cover
Contact Name
Abdul Syaban
Contact Email
selamiips@uho.ac.id
Phone
+6285341307275
Journal Mail Official
selamiips@uho.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
SELAMI IPS
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 14102323     EISSN : 27456501     DOI : http://dx.doi.org/10.36709/selami
Journal Description : SELAMI IPS ialah jurnal yang memberi perhatian pada masalah-masalah sosial budaya, ekonomi, pendidikan dan Humaniora terutama dalam kaitannya dengan pembangunan pendidikan nasional dan pengembangan berbagai aspek kehidupan di dalam masyarakat. SELAMI IPS merupakan jurnal Open-Access dan diterbitkan dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli. Artikel yang dapat dipertimbangkan untuk dimuat dalam jurnal ini adalah hasil pelaksanaan kegiatan penelitian yang sesuai dengan focus dan scope jurnal diantaranya: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan Sejarah, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Akuntansi, Teknologi Pendidikan, Pendidikan Bahasa, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pengembangan Kurikulum, Manajemen Pendidikan, Hukum. Penulis yang mengirimkan naskah ke SELAMI IPS harus mengikuti pedoman penulisan, fokus dan cakupan jurnal, serta template jurnal. Jika naskah yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan tersebut, maka artikel akan ditolak. Naskah yang dikirim oleh penulis akan diproses oleh editor dalam jangka waktu 1 minggu sehingga penulis mendapatkan kepastian status artikelnya (diteruskan untuk reviewer atau ditolak langsung). Jika tulisan diterima oleh editor maka diteruskan oleh reviewer. Keseluruhan proses publikasi pada jurnal ini memerlukan paling lama 2 bulan..
Articles 96 Documents
NILAI ETIKA DAN KESANTUNAN DALAM SYAIR NYANYIAN TRADISIONAL (Studi Pada Kearifan Lokal Masyarakat Etnis Tolaki Di Kabupaten Konawe) Asriani, Asriani
SELAMI IPS Vol 1, No 45 (2017): JURNAL SELAMI UHO 2017
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v1i45.8489

Abstract

Abstrak: Penelitian ini merupakan studi dalam memahami nilai etika dan kesantunan  dalam bentuk kearifan lokal masyarakat etnis Tolaki. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan kearifan lokal dalam bentuk kesenian syair nyanyian tradisional dan nilai etika dan kesantunan yang terkandung dalam syairnya. Pendekatan penelitian dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui metode observasi, wawancara dan kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai etika dan kesantunan yang diungkapakan dalam berbagai bentuk nyanyian rakyat yang telah diterapkan dalam berbagai aktifitas kehidupan masyarakat, yakni Sua-Sua, O’anggo, Huu huu dan Moide. Perwujudan nilai moral dan kesantunan merupakan bentuk penghargaan terhadap orang lain dan harapan pada Tuhan yang Maha Esa secara literal terdapat dalam ungkapan syair nyanyian tersebut. Kata Kunci : Nilai etika, kesantunan, Nyanyian dan Etnis Tolaki
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DI BIDANG PENDIDIKAN NON FORMAL PADA ANAK JALANAN DI KOTA KENDARI Syaban, Abdul; Iru, La; Asuru, Arsidik
SELAMI IPS Vol 12, No 2 (2019): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v12i2.10855

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah: 1). Untuk menganalisis implementasi kebijakan pemerintah daerah di bidang pendidikan Nonformal pada anak jalanan di Kota Kendari; 2). Untuk menganalisis hambatan implementasi kebijakan pemerintah daerah di bidang pendidikan Nonformal pada anak jalanan di Kota Kendari; 3). Untuk menganalisis upaya pemerintah daerah dalam mengatasi hambatan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan Nonformal pada anak jalanan di Kota Kendari. Penelitian ini dilakukan di Kota Kendari, yakni Kantor Dinas Sosial, Kantor Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga dan di tempat pelaksanaan pendidikan Nonformal anak jalanan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Informan Penelitian adalah anak jalanan, Pegawai Dinas Sosial, Pegawai Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga dan Tutor pendidikan Nonformal. Kategori anak jalanan yang di teliti dalam penelitian ini yakni berusia 6 sampai 18 tahun, tidak bersekolah, berkerja sebagai pengamen, mengemis, memulung dan menjual. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi kebijakan pemerintah daerah Kota Kendari di bidang pendidikan Nonformal pada anak jalanan belum berjalan dengan maksimal dari tiga aspek pembinaan berdasarkan peraturan daerah nomor 9 tahun 2014. Tidak semua pemerintah daerah Kota Kendari melaksanakan Peraturan Daerah tersebut. Di bidang pendidikan Nonformal berdasarkan pasal 12 (ayat 1 dan ayat 3)  pemerintah daerah menyediakan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Program pelaksanaan pembelajaran diantaranya: 1) Program Kesetaraan (Paket A, Paket B dan Paket C), dengan bentuk pembelajarannya adalah a) Pembelajaran Tatap Muka; b) Pembelajaran Mandiri; dan c) Pembelajaran Tutorial. 2) Program Keterampilan yang disesuaikan dengan tingkat pendidikan anak jalanan atau peserta didik. Program keterampilan yang diajarkan adalah pembuatan kerajinan, membuat origami, membuat lampu-lampu hiasan dan lain-lain. Hambatan Implementasi Kebijakan Pemerintah Daerah di Bidang Pendidikan Nonformal Pada Anak Jalanan di Kota Kendari diantaranya: 1) terbatasnya dana; 2) tidak adanya rumah singgah; 3) partisipasi dan kesadaran masyarakat yang kurang dan 4) lingkungan pekerjaan yang terbatas. Upaya Mengatasi Hambatan Pelaksanaan Kebijakan di Bidang Pendidikan Nonformal Pada Anak Jalanan di Kota Kendari diantaranya mengusulkan penambahan dana; 2) mengusulkan pendirian rumah singgah; 3) Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat; dan 4) peningkatan fasilitas sarana dan prasarana. Kata Kunci : Anak Jalanan, Pemerintah Daerah dan Pendidikan  Nonformal
NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM BUDAYA MAPPACCI PADA RANGKAIAN PELAKSANAAN PERKAWINAN ORANG BUGIS (Studi di Desa Biru Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana) Sarpinah, Sarpinah; Salimin A, Salimin A; Syahrir P, Andi
SELAMI IPS Vol 3, No 47 (2018): JURNAL SELAMI UHO
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v3i47.8494

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai apa sajakah yang terkandung dalam budaya mappacci pada rangkaian pelaksanaan perkawinan orang bugis di Desa Biru Kecamatan Poleang Timur Kabupaten Bombana. Manfaat penelitian ini adalah diharapkan menambah pengetahuan tentang nilai-nilai yang terkandung dalam budaya Mappacci pada rangkaian pelaksanaan perkawinan orang bugis. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dan data terdiri dari wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : nilai-nilai yang terkandung dalam budaya mappacci pada rangkaian pelaksanaan perkawinan orang bugis dapat dilihat dari beberapa tahapan diantaranya: (a) mappasau botting terdapat nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa yang ada ketika calon mempelai sedang melakukan perawatan di ruangan khusus. (b) cemme passili terdapat nilai religius, nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa, serta nilai penghargaan terhadap perempuan. (C) mappanre temme terdapat nilai kebersihan dan kesucian jiwa, serta nilai religius yang sangat kental. Hal ini dapat dilihat saat acara khatam Al-Quran dan pembacaan barazanji. (d) tudang penni terdapat nilai kebersihan dan kesucian jiwa, nilai sosial dan nilai religius. Hal ini dapat terlihat ketika para ibu-ibu dan kerabat saling bekerja sama melayani tamu dan menghidangkan makanan dan kue mueh serta secara bergantian meletakkan daun paccing ke tangan calon mempelai dan memberi doa restu. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam budaya mappacci diantaranya : (a) mappasau botting terdapat nilai terdapat nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa (b) cemme passili terdapat nilai religius dan nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa serta nilai penghargaan terhadap kaum perempuan (c) mappanre temme terdapat adanya nilai kebersihan raga dan kesucian jiwa serta nilai religius saat pembacaan ayat suci Al-Quran dan barazanji (d) tudang penni terdapat nilai keberihan raga dan kesucian jiwa, nilai religius dan nilai sosial. Kata Kunci : Nilai-Nilai Budaya, Mappacci. 
PENGELOLAAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) TEPULE DESA TUDUNGANO KECAMATAN SAWA KABUPATEN KONAWE UTARA Hasrianto, Beni; Syahbuddin, Syahbuddin; Reni, Wa Ode
SELAMI IPS Vol 13, No 1 (2020): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v13i1.13618

Abstract

Abstrak: Masalah penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara; 2) Faktor penghambat apa saja yang dihadapi badan usaha milik desa (Bumdes) dalam pengelolaan Bumdes Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara; dan 3) Upaya apa saja yang dilakukan pengurus badan usaha milik desa (Bumdes) dalam mengatasi hambatan yang dihadapi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara.Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk  mengetahui bagaimanakah pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara; 2) Untuk  mengetahui Faktor penghambat apa saja yang dihadapi badan usaha milik desa (Bumdes) dalam pengelolaan Bumdes Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara; dan 3) Untuk mengetahui Upaya apa saja yang dilakukan pengurus badan usaha milik desa (Bumdes) dalam mengatasi hambatan yang dihadapi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tepule Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara, dengan  menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan data dan informasi hasil penelitian.Hasil penelitian menunjukan bahwa badan  usaha  milik desa mempunyai dua unit usaha yaitu penambangan batu gunung, dan usaha sewa barang yaitu kursi, yang dijalanakan  mulai dari tahun terbentuknya Bumdes Tepule yaitu tahun 2016 yang terbentuk berdasarkan hasil musyawarah desa, akan  tetapi  kesenjagan yang  terjadi di Badan usaha milik Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara antara dimulai dari pembentukan unit-unit usaha yang tidak melibatkan masyarakat sebagai objek Bumdes ini, sumber daya manusia pengurus Bumdes yang kurang, transparansi anggaran kepada masyarakat termasuk pemerintah desa tidak dilakukan, terjadinya kerugian bumdes diakibatkan karena tidak adanya pemasaran dari hasil penambangan batu gunung sebagai program utama Bumdes Tepule, tidak terjalinnya komunikasi yang baik antar pengurus Bumdes, pemerintah dan pengurus Bumdes.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Faktor penghambat Bumdes Tepule di Desa Tudungano Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara, upaya telah dilakukan pemerintah bersama masyarakat. Kata Kunci: Bumdes, Peningkatan dan Ekonomi
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH (Studi Desa Wanseriwu Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat) Sabarudin, Sabarudin; la iru, la iru; Syahrir P, Andi
SELAMI IPS Vol 3, No 47 (2018): JURNAL SELAMI UHO
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v3i47.8499

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor penyebab  putus sekolah  di Desa Wanseriwu Kecamatan Tiworo Tengah Kabupaten Muna Barat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor-faktor penyebab putus sekolah di Desa Wanseriwu disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal, yang dimana faktor internal yakni 1. minat atau kemauan 2. Kepercayaan pada diri sendiri, sedangkan faktor eksternal terdiri dari 1. lingkungan keluarga, 2. Lingkungan sekolah, 3. lingkungan masyarakat,4. Faktor ekonomi,5. Pemahaman orang tua terhadap pentingnya pendidikan.Kata kunci : Faktor-Faktor Penyebab, Putus Sekolah
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKn MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS VIII.D SMP NEGERI 20 KENDARI Nurmaulid, Nurmaulid; Hamuni, Hamuni; Syaban, Abdul
SELAMI IPS Vol 13, No 1 (2020): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v13i1.13623

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa, aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan guru, dan hasil belajar PPKn siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada siswa kelas VIII.D SMP Negeri 20 Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus terdiri dari dua pertemuan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 30 orang siswa kelas VIII.D SMP Negeri 20 Kendari. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif berupa data hasil belajar dan data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi.Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw membawa dampak positif berupa peningkatan aktivitas belajar siswa, aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru, dan peningkatan hasil belajar PPKn siswa. Aktivitas belajar pada siklus I sebesar 64,70% mengalami peningkatan sebesar 23,53% menjadi 88,23% pada siklis II. Aktivitas pembelajaran juga pada siklus I sebesar 63,63% mengalami peningkatan sebesar 27,28% pada siklus II menjadi 90,91%. Hasil belajar siswa pada observasi awal mencapai 33,33% dan pada siklus I sebesar 53,33%  dan pada siklus II menjadi 83,33%.Kesimpulan yaitu aktivitas belajar siswa, aktivitas pembelajaran yang dilaksanakan guru, dan hasil belajar PPKn siswa kelas VIII.D SMP Negeri 20 Kendari dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran, Kooperatif Tipe Jigsaw
PERBANDINGAN PRESTASI BELAJAR ANTARA MAHASISWA BIDIKMISI DENGAN MAHASISWA NON BIDIKMISI (Studi di Jurusan/Program Studi PPKn Universitas Halu Oleo) Badu, Arfianti; Komba, Sundi; Komba, Sundi; safar, Misran; safar, Misran
SELAMI IPS Vol 4, No 48 (2018): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v4i48.8505

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan: 1) untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa penerima bidikmisi dengan non bidikmisi pada program studi PPKn FKIP UHO dan 2) untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa  penerima bidikmisi dan yang non bidikmisi. Jenis penelitian adalah penelitian gabungan antara kuantitatif dan kualitatif dengan cara membuat data statistik dari perolehan data berdasarkan perbedaan prestasi belajar antara mahasiswa penerima beasiswa dengan yang bukan penerima beasiswa dan kemudian faktor yang menyebabkan perbedaan prestasi antara mahasiswa yang mendapat beasiswa dan yang bukan penerima beasiswa. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 142 orang mahasiswa. Sampel penelitian sebanyak 88 orang yang diambil secara proporsional random sampling. Teknik pengumpulan data yaitu penelitian kepustakaan, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan prestasi belajar mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi yang dibuktikan dengan uji t, dimana diperoleh nilai thitung > ttabel dengan α = 0,05 dimana nilai thitung = 2,031 dan ttabel = 1,671. Sesuai dengan uji hipotesis yang mengatakan bahwa jika thitung > ttabel  maka Ha diterima. Dengan kata lain ada perbedaan prestasi mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi. Sedangkan faktor yang dapat mempengaruhi perbedaan prestasi belajar mahasiswa bidikmisi dengan mahasiswa non bidikmisi adalah faktor kecerdasan, faktor motivasi, dan faktor lingkungan dimana mahasiswa bidikmisi dituntut untuk memenuhi IPK 3,0 dan selesai kuliah tepat waktu yaitu 4 tahun, jika tidak terpenuhi aturan tersebut maka mahasiswa tersebut dapat dikeluarkan dari daftar penerima beasiswa bidikmisi. Sedangkan mahasiswa non bidikmisi tidak harus dituntut untuk memenuhi IPK 3,0 dan selesai kuliah tepat waktu yaitu 4 tahun. Selain itu, faktor lingkungan dapat mempengaruhi perbedaan prestasi, karena mahasiswa bidikmisi tinggal dilingkungan kondusif karena di asramakan serta difasilitasi oleh kampus.Kata Kunci: Prestasi Belajar, Mahasiswa Bidikmisi dan non-Bidikmisi
PERANAN GURU WALI KELAS DALAM PEMBINAAN MORAL SISWA (Studi Pada Siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna) Defiana, Riska; la iru, la iru; Asuru, Arsidik
SELAMI IPS Vol 4, No 48 (2018): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v4i48.8510

Abstract

Abstrak:  Tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui bentuk dan teknik pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna, (2) untuk mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi pendukung dan penghambat pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna, (3) untuk mengetahui upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna. Informan dalam penelitian ini adalah Wali Kelas di SMA Negeri 1 Tongkuno sebanyak 6 orang, 1 Orang Guru BP, Kepala SMA Negeri 1 Tongkuno, Guru bidang studi Agama Islam, dan guru PKn. Hasil penelitian ini adalah: (1) bentuk dan teknik pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna adalah; memperlakukan siswa sebagai anak sendiri, meningkatkan ketaqwaan siswa terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui pendidikan Agama, membina budi pekerti dan kepribadian siswa, mencatat kehadiran siswa di sekolah, menyelesaikan masalah yang dihadapi anak di sekolah, membimbing dan menilai tingkah laku anak didik sehari-hari di sekolah, meningkatkan kerajinan, ketekunan, dan kesantunan, memberikan hukuman yang edukatif terhadap siswa yang melanggar, kerjasama dengan kepala sekolah, orang tua siswa, dan guru lain berkaitan dengan pembinaan moral, membina suasana kekeluargaan dengan siswa, dan memberikan teladan yang baik kepada siswa, (2) Faktor-Faktor yang menjadi pendukung adalah peran maksimal orang tua siswa, kepala sekolah, dan guru bidang studi. Penghambat pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna adalah tata tertib sekolah yang kurang dipahami oleh siswa, tidak adanya buku penghubung sekolah dan orang tua siswa, (3) Upaya yang dilakukan dalam mengatasi hambatan pembinaan moral siswa SMA Negeri 1 Tongkuno Kabupaten Muna adalah sosialiasi tata tertib sekolah dan pembuatan buku penghubung sekolah dan orang tua yang dibagikan kepada setiap siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah: pembinaan moral siswa yang dilakukan oleh wali kelas di SMA Negeri 1 Tongkuno dengan cara memperlakukan siswa dengan baik, meningkatkan pendidikan agama, mengajarkan tata karma, dan memberikan teladan kepada siswa. Faktor pendukung pembinaan moral adalah: guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa. Kata Kunci: Guru dan Pembinaan Moral
PERARANAN TOKOH ADAT DALAM PERKAWINAN PINANG DI DESA NAPA KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH Nur, Rajuddin; Sulfa, Sulfa; Reni, Wa Ode
SELAMI IPS Vol 4, No 48 (2018): JURNAL JURUSAN PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v4i48.8515

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan tokoh adat dalam perkawinan pinang di Desa Napa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan maksud menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Adapun pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan maksud mendeskripsikan fenomena yang ada di dalam lokasi penelitian dengan menggunakan data kualitatif yaitu memperoleh data dalam bentuk uraian atau narasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peranan tokoh adat dalam perkawinan pinang di Desa Napa adalah (a) sebagai mediator yaitu sebagai perantara dan juru bicara dari pihak keluarga laki-laki dan pihak keluarga perempuan dalam pelaksanaan perkawinan pinang. (b) sebagai fasilitator yaitu menyiapkan kelengkapan-kelengkapan adat yang dibutuhkan dalam perkawinan pinang. (c) sebagai organisator yaitu mengelompokan diri bersama-sama keluarga laki-laki dan keluarga perempuan agar perkawinan pinang dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan adat setempat. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah peranan tokoh adat dalam perkawinan pinang di Desa Napa adalah sebagai mediator, fasilitator, dan organisator yaitu sebagai perantara kedua keluarga bela pihak dan menyiapkan kelengkapan adat serta mengelompokan diri bersama-sama keluarga calon mempelai agar perkawinan pinang dapat berjalan lancar. Kata kunci : Tokoh Adat, Perkawinan Pinang
NILAI-NILAI GOTONG ROYONG DALAM PEMBANGUNAN DESA PADA MASYARAKAT SIOMPU (Studi di Desa Karae Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan) Taslin, Taslin; Yusuf, Muh
SELAMI IPS Vol 2, No 46 (2017): JURNAL SELAMI UHO
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/selami.v2i46.8520

Abstract

Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui jenis gotong royong dalam pembangunan pedesaan di masyarakat Desa Karae Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan; (2) untuk mengetahui nilai gotong royong yang terkandung dalam pembangunan desa di masyarakat Desa Karae Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan; (3) untuk mengetahui nilai gotong royong yang bergeser dalam pembangunan pedesaan di masyarakat Desa Karae Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah: kepala desa, 3 kepala dusun, 2 pemimpin pendidikan, 2 pemimpin tradisional, 2 pemuka agama, 1 tokoh perempuan dan 4 anggota masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan penelitian kepustakaan dengan menggunakan teknik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah: kepala desa, 3 kepala dusun, 2 pemimpin pendidikan, 2 pemimpin tradisional, 2 tokoh agama Islam, 1 tokoh perempuan dan 4 anggota masyarakat. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) penelitian kepustakaan; 2) penelitian lapangan yaitu dengan menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah: 1) Jenis gotong royong dalam pembangunan pedesaan di masyarakat Desa Karae, Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan, antara lain: (a) gotong royong Di kantor pembersihan dan desa; (b) gotong royong di jalan pertanian; (c) gotong royong dalam pembersihan dan eksekusi masjid; (d) gotong royong dalam pembangunan waduk air bersih dan (e) gotong royong dalam pengembangan lingkungan desa. 2) Nilai gotong royong terkandung dalam pembangunan Desa di masyarakat desa Karae yaitu (a) nilai kebersamaan; (b) nilai ekonomis; (c) nilai etika/moral; (d) nilai-nilai agama. 3) Nilai gotong royong yang bergeser dalam pembangunan pedesaan di masyarakat Desa Karae Kecamatan Siompu Kabupaten Buton Selatan yaitu: (a) nilai ekonomi; dan (b) nilai agama akibat globalisasi dan modernisasi, sehingga beberapa orang menjadi individualistis dan materialistik.Kata Kunci: Nilai Gotong Royong, Pembangunan Desa

Page 2 of 10 | Total Record : 96