cover
Contact Name
Sulastrianah
Contact Email
sulastrianahmuhtadi@gmail.com
Phone
+6285242541601
Journal Mail Official
sulastrianahmuhtadi@gmail.com
Editorial Address
Kampus Hijau Bumi Tridharma Anduonohu Kendari Universitas Halu Oleo Fakultas Kedokteran
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Medula
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 23391006     EISSN : 24430218     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/medula
Core Subject : Health, Science,
MEDULA mengundang kontribusi bagi penelitian original dan fundamental pada bidang kesehatan sebagai sebuah artikel yang melewati proses review.
Articles 153 Documents
Karakteristik Pasien Hipertensi di Puskesmas Layang Armanto Makmun; Fira Permata
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i1.15027

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Hipertensi atau secara awam disebut sebagai tekanan darah tinggi adalah masalah kesehatan global, termasuk  di Indonesia karena prevalensi nya tinggi. Hipertensi atau  yang disebut the silent killer yang merupakan salah satu factor resiko paling berpengaruh penyebab penyakit jantung (cardio vascular). Mengetahui factor penyebab atau factor risiko terjadinya hipertensi merupakan hal penting untuk pencegahan dan penatalaksanaan hipertensi yang adekuat dalam upaya menurunkan risiko penyakit kardio vaskular. Faktor risiko terjadinya hipertensi antara lain seperti usia, gender, IMT, ras, dan life style. Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien Hipertensi di Puskesmas Layang. Metode Penelitian: Penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan desain penelitian cross sectional untuk melihat gambaran karakteristik pasien Hipertensi yang ada di Puskesmas Layang. Karakteristik yang dimaksud berupa jenis kelamin, usia, dan Indeks Massa Tubuh (IMT). Hasil Penelitian: Dari 112 orang dapat diketahui bahwa jumlah pasien laki-laki dengan Hipertensi yaitu berjumlah 47 orang (41,96%) dan  jumlah pasien perempuan dengan Hipertensi yaitu berjumlah 65 orang (58,03%). Jumlah pasien Hipertensi dengan usia <40 tahun yaitu sebanyak 3 orang (2,67%),  interval usia 40-45 tahun yaitu sebanyak 5 orang (4,46%), pada interval usia 46-50 tahun yaitu sebanyak 9 orang (8,03%), dan pada usia >50 tahun sebanyak 95 orang (84,82%). Jumlah pasien Hipertensi dengan IMT underweight sebanyak 5 orang (4,46%), IMT Normal sebanyak 30 orang (26,78%), Overweight sebanyak 34 orang (30,35%), Obesitas I sebanyak 42 orang (37,5%), dan Obesitas II sebanyak 1 orang (0,89%). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, didapatkan karakteristik pasien Hipertensi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki, berdasarkan usia didapatkan pada usia>50 tahun lebih banyak dibandingkan usia di bawahnya dan berdasarkan karakteristik IMT pada penderita Hipertensi didapatkan jumlah pasien dengan status gizi yang obesitas I jauh lebih banyak dibandingkan status gizi yang lain. Berdasarkan hasil yang didapatkan dapat dipahami bahwa dengan mengetahui beberapa factor resiko yang berperan terhadap peningkatan terjadinya Hipertensi, maka kita juga dapat secara langsung mengendalikan terjadinya kasus Hipertensi tersebut. Dengan mengacu kepada hasil yang didapatkan, maka dapat dikatakan bahwa tidak hanya dengan menggunakan obat dapat mengendalikan kasus-kasus Hipertensi, tetapi dengan mengontrol beberapa factor resiko juga dapat menurunkan kejadian penyakit Hipertensi.Kata Kunci: Hipertensi, Karakteristik Pasien Hipertensi, Puskesmas Layang
Hubungan Kebiasaan Merokok, Stres dan Riwayat Keluarga dengan Kejadian Hipertensi Pada Masyarakat Usia Produktif di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna Andi Noor Kholidha S; I Putu Sudayasa; Laode Anugrah Alhadzah Effendy
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i1.15028

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian di seluruh dunia dengan membunuh 36 juat jiwa pertahun. Salah satu penyebab kejadian penyakit tidak menular adalah hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih atau sama dengan 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih atau sama dengan 90 mmHg. Berdasarkan umur, hipertensi paling banyak terjadi pada kelompok usia produktif sebesar 73.639 kasus. Pada tahun 2018 prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk umur ≥18 tahun  menurut provinsi, Indonesia memiliki persentase 8,4%. Data profil kesehatan Sulawesi Tenggara tahun 2017 sebesar 11.265 kasus, kasus hipertensi di Puskemas Katobu sebanyak 539 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok, tingkat stres, dan riwayat keluarga hipertensi dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Puskesmas Katobu, kabupaten Muna. Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control study. Kelompok kasus adalah penderita hipertensi berdasarkan diagnosis dokter puskesmas, kelompok kontrol adalah individu sehat yang tidak menderita hipertensi bertempat tinggal di wilayah kerja Puskesmas Katobu Kabupaten Muna. Jumlah sampel adalah 136 sampel terdiri dari 68 kelompok kasus dan 68 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil: Hasil analisis bivariat kebiasaan merokok menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000 dengan nilai OR 5.435. Hasil analisis pada stres menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,001, dengan nilai OR 3.429. Sedangkan analisis pada riwayat menunjukkan bahwa nilai p-value sebesar 0,000, dengan nilai OR 9.112. Simpulan: Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan kebiasaan merokok, stres, dan riwayat keluarga dengan kejadian hipertensi pada masyarakat usia produktif di Puskesmas Katobu Kabupaten Muna. .Kata kunci. Hipertensi, merokok, riwayat keluarga hipertensi, stres, dan usia produktif.
Keragaman Mikroorganisme pada Swab Vagina Perempuan Menopause di Kota Kendari Tahun 2020 Purnamasari, Yenti; Saimin, Juminten; Mulyawati, Sufiah Asri
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19244

Abstract

ABSTRAK Ketidakseimbangan mikrobiota vagina akibat berbagai perubahan fisiologis dan hormonal wanita pramenoupause tentunya akan mempengaruhi keberagaman flora pada lingkungan vagina. Flora mikroba dalam  vagina  bersifat  heterogen.  Keseimbangan  mikrobiota  pathogen  dan  non  patogen  dipengaruhi berapa faktor seperti keasaman, kelembaban dan lainnya dimana pada perempuan menopause sudah mulai terjadi perubahan. Telah dilakukan sebuah penelitian yang bertujuan untuk melihat gambaran mikrobiota pada swab vagina perempuan menopause di kota Kendari pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dilakukan pada bulan Oktober hingga Desember 2020. Sebanyak 32 sampel swab vagina perempuan menopause dijadikan sampel padapenelitian ini. Terhadap keseluruhan sampel dilakukan pemeriksaan KOH serta kultur PDA dan SDA untuk melihat jamur, pewarnaan Giemsa untuk melihat parasit, kultur pada medium MC dan MSA untuk melihat bakteri. Dari hasil yang diperoleh ditemukan bakteri gram positif, bakteri gram negatif, jamur dan parasit. Perlu penelitian lebih lanjut untuk identifikasi mikrobiota yang didapatkan pada sampel penelitian ini. Kata Kunci: Mikroorganisme, Swab Vagina, Menopause.
Hubungan Pola Makan Terhadap Kejadian Kekurangan Energi Kronik Pada Ibu Hamil Trimester I Di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar Ikhtirami, A.; Rahma, Andi Sitti; Tihardimanto, Andi
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19329

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kurang energi kronik (KEK) merupakan keadaan saat ibu mengalami kekurangan makanan yang berlangsung lama (kronis) sehingga menimbulkan gangguan kesehatan bagi ibu yang ditandai dengan badan lemah, wajah menjadi pucat, dan lingkar lengan atas (LILA) ≤ 23 cm (Kementerian Kesehatan RI, 2013). Tujuan : Pada penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil trimester I di Wilayah Kerja Puskesmas Kassi-Kassi Kota Makassar. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian case control dengan  pendekatan  kuantitatif  melalui  pengambilan  sampel  secara  total  sampling  dengan  24 responden, kemudian mengisi lembar kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat pola makan responden (jumlah, jenis, frekuensi makan). Hasil: Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji chi square pada jumlah makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, kemudian pada jenis makan diperoleh nilai p value = 0,155 > nilai α = 0,05 dan frekuensi makan diperoleh nilai p value = 0,667 > nilai α = 0,05, yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini ialahtidak terdapat hubungan antara jumlah makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I, kemudian tidak terdapat hubungan antara jenis makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I dan tidak terdapat hubungan antara frekuensi makan dengan kejadian KEK pada ibu hamil trimester I.Kata Kunci : Food Frequency Questionnaire, Ibu Hamil Trimester I, KEK, Pola Makan.
Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua dan Tingkat Kemandirian Personal hygiene Anak Usia Prasekolah di TK Wonua Morini Kelurahan Tobimeita Kota Kendari Rahmawati, Rahmawati
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19245

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kemandirian anak dalam melakukan personal hygiene dapat meningkatkan derajat kesehatan pada anak usia prasekolah. Pola Asuh merupakan salah satu cara orang tua dalam mengasuh anak untuk melakukan personal hygiene secara mandiri dengan berbagai type pola asuh. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian personal  hygiene  anak  usia  prasekolah  di  TK  Wonua  Morini  kelurahan  Tobimeita  Kota Kendari. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di TK Wonua Morini Kelurahan Tobimeita. Populasi pada penelitian ini berjumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampling dengan simple RandomSampling, Jumlah sampel sebanyak 52 responden. Instrument penelitian berupa questioner, etika penelitian dengan memberikan informed consent pada responden. Analisis     dilakukan dengan uji statistic Chi Square. Hasil: Dari 52 responden, berdasarkan pola asuh orang tua demokratis, memiliki anak dengan kemandirian cukup sebanyak 15 responden (28,8%), dan kemandirian   kurang sebanyak 4   responden (7,7). pola asuh orang tua otoriter, anak yang memiliki kemandirian cukup 7 responden (13,5%) dan kemandirian kurang sebanyak 14 responden (26,9%), berdasarkan pola asuh orang tua yang permisif, anak dengan kemandirian cukup sebanyak 0 responden (0) dan anak dengan memiliki kemandirian kurang sebanyak 12 responden  (23,1%).  Hubungan  pola  asuh  orang  tua  dengan  tingkat  kemandirian  personal hygiene anak usia prasekolah diperoleh nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05). Simpulan: Ada hubungan antara pola asuh orang tua dan tingkat kemandirian personal hygiene anak usia prasekolah di TK Wonua Morini kelurahan Tobimeita Kota Kendari. Kata Kunci:  Anak usia prasekolah, Kemandirian personal hygiene, Pola asuh orang tua.
Uji Diagnostik dengan Menggunakan Kriteria qSOFA dalam Mendiagnosis Awal Pasien Sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara shaddad, Nabila; Ali, Agussalim; Kholidha, Andi Noor
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19246

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Sepsis merupakan salah satu masalah terbesar yang memerlukan perhatian, karena merupakan penyebab utama kematian dan penyakit kritis di seluruh dunia. Pada praktiknya, penilaian sepsis dengan skor SOFA membutuhkan pemeriksaan laboratorium, dan kriteria tersebut jarang digunakan di luar ruang rawat intensif. Mempertimbangkan hal tersebut, The Sepsis-3 Task Force memperkenalkan alat identifikasi yang lebih sederhana yaitu The Quick Sequential Organ Failure Assessment atau qSOFA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sensitivitas, spesifisitas, akurasi, nilai duga negatif, nilai duga positif kriteria qSOFA dalam mendiagnosis awal pasien sepsis di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional  deskriptif  dengan  rancangan  penelitian  cross  sectional.  Lokasi  penelitian  di  ruang rekam Medik Rumah Sakit Umum Bahteramas. Sampel sebanyak 72 responden yang diambil menggunakan tehnik purposive sampling dengan menggunakan analisis data tabel 2x2. Hasil: Hasil penelitian didapatkan uji diagnostik kriteria qSOFA dalam mendiagnosis awal sepsis di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki sensitivitas 55%, spesifisitas 88%, akurasi 72%, nilai duga positif 85% dan nilai duga negatif 66%.  Simpulan: Kriteria qSOFA memiliki sensitifitas kurang baik, namun spesifisitas yang baik dalam mendiagnosis awal pasien sepsis di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.Kata Kunci: Sepsis, qSOFA, Uji Diagnostik
Hubungan Pola Konsumsi Teh dan Suplemen Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Kecamatan Abeli Kota Kendari Afrini, Ida Mardhiah
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19247

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Di Indonesia diperkirakan sebanyak 40% kematian ibu disebabkan karena anemia (Dep kes RI. 2018).  Anemia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan penurunan kadar hemoglobin (Hb), hematokrit atau jumlah sel darah merah. Anemia menyebabkan kebutuhan sel darah merah pada Ibu hamil tidak mencukupi, padahal hal ini dianggap perlu untuk mendukung perkembangan janin, akibatnya oksigen yang disalurkan pada jaringan tubuh dan janin menjadi terbatas. Metode : Desain Penelitian ini, menggunakan cross sectional dengan sampel sebanyak 42 Ibu Hamil, dilakukan dengan cara nonprobability sampling yaitu sampling jenuh. Hasil : Ada hubungan yang bermakna antara pola konsumsi teh dengan kejadian Anemia pada Ibu Hamil.  dengan nilai ρ Value  = 0,023. Tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Ada hubungan yang bermakna antara keteraturan konsumsi suplemen besi (Fe) dengan kejadian Anemia pada Ibu Hamil ρ Value =0,026. Tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Simpulan : Terdapat hubungan bermakna antara pola konsumsiteh dan pola konsumsi Suplemen zat besi (Fe) dengan kejadian anemia pada Ibu Hamil. Dengan menggunakan koefisien phi (RØ), diperoleh nilai phi (RØ), diperoleh nilai RØ = 0,380 pada pola konsumsi teh dan RØ =0,392 pada pola konsumsi suplemen Fe Hal ini berarti bahwa antara pola konsumsi teh  dan pola konsumsi suplemen Fe dengan kejadian anemia mempunyai tingkat hubungan sangat kuat. Kata Kunci : Anemia, Ibu Hamil, Pola Konsumsi Teh, Suplemen Fe
Efek Pemberian Vitamin E Pada Tikus Sprague Dawley yang Mendapat Etanol Terhadap Kadar Malondialdehyde Testis Asfiah Udu, Waode Sitti
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19242

Abstract

ABSTRAKLatar   Belakang:  Etanol  dapat   menyebabkan   gangguan   produksi   testosteron   intratestikular   dan infertilitas.  Etanol  memicu  terjadinya  stres  oksidatif  yang  diakibatkan  oleh  meningkatnya  Reactive Oxygen Species (ROS) sehingga memicu terjadinya peroksidasi lipid yang dapat menyebabkan kerusakan sel.  Malondialdehyde  (MDA)  merupakan  produk  akhir  peroksidasi  lipid,  yang  biasanya  digunakan sebagai  biomarker  biologis  peroksidasi  lipid  dan  menggambarkan  derajat  stres  oksidatif.  Vitamin  E adalah vitamin larut lemak yang berperan sebagai antioksidan yang melindungi membran seluler terhadap kerusakan oksidatif. Tujuan: Untuk membuktikan adanya efek pemberian vitamin E terhadap stres oksidatif akibat pemberian etanol yang ditunjukkan dengan kadar MDA testis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan Post-test only control group design. Sebanyak 12 ekor tikus Sprague Dawley dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok 1 mendapat aquades  1  mL/hari,  kelompok  2  mendapat  minyak  biji  bunga  matahari  0,1  mL/hari,  kelompok  3 mendapat etanol 30%   7 mL/kgBB/hari, dan kelompok 4 mendapat etanol 30% 7 mL/kgBB/hari dan pemberian vitamin E 120 IU/kgBB/hari. Pemberian perlakuan dilakukan secara oral selama 30 hari. Pemeriksaan kadar MDA testis dengan metode TBARS dengan spektrofotometer sehari setelah perlakuan terakhir. Hasil: Rerata kadar MDA testis pada tikus yang mendapat etanol (5,8325 nmol/g) lebih tinggi daripada kelompok tikus yang mendapat etanol dan vitamin E 120 IU/kgBB (2,6775 nmol/g).Simpulan: Efek Pemberian vitamin E pada tikus yang mendapat etanol menunjukkan kadar MDA testis yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus yang hanya mendapat etanol. Kata Kunci : Etanol, vitamin E, MDA testis
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi Dengan Keaktifan Mengikuti Senam Prolanis Pada Penderita Hipertensi Diwilayah Kerja Puskesmas Mekar Kota Kendari Jana, Nur; Eso, Amiruddin; Jamaluddin, Jamaluddin
MEDULA Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.19248

Abstract

ABSTRAKLatar   Belakang:   Pengetahuan   memengaruhi   keaktifan   dalam   mengikuti   kegiatan   senam. Kurangnya pengetahuan akan memengaruhi pasien untuk dapat mengatasi pencegahan agar tidak terjadi komplikasi. Keaktifan mengikuti kegiatan senam dipengaruhi oleh pengetahuan, motivasi dan dukungan keluarga. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat pengetauan tentang hipertensi dengan keaktifan mengikuti senam prolanis pada penderita hipertensi di Wilayah kerja Puskesmas Mekar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian  analitik  observasional melalui pendekatan  cross sectional. Penelitian  ini berlokasi di Puskesmas Mekar kota Kendari, Populasi adalah keseluruhan peserta prolanis sebanyak 53 orang dan  Jumlah  sampel  yang  memenuhi  kriteria  inklusi  dan  ekslusi  yaitu  41  orang.  Teknik pengumpulan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan yaitu kuisioner pengetahuan  tentang  hipertensi  dan  rekapan  absensi  senam.  Analisis  data  menggunakan  ujispearman rank dengan nilai kemaknaan p<0,05. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan hasil analisis univariat tentang pengetahuan hipertensi menunjukkan baik 15 (36,6%), cukup 24 (58,5%) kurang 2 (4,9%), responden yang mengikuti kegiatan senam dengan kategori aktif sebanyak 19 orang (46,3%) dan tidak aktif 22orang (53,7%). An alisis bivariat spearman rho’ diperoleh nilai p sebesar 0,002. Simpulan: Pengetahuan memengaruhi keaktifan dalam mengikuti senam prolanis.Kata Kunci: Hipertensi, Keaktifan, Pengetahuan, Senam
Efek Pemberian Vitamin E Pada Tikus Sprague Dawley yang Mendapat Etanol Terhadap Kadar Malondialdehyde Testis Waode Sitti Asfiah Udu
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v8i2.20616

Abstract

ABSTRAKLatar   Belakang:  Etanol  dapat   menyebabkan   gangguan   produksi   testosteron   intratestikular   dan infertilitas.  Etanol  memicu  terjadinya  stres  oksidatif  yang  diakibatkan  oleh  meningkatnya  Reactive Oxygen Species (ROS) sehingga memicu terjadinya peroksidasi lipid yang dapat menyebabkan kerusakan sel.  Malondialdehyde  (MDA)  merupakan  produk  akhir  peroksidasi  lipid,  yang  biasanya  digunakan sebagai  biomarker  biologis  peroksidasi  lipid  dan  menggambarkan  derajat  stres  oksidatif.  Vitamin  E adalah vitamin larut lemak yang berperan sebagai antioksidan yang melindungi membran seluler terhadap kerusakan oksidatif. Tujuan: Untuk membuktikan adanya efek pemberian vitamin E terhadap stres oksidatif akibat pemberian etanol yang ditunjukkan dengan kadar MDA testis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan Post-test only control group design. Sebanyak 12 ekor tikus Sprague Dawley dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok 1 mendapat aquades  1  mL/hari,  kelompok  2  mendapat  minyak  biji  bunga  matahari  0,1  mL/hari,  kelompok  3 mendapat etanol 30%   7 mL/kgBB/hari, dan kelompok 4 mendapat etanol 30% 7 mL/kgBB/hari dan pemberian vitamin E 120 IU/kgBB/hari. Pemberian perlakuan dilakukan secara oral selama 30 hari. Pemeriksaan kadar MDA testis dengan metode TBARS dengan spektrofotometer sehari setelah perlakuan terakhir. Hasil: Rerata kadar MDA testis pada tikus yang mendapat etanol (5,8325 nmol/g) lebih tinggi daripada kelompok tikus yang mendapat etanol dan vitamin E 120 IU/kgBB (2,6775 nmol/g).Simpulan: Efek Pemberian vitamin E pada tikus yang mendapat etanol menunjukkan kadar MDA testis yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus yang hanya mendapat etanol. Kata Kunci : Etanol, vitamin E, MDA testis