cover
Contact Name
Abdul Syaban
Contact Email
selamiips@uho.ac.id
Phone
+6285341307275
Journal Mail Official
selamiips@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
SELAMI IPS
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 14102323     EISSN : 27456501     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/selami
Journal Description : SELAMI IPS ialah jurnal yang memberi perhatian pada masalah-masalah sosial budaya, ekonomi, pendidikan dan Humaniora terutama dalam kaitannya dengan pembangunan pendidikan nasional dan pengembangan berbagai aspek kehidupan di dalam masyarakat. SELAMI IPS merupakan jurnal Open-Access dan diterbitkan dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Artikel yang dapat dipertimbangkan untuk dimuat dalam jurnal ini adalah hasil pelaksanaan kegiatan penelitian yang sesuai dengan focus dan scope jurnal diantaranya: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Akuntansi, Teknologi Pendidikan, Pendidikan Bahasa, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pengembangan Kurikulum, Manajemen Pendidikan, Hukum. Penulis yang mengirimkan naskah ke SELAMI IPS harus mengikuti pedoman penulisan, fokus dan cakupan jurnal, serta template jurnal. Jika naskah yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan tersebut, maka artikel akan ditolak. Naskah yang dikirim oleh penulis akan diproses oleh editor dalam jangka waktu 1 minggu sehingga penulis mendapatkan kepastian status artikelnya (diteruskan untuk reviewer atau ditolak langsung). Jika tulisan diterima oleh editor maka diteruskan oleh reviewer. Keseluruhan proses publikasi pada jurnal ini memerlukan paling lama 2 bulan..
Articles 96 Documents
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI MUNA NOMOR 44 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS DAN FUNGSI POKOK CAMAT (Studi Di Kantor Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna) Yamin, La Ode; Syahbuddin, Syahbuddin; Nerlin, Nerlin
SELAMI IPS Vol 2, No 46 (2017): JURNAL SELAMI UHO
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v2i46.8525

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna; (2) Untuk mengetahui faktor-faktor penghambat Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camatdi Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. (3).Untuk mengetahui upaya camat dalam mengatasi hambatan implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat, di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna. Informan dalam penelitian ini sebanyak 13 orang, 1 orang Camat, 1 orang Kepala seksi pemerintahan, ketentraman, dan ketertiban, 1 orang Kepala seksi Pelayanan Umum dan Kesejahteraan Sosial, 1 orang Kepala seksi ekonomi dan pembangunan, 3 orang Kepala Desa/Lurah dan 6 orang Tokoh Masyarakat. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa: (1) Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat secara umum telah dilaksanakan dengan maksimal hal tersebut dapat dilihat pada perannya dalam Mengkordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, Mengkordinasikan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum, Mengkordinasikan pemeliharaan sarana dan prasarana pelayanan umum, Membina dan mengawasi penyelenggaraan kegiatan Desa/Kelurahan. Pada tugas ini camat telah melakukan kordinasi dengan para Kepala Desa/Lurah serta dengan tokoh masyarakat dengan baik sebagaimana dengan yang di amanahkan oleh undang- undang; (2) Faktor- faktor yang menghambat Camat Napabalano dalam Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat di lingkup wilayah kecamatan napabalano adalah Sarana-prasarana yang terbatas, Kualitas sumber daya manusia para pegawai, Keuangan yang tidak sesuai dengan cakupan tugas yang diberikan serta Kesadaran masyarakat dalam memahami prosedur kepengurusan. (3). Upaya- upaya yang di lakukan oleh Camat Napabalano untuk mengatasi hambatan dalam Implementasi Peraturan Bupati Muna Nomor 44 Tahun 2016 Tentang Tugas dan Fungsi Pokok Camat dilakukan dengan sikap kepemimpinan yang tetap tegas, mengkordinasikan dengan pemerintah Daerah Kabupaten, memberikan pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia para pegawai,  serta memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana prosedur kepengurusan yang baik dikecamatan. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Camat berperan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Napabalano namun belum berjalan maksimal yang disebabkan beberapa faktor penghambat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Kata Kunci: Implementasi, Peraturan Bupati, Tugas Pokok dan Fungsi Camat
PEMBINAAN MORAL SISWA PADA SMA NEGERI 1 NAPANO KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT Walelei, Risnawati; Asuru, Arsidik; Hijrah, Wa Ode
SELAMI IPS Vol 1, No 45 (2017): JURNAL SELAMI UHO 2017
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v1i45.8668

Abstract

Abstrak: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Bentuk-bentuk pembinaan moral siswa pada SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat dan mengetahui upaya-upaya pembinaan moral siswa pada SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat. Lokasi  penelitian adalah Di Desa Lahaji Kecamatan Napano Kusambi   Kabupaten Muna Barat  di SMA Negeri 1 Napano Kusambi, Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik wawancara dan dokumentasi  dengan menggunakan informan 10 orang selanjutnya di analisis dengan sumber data kualitatif. Hasil penelitian ini menujukan bahwa: 1) Bentuk-bentuk pembinaan moral siswa pada SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat (a) memberi bimbingan untuk berbuat baik kepada orang tua seperti bersikap sopan contoh memberi salam setelah pulang sekolah, tidak berbicara keras atau kasar  dan bersikap sabar dalam menahan marah contohnya tidak membentak orang tua. (b) Memberi Motivasi untuk berbuat baik seperti tidak melakukan perbuatan tidak terpuji contohnya berkata tidak jujur dan tidak sopan di lingkungan sekolah dan perbuatan tidak tercela contohnya sombong dan  memfitnah.(c) memberikan berbagai tuntutan moral seperti Membaca Al-Quran, Melaksanakan Sholat, dan menjalankan puasa dibulan suci Ramadhan. 2) Upaya yang dilakukan dalam guru dalam pembinaan moral siswa di SMA Negeri 1 Napano Kusambi Kabupaten Muna Barat  yakni mengarahkan untuk selalu berbuat baik, mengajarkan sopan santun. Kesimpulan penelitian ini adalah pembinaan moral siswa pada SMA Negeri 1 Napano Kusambi  Kabupaten Muna Barat dapat ditingkatkan di sekolah  melalui bentuk pembinaan moral siswa dan upaya pembinaan moral siswa. Kata kunci: Bentuk pembinaan Moral, Upaya pembinaan Moral
PERGESERAN NILAI TARIAN BUDAYA LULO PADA SUKU TOLAKI (Studi Kelurahan Tababu Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur ) -, Agus Priyadi; -, Samiruddin T; -, Syahbuddin -
SELAMI IPS Vol 12, No 1 (2019): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v12i1.10835

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui Nilai-nilai apa saja yang mengalami pergeseran, dalam Pelaksanaan Tarian Lulo dan mengetahui Faktor-faktor penyebab bergesernya nilai budaya dalam Tarian Lulodi Kelurahan Tababu, Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur. Metode  yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif dengan pendekatan kualitatif, dalam arti mendeskripsikan nilai-nilai yang bergeser pada tarian lulo dan faktor-faktor penyebab terjadinya pergeseran tarian lulo , secara objektif apa adanya sesuai dengan kondisi riil serta fenomena yang terjadi di Kelurahan Tababu. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai yang mengalami pergeseran dalam tarian lulo di Kelurahan Tababu Kecamatan Tirawuta Kabupaten Kolaka Timur yaitu : (1) Nilai Tekhnologi (2) Nilai Ekonomi (3) Nilai Etik dan (4) Nilai Estetik. Adapun faktor-faktor penyebabnya yaitu (1)adanya asimilasi budaya ( perpaduan antar budaya) (2) adanya penemuan baru (zaman modern) dengan adanya penemuan baru atau zaman yang lebih modern di dalam kehidupan masyarakat, dapat merubah nilai budaya tarian lulo itu sendiri karena dengan adanya penemuan baru dapat merubah atau melunturkan nilai kebudayaan dalam tarian lulo yang sejak lama di pertahankan oleh nenek moyang kita (suku tolaki) dari zaman dahulu.Kesimpulan dari penelitian ini yakni, telah terjadi pergeseran nilai budaya tarian lulo di kelurahan tababu kecamatan tirawuta kabupaten kolaka timur, pergeseran yang terjadi bermacam-macam yakni. Pertama, perubahan dalam alat music yang digunakan pada zaman dahulu menggunakan Gong tetapi sekarang dengan perkembangan zaman sudah menggunakan alat music elektone. Kedua, dalam segi ekonomi di zaman sekarang masyarakat harus menggeluarkan biaya yang cukup besar untuk menyewa alat music tersebut ( elektone ). Ketiga, gerakan tarian lulo yang dahulunya cuman satu gerakan tetapi sekarang dengan perkembangan zaman sudah banyak jenis atau model, mulai dari lulo stater, lulo segitiga dan berbagai macam jenis lainnya..Kata Kunci : Pergeseran Nilai Kebudayaan Tarian Lulo Pada Suku Tolaki
PERAN GURU PPKn DALAM MEMBINA KARAKTER SISWA SMP NEGERI 1 LASALEPA DESA BONEA KECAMATAN LASALEPA KABUPATEN MUNA Alniawati, Febbi; Iru, La; Hijrah, WA ODE
SELAMI IPS Vol 12, No 1 (2019): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v12i1.10840

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1. Bagaimana peran guru PPKn dalam membina karakter siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, 2. Untuk mengetahui nilai-nilai karakter yang ditanamkan pada siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Reponden dalam penelitian ini yaitu guru PPKn sebanyak 2 orang dan informannya itu Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna, Wakil Kepala Sekolah dan siswa SMP Negeri 1 Lasalepa sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data yaitu : wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1.Peran guru PPKn dalam membina karakter siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa Desa Bonea Kecamatan Lasalepa Kabupaten Muna sudah terealisasi dengan baik sesuai indikator menjadi model yang baik bagi siswa, membimbing sikap dan perilaku siswa, menjadi agen moral yang baik dalam membentuk kepribadian siswa, serta menjadi komunikator bagi siswa, sedangkan 2. Nilai-Nilai Karakter Yang Ditanamkan Pada Siswa di SMP Negeri 1 Lasalepa sudah ada beberapa nilai karakter  yang terlaksana seperti nilai religious, disiplin, jujur, jiwa kompetensi, cinta tanah air, kreatif dan peduli lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa 1.Peran guru PPKn dalam membina karakter siswa SMP Negeri 1 Lasalepa sudah terlaksana sesuai indikator peran guru PPKn sebagai model/contoh bagi anak, sebagai pembimbing, sebagai agen moral, dan sebagai komunikator. 2. Dari 18 nilai karakter yang harus dimiliki siswa, yang peneliti teliti hanya 7 nilai karakter yang dimiliki yakni nilai religius, disiplin, peduli lingkungan, jujur, jiwa kompetensi, kreatif dan cinta tanah air. Kata Kunci: Peran, Guru, Karakter
PENYEBAB PERBEDAAN JUMLAH MAHAR DALAM KAWIN PINANG (PIKA BHEKA-BHEKA) PADA MASYARAKAT ETNIS CIA CIA (STUDI DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA) Santi, Santi; A, Salimin; Irawaty, Irawaty
SELAMI IPS Vol 12, No 2 (2019): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v12i2.10846

Abstract

Abstrak: Tujuan dari  penelitian ini yaitu: a. untuk mengetahui alasan terjadinya perbedaan Jumlah mahar dalam kawin pinang (pika bheka-bheka) pada masyarakat etnis Cia Cia di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton; b. untuk mengetahui proses penyelesaian perbedaan jumlah mahar dalam kawin pinang (pika bheka-bheka). penelitian ini dilaksanakan di Desa Wabula Kecamatan Wabula Kabupaten Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Jenis peneltian yang digunakan adalah jenis penelitian berdasarkan taraf penelitian yaitu penelitian deskriptif yang hanya menggambarkan keadaan objek dengan analisis kualitatif . Subyek penelitian ini terdiri dari 5 (lima) orang yang terdiri dari 2 (dua) orang tokoh ada Wabula sebagai orang yang mengatur tata cara adat dalam pelaksanaan perkawinan pinang (pika bheka-bheka), Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wabula, 1 (satu) orang Imam/Khatib dan 1 (satu) orang Pegawai Pencatat Nikah (PPN). Teknik pengumpulan data yaitu: wawancara dan dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkawinan adat etnis Cia Cia menurut praktek hukum adat Wabula yang  didasarkan pada stratifikasi sosial masyarakat etnis Cia Cia terdiri dari golongan Kaomu, Awalaka, dan Maradika. Adapun jumlah mahar dalam setiap golongan tersebut sangatlah berbeda-beda. Keturunan Sultan dan Sapati akan masuk dalam Kaomu (bangsawan) yang memiliki mahar 150 bhoka untuk jabatan Sultani dan 125 bhoka untuk jabatan Sapati. Golongan Awalaka merupakan golongan yang berasal dari keturunan Bontotoa (jabatan untuk kepala kampung) yang memiliki mahar sebanyak 100 bhoka.  Sementara golongan maradika memiliki mahar 12 bhoka 4 kupa. Cara penyelesaian jumlah mahar untuk perkawinan berbeda golongan dapat diselesaikan dengan cara maradika manadikana (kesepakatan adat berdasarkan yang ditetapkan oleh tokoh adat) berdasarkan hukum adat yang berlaku. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa perbedaan jumlah mahar yang terjadi pada masyarakat etnis Cia Cia menurut praktek hukum adat yang tidak tertulis disebabkan oleh stratifikasi yang terjadi di dalam suatau masyarakat tersebut yakni golongan Kaomu, golongan Awalaka, dan golongan maradika. Perbedaan jumlah mahar pada masyarakat etnis Cia Cia dapat diselesaikan dengan cara mardika manadikana.Kata Kunci: Perbedaan Jumlah Mahar, Penyelesaian Jumlah Mahar, dan  Perkawinan Pinang
ETOS KERJA PEGAWAI PADA KANTOR CAMAT TONGKUNO KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Malfia, Malfia; Safar, Misran
SELAMI IPS Vol 2, No 46 (2017): JURNAL SELAMI UHO
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v2i46.8483

Abstract

Abstrak: Masalah penelitian ini adalah: 1) bagaimana etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna; dan 2) faktor-faktor apakah yang mempengaruhi etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna; dan 2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 17 orang pegawai dan 2 orang informan yang terdiri dari Sekretaris Camat dan 1 orang Tokoh Masyarakat. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui studi kepustakaan dan penelitian lapangan dengan teknik: (1) observasi, (2) wawancara, (3) dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno cukup tinggi yaitu para pegawai cukup menghargai waktu, memiliki sikap pantang menyerah, memiliki keinginan untuk mandiri dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dalam hal ini kepada atasan dan sesama pegawai. Faktor yang mempengaruhi etos kerja pengawai adalah adanya dukungan dari segi materil berupa gaji yang memadai serta non materil berupa penghargaan, rasa nyaman dalam menjalankan tugas dan adanya dukungan dari rekan kerja, baik itu dari atasan maupun sesama pegawai. Kesimpulan penelitian yaitu:1) Etos kerja pegawai pada kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna sudah  cukup tinggi yang indikatornya dapat dilihat dari penghargaan mereka terhadap waktu, memiliki sikap pantang menyerah, keinginan mandiri para pegawai serta dapat menyesuaikan diri dengan rekan kerja baik kepada atasan maupun sesama pegawai, 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi etos kerja pegawai pada Kantor Camat Tongkuno Kabupaten Muna adalah adanya dukungan dari segi materil berupa gaji yang memadai serta non materil dengan adanya penghargaan, rasa nyaman dan adanya dukungan dari lingkungan kerja Kata kunci: Etos kerja, faktor materil dan non materil.
PERANAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR DALAM PEMBELAJARAN PPKn STUDI DI SMPN 2 BOMBANA Marni, Marni; Sulfa, Sulfa; Reni, Wa Ode
SELAMI IPS Vol 12, No 2 (2019): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v12i2.10851

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) peranan guru sebagai motivator dalam pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bombana dan (2) kendala yang dihadapi guru PPKn dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn di SMP Negeri 2 Bombana. Manfaat penelitian ini adalah (1) secara teoritis dan (2) secara praktis. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Subyek dan responden penelitian ini adalah guru PPKn sebanyak 3 orang dan siswa sebanyak 5 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitaif. Fokus penelitian ini adalah peranan guru sebagai motivator dan kendala guru dalam pembelajaran.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) peranan guru sebagai motivator diantaranya menjelaskan tujuan belajar kepada peserta didik, memberi hadiah kepada peserta didik, mengadakan saingan/kompetisi, memberi hukuman, membangkitkan dorongan siswa, menggunakan metode bervariasi dan menggunakan media yang baik, (2) kendala yang dihadapi guru PPKn dalam pelaksanaan pembelajaran PPKn di sekolah diantaranya kendala yang berasal dari siswa, kendala yang disebabkan oleh waktu pembelajaran dan kendala yang disebabkan oleh sarana dan prasarana pembelajaran.Kata Kunci: Peranan Guru, Motivator, Pembelajaran PPKn
PENGARUH KEAKTIFAN BERORGANISASI TERHADAP INDEKS PRESTASI SEMESTER MAHASISWA ANGKATAN 2014 JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN UHO astuti, Astuti; la iru, la iru; safar, misran
SELAMI IPS Vol 1, No 45 (2017): JURNAL SELAMI UHO 2017
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v1i45.8490

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang ada tidaknya pengaruh positif keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi semestermahasiswa angkatan 2014 Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UHO.Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel diambil dengan teknik sampel jenuh sejumlah 36 orang, 33 orang mahasiswa pengurus HMJ PPKn FKIP UHO, dan 3 orang mahasiswa pengurus BEM FKIP UHO. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan statistik dengan regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa statistik uji t, diperoleh nilai thitung sebesar 1.262 lebih kecil dari ttabel sebesar 2.028yang artinya keaktifan berorganisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks prestasi, dengan tingkat signifikansi 0.216 yang lebih besar dari 0.05 yang juga berarti keaktifan berorganisasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap indeks prestasi semester, dan nilai koefisien regresi sebesar 0.211 yang artinya hubungan antara keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi semester rendah, serta koefisien determinasi sebesar 0.045 yang artinya bahwa pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi adalah sebesar 4.5% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain.Kesimpulan dari penelitian ini adalah keaktifan berorganisasi tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap indeks prestasi semester mahasiswa angkatan 2014 jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan UHO. Hal ini terbukti dari hasil uji t yang memperoleh thitung < ttabel yaitu 1.262 < 2.028  dan nilai signifikansi lebih besar dari 0.05  yaitu 0.216> 0.05, sedangkan pengaruh keaktifan berorganisasi terhadap indeks prestasi adalah sebesar 4.5%. Kata Kunci : Keaktifan, Organisasi Kemahasiswaan, Indeks Prestasi Semester
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM MEMPEROLEH SERTIFIKAT HAK ATAS TANAH DI KELURAHAN TONGANO TIMUR KECAMATAN TOMIA TIMUR KABUPATEN WAKATOBI Kasim, Noval; Karsadi, Karsadi; Syahbuddin, Syahbuddin
SELAMI IPS Vol 12, No 2 (2019): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v12i2.10856

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui (1) Kesadaran hukum masyarakat dalam memperoleh sertifikat hak atas tanah, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat dalam memperoleh sertifikat hak atas tanah di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi selama 1 bulan pada bulan Maret sampai dengan April 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu wawancara, dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data. Responden dan informan dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kelurahan Tongano Timur sebanyak 10 orang  yang belum memiliki sertifikat dan 10 orang yang sudah memiliki sertifikat hak atas tanah dan 2 pihak pemerintah yaitu Lurah dan pegawai kecamatan bidang pembangunan. Jenis penelitian ini deskriptif kualitati. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1)Kesadaran hukum masyarakat dalam memperoleh sertifikat hak atas tanah di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi belum memenuhi empat indikator kesadaran hukum atau dikatakan rendah. Hal ini dapat dilihat kurangnya beberapa aspek indikator yaitu pengetahuan hukum masyarakat, indikator pemahaman hukum masyarakat, indikator sikap hukum masyarakat dan, indikator pola perilaku hukum. Masyarakat Kelurahan Tongano Timur terkhusus kepada masyarakat yang belum memiliki sertifikat benar-benar tidak mengetahui eksistensi pentingnya memperoleh sertifikat hak atas tanah. Sedangkan masyarakat Kelurahan Tongano Timur khususnya yang sudah memiliki sertifikat telah mengetahui dampak negatif dari ketiadaannya memiliki sertifikat hak  atas tanah. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum masyarakat dalam memperoleh sertifikat hak atas tanah di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi yaitu (a) Faktor pengetahuan hukum masyarakat Kelurahan Tongano Timur Mengenai bukti-bukti kepemilikan hak atas tanah, (b) Faktor pemahaman hukum masyarakat dalam mengurus sertifikat hak atas tanah, (c) Faktor ekonomi, (d) Faktor peningkatan kesadaran hukum, dan (e) Waktu pembuatan sertifikat hak atas tanah. Kesimpulan penelitian ini yaitu kesadaran hukum masyarakat dalam kegiatan memperoleh sertifikat hak atas tanah di Kelurahan Tongano Timur Kecamatan Tomia Timur Kabupaten Wakatobi masih belum memenuhi empat indikator kesadaran hukum tergolong rendah dilihat dari masih kurangnya beberapa aspek indikator-indikator kesadaran hukumnya. Kata Kunci: Kesadaran Hukum, dan Sertifikat Hak Atas Tanah
PEMBINAAN KARAKTER WARGA PANTI PADA PANTI ASUHAN AMALIYAH DI KELURAHAN RAHANDOUNA KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Purwanti, Ani; Hamuni, Hamuni
SELAMI IPS Vol 3, No 47 (2018): JURNAL SELAMI UHO
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v3i47.8495

Abstract

Abstrak: Tujuan  dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui:(1) Nilai-nilai karakter apa saja yang yang diajarkan pada Panti Asuhan Amaliyah di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia kota Kendari, (2) Bagaimana pelaksanaan pembinaan karakter warga panti pada Panti Asuhan Amaliyah di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia kota Kendari, (3) Hambatan apa yang dihadapi dalam pembinaan karakter anak panti, (4) Upaya yang dilakukan dalam memecahkan masalah hambatan dalam pembinaan karakter anak Panti Asuhan Amaliyah. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan pembinaan karakter warga panti pada Panti Asuhan Amaliyah di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota kendari. Dalam penelitian ini penulis memperoleh data dari responden 6 orang anak asuh dan informan pembina sebanyak 6 orang. Hasil penelitian menunjukanPelaksanaan pembinaan karakter melalui berbagai metode dilakukan oleh pembina Panti Asuhan Amaliyah diantaranya melaui keteladanan; perhatian dan kasih sayang; nasihat; serta penghargaan dan hukuman, dengan harapan warga panti kedepannya menjadi manusia yang tidak hanya cerdas namun juga berkarakter baik. Pembinaan karakter dilaksanakan melalui pengajaran 18 nilai-nilai pendidikan karakter: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Hambatan yang dihadapi Panti Asuhan Amaliyah dalam pembinaan karakter pada anak panti asuhan yaitu keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya SDM tenaga pembina panti,  faktor personal anak panti dan masalah keterbatasan dana, upaya dilakukan untuk mengatasi hambatan yang ada yakni dengan memaksimalkan saranadan prasarana yang ada, membuka peluang penambahan tenaga pembina panti, memberikan pembinaan khusus danmengusulkan permohonan proposal bantuan. Kata Kunci : Pembinaan Karakter, Warga Panti Asuhan

Page 3 of 10 | Total Record : 96