybean plant. Research in implementing in the Bawang village the Tunggul Wulung urban village Malang city East Java. Experiment use polybag, who placed on in glass houses. The land used the land in take from the Gadaing Kulon village Dau districts Malang city East Java, research arranged in the design random group factorials. Factors I are varieties soybean in 2 the economic situation that is Willis and Anjasmoro and factors II is the pembenah land consists of 4 level, namely : 1) without its revamping 2 ) biochar 3 ) compost 4 ) biochar and compost, research repeat 3 times so that there was 8 combination treatment. Lahan pertanian merupakan salah satu lahan produksi yang harus diperhatikan. Penggunaan lahan yang intensif dapat menurunkan kualitas tanah. Biochar adalah arang yang kaya akan karbon, mempunyai kemampuan untuk memperbaiki sifat-sifat tanah baik fisik, kimia maupun biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh bahan pembenah tanah terhadap pertumbuhan tanaman kedelai. Penelitian di laksanakan di Desa Bawang Kelurahan Tunggul Wulung Kota Malang Jawa Timur. Percobaan mengunakan polibag, yang diletakan di dalam rumah kaca. Tanah yang di gunakan yaitu tanah yang di ambil dari Desa Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang Jawa Timur, dengan mengunakan Rancangan Acak kelompok Faktorial. Faktor I adalah varietas kedelai dalam 2 taraf yaitu Willis dan Anjasmoro dan faktor II adalah bahan pembenah tanah yang terdiri dari 4 level, yaitu : 1) tanpa bahan pembenah 2) biochar 3) kompos 4) biochar dan kompos, penelitian di ulang 3 kali sehingga ada 8 kombinasi perlakuan.
STUDI KUALITAS PASCAPANEN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) HASIL PENERAPAN BIOCHAR SEBAGAI ALTERNATIF KALIUM PADA TANAH VERTISOL Anci, Ledisa; Widowati, Widowati; Fikrinda, Wahyu
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the combination of biochar dosage and potassium fertilizer on post-harvest quality of purple eggplant in vertisol soil. This research using Randomized Block Design (RAK) was arranged factorially by using two factors: Factor I dosage of biochar, consisting of 3 levels: B0 = 0 ton / ha (control), B1 = 15 ton / ha (250 g / tan) and B2 = 30 tons / ha (500 g / tan). The second factor of potassium dose, consisting of 4 levels: K0 = 0 kg / ha (control) K1 = 50 kg / ha (0.8 g / tan), K2 = 100 kg / ha (1.6 g / tan) and K3 = 150 kg / ha (2.4 g / tan). Based on the results and discussion, it can be concluded that there is interaction between the dosage of biochar and potassium at 4 MSP on the shrinkage of fruit weight, fruit hardness, total titrated acids content, and vitamin C. At 4 MSP the use of biochar dose and the best potassium dose was found in the treatment B1K0, B1K2 and B2K2 which can be seen on fruit hardness parameter (6,77), vitamin C content (28,16 dan 23,47), total titrate acid content (0,18 and 0,22), and weight loss fruit (18,16). Tujuan penelitian ini untuk mengkaji kombinasi dosis biochar dan pupuk kalium terhadap kualitas pascapanen terung ungu di tanah vertisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) disusun secara faktorial dengan menggunakan 2 faktor yaitu : Faktor Idosis biochar,terdiri atas 3 taraf: B0 = 0 ton/ha (kontrol), B1 = 15 ton/ha (250 g/tan) dan B2 = 30 ton/ha (500 g/tan). Faktor IIdosis Kalium, terdiri atas 4 taraf: K0 = 0 kg/ha (kontrol) K1 = 50 kg/ha (0,8 g/tan), K2 = 100 kg/ha(1,6 g/tan) dan K3 =150 kg/ha (2,4 g/tan). Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Terdapat interaksi antara dosis biochar dan kalium pada 4 MSP terhadap susut bobot buah, kekerasan buah, kandungan asam tertitrasi total buah, dan kandungan vitamin C. Pada 4 MSP penggunaan dosis biochar dan dosis kalium terbaik didapati pada perlakuan B1K0, B1K2, dan B2K2 yang dapat dilihat pada parameter kekerasan buah (6,77), kandungan vitamin C (28,16 dan 23,47), kandungan asam tertitrasi total buah (0,18 dan 0,22 ), serta susut bobot buah (18,16).
EVALUASI FUNGSI VEGETASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP KENYAMANAN TERMAL LANSKAP JALAN KOTA MALANG Uran, Rofinus Seri; Alfian, Rizki; Soelistyari, Hesti Triana
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Most of the streetscape in Malang are less concerned with the physical and social conditions of streetscape, pavement elements, and vegetation maintenance on the streetscape. streetscape plays an important role in building environmental, spatial, and visual characteristics in order to provide an urban identity, especially in Idjen Boulevard and Langsep Street in Malang City which has different character of different roads. This study aims to: 1) identify the pathway green vegetation of roads on New Boulevard and Langsep Street ; 2) analyze the thermal comfort of the road landscape in Idjen Boulevard and Langsep Street; 3) evaluate the comfort level in Idjen Boulevard and Langsep Street. The method used by the convenience index analysis is the THI approach. The THI values obtained were then analyzed using the standards of Laurie (1990). Field observations show the Idjen Boulivard has a value of THI 28.52 and Langsep Street has value of THI 27.60. THI value of both roads are beyond the THI comfort value of 21-27 Idjen Boulevard 31.01-31.54 ° C with humidity 56.19-57.74%, and Langsep Street 29.51-40.84 ° C with humidity 58.67-60.86%. This is influenced by the density of the tree canopy and the spacing of trees on the streetscape. The temperature of the air and humidity can be modified by selecting the appropriate shade vegetation species. To scale the road in the city, so it is necessary to use shade plants with plant canopy that has a root system that does not damage the road construction, branching plants are not easily broken and easy in maintenance. Sebagian besar lanskap jalan Kota Malang kurang memperhatikan kondisi fisik dan sosial lanskap jalan, elemen perkerasan, dan pemeliharaan vegetasi pada lanskap jalan. Lanskap jalan berperan penting dalam membangun karakter lingkungan, spasial, dan visual agar dapat memberikan suatu identitas perkotaan khususnya di Jalan Besar Idjen dan Jalan Raya Langsep di Kota Malang yang memiliki karakter jalan berbeda beda. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengidentifikasi vegetasi jalur hijau lanskap jalan di Jalan Besar Idjen dan Jalan Raya Langsep, 2) menganalisis kenyamanan thermal lanskap jalan di Jalan Besar Idjen dan Jalan Raya Langsep, 3) mengevaluasi tingkat Kenyamanan di Jalan Besar Idjen dan Jalan Raya Langsep. Metode yang digunakan analisis indeks kenyamanan adalah pendekatan THI. Nilai THI yang didapat kemudian dianalisis menggunakan standar dari Laurie (1990). Pengamatan di lapangan menunjukkan Jalan Besar Idjen memiliki nilai THI 28,52 dan Jalan Raya Langsep nilai THI 27,60. Nilai THI kedua jalan tersebut berada diluar nilai kenyamanan THI yaitu 21-27. Jalan Besar Idjen 31,01-31,54°C dengan kelembaban 56,19-57,74%, dan Jalan Raya Langsep 29,51-40,84°C dengan kelembaban 58,67-60,86%. Hal ini dipengaruhi oleh kerapatan tajuk pohon dan jarak tanam pohon pada lanskap jalan. Suhu udaradan kelmbaban dapat dimodifikasi dengan memilih jenis vegetasi penaung yang sesuai. Untuk skala jalan di kota, sehingga perlu digunakan tanaman penaung dengan tajuk tanaman yang mempunyai system perakaran yang tidak merusak konstruksi jalan, percabangan tanaman tidak mudah patah dan mudah dalam pemeliharaannya.
Produksi Pakan Fungsional dari Limbah Ampas Tahu dengan Cara Fermantasi Menggunakan EM4 Dan Lactobacillus plantaru Petronius, Zakarias Magnus; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Effective microorganism 4 (EM4) merupakan suatu cairan berwarna kecoklatan dan beraroma manis asam (segar) yang di dalamnya berisi campuran beberapa mikroorganisme hidup yang menguntungkan bagi proses penyerpan /persediaan unsure hara dalam tanah. Mikrooganisme fermentasi dan sintetik yang terdiri dari asam laktat (Lactobacillus sp.)Actinomycetes sp, Streptomycetes sp.Lactobacillus plantarum adalah salah satu spesies bakteri yang sangat besar dan relative bermacam-macam dari genus Lactobacillus, yang terdiri sekitar 90 nama spesies.Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi yang tepat untuk tiap-tiap jenis mikroba dalam produksi pakan dari limbah ampas tahu dan mengetahui kelayakan usaha pembuatan pakan ternak menggunakan cara fermentasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Tersarang (RAT) dengan 2 faktor yaitu faktor 1 jenis mikrobia M1=Efektive Microorganism-4 dan M2=Lactobacillus plantarum dan faktor 2 Konsentrasi mikroba terdiri atas 5 level yaitu K1=1% K2=5% K3=10% K4=15% K5=20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik untuk EM-4 pada konsentrasi EM-45% dengan kadar serat kasar 0,32%, lemak kasar 0,026%, protein kasar 0,22% sedangkan untuk Lactobacillus plantarum terbaik untuk konsentrasi Lactobacillius plantarum20% dengan kadar serat 0,37%, lemak kasar 0,33%, protein kasar 0,3%.
SUBTITUSI PARSIAL TEPUNG TERIGU DENGAN TEPUNG KELADI TERMODIFIKASI DAN PENGAYAAN NUTRISI DENGAN TEPUNG KACANG HIJAU PADA PEMBUATAN COOKIES Ely, Matelda Yuspit; Ahmadi, KGS; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yam is a local food that has not been utilized optimally and can be used as raw material for substitution of wheat flour and Mungbean flour as an additional nutrient in making cookies. The objective of the study was to obtain the substitution of wheat flour wheat flour with modified yam flour and enrich the use of green bean flour which is the manufacture of cookies. The experimental design used in the study was a Random Block Desigin (RBD) with two factors; the first factor was the substitution of wheat flour with modified Taro flour and second factor was Mungbean flour. The substitution was as follow: 100% wheat flour, Wheat flour 80% + yam flour 20%, wheat flour 60% + Taro flour 40% , 40% flour + yam flour 60%, 5% of Mungbean flour, 10% of Mungbean flour, 15% of Mungbean flour, with each treatment repeated 2 times to get 24 units of experiment. The best treatment was in 100% of wheat flour substitution and 5% Mungbean flour with a value of 0.959. The average value of parameters i.e. water content 4,420%, ash content of 1.320%, protein content 8,005%, breakage 12,5 N. The production of cookies from substitution of wheat flour with modified flour taro and Mungbean with raw material capacity of Taro flour 600 g / day, wheat flour 2,400 g / day and Mungbean flour 150 g / day were worth to be earned with HPP IDR. 6,545 / pack. The BEP of IDR. 31,304,347. The selling price was IDR. 7,526 / pack of 90gr. The net profit in a day was IDR. 31.392 and RCR of 1.14. Keladi merupakan bahan pangan lokal yang belum termanfaatkan secara optimal dan dapat dijadikan sebagai bahan baku untuk substitusi dengan tepung terigu dan penambahan nutrisi menggunakan tepung kacang hijau pada pembuatan cookies. Tujuan penelitian untuk mendapatkan substitusi tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi dan pengayaan menggunakan tepung kacang hijau yang tepat pada pembuatan cookies.Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor, faktor pertama yaitu substitusi antara tepung keladi termodifikasi dengan tepung terigu dan faktor kedua tepung kacang hijau. Adapun substitusinya sebagai berikut: 100% tepung terigu,Tepung terigu 80%+Tapung keladi 20% tepung terigu 60%+Tepung keladi 40% tepung terigu 40%+tepung keladi 60% 5% tepung kacang hijau 10% tepung kacang hijau 15% tepung kacang hijau dengan masing-masing perlakuan tersebut diulang sebanyak 2 kali sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Perlakuan terbaik terdapat pada substitusi tepung terigu 100% dan tepung kacang hijau 5% dengan Nilai Hasil sebesar 0,959. nilai rata-rata parameter yaitu kadar air 4,420%, kadar abu 1,320%, kadar protein 8,005%, daya patah 12,5 N. Produksi cookies dari subtitusi tepung terigu dengan tepung keladi termodifikasi dan kacang hijau dengan kapasitas bahan baku Tepung keladi 600 g/hari, tepung terigu 2.400 g/hari dan tepung kacang hijau 150 g/hari layak untuk di usahakan dengan HPP sebesar Rp. 6.545/kemasan. BEP sebesar Rp. 31.304.347 Harga jual yaitu Rp. 7.526/kemasan 90 gr, Keuntungan bersih dalam sehari sebesar Rp. 31.392 dan RCR sebesar 1,14.
ANALISIS USAHATANI TEMBAKAU RAJANGAN DI DESA PARANG KECAMATAN BANYAKAN KABUPATEN KEDIRI Suprapto, Wahyu Sri; Tirtosastro, Samsuri; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The tobacco farm in the Parang village, Banyakan Sub-District, Kediri Regency got partner with P.T. Sadana Arifnusa. The research had purpose to analyze of tobacco farm, to counted of grade index and crop index, counted elegibility of farm in there. The Research was conducting on September-October 2016. The result showed of income Rp 46.348.236,11, price Rp 28.107,63, total cost, NPV, IRR, and B/C ratio did?nt paid rent farm area and did?nt paid capital interest Rp 33.980.270,55, B/C ratio 1,36, did?nt paid rent farm area and paid capital interest Rp 40.096.719,24, B/C ratio 1,19, paid rent farm area and did?nt paid capital interest Rp 43.869.159,43, NPV -3.335.984,3 IRR 14,67%, B/C ratio 1,09, paid rent farm area and paid capital interest Rp 51.765.608,13, NPV -56.016.747,95, IRR -39,84, B/C ratio 0,90. The result showed grade index 66,78, crop index 1103,65. The relelation grade index toward crop index showed strongest relation (R²= 0,82) also productivity toward crop index (R²= 0,99). The greetes of grade have accepted the consumers fixed by received farmers, besides that the received farmers fixed by productivity. In other side the sinergy relations gave a opportunity to get more provit althought on the wet climate. Usahatani tembakau di Desa Parang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri menjalin kemitraan sinergis dengan P.T. Sadana Arifnusa. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis usahatani tembakau, menghitung indeks mutu dan indeks tanaman, serta kelayakan usahatani di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan September - Oktober 2016. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan petani Rp 46.348.236,11, harga tembakau Rp 28.107,63/kg, hasil perhitungan menunjukkan biaya produksi, NPV, IRR dan B/C ratio tanpa sewa lahan dan tanpa bunga bank Rp 33.980.270,55, B/C ratio 1,36 tanpa sewa lahan dan bunga bank Rp 40.096.719,24, B/C ratio 1,19 sewa lahan dan tanpa bunga bank Rp 43.869.159,43, NPV -3.335.984,3 IRR 14,67%, B/C ratio 1,09 serta sewa lahan dan bunga bank Rp 51.765.608,13, NPV -56.016.747,95, IRR -39,84, B/C ratio 0,90. Indeks mutu 66,78 dan indeks tanaman 1103,65. Hubungan indeks mutu terhadap indeks tanaman menunjukkan hubungan sangat kuat (R²= 0,82), demikian juga produksi terhadap indeks tanaman (R²= 0,99). Intinya mutu baik yang diterima konsumen ditentukan oleh tingginya penerimaan petani, selain penerimaan petani ditentukan oleh tingginya produksi. Pada sisi yang lain kemitraan sinergis memberi peluang keuntungan lebih baik meskipun kondisi iklim basah.
PEMBUATAN KECAP MANIS DARI AMPAS TAHU( KAJIAN LAMA PEMASAKAN DAN PENAMBAHAN STPP) SERTA ANALISA KELAYAKAN USAHA Martins, Arcanjo; Santosa, Budi; Wirawan, Wirawan
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas Tahu merupakan hasil samping pembuatan tahu, kandungan gizi ampas tahu masih memiliki kadar protein yang cukup yaitu sekitar 5%, serat kasar 3,76% sehingga masih bisa dimamfaatkan untuk bahan pangan. salah satunya kecap untuk memperbaiki kualitasnya ditambahkan STPP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penambahan STPP dan lama pemasakan terbaik terhadap mutu kecap manis dari ampas tahu yang dihasilkan dan untuk mengetahui anlisa kelayakan usaha pembuatan kecap manis dari ampas tahu. Penelitian ini mengunakan rancangan percobaan acak lengkap (RAL) Faktorial 3x3. Faktor yang diteliti adalah faktor I. penambahan STPP yang terdiri atas 3 level yaitu : 0,3%, 0,4%, 0,5%. Faktor II. Lama pemasakan yang terdiri dari 3 level yaitu: 20 Menit, 30 Menit dan 40 Menit sehingga didapatkan 9 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, hasil perhitungan perlakuan terbaik pada perlakuan STPP 0,3% dengan Pemasakan 40 menit. Dengan hasil Protein 1,9% ,Viskositas 10cps, Warna L 37,73%, Intensitas Warna a+ 0,96%, Intensitas Warna b+ 1,56%, dan Skor Kesukaan terhadap Aroma sebesar 3,31(Netral), Rasa 3,45 Netral) dan Warna 3,72 (Netral), Analisa kelayakan usaha dan hasil tersebut menunjukan bahwa BEP harga yang diperoleh sebesarRp. 132.818.477., HPP Sebesar 3.354 dan RCR=1,5 artinya usaha kecap manis ampas tahu ini menguntungkan dan layak diusahakan karena RCR>1.
PROFIL KONSUMSI PAKAN BASAL HARIAN DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN KAMBING DI PETERNAK RAKYAT (Studi Kasus di Dusun Prodo Desa Klampok Kecamatan Singosari Kabupaten Malang) Nini, Dominikus Dama; Susanti, Sri; Astuti, Farida Kusuma
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to study a profile of the basal feed intake and average daily gain (ADG) of goat. The research was conducted in Klampok Village Singosari Subdistrict Malang with the case study method. The generally observations were conducted on fifty farmers. Feed intake and ADG of goat were measured in ten respondents, with criteria the ownership of livestockmore than 2 head and breeding time at least for six years.The research variables were breeder profile, forages type, feed intake and ADG.The data obtained was tabulated, calculated average, standard deviation and analyzed descriptively. The results showed that the type of forage that is often given were Thitonia diversifolia, Paraserianthes falcataria, Brachiaria sp., Sacharum officinarum, Calliandra calotyrsus and Leucaena leucocephala. Dry matter intake during the study 12.92 kg per animal unit, it was equal 3.98% body weight of goat. Average daily gain on lamb 55,60g/head; young goat 82,33g/head and adult goat 80,57 g/head. Tujuan penelitian menentukan pola konsumsi pakan basal harian dan pertambahan bobot badan (PBB) kambing.Penelitian dilaksanakan di Desa Klampok Kecamatan Singosari Malang, dengan metode studi kasus. Pengamatan secara umum dilakukan terhadap 50 peternak. Konsumsi pakan dan PBB ternak kambing diukur pada 10 orang responden dengan kriteria kepemilikan ternak lebih dari 2 ekor dan lama beternak minimal 6 tahun.Variabel penelitian adalah profil peternak, jenis pakan hijauan, konsumsi pakan dan pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pakan hijauan yang sering diberikan pada ternak kambing adalah Thitonia diversifolia, Paraserianthes falcataria, Brachiaria sp., Sacharum officinarum, Calliandra calotyrsus dan Leucaena leucocephala. Konsumsi bahan kering (BK) 12,92 kg/ST setara dengan 3,98% dari bobot badan kambing. Rata-rata pertambahan bobot badan harian anak kambing 55,60g/ekor, kambing muda 82,33g/ekor dan kambing dewasa 80,57 g/ekor.