cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 140 Documents
ANALISIS JENIS PIGMEN DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK PIGMEN XANTOFIL PADA ALGA COKLAT Sargassum polycystum (C.Agardh) Paransa, Darus S. J.; Kemer, Kurnia; Rumengan, Antonius P.; Mantiri, Desy M. H.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The separation of algae extracts in a Thin Layered Chromatography used Matsjeh method, covering plate preparation, sample application, plate development and visualization. In addition, the pigment types of brown algae, Sargassum Polycystum (C. Agardh), were β-caroten, pheofitine, chlorophyll-a and lutein. The pigment types of extracts dissolved difference were β-caroten, xanthofil (zeaxanthin and lutein), chlorophyll-a and chlorophyll-c. The antibacterial activity test used Kirby-Bauer method. Results indicated that the extracts of S. Polycystum, had antibacterial activity on four test bacteria, Escherichia coli, Klebsiella pneumonia, Salmonella paratiphy b and Staphylococcus aureus.Kata Kunci: Algae, Sargassum Polycystum, pigment and antibacterial
EVALUASI KOMBINASI PAKAN DAN ESTRADIOL_17β TERHADAP PEMATANGAN GONAD DAN KUALITAS TELUR IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Sinjal, Hengky; Ibo, Frengky; Pangkey, Henneke
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi jenis pakan dan hormon estradiol_17β terhadap lama waktu matang, fertilisasi, daya tetas dan sintasan larva ikan lele dumbo (Clarias gariepinus). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah model eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan yang dikombinasikan, dimana faktor pakan terdiri dari 3 jenis pakan yaitu pakan Profish, pakan KRA dan Pakan Profish + pakan KRA. Sedangkan faktor hormon estradiol_17β terdiri dari 3 dosis hormon estradiol_17β yaitu dosis hormon estradiol_17β 0, 250 dan 500 μg/kg berat tubuh ikan, sehingga terdapat 9 kombinasi perlakuan dan masing masing perlakuan diulang 3 kali. Jumlah keseluruhan satuan percobaan adalah 27 satuan percobaan. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Budidaya Air Tawar Tatelu, Penelitian ini menggunakan induk lele dumbo betina dengan berat 600 – 700 g/kg sebanyak 27 ekor. Penyuntikan hormon estradiol_17β pada induk ikan dengan perlakuan perbedaan dosis hormon estradiol_17β sesuai dengan disis yang telah ditentukan. induk ikan dipelihara dalam 9 bak beton berukuran 3 x 1,5 x 1,5 meter , masing-masing bak diisi 3 ekor ikan dan diberi makan sesuai dengan jenis pakan perlakuan. Setiap 2 minggu dicek kematangan gonadnya. Lama waktu matang dihitung dari penyuntikan sampai ikan matang gonad. Setelah ikan matang gonad dilakukan pemijahan buatan dengan menyuntikan ovaprim, kemudian induk ikan lele distripping telurnya dan dicampur dengan sperma yang telah disiapkan dari ikan jantan. Selanjutnya pembuahan diamati setelah 6 jam setelah sperma dan telur dicampur. Penetasan dilakukan dengan mengambil 200 telur yang telah berbuah dan di inkubasi selama 2 hari. Telur yang menetas dihitung. Larva hasil penetasan diambil 100 ekor dari masing masing perlakuan. Larva tersebut dipelihara di loyang selama 14 hari dan diberi makan. Larva yang mati dihitung. Data hasil penelitian dianalisis dengan JMP (SAS Institute). Data yang dianalisis adalah data lama waktu matang gonad (hari), pembuahan telur (%) , daya tetas telur (%), dan sintasan hidup larva. Dari hasil yang diperoleh adalah : Perlakuan yang terbaik adalah pemberian jenis pakan KRA dan penyuntikan hormon estradiol_17β dengan dosis 250 μg/kg berat tubuh ikan dengan hasil lama waktu matang gonad 21,67 hari, pembuahan telur 92%, daya tetas telur 87,33% dan sintasan larva 91,67%. Dari penelitian ini disarankan perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan melihat hal yang lebih spesifik dan menganalisis mengenai kebutuhan asam amino serta asam lemak esensial serta kadar estradiol_17β dalam darah bagi suksesnya reproduksi ikan lele dumbo.Kata Kunci : Kualitas telur, Clarias gariepinus, Profish, pakan KRA, estradiol_17β
MORFOLOGI NEMATOSIT DARI DUA SPESIES KARANG SCLERACTINIA (Seriatopora hystrix dan Seriatopora caliendrum) Paruntu, Carolus P.; Souw, Nofrita
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah membandingkan dimensi nematosit, yaitu panjang dan lebar kapsul serta panjang tangkai) antara kedua karang Scleractinia, S. hystrix dan S. caliendrum yang dikumpulkan dari terumbu karang pantai Malalayang Kota Manado. Pengamatan nematosit dilakukan dengan menggunakan Mikroskop tipe Olympus CX41, sedangkang pengukuran dimensi nematosit digunakan jangka sorong stainless steel (manual) dalam satuan mm, kemudian dikonversi kedalam μm. S. hystrix dan S. caliendrum, masing-masing memiliki tipe nematosit yang sama, yaitu microbasic p-mastigophore (MpM) dan holotrichous isorhiza (HI). Panjang dan lebar kapsul, serta panjang tangkai nematosit dari kedua spesies melalui analisis statistik (uji-t) memperlihatkan hasil tidak berbeda nyata (P > 0.05). Penelitian ini menyatakan bahwa tipe dan morfologi nematosit dari kedua spesies uji adalah sama dan menyarankan bahwa S. hystrix dan S. caliendrum adalah spesies yang sama. Bagaimanapun perlu dilakukan uji lanjut tentang habitat dan lingkungannya dimana fauna-fauna ini berada dan uji DNA apakah perbedaan atau persamaan dari kedua spesies merupakan faktor lingkungan atau genetika atau gabungan dari kedua faktor tersebut.Kata kunci: Seriatopora hystrix; Seriatopora caliendrum, nematosit, MpM, HI
PENGEMBANGAN PENELITIAN PRODUK UNGGULAN DAERAH SULAWESI UTARA YANG BERDAYA SAING MEMPERKUAT POSISI INDONESIA MENGHADAPI MEA Rumengan, I. F. M; Fatimah, F.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia akan menghadapi realisasi kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang akan diterapkan pada awal tahun 2016 dengan 4 karakteristik, yaitu pasar tunggal dan basis produksi, wilayah ekonomi berdaya saing tinggi, wilayah dengan perkembangan ekonomi yang merata, wilayah yang seutuhnya terintegrasi kedalam ekonomi global. Dalam makalah ini dipaparkan beberapa produk unggulan daerah dengan nilai ekonomis yang tinggi dan dibandingkan dengan penelitian-penelitian terkait di Universitas Sam Ratulangi. Ada banyak produk daerah Sulawesi Utara yang mempunyai nilai ekspor yang tinggi, seperti produk pertanian (kelapa, pala dan cengkih) dan produk perikanan seperti ikan (tuna, cakalang dan tongkol) dan rumput laut. Banyak komoditi olahan turunan dari produk-produk tersebut sudah tersedia di pasaran domestik namun belum memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI).Standardisasi dari produk-produk yang berdaya saing tinggi akan menentukan daya jualnya di pasar global, dan karena itu proses kajian konvensional seperti pengujian dan sertifikasi jelas diperlukan. Untuk itu, peran Unsrat dengan ketersediaan laboratorium-laboratorium penguji dan peneliti-peneliti yang kompeten akan sangat penting ke depan. Sampai tahun 2014, belum ada penelitian khusus terkait pengujian standar mutu yang sudah ada, atau pengembangkan standar baru untuk setiap komoditi unggulan daerah Sulawesi Utara. Namun demikian, beberapa topik penelitian terkait MEA berorientasi kebijakan dan standardisasi sedang dikembangkan oleh peneliti-peneliti Universitas Sam Ratulangi mulai tahun ini. Ke depan, universitas ini harus berpartisipasi nyata dalam mengembangkan standar keamanan dari setiap produk (material) yang dapat dipasarkan, tidak hanya produk pertanian dan perikanan, tetapi juga material untuk konstruksi, dan sebagainya.
PERFORMAN SAPI PERANAKAN ONGOLE YANG DISUPLEMENTASI UREA GULA MERAH BLOK HASIL FERMENTASI CAMPURAN TINJA AYAM Bujung, Jerny Royke; Paputungan, Umar; Yelnetty, Afriza
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat penggunaan suplemen dari urea gula merah blok hasil fermentasi campuran tinja ayam terhadap produktivitas sapi Peranakan Ongole (PO). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah model eksperimen dengan menggunakan rancangan pola Bujur Sangkar Latin (5x5) yang terdiri dari 5 ekor sapi PO, lima perlakuan dan lima periode (Steel and Torrie, 1980). Ransum percobaan yang digunakan adalah; R0 = rumput gajah + UGB tanpa fermentasi; R1 = rumput gajah + UGB fermentasi 2 hari dan 5% TAF; R2 = rumput gajah + UGB fermentasi 4 hari dan 5% TAF; R3 = rumput gajah + UGB fermentasi 6 hari dan 5% TAF; R4 = rumput gajah + UGB fermentasi 8 hari dan 5% TAF. Variabel yang menjadi pengamatan; konsumsi bahan kering ransum, pertambahan berat badan dan efisiensi penggunaan ransum. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perlakuan memberi pengaruh yang berbeda sangat nyata (P < 0,01) terhadap jumlah konsumsi bahan kering ransum sapi PO, jumlah konsumsi tersebut menunjukkan bahwa pemberian suplemen UGB dan TAF dapat meningkatkan konsumsi bahan kering ransum. Lanjutan Uji Dunnet, perlakuan R3 memberi pengaruh yang sangat nyata (P < 0,01) dari perlakuan R0. Dengan pengertian, pemberian suplemen UGB fermentasi 6 hari dan TAF pada sapi PO secara sangat nyata dapat meningkatkan konsumsi bahan kering ransum. Hasil sidik ragam pada pengaruh perlakuan terhadap pertambahan berat badan, hasilnya berbeda sangat nyata (P<0,01). Berarti pemberian suplemen UGB dan TAF berpengaruh positif terhadap pertamahan berat badan. Uji Dunnet memberi informasi bahwa perlakuan R1 memberi pengaruh yang sangat nyata atau tertinggi dibandingkan dengan R1 sebagai control. Sedang hasil sidik ragam pengaruh perlakuan terhadap efisiensi penggunaan ransum memberi hasil yang nyata (P<0,05). Dengan kata lain, pemberian UGB dan TAF menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap efisiensi penggunaan ransum dibandingkan dengan pakan control. Lanjutan Uji Dunnet, menunjukkan bahwa sapi PO yang diberi UGB fermentasi 2 dan 4 hari ersama TAF member pengaruh yang sangat nyata. Berarti ada peningkatan efisiensi penggunaan ransum dibandingkan dengan control. Kandungan zat-zat makanan yang ada dalam UGB dan TAF dapat dikonsumsi dengan baik dan dapat meningkatkan konsumsi ransum pada sapi sehingga dapat meningkatkan pertambahan berat badan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian Urea Gula Merah Blok yang difermentasi 2 hari dan TAF memberikan hasil yang terbaik bagi pertambahan berat badan dan memperbaiki efisiensi penggunaan ransum pada ternak sapi PO.
VIABILITAS ROTIFER Brachionus rotundiformis STRAIN MERAS PADA SUHU DAN SALINITAS BERBEDA Kaligis, Erly Y.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rotifer jenis Brachionus rotundiformis merupakan salah satu spesies zooplankton yang dijumpai mendominasi perairan tambak di beberapa lokasi di Sulawesi Utara, antara lain di pertambakan Meras, Manado. Rotifer strain lokal ini telah diteliti untuk mengetahui potensi reproduksinya melalui kajian viabilitas lewat pemeliharaan pada suhu dan salinitas berbeda menggunakan pakan Chlorella sp. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kultur individu. Perlakuan yang digunakan adalah kombinasi suhu (250C, 300C, 350C) dengan salinitas (30 ppt, 35 ppt, 40 ppt). Percobaan diawali inokulasi telur generasi pertama ke dalam multiwellplate. Tiap cekungan wadah diisi satu individu dengan kepadatan pakan 3x106 sel/ml. Pengamatan dilakukan dua kali sehari dengan interval 12 jam. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis dengan metode life table. Hasil penelitian menunjukkan tingkat lulus hidup tertinggi sekitar 91% sampai 5 hari dicapai pada suhu 250C dengan salinitas 35 ppt, demikian juga harapan hidup terlama pada kondisi demikian yaitu sampai 8 hari. Sedangkan harapan hidup terpendek hanya 3,62 hari dicapai pada suhu 300C dengan salinitas 30 ppt. Puncak fertilitas tertinggi yaitu 7,3 didapatkan pada suhu 300C dengan salinitas 40 ppt, namun kombinasi suhu 250C dengan salinitas 35 ppt merupakan perlakuan optimal untuk laju pertumbuhan melalui hasil nilai Ro tertinggi yaitu 14,23.
PENINGKATAN NILAI NUTRIEN (PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR) LIMBAH SOLID KELAPA SAWIT TERFERMENTASI DENGAN Trichoderma reesei Lie, Marthen; Najoan, Marie; Wolayan, Fenny R.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan di laboratorium mikrobiologi Fakultas Peternakan Universitas Sam ratulangi Manado. Tujuan penelitian ini adalah menentukan dosis inokulum dan lama fermentasi solid kelapa sawit terhadap peningkatan nilai nutrien protein kasar dan serat kasar. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Tersarang. Faktor A adalah dosis inokulum kapang Trichoderma reseei yaitu 0,2, 0,4 dan 0.6 %. Faktor B adalah waktu fermentasi yaitu 3 hari, 6 hari dan 9 hari. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Faktor waktu tersarang pada factor dosis. Uji statistik dilakukan dengan uji sidik ragam dan perbedaan antar perlakuan dikaji menggunakan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian diperoleh bahwa fermentasi solid kelapa sawit dengan Trichoderma reseei dosis 0,4 % selama 6 hari menghasilkan penurunan serat kasar dari 24,94 % menjadi 16,59 % (penurunan 33,52 % ) dan protein meningkat dari 6,04 % menjadi 7,38 % (peningkatan 22,24 %).
PENGARUH WARNA LAMPU DALAM AIR TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN PERAHU DI PERAIRAN BACAN KABUPATEN HALMAHERA SELATAN Kumajas, Henry James
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai penggunaan lampu dalam air pada bagan perahu dilakukan di perairan Bacan dengan tujuan melihat bagaimana pengaruh warna lampu laguna dalam air terhadap hasil tangkapan pada setiap fase umur bulan, serta mengetahui jenis ikan yang tertangkap, dengan menggunakan metode eksperimental di mana data dianalisis dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Ikan teri (Stolephorus commersonii) merupakan hasil tangkapan yang paling dominan pada setiap fase umur bulan dan pada setiap perbedaan penggunaan warna lampu laguna berwarna dalam air pada ketiga bagan perahu. Penggunaan lampu dalam air berwarna hijau-biru (HB) memberikan hasil tangkapan yang lebih dominan dibandingkan lampu berwarna hijau-hijau (HH) dan biru-biru (BB) pada setiap fase umur bulan. Di samping itu, penggunaan perlakuan perbedaan warna lampu dalam air menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap jumlah tangkapan ikan teri (Stolephorus commersonii). Hasil tangkapan bagan perahu dengan menggunakan lampu berwarna HB berbeda sangat nyata dengan lampu berwarna BB dan antara lampu berwarna HB dan HH tidak menunjukkan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap jumlah hasil tangkapan ikan teri. Terlihat juga bahwa hasil tangkapan ikan teri pada bagan perahu pada saat lampu dioperasikan pada periode umur bulan 1-7 hari berbeda sangat nyata dengan hasil tangkapan pada tiga periode umur bulan lainnya. Dengan demikian, direkomendasikan kepada nelayan perikanan bagan perahu agar menggunakan lampu laguna dalam air dengan kombinasi warna hijau dan biru dan pada saat periode umur bulan di langit 1- 7 hari, karena pada dua kondisi ini akan diperoleh hasil tangkapan ikan teri yang lebih memadai dibandingkan lainnya. Dengan demikian, direkomendasikan kepada nelayan perikanan bagan perahu agar menggunakan lampu laguna dalam air dengan kombinasi warna hijau dan biru dan pada saat periode umur bulan di langit 1- 7 hari, karena pada dua kondisi ini akan diperoleh hasil tangkapan ikan teri yang lebih memadai dibandingkan lainnya.
TAMBAHAN PAKAN BUATAN (GULA TEBU DAN AREN) TERHADAP PRODUKSI ROYAL JELLY LEBAH MADU Apis cerana F. Rompas, Joice J. I.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pakan buatan terhadap produksi dan karakteristik kualitas royal jelly Apis cerana F. Manfaat penelitian ialah untuk mendapatkan pakan buatan yang dapat menstimulasikan produksi royal jelly sehingga dapat digunakan dalam budidaya lebah madu Apis cerana F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian gula tebu dan gula aren ternyata dikonsumsi oleh populasi lebah madu dan memberikan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap pembentukan sel ratu pada metode emergency cell. Analisis kimia dari royal jelly yang dihasilkan pada metode emergency cell menunjukkan bahwa pakan gula tebu mempunyai kualitas lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yaitu pembentukan sel ratu, kuantitas dan kualitas royal jelly A. cerana, maka pakan buatan yang terbaik digunakan ialah komposisi 100 gram gula tebu atau gula aren dicampur 200 gram air.
ANTIBAKTERI DARI BEBERAPA EKSTRAK PADA ALGA COKLAT Kemer, Kurnia; Paransa, Darus S. J.; Rumengan, Antonius P.; Mantiri, Desy M. H.
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biota laut memiliki khasiat farmakologi untuk dapat dikembangkan menjadi bahan sediaan farmasitika. Jenis-jenis alga laut seperti Padina australis, Halimeda opuntia, Halymenia durvillaei, dan Laurencia papillosa merupakan jenis-jenis alga yang ditemukan di perairan pesisir Pulau Nain. Perairan Pulau Nain merupakan salah satu daerah perairan di Sulawesi Utara yang memiliki sumberdaya perairan yang cukup melimpah termasuk di antaranya adalah sumberdaya alga laut. Kehadiran sumberdaya ini di ekosistem perairan intertidal sangatlah penting sebagai produsen dan karena juga kandungan komponen kimiawi yang terdapat dalam alga sangat bermanfaat bagi bahan baku industri makanan, kosmetik, farmasi dan lain-lain. Namun sejauh ini pemanfaatan sumber bahan bioaktif dari alga sebagai komoditas perdagangan atau bahan baku industri masih relatif kecil jika dibandingkan dengan keanekaragaman jenis alga yang ada di Indonesia. Untuk itu pada penelitian ini, dilakukan uji antibakteri yang diharapkan dapat menunjukkan adanya aktivitas antibakteri di dalam alga tersebut.

Page 2 of 14 | Total Record : 140