cover
Contact Name
Abdul Syaban
Contact Email
selamiips@uho.ac.id
Phone
+6285341307275
Journal Mail Official
selamiips@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
SELAMI IPS
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 14102323     EISSN : 27456501     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/selami
Journal Description : SELAMI IPS ialah jurnal yang memberi perhatian pada masalah-masalah sosial budaya, ekonomi, pendidikan dan Humaniora terutama dalam kaitannya dengan pembangunan pendidikan nasional dan pengembangan berbagai aspek kehidupan di dalam masyarakat. SELAMI IPS merupakan jurnal Open-Access dan diterbitkan dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Artikel yang dapat dipertimbangkan untuk dimuat dalam jurnal ini adalah hasil pelaksanaan kegiatan penelitian yang sesuai dengan focus dan scope jurnal diantaranya: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Akuntansi, Teknologi Pendidikan, Pendidikan Bahasa, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pengembangan Kurikulum, Manajemen Pendidikan, Hukum. Penulis yang mengirimkan naskah ke SELAMI IPS harus mengikuti pedoman penulisan, fokus dan cakupan jurnal, serta template jurnal. Jika naskah yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan tersebut, maka artikel akan ditolak. Naskah yang dikirim oleh penulis akan diproses oleh editor dalam jangka waktu 1 minggu sehingga penulis mendapatkan kepastian status artikelnya (diteruskan untuk reviewer atau ditolak langsung). Jika tulisan diterima oleh editor maka diteruskan oleh reviewer. Keseluruhan proses publikasi pada jurnal ini memerlukan paling lama 2 bulan..
Articles 96 Documents
PELAKSANAAN FUNGSI ORGANISASI KARANG TARUNA DI DESA TAPUHAKA KECAMATAN KABAENA TIMUR Fibrianti, Omi; Momo, Abdul Halim; Nerlin, Nerlin
SELAMI IPS Vol 13, No 1 (2020): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v13i1.13619

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan fungsi organisasi Karang Taruna Damalawa dalam menyelenggarakan kesejahteraan sosial. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah informan tokoh masyarakat, Kepala Desa, dan responden anggota Karang Taruna. Teknik pengumpulan data terdiri dari Observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dalam pelaksanaan fungsi organisasi Karang Taruna Damalawa melakukan berbagai kegiatan atau aktivitas dalam berupaya menyelenggarakan kesejahteraan sosial yang meliputi: rehabilitasi, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial dan diklat setiap anggota masyarakat terutama generasi muda dirangkai dalam berbagai kegiatan diantaranya rapat terbuka, bakti sosial, pengembangan objek wisata, kesenian dan olahraga, pelatihan dan pembinaan, kegiatan peringatan hari-hari besar dan terlibat langsung dalam memberikan bantuan langsung. Kesimpulan pelaksanaan fungsi organisasi Karang Taruna Damalawa sudah terlaksana dengan baik dengan diadakannya kegiatan  rutin diantaranya rapat terbuka, kesenian dan olahraga yang berhasil mencegah dan mengurangi kenakalan remaja hinggah melahirkan prestasi. Mendukung program pemerintah desa dalam mengambangkan desa wisata, membantu pemerintah Desa dalam menyukseskan berbagai Pelatihan dan pendidikan, melakukan kegiatan Bakti sosial, dan terlibat langsung dalam memberikan bantuan langsung pada masyarakat yang membutuhkan.Kata Kunci: Fungsi, Organisasi Karang Taruna, Pelaksanaan Fungsi Organisasi Karang Taruna.
KEPATUHAN SISWA TERHADAP TATA TERTIB SEKOLAH (Studi pada Siswa SMP Negeri 1 Siompu) Taslin, Sabri; Yusuf, Muh; Syahbuddin, Syahbuddin
SELAMI IPS Vol 3, No 47 (2018): JURNAL SELAMI UHO
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v3i47.8500

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah. (2) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah yaitu datang tepat waktu 20%, mengikuti upacara bendera 73%, memakai seragam sesuai aturan sekolah 20%, menggunakan atribut yang lengkap 77%, meludah dalam kelas 65%, menerima teman dari luar sekolah 100%, membuang sampah pada tempatnya 10%, membawa hp di sekolah 78%, menggunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah 53%, merapikan rambut bagi laki-laki 73%, memakai perhiasan 100%, mengonsumsi narkoba 95%, menghadiri acara joget malam hari 63%, menonton acara TV yang tidak mendidik 7%, berbicara kotor 47%, bermain yang tidak berhubungan dengan pembelajaran 85%, menaati keputusan dewan guru, 100%, menaati teguran guru saat melanggar tata tertib 33%, dan skorsing 100%. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah yaitu (a) faktor internal terdiri dari faktor keluarga dan teman sebaya 23%, kurangnya didikan orang tua 18%, bimbingan guru terhadap kepatuhan tata tertib sekolah 5%, (b) faktor eksternal terdiri dari pengaruh teman sebaya 18%, pengaruh media massa 19%. Kesimpulan penelitian ini bahwa: 1) kepatuhan siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Siompu terhadap tata tertib sekolah.yaitu datang tepat waktu, mengikuti upacara bendera, memakai seragam sesuai aturan sekolah, menggunakan atribut yang lengkap, meludah dalam kelas, menerima teman dari luar sekolah, membuang sampah pada tempatnya, membawa HP di sekolah, menggunakan bahasa daerah di lingkungan sekolah, merapikan rambut bagi laki-laki, memakai perhiasan, mengonsumsi narkoba, menghadiri acara joget malam hari, menonton acara tv yang tidak mendidik, berbicara kotor, bermain yang tidak berhubungan dengan pembelajaran, menaati keputusan dewan guru,  menaati teguran guru, dan skorsing. (2) faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan siswa terhadap tata tertib sekolah yaitu (a) faktor internal terdiri dari faktor keluarga dan teman sebaya, kurangnya didikan orang tua, bimbingan guru terhadap kepatuhan tata tertib sekolah, (b) faktor eksternal terdiri dari pengaruh teman sebaya, pengaruh media massa. Kata Kunci: Kepatuhan Siswa dan Tata Tertib 
EFEKTIVITAS CARA BELAJAR DAN NILAI SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn DI SMP NEGERI 1 BARANGKA KECAMATAN BARANGKA KABUPATEN MUNA BARAT Musriani, Wa Ode; Sulfa, Sulfa; Hijrah, Wa Ode
SELAMI IPS Vol 13, No 1 (2020): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v13i1.13624

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah (1). Untuk mengetahui efektivitas cara belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 1 Barangka Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat (2) Untuk mengetahui  nilai Siswa pada mata pelajaran PPKn di SMP Negeri 1 Barangka Kecamatan Barangka Kabupaten Muna Barat. Metode penelitian dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian sebanyak   55 orang siswa yang terdiri dari 28 orang siswa kelas VII dan 27 orang siswa kelas VIII dan 1 guru. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data model Milles dan Huberman. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP Negeri 1 Barangka membuat jadwal dan pelaksanaannya pada mata pelajaran PPKn dengan jawaban ya sebanyak 35 orang siswa dengan  presentase 63.64%, membaca buku mata pelajaran PPKn dengan jawaban ya sebanyak 40 orang siswa dengan  presentase 72,73%, membuat catatan pada mata pelajaran PPKn dengan jawaban ya sebanyak 45 orang siswa dengan  presentase 81,82%, senang mengikuti mata pelajaran PPKn dengan jawaban ya sebanyak 50 orang siswa dengan  presentase 90,91%, senang mengulangi pelajaran pelajaran PPKn dengan jawaban ya sebanyak 20 orang siswa dengan  presentase 36,36%, senang melakuan konsentrasi pada saat pelajaran PPKn dengan jawaban ya sebanyak 32 orang siswa dengan  presentase 58,18%, senang menghafal pelajaran PPKn dengan jawaban ya sebanyak 38 orang siswa dengan  presentase 69,09%, dan senang menempuh ujian pelajaran PPKn dengan jawaban ya sebanyak 48 orang siswa dengan  presentase 87,27%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa Siswa SMP Negeri 1 Barangka mempunyai cara belajar PPKn yang berbeda-beda untuk setiap individu.untuk delapan indikator belajar rata-rata siswa senang dengan delapan indikator tersebut. Kata Kunci: Belajar, Cara Belajar 
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA DESA DALAM PELAKSANAAN PEMBANGUNAN FISIK (Studi Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara) Adrian, Adrian; Samiruddin T, Samiruddin T; Syahrir P, Andi
SELAMI IPS Vol 4, No 48 (2018): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v4i48.8506

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gaya kepemimpinan Kepala Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara dalam Pelaksanaan Pembangunan Fisik. Penelitian ini dilaksanakan di desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif  dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi dengan terlebih dahulu mengolah data-data berupa hasil wawancara lalu kemudian menganalisisnya dengan bantuan teori hingga tiba pada suatu kesimpulan penelitian. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pembangunan fisik Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara yaitu (1) pembangunan jalan usaha tani; (2) pembangunan MCK; dan (3) pembangunan Tanggul. Kepala desa selama masa pemerintahannya menerapkan gaya kepemimpinan gaya demokratis dalam pembangunan fisik Desa Konde Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara baik dalam perencanaan, pelaksanaan pembangunan, sumber anggaran serta pengawasan dalam pembangunan untuk penyelesaian pembangunan desa tersebut. Kesimpulan dari penelitian ini adalah gaya yang digunakan kepala desa adalah gaya kepemimpinan demokratisyang diterapkan Kepala Desa Konde pada saat perencanaan, pelaksanaan, sampai kepada pengawasan  dalam hal ini melibatkan peran serta seluruh unsur-unsur yang ada baik pemerintah maupun masyarakat               Kata kunci : Gaya Kepemimpinan, Pembangunan Fisik Desa
DAMPAK PEMEKARAN KECAMATAN BONE KABUPATEN MUNA Sari, Yuni; Komba, Sundi; Nerlin, Nerlin
SELAMI IPS Vol 4, No 48 (2018): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v4i48.8511

Abstract

Abstrak: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pemekaran kecamatan Bone. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Informan penelitian adalah ketua dan sekretaris camat Bone Kancitala 2 orang, Tokoh masyarakat 1 orang, sekretaris panitia pemekaran pada wilayah Kecamatan Bone Kancitala 1 orang, Kepala Desa  Bone Kancitala 1 orang, birokraksi pemerintahan daerah kabupaten 1 orang, Kepala Dinas Pendidikan Bone Kancitala 1 orang, Mantri kesehatan 1 orang, dan 5 kepala keluarga (KK). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah adalah peneliti kepustakaan dan peneliti Lapangan yaitu dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak positif pemekaran kecamatan Bone yaitu: (1) aspek  pendidikan, kesehatan, ekonomi, pemerintahan kecamatan dan sarana dan prasarana yang baik dan lancar, (2) memudahkan masyarakat dalam mengurus berbagai hal dalam aspek pendidikan, kesehatan, pemerintahan kecamatan, ekonomi, dan sarana dan prasarana, (3) pemerintah dengan mudah mengkordinasikan dan menggerakan partisipasi masyarakat karena jumlah penduduk tidak sepadat sebelum pemekaran sedangkan sebelum pemekaran Kecamatan Bone yaitu: 1) adanya pembagian asset; 2) terjadinya penyempitan lahan; 3) tidak ada ganti rugi tanah; 4) adanya tindakan diskriminasi terhadap masyarakat. Kesimpulan penelitian ini adalah ada dampak positif dan dampak negatif dari Dampak Pemekaran Kecamatan Bone. Dampak positif tersebut harus tetap dipertahankan guna untuk memberikan terciptanya kondisi pembangunan yang efisien sedangkan dampak negatif dari pemekaran harus diminimalisir agar tidak muncul masalah yang berkelanjutan.            Kata kunci: Dampak, Pemekaran, Kecamatan.  
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SOSIOLOGI MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRIPT PADA SISWA SMA NEGERI 1 SAMPARA KABUPATEN KONAWE Muna, Muna; Idrus, Muhammad; Syaban, Abdul
SELAMI IPS Vol 4, No 48 (2018): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v4i48.8516

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa, serta untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran sosiologi melalui model pembelajaran kooperatif Script. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas, yang berlangsung selama dua sikus. Subjek penelitian berjumlah 37 orang. Pengumpulan data menggunakan tes dan pengamatan, data dianalisis dengan menggunakan analisis persentase rata-rata. Indikator keberhasilan proses tindakan apabila telah mencapai 80% hasil belajar siswa yang dikategorikan tuntas secara klasikal yaitu memperoleh nilai ≥70, sedangkan indikator keberhasilan perorangan apabila siswa telah mencapai nilai ≥70.  Hasil Penelitian menunjukkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Script dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran Sosiologi.  Hal ini  ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas pembalajaran dari 37 orang siswa  pada siklus I dimana rata-rata siswa aktif sebesar 61,89 % kemudian mengalami peningkatan pada siklus II rata-rata siswa aktif sebesar 71,26 %. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Script dapat meningkatkan hasil belajar siswa, hal ini ditunjukkan dengan jumlah siswa yang berhasil mencapai KKM yang ditetapkan sekolah yaitu70, pada Ulangan Semester Ganjil sebanyak 59,50% (22 orang siswa)   meningkat sebesar 64, 84% (24 orang siswa) dalam post tes siklus I, kemudian meningkat menjadi 89,19% (33 orang siswa) dalam post tes siklus II.  Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Script dapat meningkatkan aktivitas guru dalam pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas guru dari 23 aspek pembelajaran yang diamati, dalam pelaksanaan pembelajaran siklus I Guru aktif rata-rata sebesar 82, 61% aspek pembelajaran kemudian mengalami peningkatan pada pelaksanaan siklus II, rata-rata sebesar 92,22%  aspek pembelajaran. Kata Kunci : Peningkatan hasil belajar, Kooperatif tipe Script, Aktivitas Siswa
PERILAKU MEROKOK DIKALANGAN SISWA (Studi Di SMP Negeri 8 Konawe Selatan) Darmayanta, I Made Adi; Salimin A, Salimin A
SELAMI IPS Vol 2, No 46 (2017): JURNAL SELAMI UHO
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v2i46.8521

Abstract

Abstrak: Masalah yang paling sering dihadapi oleh sebagian besar sekolah di indonesia adalah masalah perilaku siswa yang melanggar tata tertib sekolah. Perilaku merokok merupakan salah satu perilaku siswa yang paling sering ditemukan di sekolah terutama SMP Negeri 8 Konawe Selatan. Dimana perilaku tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang membuat siswa banyak memiliki perilaku merokok. Upaya yang dapat dilakukan sekolah untuk menaggulangi perilaku merokok adalah dengan memberikan pengawasan terhadap siswa yang sering ditemukan merokok, Pihak sekolah melakukan kerja sama dengan pihak-pihak lain diluar sekolah misalnya warga disekitarnya, kepolisian dan pemerintah setempat, diadakan ceramah penyuluhan tentang bahaya merokok atau mengkonsumsi narkoba oleh pihak yang berkompetensi, sekolah juga bisa mengadakan berbagai kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler untuk membuat siswa lupa akan rokok, dan sekolah juga bisa menyarankan orang tua mengisi surat pernyataan bahwa bila anaknya terlibat pelanggaran merokok dan narkoba sanggup dikeluarkan. Kata Kunci: Perilaku, Merokok, Remaja
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN IPS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA KELAS VIII MTs NEGERI 1 KENDARI Haswati, Haswati; Mursidin T, Mursidin T; Momo, Abdul Halim
SELAMI IPS Vol 1, No 45 (2017): JURNAL SELAMI UHO 2017
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v1i45.8549

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk meningkatkan aktivitas mengajar guru dalam pembelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, (2) Untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT, dan (3) Untuk meningkatkan hasil belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, subyeknya adalah siswa kelas VIII-2 MTs Negeri 1 Kendari yang berjumlah 33 orang. Dalam Penelitian Tindakan Kelas ini mengikuti tahapan dalam PTK yaitu: (1) Perencanaan; (2) Pelaksanaan tindakan; (3) Observasi; (4) Evaluasi dan (5) Refleksi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Siklus I hasil belajar siswa dari 33 orang siswa hanya 16 orang atau 48,48% yang memperoleh nilai tuntas sebanyak 17 orang atau 51,52% belum tuntas. Hasil pembelajaran Siklus II menunjukkan bahwa sebanyak 31 orang atau 93,93% siswa berada pada kategori tuntas dan 2 orang atau 6,07% siswa tidak tuntas. Pada aspek aktivitas belajar Siklus I pertemuan 1 hanya mencapai 44,44% dan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 61,11%. Aktivitas belajar siswa pada Siklus II  pertemuan 1 menjadi 88,89% dan pada pertemuan 2 berada pada level 100,00%. Pada aspek aktivitas guru Siklus I pertemuan 1 persentase yang diperoleh adalah 61,11% dan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 83,33%.. Pada Siklus II pertemuan 1, dan aktivitas guru mencapai 100,00%. Pada siklus II pertemuan 2 juga 100,00%. Kesimpulannya penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa dalam pembelajaran sekaligus meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-2 MTs Negeri 1 Kendari. Kata kunci: Team Games Tournament (TGT), hasil belajar IPS
DISIPLIN KERJA GURU BIDANG STUDI PKn DI SMP NEGERI 5 KENDARI Harun, Harun; Sulfa, Sulfa; Nerlin, Nerlin
SELAMI IPS Vol 1, No 45 (2017): JURNAL SELAMI UHO 2017
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v1i45.8669

Abstract

Abstrak: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini sebanyak 5 orang yakni semua guru bidang studi PKn sedangkan sumber data sekunder dari penelitian ini adalah sebanyak 9 orang yakni kepala sekolah, wakil kepal sekolah dan 7 siswa. Pengambilan data dilakukan dengan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memperoleh data mengenai disiplin kerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja guru bidang studi PKn. Teknis analis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukan bahwa Disiplin kerja guru bidang studi PKn SMP Negeri 5 Kendari sudah  baik. Guru bekerja mengelola administrasi, membuat rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan melakukan evaluasi pembelajaran dikerjakan berdasarkan indikator disiplin seperti pengendalian perilaku, mengikuti norma hukum, taat terhadap aturan, patuh terhadap ketentuan, kesedian melakukan pekerjaan, tanggung jawab melaksanakan tugas, dan kesadaran atas tugas. Sehingga segala pekerjaan yang dilakukan guru bidang studi PKn terlaksana dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi disiplin kerja guru bidang studi PKn dikatakan baik di SMP Negeri 5 Kendari berdasarkan tiga faktor tersebut yaitu faktor pemimpin, faktor kebutuhan, dan faktor pengawasan. Pada faktor pemimpin atau kepala sekolah sangat berperang aktif dalam disiplin kerja karena kepala sekolah selalu memberikan contoh kepada guru dan siswa. Kalau faktor kebutuhan dan faktor pengawasan tidak ditemukan pada guru bidang studi PKn dikarenakan guru melaksanakanya dengan penuh kesadaran dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru/ tenaga pendidik. Jadi adanya 2 faktor tersebut, guru-guru sudah disiplin dalam bekerja.Kata Kunci :  Disiplin, Kerja dan Disiplin Kerja Guru
PERBEDAAN JUMLAH MAHAR DALAM PERKAWINAN PINANG PADA MASYARAKAT SUKU MUNA (Studi di Kelurahan Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna) Chichi, Chichi; A, Salimin; Syahbuddin, Syahbuddin
SELAMI IPS Vol 12, No 1 (2019): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v12i1.10836

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab perbedaan jumlah mahar dalam perkawinan pinang pada masyarakat suku Muna di Kelurahan Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna.Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini terdiri berjumlah 4 orang yang terdiri dari 3 orang tokoh adat Muna sebagai pelaku yang mengatur tata cara adat dalam pelaksanaan perkawinan pinang (doangka ne mata), dan 1 orang Imam Masjid/Khatib Kelurahan Wapunto. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor perbedaan jumlah mahar dalam perkawinan pinang pada masyarakat suku Muna di Kelurahan Wapunto Kecamatan Duruka Kabupaten Muna; faktor perbedaan jumlah mahar dalam perkawinan pinang disebabkan karena adanya pembagian martabat tujuh (7) golongan pada masyarakat suku Muna pada pemerintahan Raja Sugi Manuru sejak zaman dahulu kala. Dimana golongan Kaomu jumlah maharnya 20 bhokaadalah simbol sifati raafuluno yang diwujudkan dalam jabatan kerajaan Muna sebagai Kino atau Kepala Kampung. Golongan Walaka jumlah maharnya 10 bhoka 10 suku adalah simbol jabatan adat kerajaan Muna yaitu dua Hatibi, empat Modhi Kamokula, dan empat Modhi Anahi, golongan Anangkolaki jumlah maharnya 7 bhoka 2 suku adalah sebagai simbol jabatan adat kerajaan Muna yang diemban oleh golongan Kodasano yaitu sebagai Bhontono Kampo, Parabhela, dan Kamokulano Liwu, dan golongan Kodasano  jumlah maharnya 3 bhoka 2 suku adalah simbol 7 orang petani Raja Sugi Manuru dalam perkawinannya dengan Wa Saorone yang beranakkan 7 orang sebagai kepala kampung.Kesimpulan penelitian ini, perkawinan adat Muna pada masyarakat Muna menurut praktek hukum adat Muna yang tidak tertulis didasarkan pada stratifikasi sosial/golongan pada masyarakat Muna, pembagian stratifikasi sosial masyarakat Muna dengan  jumlah mahar antara golongan tersebut berbeda-beda: golongan Kaomu maharnya sebesar 20 bhoka, Walaka 10 bhoka 10 suku, Anangkolaki 7 bhoka 2 suku, dan golongan Kodasano 3 bhoka 2 suku. Kata Kunci : Stratifikasi Sosial, Jumlah Mahar, dan Perkawinan Pinang.

Page 4 of 10 | Total Record : 96