cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2018)" : 13 Documents clear
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PEDESAAN PADA AYAM KAMPUNG PASAWUNGEN DI DESA PAHALETEN KECAMATAN KAKAS KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Nangoy, Fredy J.; Karisoh, Linda C. H.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak ayam kampung merupakan salah satu alternatif usaha yang tidak membutuhkan modal banyak serta lahan besar. Berdasarkan survey di lapangan dan hasil diskusi dengan anggota kelompok dan pemerintah setempat, maka dapat dirumuskan masaalah prioritas yang perlu ditangani oleh anggota kelompok dengan pendampingan dari perguruan tinggi adalah sebagai berikut: Mengadakan penyuluhan dan pelatihan cara pembuatan Nugget dan Bakso daging ayam kampung kepada anggota kelompok agar dapat mengadopsi teknolgi tepat guna untuk meningkatkan populasi ternak yang ada dikelompok tersebut sehingga produktivitas ternak dapat meningkat. Ayam Kampung tidak lagi asing bagi masyarakat desa Pahaleten karena dari tahun ke tahun mereka sudah memeliharanya dan ternak ini merupakan sumber pengahsilan bagi masyarakat desa selain sumber protein hewani bagi keluarga. Ternak ayam kampung merupkan plasma nutfah yang potensial dan secara genetik mempunyai kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan. Hal ini mengindikasikan bahwa ayam kampung memiliki peranan yang cukup besar dalam pembangunan peternakan di Indonesia, sekaligus sebagai basis ekonomi petani pedesaan untuk kebutuhan daging (ayam kampung) bagi masyarakat. Berdasarkan permasalahan yang ada maka akan dilakukan pemberdayaan dengan penerapan ipteks bagi masyarakat peternak ayam kampung. Masyarakat sasaran yang dibentuk dalam kelompok, tani/ternak “ Pasawungen ”. Target luaran yang ingin dicapai pembuatan Nugget dan Bakso Daging Ayam Kampung, target luaran lainnya publikasi jurnal penelitian sains dan teknologi LPPM Unsrat Manado. Pemberdayaan bagi kelompok sasaran adalah untuk menangani beberapa masalah prioritas yang dapat dilakukan dengan menggunakan dua metode yaitu metode penyuluhan dan pelatihan.Kata Kunci : Ayam Kampung, Nugget, Bakso
SOSIALISASI PENGGUNAAN TRICHOKOMPOS DI DESA POOPO TENGAH DAN POOPO UTARA Pelealu, Johanis J.; Baideng, Eva L.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengolahan tanah yang dilakukan petani dalam kegiatan pertanian sangat mengandalkan penggunaan pupuk kimia. Cara ini memang pada awalnya memberikan jumlah produksi tanaman yang banyak namun selanjutnya diketahui menjadi penyebab kerusakan kondisi tanah. Tanah menjadi miskin unsur hara karena bahan-bahan anorganik pada pupuk kimia tidak dapat terurai di tanah. Kondisi tanah yang tidak baik menyebabkan produksi pertanian tidak optimal dan tanaman rentan terserang penyakit. Kompos telah lama dikenal sebagai pupuk organik. Namun penggunaannya tidak dilakukan secara maksimal. Kompos sebagai bahan organik merupakan pupuk yang baik karena memiliki sumber unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk berkembang. Trichoderma sp yang efektif menghambat perkembangan patogen tular tanah sehingga tanaman terhindar dari penyakit. Perpaduan keduanya dikenal sebagai Trichokompos. Mitra sasaran program ini adalah petani desa Poopo Tengah dan Poopo Utara. Tujuan program ini yaitu petani memahami cara pembuatan Trichokompos dan mengaplikasikannya pada saat kegiatan awal pertanian yakni pengolahan tanah. Tahapan kegiatan dengan melakukan penyuluhan, dan demonstrasi.______________________________________________________________________________Kata kunci : pupuk kimia, pupuk organik, kompos, Trichodema sp, Trichokompos.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PETERNAK BABI TERHADAP PENYAKIT HOG CHOLERA DI KELURAHAN KALASEY SATU KECAMATAN MANDOLANG KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA Podung, Albert J.; Adiani, Sri
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Target utama dalam pelaksanaan kemitraan kepada masyarakat yang berhubungan dengan kejadian penyakit Hog Cholera pada ternak babi yaitu meningkatkan pengetahuan peternak babi sebagai acuan untuk pencegahan dan pengendalian penyakit Hog Cholera. Selanjutnya tujuan pelaksanaan kemitraan kepada masyarakat ini, diharapkan peternak dapat memahami tentang penyakit Hog Cholera, pencegahan dan tindakan berhubungan dengan kejadian penyakit tersebut di Kelurahan Kalasey Satu Kecamatan Mandolang, di mana peternakan babi yang ada di wilayah ini sangat berdekatan dengan pemukiman. Peternak babi bisa memperoleh 3 hal antara lain: (1) memahami tentang gejala klinis penyakit Hog Cholera; (2) Peternak mengetahui tentang pencegahan penyakit tersebut; dan (3) Peternak dapat mengetahui tindakan yang dapat dilakukan jika kasus penyakit tersebut menyerang ternaknya. Dengan demikian, faktor kesehatan ternak dan kontrol penyakit dalam manajemen pemeliharaan ternak babi dapat dilakukan yang menentukan keberhasilan usaha pengembangan ternak babi.___________________________________________________________________________Kata kunci: Babi, Hog Cholera, pengetahuan
POPULASI DAN PEJEBARAN CENDAWAN Beauveria bassiana PADA HAMA PADI Leptocorisa acuta DI KABUPATEN BOLAAN MONGONDOW Tairas, Robert William; Rimbing, Jimmy; Assa, Berty
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leptocorisa acuta.merupakan hama utama pada tanaman padi sawah di Sulawesi Utara. Kerusakan L. acuta menghisap isi malai/gabah menyebabkan gabah menjadi kosong atau hampa. Untuk menekan populasi L. acuta petani masih tergantung pada insektisida, karena belum ada cara lain yang mampu menurunkan populasi hama L. acuta secara nyata.. Tujuan penelitian adalah mempelajari padat populasi hama dan penyebaran cendawan Beauveri bassiana pada hama padi L. acuta di Kabupaten Bolaang Mongondow. Lokasi pengambilan contoh pada tanaman padi hama L. acuta dilakukan di Kecamatan Poigar, Lolayan, dan Dumoga. Manfaat dari Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai padat populasi serta penyebaran cendawan Beauveria bassiana. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa padat populasi hama walang sangit L. acuta telah menyebar pada pertanaman padi di tiga Kecamatan Poigar, Lolayan, dan Dumoga. Populasi tertinggi ditemukan pada Kecamatan Poigar yaitu 33 ekor/ 10 kali ayunan kemudian diikuti oleh Kecamatan Dumoga 30.67 ekor/ 10 kali ayunan dan Kecamatan Lolayan 13.67 ekor/ 10 kali ayunan. Untuk penyebaran Cendawan Beauveria bassiana ditemukan pada tiga Kecamatan yaitu Poigar, Lolayan dan Dumoga. _____________________________________________________________________________Kata kunci: Tanaman Padi, Leptocorisa acuta, Beauveria bassiana
PKM KOMISI BAPA DAN KOMISI IBU JEMAAT GMIM KYRIOS UNTUK PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DI DESA KAWILEY KECAMATAN KAUDITAN KABUPATEN MINAHASA UTARA Marunduh, Sylvia Ritta; Wungouw, Herlina I. S.; Pangemanan, Damayanti H. C.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan Reproduksi penting bagi setiap individu terutama yang sudah berkeluarga. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi bisa memunculkan perilaku reproduksi yang tidak sehat yang akan memunculkan permasalahan seperti yang sudah diuraikan di atas dan menyebabkan masyarakat belum maksimal dalam menggunakan upaya pemerintah, contohnya pemeriksaan dini untuk deteksi kanker serviks karena takut dan tidak tahu. Mengenai angka penyakit hubungan seksual, Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI) mencatat, setiap tahun hingga September 2005 terdapat 4186 kasus AIDS dan 4065 kasus HIV positif di Indonesia, 46,19 % terjadi pada remaja usia 15-29 tahun (43% terinfeksi melalui hubungan seks yang tidak aman dan 50% terinfeksi melalui penggunaan narkoba dengan jarum suntik), 2,3 juta kasus aborsi di Indonesia dimana 20% di antaranya adalah aborsi yang dilakukan oleh remaja (Depkes RI, 2003). Desa Kawiley merupakan salah satu dari 10 desa-desa di Kecamatan Kauditan, yang terletak di Wilayah Minawerot Kabupaten Minahasa Utara Propinsi Sulawesi Utara. Desa ini memiliki beberapa denominasi jemaat, salah satunya GMIM Kyrios Kawiley yang terdiri dari 14 Kolom dengan jumlah anggota yang dari total anggota jemaat yang berjumlah kurang lebih 825 jiwa, termasuk didalamnya Komisi Bapa dan Komisi Ibu (Mitra PKM). Terletak di antara dua kota besar, Kota pelabuhan Bitung dan Ibu Kota Sulawesi Utara Manado, Desa Kawiley yang sudah berkembang maju sesuai dengan survey awal mempunyai permasalahan terkait kesehatan reproduksi yang hampir mirip dengan kota sekitarnya, seperti angka kejadian gangguan di sistem reproduksi yang sudah cukup banyak contohnya kanker serviks dan infertilitas, perilaku remaja yang semakin bebas melakukan hubungan seksual pranikah, peningkatan jumlah kasus penyakit menular seksual dan kasus HIV/AIDS sesuai dengan data Dinas Kesehatan Minahasa Utara. Masalah-masalah terkait kesehatan reproduksi di atas disertai dengan kurangnya pengetahuan masyarakat mitra tentang kesehatan reproduksi. Memadainya pengetahuan kesehatan reproduksi menurut Tjiptaningrum (2009) yang didapat baik melalui penyuluhan, aktifnya partisipasi orangtua dalam mengarahkan perkembangan remaja, ada pengaruh agama dapat mencegah praktek-praktek penyimpangan kasus-kasus terkait kesehatan reproduksi. Karena itu solusi terhadap permasalahan yang terjadi di Mitra adalah melakukan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi dan pembekalan kelompok mitra untuk menjadi motivator yang nantinya diharapkan akan menyebarkan informasi tentang kesehatan reproduksi kepada masyarakat sekitar.____________________________________________________________________________________Keywords: kesehatan reproduksi.
CARA BERTANAM DENGAN MEMANFAATKAN PRODUK TEKNOLOGI SEDIMEN DANAU TONDANO DAN KOMPOS ECENG GONDOK (Eichornia crassipes) Sinolungan, Meldi T. M.; Kumolontang, Wiesje N. J.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cara bertanam pada Percobaan Pot merupakan bagian dari sistem pertanian yang perlu dilakukan. Kegiatan ini dilakukan kepada mitra di Desa Talikuran Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara, dengan tujuan: 1)meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anggota kelompok mengenai cara bertanam pada Percobaan Pot, 2)meningkatkan ketrampilan anggota kelompok mengenai pemanfaatan produk teknologi sedimen danau dan kompos eceng gondok; dan 3)memberdayakan masyarakat/mitra dalam pengelolaan produk tersebut terhadap pertumbuhan tanaman pangan. Khalayak  sasaran kegiatan ini adalah masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan, dengan kedua kelompok tani sebagai mitra. Metode yang digunakan adalah purposive sampling untuk sampling material (sedimen dan eceng gondok) dan Rancangan Acak Lengkap untuk penanaman tanaman jagung, empat perlakuan dan tiga ulangan. Metode penerapan kegiatan ini dengan dua cara, yaitu 1)sosialisasi/penyuluhan, 2)pelatihan di lokasi mitra. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa, cara bertanam dengan memanfaatkan produk teknologi sedimen Danau Tondano dan kompos eceng gondok (Eichornia crassipes) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan petani, serta menggerakkan warga untuk sadar lingkungan dan sebagai upaya untuk memberdayakan sumberdaya lokal yang ada dalam upaya peningkatan pendapatan masyarakat di Desa Talikuran Kecamatan Remboken. Pertumbuhan tanaman jagung berpengaruh nyata dengan pemberian kompos eceng gondok dalam memanfaatkan produk teknologi sedimen danau.______________________________________________________________________________Kata Kunci: cara bertanam, sedimen danau, kompos eceng gondok, jagung.
PENERAPAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN MANISAN BUAH PADA KELOMPOK IBU-IBU WKRI DI KELURAHAN TAAS KECAMATAN TIKALA KOTA MANADO Djarkasi, G. S. Suhartati; Sumual, Maria F.; Lalujan, Lana E.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manisan adalah salah satu jenis makanan ringan dari buah-buahan dan sayuran yang diolah menggunakan gula pasir. Produk manisan buah sangat disukai oleh masyarakat karena rasanya yang manis bercampur asam dengan rasa khas buah. Teknologi pengolahan manisan buah merupakan salah satu bentuk usaha yang diterapkan selain untuk pengawetan juga untuk menambah penganekaragaman bentuk penyajian dan meningkatkan nilai tambah buah dari segi ekonomi.Tujuan Program Kemitraan Masyarakat di kelurahan Taas ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai teknologi tepat guna pengolahan buah-buahan seperti tomat,nenas, dan pepaya menjadi manisan. Juga mendorong peserta dalam meningkatkan kreativitas dan meningkatkan ekonomi keluarga dengan ketrampilan yang diperoleh dari kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan program kemitraan masyarakat berupa penyuluhan dan pelatihan Teknologi Tepat Guna Pengolahan Manisan Buah. Pada kegiatan ini peserta diberikan materi pengetahuan tentang proses pengolahan manisan buah. Khalayak sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu WKRI kelurahan Taas kecamatan Tikala kota Manado. Target luaran yang dicapai dalam kegiatan ini yaitu: peserta mampu menerapkan teknologi pengolahan manisan buah dan mampu menghasilkan produk olahan yang bernilai ekonomi. Teknologi pengolahan manisan buah dapat dilakukan dalam skala kecil ataupun besar sehingga dapat dikembangkan menjadi wirausaha.______________________________________________________________________________Kata kunci: manisan buah, ibu-ibu kelurahan Taas
PKM KELURAHAN LANSOT KECAMATAN TOMOHON SELATAN KOTA TOMOHON PROVINSI SULAWESI UTARA TENTANG PEMELIHARAAN INDUK BABI BUNTING Lapian, Mien Theodora Rossesthellinda; Pontoh, Cherly Joula
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat kota Tomohon. Selain peternakan rakyat, terdapat juga sejumlah perusahaan peternakan babi yang dikelola lebih baik dan mempunyai lebih banyak babi daripada peternakan rakyat. Babi merupakan salah satu ternak penghasil daging yang cukup produktif dan memiliki berbagai keuntungan dibandingkan dengan ternak lain. Ternak babi adalah ternak yang paling banyak dipelihara oleh masyarakat kota Tomohon. Selain peternakan rakyat, terdapat juga sejumlah perusahaan peternakan babi yang dikelola lebih baik dan mempunyai lebih banyak babi daripada peternakan rakyat. Pertumbuhan anak babi dipengaruhi oleh faktor genetik selain itu keadaan lingkungan. Faktor lingkungan termasuk antara lain adalah makanan dan tatalaksana terhadap anak babi. Masalah yang dihadapi dari mitra kerja Mawali-wali di Kota Tomohon hasil survey perkembangannya belum optimal seperti jumlah anak yang dilahirkan, bobot lahir anak per induk dan bobot lahir anak per kelahiran. Hal ini disebabkan karena kelompok peternak ini belum terbiasa dengan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ternaknya, baik berupa teknologi pakan maupun teknologi reproduksi.Salah satu teknologi yang dapat diterapkan dalam rangka peningkatan produksi ternak babi memberikan penyuluhan pada kelompok. Adapun kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan meliputi manajemen meliputi; pertemuan awal tim, anggota kelompok peternak mitra dan pemerintah desa untuk menyampaikan rencana kegiatan pengabdian,, Penyuluhan tentang manajemen induk babi bunting, makanan dan kesehatan ternak. Pelatihan meliputi pembuatan contoh kartu kontrol reproduksi, produksi dan kesehatan babi (KKSB), pembuatan kandang babi sehat melalui simulasi dengan gambar. menformulasi ransum untuk babi bunting dengan menggunakan bahan lokal. Pada umumnya respon masyarakat sangat baik terhadap kegiatan ini lebih khusus kelompok peternak ditunjukkan dengan mempraktekkan secara berkelompok._____________________________________________________________________Kata Kunci: Ternak Babi, Kelompok Mawali-wali
KARAKTERISTIK BETERNAK SAPI DESA TOLOK KECAMATAN TOMPASO KABUPATEN MINAHASA Nangoy, Meis; Lomboan, Agus; Assa, Geertruida
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian survey Karakteristik Beternak Sapi Desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa telah dilaksanakan selama 3 bulan dengan tujuan untuk mendapatkan data dan informasi profil peternak untuk dijadikan baseline dalam melakukan peningkatan kemampuan pengelolaan ternak sapi di desa tersebut. Penelitian survey telah dilaksanakan di desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa selama 3 bulan dengan objek dalam penelitian ini adalah karakteristik beternak sapi . Peralatan dan materi yang digunakan yakni Kamera Digital, Alat Tulis Menulis, LabTop untuk mengolah data serta kuisioner dalam bentuk daftar pertanyaan yang berkaitan dengan karateristik beternak sapi. Pengisian Quisioner melalui wawancara secara langsung dengan responden . Data ditabulasi dan dianalisis dengan menghitung secara presentase dan dibuat salinan wawancara. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik peternak sapi Desa Tolok Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa dikategorikan dalam peternak tradisional dengan pengetahuan beternak diperoleh secara turun temurun dan berdasarkan pengalaman, tingkat manajemen peternakan yang rendah yang ditunjukkan dari kandang dan sanitasi yang rendah. Tingkat pengetahuan tentang kesehatan ternak yang belum memadai. Oleh karena itu peningkatan kemampuan dan pengetahuan akan pengelolaan ternak perlu dilakukan.______________________________________________________________________________Kata Kunci: Sapi, Tolok.Minahasa
PKM PEMUDA DAN REMAJA GMIM EL’ELYON MALALAYANG SATU BARAT UNTUK PENYULUHAN SINDROMA METABOLIK Manampiring, Aaltje E.; Engka, Joice Nancy; ., Fatimawali
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sindrom metabolik merupakan suatu kumpulan faktor-faktor risiko yang berperan terhadap peningkatan morbiditas penyakit kardiovaskular dan DM tipe 2. Ada 2 penyebab utama sindrom metabolik yang saling berinteraksi, yaitu obesitas dan gangguan metabolism endogen. Angka kejadian sindrom metabolik meningkat seiring dengan terjadinya peningkatan kasus obesitas (Liberopoulus, 2005). Menurut definisi IDF (2007), seseorang yang didiagnosa mengalami sindrom metabolik, harus  memiliki : Obesitas sentral (nilai lingkar pinggang yang disesuaikan dengan spesifikasi menurut etnis) ditambah 2 dari 4 komponen lainnya.Saat ini obesitas sudah menjadi masalah kesehatan di seluruh dunia. Penyebab obesitas sebagai komponen sindrom metabolik, sangatlah kompleks dan multifaktorial meliputi faktor genetik dan lingkungan. Obesitas umumnya disebabkan karena masukan energi melebihi penggunaan energi oleh tubuh untuk kepentingan metabolisme basal, aktivitas fisik, pembuangan sisa makanan dan untuk pertumbuhan. Prevalensi obesitas semakin meningkat pada orang dewasa, remaja dan anak-anak baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. Di Indonesia, pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebesar 26,6%. Sulawesi Utara menempati urutan pertama untuk prevalensi obesitas pada usia dewasa yaitu 37,1% (Riskesdas, 2013). Hasil penelitian di Minahasa menyatakan bahwa prevalensi obesitas pada remaja sebesar 21,3% (Manampiring, 2014). Di Minahasa obesitas pada usia remaja memiliki prevalensi yang cukup tinggi untuk itu perlu dilakukan penyuluhan tentang faktor-faktor risiko sindrom metabolik pada pemuda dan remaja. Prioritas masalah yang perlu mendapat perhatian  dan penanganan yang serius menyangkut : (1) peningkatan penderita obesitas yang berpengaruh pada peningkatan sindrom metabolik; (2) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan terhadap obesitas; (3) kurangnya pengetahuan masyarakat tentang sindroma metabolik dengan komplikasi kronis yang dapat menyebabkan tingginya angka kematian akibat penyakit degeneratif; (4) kurangnya pengetahuan masyarakat untuk mengenali secara dini tanda-tanda sindrom metabolik. Program ini merupakan Penyuluhan terhadap pemuda dan remaja tentang sindroma metabolik . Target luaran yang ingin dicapai pada kegiatan ini adalah :para pemuda dan remaja dapat memahami secara jelas tentang sindroma metabolik, para pemuda dan remaja dapat mengetahui gejala dan tanda penyakit sindrom metabolik melalui pengukuran antropometri, artikel untuk publikasi jurnal Nasional._____________________________________________________________________________Kata kunci: sindroma metabolic

Page 1 of 2 | Total Record : 13