cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Ecogreen
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24079049     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Ecogreen diterbitkan oleh Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan Universitas Halu Oleo dengan frekuensi terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober. Isi jurnal terbuka untuk berbagai tulisan dari hasil penelitian dan catatan penelitian dari berbagai aspek yang terkait dengan bidang manajemen hutan, silvikultur, teknologi hasil hutan dan ilmu lingkungan. Jurnal ini diterbitkan dengan tujuan sebagai media komunikasi ilmiah para pemerhati dibidang kehutanan dan lingkungan, agar dapat diketahui, didiskusikan dan dimanfaatkan bersama
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019)" : 16 Documents clear
ADAPTASI NELAYAN BAJAU TERHADAP DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DI PESISIR SOROPIA KABUPATEN KONAWE, SULAWESI TENGGARA Satria Dewiyanti; Amar Ma'ruf; Lies Indriyani
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.448 KB)

Abstract

This study aims to identify the adaptation form of Bajau Fishermen to the impacts of climate change that they have felt or experienced in the coast of Soropia,  Konawe district. The data of this study were collected through observation and in-depth interviews to the respondents who were selected from several Bajau villages in the coast of Soropia by using purposive and snowball sampling methods. Additional information was obtained through literature study and secondary data sources from village officials and related institutions. The key respondents interviewed in this study were 24 fishermen who have experience in fishing operation over 10 years. The results showed that the impact of global climate change felt or experienced by the Bajau fishermen were the increased risk of fishing, reduced fish production, increased fishing costs, the ineffectiveness of fishing gear they used and the difficulty in determining fishing grounds. The forms of adaptation carried out by Bajau fishermen in the Soropia Coast to the changes in environmental conditions due to the climate change impact are utilizing the potential of coastal resources, changing capture areas, varying the use of fishing gear, and diversifying of livelihoods. Key Words :Adaptation, Bajau Fishermen, Climate Change, Impact
INDIKATOR KUALITAS AIR SUNGAI DENGAN MENGGUNAKAN MAKROINVERTEBRATA DI SUNGAI WANGGU Kahirun Kahirun; La Ode Siwi; Ridwan Adi Surya; La Ode Muhammad Erif; Asramid Yasin; Ifrianty Ifrianty
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.467 KB)

Abstract

ABSTRAKMakroinvertebrata berperan penting dalam suatu perairandan telah lama digunakan sebagai bioindikator kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi tingkat pencemaran air Sungai Wanggu dengan menggunakan makroinvertebrata. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai September 2017. Sedangkan parameter yang diamati yaitu fisik, kimia dan biologi. Parameter fisik meliputi (suhu, TSS, kekeruhan dan kecepatan arus). Parameter kimia meliputi (pH, COD, BOD dan DO). Sedangkan parameter biologi yaitu (makroinvertebrata). Hasil pengujian yang dilakukan menunjukkan bahwa untuk parameter fisik–kimia perairan, yaitu suhu 340C, 310C dan 350C, TSS 9,26 mg l-1, 13,49 mg l-1 dan 11,53 mg l-1. Kekeruhan 2,15 NTU, 1,86 NTU dan1,95 NTU. Kecepatan arus 35,06 ms-1, 4,77 ms-1 dan 40,48 ms-1. PH 7,16, 7,45 dan 7,78. COD 2,15 mg l-1, 6,38 mg l-1 dan 4,72 mg l-1. BOD 1,09 mg l-1, 1,39 mg l-1 dan 1,18 mg l-1. DO 7,42 mg l-1, 6,95 mg l-1 dan 7,26 mg l-1. Parameter biologi yaitu makroinvertebrata menghasilkan nilai FBI yaitu pada stasiun-I 4,42 dengan kriteria baik, stasiun-II 4,82 kriteria baik dan pada stasiun-III dengan nilai 7,32 dengan kriteria buruk sekali. Dengan demikian kualitas perairan agak tercemar dan tercemar sangat berat.     Kata kunci : Makroinvertebrata,Sungai Wanggu, Kualitas Air.
SIFAT ANATOMI ROTAN TOHITI (Calamus inops Beccari) DI KAWASAN HUTAN LINDUNG GUNUNG PAPALIA DESA MATA WOLASI KECAMATAN WOLASI KABUPATEN KONAWE Anatomy Nature Tohiti Rattan (Calamus inops Beccari) in Protected Forest Area Of Papalia Mountain Mata Wolasi Village, Wolasi District, Sout Wolasi Nurhayati Hadjar; Niken Pujirahayu; Istia Sitia Warni
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.731 KB)

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the nature of anatomy Tohiti Rattan (Calamus inops Beccari) that is in Protected Forest Area Mountain Springs Village Papalia Wolasi District of Wolasi Konsel.  This research method using descriptive and anatomical measurements using standard IAWA (International Association Of Wood Anatomically, 2008).  Vascular bundles at Rattan Tohiti network file consists of a collection vessel (metaxylem, protoxylem and phloem) and the fiber bundle. The average diameter metaxylem 233,74μm and the average diameter protoxylem 37,87μm. The proportion of cells rattan Tohiti, obtained the proportion of parenchymal cells, fiber bundle 48,93%, 39,02% metaxylem, phloem protoxylem 4,98% and 2,63%. Based on measurements of fiber dimensions Tohiti rattan, known fiber length very long 1956,52μm, classified as moderate 13,55μm fiber diameter, the average diameter of the lumen 5,62μm and an average wall thickness 4,27μm.  Keywords: Rattan Tohiti, Structural Anatomy, Fiber Dimensions.                     
VALUASI JASA LINGKUNGAN PADA HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN KENDARI BARAT KOTA KENDARI Sahindomi Bana; Abdul Sakti; abigael Kabe
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.309 KB)

Abstract

Hutan mangrove terletak di daerah perbatasan antara habitat darat dan laut menjadikan kawasan ini menjadi rentan dalam upaya konversi lahan. Umumnya diwilayah perkotaan perambahan kawasan hutan mangrove dimanfaatkan untuk pengembangan kota, areal pengunaan lain, dan pembangunan sarana prasarana. Keberadaan hutan mangrove dianggap tidak signifikan memiliki pengaruh dalam pertumbuhan ekonomi. Sehingga penting untuk dilakukan kajian valuasi jasa lingkungan pada hutan mangrove. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pemanfaatan dan nilai valuasi ekonomi total hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Variabel yang diamati yaitu (1) vegatasi mangrove; (2) jenis pemanfatan hutan mangrove yang dilakukan oleh pemeritah, swasta dan masyarakat; (3) masyarakat yang memanfaatkan kawasan hutan mangrove; (4) Pengunjung yang memanfaatkan ruang terbuka hutan mangrove. Analisis data yang dilakukan yaitu identifikasi pemanfaatan hutan mangrove, identifikasi manfaat dan fungsi ekosistem mangrove, manfaat tidak langsung (MTL). Hasil penelitian menunjukkan jenis penyusun hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat terdiri dari 3 famili yaitu famili Rhizophoraceae terdiri dari Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata, famili Avicenniaceae terdiri dari Avicennia alba dan Avicennia lanata dan famili  Sonneratiaceae adalah Soneratia alba. Nilai valuasi ekonomi total hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari adalah nilai Rp. 528.947.987 per tahun yang bersumber dari nilai manfaat langsung (ML) sebesar 193.800.000, Manfaat Tidak Langsung (MTL) sebesar Rp. 143.672.987; Manfaat Pilihan (MP) sebesar Rp. 160.875.000 dan manfaat eksistensi (ME) sebesar Rp 30.600.000.  Nilai tersebut menunjukkan nilai ekonomi hutan mangrove sangat penting sehingga keberadaanya perlu dilestarikan Kata kunci : Hutan Mangrove, Manfaat Langsung, Manfaat Tidak Langsung, Manfaat Pilihan dan Manfaat Eksistensi
STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA DI TELUK KENDARI La Ode Agus Salim Mando; Umar Ode Hasani; Abdul Sakti
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.669 KB)

Abstract

ABSTRAKPenilitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata dengan menganalisis faktor internal dan eksternal. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Lahundape Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. Pengambilan data dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yakni pada bulan Oktober sampai November 2018. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pendekatan gabungan (analisis kuantitatif dan kualitatif). Pengambilan responden ditentukan dengan metode purposive sampling dan accidental sampling yang terdiri dari perwakilan intansi terkait, perwakilan perguruan tinggi, perwakilan LSM, masyarakat lokal dan wisatawan. Teknik pengambilan data menggunakan instrument pengumpulan data non-test, yaitu; melalui wawancara terpimpin, observasi, dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan menjadi dua yakni kedalam faktor internal dan faktor eksternal. Selanjutnya, dianalisis dengan menggunakan matrik SWOT. Hasil penelitian yaitu, Strategi Pengembangan Ekowista : a) Mengkonservasi mangrove dengan menjadikan Kawasan Mangrove Lahundape Kota Kendari sebagai alternatif tempat ekowisata baru; b) Memanfaatkan dukungan modal dari pemerintah kota dan dinas-dinas terkait, untuk membangun sarana dan prasarana wisata, serta pelayanan dan pengawasan; c) Memanfaatkan keberadaan masyarakat di sekitar Kawasan Ekowisata Mangove Kelurahan Lahundape yang kooperatif; d) Melakukan promosi melalui media cetak maupun media elektronik; e) Memanfaatkan lembaga pendidikan, lemabaga swadaya masyarakat, instansi terkait, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kendari sebagai mitra. Kata-kata Kunci: Hutan Mangrove, Kawasan Ekowisata, Strategi Pengembangan, Analisis SWOT ABSTRACT This study aims to formulate a strategy for developing mangrove forests as an ecotourism area by analyzing internal and external factors. The research location was in Lahundape Sub-District, West Kendari District, Kendari City. Data retrieval is carried out for 2 (two) months, namely from October to November 2018. The research method used in this study was descriptive with a combined approach method (quantitative and qualitative analysis). Retrieval of respondents was determined by purposive sampling method and accidental sampling consisting of relevant agency representatives, representatives of universities, representatives of NGOs, local communities and tourists. The data collection technique uses non-test data collection instruments, namely; through guided interviews, observations, and literature studies. The data obtained is then grouped into two namely into internal factors and external factors. Furthermore, it was analyzed using the SWOT matrix. The results of the study are, Ecotourism Development Strategy: a) Conserving mangroves by making the Lahundape Mangrove Area of Kendari City as an alternative place for new ecotourism; b) Utilizing capital support from the city government and related agencies, to build tourism facilities and infrastructure, as well as services and supervision; c) Utilizing the existence of a cooperative community around the area of Lahundape Village Mangrove Ecotourism; d) Promotion through print and electronic media; e) Utilizing educational institutions, non-governmental organizations, related institutions, Regional Representatives of Kendari City as partners. Key Words: Development Strategy, Mangrove Forest, Ecotourism Area, SWOT Analysis
MEMPERTENTANGKAN ATAU MEMPERSATUKAN? PEMBELAJARAN DARI TERBITNYA KEBIJAKAN PINJAM PAKAI KAWASAN HUTAN DI INDONESIA Suprapto Suprapto; San Afri Awang; Ahmad Maryudi; Wahyu Wardhana
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.313 KB)

Abstract

AbstrakSumber daya lahan di Indonesia dapat dimanfaatkan dalam berbagai sektor berbasis lahan antara lain pertambangan dan kehutanan. Areal konsesi pertambangan banyak yang bersinggungan dengan kawasan hutan, sehingga dapat meningkatkan potensi konflik terutama di era desentralisasi. Izin pinjam pakai kawasan hutan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menjembatani kepentingan kedua sektor. Tujuan tulisan ini adalah menganalisis kebijakan izin pinjam pakai kawasan hutan untuk mengantisipasi pembangunan di luar kehutanan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode/pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumen review. berdasarkan penelitian mengungkap bahwa tumpang tindih areal konsesi pertambangan dengan kehutanan diakibatkan tumpang tindihnya tugas dan fungsi birokrasi pelaksana dan aturan yang harus menjadi pedoman. Kebijakan pinjam pakai kawasan hutan belum mampu menjamin berkurangnya konflik sehingga perlu percepatan pengukuhan kawasan hutan dan penggunaan satu peta acuan sebagai salah satu solusi. Kata kunci : pertambangan dan kehutanan, tumpang tindih kawasan hutan, pinjam pakai kawasan hutan

Page 2 of 2 | Total Record : 16