Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

VALUASI JASA LINGKUNGAN PADA HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN KENDARI BARAT KOTA KENDARI Sahindomi Bana; Abdul Sakti; abigael Kabe
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.309 KB)

Abstract

Hutan mangrove terletak di daerah perbatasan antara habitat darat dan laut menjadikan kawasan ini menjadi rentan dalam upaya konversi lahan. Umumnya diwilayah perkotaan perambahan kawasan hutan mangrove dimanfaatkan untuk pengembangan kota, areal pengunaan lain, dan pembangunan sarana prasarana. Keberadaan hutan mangrove dianggap tidak signifikan memiliki pengaruh dalam pertumbuhan ekonomi. Sehingga penting untuk dilakukan kajian valuasi jasa lingkungan pada hutan mangrove. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi jenis pemanfaatan dan nilai valuasi ekonomi total hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari. Variabel yang diamati yaitu (1) vegatasi mangrove; (2) jenis pemanfatan hutan mangrove yang dilakukan oleh pemeritah, swasta dan masyarakat; (3) masyarakat yang memanfaatkan kawasan hutan mangrove; (4) Pengunjung yang memanfaatkan ruang terbuka hutan mangrove. Analisis data yang dilakukan yaitu identifikasi pemanfaatan hutan mangrove, identifikasi manfaat dan fungsi ekosistem mangrove, manfaat tidak langsung (MTL). Hasil penelitian menunjukkan jenis penyusun hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat terdiri dari 3 famili yaitu famili Rhizophoraceae terdiri dari Rhizophora apiculata dan Rhizophora mucronata, famili Avicenniaceae terdiri dari Avicennia alba dan Avicennia lanata dan famili  Sonneratiaceae adalah Soneratia alba. Nilai valuasi ekonomi total hutan mangrove di Kecamatan Kendari Barat Kota Kendari adalah nilai Rp. 528.947.987 per tahun yang bersumber dari nilai manfaat langsung (ML) sebesar 193.800.000, Manfaat Tidak Langsung (MTL) sebesar Rp. 143.672.987; Manfaat Pilihan (MP) sebesar Rp. 160.875.000 dan manfaat eksistensi (ME) sebesar Rp 30.600.000.  Nilai tersebut menunjukkan nilai ekonomi hutan mangrove sangat penting sehingga keberadaanya perlu dilestarikan Kata kunci : Hutan Mangrove, Manfaat Langsung, Manfaat Tidak Langsung, Manfaat Pilihan dan Manfaat Eksistensi
STRATEGI PENGEMBANGAN HUTAN MANGROVE SEBAGAI KAWASAN EKOWISATA DI TELUK KENDARI La Ode Agus Salim Mando; Umar Ode Hasani; Abdul Sakti
Jurnal Ecogreen Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Haluoleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.669 KB)

Abstract

ABSTRAKPenilitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan hutan mangrove sebagai kawasan ekowisata dengan menganalisis faktor internal dan eksternal. Lokasi penelitian berada di Kelurahan Lahundape Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari. Pengambilan data dilaksanakan selama 2 (dua) bulan yakni pada bulan Oktober sampai November 2018. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan metode pendekatan gabungan (analisis kuantitatif dan kualitatif). Pengambilan responden ditentukan dengan metode purposive sampling dan accidental sampling yang terdiri dari perwakilan intansi terkait, perwakilan perguruan tinggi, perwakilan LSM, masyarakat lokal dan wisatawan. Teknik pengambilan data menggunakan instrument pengumpulan data non-test, yaitu; melalui wawancara terpimpin, observasi, dan studi pustaka. Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan menjadi dua yakni kedalam faktor internal dan faktor eksternal. Selanjutnya, dianalisis dengan menggunakan matrik SWOT. Hasil penelitian yaitu, Strategi Pengembangan Ekowista : a) Mengkonservasi mangrove dengan menjadikan Kawasan Mangrove Lahundape Kota Kendari sebagai alternatif tempat ekowisata baru; b) Memanfaatkan dukungan modal dari pemerintah kota dan dinas-dinas terkait, untuk membangun sarana dan prasarana wisata, serta pelayanan dan pengawasan; c) Memanfaatkan keberadaan masyarakat di sekitar Kawasan Ekowisata Mangove Kelurahan Lahundape yang kooperatif; d) Melakukan promosi melalui media cetak maupun media elektronik; e) Memanfaatkan lembaga pendidikan, lemabaga swadaya masyarakat, instansi terkait, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Kendari sebagai mitra. Kata-kata Kunci: Hutan Mangrove, Kawasan Ekowisata, Strategi Pengembangan, Analisis SWOT ABSTRACT This study aims to formulate a strategy for developing mangrove forests as an ecotourism area by analyzing internal and external factors. The research location was in Lahundape Sub-District, West Kendari District, Kendari City. Data retrieval is carried out for 2 (two) months, namely from October to November 2018. The research method used in this study was descriptive with a combined approach method (quantitative and qualitative analysis). Retrieval of respondents was determined by purposive sampling method and accidental sampling consisting of relevant agency representatives, representatives of universities, representatives of NGOs, local communities and tourists. The data collection technique uses non-test data collection instruments, namely; through guided interviews, observations, and literature studies. The data obtained is then grouped into two namely into internal factors and external factors. Furthermore, it was analyzed using the SWOT matrix. The results of the study are, Ecotourism Development Strategy: a) Conserving mangroves by making the Lahundape Mangrove Area of Kendari City as an alternative place for new ecotourism; b) Utilizing capital support from the city government and related agencies, to build tourism facilities and infrastructure, as well as services and supervision; c) Utilizing the existence of a cooperative community around the area of Lahundape Village Mangrove Ecotourism; d) Promotion through print and electronic media; e) Utilizing educational institutions, non-governmental organizations, related institutions, Regional Representatives of Kendari City as partners. Key Words: Development Strategy, Mangrove Forest, Ecotourism Area, SWOT Analysis
ANALISIS KESEDIAAN MEMBAYAR (WILLINGNESS TO PAY) SUMBERDAYA AIR DAERAH ALIRAN SUNGAI WANGGU BAGIAN TENGAH Ahmaliun, La De; Arafah, Nur; Bana, Sahindomi; Alwi, La Ode; Laksananny, Satya Agustina; Arniawati, Arniawati; Sakti, Abdul; Fitriani, Dewi; Gandri, La; Qadri, Muhammad Saleh; Putri, Sarwinda Intan
MAKILA Vol 18 No 2 (2024): Makila: Jurnal Penelitian Kehutanan
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/makila.v18i2.14993

Abstract

The Wanggu Watershed is one of the water resources providers in the Southeast Sulawesi region and is part of the Wanggu Watershed community life. This research aims to identify. This study aims to determine the Willingness To Pay value (WTP) of the Wanggu Sub Watershed as the cost of maintaining water sources. The location of this study is within the central Wanggu watershed area. The sampling method is carried out by Purposive Sampling and Convenience Sampling methods at the same time. The respondents were 54 people, including farmers, fishermen, traders, and entrepreneurs using water sources around the Wanggu watershed. Respondents' backgrounds include characteristics of gender, age, education level, and type of work. This study result showed that the willingness to pay (WTP) value obtained from using the water resources of Wanggu Sub Watershed from the Lepo-Lepo Village community is Rp. / year from the Watubangga Village community.
Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Media Taman Tanaman Multi Propose Tree Species (MPTS) pada Kelompok Tani Bukit Hijau : Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Media Taman Tanaman Multi Propose Tree Species (MPTS) pada Kelompok Tani Bukit Hijau Bana, Sahindomi; Nurchayani, Yeni Widyana; Indriyani, Lies; Hadjar, Nurhayati; Pujirahayu, Niken; Basruddin, Basruddin; Rosmarlinasiah, Rosmarlinasiah; Lade Ahmaliun, Lade Ahmaliun; Hamzah, Nurnaningsih; Sakti, Abdul; Kabe, Abigael; Putri , Sarwinda Intan
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v5i1.41553

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penyediaan bibit MPTS (Multy Purpose Tree Species) yang berkualitas, melalui pemberian materi dan demonstrasi pembuatan media tanam yang tepat. Materi yang disampaikan oleh Dr. Basruddin, SP., M.Si., dan Dr. Ir. Yenni Widyana Nurchahyani Ratnaningrum, S.Hut., M.Sc., mencakup pentingnya media tanam yang optimal, seperti komposisi pasir, tanah, dan kompos, serta peran petani dalam memastikan bibit yang sehat dan bebas penyakit. Demonstrasi ini melibatkan penyusunan campuran media tanam yang tepat, serta pemindahan bibit ke dalam kantong polibag. Teknik-teknik yang disampaikan bertujuan untuk mendukung pertumbuhan bibit yang kuat dan sehat, yang nantinya dapat ditanam di lokasi rehabilitasi. Dengan pengetahuan yang diperoleh, petani diharapkan dapat meningkatkan kualitas bibit dan mendukung keberhasilan program rehabilitasi serta pemulihan ekosistem secara berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan dalam usaha menghasilkan bibit berkualitas untuk tujuan rehabilitasi lahan dan konservasi alam.
Melestarikan Budaya Peduli Ekosistem Mangrove Bagi Penyuluh Agama dan Organisasi Kepemudaan di Kota Kendari Sakti, Abdul; Sahindomi Bana; Wiwin Rahmawati Nurdin; Nurnaningsih Hamzah; Abigael Ka’be; Nurhayati Hadjar; Lade Ahmaliun; Pendais Haq; La Ode Dinda; La Ode Marhini; Khabiirun; Agus Rihu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Hutan Vol 2 (2) Tahun 2024
Publisher : Program Studi Kehutanan, Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/kehutanan.v2i2.253

Abstract

The Kendari Bay mangrove ecosystem has an important role in maintaining the balance of coastal and marine ecosystems, especially as a natural protector from coastal erosion and seawater abrasion, as well as a habitat for various flora and fauna. However, these ecosystems continue to face pressure from human activities, such as deforestation for ponds, reclamation, and coastal development, which are exacerbated by climate change. This community service aims to increase awareness of mangrove sustainability in Kendari Bay, by involving religious extension workers and youth organizations. This activity included socialization about the importance of mangrove conservation and the planting of 300 mangrove seedlings in the area. Religious extension workers, as pioneers in the community, have an important role in spreading a culture of caring for the environment. Similarly, youth organizations act as agents of change that promote the values of environmental care among members and the wider community. Through the collaboration between Halu Oleo University, the Regional Office of the Ministry of Religious Affairs of Southeast Sulawesi, and the Ansor Youth Movement, this program is expected to be able to create conservation cadres and build a culture of caring for the environment. This effort not only focuses on mangrove planting, but also integrates religious and youth values in conservation practices. Thus, this program contributes to the preservation of sustainable mangrove ecosystems in Kendari Bay
Spatiotemporal dynamics of vegetation density in moramo district protected forest: A remote sensing approach Gandri, La; Fatahuddin, Muhammad; Bana, Sahindomi; Hasani, Umar Ode; Sakti, Abdul; Fitriani, Dewi; Ahmaliun, La De; Muhsimin; Fitriani, Vivi
Applied Environmental Science Vol. 3 No. 1: (July) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/aes.v3i1.2025.1812

Abstract

Background: Protected forests in the Moramo District play a critical role in maintaining ecosystem balance, but they are increasingly threatened by human activities such as illegal logging and land use change. Vegetation density shifts can disrupt ecosystem functions, particularly the hydrological cycle. This study aims to analyze spatial and temporal changes in vegetation density in the Moramo District Protected Forest using remote sensing. Methods: To detect vegetation density changes, the NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) algorithm was employed using satellite imagery from Landsat OLI 8 (2013 and 2018) and Landsat OLI 9 (2023), processed with GIS software. NDVI values range from -1 to 1, allowing for vegetation condition assessment based on spectral reflectance. Findings: Results show a degradation trend in dense vegetation, with a decrease of 67.25 ha (2.86%) during 2013–2018 and 289.11 ha (12.31%) during 2018–2023. Conversely, moderately dense vegetation increased by 68.45 ha (2.91%) and 300.21 ha (12.78%) over the same periods, indicating signs of vegetation regeneration. Conclusion: Despite some vegetation recovery, forest ecosystems continue to face high pressure. More adaptive conservation strategies supported by spatial monitoring are needed to reduce degradation and support long-term sustainability. Novelty/Originality of this article: This study uniquely integrates a multi-temporal NDVI-based approach with socio-ecological analysis and GIS tools to monitor vegetation dynamics. It offers valuable insights for adaptive forest management in the Moramo District Protected Forest, an area previously lacking detailed environmental change analysis.
LOMBA VIDEO PENDEK KONSERVASI MANGROVE UNTUK PENGUATAN LITERASI LINGKUNGAN GENERASI MUDA Nurnaningsih Hamzah; Abdul Sakti; Dewi Fitriani; Niken Puji Rahayu; Sahindomi Bana; Zakiah Uslinawaty
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.852

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir, mendukung keanekaragaman hayati, menyimpan karbon, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat pesisir. Namun, keberlanjutan ekosistem tersebut masih menghadapi berbagai tekanan akibat perubahan penggunaan lahan, pembangunan kawasan pesisir, pencemaran, dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi mangrove. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi lingkungan generasi muda melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana kampanye konservasi mangrove. Sasaran kegiatan adalah mahasiswa dan pelajar dari berbagai latar belakang yang memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan dan media digital, dengan melibatkan 15 peserta dalam kegiatan lomba video pendek “Satu Menit Selamatkan Mangrove”. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi konservasi mangrove, penyusunan konsep dan produksi video, publikasi kampanye digital melalui Instagram, penilaian karya, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menghasilkan 15 video edukatif bertema konservasi mangrove. Kampanye digital yang dilakukan melalui Instagram mampu menjangkau sekitar 5.400 akun dan memperoleh sekitar 3.200 interaksi digital berupa tanda suka, komentar, dan berbagi. Kegiatan ini menunjukkan bahwa lomba video pendek berbasis media digital dapat menjadi strategi edukasi lingkungan yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakter generasi muda. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi generasi muda dalam penyebarluasan pesan konservasi mangrove serta berpotensi dikembangkan secara berkelanjutan melalui evaluasi literasi lingkungan yang lebih terukur.
REHABILITASI MANGROVE TELUK KENDARI BERBASIS EDUKASI LINGKUNGAN DAN KOLABORASI MULTIPIHAK Nurhayati Hadjar; Abdul Sakti; Nurnaningsih Hamzah; Sarwinda Intan Putri; Abigael Kabe; Lade Ahmaliun
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v3i2.853

Abstract

Ekosistem mangrove di Teluk Kendari memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan pesisir, tetapi kawasan ini mengalami penurunan kualitas lingkungan yang ditandai dengan berkurangnya tutupan mangrove sebesar 15% per tahun, kerusakan habitat akibat pembangunan dan konversi lahan, serta rendahnya partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung rehabilitasi mangrove melalui edukasi lingkungan, aksi penanaman, dan penguatan kolaborasi multipihak berbasis Campus-Based Environmental Stewardship. Kegiatan melibatkan 250 peserta yang terdiri atas sivitas akademika, siswa sekolah menengah atas, perwakilan instansi pemerintah, masyarakat, serta tujuh mitra strategis dalam bidang lingkungan dan rehabilitasi pesisir. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi mengenai fungsi ekologis mangrove, demonstrasi teknik penanaman, praktik penanaman bibit, evaluasi pemahaman melalui kuis, serta penguatan jejaring konservasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta berhasil menanam 500 bibit mangrove yang terdiri atas Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Bruguiera gymnorrhiza. Peningkatan pengetahuan peserta terlihat melalui kuis berhadiah yang memuat 20 pertanyaan tentang materi sosialisasi, dengan siswa sekolah menengah atas menjadi kelompok yang paling aktif dan paling banyak memberikan jawaban benar. Kolaborasi tersebut mendorong pembagian peran yang lebih jelas antara kampus, pemerintah, sekolah, masyarakat, dan mitra lingkungan dalam pelaksanaan konservasi pesisir berkelanjutan secara bersama. Kegiatan ini meningkatkan keterlibatan peserta dalam konservasi, memperkuat kolaborasi antarpemangku kepentingan, menumbuhkan kepedulian lingkungan, dan mendukung pemulihan kawasan pesisir. Program ini berpotensi dilanjutkan melalui pemantauan pertumbuhan bibit, pemeliharaan rutin, pendampingan berkala, serta perluasan kemitraan dan edukasi konservasi kepada siswa sekolah menengah pertama.