cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
SPASIAL
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 440 Documents
PENGARUH KEGIATAN KOMERSIAL TERHADAP KINERJA JALAN (STUDI KASUS KORIDOR JALAN YOS SUDARSO, PAAL DUA) Sepang, Rizky Brando; Mastutie, Faizah; Tarore, Raymond Ch.
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangannya saat ini Kota Manado termasuk salah satu kota yang berkembang dengan pesat. Hal ini di dukung dengan banyaknya kegiatan komersial yang berkembang mengikuti koridor jalan. Salah satunya kegiatan komersial yang berkembang di sepanjang koridor Jalan Yos Sudarso, Paal Dua dan menyebabkan kotribusi terhadap pergerakan lalu lintas meningkat sehigga menggangu kinerja jalan di koridor ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan dan pengaruh yang di timbulkan dari kegiatan komersial pada kinerja jalan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Hasil identifikasi menunjukan keberadaan setiap kegiatan komersial di sepanjang koridor Jalan Yos Sudarso menimbulkan pengaruh yang sangat signifikan karena banyak kegiatan komersial tidak memiliki lahan parkir. Sehingga menimbulkan hambatan samping seperti kendaraan yang hanya parkir di badan jalan oleh karena itu membawa pengaruh terhadap kinerja jalan dengan sering terjadinya tundaan atau kemacetan lalu lintas pada jam-jam tertentu. Untuk memperbaiki hal ini, serta mencegah bertambah buruknya kinerja jalan, maka diperlukan penangan lalu lintas dari pihak yang berwajib, pembuatan jembatan penyebrangan, dan membuat aturan pemberhentian angkutan umum. Kata Kunci : Kegiatan Komersial, Koridor Jalan, Kinerja Jalan, Lalu Lintas
KORELASI POLA MATA PENCAHARIAN MASYARAKAT DENGAN POLA PEMANFAATAN LAHAN DI DESA SIFNANE KABUPATEN MALUKU TENGGARA BARAT Londar, Alfonsa; Rogi, Octavianus H. A.; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh wilayah sekitarnya, terutama antara wilayah kota dengan wilayah pinggirannya. Kota Saumlaki yang merupakan ibu kota Kabupaten Maluku Tenggara Barat sekaligus pusat ekonomi dimana segala aktifitas kekotaan berlangsung, telah berada di titik jenuh pertumbuhan pembangunan wilayah sehingga lahan tidak mampu menampung pemenuhan kebutuhan dan aktifitas manusia. Salah satu wilayah peri urban yaitu Desa Sifnane sebagai daerah Penyangga secara langsung menerima dampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif.Dari hasil statistik dengan menggunakan statistik sederhana yaitu Analisis Pearson (r) dan Analisis Korelasi Rank Sperman (Rho) atas sejumlah variabel, menunjukan kecenderungan kenaikan pada titik optimum yaitu kenaikan tutupan lahan yang terencana dengan perubahan mata pencaharian masyarakat. Kenaikan pemanfaatan lahan di ikuti perubahan pola mata pencaharian masyarakat, dapat terlihat dari penggunaan lahan pertanian yang mengalami degradasi luasan, dari lahan pertanian menjadi lahan terbangun dan pola mata pencaharian masyarakat yang mengalami perubahan, dari pertanian ke non pertanian.   Kata Kunci :Pola Mata Pencaharian, Pola Pemanfaatan Lahan, Korelasi
TINGKAT KERENTANAN TERHADAP BAHAYA BANJIR DI KELURAHAN RANOTANA Abast, Dwiardy Evander Huren Untulangi; Moniaga, Ingerid L; Gosal, Pierre H
SPASIAL Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado merupakan salah satu kota di Indonesia yang sering mengalami bencana banjir, seperti banjir bandang yang terjadi pada tanggal 15 Januari 2014. Banjir bandang yang terjadi di Sembilan kecamatan dari 11 kecamatan Kota Manado pada tahun 2014, telah menyebabkan  kerusakan baik fisik bangunan maupun lingkungan alam. Banjir setinggi 4 sampai 5 meter telah menyebabkan berbagai kerusakan aset publik, swasta, dan masyarakat terendam air sehingga tidak bisa berfungsi bahkan sebagian hilang dibawa hanyut banjir. Wilayah kelurahan Ranotana yang mengalami bencana banjir sebagian besar yaitu kawasan pemukiman yang bermuara kearah sungai Sario. Hal ini terjadi karena area sempadan sungai berupa ruang terbuka kurang terencana dan tertata dengan baik. Penelitian ini dilakukan  di lokasi kelurahan Ranotana dengan judul Tingkat Kerentanan Banjir di Kelurahan Ranotana. Kelurahan Ranotana dipilih sebagai studi kasus  untuk kajian ini dengan pertimbangan permasalahan banjir yang terjadi pada tahun 2014 telah mengakibatkan kerugiaan material dan fisik yang cukup tinggi di lokasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem informasi geografis (SIG) dengan metode tumpang susun (overlay) terhadap parameter-parameter banjir diantaranya, penggunaan lahan, kemiringan lereng, dan kontur. Waktu penelitian dilakukan selama 4 bulan yakni pada bulan November 2015 sampai dengan bulan Februari  2016. Jenis data dan sumber yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari lapangan berupa foto kondisi eksisting pada lokasi penelitian. Sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku-buku, hasil penelitian, jurnal, peta yang meliputi peta adminisrasi, kelerengan, topografi, dan penggunaan lahan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah perangkat keras (hardware) terdiri dari PC Komputer dan Printer. Perangkat lunak (software) terdiri dari ArcGIS 10, Microsoft Word, dan Kamera Digital.   Kata kunci : kerentanan banjir,  sistem informasi geografis.
IDENTIFIKASI PENGGUNAAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN BANJIR BANDANG KOTA MANADO Cie, Christian Setianata; Tarore, Raymond Ch; Karongkong, Hendriek
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado yang merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Utara.Kota Manado termasuk kota besar dengan jumlah penduduk yang megalami peningkatan setiap tahunnya sehingga membawa dampak pada peningkatan kebutuhan penggunaan lahan, hal ini akan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan dan bencana alam. Salah satunya adalah bencana banjir bandang yang pernah melanda Kota Manado.Pada tahun 2014, banjir bandang paling terparah pernah melanda Kota Manado.Sembilan dari sebelas kecamatan di Kota Manado terdampak banjir bandang yang tingginya mencapai ±5 meter. Dalam penelitian ini metode analisis data yang dipakai unutk menunjang penelitian ini adalah menggunakan metode overlay dengan software Sistem Informasi Geografi (SIG). Peneliti menggunakan Pedoman PU 2012 tentang Manajemen Penanggulangan Banjir Bandang untuk mengetahui daerah rawan banjir bandang di Kota Manado sehiingga dapat diketahui bahwa 1177 hektar dari luas Kota Manado merupakan daerah rawan banjir bandang selanjutnya menganalisis penggunaan lahan pada daerah rawan banjir bandang menggunakan citra satelit Kota Manado dengan cara membandingkan dan membuat batasan perbedaan kenampakan objek pada citra satelit menggunakan aplikasi berbasis SIG sehingga dapat diketahui berbagai macam jenis penggunaan lahan yang ada pada daerah rawan banjir bandang di Kota Manado Kata Kunci: Penggunaan Lahan, Banjir Bandang, Kota Manado
PENGARUH KETERSEDIAAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT DI PULAU NAIN Belwawin, Edwin Arnolis; Franklin, Papia J; Takumansang, Esli
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan merupakan salah satu fungsi utama yang harus dijalankan oleh pemerintah sebagai salah satu pengambil kebijakan. Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya adalah kesejahteraan ekonomi atau mengalami peningkatan pendapatan. Saat pembangunan infrastruktur yang ada di pulau-pulau kecil sangatlah sedikitsalah satunya pulau Nain. Tingkat pendapatan masyarakat Pulau Nain sangatlah kecil, kemudian kondisi ketersediaan infrastruktur tidak berfungsi secara optimal. Mengetahui seberapa besar pengaruh ketersediaan infrastruktur terhadap pendapatan masyarakat di pulau Nain adalah tujuan dari penelitian ini. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan metode analisis deskriptif. Analisis ini  untuk mengatur, mengurutkan atau mengelompokan, memberi kode atau tanda dan mengkategorikannya sehingga memperoleh suatu temuan berdasarkan fokus atau masalah yang ingin di jawab. Hasil Penelitian ini menunjukan kondisi infrastruktur ekonomi yang ada di Pulau Nain masih sangat sederhana dan tidak optimal dalam penggunaannya. Masyarakat yang ada di pulau Nain pun mempunnyai pendapatan yang sangat rendah.   Kata Kunci :Infrastruktur, Pendapatan Masyarakat, Pulau Nain
TINGKAT PELAYANAN PASAR REMU DAN PASAR BOSWESEN DI KOTA SORONG Bosawer, Jeklin; Gosal, Pierre H; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota sorong merupakan kota terbesar dipropinsi papua barat dan terletak dipaling barat pulau papua. Dalam penelitian ini terdapat dua pasar yang akan diteliti yaitu pasar remu dan pasar boswesen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pelayanan dari pasar remu dan pasar boswesen serta kondisi sarana dan prasarana dipasar remu dan pasar boswesen. Adapun  metode penelitian ini adalah kuesioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih kurangnya pengelolaan dalam pengembangan pasar, ini disebabkan oleh karena masih kurangnya Sumber daya manusia. Sarana, prasarana dan utilitas penujang di pasar remu dan pasar boswesen masih sangat kurang. Hal ini sangat mempengaruhi dalam  pengembangan pasar kedua pasar tersebut. Untuk itu perlu adanya kerja sama yang baik antara Pemerintah kota dan pihak  pengelola pasar dalam  menata atau  membangun kembali sarana,prasarana dan utilitas belum  tersedia, sehingga dapat menunjang pelayanan dipasar remu dan pasar boswesen lebih baik. Selain itu juga perlu adanya strategi dan konsep dalam pengembangan pasar-pasar di Kota Sorong, agar dapat memenuhi kriteria dari pasar tradisional yang berada dalam standar nasional indonesia. Kata Kunci : Tingkat Pelayanan, Fasilitas Penunjang, Pasar Remu dan Pasar Boswesen
ANALISIS KEBUTUHAN PRASARANA DAN SARANA PARIWISATA DI DANAU UTER KECAMATAN AITINYO KABUPATEN MAYBRAT PROPINSIS PAPUA BARAT Way, Irma Herlina; Wuisang, Cynthia E.V; Supardjo, Suryadi
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor pembangunan yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa dengan mensejahterakan komunitas masyarakat lokal jika mampu dikelola dengan baik.Pariwisata Danau Uter yang memiliki keindahan alam yang sangat indah yang merupakan objek wisata unggulan di Kabupaten Maybrat.Untuk menjadikanKawasan Wisata Danau Uter sebagai Kawasan wisata yang terkenal dan diminati oleh wisatawan, kawasan tersebut harus memiliki suatu potensi yang dapat dijadikan daya tarik tersendiri Untuk memanfaatkan potensi yang ada dapat dilakukan dengan analisis lebih lanjut, salah satunya adalah analisis sarana dan prasarana di Kawasan wisata tersebut, khususnya di Kawasan Wisata Danau Uter Kabupaten Maybrat, harus dianalisis guna mengetahui bagaimana kondisi prasarana dan sarana yang ada yang nantinya akan dikembangkan dan pengembangannya disesuaikan kondisi fisik Kawasan dan keinginan wisatawan, sehingga dapat dikatan layak sebagai daerah tujuan wisata. Teknik analisis data dalam penelitian merupakan analisis kuantitatif menggunakan analisis statistik. Analisis statistik adalah cara untuk mengelola informasi data (kuantitatif) yang berhubungan dengan angka-angka, bagaimana mencari, mengumpul, mengelola data sehingga sampai menyajikan data dalam bentuk sederhana dan mudah untuk dibaca atau data yang diperoleh dapat dimaknai (diinterpretasikan). Tujuan penelitian ini,  Mengidentifikasi prasarana dan sarana apa saja yang ada di Kawasan Wisata Danau Uter, Kecamatan Aitinyo, Kabupaten Maybrat,  Provinsi  Papua Barat dan Menganalisis kebutuhan sarana dan prasarana  di Kawasan Wisata Danau Uter, Kecamatan Aitinyo, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kondisi prasarana dan sarana yang ada dilokasi pariwisata Danau Uter masih sangat kurang memadai.Oleh sebab itu lebih  memberikan perhatian terhadap kebutuhan  prasarana dan  sarana  pariwisata yang ada di kawasan Danau Uter. Kata kunci :Prasarana Dan Sarana Pariwisata
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA UNTUK OBJEK WISATA ( STUDI KASUS : KAWASAN WISATA PANTAI SULAMADAHA DI KOTA TERNATE) Bian, Alvian Pratama Putra; Waani, Judy O; Poluan, R. J.
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki banyak potensi sumber daya alam (SDA) yang dapat di jadikan sebagai destinasi pariwisata. Berbagai potensi sumber daya alam tersebut harus di kelola dengan baik sehingga dapat di jadikan sebagai daya tarik wisata serta sebagai suatu nilai jual terhadap potensi wisata suatu daerah. Namun dalam implementasinya terdapat bebagai kendala yang terjadi, salah satunya prasarana dan sarana yang kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi kondisi prasarana dan sarana wisata pantai Sulamadaha serta mengetahui strategi untuk mengembangkan kawasan wisata Pantai Sulamadaha. Penelitian ini menganalisis tentang kawasan wisata Pantai Sulamadaha di Kota Ternate dengan menggunakan metode analisis model interaktifyaitu terdapat tiga proses yang belangsung secara interaktif, diantaranya : reduksi data, penyajian data dan vertifikasi data serta analisis SWOT. Hasil dari penelitian menunjukan pada kondisi eksisting secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kondisi prasarana dan sarana pada kawasan wisata Pantai Sulamadaha masih membutuhkan perbaikan dan penambahan fasilitas, dari 14 prasarana dan sarana wisata yang terdapat pada lokasi penelitian hanya 2 prasarana dan 2 sarana yang berpotensi untuk mendukung aktivitas wisata sedangkan 10 fasilitas prasarana dan sarana lainnya masih tergolong buruk sehingga perlu di perbaiki. Setelah melakukan analisis lebih lanjut dengan menggunakan analisis swot terdapat beberapa faktor diantaranya faktor kekuatan dengan jumlah 3.00 yang merupakan faktor dengan jumlah tertinggi, faktor kelemahan dengan jumlah 2.00, faktor peluang yang mendekati jumlah tinggi 2.40 serta faktor ancaman yang hampir mendekati jumlah yang tinggi 1.30 dan merupakan faktor yang sangat mengancam.Kata Kunci : Kawasan Wisata, Prasarana, Sarana, Pantai Sulamadaha
PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN PARIWISATA PANTAI MAHEMBANG KECAMATAN KAKAS Meray, Josie Geraldy; Tilaar, Sonny; Takumansang, Esli D
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Mahembang Kecamatan Kakas sebagai bagian dari Kabupaten Minahasa yang memiliki daya tarik untuk dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata baik untuk pasar wisata nusantara maupun mancanegara. Objek wisata ini mempunyai potensi yang sangat besar untuk di kembangkan yaitu seperti pesona alam pantai yang sangat indah dengan pasir putih dan tekstur alam yang berbukit-bukit.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanggapan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Mahembang Kecamatan Kakas dan menganalisis bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Mahembang Kecamatan Kakas.Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-kuantitatif dengan analisis deskriptif kualitatif. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuisioner, wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa karakteristik masyarakat mempengaruhi bentuk dan tingkatan partisipasi yang dilakukan masyarakat. Hal tersebut juga berkaitan dengan mata pencaharian dan tingkat pendidikan masyarakat, rendah tingginya pendidikan masyarakat akan mempengaruhi mata pencaharian masyarakat.Dan untuk tanggapan masyarakat dilihat dari skala peran serta masyarakat yang didukung oleh peran pemerintah desa dan wisatawan, masyarakat menanggapi secara positif tentang adanya pengembangan kawasan objek wisata Pantai Mahembang dan juga dapat meningkatkan perekonomian warga di sekitar lokasi wisata tersebut.Sedangkan bentuk-bentuk dan tingkatan partisipasi yang diberikan masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Pantai Mahembang Kecamatan Kakas meliputi : Partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga, buah pikiran, serta keterampilan dan kemahiran. Tingkatan partisipasi tersebut dapat dikategorikan dalam tingkat partisipasi insentif, inisiatif, dan interaktif.Kata Kunci :Partisipasi Masyarakat, Pariwisata, Pengembangan, Pariwisata Berkelanjutan, Pantai Mahembang.
POLA PERKEMBANGAN ZONA KAWASAN PENYANGGA TPA SUMOMPO MANADO DI TINJAU TERHADAP ASPEK SPASIAL DAN TATA LETAK BANGUNAN Sunardi, Sigit Mauludi; -, Sangkertadi; Rondonuwu, Dwight M
SPASIAL Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKehadiran tempat pemrosesan akhir seringkali menimbulkan dilema. TPA dibutuhkan, tetapi sekaligus tidak diinginkan kehadirannya.Pemanfaatan lahan disekitar Zona Penyangga TPA sebagai permukiman berdampak buruk bagi kesehatan dan perilaku sosial masyarakat, pada TPA dengan Sistem Pengelolaan Lahan Urug Saniter (LUS) adalah sarana pengurugan sampah ke lingkungan yang disiapkan dan dioperasikan secara sistematik, dengan penyebaran dan pemadatan sampah pada area pengurugan, serta penutupan sampah setiap hari tidak di perbolehkan mendirikan Bangunan. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Faktor yang mendorong terjadinya perubahan tersebut ditinjau dari aspek spasial dan tata letak bangunan disekitarnya. Dan Mengetahui Pola Perkembangan Zona Penyangga Kawasan TPA Sumompo Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penginderaan jauh dengan menggunakan informasi Multi Temporal dan teknik overlay. Sehingga menemukan hasil bahwa Faktor yang mendorong terjadinya perubahan Fungsi Lahan di Kawasan Zona Penyangga TPA karena kurang pahamnya Masyarakat sekitar tentang larangan untuk tidak mendirikan Bangunan di sekitar Kawasan Penyangga. Berdasarkan PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NO 20 TAHUN 2011 dan PERDA RTRW Kota Manado Tahun 2014 Mengenai batas Zona Penyangga Kawasan TPA yang harus di bebaskan dengan pembangunan atau Kegiatan huni-menghuni, dan Jika tidak ada Penaganan dari Pemerintah dan Kesadaran dari masyarakat itu sendiri, maka dalam jangka waktu 5 Tahun Kedepan pada Tahun 2020. Perkembangan Kawasan Zona Penyangga TPA Sumompo akan Menjadi Kawasan Permukiman dan Pengurangan Luasan RTH di Kawasan Zona Penyangga TPA yang seharusnya tidak di perbolehkan menjadi kawasan terbangun.Kata Kunci : Zona Penyangga TPA, Aspek Spasial dan Tata letak Bangunan

Page 10 of 44 | Total Record : 440