cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2016)" : 11 Documents clear
PENGENDALIAN HAMA TERPADU TANAMAN HIAS DI DESA KAKASKASEN KOTA TOMOHON (JENIS-JENIS HAMA PADA TANAMAN KRISAN DI DESA KAKASKASEN KOTA TOMOHON) Mamahit, Juliet M. E.; Manueke, Jusuf
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman krisan merupakan salah satu tanaman hias yang sudah dikembangkan oleh petani di daerah Kakaskasen Kota Tomohon. Serangga hama menjadi salah satu penghambat dalam upaya meningkatkan produksi tanaman potong bunga krisan. Banyak petani belum memahami jenis-jenis hama yang ada di pertanaman krisan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengidentifikasi jenis-jenis hama yang menyerang tanaman krisan di desa Kakaskasen II Kota Tomohon dan untuk mengamati gejala serangan hama pada tanaman krisan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga spesies utama hama yang menyerang krisan yaitu : Liriomyza spp., Thrips spp. dan Aphis spp. Gejala serangan Liriomyza adanya gejala gorokan larva yaitu : terowongan dalam daun, melingkar-lingkar di dalam epidermis daun. Hama Thrips spp. memperlihatkan gejala pada bunga yang terserang menunjukkan gejala seperti garis-garis yang memanjang yang berwarna coklat keperakanyang merupakan akibat dari alat mulut menusuk mengisap dari hama tersebut yang mengisap pada bunga. Gejala serangan Aphis sp. yaitu tanaman menjadi tumbuh agak kerdil, warna daun berubah menjadi kekuningan, dan tidak normal.Pengendalian hama tersebut di atas dapat dilakukan dengan menggunakan pengendalian hama terpadu antara lain : monitoring keberadaan hama, penggunaan varietas resisten, mengeluarkan tanaman atau bagian tanaman yang terserang, penggunaan perangkap kuning berperekat, memanfaatkan musuh alami dan pengendalian kimia dengan dosis yang sesuai.
IDENTIFIKASI KANDUNGAN MERKURI PADA SISTEM AKUIFER BEBAS HIDROGEOLOGI DESA BUYAT Riogilang, Hendra
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada sumber kontaminan logam berat merkuri selain dari tailling teluk buyat, yang menjadikan merkuri bisa terkonsumsi oleh masyarakat desa buyat, yaitu dari sumber air yang ada di desa buyat misalnya sumur sumur penduduk, danau atau sungai. Dalam menjelaskan hal ini diperlukan pengambilan sampel dari sumber sumber air yang ada di desa buyat serta identifikasi model sistem akuifer bebas yang ada di desa buyat. Selanjutnya dilakukan pengamatan dan pemetaan geologi di lapangan, pengambilan sampel air dan material lepas di desa buyat dan survey geolistrik untuk dapat mengetahui penampang dan potongan lapisan batuan bawah permukaan. Hasil yang didapat dianalisa untuk menghasilkan model dari sistem akuifer dan konsep model geologi daerah buyat. Konsep model geologi menunjukan indikasi kuat terdapat sesar, graben dan lapisan pasir pada lapisan paling bawah di lintasan geolistrik daerah penelitian. Sumber air yang berasal dari sumur-sumur penduduk, mata air di sungai dan danau buyat tidak terdeteksi adanya kandungan logam berat merkuri. Logam berat merkuri terdeteksi di area eks pertambangan PT.New Mount Minahasa Raya masih dibawah ambang yang dijinkan. Sistem hidrogeologi dan kandungan merkuri di desa Buyat dapat memberikan informasi positif dan pencerdasan ilmiah bagi masyarakat yang hidup didaerah sekitar eks tambang rakyat atau tambang PT. Newmont Minahasa Raya.
ANALISIS FINANSIAL USAHA TERNAK AYAM KAMPUNG DI KECAMATAN KAWANGKOAN KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN MINAHASA LOING, JEANE C.; MAKALEW, A.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis efisiensi penggunaan modal, produktifitas laba dan titik impas usaha. Penelitian ini berlangsung selama 6 (enam) bulan dari Januari sampai dengan Juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan teknik survey. Jenis data yang diambil terdiri atas data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis R/C atau Revenue Cost Ratio. Untuk mengukur efisiensi penggunaan modal dan produktifitas laba, sedangkan titik impas usaha menggunakan analisis BEP atau Break Even Point. Dari hasil pembahasan dapat ditarik beberapa kesimpulan, Pertama, secara finansial usaha ternak Ayam Kampung sudah efisien dalam menggunakan modal, R/C antara 1.49 sampai 2.39. Kedua, Produktifitas laba usaha mencapai rentabilitas lebih tinggi dari SBI (Suku Bunga Bank Indonesia) dimana R = 93% sedangkan SBI 25%. Positif. Ketiga BEP = 8,648 dan BEP per unit 10,45 artinya BEP berada pada titik-titik dari 8,6 sampai 10,45.Dengan demikian disimpulkan bahwa usaha ternak ayam kampung sudah beroperasi diatas titik impas dimana BEP (Unit) = 10,45, BEP (Rupiah) berada pada 25.944,-
PENGENDALIAN HAMA KEONG EMAS (Pomacea canaliculata Lamarck) PADA TANAMAN PADI SAWAH DENGAN MENGGUNAKAN EKSTRAK BUAH BITUNG (Barringtonia asiatica L.)T EX Manueke, Jusuf
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to determine the effect of seed extract Bitung , B. asiatica against golden snail mortality. The experiment was conducted in the village of popontolen, subdistrict Tumpaan, Minahasa Selatan Regency. The duration of less than four months of the study, which lasted from August until November 2013. Research using experimental methods with Complete Randomized Design (CRD) consisting of four treatments and three replications. The treatment used is the concentration of seed extract Bitung 0% (control), 10%, 20% and 30%. Observations death snails performed 6, 12, 24, 30, 42, 54 and 66 hours after application.Symptoms begin with snails death marked the release of mucus from the surface of the body and the body slowly over time regardless of the shells. The observation of 12 hours after the application has been found dead snails in the treatment of Bitung seed extract with all concentration was control is 5.00%, 5% treatment is 18.33%, 10% treatment is 48.33%, 15% treatment is 66.67% and 20 % treatment is 78.33%. The extract concentration 15% was ideal concentration of Bitung Seed to kill the golden Snail because had deadly golden snails above 50%. Therefore the use of Bitung seed extract with a concentration of 15% can already be used to control snails in rice plants.
ISOLASI BAKTERI SIMBION DENGAN SPONS DARI PERAIRAN TONGKEINA, SULAWESI UTARA Wantania, Letha L.; Ginting, Elvy L.; Wullur, Stenly
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengisolasi bakteri yang bersimbiosis denganspons dan menentukan karakteristik morfologi serta sifat Gram dari isolat bakteri tersebut. Sampel spons diambil dari perairan Tongkeina, Sulawesi Utara. Spons digerus dan dilarutkan dalam air laut steril dan dilakukan pengenceran. Bakteri simbions spons dalam setiap pengenceran ditumbuhkan pada media Nutrient Broth. Bakteri yang tumbuh ditumbuhkan kembali pada media Nutrient Agar dengan metode cawan gores. Isolat bakteri yang tumbuh kemudian diuji sifat Gramnya. Penelitian ini memperoleh sepuluh isolat bakteri yang bersimbiosis dengan dua jenis spons dengan karaktersitik morfologi yang bervariasi. Dua dari kesepuluh isolat bakteri tergolong dalam Gram positif dengan bentuk coccus dan delapan tergolong dalam Gram negatif dengan bentuk basil (batang pendek).
KANDUNGAN KIMIA DARI SISIK BEBERAPA JENIS IKAN LAUT Talumepa, Anggun C. N.; Suptijah, Pipih; Wullur, Stenly; Rumengan, Inneke F. M.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsumsi ikan laut sangat diminati oleh masyarakat Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Berlimpahnya restoran seafood yang menyediakan ikan laut sebagai menu utamanya dan penjualan ikan laut di pasar turut meningkatkan produk samping dari ikan seperti sisik yang kurang dimanfaatkan secara optimal. Untuk meningkatkan nilai guna dari sisik ikan laut sebagai suatu produk sampingan perikanan, maka perlu adanya riset untuk mengetahui komposisi kimia yang terkandung dalam sisik ikan laut sebagai upaya menyelidiki potensi sisik untuk dapat dijadikan sumber biomaterial yang dapat berguna bagi manusia. Penelitian ini menggunakan sisik ikan yang berasal dari perairan laut yaitu ikan kakatua, kakap merah, napoleon, salem, dan sahamia. Sejumlah 50 gram sisik dari setiap jenis ikan laut yang dikumpul dianalisis proksimat untuk mengetahui kadar-kadar kimia di dalamnya seperti air, abu, lemak, protein, dan karbohidrat. Kandungan sisik ikan laut yang sudah dikeringkan secara umum adalah air 11%, abu 39%, lemak 5%, protein 30%, dan karbohidrat 15%.
STUDI TEKNIK PENANGANAN IKAN MAS (CYPRINUS CARPIO-L) HIDUP DALAM WADAH TANPA AIR Pade, Satria Wati; Suwetja, I Ketut; Mentang, Feny
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan mas merupakan salah satu sumber protein hewani yang digemari oleh masyarakat.Berbagai upaya telah dilakukan pada usaha budidaya ikan mas untuk peningkatan produktivitasnya, diantaranya adalah pemasaran ikan. Pemasaran ikan biasanya dilakukan dalam keadaan ikan hidup. Pemasaran atau pengangkutan ikan dalam keadaan hidup merupakan salah satu mata rantai dalam usaha perikanan. Pada dasarnya, ada dua metode transportasi ikan hidup, yaitu sistem basah atau dengan menggunakan air sebagai media dan sistem kering atau menggunakan media tanpa air. Sistem basah dianggap tidak praktis dan tidak efisien karena memiliki banyak kelemahan baik dalam volume maupun biaya sehingga diperlukan cara yang lebih praktis dan efisien yaitu penanganan sistem kering. Pada transportasi ikan hidup dengan sistem kering perlu dilakukan proses penanganan atau pemingsanan terlebih dahulu. Metode pemingsanan ikan dapat dilakukan dengan cara menggunakan zat anestesi atau dapat juga menggunakan penurunan suhu. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh tingkat mortalitas terendah dengan metode pemingsanan, penyimpanan dan penyadaran kembali yang standar.Metodologi yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 perlakuan yaitu perlakuan metode pemingsanan yang terdiri atas 2 taraf (pemingsanan dengan suhu ±8°C, pemingsanan dengan suhu  ±8°C + minyak cengkeh konsentrasi 0,02%) dan perlakuan lama penyimpanan yang terdiri atas 5 taraf (0, 2, 4, 6, 8 jam) dengan menganalisis keragamannya menggunakan perhitungan annova dan teknik laboratorium. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 2 kali. Variabel yang diamati meliputi waktu kecepatan pingsan, kondisi fisiologis saat proses pemingsanan, waktu penyadaran kembali dan tingkat mortalitas ikan.Hasil penelitian menunjukkan waktu dan suhu pemingsanan yang optimum dengan penyimpanan terlama 6 jam didapat waktu 11,03 menit dengan suhu 8°C dengan media penyimpanan yang tepat digunakan adalah media sekam padi. Waktu penyadaran yang optimal dengan penyimpanan terlama 6 jam didapat waktu 11,27 menit pada suhu 8°C. Berdasarkan metode pemingsanan, penyimpanan dan penyadaran kembali, tingkat mortalitas terendah yaitu 45,85% didapat dengan menggunakan metode pemingsanan menggunakan suhu 8°C dengan penyimpanan terlama 6 jam._____________________________________________________________________________
KELOMPOK TANI TOMAT DALAM PENERAPAN PENGENDALIAN HAMA TERPADU DI DESA KAKASKASEN I DAN KAKASKASEN III UNTUK MEMANTAPKAN PRODUKSI DAN MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI Baideng, Eva L.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat merupakan salah satu komoditi yang diusahakan oleh petani di desa kakaskasen I dan kakaskasen III. Namun produksi tomat di desa tersebut berfluktuasi dan rendah disebabkan oleh serangan hama dan penyakit tumbuhan. Menurut pengakuan petani di desa tersebut, apabila serangan hama berat maka akan menyebabkan gagal panen sehingga petani mengalami kerugian. Untuk menyelamatkan produksi tomat, petani melakukan pengendalian hama dengan penyemprotan insektisida secara terjadwal sebanyak 2 kali seminggu dengan mencampur beberapa jenis insektisida, karena hama mulai resisten dengan hanya menyemprot satu jenis insektisida saja. Hal tersebut menimbulkan biaya produksi yang tinggi untuk pengadaan insektisida sedangkan hasil produksi yang didapatkan kurang baik karena serangan hama pada tanaman tomat relatif masih tinggi. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan cara untuk merakit satu metode yang kompatibel yang disebut sebagai “Pengendalian Hama Terpadu”(PHT). Tujuan program ini yaitu yaitu adanya transfer ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pengendalian hama. Konsep pengendalian hama terpadu yang akan ditransfer adalah isolasi dan perbanyakan jamur antagonis Trichoderma koningii, penggunaan perangkap berperekat kuning (Yellow Sticky Trap atau YST), penggunaan pestisida nabati yang berasal dari ekstrak Derris elliptica, dan pemakaian Mulsa Plastik Hitam Perak. Metode yang dilakukan yakni penyuluhan, demonstrasi, dan penanaman tomat selama satu musim tanam dengan perbandingan perlakuan PHT dan Non PHT. Target dari kegiatan ini memberikan motivasi kepada petani agar mampu mengubah kebiasaan ketergantungan menggunakan insektisida sintetik sehingga pencemaran lingkungan dapat ditekan dan produksi tanaman dapat meningkat. Luaran dari kegiatan ini yaitu 1) Petani mampu mengisolasi dan memperbanyak Trichoderma koningii, 2) Petani mampu membuat dan mengaplikasikan ekstrak tanaman Derris elliptica; 3) Petani mampu membuat Perangkap Berperekat Kuning; 4) Petani mampu menggunakan mulsa plastik hitam perak.
PENERAPAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT (IbM) KELOMPOK TANI KALISAPUN DAN MAKANTAR KELURAHAN MAPANGET BARAT KOTA MANADO Rahasia, Cathrien A.; Malalantang, Sjenny S.; Soputan, J. E. M.; Kaunang, W. B.; Pontoh, Ch. J.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya produktivitas ternak sapi potong yang dipelihara oleh Kelompok Tani Kalisapun dan Makantar Kelurahan Mapanget Barat Kota Manado disebabkan oleh minimnya pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh anggota Kelompok tentang sistem pemeliharaan ternak sapi potong. Tidak tersedia kandang, hijauan pakan berkualitas, system pengelolahan limbah pertanian dan peternakan menyebabkan pengembangan usaha peternakan dikelompok ini berjalan sangat lamban. Ipteks bagi Masyarakat (IbM) Kelompok Tani Kalisapun dan Makantar antara lain bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pakan berkualitas melalui ketersediaan kebun percontohan hijauan pakan unggul, pengelolaan limbah pertanian dan peternakan melalui pengenalan, penyebarluasan, alih teknologi pakan dalam upaya optimalisasi pemenuhan kebutuhan pakan sapi potong. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut dengan sosialisasi, penyuluhan, pelatihan dan aplikasi pembuatan kandang percontohan, penanaman hijauan pakan unggul, pengolahan limbah pertanian tanaman jagung sebagai pakan alternatif dimusim kemarau, pengolahan limbah pertanian sebagai pupuk organik dan biogas energi alternatif. Kesimpulan yang diperoleh adalah Peningkatan pengetahuan peternak tentang sistem pemeliharaan ternak  dalam kandang percontohan, kebun percontohan hijauan pakan unggul, ketersediaan hijauan pakan secara berkelanjutan, pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk organik dan biogas.
FESES TERNAK SAPI SEBAGAI PENGHASIL BIOGAS (BEEF CATTLE FECES AS PRODUCING BIOGAS) Mirah, Arie Dp.; Soputan, Jeanette E.M.; Paruntu, Carolus P.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengkaji pemanfaatan feses ternak sapi sebagai biogas. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Variabel penelitian yang diamati adalah volume gas dengan data pendukung pH. Hasil penelitian selama 35 hari menunjukkan bahwa total volume biogas yang diperoleh adalah 129.396,26 ml dan nilai rata-rata pH berkisar antara 6,0-7,0. Gas yang dihasilkan dalam penelitian ini selanjutnya dilakukan pengujian. Hasil yang diperoleh bahwa gas dapat menyala dengan konstan dan berwarna biru terang. Selanjutnya biogas diaplikasikan untuk memasak selama 18 menit. Dari hasil pengujian untuk mendidihkan air sebanyak 2 liter, membutuhkan waktu 15 menit dan gas yang dipakai sebanyak 95.066,64 ml. Selanjutnya, untuk memasak satu butir telur membutuhkan waktu memasak selama 3 menit dan gas yang dipakai sebanyak 17.164,81 ml. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa pemanfaataan feses ternak sapi dapat menghasilkan biogas sebanyak 129396,26 ml, untuk memasak yang terpakai 112.231,45 ml dengan waktu memasak 18 menit dan dapat menggantikan sumber energi konvensional seperti minyak tanah dan kayu bakar.

Page 1 of 2 | Total Record : 11