cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JITRO (Jurnal Ilmiah dan Teknologi Peternakan Tropis)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24067489     EISSN : 24069337     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis (JITRO) adalah jurnal ilmiah mempublikasikan hasil penelitian dan review bidang peternakan.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September" : 13 Documents clear
Analisis Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi Peternak Sapi dalam Adopsi Teknologi Inseminasi Buatan di Sumbawa Barat Muhyidin Muhyidin; Chairussyuhur Arman; Lalu Ahmad Zaenuri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.072 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.6529

Abstract

ABSTRAK                                                            Upaya pengembangbiakan sapi melalui penerapan inseminasi buatan (IB) dengan semen beku terbukti berhasil meningkatkan produktivitas sapi potong di Provinsi NTB. Namun tingkat adopsi teknologi IB oleh peternak sapi di Kabupaten Sumbawa Barat selama lebih dari 10 tahun masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hubungan antara pengetahuan, sikap dan motivasi peternak sapi dalam adopsi teknologi IB. Penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan metode wawancara tatap muka, rancangan cross sectional dengan bantuan kuesioner terstruktur dari 84 responden. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 90,5% responden mengetahui manfaat teknologi IB dan hanya 8,4% responden yang tidak mengetahui manfaat teknologi IB. Sebanyak 60-70% responden mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan IB dan tanda-tanda estrus yang diketahui dari keluarnya lendir dari vulva, warna merah vagina dan sapi menjadi gelisah. Sekitar 70% responden tidak memahami waktu yang tepat untuk inseminasi serta peralatan yang digunakan untuk IB. Semua responden setuju dengan program IB, namun, tidak ingin memiliki keterampilan dalam melakukan IB. Disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan, sikap dan motivasi responden secara umum cukup baik dalam upaya untuk mengadopsi teknologi IB dan ada hubungan positip dan signifikan (p<0,05) antara pengetahuan, sikap dan motivasi.Kata Kunci: adopsi, inseminasi buatan, peternak sapi, teknologi ABSTRACTImproving cattle productivity in NTB by breeding using AI technology has been successful. In West Sumbawa District AI has been used for over 10 years, however, the level of its adoption is still low. The study was conducted to obtain the relationships between knowledge, attitude, and motivation of cattle farmers in the adoption of AI technology. A survey approach was used in this study and a questionnaire was developed to gather the data. The sample size for cattle farmers was 84. Data were analyzed using Spearman Rho. About ninety-five respondents apprehended the benefits of AI technology and only 8.4% did not know. Around 60-70% of respondents understood factors that affected the success of AI and recognized signs and characteristics of oestrus. About 70% of respondents did not understand the fixed time for insemination as well as the equipment used for AI. All respondents agreed with the AI program, however, they did not prefer to have skills in carrying out AI. In conclusion, the level of knowledge, attitude and motivation of respondents in general was quite good in the effort to adopt AI technology and there were positive and significant (p<0.05) relationships between knowledge, attitude, and motivations.Keywords: adoption, artificial insemination, cattle farmers, technology
Partisipasi Tenaga Kerja Keluarga Usaha Ternak Sapi Potong Skala Kecil Studi Kasus di Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Jawa Timur Umi Wisaptiningsih; Budi Hartono; Jaisy Aghniarahim Putritamara
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.876 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.7228

Abstract

ABSTRAK                                                            Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis curahan tenaga kerja terhadap usaha sapi potong, analisis produktivitas teknik tenaga kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas teknik tenaga kerja usaha peternakan skala kecil. Lokasi penelitian di kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Jumlah responden 90 peternak. Analisis data menggunakan Structural Equation Model (SEM), software yang digunakan warpPLS 5.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curahan kerja anggota keluarga (suami, istri dan anak) sebanyak 4 jam/hari. Curahan tenaga kerja non keluarga sebanyak 0,08 jam/hari yang digunakan untuk menncari hijauan. Produktivitas teknis usahaternak sapi potong tidak efisien dan Tingkat partisipasi anak terhadap usahaternak sapi potong 11%. Model partisipasi tenaga kerja keluarga, jumlah kepemilikan ternak dan partisipasi anak terhadap usaha sapi potong memiliki pengaruh terhadap produktivitas teknis. Tingkat partisipasi anak dalan usahaternak sapi potong memiliki pengaruh positif terhadap produktivitas teknis tenaga kerja.Kata Kunci: curahan tenaga kerja, partisipasi anak, produktivitas tenaga kerja, usaha sapi potongABSTRACTThe research objective was to analyze the outpouring of labor for beef cattle business, the analysis of labor engineering productivity and the factors that influence the productivity of small-scale livestock business labor techniques. Research location in Tumpang sub-district, Malang Regency, East Java. The number of respondents 90 farmers. Data analysis using the Structural Equation Model (SEM), the software used warpPLS 5.0. The results showed that the workflow of family members (husband, wife and children) was 4 hours/day. Non-family labor was as much as 0.08 hours/day used to search forage. The technical productivity of beef cattle business was inefficient and the level of children's participation in the beef cattle business is 11%. The model of family labor participation, the number of livestock ownership and child participation in the beef cattle business influence technical productivity. The level of participation of children in beef cattle business has a positive influence on the Technical Productivity of Labor.Keywords: beef cattle business, child participation, labor productivity, the outpouring of labor
Efek Silang Dalam Terhadap Ukuran Tubuh Kerbau Murrah Muhammad Ary Syaputra; Sayed Umar; Asep Gunawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.162 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.7602

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh silang dalam terhadap  ukuran tubuh kerbau murrah. Penelitian ini dilaksanakan di BPTU-HPT Siborong-borong dan di peternakan masyarakat Kabupaten Deli Serdang yaitu Desa Tanjung Garbus dan Desa Amplas Tambak Rejo. Penelitian ini menggunakan 41 ekor   ternak kerbau murrah terdiri dari 23 ekor  betina dan 18 ekor jantan (umur 1-4 bulan) dan data silsilah ternak kerbau murrah. Variabel yang diamati adalah koefisien silang dalam, ukuran populasi efektif, laju silang dalam, dan pengaruh silang dalam terhadap ukuran tubuh kerbau murrah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien silang dalam di BPTU-HPT Siborong- borong dan Deli serdang  adalah 0,218 dan 0,062. Ukuan populasi efektif kerbau murrah di Sumatera Utara sebesar 61 ekor dengan laju silang dalam per generasi sebesar 0,81%. Disimpulkan bahwa inbreeding yang terjadi di BPTU-HPT Siborong-borong dan Deli Serdang berpengaruh terhadap ukuran tubuh yaitu nilai rataan tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, lebar dada, dalam dada, tinggi pinggul, lebar pinggul, panjang pinggang, dan lebar pinggang.Kata kunci: kerbau murrah, koefisien silang dalam, laju silang dalam, ukuran populasi efektif, ukuran tubuh  ABSTRACTThis study was aimed to identify the effect of inbreeding on the body size of murrah buffalo. The research was done in the BPTU-HPT Siborong-borong and the community farm of Deli Serdang Regency (Tanjung Garbus village and Amplas Tambak Rejo village). The sample of murrah buffalo used 41 heads consist of females and males as many as every 23 and 18 heads (age of 1-4 months) and data of murrah buffalo pedigree. The variables measurement were inbreeding coefficient, effective population size, rate of inbreeding and the affect of inbreeding to body size of murrah buffalo. The results showed that the coeficient of the inbreeding coefficient in the BPTU-HPT Siborong–borong and Deli Serdang were 0.218 and 0.062. The effective population size of murrah buffalo in North Sumatra is 61 heads, with the rate of inbreeding per generation were 0.81 percents. It could be concluded that inbreeding that occurred in BPTU-HPT Siborong-borong and Deli Serdang the value of shoulder height, body length, chest circumference, chest width, chest depth, hip height, hip width, waist length, and waist width.Keywords: body size, effective population size, inbreeding coefficient, murrah buffalo, rate of inbreeding
Hematologi Anak Domba Garut Prasapih yang Diberi Milk Replacer Terformulasi Minyak Ikan Lemuru dan Minyak Canola Fajar Nurani; Asep Sudarman; Lilis Khotijah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.791 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.7555

Abstract

ABSTRAK                                                            Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian milk replacer yang mengandung minyak ikan lemuru dan canola terhadap hematologi anak domba Garut prasapih. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan enam ulangan. Anak domba prasapih dengan bobot badan berkisar 2,3±0,42 kg dibagi secara acak ke dalam kandang individu dan mendapatkan perlakuan P0 = susu domba yang berasal dari susu induk domba, P1 = milk replacer terformulasi susu sapi + kuning telur + minyak ikan + premix, dan P2 = milk replacer terformulasi susu sapi + kuning telur + minyak ikan + minyak canola + premix. Parameter yang diamati adalah hematologi yang terdiri atas kadar hemoglobin, hematokrit, eritrosit dan leukosit. Data hasil penelitian dianalisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukan bahwa milk replacer yang diformulasi minyak ikan lemuru, dan atau minyak canola tidak berbeda terhadap hematologi anak domba prasapih dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulan penelitian ini adalah minyak ikan lemuru dan atau minyak canola sebagai sumber lemak dapat digunakan dalam milk replacer domba tanpa adanya pengaruh negatif terhadap gambaran hematologi anak domba.Kata kunci: anak domba garut prasapih, hematologi, minyak canola, minyak ikan lemuru, milk replacerABSTRACTThe study aimed to evaluate the effect of a milk replacer containing lemuru fish oil and canola oil on hematology of Garut twin lambs before weaning. The study used a completely randomized design (CRD) with three treatments and six replicates. The pre-weaning lamb with average 2,3 ± 0,42 kg of body weight, which were randomly divided into individual pen with P0 = milk sourced from mother milk, P1 = milk sourced from milk replacer, cow milk+ lemuru fish oil + yolk + premix, P2 = milk sourced from milk replacer, cow milk + lemuru fish oil+canola oil+yolk+ premix. Measurements were taken on levels of hemoglobin, hematocrit, erythrocyte, and leukocyte. Data were analyzed using analysis of variance. The results show that the milk replacer containing lemuru fish oil and or canola oil was similar to blood hematology of preweaning lambs compared to control. It was concluded that lemuru fish oil and canola oil can use in milk replacer without any negative effect on the blood hematology.Keywords: canola oil, hematology, lemuru fish oil, milk replacer, pre-wearing garut lam
Pengaruh Kewirausahaan Terhadap Pertumbuhan Usaha Peternakan Ayam Broiler Pola Mandiri di Kabupaten Lima Puluh Kota Ridha Yatni; Rachmat Pambudy; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.772 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.7301

Abstract

ABSTRAK                                                                        Sumatera barat yang merupakan salah satu sentra produksi peternakan ayam broiler. Selain itu daging ayam broiler merupakan konsumsi tertinggi daripada daging sapi maupun daging ayam kampung. Namun pada tahun 2017 terjadi penurunan produksi ayam broiler sebesar 0,21 persen. Hal ini menggambarkan adanya masalah aktivitas kewirausahaan terutama pada peternakan mandiri yang lebih rentan terhadap ketidakstabilan harga dipengaruhi oleh daya produksi, inovasi dan daya saing dalam melakukan usahanya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas kewirausahaan terhadap pertumbuhan usaha peternakan mandiri. Metode analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS). Data primer diperoleh dari wawancara menggunakan kuisioner. Data sekunder diperoleh dari literatur terkait. Hasil penelitian menujukan daya produksi dan daya saing tidak berpengaruh signifikan. Sedangkan inovasi berpengaruh signifikan sebesar 0.368. Artinya penting adanya usaha yang inovasi dan kreatif seperti penggunaan metode berproduksi baru. Variabel laten aktivitas kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan usahanya sebesar 0.330.  Saran agar pemerintah dapat mempercepat pertumbuhan usaha dengan mengadakan pelatihan dan penyuluhan yang mendorong pertumbuhan usaha dilihat dari pendapatan dan skala usaha.Kata Kunci: inovasi, partial least square (PLS), peternakan ayam broiler, pertumbuhan usaha, pola mandiriABSTRACTWest Sumatra which is one of the centers of broiler chicken production. In addition broiler chicken meat is the highest consumption than beef or chicken meat. But in 2017 there was a decrease in broiler chicken production by 0.21 percent. This illustrates the problem of entrepreneurial, especially in independent farms which are more susceptible to price instability influenced by the power of production, innovation, and competitiveness in doing business. Therefore this study aims to analyze the influence of entrepreneurial activity on the growth of independent livestock businesses. The analysis method used is PLS. Primary data were obtained from interviews using questionnaires. Secondary data were obtained from the relevant literature. The results of the research addressing the power of production and competitiveness have no significant effect. While innovation has a significant effect of 0.368. It means that there is an innovation and creative effort such as the use of new production methods. The latent variable of entrepreneurial has a positive and significant effect on business growth of 0.330. Suggestions that the government can accelerate business growth by holding training and counseling that encourage business growth seen from income and business scale.Keywords: broiler, business growth, independent pattern, innovation, PLS
Analisis Kelayakan dan Manajemen Usaha Peternakan Sapi Perah Penerima Kredit Simpan Pinjam di Koperasi SAE Pujon Fahmi Arief; Nenny Hariyani; Soeharsono Soeharsono; Widya Paramitha Lokapirnasari; Mirni Lamid; Anam Al Arif
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.742 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.7513

Abstract

ABSTRAK                                                                        Penelitian bertujuan untuk mengetahui analisis sistem manajemen usaha peternak sapi perah penerima kredit modal usaha di KUD SAE Pujon terhadap kelayakan usaha peternakan sapi perah dan analisis kelayakan usaha anggota peternakan sapi perah penerima kredit modal usaha di Koperasi SAE Pujon. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Penentuan lokasi dan 30 responden berdasarkan metode purposive sampling dari total semua peternak penerima kredit modal usaha yang ada di Koperasi SAE Pujon. Pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik kuisoner, dokumentasi dan teknik wawancara.   Jumlah ternak, jumlah produksi dan harga jual susu, kredit modal usaha dan manajemen peternakan adalah variabel bebas dan analisis kelayakan usaha adalah variabel tergantung. Indikator dari sistem manajemen yaitu manajemen bibit, pakan, kandang dan kesehatan. Indikator analisis kelayakan usaha yaitu break event point (BEP) unit, break event point (BEP) harga dan benefit cost ratio (B/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hubungan SDA dan pelaksanaan kerja berpengaruh terhadap analisa usaha dalam persamaan (AU = -0,267*SDA + 0,226*PK), kemudian hubungan kredit simpan pinjam dan analisa usaha berpengaruh terhadap kelayakan usaha dalam persamaan (AKLU = 0,794*BP + 0,260*KSP).Kata Kunci: analisis kelayakan, kredit usaha, sistem manajemen, sumber daya alamABSTRACTThe cooperative also provides supporting facilities, one of which is a cooperative providing credit to the community. The study aimed to determine the analysis of the business management system of dairy farmers who received venture capital loans at KUD SAE Pujon on the feasibility of dairy farming businesses and an analysis of the business feasibility of members of the dairy farm recipients of business capital at SAE Pujon Cooperative. This research is exploratory. Location determination and 30 respondents based on the purposive sampling method of the total all farmers receiving business capital loans at the SAE Pujon Cooperative. Data collection is done by questionnaire techniques, documentation and interview techniques. The number of livestock, the amount of production and the selling price of milk, business capital credit, and livestock management are independent variables and the business feasibility analysis is a dependent variable. Indicators of the management system are the management of seeds, feed, pens, and health. Business feasibility analysis indicators are break event points (BEP) units, break event points (BEP) prices and benefit-cost ratio (B/C Ratio). The results showed that: (1) The relationship of natural resources and work implementation had an effect on business analysis in the equation (AU = -0.267 * SDA + 0.226 * PK), then the relationship between savings and loans and business analysis had an effect on business feasibility in the equation (AKLU = 0.794 * BP + 0.260 * KSP).Keywords: capital loans, feasibility analysis, management system, natural resources
Pengaruh Penambahan Mikroenkapsulasi Minyak Kanola Terhadap Performa, Kecernaan Nutrien, dan Profil Asam Lemak Rumen Domba Vishara Sekar Fadhilah; I Komang Gede Wiryawan; Sri Suharti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.964 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.8138

Abstract

ABSTRAK      Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh dari pemberian pakan yang mengandung mikroenkapsulasi minyak kanola pada konsumsi, kecernaan nutrien, dan performa pertumbuhan pada domba. Lima belas domba garut jantan dengan rataan bobot badan awal 20.17 ± 4.65 kg digunakan dalam rancangan acak kelompok (RAK) pada periode pemeliharaan selama 100 hari dengan 3 perlakuan dan 5 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (kontrol / hijauan: konsentrat = 60:40), P1 (P0 mengandung 4% minyak kanola), dan P2 (P0 mengandung 4% mikroenkapsulasi minyak kanola). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan untuk performa, konsumsi dan kecernaan nutrien. Suplementasi minyak kanola murni maupun terenkapsulasi sebagai sumber energi dalam ransum domba, menghasilkan pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan efisiensi penggunaan pakan yang terbaik. Proporsi asam lemak tak jenuh pada perlakuan suplementasi mikroenkapsulasi minyak kanola 8% lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol. Perlakuan minyak kanola murni meningkatkan (P<0.05) proporsi asam stearat (C18:0) dibandingkan perlakuan lainnya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa suplementasi 4% mikroenkapsulasi minyak kanola di dalam ransum, selaian menghasilkan PBBH dan efisiensi pakan terbaik juga mampu melindungi asam lemak tak jenuh (ALTJ) dari proses biohidrogenasi rumen tanpa mengganggu konsumsi dan kecernaan nutrient ransum.Kata kunci: konsumsi, kecernaan, mikroenkapsulasi, minyak kanola, performaABSTRACTThe aim of this study was to investigate the effects of feeding diets with microencapsulation of canola oil on intake, nutrient apparent digestibility, and growth performance of lambs. Fifteen male garut lambs with an initial average body weight of 20.17 ± 4.65 kg were used in a randomized block design (RBD) for a 100-days feeding period with 3 treatments and 5 groups as replication. The treatments were P0 (control/forage:concentrate = 60:40), P1 (P0 contained 4% of canola oil), and P2 (P0 contained 4% of microencapsulated canola oil). The results showed that there was no difference in the growth performance, intake, and digestibility of nutrients. The best of average daily gain (ADG) and feed efficiency results from the supplementation of pure canola oil or encapsulated canola oil in diets. The proportion of unsaturated fatty acids in the supplementation of microencapsulated canola oil treatment was 8% higher than control. The treatment of canola oil supplementation increased (P<0.05) the proportion of stearic acid (C18:0) compared to other treatments. Thus, it can be concluded that supplementation of 4% of microencapsulated canola oil, besides produced the best of ADG and feed efficiency, was also able to maintain unsaturated fatty acids from the rumen biohydrogenation process without detrimental effects on nutrient intake and digestibility in lambs.    Keywords: canola oil, digestibility, intake, microencapsulation, performance
Evaluasi Kualitas Telur Itik Talang Benih dengan Jenis Daun dan Lama Penyimpanan yang Berbeda Jekson Fresli; Wismalinda Rita; Nur Hidayah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.455 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.6382

Abstract

ABSTRAK                                                                        Tujuan penelitian ini mengetahui jenis daun dan lama penyimpanan terbaik pada kualitas telur itik talang benih konsumsi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu jenis daun (daun sirsak dan jambu biji) dan faktor kedua yaitu lama penyimpanan (0, 15, dan 30 hari). Parameter yang diamati yaitu warna kuning telur, albumen indeks, yolk indeks, dan haugh unit. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan perbedaan antara perlakuan diuji lanjut dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukan bahawa tidak ada interaksi antara jenis daun dan lama penyimpanan terhadap warna kuning telur, albumen indeks, yolk indeks, dan haugh unit. Daun sirsak lebih mampu mempertahankan warna kuning telur dibandingkan daun jambu biji (P<0,05), namun tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap albumen indeks, yolk indeks, dan haugh unit. Lama penyimpanan sangat berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap warna kuning telur, albumen indeks, yolk indeks, dan haugh unit. Dapat disimpulkan bahwa daun sirsak memiliki kemampuan lebih baik dalam mempertahankan warna kuning telur itik talang benih. Penyimpanan telur sebaiknya dilakukan sampai batas 15 hari karena albumen indeks, yolk indeks, dan haugh unit memiliki mutu 2.Kata Kunci: daun, itik talang benih, kualitas telur, lama penyimpananABSTRACTThe amis of this study to determine the type of leaves and the best storage time for the quality of talang benih duck’s egg consumption. The research was design in factorial completely randomized design with 2 factors and 3 replications. The first factor is type of leaves (soursop and guava) and the second factor is storage time (0, 15 and 30 days). Variables observed were yolk color, albumen index, yolk index, and haugh unit. Data were analyzed using ANOVA and differences between treatments were tested by DMRT test. The results showed that there was no interaction between leaves type and storage time for yolk color, albumen index, yolk index, and haugh unit. Soursop leaves are more able to maintain the color of egg yolk than guava leaves (P <0.05), but not significantly different (P>0.05) to the albumen index, yolk index, and haugh unit. Storage time had strong significant effect (P<0.01) on egg yolk color, albumen index, yolk index, and haugh unit. It is concluded that soursop leaves have a better ability to maintain the color of duck egg yolk. Egg storage time should be carried out up to 15 days because albumen index, yolk index, and haugh unit had quality 2.Key words: egg quality, leaves, storage time, talang benuh duck
Substitusi Kuning Telur dengan Lesitin Kedelai sebagai Pengencer Semen dalam Mempertahankan Kualitas Spermatozoa Kerbau Penyimpanan 5°C Nifsu Sabaan; Chairussyuhur Arman; Enny Yuliani; Maskur Maskur
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.966 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.8173

Abstract

ABSTRAKPengencer konvensional berbasis kuning telur yang bersumber dari hewan membawa risiko kontaminasi mikroba dan menghalangi jarak pandang pemeriksaan spermatozoa di bawah mikroskop. Penelitian ini dilaksanakan` untuk menilai apakah substitusi kuning telur dengan lesitin kedelai di dalam pengencer berbasis-tris dapat mempertahankan kualitas spermatozoa kerbau lumpur pada penyimpanan 5°C selama 120 jam. Ejakulat dari 3 ekor kerbau umur 3-4 tahun dengan bobot badan 450-500 kg ditampung dengan menggunakan vagina buatan.Semen diencerkan dengan pengencer konvensional yang mengandung 20% kuning telur (kontrol) dan pengencer lesitin dengan konsentrasi1%, 2%, 3% dan 4%(perlakuan) dan disimpan pada 5°C selama 120 jam. Parameter spermatozoa dinilai pada interval 0, 72, dan 120 jam setelah semen yang diencerkan disimpan 5°C.Persentase motilitas dan spermatozoa normal tidak berbeda nyata (P<0,05) antara pengencer 1% lesitin dan kontrol. Namun pengencer 1% lesitin mampu mempertahankan kedua parameter tersebut setelah penyimpanan 5°C selama 120 jam. Persentase viabilitas, keutuhan membran dan tudung akrosom spermatozoa pada pengencer 1% lesitin dibandingkan pengencer kontrol lebih tinggi (P<0,05) dari pengencer perlakuan 2, 3, dan 4% lesitin. Disimpulkan bahwa pengencer 1% lesitin dapat menyubstitusi pengencer konvensional berbasis kuning telur untuk penyimpanan semen kerbau pada 5ºC selama 120 jam.Kata kunci: kuning telur, lesitin, pengencer, semen cair, semen kerbauABSTRACTConventional egg yolk-based diluent animal origin carries the risk of microbial contamination and interference with microscopic examination. This study was conducted to assess whether substitution of egg yolk with soy lecithin in tris-based diluents can maintain the quality of buffalo spermatozoa stored at 5°C for 120 h. Ejaculate from 3 buffaloes aged 3-4 years and body weight of 450-500 kg was collected using an artificial vagina. Semen was diluted with diluent containing 20% egg yolk (control) and diluent with concentrations of lecithin 1%, 2%, 3% and 4% (treatment). Spermatozoa parameters were assessed at intervals of 0, 72 and 120 h after the diluted semen was stored at 5°C for 120 h. The percentages of motility and normal spermatozoa did not differ significantly (P<0.05) between 1% lecithin and control diluents. However, 1% of lecithin was able to maintain both parameters after stored at 5°C for 120 h. The percentages of viability, membrane integrity and functional acrosome of spermatozoa in 1% lecithin were higher (P<0.05) than control and the other three treatment diluents. In conclusion, 1% of lecithin diluent could substitute conventional egg yolk-based diluent for the storage of buffalo semen at 5ºC for 120 h.Keywords: buffalo semen, egg yolk, lecithin, diluents, liquid semen
Karakteristik Fermentasi Rumen dan Keseimbangan Nitrogen Domba yang Diberi Minyak Kanola Murni dan Terenkaspulasi Mawar Mawar; Sri Suharti; I Komang Gede Wiryawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 6, No 3 (2019): JITRO, September
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.527 KB) | DOI: 10.33772/jitro.v6i3.8147

Abstract

ABSTRAK                                                            Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh minyak kanola tanpa proteksi dan terenkapsulasi pada karakteristik fermentasi rumen. di domba garut jantan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan rancangan 3 perlakuan dan 5 kelompok sebagai ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (kontrol/pakan ternak:konsentrat = 60:40), P1: P0 (mengandung minyak kanola 4% dari total ransum); P2: P0 (mengandung mikroenkapsulasi minyak kanola 4% dari total ransum). Bahan pelapis yang digunakan dalam produk mikroenkapsulasi memiliki komposisi 50% maltodekstrin dan 50% gum arab. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan penambahan minyak kanola bebas maupun minyak kanola proteksi pada ransum sangat nyata (P<0,01) menurunkan populasi protozoa. Sintesis protein bakteri, NH3, retensi nitrogen, dan kadar BUN sangat nyata meningkat (P<0,01) pada pemberian minyak kanola bebas. Sementara penurunan terjadi pada pemberian minyak kanola terenkaspulasi dibandingkan kontrol. Namun, penambahan 4% minyak kanola bebas dan terenkapsulasi tidak signifikan mempengaruhi populasi bakteri total dan VFA. Dapat disimpulkan bahwa penambahan minyak kanola tanpa proteksi memberikan produksi NH3, BUN, dan SPM tertinggi di rumen serta minyak kanola dalam bentuk bebas dan terenkaspulasi mampu menurunkan pertumbuhan protozoa rumen yang merupakan predator bakteri tetapi tidak dapat menstimulasi pertumbuhan populasi bakteri rumen.Kata Kunci: mikroenkapsulasi, minyak kanola, rumen, spm, total bakteriABSTRACTThis experiment aimed to investigate the effects of unprotected and microencapsulated canola oil on rumen fermentation characteristics in Garut young rams. The design of experiment was using randomized block design (RBD) with 3 treatments and 5 groups as replication. The treatments were T0 (control/forage:concentrate = 60:40), T1 = T0 (Contain canola oil 4% total diet), T2 T0 (Contain microencapsulated canola oil (4% total diet). Coating materials composition used in microencapsulation were 50% maltodextrin and 50% arabic gum. The data were analyzed by using analysis of variance (ANOVA). The results showed that addition either protected or unprotected of canola oil on diet significantly (P<0.05) decreased rumen protozoa population. Microbial protein synthesis (MPS), NH3 nitrogen retention, and BUN were significantly (P<0.01) increased in unprotected canola oil meanwhile was decreased in the microencapsulated. Nonetheless, addition 4% of protected or unprotected canola oil did not significantly affect total bacterial population and VFA. It is concluded that addition of the unprotected canola oil gave the highest production of NH3, BUN, and MPS in rumen. In addition, the use of unprotected and microencapsulation of canola oil reduced the population of protozoa which are the predators of bacteria, but could not stimulate the growth population of rumen bacteria.Keywords: beef, diversification, development strategy, population

Page 1 of 2 | Total Record : 13