cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
PELAYANAN PUBLIK DALAM PEMBUATAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) Maria Melcilin Irenes; Emei Dwinanarhati Setiamandani
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.449 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i4.1959

Abstract

Abstrak: Pelayanan publik menjadi suatu tolak ukur kinerja pemerintah yang paling kasat mata.Masyarakat langsung dapat melihat dan menilai sistem kerja pemerintahan berdasarkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh pemerintah terhadap masyarakatBerdasarkan berbagai fenomena yang ada terlihat bahwa pemerintah sebagai penyedia pelayanan tidak luput dari masalah ini.Berbagai pelayanan administratif, seperti pelayanan KTP, KK dan salah satunya pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA). Dengan demikian yang di harapkan oleh masyarakat terhadap pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) yakni kesederhanaan, kejelasan, adanya kepstian waktu, pelayanan berkualitas, kepastian hasil, transparansi, dan sah secara hukum. Pelayanan merupakan semua bentuk kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh parapenyelenggara pelayanan publik sebagai wujud upayadalam kebutuhan publik dan ketentuan pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Metodeyang digunakandalam penelitian adalah metode penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling, dan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pelayanan yang ada di Kantor Dinas Kependudukan Kota Malang terkait dengan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) sudah baik dilihat dari standar pelayanan serta adanya upaya yang dilakukan oleh pemerintah DISPENDUK Kota Malang menjadikan pelayanan lebih baik dan berkualitas. Kata Kunci: Pelayanan Publik; Kartu Identitas Anak Abstract: Public service is the most visible benchmark for government performance. The community can immediately assess and also see the work system that provided by the government to the community. Based on various phenomena, it can be seen that the government as a service provider does some various administrative services, such as KTP services, KK and one of them is the service of making a Children’s Identity Card (KIA). Therefore, the community expected simplicity, clarity, the availability of time, quality service, certainty of results, transparency, and lawfulness for the Childrean’s Identity Card (KIA) making. While, Service is all forms of activities that carried out by public service providers as a manifestation of efforts to fulfill public needs and also the implementation of statutory provisions. The research method used are qualitative research methods, data collected through primary data and secondary data, data collection techniques through observation, interviews, and documentation, the sampling technique used purposive sampling, and the validity of the data using triangulation techniques. Based on the results of the research that services in the Civil Register Department Office of Malang City are related to the services of Children’s Identity Card (KIA) that already seen from the standard of service and the efforts made by the government of the Department of Population and Civil Registration Department of Malang City to make better and better quality services. Keywords: Public Services; Children’s Identity Card
ANALISIS PERBANDINGAN PARTISIPASI MASYARAKAT KAWASAN PERUMAHAN DENGAN KAWASAN PERKAMPUNGAN DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN Winfrit Kasse; Willy Tri Hardianto; Dewi Citra Larasati
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.604 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v6i1.371

Abstract

Abstract : Participatory development planning is an important issue of development that become demand of the people. This is related to the result of the evaluation that the approach of the development that is top-down rated less answer the basic issues and the needs of the community. The type of research is qualitative research with data collection technique by interview, observation and documentation, while the informants in this study is the Village Authorities and the Communities with Snowball sampling. The public participation of the housing area with the township area in the perspective of development in the Village of Landungsari, Sub-district of Dau, Malang Regency as follows: Planning of development through Musrenbangdes participation or level of community participation residential/housing area in development planning is still low, this is happening because in general people of the housing area have activities or work either as an entrepreneur, lecturer, teacher as well as Government Employee. While the level of participation of the people live in the township area in development planning through Musrenbangdes is larger both involved as an object or as a subject. Factors that affect the role of community participation in the housing area and the township/village area in the development planning in the Village of Landungsari: education, awareness, level of income. Keywords: Participation, People/Community, Development Abstrak : Perencanaan pembangunan partisipatif merupakan isu penting pembangunan yang menjadi tuntutan masyarakat. Hal ini terkait dengan hasil evaluasi bahwa pendekatan pembangunan yang bersifat top-down dinilai kurang menjawab persoalan dasar dan kebutuhan masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah Pemerintah Desa dan Masyarakat dengan penarikan sampel secara snowbal sampling. Peran serta masyarakat kawasan perumahan dengan perkampungan dalam perspektif pembangunan di Desa Landungsari Kecamatan Dau Kabupaten Malang sebagai berikut: Perencanaan pembangunan melalui Musrenbangdes peran serta atau tingkat partisipasi masyarakat kawasan perumahan dalam perencanaan pembangunan masih rendah, hal ini terjadi dikarenakan pada umumnya masyarakat perumahan mempunyai pekerjaan sebagai pengusaha, dosen, guru, wiraswasta serta Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan tingkat partisipasi masyarakat yang tinggal di perkampungan dalam perencanaan pembangunan melalui Musrenbangdes lebih besar baik terlibat sebagai obyek maupun sebagai subyek. Faktor-faktor yang mempengaruhi peran partisipasi masyarakat kawasan perumahan dengan perkampungan dalam perencanaan pembangunan di Desa Landungsari: pendidikan, kesadaran, tingkat pendapatan. Kata kunci: Partisipasi, Pembangunan
EKSPLOITASI PEREMPUAN DALAM APLIKASI BIGO LIVE DITINJAU DARI PERSPEKTIF FEMINISME MARXIS-SOSIALIS Husen Bin Tahir; Sulih Indra Dewi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.995 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i1.1529

Abstract

Abstract: Bigo Live becomes the famous sosial mediadownloaded in Indonesia. The majority of Bigo Live users are woman, this is became phenomenal because woman become the object of exploitation in that application. Purpose of this research (1) to find out types of woman exploitation in Bigo Live aplication. (2) to find out woman exploitation in Bigo Live application according to Feminisme Marxis-Sosialis prespective. This Research using descriptive qualitative methods. Techniques of data collection by observation, interview and documentation. Intend tofind the results of the research about woman exploitation in the Bigo Live application according to Feminisme Marxis-Sosialis prespective. Exploitation that occurs in woman in Bigo Live applicaition, find main problem , according to the purpose and benefits of the research. Research conducted on Bigo Live Social Media. Result of the research (1) Exploitation of woman is carried out by viewers even broadcaster in live streaming. Exploitation includes sexsuality, force labor/slavery up to revocation of social status. Maxris decide that exploitation have three pillars (1) technology advances. (2) socialism occurs because of control over treasure, property, and income. (3) political economy is related to politics where there is mutual need to support economic status in society. Keywords: Bigo Live, Exploitation, Feminisme Marxis-SosialisAbstrak: Bigo Live menjadi media sosial yang terkenal dan banyak di unduh di Indonesia. Mayoritas pengguna Bigo Live adalah kaum perempuan, hal ini menjadi fenomena karena perempuan yang menjadi bahan eksploitasi dalam aplikasi tersebut. Tujuan dari penelitian ini (1) Untuk mengetahui bentuk-bentuk eksploitasi perempuan dalam aplikasi bigo live. (2) Untuk mengetahui eksploitasi perempuan dalam aplikasi bigo live menurut prespektif Feminisme Marxis-Sosialis Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dukumentasi. Bermaksud menemukan hasil penelitian tentang Ekspliotasi Perempuan Dalam Aplikasi Bigo Live Ditinjau Dari Perspektif Feminisme Marxis-Sosialis. Bentuk eksploitasi yang terjadi terhadap kaum perempuan dalam aplikasi Bigo Live, temukan poin masalah, sesuai tujuan dan manfaat penelitian. Penelitian di lakukan pada media sosial Bigo Live. Hasil penelitian yang diperoleh (1) Eksploitasi terhadap perempuan dilakukan oleh viewers maupun broadcaster itu sendiri  dalam live streaming. Ekspolitasi meliputi seksual, kerja paksa/perbudakan hingga penghambatan status sosial. Marxis sendiri menyimpulkan bahwa eksploitasi yang terjadi memiliki tiga pilar (1) Struktural ketidak siapan pemerintah dan masyarakat sosial dalam menghadapi dan merancang peraturan mengenai kemajuan teknologi. (2) Sosialime terjadi dikerenakan adanya kontrol atas harta, benda dan  pendapatan. (3) Ekonomi Politik berkaitan erat dengan politik dimana adanya saling membutuhkan demi menunjang status ekonomi di masyarakat. Kata Kunci: Bigo Live, Eksploitasi, Feminisme Marxis-Sosialis
PERANAN PEMERINTAH DAERAH DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Armando Soares; Ratih Nurpratiwi; M Makmur
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.247 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v4i2.102

Abstract

Peranan pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan daerah adalah mempunyai wewenang dan kemampuan untuk mengelola, melaksanakan program-program pembangunan daerah. karena pemerintah daerah memegang peranan untuk menentukan keberhasilan proses pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pembangunan di daerah. proses perencanaan pembangunan daerah di Distrik Manatuto rencana dimulai dari komunitas masyarakat, kampung, dewan desa, kecamatan dan stakeholders di daerah. Ditinjau kebijakan dari pemerintah pusat untuk mengesahkan dokumen rencana daerahnya masyarakat kurang puas, karena pengesahan dokumen rencana pembangunan daerah oleh pemerintah pusat tidak berdasarkan pada dokumen rencana yang diajukan kepada pemerintah pusat. Tujuan penelitian ini untuk: a) mendeskripsikan dan menganalisis peranan pemerintah daerah sebagai Entrepreneur, Koordinator, fasilitator dan Stimulator dalam perencanaan pembangunan di distrik manatuto. b) mendeskripsikan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat peranan pemerintah daerah dalam perencanaan pembangunan daerah di distrik Manatuto. Dan metode yang digunakan yaitu; deskriptif kualitatif, yang mengambarkan keadaan sesungguhnya dilapangan. Hasil temuan di lapangan bahwa, pemerintah daerah sebagai Entrepreneur, Koordinator, fasilitator dan Stimulator akan melibatkan sektor-sektor masing-masing kementerian yang ada di distrik untuk berpartisipasi dalam tim Komisi Pembangunan Daerah untuk melakukan verfikasi, mengevaluasi dan supervisi terhadap program prioritas perencanaan pembangunan daerah. Kata Kunci : Peranan Pemerintah Daerah Sebagai Entrepreneur, Koordinator, Fasilitator dan Stimulator
STRATEGI PEMERINTAH DESA JUNREJO KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PROGRAM PAVINGISASI JALAN Paulus Miki Sabta; Dody Setyawan
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.54 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v7i3.1414

Abstract

Abstract: The purposes of this study were to determine the strategy of the village government in increasing community participation in the road paving program in Junrejo Village, Junrejo Subdistrict, Batu and to find out the inhibiting factors and supporting factors of the program. This study used qualitative research methods. The technique of collecting data was done through observation, interviews and documentation. The results of this study can be concluded that the strategy of the Junrejo village government to increase community participation in the road paving program is by conducting socialization to the community in six locations where the road paving program would be implemented. In its implementation, the allocation of human resources owned by the village government was quite good, rated from the readiness of the village government in dealing with the problems faced and the good quality of the installation of paving and the the level of participation which was categorized as good. The achievement of community participation level is already in the stage of acting together according to Wilcox (Mardikanto, 2013: 86), in the sense that it is not only involved in decision making, but also involved in the implementation of activities. Keywords: Strategy, Community Participation, Road Paving Program. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui strategi pemerintah desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada program pavingisasi jalan di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu dan untuk mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung pemerintah desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada program pavingisasi jalan di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi (Observation), wawancara (Interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa strategi pemerintah desa Junrejo untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan program pavingisasi jalan yaitu dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat di 6 (enam) lokasi yang akan dilaksanakannya program pavingisasi jalan. Dalam pelaksanaannya alokasi sumber daya manusia yang dimiliki pemerintah desa sudah cukup baik, dinilai dari kesiapan pemerintah desa dalam menangani masalah yang dihadapi dan kualitas pemasangan paving yang sudah baik serta capaian tingkat partisipasi yang sudah baik. Capaian tingkat partisipasi masyarakat sudah dalam tahap bertindak bersama (acting together) menurut Wilcox (Mardikanto, 2013:86), dalam arti tidak sekedar ikut dalam pengambilan keputusan, tetapi juga terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Kata Kunci: Strategi, Partisipasi Masyarakat, Program Pavingisasi Jalan.
PENGARUH DISIPLIN KERJA PEGAWAI TERHADAP PELAYANAN PUBLIK STUDI DI KECAMATAN JUNREJO KOTA BATU Salfina Ewi Agho; Willy Tri Hardianto
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.81 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v8i2.1609

Abstract

Abstract: Reducing public assumptions and bad perceptions of the public service system is a huge responsibility for the government in this era of globalization. One way to overcome this is to improve employee work discipline. This is because with high work discipline, it will automatically arouse the public's attractiveness towards the government because of the excellent government system.  This type of research uses quantitative descriptive method. This research was conducted in Junrejo sub-district, Batu City. Research data consists of primary data and secondary data. Data collection uses questionnaires and documentation. While the data in the data analysis is testing the validity and reliability of the instrument , determine the value of the correlation coefficient and test the hypothesis using Spearman correlation analysis Rank . (84.8%) and 0.00 respectively. So that it can be said that there is a very strong positive relationship between employee work discipline towards public services in Junrejo sub-district, Batu City. This result automatically accepts H1 and rejects H0 where the Rxy table for 20 respondents is 0.444. The final conclusion is that there is a positive and significant relationship between employee work discipline and public service in the Junrejo sub-district of Batu City. Or in other words, employee work discipline can improve public services in Junrejo sub-district, Batu City, ideally at 84.8%. Keywords: Discipline of Employee, Public Service  Abstrak: Mengurangi asumsi dan presepsi buruk masyarakat akan sistem pelayanan publik menjadi tanggung jawab yang sangat besar bagi pemerintah di era globalisasi ini. Salah satu cara mengatasi hal tersebut adalah dengan meningkatkan kedisiplinan kerja pegawai. Hal ini karena dengan kedisiplinan kerja yang tinggi akan secara otomatis membangkitkan daya tarik masyarakat terhadap pemerintah karena sistem pemerintahan yang prima Tujuan peneltian ini untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja pegawai terhadap pelayanan publik. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di kecamatan Junrejo Kota Batu. Data penelitian terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Sedangkan data yang dianalisis datanya yaitu uji validitas dan reliabilitas instrumen, menentukan nilai koefisien korelasi dan uji hipotesis menggunakan analisis korelasi Spearman Rank) berdasarkan analisis korelasi Spearman Rank  menggunakan SSPS Versi 16 masing-masing adalah 0,848 (84,8%) dan 0,00. Sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan positif sangat kuat antara disiplin kerja pegawai terhadap pelayanan publik di kecamatan Junrejo Kota Batu. Hasil ini secara otomatis menerima H1 dan menolak H0 dimana Rxy tabel untuk 20 responden yaitu 0,444. Kesimpulan akhirnya adalah ada hubungan positif dan signifikan antara disiplin kerja pegawai dan pelayanan publik di kecamatan Junrejo Kota Batu. Atau dengan kata lain kedisiplinan kerja pegawai mampu meningkatkan pelayanan publik di kecamatan Junrejo Kota Batu secara ideal sebesar 84,8 %. Kata Kunci:  Kedisiplinan Kerja, Pelayanan Publik
PELIMPAHAN WEWENANG BUPATI KEPADA CAMAT DALAM PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH Agung Wara Laksana; Bambang Supriyono; Sarwono .
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.776 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v4i3.134

Abstract

Secara fundamental inti pelaksanaan otonomi daerah adalah keleluasaan pemerintah daerah (discretionary power) menyelenggarakan pemerintahan sendiri atas dasar prakarsa, kreativitas dan partisipasi masyarakat dalam memajukan daerahnya. Refleksi perubahan keleluasaan kewenangan menuntut adanya penataan kembali kelembagaan pemerintahan, termasuk kelembagaan Kecamatan yang berubah status dari lingkungan administrasi pemerintahan menjadi wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten/kota. Tujuan penelitian adalah: 1) mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pelimpahan urusan pemerintahan; 2) mengetahui koordinasi yang dilakukan Camat; 3) mengetahui faktor yang mendukung dan menghambat implementasi pelimpahan urusan pemerintahan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, karena metode inilah yang tepat untuk menjangkau, menjelaskan dan menggambarkan segala permasalahan lebih mendalam, serta sesuai dengan masalah dan tujuan penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, implementasi pelimpahan urusan pemerintahan dari Bupati Pasuruan kepada Camat Purwosari sesuai berdasarkan Perbup 27 Tahun 2006 masih belum efektif dilaksanakan. Pada 4 urusan yang dilimpahkan, tugas pemerintahan umum, pemerintahan desa dan urusan pertanahan merupakan urusan yang telah dilaksanakan Kecamatan sebelum adanya Peraturan pelimpahan wewenang. Sedangkan urusan perijinan merupakan wewenang baru, tetapi dibatasi pada ijin yang kurang strategis. Koordinasi vertikal Camat belum maksimal karena terhambat hirarki jabatan, tetapi koordinasi horisontal sudah efektif dilaksanakan karena Camat mampu melakukan pendekatan persuasif kepada pihak terkait di lingkungan Kecamatan. Kata Kunci : Otonomi, Keleluasaan, Pemerintah Daerah
PERAN KOMUNIKASI ORGANISASI DALAM IMPLEMENTASI ADMINISTRASI PERKANTORAN Maria Raniliati; Willy Tri Hardianto; Agung Suprojo
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.218 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v1i2.36

Abstract

Abstract: Organizational communication is communication that occurs between individuals within an organization, including both internal and external communication. The importance of communication in any implementation of various activities or work of an organization makes it as a determinant in measuring the effectiveness and efficiency of the organization, indicating whether the organization has managed to achieve a goal that has been determined and agreed in advance, especially in the therm of implementation (execution) of office administration. This study used descriptive quantitative research methods, where the data from the research results in the form of numbers and were analyzed by using statistics. The steps of data collection was through observation, documentation, and questionnaire.The results show conclusions: (1) the analysis of the data shows that the role of organizational communication in the implementation of office administration in Lowokwaru District Office has been running well. It can be seen from the classification of respondents' answers to the table of comparative data analysis is that independent variables (X) of 60% answer good. (2) The implementation of office administration existing in Lowokwaru District Office has been running very well. It can be seen from the results of the respondents' answers on dependent variables (Y) of 70% have a very good response categories. (3) Overall, the role of organizational communication in the implementation of administration office has gone well, so it can be said that the role of organizational communication existing in Lowokwaru District Office is able to support the effectiveness in implementating the administration office. Keywords: Organizational Communication, Administration Implementation
ANALISIS PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MASYARAKAT Kornelius Sumbi; Firman Firdausi
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.871 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v5i2.239

Abstract

Abstract: Community Based Development is known as the concept of building a more open space so that community would be able to involve in the development process so that development could adjust the need to utilize the potential tto improve quality of life. Research model used is qualitative research, with research location in Selorejo village, dau sub-district, Malang regency, through interviews and documentation, then in determining the sample, researchers using the purposive sampling, data analysis uses analytical models of Miles and Huberman , while testing the validity of the data is done using triangulation techniques. Research concludes 1) . community awareness to actively involve in every community-based development process is already well supported by a culture of mutual cooperation is still strong. 2). Efforts to improve human resource quality in Selorejo village is still low. There’s an effort to optimize human quality development via education and health such as creating Early Education, Kindergarten, and Islamic Elementary School directed to orange farmers, skill training for Youth group and woman group. Keywords: development, human resource Abstrak: Pembangunan Berbasis Masyarakat dikenal sebagai konsep pembangunan yang lebih membuka ruang untuk masyarakat agar dapat terlibat dalam proses pembangunan sehingga pembangunan dapat mengacu dengan kebutuhan dengan memanfaatkan potensi yang ada demi perbaikan kualitas hidup masyarakat. model Penelitian yang dipakai kualitatif dengan lokasi penelitian di desa Selorejo, kecamatan dau, kabupaten Malang, melalui wawancara, dan dokumentasi, kemudian dalam menentukan sampel peneliti menggunkan purposive sampling, untuk analisis data dengan analisis model Miles and Huberman, menguji keabsahan data melalui triangulasi teknik. Kesimpulan dari hasil penelitian yakni 1).Kesadaran masyarakat untuk terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan berbasis masyarakat sudah baik ditunjang budaya gotong royong masih kental. 2). Upaya meningkatkan kualitas manusia di desa Selorejo yang diketahui masih rendah diupaya memaksimalkan peningkatan kualitas manusia melalui aspek Pendidikan dan kesehatan seperti pendirian gedung PAUD, TK dan RA, Sekolah Lapang diperuntukan para petani jeruk, pelatihan keterampilan bagi Karang Taruna dan ibu PKK. Kata Kunci: Pembangunan, Sumber Daya Manusia.
REPRESENTASE VISI SURAT KABAR DALAM FOTO JURNALISTIK Kristianus Laba; Sugeng Rusmiwari; Carmia Diahloka
JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.07 KB) | DOI: 10.33366/jisip.v2i1.61

Abstract

Dewasa ini foto jurnalistik sebagai salah satu unsur penting dalam kegiatan jurnalistik modern, telah berkembang sangat pesat, apalagi sejak ditemukannya kamera digital yang menawarkan beraneka macam kemudahan. Fotografi jurnalistik semakin besar peranannya menjadi penyampai informasi kepada khalayak secara cepat dan akurat. Pada dasarnya semua foto yang dimuat di media massa diistilahkan sebagai foto jurnalistik, termasuk foto-foto peristiwa yang tampil di media online seperti internet. Artinya semua produk foto yang mempunyai nilai berita bisa disebut sebagai foto jurnalistik. Dalam konteks ini, fotografi jurnalistik tidak berdiri sendiri sebagai sebuah gambar, melainkan acapkali menjadi suatu kesatuan dengan berita. Keduanya saling mempengaruhi dan dipengaruhi, sehingga media massa cetak akan terasa hambar jika salah satunya tidak ada. Media massa cetak hanya akan menjadi lembaran-lembaran mati yang membosankan jika hadir tanpa foto atau gambar (Wijaya, 2011:21). Foto jurnalistik juga dapat dikatakan sebagai metode berkomunikasi melalui fotografi sehingga foto jurnalistik menjadi sebuah berita ataupun informasi yang dibutuhkan masyarakat baik lokal, regional, nasional maupun pada tingkat internasional. Foto jurnalistik merupakan hasil jerih payah seorang fotografer jurnalistik (kerap juga disebut pewarta foto, foto jurnalis atau wartawan foto) yang dianggap dapat mengekspresikan sudut pandang sang fotografer namun pesan komunikasinya memiliki arti yang jauh lebih luas dari pada hanya sekedar arti dari sudut pandang sang fotografer. Foto jurnalistik merupakan salah satu produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan selain tulisan yang berbau berita (straight news atau hard news, berita bertafsir, berita kedalaman (depth reports) maupun non berita (artikel, feature, tajuk rencana, pojok, karikatur dan surat pembaca). Sebagai produk dalam pemberitaan, tentunya foto jurnalistik memiliki peran penting dalam media cetak maupun cyber media (internet). Penggunaan foto jurnalistik dalam surat kabar dan majalah mulai berkembang pada tahun 1930 an. Perkembangannya sangat cepat sehingga pada gilirannya teknologi foto dapat mendorong perkembangan media jurnalistik. Foto jurnalistik kemudian tumbuh menjadi suatu konsep dalam sistem komunikasi yang disebut dengan komunikasi foto (Photographic Communication). Bahkan komunikasi foto kini telah menempati kunci model dalam proses komunikasi massa. Sebagai suatu lambang yang berdimensi visual, foto dan gambar mendeskripsikan sesuatu pesan yang tidak secara eksplisit tertuang dalam komunikasi kata, baik lisan maupun tulisan (Muhtadi, 1999:101). Foto jurnalistik itu sendiri secara harfiah merupakan karya visual dari jurnalisme yang memilki nilai berita atau pesan yang layak untuk diketahui khalayak banyak dan disebarluaskan melalui media massa. Pertimbangan dari kelayakan sebuah foto jurnalistik meliputi unsur visi, informatif, kehangatan, faktual, relevan, misi termasuk juga di dalamnya mengenai angle atau sudut pengambilan gambar. Selain itu, salah satu prasyarat mutlak dari nilai sebuah foto jurnalistik adalah orisinalitas dan bukan hasil rekayasa termasuk rekayasa koputer grafis. Namun begitu, untuk kepentingan cover sebuah majalah atau media internet, pemakaian komputer grafis terhadap foto bisa ditolelir dan menjadi pertimbangan tersendiri dengan tujuan estetika untuk menarik pembaca.