cover
Contact Name
Sulastrianah
Contact Email
sulastrianahmuhtadi@gmail.com
Phone
+6285242541601
Journal Mail Official
sulastrianahmuhtadi@gmail.com
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Kendari Universitas Halu Oleo Fakultas Kedokteran
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Medula
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 23391006     EISSN : 24430218     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/medula
Core Subject : Health, Science,
MEDULA mengundang kontribusi bagi penelitian original dan fundamental pada bidang kesehatan sebagai sebuah artikel yang melewati proses review.
Articles 153 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Keaktifan Mengikuti Senam Prolanis Pada Penderita Hipertensi Diwilayah Kerja Puskesmas Mekar Kota Kendari Nur Jana; Amiruddin Eso; Jamaluddin Jamaluddin
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20621

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pengetahuan memengaruhi keaktifan dalam mengikuti kegiatan senam. Kurangnya pengetahuan akan memengaruhi pasien untuk dapat mengatasi pencegahan agar tidak terjadi komplikasi. Keaktifan mengikuti kegiatan senam dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetauan tentang hipertensi dengan keaktifan mengikuti senam prolanis pada penderita hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Mekar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional melalui pendekatan cross sectional. Penelitian ini berlokasi di Puskesmas Mekar kota Kendari, Populasi adalah keseluruhan peserta prolanis sebanyak 53 orang dan Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi yaitu 41 orang. Teknik pengumpulan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuisioner pengetahuan tentang hipertensi dan rekapan absensi senam. Analisis data menggunakan uji spearman rank dengan nilai kemaknaan p<0,05. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan hasil analisis univariat tentang pengetahuan hipertensi menunjukkan baik 15 (36,6%), cukup 24 (58,5%) kurang 2 (4,9%), responden yang mengikuti kegiatan senam dengan kategori aktif sebanyak 19 orang (46,3%) dan tidak aktif 22orang (53,7%). Analisis bivariat spearman rho’ diperoleh nilai p sebesar 0,002. Simpulan: Pengetahuan memengaruhi keaktifan dalam mengikuti senam prolanis.Kata Kunci: Hipertensi, Keaktifan, Pengetahuan, Senam
Keragaman Mikroorganisme pada Swab Vagina Perempuan Menopause di Kota Kendari Tahun 2020 Yenti Purnamasari; Juminten Saimin; Sufiah Asri Mulyawati
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20617

Abstract

ABSTRAKKetidakseimbangan mikrobiota vagina akibat berbagai perubahan fisiologis dan hormonal wanita pramenoupause tentunya akan mempengaruhi keberagaman flora pada lingkungan vagina. Flora mikroba dalam  vagina  bersifat  heterogen.  Keseimbangan  mikrobiota  pathogen  dan  non  patogen  dipengaruhi berapa faktor seperti keasaman, kelembaban dan lainnya dimana pada perempuan menopause sudah mulai terjadi perubahan. Telah dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk melihat gambaran mikrobiota pada swab vagina perempuan menopause di kota Kendari pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2020. Sebanyak 32 sampel swab vagina perempuan menopause dijadikan sampel padapenelitian ini. Terhadap keseluruhan sampel dilakukan pemeriksaan KOH serta kultur PDA dan SDA untuk melihat jamur, pewarnaan Giemsa untuk melihat parasit, kultur pada medium MC dan MSA untuk melihat bakteri. Dari hasil yang diperoleh ditemukan bakteri gram positif, bakteri gram negatif, jamur dan parasit. Perlu penelitian lebih lanjut untuk identifikasi mikrobiota yang didapatkan pada sampel penelitian ini. Kata Kunci: Mikroorganisme, Swab Vagina, Menopause.
Hubungan Pola Makan Terhadap Kejadian Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar A. Ikhtirami; Andi Sitti Rahma; Andi Tihardimanto
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20622

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kurang energi kronik (KEK) merupakan keadaan saat ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu yang ditandai dengan badan lemah, wajah menjadi pucat, dan lingkar lengan atas (LILA) ≤ 23 cm (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Tujuan : Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan pendekatan kuantitatif melalui pengambilan sampel secara total sampling dengan 24 responden, kemudian mengisi lembar kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat pola makan responden (jumlah, jenis, frekuensi makan). Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji chi square pada jumlah makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, kemudian pada jenis makan diperoleh nilai p value = 0,155 > nilai α = 0,05 dan frekuensi makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ialah tidak terdapat hubungan antara jumlah makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I, kemudian tidak terdapat hubungan antara jenis makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I dan tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I.Kata Kunci : Food Frequency Questionnaire, Ibu Hamil Trimester I, KEK, Pola Makan.
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dan Tingkat Kemandirian Personal hygiene Anak Usia Prasekolah di TK Wonua Morini Kelurahan Tobimeita Kota Kendari Rahmawati Rahmawati
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20618

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kemandirian anak dalam melakukan personal hygiene dapat meningkatkan derajat kesehatan pada anak usia prasekolah. Pola Asuh merupakan salah satu cara orang tua dalam mengasuh anak untuk melakukan personal hygiene secara mandiri dengan berbagai type pola asuh. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian personal hygiene anak usia prasekolah di TK Wonua Morini kelurahan Tobimeita Kota Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di TK Wonua Morini Kelurahan Tobimeita. Populasi pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampling dengan simple Random Sampling, Jumlah sampel sebanyak 52 responden. Instrument penelitian berupa questioner, etika penelitian dengan memberikan informed consent pada responden. Analisis  dilakukan dengan uji statistic Chi Square. Hasil: Dari 52 responden, berdasarkan pola asuh orang tua demokratis, memiliki anak dengan kemandirian cukup sebanyak 15 responden (28,8%), dan kemandirian  kurang sebanyak 4  responden (7,7). pola asuh orang tua otoriter, anak yang memiliki kemandirian cukup 7 responden (13,5%) dan kemandirian kurang sebanyak 14 responden (26,9%), berdasarkan pola asuh orang tua yang permisif, anak dengan kemandirian cukup sebanyak 0 responden (0) dan anak dengan memiliki kemandirian kurang sebanyak 12 responden (23,1%). Hubungan pola asuh orang tua dengan tingkat kemandirian personal hygiene anak usia prasekolah diperoleh nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05). Simpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian personal hygiene anak usia prasekolah di TK Wonua Morini kelurahan Tobimeita Kota Kendari. Kata Kunci:  Anak usia prasekolah, Kemandirian personal hygiene,  Pola asuh orang tua.
Uji Diagnostik dengan Menggunakan Kriteria qSOFA dalam Mendiagnosis Awal Pasien Sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Nabila Shaddad; Agussalim Ali; Andi Noor Kholidha
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20619

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Sepsis merupakan salah satu masalah terbesar yang memerlukan perhatian, karena merupakan penyebab utama kematian dan penyakit kritis di seluruh dunia. Pada praktiknya, penilaian sepsis dengan skor SOFA membutuhkan pemeriksaan laboratorium, dan kriteria tersebut jarang digunakan di luar ruang rawat intensif. Mempertimbangkan hal tersebut, The Sepsis-3 Task Force memperkenalkan alat identifikasi yang lebih sederhana yaitu The Quick Sequential Organ Failure Assessment atau qSOFA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, akurasi, nilai duga negatif, nilai duga positif kriteria qSOFA dalam mendiagnosis awal pasien sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Lokasi penelitian di ruang rekam Medik Rumah Sakit Umum Bahteramas. Sampel sebanyak 72 responden yang diambil menggunakan tehnik purposive sampling dengan menggunakan analisis data tabel 2x2. Hasil: Hasil penelitian didapatkan uji diagnostik kriteria qSOFA dalam mendiagnosis awal sepsis di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sensitivitas 55%, spesifisitas 88%, akurasi 72%, nilai duga positif 85% dan nilai duga negatif 66%.  Simpulan: Kriteria qSOFA memiliki sensitifitas kurang baik, namun spesifisitas yang baik dalam mendiagnosis awal pasien sepsis di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.Kata Kunci: Sepsis, qSOFA, Uji Diagnostik
Hubungan Pola Konsumsi Teh dan Suplemen Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Kecamatan Abeli Kota Kendari Ida Mardhiah Afrini
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20620

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Di Indonesia diperkirakan sebanyak 40% kematian ibu disebabkan karena anemia (Depkes RI. 2018).  Anemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin (Hb), hematokrit atau jumlah sel darah merah. Anemia menyebabkan kebutuhan sel darah merah pada Ibu hamil tidak mencukupi, padahal hal ini dianggap perlu untuk mendukung perkembangan janin, akibatnya oksigen yang disalurkan pada jaringan tubuh dan janin menjadi terbatas. Metode : Desain Penelitian ini, menggunakan cross sectional dengan sampel sebanyak 42 Ibu Hamil, dilakukan dengan cara nonprobability sampling yaitu sampling jenuh. Hasil : Ada hubungan yang bermakna antara pola konsumsi teh dengan kejadian Anemia pada Ibu Hamil.  dengan nilai ρ Value = 0,023. Tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Ada hubungan yang bermakna antara keteraturan konsumsi suplemen besi (Fe) dengan kejadian Anemia pada Ibu Hamil ρ Value = 0,026. Tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Simpulan : Terdapat hubungan bermakna antara pola konsumsi teh dan pola konsumsi Suplemen zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada Ibu Hamil. Dengan menggunakan koefisien phi (RØ), diperoleh nilai phi (RØ), diperoleh nilai RØ = 0,380 pada pola konsumsi teh dan RØ = 0,392 pada pola konsumsi suplemen Fe Hal ini berarti bahwa antara pola konsumsi teh  dan pola konsumsi suplemen Fe dengan kejadian anemia mempunyai tingkat hubungan sangat kuat.Kata Kunci : Anemia, Ibu Hamil, Pola Konsumsi Teh, Suplemen Fe
Pengaruh Metode Penyuluhan Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu Mengenai Kebersihan Mulut Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Labibia Muhamad Rifki Hidayat; Sulastrianah Sulastrianah; I Putu Sudayasa
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i1.22774

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang. Kebersihan mulut bayi yang buruk mengkibatkan terjadinya beberapa penyakit pada mulut seperti sariawan,  whitet coated dan kandidiasis. Penyakit ini dapat membuat asupan nutrisi yang masuk bayi berkurang. Jumlah kasus kebersihan mulut bayi di Puskesmas Labibia pada tahun2020  sebanyak  20  kasus.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  adanya  pengaruh  metodepenyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu mengenai kebersihan mulut bayi di wilayah kerja Puskesmas Labibia.Metode. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen two group pre-test- post-test. Kelompok satu arah dalam penelitian ini adalah yang tinggal di Kelurahan Alolama dan Wawombalata dan kelompok dua arah adalah yang tinggal di Kelurahan Anggilowu dan Labibia. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode judgement sampling. Jumlah sampel adalah 106 sampel.. Data diolah dengan menggunakan uji statistik wilcoxon dan Mann-Whitney.Hasil. Penelitian ini   menunjukkan  bahwa   terdapat   pengaruh  metode  penyuluhan  satu  arah                                                                                                                     terhadap   tingkat pengetahuan ibu mengenai kebersihan mulut bayi dengan p-value=0,000, terdapat pengaruh metode penyuluhan dua arah terhadap tingkat pengetahuan ibu mengenai kebersihan mulut bayi dengan p- value=0,000,  tidak  ada  perbedaan  tingkat  pengetahuan   ibu   mengenai  kebersihan  mulut  bayi  di wilayah kerja Puskesmas Labibia dengan menggunakan metode penyuluhan satu arah dan metode penyuluhan  dua arah dengan p-value=0,143. Kesimpulan. Terdapat pengaruh metode penyuluhan satu arah terhadap tingkat pengetahuan ibu mengenai kebersihan mulut bayi dan terdapat pengaruh metode penyuluhan dua arah terhadap tingkat pengetahuan ibu mengenai kebersihan mulut bayi, tidakada   perbedaan   tingkat   pengetahuan   ibu        mengenai  kebersihan  mulut  bayi  di  wilayah  kerja Puskesmas Labibia dengan menggunakan metode penyuluhan satu arah dan metode penyuluhan dua arah.Kata kunci. Metode Penyuluhan, Tingkat Pengetahuan, Kebersihan Mulut bayi, Puskesmas Labibia.
Hubungan Usia Lanjut dengan Perubahan Interval QTc Pada Pasien COVID-19 Yang Diterapi dengan Hydroxychloroquine Di RSUD Kota Kendari Jamaluddin Jamaluddin; Arimaswati Arimaswati; Andy Rafdi Al Bagiz
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i1.22766

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Hydroxychloroquine adalah obat yang diduga dapat bermanfaat untuk terapi COVID-19. Obat ini diberikan pada berbagai jenis usia sesuai protokol penatalaksanaan COVID-19. Namun, obat ini dapat menghambat kanal kalium dan berpotensi memperpanjang interval QTc. Selain penggunaan hydroxychloroquine, usia juga merupakan salah satu faktor yang  dapat meningkatkan QTc karena proses penuaan yang dapat mengubah miokardium dengan peningkatan fibrosis miokard. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia lanjut dengan perubahan interval QTc pada pasien  COVID-19  yang  diterapi  dengan  hydroxychloroquine  di  RSUD  Kota  Kendari.  Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Data dalam penelitian bersifat  retrospektif,  dengan  melakukan  observasi terhadap  data  sekunder  berupa rekam medik di RSUD Kota Kendari pada bulan April sampai dengan bulan September tahun 2020. Sampel pada penelitian ini menggunakan Total Sampling. Data diolah menggunakan analisis uji t tidak berpasangan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 106 subjek penelitian yang dibagimenjadi 2 kelompok usia yaitu >45 tahun sebanyak 32 orang (30,2%) dan   ≤45 tahun sebanyak 74 orang (69,8%)  sama-sama  mendapat  terapi hydroxychloroquine, didapatkan bahwa  usia  ≤45 tahunmemiliki median perubahan interval QTc sebesar 12,0 ms dan meningkat hampir dua kali lipat padausia >45 tahun sebesar 22,0 ms dengan menggunakan uji t tidak berpasangan diperoleh signifikansi p <0,001. Simpulan: Terdapat hubungan usia lanjut dengan perubahan interval QTc pada pasien COVID-19 yang diterapi dengan hydroxychloroquine di RSUD Kota Kendari.Kata Kunci: Usia COVID-19, Hydroxychloroquine, Interval QTc
Hubungan Status Gizi Lebih dengan Masalah Psikososial pada Siswa dan Siswi SMPN 2 Raha Erik Veri Ramadani; Andi Noor Kholidha; Junuda RAF
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i1.22775

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. WHO menyatakan lebih dari 340 juta anak dan remaja umur 5-19 tahun mengalamioverweight dan obesitas di seluruh dunia pada tahun 2016. Di Indonesia, menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia menunjukan masalah overweight dan obesitas pada anak umur 5 -12 tahun berturut – turut sebesar 10,8 % dan 8,8 %, sudah mendekati perkiraan angka dunia di tahun 2020. Siswa SMP sebagai remaja awal masih mengabaikan pola makan yang sehat dengan tidak memperdulikan makanan yang dikonsumsi sehingga menimbulkan masalah kesehatan yaitu berat badan berlebih dan obesitas yang disinyalir memberi pengaruh terhadap adanya Masalah Psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi lebih dengan Masalah Psikososial pada siswa dan siswi SMPN2 Raha. Metode. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di SMPN 2 Raha dengan sampel adalah siswa kelas 8 dan 9 yang memiliki usia 12-15 tahun sebanyak 86 responden. Instrumen penelitian yang digunakan adalah antropometri dan kuisioner PSC-17 untuk menilai masalah psikossosial. Data dianalisis menggunakan uji  chi  square. Hasil.  Jumlah  sampel  yang  memiliki  masalah  psikososial  didominasi  oleh  sampel dengan status gizi lebih yaitu sebanyak 41 siswa (47,7%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi lebih dan masalah psikososial pada siswa dan siswi SMPN2 Raha dimana nilai p-value yaitu 0,000. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi lebih dengan masalah psikososial pada siswa dan siswi SMPN 2 Raha. Kata kunci : Gizi lebih, Masalah Psikososial, Siswa SMP.
Uji Sensitivitas Dan Spesifisitas Rasio Neutrofil Limfosit Terhadap Skor Sequential Organ Failure Assesment Dalam Diagnosis Awal Sepsis Di Rumah Sakit Agussalim Ali; Irawati Irawati
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i1.22769

Abstract

ABSTRAK Latar  Belakang.  Sepsis  merupakan  sindroma  penyakit  yang  disebabkan  karena  infeksi  dan merupakan penyakit yang mempunyai dampak terhadap morbiditas maupun mortalitas yang tinggi. Keadaan disfungsi organ yang mengancam jiwa pada sepsis disebabkan oleh disregulasi respons imun akibat infeksi. Identifikasi keadaan sepsis dini dan penatalaksanaan yang cepat dapat memperbaiki prognosis pasien. Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) dapat digunakan sebagai penanda inflamasi yang sederhana, cepat, dan hemat. Jumlah neutrofil dan limfosit dapat diketahui melalui pemeriksaan yang rutin  dilakukan  di  Rumah  Sakit  yaitu  pemeriksaan  hitung  jenis  leukosit  dan  jumlah  leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas dan spesifisitas RNL terhadap skor Sequential Ogan Failure Assesment (SOFA) dalam diagnosis awal sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode. Penelitian ini adalah penelitian observasional deskriptif dengan rancangan  cross-sectional.   Lokasi  penelitian  di  Ruang  Rekam  Medik  Rumah  Sakit   UmumBahteramas. Jumlah sampel sebanyak 72 sampel. Data dikumpulkan menggunakan data rekam medik yang  diambil  menggunakan  teknik  purposive  sampling,  lalu  dianalisis  menggunakan  analisis univariat. Hasil. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dari 72 sampel didapatkan hasil nilai RNL yang positif yaitu ≥5 pada 47 pasien (65.3%), nilai sensitivitas RNL terhadap skor SOFA dalam diagnosis awal sepsis adalah 75% dan  nilai spesifisitas RNL terhadap skor SOFA dalam diagnosis awal sepsis adalah 44.44%.  Simpulan. Berdasarkan penelitian ini nilai RNL yang positif didapatkan pada 65.3% dari total sampel penelitian. Nilai sensitivitas dan spesifisitas RNL terhadap skor SOFA dalam diagnosis awal sepsis adalah 75% dan  44.44% di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.Kata Kunci. Sepsis, RNL