Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan ISSN 2527-9823(online) adalah jurnal berkala empat bulanan (April, Agustus, Desember) yang memuat berbagai artikel/naskah berupa hasil penelitian, studi kasus, hasil pemikiran, maupun karya tulis ilmiah oleh seluruh civitas profesi kesehatan mulai dari mahasiswa, dosen, perawat klinik, maupun perawat yang bekerja di institusi non klinik seperti lembaga penelitian, LSM, Asuransi Kesehatan, dan pemerintahan. Karya ilmiah berupa artikel kesehatan. Nursing News merupakan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh UNITRI PRESS, sebagai media komunikasi dan informasi di bidang ilmu kesehatan. Scope jurnal terdiri dari keperawatan, kesehatan dan kesehatan masyarakat
Articles
748 Documents
PERBEDAAN PENGETAHUAN GURU SD TENTANG PENANGANAN EPISTAKSIS SEBELUM DAN SESUDAH EDUKASI MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DI KELURAHAN LANDUNGSARI KECMATAN DAU MALANG
Melkianus Dangu Elu;
Nia Lukita Ariani;
Vita Maryah Ardiyani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.2006
Cara penanganan epistaksis di sekolah masih beragam dan bahkan cenderung dibiarkan karena dianggap masalah ringan. Hal membuktikan bahwa kejadian epistaksis sering terjadi pada anak di sekolah sehingga guru berperan penting dalam memberikan pertolongan pertama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan guru SD tentang penanganan epistaksis sebelum dan sesudah edukasi menggunakan media video. Desain penelitian menggunakan one group pre-test and post-test design. Populasi yang digunakan adalah guru SD di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Malang dengan besar sampel 57 responden. Sampel diambil dengan teknik cluster sampling. Instrument menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Marginal homogeneity α=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberi edukasi menggunakan media video hampir setengah dari responden memiliki pengetahuan kurang (38,6%) dan sesudah diberi edukasi menggunakan media video hampir seluruh responden memiliki pengetahuan baik (96,5%). Hasil uji statistik didapatkan p=0,000, yang berarti ada perbedaan pengetahuan guru SD tentang penanganan epistaksis sebelum dan setelah edukasi menggunakan media video di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau Malang. Penyampaian materi dengan media video lebih mudah diterima oleh orang awam dalam memahami dan menerapkan pertolongan pertama pada orang yang mengalami epistaksis. How to handle epistaxis in society is still diverse and even tends to be left because it is considered a mild problem. This study aims to determine differences in elementary school teacher knowledge about handling epistaxis before and after education using video media. The study design uses one group pre-test and post-test design. The population used was elementary school teachers in the Landungsari Village , Dau Malang District with a sample size of 57 respondents. Samples were taken by cluster sampling technique. Data were collected using a questionnaire and analyzed using thetest Marginal homogeneity with α = 0.05. The results of the study were obtained before being given education using video media, almost half of the respondents had less knowledge (38.6%) and after being educated using video media, almost all respondents had good knowledge (96.5%). Statistical test results obtained p = 0,000, which means there are differences in elementary school teacher's knowledge about epistaxis handling before and after education using video media in the Landungsari Village, Dau Malang District. Submission of material with video media is more easily accepted by lay people in understanding and applying first aid to people who experience epistaxis. Keywords: knowledge, Epistaxis, video
HUBUNGAN GAMBARAN TUBUH (BODY IMAGE) DENGAN PERKEMBANGAN SOSIAL PADA REMAJA DI SMK PGRI 3 MALANG
Meriyanto Meriyanto;
Atti Yudiernawati;
Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (253.826 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.138
Gambaran tubuh (body image) merupakan gambaran yang dimiliki tentang ukuran, keadaan dan bentuk tubuh. Perubahan fisik yang dialami remaja bisa mempengaruhi hubungan dengan orang lain. Sebagian remaja ingin menghindari orang tertentu karena merasa malu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gambaran tubuh (body image) dengan perkembangan sosial pada remaja di SMK PGRI 3 Malang Kelas 1 Jurusan Penjualan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah siswa SMK PGRI 3 Malang Kelas 1 Jurusan Penjualan berjumlah 30 orang. Pengambilan sampel dengan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh responden (73,33%) mempunyai gambaran tubuh positif dan lebih dari separuh responden(76,66%) mempunyai perkembangan sosial adaptif.Hasil uji Chi-Square, diperoleh nilai χ2 hitung sebesar 19.862 dengan nilai signifikansi (Asymp.Sig. (2-sided)) sebesar 0,000. Berdasarkan hasil yang diperoleh, terlihat bahwa nilai χ2 hitung (19.862) > χ2 tabel [(2-1)(3-1);0,05] (5,991) serta nilai signifikansi (0.000) < α(0,05) sehingga Ho ditolak artinya terdapat hubungan antara gambaran tubuh dengan perkembangan sosial pada remaja. Disarankan kepada remaja untuk dapat mempunyaii gambaran tubuh yang positif untuk membentuk perkembangan sosial yang adaptif. Kata kunci: Gambaran tubuh (body image), perkembangan sosial, remaja.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN PASCA BEDAH APPENDICTOMY DI PERAWATAN BEDAH RSUD KABUPATEN KOTABARU
Rodiatul Mardiah;
Sri Mudayati;
Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (184.981 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.450
Appendiks adalah organ tambahan kecil yang menyerupai jari, melekat pada sekum tepat di bawah katup ileocecal.Apendisitis adalah peradangan pada apendiks vermiformis, dan merupakan penyebab abdomen akut yang paling sering. Insiden apendisitis akut lebih tinggi pada negara maju daripada negara berkembang, namun dalam tiga sampai empat dasawarsa terakhir menurun secara bermakna, yaitu 100 kasus tiap 100.000 populasi menjadi 52 tiap 100.000 populasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien pasca bedah appendictomy di perawatan bedah RSUD Kabupaten Kotabaru.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan model pendekatan secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 118 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian didapatkan data pasien pasca bedah appendictomy di perawatan bedah RSUD Kabupaten Kotabaru lebih banyak terjadi pada usia 20 s/d 40 tahun (masa dewasa) yaitu sebesar 53,4%, dan berdasarkan pekerjaan lebih banyak terjadi pada orang yang berprofesi sebagai pelajar dan swasta yaitu sebesar 20%. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disarankan kepada petugas kesehatan baik di masyarakat maupun di ruang perawatan bedah agar dapat melengkapi asuhan keperawatan yang komprehensif dengan memberikan penyuluhan kepada pasien dan keluarganya tentang faktor risiko terjadinya appendisitis serta upaya pencegahan melalui pola makan yang sehat dan tinggi serat, terutama pada usia dan pekerjaaan yang mempunyai risiko tinggi terhadap penyakit tersebut. Kata kunci : Appendictomy, pekerjaan, usia.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN NUTRISI PADA BAYI DI POSYANDU DERMO
Oktovianus Mario Moa Markus;
Atti Yudiernawati;
Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (196.755 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.169
Keadaan gizi masyarakat Indonesia saat ini masih memprihatinkan, walaupun berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasinya. Masalah gizi terjadi di setiap siklus kehidupan dimulai sejak dalam kandungan (janin), bayi, balita, anak, dewasa, dan usia lanjut. Periode dua tahun pertama kehidupan merupakan masa kritis, karena pada masa ini terjadi pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Gangguan gizi yang terjadi pada masa ini bersifat permanen, tidak dapat dipulihkan walaupun kebutuhan gizi pada masa selanjutnya terpenuhi. Dampak kekurangan gizi yang paling ditakutkan adalah gagal tumbuh, terutama gagal tumbuh kembang otak. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penyuluhan terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian Nutrisi Pada Bayi Di Posyandu Dermo Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one group pre-post test design. Jumlah sampel penelitian 30 orang. Hasil analisis univariat didapatkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan tentang pemberian nutrisi pada bayi di Posyandu Dermo Malang tingkat pengetahuan responden masuk kategori baik (70 %) dan setelah diberikan penyuluhan tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian nutrisi pada bayi di Posyandu Dermo Malang seluruhnya masuk kategori baik (100%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu tentang pemberian nutrisi pada bayi di posyandu Dermo dengan hasil uji T berpasangan dengan nilai sig 0.000. Saran Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran atau informasi untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan ibu tentang pemberian nutrisi pada bayi. Kata Kunci : Penyuluhan, pengetahuan, nutrisi.
GAMBARAN JENIS DIABETES MELLITUS PADA BERBAGAI KELOMPOK USIA DI RSUD KABUPATEN KOTABARU
Andi Amrullah;
Tanto Hariyanto;
Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.443 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.482
Diabetes Milletus (DM) adalah masalah yang mengancam hidup atau kasus darurat yang disebabkan oleh defisiensi insulin relatif atau absolute. Prevalensi DM di Indonesia menempati peringkat keempat di dunia, kekerapan Diabetes berkisar antara 1,5% sampai dengan 2,3%, kecuali di Manado yang agak tinggi sebesar 6%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Gambaran tipe diabetes millitus dalam kelompok usia di RSUD Kabupaten Kotabaru. Desain yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan studi dokumenter. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling, dianalisis dengan chi-square dengan α = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian DM tipe 1 usia kurang dari 40 tahun berjumlah 8 orang (57%) dan DM tipe 2 nya sebanyak 6 orang (43%), sedangkan usia lebih dari 40 tahun pada DM tipe 1 sebanyak 5 orang (31%) dan DM tipe 2 nya sebanyak 16 orang(69%). Hasil analisis chi-square menunjukkan p-value = 0,160 > 0,05 yang berarti Ho diterima dengan tidak ada perbedaan tipe DM pada kelompok usia kurang dari 40 tahun dan lebih dari 40 tahun. Bagi peneliti selanjutnya agar dapat meneliti kelanjutan dari penelitian ini, yaitu mencari penyebab terjadinya DM tipe 1 dan DM tipe 2 dapat menyerang sama banyaknya pada seluruh kelompok usia, sehingga penelitian ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi kepada dinas kesehatan di wilayah kerja kabupaten kotabaru untuk mengkaji lebih jauh kenapa tidak ada perbedaan antara DM tipe 1 dan DM tipe 2 terhadap berbagai kelompok usia. Kata kunci : Diabetes Milletus (DM), kelompok usia.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KECERDASAN EMOSI (EQ) PADA REMAJA SMPN 1 DAU MALANG
Wawan Ristiyadi;
Atti Yudiernawati;
Neni Maemunah
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.981 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.201
Pola asuh orang tua saat ini sangatlah berpengaruh pada kecerdasan emosional pada remaja. Peran orang tua dalam hal ini dapat berupa bentuk pola asuh yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada kesalahan dalam mendidik anak maka pola asuh ini akan berdampak negative pada anak usia remaja. Pada pengasuhannya, memerlukan sejumlah kemampuan interpersonal dan mempunyai tuntutan emosional yang besar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosi (EQ) Pada Remaja SMPN 1 Dau Malang. Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian non ekperimen dengan jenis correlation dengan metode pendekatan cross sectional.Populasinya adalah semua orang tua siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Dau Malang dan semua siswa kelas 7 dan 8 Dengan jumlah total 339. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 orang. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik spearman rank dengan derajat kemaknaan (0,05). Hasil pengumpulan data, sebagian besar (71%) pola asuh orang tua responden masuk kategori demokratis sebanyak 49 orang. Sebagian besar (65,2%) kecerdasan emosiona quesion respoden masuk kategori baik sebanyak 45 orang. Hasil analisis bivariat menunjukan p-value= 0,00 artinya p-value< 0,05. Artinya ada hubungan antara Pola Asuh Orang Tua Dengan Kecerdasan Emosi (EQ) Pada Remaja SMPN 1 Dau Malang. Saran yang dapat direkomendasikan, bagi orang tua dalam memilih pola asuh memiliki kecendrungan dari masing-masing Pola asuh baik pola asuh demokratis, otoriter, dan permisif. Orang tua dengan pola asuh yang demokratis akan berdampak pada anak menjadi lebih terbuka dengan kedua orang tua. Kata Kunci : Kecerdasan emosional, pola asuh.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) TERHADAP KADAR SGPT PADA TIKUS (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR DM TIPE 2
Yohanes Suni;
Tanto Hariyanto;
Novita Dewi
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (491.463 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.505
DM tipe 2 lebih banyak penderitanya dibandingkan dengan DM tipe 1, beberapa penelitian di laporkan resistensi insulin merupakan faktor sangat penting dalam patogenesis terjadinya CLD (Chronic Liver Dieses). Berkaitan dengan hal tersebut di atas maka perlu dilakukan pemeriksaan kelainan hati pada penderita diabetes yang salah satunya dapat dilakukan dengan pemeriksaan enzim SGPT (Serum Glutamic Pyruvic transeminase). Tepung porang banyak mengandung Glukomanan, dalam glukomanan banyak serat dengan serat tersebut dalam lambung akan membentuk gel dan gel akan membuat lambung penuh dan mengirim sinyak kenyang ke otak. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak porang (Amorphopallus muelleri Blume) terhadap kadar SGPT pada tikus (Rattus novergicus) strain Wistar DM tipe 2. Jenis Penelitian True Eksperimental Research dengan desain penelitian ini adalah post test only control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, sampel sebanyak 25 ekor tikus yang dibagi dalam 5 kelompok. Pengujian penelitian ini menggunakan uji Independent T-test. Penelitian ini menggunakan variabel numerik untuk mengetahui adanya pengaruh yang signifikan pemberian tepung porang terhadap penurunan kadar SGPT pada tikus pada hari ke-30 menggunakan uji Independent T-test dengan tingkat kepercayaan 95% atau taraf kesalahan 5%. Berdasarkan Uji Statistics independent t-test didapatkan p-value 0,670 > α (0,05) yang artinya jika p-value lebih besar dari α menandakan tidak ada pengaruh pemberian tepung porang terhadap kadar SGPT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh pemberian diet tepung porang terhadap kadar SGPT pada penderita DM Tipe 2 (p=0,670) dengan selang waktu 3 bulan. Kata Kunci: DM tipe 2, Porang, SGPT.
HUBUNGAN TIMBANG TERIMA DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RS PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG
Koesmiati Koesmiati;
Ani Sutriningsih;
Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.095 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v1i1.409
Prosedur timbang terima dalam meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien sangatlah penting. Bila timbang terima tidakdilakukan dengan baik, maka akan muncul kerancuan dari tindakan keperawatan yang diberikan karena tidak adanya informasi yang bisa digunakan sebagai dasar pemberian tindakan keperawatan. Hal ini akan menurunkan kualitas pelayanan keperawatan dan menurunkan tingkat kepuasan pasien. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan timbang terima dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional.Sampel dalam penelitian ini perawat dan pasien di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang yang masing – masing sebanyak 54 orang. Pengambilan sampel dengan cara cluster sampling. Data mengenai timbang terima didapatkan melalui lembar observasi dan datamengenai kepuasan pasien dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner Data dianalisis dengan menggunakan uji statistic Spearman Rank dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian responden melakukan prosedur timbang terima dengan kategori baik sebanyak 27 orang (50%), dan sebagian besar tingkat kepuasan pasien masuk dalam kategori sangat puas sebanyak 35 orang (64,8%). Hasil analisis bivariat menunjukan p value = 0,943 > 0,05 maka H1 ditolak, artinya tidak ada hubungan timbang terima dengan kepuasan pasien. Direkomendasikan kepada Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang dapat memberikan brain storming dan pelatihan secara berkala untuk perawat agar tidak mengalami penurunan kualitas pelayanan pada pasien sehingga dapat memberikan pelayanan secara maksimal dan tepat guna. Kata kunci : timbang terima, kepuasan pasien
HUBUNGAN KEBIASAAN KONSUMSI MAKANAN RINGAN DENGAN PERILAKU SULIT MAKAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK AL-ISTIQOMAH TLOGOMAS KOTA MALANG
Heti Kusmiati;
Nia Lukita Ariani;
Rachmat Chusnul Choeron
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.1997
Mengkonsumsi makanan ringan dapat menunda rasa lapar. Ketika dikonsumsi secara berlebihan dapat memicu penurunan nafsu makan pada makanan utama. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan kebiasaan konsumsi makanan ringan dengan perilaku sulit makan pada anak prasekolah. Desain penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak usia prasekolah di TK Al-Istiqomah Tlogomas Kota Malang pada periode tahun ajaran 2017-2018 yang berjumlah 60 anak. Besar sampel sebanyak 52 anak dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Kebiasaan konsumsi makanan ringan sebagai variabel independen dan perilaku sulit makan sebagai variabel dependen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi square dengan α=0,05. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki kebiasaan mengkonsumsi makanan ringan (53,8%), sebagian besar responden tidak mengalami perilaku sulit makan (53,8%) dan ada hubungan kebiasaan konsumsi makanan ringan dengan perilaku sulit makan pada anak usia prasekolah di TK Al-Istiqomah Tlogomas Kota Malang (p=0,001; OR=8,022). Orang tua memiliki peran paling utama dalam membentuk perilaku anak termasuk perilaku dalam mengkonsumsi makanan. Eating snacks can delay hunger. When consumed in excess can trigger a decrease in appetite in the main food. The purpose of this study was to determine the relationship between consumption habits of snack foods with difficult eating behavior in preschool children. The design of this study uses a cross sectional design. The population in this study were all preschoolers at Al-Istiqomah Tlogomas Kindergarten in Malang City for the 2017-2018 academic year, totaling 60 children. The sample size is 52 children with simple random sampling technique. The habit of consuming snacks as an independent variable and difficult eating behavior as the dependent variable. Data was collected using a questionnaire. Data were analyzed using Chi square test with α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had a habit of consuming snacks (53.8%), most of the respondents did not experience difficult eating behavior (53.8%) and there was a relationship between snack habits and difficult eating behavior in preschool children in Al- Istiqomah Tlogomas City of Malang (p = 0.001; OR = 8.022). Parents have the most important role in shaping children's behavior including eating behavior. Keywords: preschool children, snack food consumption habits, difficult eating behavior.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG TERHADAP STATUS GIZI PADA ANAK USIA PRASEKOLAH DI TK DHARMA WANITA KELURAHAN TLOGOMAS MALANG
Maria Regina Ina Sili;
Atti Yudiernawati;
Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.511 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v1i2.441
Tingkat pengetahuan ibu tentang pedoman umum gizi seimbang dapat mempengaruhi pola makan anak yang pada akhirnya akan mempengaruhi status gizi. Pemenuhan status gizi yang baik pada anak tergantung pada ibu dalam menentukan status gizi anaknya apakah baik atau buruk. Anak mampu memenuhi kebutuhan status gizi dengan mengkonsumsi beraneka ragam jenis makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang pedoman umum gizi seimbang terhadap status gizi anak.Desain penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi spearman rank. Populasi adalah seluruh orang tua yang mempunyai anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Tlogomas Malang. Populasi 41 orang dengan menggunakan teknik total sampling.Hasil penelitian didapatkan bahwa sebanyak (65,9%) ibu mempunyai pengetahuan yang baik, sebanyak (83%) status gizi anak normal. Dari hasil perhitungan didapat nilai p value (0,000)