cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
Hubungan antara Self Esteem dan Religiusitas terhadap Celebrity Worship pada deman K-Pop di Kalangan Remaja Risqiya, Lutfiyatur; Widjanarko, Mochamad
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3126

Abstract

This study is motivated by the increasing phenomenon of adolescents excessively idolizing K-POP boybands, influenced by several factors, including self-esteem and religiosity. The purpose of this research is to empirically examine the relationship between self-esteem and religiosity on celebrity worship among K-POP-loving adolescents. The population of this study comprises K-POP fans aged 15-23 years, with a quota sampling technique involving 150 participants. The study adopts a quantitative approach using correlation methods. Data collection instruments include the celebrity worship scale, self-esteem scale, and religiosity scale. The data analysis results indicate a coefficient value of R = 0.188, F = 2.071, and p = 0.004 (p 0.05). The findings conclude that self-esteem and religiosity together have a significant relationship with celebrity worship among K-POP-loving adolescents. These results suggest that higher levels of self-esteem and religiosity are associated with lower tendencies for excessive celebrity worship. This study contributes to understanding the psychological and spiritual factors influencing adolescent behavior towards their idols.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya fenomena remaja yang memuja boyband K-POP secara berlebihan, dengan beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain self esteem dan religiusitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empiris hubungan antara self esteem dan religiusitas terhadap celebrity worship pada remaja pencinta K-POP. Populasi penelitian ini adalah remaja pencinta K-POP yang berusia 15-23 tahun, dengan teknik pengambilan sampel kuota yang melibatkan 150 remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Alat pengumpulan data berupa skala celebrity worship, skala self esteem, dan skala religiusitas. Hasil analisis data menunjukkan nilai koefisien R = 0,188, F = 2,071, dan p = 0,004 (p 0,05). Hasil penelitian menyimpulkan bahwa self esteem dan religiusitas secara bersama-sama memiliki hubungan yang signifikan terhadap celebrity worship pada remaja penggemar K-POP. Hasil ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat self esteem dan religiusitas remaja, semakin rendah kecenderungan mereka untuk melakukan celebrity worship secara berlebihan. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memahami faktor psikologis dan spiritual yang dapat memengaruhi pola perilaku remaja terhadap idola mereka.
Dinamika dan Profil Undecided Voters Menjelang Pemilu 2024 di Indonesia Priyatno, Vincentius Gitiyarko
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i2.2889

Abstract

Leading up to the 2024 elections, the public is starting to show their political preferences for both presidential candidates and political parties. However, there is still a portion of the population that hasn't disclosed their choices. Unlike abstaining from voting (golput), this position is more temporary, given that there is still time to consider their options for the upcoming elections. In surveys, this position is indicated by responses such as "don't know," "no answer," or keeping their choice secret when asked about which figure or party they will vote for in the elections. The August 2023 survey by Litbang Kompas indicates that this group is still around 11.6 percent. Considering the 4 percent threshold for a political party to enter parliament, this is a significant number. Additionally, for the presidential choice, 27.9 percent of respondents are still undecided. The research methodology employed in this study is quantitative, using a survey of respondents across Indonesia (N:1364). Data analysis involves descriptive statistical analysis by compiling frequency tables with several cross-tabulations. A comparison with previous survey results is also conducted to show trends. This research also describes the profile of undecided voters in terms of gender, age, education level, and respondent's area of residence for both presidential and political party choices.Menjelang pemilu 2024, masyarakat mulai menunjukkan preferensi politik mereka terhadap pilihan presiden maupun pilihan partai politik. Namun, masih ada sebagian publik yang belum menunjukkan pilihannya. Berbeda dengan golput, posisi ini lebih temporer mengingat masih ada waktu untuk mempertimbangkan pilihan dalam pemilu nantinya. Dalam survei, posisi ini ditunjukkan dengan pilihan jawaban tidak tahu, tidak jawab, atau rahasia saat ditanya tokoh siapa maupun partai apa yang akan dipilih dalam pemilu. Survei Litbang Kompas Agustus 2023 menunjukkan kelompok ini masih sekitar 11,6 persen. Mengingat ambang batas sebuah partai politik masuk ke dalam parlemen adalah 4 persen, maka jumlah tersebut tidaklah sedikit. Ditambah lagi, untuk pilihan presiden, masih ada 27,9 persen responden yang belum menentukan pilihan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan survei terhadap sampel responden di seluruh Indonesia (N=1364).  Sedangkan analisa data menggunakan analisis statistik deskriptif dengan menyusun tabel frekuensi dengan beberapa krostabulasi. Dilakukan juga pembandingan antara hasil survei sebelumnya untuk menunjukkan tren. Penelitian ini juga mendeskripsikan profil undecided voters dari sisi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, serta wilayah domisili responden baik untuk pilihan presiden maupun partai politik.
Implementasi Kebijakan Kartu Pedagang Produktif (KPP) di Kabupaten Bojonegoro Daniar, Syadwina; Anisyukurlillah, Rosyidatuzzahro; Hidayat, Endik
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i2.3007

Abstract

One of the main problems of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in Bojonegoro Regency is limited capital and high loan interest rates. So, there is a need for a program to help MSME players. The Productive Trader Card (KPP) is a flagship program from Bojonegoro Regency designed to support and develop MSMEs. This research aims to find out how the implementation of the Productive Trader Card (KPP) policy at the Bojonegoro Regency Trade, Cooperatives and Micro Business Office. This research uses qualitative research methods with descriptive research type. The theory used is the theory of policy implementation from Van Meter and Van Horn, with six indicators, namely policy objectives and standards, policy resources, inter-organizational relations, implementer characteristics, political environment, socio-economic, and attitudes of implementers. The result of this study is that the implementation of the Productive Trader Card (KPP) policy can be said to be successful because all indicators have been well implemented, but there are still shortcomings, namely the discovery of policy resource indicators, especially human resources and indicators of implementer characteristics in the implementation of the Productive Trader Card (KPP) policy which are still not running optimallySalah satu permasalahan utama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bojonegoro yaitu keterbatasan modal dan bunga pinjaman yang tinggi. Maka, perlu adanya program untuk membantu para pelaku UMKM. Kartu Pedagang Produktif (KPP) merupakan program unggulan dari Kabupaten Bojonegoro yang dirancang untuk mendukung dan mengembangkan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan Kartu Pedagang Produktif (KPP) di Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Teori yang digunakan adalah teori implementasi kebijakan dari Van Meter dan Van Horn, dengan enam indikator, yaitu tujuan dan standar kebijakan, sumber daya kebijakan, hubungan antar organisasi, karakteristik pelaksana, lingkungan politik, sosial ekonomi, dan sikap para pelaksana. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi kebijakan Kartu Pedagang Produktif (KPP) dapat dikatakan berhasil karena semua indikator sudah terimplementasi dengan baik, namun masih terdapat kekurangan yaitu ditemukannya indikator sumber daya kebijakan khususnya sumber daya manusia dan indikator karakteristik pelaksana dalam implementasi kebijakan Kartu Pedagang Produktif (KPP) yang masih belum berjalan dengan optimal
Kebijakan Indonesia Menjadi Anggota Financial Action Task Force (FATF) Sebagai Kebijakan yang Rasional Arifin, Khilda Luqyana; Rahmadan, Yanuar
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3070

Abstract

Indonesia's full membership in the Financial Action Task Force (FATF) occurred at the end of the FATF Plenary Session on October 27, 2023, in Paris, France. Indonesia's acceptance as the 40th member of the FATF results from a long road traveled over the years and is an international recognition of Indonesia's efforts in combating money laundering and terrorism financing. FATF is an important forum for Indonesia to be understood as a safe investment country and a supporting factor for the standard context of countries in establishing business relations with the international community. This research analyzes Indonesia's interest in becoming a full member of the FATF which can be explained based on national interest theory and rational choice theory using literature-based data collection techniques. Despite the costs of membership and obligations, Indonesia's decision to become a full member of the FATF is considered appropriate because it can improve the integrity of the financial system, strengthen its position in the global economy, and have a positive reputation internationally.Keanggotaan penuh Indonesia di Financial Action Task Force (FATF) terjadi pada akhir Sidang Pleno FATF pada 27 Oktober 2023 di Paris, Prancis. Diterimanya Indonesia sebagai anggota ke-40 FATF merupakan hasil dari jalan panjang yang telah dilalui selama bertahun-tahun dan merupakan pengakuan internasional atas upaya Indonesia dalam memerangi pencucian uang dan pendanaan terorisme. FATF merupakan forum penting agar Indonesia dapat dipahami sebagai negara investasi yang aman dan faktor pendukung untuk standar konteks negara-negara dalam menjalin hubungan bisnis dengan dunia internasional. Penelitian ini menganalisis kepentingan Indonesia untuk menjadi anggota penuh di FATF yang dapat dijelaskan berdasarkan teori kepentingan nasional dan teori pilihan rasional dengan menggunakan teknik pengumpulan data berbasis literatur. Meskipun terdapat biaya keanggotan dan kewajiban, keputusan Indonesia menjadi anggota penuh FATF dinilai tepat karena dapat meningkatkan integritas sistem keuangan, memperkuat posisi dalam perekonomian global, dan reputasi positif di dunia internasional.
Implementasi Kebijakan Pengembangan Pariwisata Pada Objek Wisata Alam Goa Akbar Di Kabupaten Tuban Qottrunnada, Irdina Iffata; Prathama, Ananta
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3042

Abstract

The Goa Akbar tourist site, managed by the Tuban Regency Government, holds significant potential as a key source of local revenue in the tourism sector due to its strategic location in the heart of Tuban city. However, its development policy implementation still shows deficiencies. This research aims to analyze the implementation of tourism development policies, specifically at the Goa Akbar tourist site in Tuban Regency. The research method employed is qualitative descriptive, using data collection through observation, interviews, and documentation. The policy implementation theory of Donald Van Metter and Carl Van Horn serves as the analytical framework. The research findings indicate that the overall implementation of tourism development policies at the Goa Akbar tourist site is not yet optimal. Goals and targets of the policy, such as increasing Regional Original Income (PAD), have not been fully achieved. Moreover, there are shortcomings in resource management, particularly in facilities and limited tourist attractions due to budget constraints. In terms of the social, economic, and political environment, there is a lack of community participation and financial support from other parties in the development of the Goa Akbar tourist site. Nevertheless, aspects related to the characteristics of implementing agencies, the attitude of implementers, and inter-organizational communication in the development of the Goa Akbar tourist site have been well implemented by the Tuban Regency Culture, Youth, and Sports and Tourism Office.Objek wisata Goa Akbar yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Tuban, memiliki potensi besar sebagai salah satu tumpuan pendapatan asli daerah sektor pariwisata berkat lokasinya yang strategis di tengah kota Tuban. Meskipun demikian, dalam implementasi kebijakan pengembangannya masih menunjukkan adanya kekurangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengembangan pariwisata khususnya pada objek wisata Goa Akbar di Kabupaten Tuban. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan proses pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori implementasi kebijakan dari Donald Van Metter dan Carl Van Horn digunakan sebagai landasan analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengembangan pariwisata di objek wisata Goa Akbar secara keseluruhan belum optimal. Fokus pada ukuran dan tujuan kebijakan, seperti peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), belum tercapai sepenuhnya. Selain itu, terdapat kekurangan dalam pengelolaan sumber daya, terutama dalam fasilitas dan daya tarik wisata yang terbatas akibat keterbatasan anggaran. Di sisi lingkungan sosial, ekonomi, dan politik, belum terlihat adanya partisipasi masyarakat dan dukungan finansial dari pihak lain dalam pengembangan objek wisata Goa Akbar. Namun demikian, aspek karakteristik agen pelaksana, sikap pelaksana, dan komunikasi antar organisasi dalam pengembangan objek wisata Goa Akbar telah dilaksanakan dengan baik oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Tuban.
Optimalisasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam Meningkatkan Pengunjung Pantai Gemah, Kabupaten Tulungagung Pasca Pandemi COVID-19 Purnawati, Laily; Qorib, Fathul
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i1.2846

Abstract

Gemah Beach, a prominent tourism icon in Tulungagung, has gained popularity on social media and substantially contributes to both local and governmental revenue. However, the onset of the COVID-19 pandemic in 2019 led to a significant decline in visitor numbers, necessitating strategic development efforts to revive interest in the post-pandemic era. This study aims to analyze the policies and factors influencing visitor interest, as well as the role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in managing the beach. Data was collected through interviews, observation, and documentation, with the researcher serving as the primary instrument. The data was processed qualitatively using purposive sampling, and validity was ensured through interactive analysis techniques and triangulation. The findings reveal that Pokdarwis successfully increased visitor numbers post-pandemic by improving human resources, enhancing infrastructure, and promoting the beauty of Gemah Beach through trending social media campaigns.Pantai Gemah, ikon pariwisata di Tulungagung, populer di media sosial dan signifikan bagi pendapatan masyarakat dan pemerintah. Wisata ini mengalami penurunan pengunjung akibat pandemi 2019. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan untuk menarik kembali minat pengunjung pasca pandemi. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Pantai Gemah telah berusaha mengembangkan kelembagaan dan pengaturan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebijakan dan faktor yang mempengaruhi minat pengunjung serta peran Pokdarwis dalam pengelolaan pantai. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan peneliti sebagai instrumen utama dan diolah secara kualitatif menggunakan purposive sampling. Teknik analisis interaktif dan triangulasi digunakan untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pokdarwis mampu meningkatkan kembali pengunjung pasca pandemi melalui peningkatan SDM, perbaikan dan penambahan sarana prasarana, serta penyebaran informasi tentang keindahan Pantai Gemah melalui media sosial.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Desa Wisata di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto Maulina, Ika; Hardjati, Susi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3088

Abstract

Community empowerment can be achieved through various programs, including village tourism programs. The development of village tourism as a community empowerment initiative aims to motivate and empower the local population by managing the potential of their region. The objective of this study is to describe and analyze the efforts of community empowerment through village tourism in Bejijong Village, Trowulan Subdistrict, Mojokerto Regency. This study employs a descriptive method with a qualitative approach. Data collection techniques include interviews, observations, literature reviews, and documentation. Data analysis was conducted through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that efforts to empower the community through the village tourism program in Bejijong Village have had a positive impact. The community has undergone significant changes, such as the formation of previously under-empowered groups and the development of local businesses into educational tourism attractions for visitors.Pemberdayaan masyarakat dapat dicapai melalui berbagai program, termasuk program desa wisata. Pengembangan desa wisata sebagai program pemberdayaan masyarakat bertujuan untuk memberikan motivasi serta menjadikan masyarakat lebih berdaya melalui pengelolaan potensi daerahnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya pemberdayaan masyarakat melalui desa wisata di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, kajian literatur, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat melalui program desa wisata di Desa Bejijong memberikan dampak positif. Masyarakat mengalami perubahan signifikan, seperti terbentuknya kelompok masyarakat yang sebelumnya kurang berdaya, serta pengembangan usaha masyarakat menjadi wisata edukasi yang menarik bagi wisatawan.
Ekspresi dan Makna Identitas Kultural Orang Aceh di Kota Padang dalam Perspektif Interaksionisme Simbolik Faramita, Gita Chintia; Azwar, Azwar; Maihasni, Maihasni
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3155

Abstract

Each ethnic group certainly has different characteristics that have become embedded in their cultural identity, including the Acehnese ethnic group. Being in a different area from their area of origin certainly makes Acehnese people need to express their identity as Acehnese so that their Acehnese identity is still maintained. Therefore, this research aims to describe the form of cultural identity of the Acehnese in Padang City and the meaning of the cultural identity of the Acehnese in Padang City. This research uses Helbert Blumer's Symbolic Interactionism theory. The method used is a qualitative method with data collection techniques through observation, in-depth interviews and documentation. The results of this research show that up to now, among the Acehnese who have migrated to the city of Padang, their cultural identity as Acehnese is still maintained and maintained through the expression of their cultural identity that they do every day, both in the family and in the social environment. This form of expression of cultural identity is shown through the use of the Acehnese language, the use of traditional clothing, carrying out Acehnese customs and Acehnese culture. Each form of expression of cultural identity has an important meaning for the Acehnese so that everyone voluntarily continues to express their cultural identity as Acehnese in Padang City.Setiap etnis tentunya memiliki cirikhas yang berbeda yang telah melekat menjadi identitas kultur mereka, termasuk pada etnis Aceh. berada di daerah yang berbeda dengan daerah Asal tentunya membuat orang Aceh perlu untuk mengekspresikan identitasnya sebagai orang Aceh agar identitas keacehan mereka masih terjaga. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk identitas kultural orang Aceh yang ada di Kota Padang serta makna identitas kultural orang Aceh di Kota Padang. Penelitian ini mengunakan teori Interaksionisme Simbolik Helbert Blumer. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sampai saat ini dikalangan orang Aceh yang merantau di Kota Padang, identitas kultural mereka sebagai orang Aceh masih terus dipertahankan dan dijaga melalui ekspresi identitas kultural yang dilakukannya sehari-hari baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan sosial. Bentuk ekspresi identitas kultural tersebut ditunjukkan melalui penggunaan bahasa Aceh, penggunaan pakaian adat, melaksanakan Adat istiadat Aceh serta kebudayaan Aceh. Setiap bentuk ekspresi identitas kultural tersebut memiliki makna yang penting bagi orang Aceh sehingga setiap orang secara sukarela terus mengekspresikan identitas kultural mereka sebagai orang Aceh di Kota Padang.
Analisis Eksistensi Humas CRN TV sebagai Media Jurnalisme di Fakultas Ilmu Sosial UIN Sumatera Utara Medan Kurniawan, Ade; Saragih, Yose Rizal
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i2.3086

Abstract

The importance of the journalistic function of CRN TV's Public Relations in providing accurate information and fostering two-way dialogue between institutions and the public, particularly within the educational environment, is the focus of this study. The aim of this research is to identify and evaluate PR strategies in leveraging digital technology to enhance organizational image and communication effectiveness. This study employs a qualitative approach using case study methodology, involving participatory observation, in-depth interviews, and document analysis. Data were analyzed using qualitative analysis techniques to identify relevant patterns, themes, and meanings. The theoretical framework underpinning this research is strategic communication and relationship management theory, which emphasizes the significance of PR strategies in building and maintaining positive relationships with the public through the use of digital media. The findings reveal that CRN TV's Public Relations successfully manages content, builds media relations, and utilizes digital platforms for information dissemination. Public engagement and crisis management are also integral components of their communication strategy, proving effective in creating a positive image and strengthening public relationships. The conclusion of this study is that CRN TV's Public Relations plays a crucial role in enhancing organizational image and communication effectiveness through effective PR strategies and the utilization of digital technology.Pentingnya fungsi jurnalistik Humas CRN TV dalam menyajikan informasi akurat dan membangun dialog dua arah antara lembaga dan masyarakat, terutama dalam lingkungan pendidikan, menjadi fokus penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi humas dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan citra organisasi dan efektivitas komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yang melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif untuk mengidentifikasi pola, tema, dan makna yang relevan. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori komunikasi strategis dan manajemen hubungan, yang menekankan pentingnya strategi humas dalam membangun dan memelihara hubungan baik dengan publik melalui pemanfaatan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas CRN TV berhasil mengelola konten, membangun hubungan media, dan memanfaatkan platform digital untuk distribusi informasi. Keterlibatan publik dan manajemen krisis juga merupakan bagian integral dari strategi komunikasi mereka, yang terbukti efektif dalam membangun citra positif dan memperkuat hubungan dengan publik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Humas CRN TV memiliki peran penting dalam meningkatkan citra organisasi dan efektivitas komunikasi melalui strategi humas yang efektif dan pemanfaatan teknologi digital.
Komunikasi Politik Partai Ummat di Media Sosial: Populisme Agama dan Dampaknya pada Demokrasi 2024 Insani, Rizki; Salya, Sundawan; Persadha, Pratama Dahlian
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i2.3003

Abstract

The research aims to analyze the characteristics of using religion-based populist issues as part of the political communication of the Ummat Party, understand its impact on national integration, and examine intelligence efforts to counter the threat of religion-based populism. The research employs a qualitative methodology with a case study approach, involving social media content analysis, interviews, and literature studies to supplement the research data. The findings identify that the Ummat Party consistently produces, reproduces, and distributes hatred, fear, and distortion to criticize various policies implemented by the government under President Joko Widodo's leadership to evoke public emotions. This research is expected to provide a profound understanding of the threat posed by the use of religion-based populist issues and ways to counteract such threats, as well as to offer recommendations as strategic steps in addressing this menace.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik penggunaan isu populisme berbasis agama sebagai bagian dari komunikasi politik Partai Ummat, mengetahui dampaknya bagi integrasi nasional serta mengetahui upaya intelijen dalam menangkal ancaman dari penggunaan populisme berbasis agama. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta melibatkan analisis konten media sosial, wawancara dan studi literatur untuk melengkapi data penelitian. Temuan penelitian mengidentifikasi bahwa Partai Ummat secara konsisten memproduksi, mereproduksi dan mendistribusi kebencian, ketakutan dan ketimpangan untuk mengkritisi berbagai kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk menggugah emosi khalayak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam tentang ancaman penggunaan isu populisme berbasis agama dan cara menangkal ancaman tersebut, serta memberikan rekomendasi sebagai langkah strategis dalam mengatasi ancaman ini.