cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN TEPI DANAU GALELA KABUPATEN HALMAHERA UTARA Djangu, Awidano; Rondonuwu, Dwight M; Sela, Rieneke L
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan tepi danau merupakan wilayah yang banyak mengalami perubahan penggunaan lahan terutama perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian yang disebabkan adanya pengaruh perkembangan penduduk. Proses penggunaan lahan yang dilakukan manusia dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan peradaban dan kebutuhan manusia. Sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk semakin bertambah setiap tahunnya, mengakibatkan kebutuhan semakin tinggi, hal ini menyebabkan bertambahnya permukiman di kawasan tepi danau galela. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi luas perubahan penggunaan lahan yang bersinggungan langsung dengan kawasan tepi danau Galela Kabupaten Halmahera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Kualitatif dan Metode Kuantitatif. data-data yang ada dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Spasial sistem Informasi Geografi (SIG)  untuk mengetahui luas perubahan penggunaan lahan serta melihat penggunaan lahannya. Data yang diperlukan yaitu 1. Peta penggunaan lahan dari RTRW Kabupaten Halmahera Utara, 2. Peta citra satellite  historis Google Earth dengan jangka waktu tahun 2003-2015, selanjutnya kedua peta dioverlay untuk mencari luas tutupan lahan. Maka dapat disimpulkan bahwa perubahan penggunaan lahan dari tahun 2003-2015 di kawasan tepi danau Galela, untuk lahan Permukiman 6,89 Ha meningkat menjadi 29,04 Ha, Perdagangan dan Jasa 2,72 Ha meningkat menjadi 8,26 Ha, Fasilitas Umum dan Sosial 0,21 Ha meningkat menjadi 0,68 Ha, Pendidikan 0,12 Ha meningkat menjadi 0,35 Ha, pemerintahan 0,11 Ha menjadi 0,15 Ha. Penggunaan lahan untuk ruang tebuka dengan luas 27,40 Ha meningkat hingga 63,34 Ha, Perkebunan dengan luas 97,05 Ha berkurang menjadi 54,83 Ha, dan tegalan dengan luas 14,02 Ha, berkurang hingga 13,09 Ha.
AKSESIBILITAS RUAS JALAN KOKA - TONDANO TERHADAP PERTUMBUHAN WILAYAH SEKITARNYA Sofian, Agus; Franklin, Papia J; -, Suryono
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan wilayah adalah pertambahan pendapatan masyarakat secara keseluruhan yang terjadi di wilayah tersebut, yaitu kenaikan seluruh nilai tambah (added value) yang terjadi. Pembangunan infrastruktur jalan akan dapat berdampak pada pertumbuhan wilayah, baik secara langsung maupun tidak langsung.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah peningkatan infrastrukur jalan berpengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan wilayah khususnya nilai lahan. Lokasi penelitian meliputi 5 desa yang terdapat di Kecamatan Tombulu, yaitu : Desa Koka, Desa Kembes Satu, Desa Kembes Dua, Desa Rumengkor dan Desa Suluan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi eksisting aksesibilitas jalan Koka-Tondano setelah pembangunan dan mengidentifikasi pengaruh asksesibilitas Jalan Koka-Tondano terhadap pertumbuhan wilayah sekitarnya khususnya nilai lahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan analisis intensitas kendaraan untuk menjawab tujuan pertama dan analisis aksesibilitas, nilai lahan dan analisis pertumbuhan wilayah untuk menjawab tujuan kedua. Berdasarkan hasil studi, didapat 2 hal yaitu; peningkatan aksesibilitas sepanjang jalan Koka - Tondano dan peningkatan nilai lahan berdasarkan NJOP dan harga pasar. Kata Kunci : Jalan Koka – Tondano, Aksesibilitas, Nilai Lahan, Pertumbuhan Wilayah.
PILIHAN ADAPTASI DI KAWASAN BERESIKO BENCANA BANJIR (STUDI KASUS : PERMUKIMAN SEPANJANG SUNGAI SARIO) Sela, Rieneke L; Tarumingkeng, Francis Andreas; Tondobala, Linda
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak perubahan iklim tergantung kerentanan dari sistem alam dan manusia. Kerentanan menggambarkan tingkat kemudahan terkena atau ketidakmampuan suatu sistem untuk menghadapi dampak buruk dari perubahan iklim. Kerentanan terdiri dari kerentanan fisik dan kerentanan non fisik. Keragaman iklim yang terjadi dengan frekuensi yang ekstrim dapat menyebabkan bencana seperti banjir. Kota Manado termasuk dalam daerah rawan banjir dikarenakan banyaknya sungai yang mengalir dalam Kota Manado, salah satunya Sungai Sario (6,72 Km). Permukiman di sekitar sungai Sario menjadi rentan disebabkan oleh kondisi fisik seperti pemanfaatan ruang dan kondisi infrastruktur serta kondisi non fisik seperti kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi wilayah penelitian sepanjang Sungai Sario yang terdampak bencana banjir, menganalisis tingkat kerentanan banjir dan menemukan pilihan adaptasi untuk mengurangi kerentanan. Lokasi penelitian adalah permukiman sepanjang Sungai Sario. Metode yang digunakan adalah metode tumpang tindih, perhitungan indeks kerentanan dan pengkajian alternatif adaptasi berdasarkan kondisi wilayah dan peraturan terkait. Hasil analisis menunjukan 5 (lima) Kelurahan di sekitar Sungai Sario yang terdampak dan menjadi rentan terhadap bencana banjir yakni Titiwungen Selatan Lingkungan I dengan tingkat kerentanan rendah dan Lingkungan II dengan tingkat kerentanan tinggi, Sario Utara Lingkungan III dengan tingkat kerentanan sedang, Pakowa Lingkungan I dengan tingkat kerentanan sangat tinggi, Ranotana Weru Lingkungan I dengan tingkat kerentanan sedang dan Tanjung Batu Lingkungan III dengan tingkat kerentanan rendah. Pilihan adaptasi disesuaikan dengan nilai variabel kerentanan dan kemampuan adaptasi yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan yang terbagi dalam pilihan adaptasi struktural dan non struktural.
ANALISIS PERTUMBUHAN KAWASAN MAPANGET SEBAGAI KOTA BARU Ngangi, Reddy Silvano; Franklin, Papia J.; Mononimbar, Windy
SPASIAL Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan kebijakan pembangunan kota baru publik dalam arahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, salah satu kota lokasi pembangunannya adalah Kota Manado dengan fokus pengembangannya yaitu sebagai pusat permukiman baru yang layak huni yang didukung oleh fasilitas ekonomi dan sosial budaya yang lengkap guna mencegah terjadinya permukiman tidak terkendali (urban sprawl) akibat urbanisasi di kota otonom terdekatnya. Kota Manado sendiri memiliki luas wilayah 157,26 km², dan kepadatan penduduknya yang mencapai 2.721 jiwa/km². Berdasarkan SK Walikota No.128/Kep/ B.01/BAPELITBANG/2017 mengenai penetapan deliniasi Kota Baru Manado, bahwa pengembangan Kota Baru Manado akan di arahkan di Kecamatan Mapanget, dengan luas mencapai sekitar ± 5.160 Ha yang terdiri dari 10 kelurahan. Berdasarkan kebijakan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pertumbuhan kawasan Mapanget sebagai kota baru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data primer (observasi lapangan dan wawancara langsung) dan sekunder (studi literatur, data dari pemerintah terkait dan internet). Hasil analisis menunjukkan pertumbuhan kawasan Mapanget dari segi sosial, ekonomi dan infrastruktur menunjukan peningkatan yang signifikan tiap tahunnya. Selain itu kondisi geografis kawasan Mapanget yang cenderung landai merupakan faktor berkembangnya perumahan-perumahan beserta prasarana dan sarana pendukungnya. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa kawasan Mapanget cenderung telah mengarah menjadi kota baru sesuai dengan yang ditetapkan.Kata Kunci: Kota Baru, Pertumbuhan Kawasan, Kebijakan Pemerintah
KESESUAIAN LAHAN PERMUKIMAN PADA KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNG BERAPI DI KOTA TOMOHON Welang, Cindy P; Mononimbar, Windy; Poli, Hanny
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesesuaian lahan merupakan penggambaran tingkat kecocokan sebidang lahan untuk suatu penggunaan tertentu. Kawasan rawan gunung berapi adalah kawasan yang berpotensi tinggi mengalami bencana akibat letusan gunung. Permasalahan perkembangan Kota Tomohon yang semakin pesat memberikan dampak pada peningkatan kebutuhan lahan untuk sarana permukiman. Hal ini mendorong berkembangnya aktivitas pada kawasan yang tidak sesuai peruntukkannya sebagai kawasan permukiman termasuk pada kawasan rawan gunung berapi. Untuk itu diperlukan analisis kesesuaian lahan permukiman khususnya pada kawasan yang masuk dalam  kawasan rawan bencana gunung berapi di Kota Tomohon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan analisis spasial dengan bantuan alat analisis GIS (Geography Information System). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kesesuaian lahan permukiman pada kawasan rawan bencana gunung berapi di Kota Tomohon. Berdasarkan hasil studi kesesuaian lahan permukiman pada kawasan rawan bencana gunung berapi di Kota Tomohon berdasarkan persebaran kawasan permukiman menunjukkan  kawasan permukiman yang lokasinya tidak sesuai adalah seluas 6 Hektar dengan prosentase 0,6% dari luas persebaran kawasan permukiman di Kota Tomohon dan berdasarkan peruntukkan kawasan permukiman pada RTRW Kota Tomohon menunjukkan kawasan permukiman yang lokasinya tidak sesuai adalah seluas 6 Hektar dengan prosentase 0,4% dari luas kawasan peruntukkan permukiman pada Rencana Pola Ruang RTRW Kota Tomohon. Kata Kunci : Kesesuaian Permukiman, Gunung Berapi, Kota Tomohon
ARAHAN PENGEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN AMURANG BARAT, KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sillia, Iskandar -; Sela, Rieneke L; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangannya sebuah wilayah perkotaan, penggunaan lahannya akan semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk yang ada pada wilayah tersebut, hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa manusia membutuhkan lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pertambahan penduduk yang tidak di imbangi dengan ketersediaan lahan menyebabkan banyak penduduk yang akan memanfaatkan lahan untuk permukiman yang tidak sesuai dengan karakteristik lahan permukiman. Oleh karena itu,  dibutuhkan suatu arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman, dalam pengembangan lahan permukiman yang baru dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat dan menetapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif dan superimpose (overlay) data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kesesuaian lahan untuk permukiman, kemudian dioverlay lagi dengan kawasan lindung dan arahan rencana pola ruang kawasan budidaya sehingga dapat mentapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman berdasarkan karakteristik lahan yang sesuai untuk di kembangkan. Hasil studi, diketahui bahwa tidak semua wilayah Kecamatan Amurang Barat kesesuaian lahannya sesuai untuk permukiman. Berdasarkan penjumlahan parameter kesesuaian lahan didapatkan dua fungsi lahan yaitu lahan yang sesuai untuk permukiman dan lahan sesuai bersyarat untuk permukiman. Berdasarkan (overlay) kesesuaian lahan, kawasan lindung dan arahan rencana kawasan budidaya pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat dapat diarahkan pada sebagian wilayah Kelurahan Rumoong Bawah karena memiliki daya dukung lahan yang sesuai. Kata Kunci : Lahan, Permukiman, Kesesuaian lahan, Pengembangan Lahan
PENGEMBANGAN SANITASI BERKELANJUTAN DI KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH STUDI KASUS (KECAMATAN TUMPAAN) Silangen, Johanis K; Warouw, Fela; Mastutie, Faizah
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu pemukiman kumuh dapat dikaitkan dengan kemiskinan, karena pada umumnya di pemukiman kumuhlah yang kebanyakan masyarakat yang kurang mampu tinggal dan letak rumahnya semerawut banyak dijumpai di kawasan perkotaan. Kecamatan Tumpaan merupakan bagian dari Kabupaten Minahasa Selatan. Kecamatan Tumpaan memiliki jumlah penduduk 15.884 jiwa dengan luas wilayahnya ±21.485 ha dan memiliki kepadatan menduduk 0,73 jiwa/ha. Berdasarkan RKPKP Tahun 2015-2016 (Rencana Kawasan Pemukiman Kumuh Perkotaan) Kecamatan Tumpaan memiliki luasan permukiman kumuhnya ±13,41 Ha yang tersebar di 3 Kelurahan: Kelurahan Tumpaan 1,  Kelurahan Matani 1 dan Kelurahan Tumpaan 1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui arahan pengembangan yang tepat untuk membantu memperbaiki kualitas permukiman yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi kondisi existing Sanitasi di kawasan permukiman kumuh yang ada di Kecamatan Tumpaan dan Menganalisis arahan pengembangan Sanitasi berkelanjutan pada kawasan permukiman kumuh Kecamatan Tumpaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-kualitif dengan menggunakan analisis overlay eliminasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, kawasan permukiman kumuh di kecamatan tumpaan terbagi di dalam 3 kawasan yaitu; Kelurahan Matani 1, Kelurahan Tumpaan 1 dan Kelurahan Tumpaan. Berdasarkan hasil observasi dan pembagian kuesioner ditemukan bahwa kondisi eksisting sanitasi pada daerah penelitia belum memadai. Hal ini dapat dilihat dalam perbandingan antara sistem pengelolaan sampah dan  pengaliran limbah cair dengan pedoman yang berlaku. Dan konsep yang bisa dikembangkan dan diterapkan di kawasan permukiman kumuh yang ada ialah konsep Sanimas (Sanitasi Masyarakat) yaitu pembuatan Tangki Septik Bersekat dan bangunan TPS3R di tiap-tiap kelurahan di kawasan permukiman kumuh dan melibatkan masyarakat dalam perencanaan,pembangunan sampai dalam pengelolaannya. Kata Kunci : Pengembangan, Sanitasi, Berkelanjutan, Permukiman Kumuh
PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI PULAU DOOM KOTA SORONG Johansz, Devid Abraham; Sela, Rieneke L; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Doom terletah di Kota Sorong Provinsi Papua Barat. Pulau Doom sudah ditinggali oleh masyarakat sejak masa pendudukan Belanda. Belanda sudah melirik keberadaan Pulau Doom sejak tahun 1800-an dan kemudian sekitar tahun 1935 Pulau Doom dijadikan sebagai ibu kota pusat pemerintahan Kota Sorong. Pulau Doom kini menjadi kawasan permukiman bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Seiring berkembang waktu, perkembangan permukiman di Pulau tersebut kini mulai berkembang dari tahun ke tahun dan menjadi padat akibat pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Perkembangan permukiman di Pulau Doom dari tahun 2007 hingga 2015 mengalami perkembangan yang pesat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis arah perkembangan permukiman dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan permukiman di Pulau Doom Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan analisis spasial (overlay) dengan menggunakan software ArcGIS 10.1. Berdasarkan hasil penelitian bahwa, 1arah perkembangan permukiman di Pulau Doom lebih dominan berkembang ke arah  kelurahan Doom Barat pada kontur 0-10% (topografi dataran rendah) dengan perkembangan permukiman sebesar 60%. 2Faktor-faktor yang paling mempengaruhi perkembangan permukiman di Pulau Doom adalah faktor geografis, faktor kependudukan, faktor swadaya dan peran serta masyarakat dan faktor sosial budaya. Kata Kunci     : Permukiman, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Permukiman
PELESTARIAN LANSEKAP BERSEJARAH DI KABUPATEN MINAHASA SELATAN Willem, Kiwol Yoel; Wuisang, Cynthya E.V; Moniaga, Ingerid
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, banyak objek peninggalan sejarah yang mulai dibiarkan tidak terawat oleh masyarakat yang ada disekitar bahkan pemerintah lokal. Objek peninggalan sejarah belum menjadi prioritas utama dalam program pembangunan daerah. Banyaknya kegiatan pembangunan dan pengembangan wilayah seringkali menyebabkan lansekap sejarah yang ada tertutupi atau tergeser oleh modernisasi. Selain itu juga lansekap sejarah umumnya sering sekali diabaikan oleh masyarakat itu sendiri bahkan banyak dari masyarakat tidak peduli akan keberadaan lansekap sejarah yang ada di sekitar mereka dan tidak menyadari pentingnya potensi dari lansekap sejarah Padahal jika objek peninggalan sejarah ini diperhatikan bisa menjadi salah satu faktor penunjang kemajuan suatu daerah. Di Kabupaten Minahasa Selatan banyak peninggalan sejarah yang ada mulai dari zaman pra sejarah sampai zaman penjajahan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik atau kondisi lansekap bersejarah di Kabupaten Minahasa Selatan dan merencanakan dengan konsep pelestarian lansekap bersejarah di Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif/eksplanatif dengan teknik pengumpulan data primer (observasi lapangan dan wawancara langsung) dan sekunder (studi literatur, mengunjungi instansi pemerintah atau organisasi terkait). Adapun hasil dari penelitian pelestarian lansekap bersejarah di Kabupaten Minahasa Selatan menunjukkan bagaimana cara yang tepat untuk melakukan pelestarian terhadap masing – masing objek peninggalan sejarah, dimana sebanyak 7 (tujuh) objek memerlukan tindakan pelestarian konservasi, 1 (satu) objek memerlukan tindakan pelestarian revitalisasi, dan 1 (satu) objek memerlukan tindakan pelestarian revitalisasi dan rekonstruksi. Kata Kunci: Lansekap Bersejarah, Pelestarian, Perencanaan
EVALUASI INKONSISTENSI PEMANFAATAN RUANG DI KECAMATAN SINGKIL KOTA MANADO Romony, Patrick Jouino; Takumansang, Esli D; Supardjo, Surijadi
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Singkil salah satu Kecamatan yang teletak di Kota Manado, Ibukota Provinsi Sulawesi Utara. Kecamatan Singkil mempunyai jumlah penduduk yang megalami peningkatan setiap tahunnya sehingga membawa dampak pada peningkatan kebutuhan penggunaan lahan, hal ini akan berdampak pada konversi lahan yang tidak sesuai dengan pemanfaatannya. Salah satunya adalah pada konversi lahan pada penggunaan lahan perkebunan menjadi penggunaan lahan permukima. Empat dari sembilan kelurahan di Kecamatan Singkil ditenggarai  tidak sesuai dengan pemanfaatannya. Dalam penelitian ini metode analisis data yang dipakai untuk menunjang penelitian ini adalah menggunakan metode overlay dengan software Sistem Informasi Geografi (SIG). Peneliti menggunakan metode overlay ini untuk mengetahui pemanfaatan ruang yang terinkonsistensi di Kecamatan Singkil sehiingga dapat diketahui bahwa seluas 16,35 ha atau 4% dari luas total Kecamatan Singkil merupakan pemanfaatan ruang yang terinkonsistensi, selanjutnya menghitung dan mencari tau jenis inkonsistensi yang ada dengan menggunakan peta tematik yang sudah didigitasi batasan-batasan inkonsistensinya perbedaan kenampakannya peta tematik menggunakan aplikasi berbasis SIG sehingga dapat diketahui berbagai macam jenis penggunaan lahan yang terinkonsistensi maupun yang masih konsisten terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Manado 2014-2013 yang ada di Kecamatan Singkil. Kata Kunci: Pemanfaatan Ruang, Inkonsistensi, Kecamatan Singkil, Kota Manado