cover
Contact Name
Indrawirawan
Contact Email
indrawirawan@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bnmt@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, 90245, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14114577     EISSN : 29857694     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak merupakan open peer reviewed journal menerbitkan artikel ilmiah dengan fokus pada bidang nutrisi dan makanan ternak dengan cakupan (focus and scope), diantaranya: Nutrisi Ruminansia Kimia Pakan Tanaman Pakan dan Pastura Nutrisi Non-Ruminansia Teknologi dan Industri Pakan Valorisasi Pakan dan Limbah
Articles 109 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN KATUK (Saoropus androgynus) DALAM RANSUM BERBASIS PAKAN LOKAL TERRHADAP PERFORMANS BROILER Mide, Muhammad Zain; Harfiah, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.954 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penambahan fitokimia tepung daun katuk dalam ransum berbasis pakan local terhadap performans broiler. Enam puluh empat ekor broiler (d.o.c) secara acak ditempatkan dalam 16 petak kandang panggung percobaan berukuran 100 cm x 50 cm x 60 cm/petak (4 ekor/petak). Percobaan dilaksanakan menurut Rancangan Acak Lengkap,  terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan adalah: P0 = Ransum dasar (kontrol), P1 = Ransum dasar + 1 % tepung daun katuk,  P2 = Ransum dasar  +  2 % tepung daun katuk dan P3 = Ransum dasar + 3 % tepung daun katuk. Analisis statistik menunjukkan bahwa penambahan fitokimia tepung daun katuk dalam ransum berbasis pakan lokal tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum, konsumsi protein dan konversi ransum pada broiler. Dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan berat badan dan rasio efisiensi protein pada broiler. Uji Duncan menunjukkan bahwa pertambahan berat badan P1, P2, dan P3 nyata (P<0,05) lebih tinggi daripada P0. Demikian juga P2 nyata lebih tinggi darpada P1 dan P, tapi P1 dan P3 tidak berbeda nyata (P>0,05).  Kesimpulan. 1) Penambahan tepung daun katuk dalam ransum sama pengaruhnya terhadap konsumsi ransum, konsumsi protein, dan konversi ransum pada  broiler.  2). Data secara biologis semua perlakuan tepung daun katuk meningkatkan  pertambahan berat badan dan ratio efisiensi protein lebih tinggi daripada control.
PERTUMBUHAN DAN KOMPOSISI SERAT RUMPUT SIGNAL YANG DIPUPUK DENGAN PUPUK HIJAU CAIR AZOLLA DAN KIHUJAN Nompo, syamsuddin; Budiman, .; Isnaini, R; Syam, N
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.311 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pupuk hijau cair azolla dan kihujan terhadap pertumbuhan dan fraksi serat (NDF dan ADF) rumput signal (Brachiaria decumbens).Penelitian menggunakan stek rumput signal, pupuk hijau cairazolla dan kihujan, serta EM4. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 5 kali ulangan.Perlakuan terdiri dari P0 (tanpa pupuk), P1 (pupuk azolla) dan P2 (pupuk kihujan).Parameter yang diamati adalah pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun dan produksi bahan kering, fraksi serat (NDF dan ADF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pupuk hijau cair azolla dan kihujan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman dan luas daun, namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap jumlah anakan dan produksi bahan kering rumput signal. Pupuk hijauan cair azolla dan kihujan juga tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan NDF dan ADF rumput signal. Kesimpulan penelitian ini adalah  pemberian pupuk hijau cair azolla dan kihujan mampu meningkatkan pertumbuhan rumput signal khususnya tinggi tanaman dan luas daun, dan cenderung meningkatkan jumlah anakan dan produksi bahan kering.Penggunaan pupuk hijau cair azolla dan kihujan pada taraf P1 dan P2 belum mampu menurunkan fraksi serat (NDF dan ADF) rumput signal.
NILAI INDEK PAKAN KAMBING BERDASARKAN STUDI IN SACCO DAN IN VIVO Rasjid, Syamsuddin; Ismartoyo, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.33 KB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengukur karakteristik degradasi pakan (in sacco), konsumsi dan kecernaan pakan (in vivo), serta menentukan nilai indek 4 jenis pakan kambing (T1=rumput gajah, T2=rumput lapang, T3=rumput kolonjono, T4=daun mangga). Penelitian in sacco dan in vivo memerlukan 4 ekor ternak kambing. Masing-masing pakan (4 ulangan) akan diinkubasikan selama 8, 12, 24, 48, 72, dan 96 jam, kedalam rumen ternak kambing. Ke-4 jenis pakan tersebut selanjutnya diberikan kepada ternak kambing yang dibagi dalam 4 perlakuan pakan. Setiap ternak kambing diberikan satu jenis pakan. Data hasil pengamatan in vivo akan dianalisis dengan menggunakan rancangan percobaan acak lengkap, dilanjutkan dengan uji Duncan (Steel and Torrie,1980). Hasil pengamatan konsumsi dan kecernaan pakan, kemudian diprediksi dari karakteristik degradasi pakan (in sacco) menggunakan analisis multiple-regresi. Dari persamaan regresi tersebut selanjutnya dapat ditentukan nilai indek pakan (Ørskov et al, 1988; Kibon dan Ørskov, 1993; Khazal et al, 1992; Shem et al, 1995; Subur et al, 1999). Hasil percobaan kecernaan in vivo rumput gajah merupakan pakan terbaik, kemudian disusul pakan daun mangga, menyusul rumput kolonjono, dan rumput lapang. Pertambahan berat badan kambing umumnya tidak menunjukkan perbedaan nyata. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai indek pakan kambing bervariasi antara pakan 1 dengan lainnya. Kata Kunci : Konsumsi, Karakteristik Degradasi, Nilai Indek Pakan.
NILAI NUTRISI CAMPURAN FESES SAPI DAN BEBERAPA LEVEL AMPAS KELAPA YANG DIFERMENTASI DENGAN EM4 Islamiyati, Rohmiyatul
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.488 KB)

Abstract

Nilai nutrisi campuran feses sapi  dan beberapa level ampas kelapa yang difermentasi dengan EM4. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan level ampas kelapa (0, 10%, 20% dan 30%),  masing-masing perlakuan diulang 4 kali.  Semua perlakuan ditambahkan EM4 0.3% yang telah diaktifkan dan difermentasi semi aerob selama 4 hari.           Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa campuran feses sapi dan beberapa level ampas kelapa yang difermentasi dengan EM4 berpengaruh sangat nyata (P < 0.01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar, namun tidak berpengaruh nyata terhadap BETN. Disimpulkan bahwa proses fermentasi dengan EM4 campuran feses sapi dan beberapa level ampas kelapa secara umum berlangsung baik. Semakin tinggi level ampas kelapa dalam campuran  feses sapi yang difermentasi dengan EM 4 menurunkan kandungan serat kasar dan protein kasar, meningkatkan kandungan  lemak kasar dan ada kecenderungan meningkatkan BETN. Kata kunci : Feses sapi, ampas kelapa, fermentasi, EM4
FERMENTASI PAKAN OLEH MIKROBA RUMEN DALAM SISTIM CONSECUTIVE BATCH CULTURE (CBC) Ismartoyo, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.183 KB)

Abstract

Pola dan trend degradasi pakan oleh mikroba rumen bervariasi antara bahan pakan satu dengan bahan pakan lainnya. Slope (koefisien regresi) bahan kering tercerna kulit buah coklat, jonga-jonga, dan biji markisa masing-masing adalah –0.62, -0.08, dan –2.34. Sedangkan slope bahan kering tercerna untuk biji kapuk dan kulit markisa adalah 0.20 dan 2.23 menunjukkan bahwa mikroba rumen dapat beradaptasi dengan adanya substrat biji kapuk dan kulit markisa dalam medium. Sebaliknya kulit buah coklat, jonga-jonga, dan biji markisa disamping slope-nya negatif, kecernaan bahan kering-nya juga cenderung menurun selama 6 seri masa inkubasi. Kesimpulannya bahwa kecernaan bahan kering in vitro pakan oleh mikroba rumen bervariasi mulai dari 31% untuk biji markisa sampai dengan 48.2% untuk jonga-jonga. Mikroba rumen menunjukkan pola adaptasi selama 6 seri inkubasi terhadap substrat biji kapuk dan kulit markisa yang mengandung lemak, tannin dan gossypol untuk biji kapuk dan tannin untuk kulit markisa.
NILAI NUTRISI PAKAN BERBAHAN JERAMI PADI, GAMAL DAN UREA MINERAL MOLASES LIQUID (UMML) DENGAN PREPARASI YANG BERBEDA Syahrir, Syahriani
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.044 KB)

Abstract

Optimalisasi pemanfaatan jerami padi dalam ransum diupayakan  dengan meningkatkan fermentabilitasnya dalam sistem rumen. Peningkatan fermentabilitas bahan pakan dalam sistem rumen dilakukan dengan menstabilkan populasi mikroba penghasil enzim pencerna karbohidrat struktural. Kajian terhadap Urea Mineral Molases Liquid (UMML) yang menjadi penyedia nitrogen, mineral larut air dan RAC dalam sistem rumen telah dilakukan. Penelitian kali ini mengkaji efektifitas jerami padi yang ditambahkan UMML dan biomassa gamal.  Penelitian diharapkan akan menghasilkan formula yang terbaik sebagai pakan ternak potong dari beberapa perlakuan jerami padi, biomassa gamal dan UMML. Perlakuan terdiri atas P0 = 60% jerami padi + 10 % UMML + 30% biomassa gamal (kontrol, tanpa ada fermentasi bahan); P1 = P0, tapi jerami padi dan UMML bahan dicampur lalu difermentasi, setelah fermentasi selesai baru dicampur dengan biomassa gamal; P2 = seluruh bahan P0 dicampur lalu difermentasi. Kajian terhadap kandungan nutrisi menghasilkan  formula terbaik sementara adalah perlakuan P2 yakni seluruh bahan dicampur lalu difermentasi, ditandai dengan kadar protein tertinggi dibandingkan dengan perlakuan yang lain.  
PENGARUH PENAMBAHAN BERBAGAI LEVEL TEPUNG DAUN KATUK (Sauropus Androgynus) TERHADAP KADAR KOLESTEROL, TRIGLISERIDA, LDL DAN HDL DARAH BROILER Kamalia, .; Mujnisa, Andi; Natsir, Asmuddin
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.445 KB)

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai tingkat daun katuk terhadap  kadar kolesterol, trigliserida, LDL, dan HDL dalam darah ayam broiler. Enam puluh empat (64) ekor  DOC berjenis kelamin campur, dengan metode rancangan acak lengkap. Ransum perlakuan adalah: P0 = contol, P1 = kontrol + 1% tepung daun katuk, P2 = Kontrol + 2% daun katuk makan,     P3 = kontrol + 3% tepung daun katuk. Perlakuan berjumlah 4, sehingga total perlakuannya menjadi 16. Ransum kontrol terdiri dari jagung kuning, minyak kelapa, limbah udang, tepung ikan, ampas tahu, kacang kedelai. Selama percobaan ayam broiler diberi pakan dan minum secara adlibitung. penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun katuk ke dalam pakan tidak mempengaruhi konsentrasi kolesterol, trigliserida, dan LDL dalam darah ayam broiler. Tetapi secara signifikan meningkatkan konsentrasi HDL darah tetapi tidak memiliki efek pada konsentrasi kolesterol darah, trigliserida darah, dan LDL darah ayam broiler. Kata kunci: Tepung Daun Katuk, Kolesterol, HDL
PERSENTASE KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL BROILER YANG DIBERI PREBIOTIK INULIN UMBI BUNGA DAHLIA (Dahlia variabillis) Massolo, Rita; Mujnisa, Andi; Agustina, Laily
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.702 KB)

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui level optimal penggunaan tepung umbi bunga terhadap persentase karkas, lemak abdominal, dan potongan komersil karkas broiler. Sebanyak 160 ekor ayam ras pedaging strain lohmann dipelihara sampai umur 35 hari. Perlakuan berupa penambahan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan basal dengan level yang berbeda (masing-masing 0%, 0,8% 1,0% dan 1,2%). Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam (ANNOVA) dan bila terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan Uji Jarak Duncan (Steel dan Torrie,1993). Hasil menunjukkan bahwa   pemberian tepung umbi bunga dahlia dalam pakan hingga level 1,2 % berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase karkas, persentase dada, persentase paha, persentase sayap dan tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase lemak abdominal, namun penggunaan tepung umbi bunga dahlia dalam pakan pada level 0,8% sudah menunjukan hasil yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung umbi bunga dahlia hingga  level 1,2% mampu memperbaiki nilai perentase karkas, persentase dada, persentase paha dan menurunkan kandungan lemak abdominal broiler. 
PREPARASI LARUTAN FOSFAT DAN UREA MINERAL MOLASES LIQUID (UMML) SEBAGAI PENYEDIA PREKURSOR BIOFERMENTASI RUMEN Syahrir, Syahriani; Natsir, Asmuddin; Mide, Muhammad Zain; Islamiati, Rohmiyatul; Asriani, Anie
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.147 KB)

Abstract

Urea Mineral Molases Liquid (UMML) dapat menjadi prekursor biofermentasi dalam sistem rumen. UMML dapat menyediakan nitrogen lepas lambat, mineral larut air dan readily available carbohydrate (RAC),  namun memerlukan kajian khusus, terutama pada penentuan jenis dan preparasi bahan penyusunnya, khususnya penyediaan mineral fosfat larut air.  Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan formula UMML yang selanjutnya akan digunakan sebagai prekursor biofermentasi rumen.  Beberapa perlakuan terhadap super fosfat (SP36) dilakukan untuk mendapatkan metode preparasi yang menghasilkan fosfat terlarut dengan konsentrasi yang tinggi. Preparasi yang menghasilkan kadar fosfat terlarut yang tertinggi adalah super fosfat yang di tambah asam organik dan larutan urea lalu dididihkan selama 5 menit. Urea Mineral Molases Liqiud diramu dari bahan Larutan Ca(Urea)4Cl2 + Larutan fosfat + Larutan NaCl jenuh + Molases. Kata Kunci:  Preparasi, Larutan fosfat, Urea Mineral Molases Liquid.
LEMAK DAN KOLESTEROL DAGING PADA AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN STEP DOWN PROTEIN DENGAN PENAMBAHAN AIR PERASAN JERUK NIPIS SEBAGAI ACIDIFIER Sumaiyah Hasanuddin; Vitus Dwi Yunianto; Bambang Sukamto
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol. 9 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.955 KB) | DOI: 10.20956/bnmt.v9i1.907

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan daging ayam broiler yang rendah lemak dan kolesterol dengan pemanfaatan air perasan jeruk nipis (APJN) maupun asam sitrat (AS) sebagai acidifier dalam pakan step down protein tanpa mengganggu fungsi saluran pencernaan ayam broiler. Materi yang digunakan adalah DOC (day old chick) strain Hubbard MB 202 “unsex” sebanyak 192 ekor. Pola penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 24 unit percobaan yang. Masing-masing unit percobaan  terdiri dari 8  ekor  ayam  broiler.  Perlakuan  terdiri  dari   P0:  Pakan  Kontrol  (tanpa  step  down), P1: Pakan Step down, P­2: Pakan Step down + AS 0,8 %, P3: Pakan Step down+ APJN 0.4% (6,9 ml/100g pakan), P4:Pakan Step down+APJN 0.8% (13,8 ml/100g pakan) dan P5:Pakan Step down + APJN 1,2% (20,7 ml/100g pakan). Parameter yang diamati adalah kadar kolesterol dan lemak daging. Data yang diperoleh diolah dengan analisis ragam, menggunakan bantuan software SPSS versi 16. Apabila perlakuan berpengaruh  nyata dilanjutkan dengan Uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan step down protein dengan penambahan air perasan jeruk nipis sebagai acidifier berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan kolesterol daging (mg/g) dengan rataan (0,99, 0,89, 1,11, 1,02, 1,03 dan 0,81), tetapi  tidak  berpengaruh (P>0,05) terhadap penurunan lemak daging (%) dengan rataan (5,53, 6,30, 6,13, 6,15, 7,38 dan 4,8) pada ayam broiler.                                                                                         Kata kunci: Ayam Broiler, Lemak Daging, Kolesterol Daging, Step down Protein, Jeruk Nipis.

Page 4 of 11 | Total Record : 109