cover
Contact Name
Fathul Qorib
Contact Email
fathul.indonesia@gmail.com
Phone
+6285354769970
Journal Mail Official
jisip.unitri@gmail.com
Editorial Address
Jl. Telaga Warna, Tlogomas, Malang, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP)
ISSN : -     EISSN : 24426962     DOI : 10.33366/jisip
JISIP Journal of Social and Political Science is published three times a year (April, August and December). Article published in JISIP is an article based on the results of research (priority), and articles on scientific reviews of contemporary phenomena in the field of Social and Political Science, Communication and Public Administration. In receiving articles that will be reviewed by internal, external editors and reviewers. Each article entered in the JISIP journal will be sent to the editors section through the Initial Review process. After that, the articles will be sent to peer reviewers to get the Double-Blind Peer Review Process. JISIP will be published papers chosen under the a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Articles 595 Documents
Ancaman dan Faktor-Faktor yang Mendorong Swedia Bergabung dengan NATO pada Tahun 2024 Saputra, Aji Irvan; Indrawati, Indrawati
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3093

Abstract

Sweden maintained its neutrality in response to its history, including during the Napoleonic wars, by adopting “neutrality” as its official policy in 1834. This neutrality was upheld during both World Wars to protect trade interests. During the Cold War, Sweden chose the path of peaceful diplomacy and rejected military alliances. But Sweden experienced concerns over the Russia-Ukraine conflict and Russia's intervention in Crimea. In May 2022, Sweden eventually applied for NATO membership in response to Russia's invasion of Ukraine in February 2022. This research aims to understand the reasons behind Sweden's decision to join NATO. The factors behind Sweden's decision to join NATO are analyzed using qualitative research methods and through the lens of Threat Perception concept. This research discusses the factors behind Sweden’s decision to join NATO through five dimensions from the Threat Perception concept: structural, geopolitical, historical, socio-cultural, and economic. This research indicates that these five dimensions influenced Sweden's decision to join NATO. Firstly, Swedish ministers and political parties in Sweden played a role in the decision-making process. Secondly, Sweden's geographical location and the rising activities in the Baltic Sea also influenced its decision. Thirdly, Sweden's historical relationship with NATO compared to its relationship with Russia also influenced the decision. Fourthly, the ethnic, cultural, and religious composition of people in Sweden, along with policymaker adoption, are believed to have played a significant role in Sweden's foreign policy formation. Finally, the economic benefits of joining NATO were also considered by Sweden.Swedia telah menjaga netralitas sebagai respons terhadap sejarahnya, termasuk perang Napoleon, dengan mengadopsi kebijakan resmi pada tahun 1834. Netralitas ini dipertahankan selama kedua Perang Dunia untuk melindungi kepentingan perdagangan. Selama Perang Dingin, Swedia memilih jalur diplomasi damai dan menolak aliansi militer. Namun, Swedia mengalami kekhawatiran atas konflik Rusia-Ukraina dan intervensi Rusia di Crimea. Pada tahun 2022, Swedia akhirnya mengajukan keanggotaan NATO sebagai respons atas invasi Rusia ke Ukraina pada bulan Februari 2022. Penelitian ini bertujuan untuk memahami alasan di balik keputusan Swedia untuk bergabung dengan NATO. Faktor-faktor yang mendorong keputusan Swedia untuk bergabung dengan NATO dianalisis menggunakan metode penelitian kualitatif dan melalui lensa konsep “persepsi ancaman”. Studi ini membahas faktor-faktor tersebut melalui lima dimensi: struktural, geopolitik, sejarah, sosial-budaya, dan ekonomi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi tersebut memengaruhi keputusan Swedia untuk bergabung dengan NATO. Pertama, Menteri dan partai politik di Swedia berperan dalam proses pengambilan keputusan Swedia bergabung dengan NATO. Kedua, lokasi geografis Swedia dan aktivitasnya di Laut Baltik juga memengaruhi keputusan tersebut. Ketiga, hubungan historis Swedia dengan NATO dibandingkan dengan hubungannya dengan Rusia juga memengaruhi keputusan tersebut. Keempat, komposisi etnis, budaya, dan agama di Swedia, bersama dengan adopsi kebijakan oleh pembuat kebijakan, diyakini memainkan peran penting dalam pembentukan kebijakan luar negeri Swedia. Terakhir, manfaat ekonomi dari bergabung dengan NATO juga dipertimbangkan oleh Swedia.
Analisis Pengawasan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut Terkait Ancaman Keamanan Perbatasan Laut Kabupaten Kepulauan Talaud, Filipina Putra, Satrio Buana; Legowo, Yanuar Adi; Sunny, Amril Ghaffar; Pratama, Sigit Yudha
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3108

Abstract

As one of Indonesia's northernmost regencies, Talaud Islands Regency borders directly with the Philippines, facing various security threats. The southern Philippines is known for its terrorism activities and illegal arms trafficking, exacerbating the risks. This study employs a qualitative approach with a descriptive method, collecting data through in-depth interviews with relevant agencies in the border region. The findings indicate that Talaud Islands Regency faces threats such as illegal fishing, arms smuggling, and the movement of terrorist and separatist groups from the Philippines. The presence of Indonesian-Filipino descendants increases the risk of illegal entry. Incidents of illegal fishing and arms smuggling underscore the urgency of maritime border surveillance. A significant challenge is the limited naval assets of the Indonesian Navy (TNI AL). Both the Indonesian Navy and the National Intelligence Agency (BIN) play crucial roles in maintaining security and sovereignty at the maritime border. The study recommends enhancing naval assets and fostering inter-agency and international cooperation to improve maritime security.Sebagai kabupaten paling utara Indonesia, Kabupaten Kepulauan Talaud berbatasan langsung dengan Filipina dan menghadapi berbagai ancaman keamanan. Lokasi Filipina Selatan yang rawan terorisme dan peredaran senjata ilegal menambah risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, mengumpulkan data melalui wawancara mendalam dengan instansi terkait di wilayah perbatasan. Hasilnya menunjukkan bahwa Kabupaten Kepulauan Talaud menghadapi ancaman seperti illegal fishing, penyelundupan senjata, dan perlintasan kelompok teroris serta separatis Filipina. Kehadiran masyarakat keturunan Indonesia-Filipina meningkatkan risiko masuknya orang secara ilegal. Penangkapan illegal fishing dan penyelundupan senjata menunjukkan pentingnya pengawasan perbatasan laut. Kendala serius adalah minimnya alutsista TNI AL. TNI AL dan BIN memainkan peran penting dalam menjaga keamanan dan kedaulatan di perbatasan laut. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan alutsista dan kerjasama antar instansi serta antar negara untuk meningkatkan pengamanan wilayah laut
Tinjauan Peran Penelitian Personel dalam Pencegahan Ancaman Radikalisme pada Proses Rekrutmen Bintara di Lingkungan TNI Angkatan Darat Meidiantara, Rizki Yudha; Prasetyono, Budi; Supriadi, Supriadi
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i2.3011

Abstract

Radicalism is one of the threats that can endanger the integrity and sovereignty of the Indonesian nation. The Indonesian Army (TNI Angkatan Darat or AD) as one of the components of national defense plays a crucial role in preventing the threat of radicalism within its environment. One of the efforts that the Indonesian Army can undertake is through personnel research in the recruitment process for non-commissioned officers (bintara). This research aims to analyze the role of personnel research in preventing the threat of radicalism within the Indonesian Army AD environment in the recruitment process for non-commissioned officers. This research utilizes a qualitative research method with a descriptive approach through data collection techniques such as interviews with competent parties involved in personnel research activities. The research findings indicate that personnel research plays a crucial role in preventing the threat of radicalism within the Indonesian Army AD environment in the recruitment process for non-commissioned officers. Personnel research can be used to identify the potential for radicalism among prospective non-commissioned officers. This can be achieved by examining the background of prospective non-commissioned officers, including their family, education, and social environment. Personnel research can also be used to develop more effective selection instruments in detecting prospective non-commissioned officer candidates with radicalism potential.Radikalisme merupakan salah satu ancaman yang dapat membahayakan keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia. TNI Angkatan Darat (AD) sebagai salah satu komponen pertahanan negara memiliki peran penting dalam mencegah ancaman radikalisme di lingkungannya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan TNI AD adalah melalui penelitian personel pada proses rekrutmen bintara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penelitian personel dalam pencegahan ancaman radikalisme di lingkungan TNI AD pada proses rekrutmen bintara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak-pihak yang berkompeten dalam kegiatan penelitian personel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian personel memiliki peran penting dalam pencegahan ancaman radikalisme di lingkungan TNI AD pada proses rekrutmen bintara. Penelitian personel dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi radikalisme pada calon bintara. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan latar belakang calon bintara, baik dari segi keluarga, pendidikan, maupun lingkungan sosialnya. Penelitian personel juga dapat digunakan untuk mengembangkan instrumen seleksi yang lebih efektif dalam mendeteksi calon siswa bintara yang memiliki potensi radikalisme
Perancangan Katalog Digital untuk Representasi Stasiun Lokal Bandung Raya Melalui Fotografi Jalanan Monokromatik Nafi, Diaz; Purnamasari, Maya; Saripudin, Saripudin
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3162

Abstract

Public transportation plays a crucial role in enhancing community mobility, significantly impacting economic and social aspects. In Bandung, there are 13 local stations in the Bandung Raya area, stretching from Padalarang to Cicalengka, including Padalarang, Gadobangkong, Cimahi, Cimindi, Ciroyom, Bandung, Cikudapateuh, Kiaracondong, Gedebage, Cimekar, Rancaekek, Haurpugur, and Cicalengka stations. This study aims to interpret the conditions across these stations through monochromatic photography. Street photography is selected as the approach due to its ability to capture the dynamic and ever-changing human activities. The research employs a descriptive qualitative method, gathering data from street photography literature, monochromatic works, and direct field observations. The result is a collection of 65 monochromatic photographs that depict various occurrences at each station. These works are compiled into a digital catalog accessible via the issuu.com website. This catalog not only serves as a visual documentation of the stations' dynamics but also aims to raise public awareness of the cultural and social significance of public transportation in the Bandung Raya area. Through this catalog, the conditions and dynamic life at the local stations of Bandung Raya are visually and comprehensively represented.Transportasi umum merupakan elemen vital yang mendukung mobilitas masyarakat, berperan penting dalam aspek ekonomi dan sosial. Di Kota Bandung, terdapat 13 stasiun lokal Bandung Raya yang membentang dari Padalarang hingga Cicalengka, meliputi Stasiun Padalarang, Gadobangkong, Cimahi, Cimindi, Ciroyom, Bandung, Cikudapateuh, Kiaracondong, Gedebage, Cimekar, Rancaekek, Haurpugur, hingga Cicalengka. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan kondisi di seluruh stasiun tersebut melalui karya fotografi bergaya monokromatik. Fotografi jalanan dipilih sebagai pendekatan karena mampu menangkap dinamika aktivitas manusia yang terus berubah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data dari literatur fotografi jalanan, karya monokromatik, serta observasi langsung di lapangan. Hasil penelitian menghasilkan 65 karya fotografi monokromatik yang merepresentasikan berbagai kejadian di setiap stasiun. Karya-karya ini kemudian disusun dalam bentuk katalog digital yang dapat diakses melalui website issuu.com. Katalog ini tidak hanya menjadi dokumentasi visual atas dinamika stasiun, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya nilai budaya dan sosial transportasi umum di kawasan Bandung Raya. Melalui katalog ini, kondisi dan dinamika kehidupan di stasiun-stasiun lokal Bandung Raya berhasil direpresentasikan secara visual dan mendalam.
Illiberal Peacebuilding dan Ekstraktivisme di Indonesia: Studi Manajemen Konflik Autoritarian terhadap Konflik Sumber Daya Alam tahun 2018-2022 Putri, Jasmine Rafifah Fathia; Fahadayna, Adhi Cahya
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3214

Abstract

The distribution of natural resource utilization is often exploited by certain parties, where not all elements of society can enjoy the economic benefits from Indonesia's natural wealth. This study aims to analyze the influence of patronage practices on resource conflicts in Indonesia using the theoretical framework of Authoritarian Conflict Management (ACM) and land politics. The research employs a quantitative method based on secondary data obtained from the V-Dem and SNPK Indonesia databases. The independent variables in this study include discursive practices, spatial practices, and political-economic practices, while the dependent variable is the resource conflict index. Data analysis was conducted using multiple linear regression techniques with the SPSS software version 26 to ensure data validity and reliability. The results indicate that, overall, the relationship between the independent and dependent variables is statistically insignificant. This finding suggests that the Authoritarian Conflict Management theory may not be universally applicable, especially in Indonesia, which exhibits complex and diverse socio-economic and political dynamics. This study underscores the importance of considering regional factors and local characteristics in understanding resource conflicts in Indonesia.Distribusi pemanfaatan sumber daya alam seringkali dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu saja, dimana tidak semua elemen masyarakat bisa merasakan keuntungan ekonomi dari kekayaan sumber daya alam Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik patronase terhadap konflik sumber daya di Indonesia dengan menggunakan kerangka teori Authoritarian Conflict Management (ACM) dan land politics. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif berbasis data sekunder yang diperoleh dari database V-Dem dan SNPK Indonesia. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi praktik diskursif, praktik spasial, dan praktik ekonomi politik, sedangkan variabel dependennya adalah indeks konflik sumber daya. Proses analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linear berganda dengan perangkat lunak SPSS versi 26 untuk memastikan validitas dan reliabilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, hubungan antara variabel independen dan dependen tidak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa teori Authoritarian Conflict Management belum tentu relevan dalam semua konteks, terutama di Indonesia yang memiliki dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang kompleks serta beragam. Penelitian ini menekankan pentingnya mempertimbangkan faktor regional dan karakteristik lokal dalam memahami konflik sumber daya di Indonesia.
Strategi Komunikasi Hadapi Penolakan Pemanfaatan Energi Nuklir sebagai Pembangkit Listrik di Indonesia Pratama, Syahdino; Pasma, Satriani Aga; Hendayun, Mokhamad; Samihardjo, Isroil
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i2.3081

Abstract

One form of potential threat faced by Indonesia is an energy crisis that can disrupt national stability. However, the use of nuclear as an alternative source of clean energy through Nuclear Power Plants (PLTN) has not been realized until now. This research aims to identify the obstacles faced in the plan to build a nuclear power plant in Indonesia and explain the communication strategy in facing the rejection of nuclear energy utilization as a power plant in Indonesia. This research uses qualitative methods with data collection techniques through interviews with competent parties in the energy sector, especially nuclear energy and its utilization in power plants in Indonesia. The results showed that public acceptance of the nuclear power plant development plan experienced ups and downs depending on the time and events behind it. In addition, the interpretation of the phrase “considering nuclear as the last resort” in the legislation is also one of the obstacles to the progress of the implementation of nuclear power plant construction. Therefore, the support of all stakeholders is needed for the initiative to revise the laws and regulations that are considered to hinder the construction of nuclear power plants, in addition to building communication with those who reject the development plan through structured and massive persuasive and educational methods.Salah satu bentuk potensi ancaman yang dihadapi Indonesia adalah krisis energi yang dapat mengganggu stabilitas nasional. Namun, pemanfaatan nuklir sebagai alternatif sumber energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) belum terealisasi hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala-kendala yang dihadapi dalam rencana pembangunan PLTN di Indonesia dan menjelaskan strategi komunikasi dalam menghadapi penolakan pemanfaatan energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak-pihak yang berkompeten di bidang energi, khususnya energi nuklir dan pemanfaatannya pada pembangkit listrik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan penerimaan publik terhadap rencana pembangunan PLTN mengalami pasang-surut bergantung waktu dan peristiwa yang melatarinya. Selain itu, interpretasi terhadap frasa “mempertimbangkan nuklir sebagai pilihan terakhir” dalam peraturan perundang-undangan juga menjadi salah satu penghambat kemajuan implementasi pembangunan PLTN. Oleh karena itu, diperlukan dukungan seluruh stakeholder terhadap insiasi untuk merevisi peraturan perundang-undangan yang dinilai menghambat pembangunan PLTN, di samping membangun komunikasi terhadap pihak-pihak yang menolak rencana pembangunan tersebut melalui cara-cara persuasif dan edukasi yang terstruktur serta masif.
Mewujudkan Good Governance Melalui Penguatan Budaya Birokrasi Jayadi, Jayadi; Widiantari, Maria Magdalena; Nurchayati, Zulin; Murti, Endang
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 2 (2024): August
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i2.3013

Abstract

Organizational culture in the bureaucratic environment is often one of the problems that hinder the realization of good governance. On the other hand, the organizational culture that develops cannot be separated from the paternalistic Javanese culture. This makes the character of bureaucratic apparatus behavior more textually patterned based on applicable formal provisions. As a result, government officials cannot make decisions when facing obstacles in carrying out their duties, especially those related to public services. This condition can be overcome by providing flexibility for bureaucratic apparatus to be more creative in taking effective and success-oriented actions in carrying out their duties. This research shows the influence of bureaucratic strengthening efforts on the realization of good governance by eliminating unproductive Javanese cultural values so as to improve the quality of public services. The results reveal that an empowered bureaucracy with flexibility and results orientation is able to respond to community needs more quickly and precisely. In addition, the elimination of unproductive values in Javanese culture is proven to encourage innovation and initiative among bureaucratic apparatus, which ultimately improves the efficiency and effectiveness of public services.Budaya organisasi dalam lingkungan birokrasi seringkali menjadi salah satu persoalan yang menghambat terwujudnya pemerintahan yang baik. Di sisi lain, budaya organisasi yang berkembang tidak dapat terlepas dari budaya Jawa yang paternalistis. Ini membuat karakter perilaku aparat birokrasi lebih terpola secara tekstual berdasarkan ketentuan formal yang berlaku. Akibatnya aparatur pemerintah tidak dapat mengambil keputusan apabila menghadapi hambatan dalam pelaksanaan tugas khususnya terkait dengan pelayanan publik. Kondisi ini dapat diatasi dengan memberikan keleluasaan bagi aparat birokrasi untuk lebih kreatif mengambil tindakan-tindakan efektif dan berorientasi pada keberhasilan dalam menjalankan tugas. Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh upaya penguatan birokrasi terhadap perwujudan good governance dengan menghilangkan nilai-nilai budaya Jawa yang tidak produktif sehingga dapat meningkatkan kualitas layanan publik. Hasil penelitian mengungkap bahwa birokrasi yang diberdayakan dengan fleksibilitas dan orientasi pada hasil mampu merespons kebutuhan masyarakat dengan lebih cepat dan tepat. Selain itu, penghapusan nilai-nilai yang tidak produktif dalam budaya Jawa terbukti mendorong inovasi dan inisiatif di kalangan aparat birokrasi, yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.
Tantangan dan Strategi Pencegahan Konflik akibat Intoleransi dan Radikalisme di Era Digital untuk Mewujudkan Keamanan Nasional Setiawan, Budi; Setiawan, Bayu; Hidayat, Eri R; Widodo, Pujo; Risma Saragih, Herlina Juni; Sukendro, Achmed
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3087

Abstract

The internet and social media have become effective platforms for spreading extremist ideologies, strengthening polarization, and creating “echo chambers” that reinforce radicalism. This research aims to identify the main challenges and formulate strategies to prevent conflicts triggered by intolerance and radicalism in the digital era. Using a qualitative approach with a case study method, this research analyzes secondary data from official documents, previous scientific studies, and social media content to understand the patterns of spreading intolerance and radicalism. The results show that the main challenges in conflict prevention include anonymity and accessibility of technology, social media algorithms that support confirmation bias, lack of digital literacy, weak supervision and regulation, and the appeal of radical ideologies. Therefore, a prevention strategy that involves strengthening digital literacy, improving regulations, and collaboration between stakeholders is considered very important in tackling radicalism in cyberspace. Hopefully, the implementation of this comprehensive strategy can realize a more resilient, inclusive and safe society from the influence of radical ideologies in the digital era. This research implies the need for multi-stakeholder collaboration in developing more effective policies to prevent radicalism in the digital era.Internet dan media sosial menjadi sarana efektif bagi penyebaran ideologi ekstrem, memperkuat polarisasi, dan menciptakan "echo chambers" yang memupuk radikalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan utama dan merumuskan strategi pencegahan konflik akibat intoleransi dan radikalisme di era digital demi mewujudkan keamanan nasional. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini menganalisis data sekunder dari dokumen resmi dan penelitian terdahulu, serta konten media sosial untuk memahami pola penyebaran intoleransi dan radikalisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  anonimitas dan aksesibilitas teknologi, algoritma media sosial yang memperkuat bias konfirmasi, kurangnya literasi digital, pengawasan dan regulasi yang lemah, serta daya tarik ideologi radikal merupakan tantangan utama dalam mencegah konflik akibat intoleransi dan radikalisme di era digital. Oleh karena itu, penguatan regulasi dan literasi digital serta kolaborasi multi-stakeholder dapat menjadi strategi dalam mengurangi radikalisme di dunia maya. Dengan strategi yang komprehensif ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih tangguh, inklusif, dan aman dari pengaruh ideologi radikal di era digital. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas program literasi digital, dan menganalisis dampak regulasi konten media sosial. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya kolaborasi multi-stakeholder dalam menyusun kebijakan yang lebih efektif untuk mencegah radikalisme di era digital
Strategi Kebijakan Konservasi Hutan Tropis Indonesia Untuk Mengatasi Perubahan Iklim: Sebuah Literatur Review Anto, Anto; Mappasere, Fatmawati Andi; Usman, Jaelan; Alyas, Alyas
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 13, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v13i3.3149

Abstract

Climate change is a significant global issue, with deforestation and forest degradation contributing substantially to greenhouse gas emissions. This study aims to analyze the status of forest areas in Indonesia, identify the impact of deforestation and forest degradation on climate change, and evaluate the effectiveness of the REDD+ strategy as a conservation effort to address climate change. The research method used is a systematic literature review, involving the identification, screening, and analysis of data from various scientific sources. The results indicate that Indonesia has 120.5 million hectares of forest area; however, the high rate of deforestation is driven by land conversion for plantations, illegal logging, and mining activities. This deforestation contributes to increased CO2 emissions and exacerbates climate change. The implementation of the REDD+ strategy in Indonesia has shown potential in reducing the rate of deforestation and forest degradation through economic incentives and the enhancement of local capacity. This study highlights the importance of sustainable forest management and effective REDD+ policy implementation to address climate change.Perubahan iklim adalah isu global yang signifikan, dengan deforestasi dan degradasi hutan berkontribusi besar terhadap emisi gas rumah kaca. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kawasan hutan di Indonesia, mengidentifikasi dampak deforestasi dan degradasi hutan terhadap perubahan iklim, serta mengevaluasi efektivitas strategi REDD+ sebagai upaya konservasi untuk mengatasi perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis, yang mencakup proses identifikasi, penyaringan, dan analisis data dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki 120,5 juta hektar kawasan hutan, namun laju deforestasi yang tinggi disebabkan oleh konversi lahan untuk perkebunan, pembalakan liar, dan aktivitas pertambangan. Deforestasi ini berkontribusi pada peningkatan emisi CO2 dan memperparah perubahan iklim. Implementasi strategi REDD+ di Indonesia menunjukkan potensi dalam mengurangi laju deforestasi dan degradasi hutan melalui insentif ekonomi dan peningkatan kapasitas lokal. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan implementasi kebijakan REDD+ yang efektif untuk mengatasi perubahan iklim.
Evaluasi Program Pemberdayaan Perempuan terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Pendem, Kota Batu Purwatiningsih, Annisa; Ghunu, Agustinus; Sari, Yuli Indah
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 14, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v14i1.3063

Abstract

The community empowerment program in Pendem Village in the institutional sector has not provided the expected benefits, so an evaluation is needed. This study aims to examine the implementation of the evaluation of the community empowerment program in the institutional sector in Pendem Village. This study uses a qualitative research approach using a descriptive method. The purpose of descriptive research is to describe problem solving in accordance with existing facts systematically and accurately. The steps in data collection in this study include interviews, observations and document collection. The selection of informants uses a purposive sampling technique, which is done intentionally or by directly appointing people who are considered to know the most and are able to answer research questions. The results of the study obtained the results that the evaluation of the women's empowerment program had approached expectations in general. However, behind the success of empowerment, there are still things that are lacking in the smoothness of empowerment activities, namely the inaccuracy of time from the community, especially women, in implementing the empowerment program being run. The suggestions given are, in the implementation of the program, punctuality, maintenance of facilities and infrastructure to support the achievement of program goals optimally.Program pemberdayaan masyarakat Desa pendem di bidang kelembagaan belum memberikan manfaat yang diharapkan sehingga diperlukan suatu evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan evaluasi program pemberdayaan masyarakat bidang kelembagaan di Desa pendem. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Tujuan penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan pemecahan masalah sesuai dengan fakta yang ada secara sistematis dan akurat. Langkah -langkah dalam pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, observasi dan pengumpulan dokumen. Adapun pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu di lakukan dengan cara secara sengaja atau menunjuk langsung kepada orang yang dianggap paling tahu dan mampu menjawab pertanyaan penelitian. Hasil penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa evaluasi program pemberdayaan perempuan sudah menghampiri harapan pada umumnya. Namun di balik kesuksesan pemberdayaan, masih ada hal yang menjadi kurangnya kelancaran kegiatan pemberdayaan yaitu ketidak tepatan waktu dari masyarakat khususnya perempuan dalam melaksanakan program pemberdayaan yang dijalankan. Saran yang diberikan adalah, dalam pelaksanaan program, ketepatan waktu, maintenance sarana prasarana guna mendukung pencapaian tujuan program secara maksimal.