cover
Contact Name
Eka Damayanti
Contact Email
sipakalebbi@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255104606
Journal Mail Official
eka.damayanti@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jalan HM Yasin Linpo No 36 Romang Polong Somba Opu Gowa Sulawesi Selatan
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL SIPAKALEBBI
ISSN : 23554337     EISSN : 27162559     DOI : 10.24252/sipakalebbi
JURNAL SIPAKALEBBI is a scholarly journal published and funded by Pusat Studi Gender dan Anak (Center for Gender and Child Studies) LP2M Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. The journal publishes 2 issues each year regarding current issues in gender or child regionally or globally.
Articles 98 Documents
MICROBIOLOGICAL INFECTION RISKS AMONG CHILDREN IN SUB-URBAN SETTLEMENT OF MAKASSAR Hafsan, Hafsan; Anggraeni, Rini; Pratiwi, Afryanti
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i1.56899

Abstract

Microbiological infections in children are still a significant health problem, especially in sub-urban environments with suboptimal sanitation infrastructure. Environmental factors and hygiene habits play a big role in increasing or decreasing the risk of infection. This study aims to analyze the relationship between home sanitation conditions, housing density, children's hygiene habits, and the incidence of microbiological infections in children in Bontote'ne Housing, Makassar. This study uses an analytical descriptive study design with a cross-sectional approach. A total of 50 children aged 5–12 years and their parents participated as respondents. Data were collected through questionnaires regarding environmental factors, children's hygiene habits, and history of microbiological infections. The analysis was performed using Chi-Square tests and logistic regression to identify the relationship between independent variables and bound variables. The results showed that poor sanitation, high residential density, and inadequate handwashing practices were significantly associated with increased rates of gastrointestinal, respiratory, and diarrhoeal infections. Handwashing with soap was identified as a key protective factor.This study confirms that environmental factors and hygiene habits have an important role in the incidence of microbiological infections in children. Public health interventions such as improving sanitation infrastructure, improving access to clean water, and ongoing hygiene education are needed to reduce the risk of infection in sub-urban environments.
Identitas Sosial Remaja Rentan dalam Konteks Kemiskinan Perkotaan di Makassar Firdaus, Faradillah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i1.57723

Abstract

This study aims to explore the construction of social identity among vulnerable youth in the context of urban poverty in Makassar through in-depth qualitative analysis. Using a phenomenological approach with 12 participants aged 16-24 years living in poor urban areas, data were collected through in-depth interviews and participant observation. Data analysis used interpretative phenomenological analysis to understand lived experiences and meaning-making processes. Results revealed three major themes: identity negotiation through resistance strategies, collective identity as protective mechanism, and cultural resources as identity capital. Participants actively constructed positive social identities despite structural constraints through reframing poverty narratives, emphasizing community solidarity, and drawing on local cultural values. The findings challenge deficit-based perspectives of poor youth and highlight their agency in identity construction. This study contributes to understanding how vulnerable youth navigate social stigma while maintaining positive self-regard through creative identity work and cultural resilience
pola asuh POLA ASUH ORANG TUA PEKERJA TETAP DAN ORANG TUA FREELANCE UNTUK MENGATASI ANAK SPEECH DELAY nur khalisa ltc; Khumaerah, Nur Zahra; Kusyairy, Umi; Halimah, Andi; Patiung, Dahlia
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 8 No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v8i2.51549

Abstract

Banyak orang tua khawatir ketika mereka mengetahui bahwa anak mereka yang telah memasuki usia 3 tahun memiliki kendala dalam hal kemampuan bicara. Keterlambatan perkembangan bicara anak dapat disebabkan oleh kondisi oleh fisik dan faktor lingkungan anak. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Bagaimana gambaran speech delay pada anak usia dini dengan orang tua pekerja tetap dan orang tua freelance, 2) Bagaimana pola asuh orang tua pekerja tetap dan orang tua freelance dengan anak speech delay, 3) Apakah faktor penghambat dan faktor pendukung speech delay pada anak usia dini dengan orang tua pekerja tetap dan orang tua freelance. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi partisipan, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan pedoman wawancara terbuka. Teknik analisis data menggunakan reduksi data dan penyajian data. Orang tua hendaknya harus memperhatikan setiap kebutuhan untuk perkembangan anaknya, diantaranya makanan, kesehatan, kasih sayang, nutrisi, stimulasi dan rasa nyaman yang konsisten, serta permainan yang memungkinkan anak untuk berimajinasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan orang tua agar dapat mencegah anak terjadinya keterlambatan berbicara yaitu dengan cara rajin mengajak anak berbicara dan berkomunikasi, batasi bermain gawai dan menonton televisi, berikan nutrisi yang cukup pada anak, kenalkan anak nama-nama benda, dan ajak anak dari kecil mendengarkan cerita karena salah satu cara untuk meningkatkan kosa kata anak.
KONSEP DAN MAKNA NILAI BUDAYA PADA RELASI ORANG TUA DAN ANAK DI KELUARGA BUGIS SULAWESI-SELATAN Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i1.59122

Abstract

              Salah satu fungsi pengasuhan orang tua kepada anak adalah untuk membangun pondasi relasi dan menanamkan nilai-nilai yang dianggap berperan sebagai dasar dalam membangun kepribadian anak. Nilai budaya menjadi nilai kompleks yang penting untuk ditanamkan sebagai kerangka pengembangan kecakapan pribadi dan sosial. Budaya Bugis memiliki nilai komprehensif dan luas sebagai acuan dalam tatanan masyarakatnya, namun belum terkonsep secara baku mengenai nilai apa saja yang diterapkan dalam pengasuhan. Tujuan dari peneltian ini adalah untuk melihat konsep-konsep nilai budaya yang dipakai oleh orang tua dalam pengasuhan anak, pemaknaan nilai-nilai Bugis pada penerapannya dalam pengasuhan, konsep nilai Bugis yang diketahui oleh anak, pemaknaan nilai-nilai Bugis bagi anak, dan kesesuaian antara nilai yang dipahami oleh orang tua dengan nilai yang diketahui oleh anak. Responden penelitian adalah orang tua yang memiliki anak remaja dan responden remaja dengan rentang usia 11-21 tahun. Teknik pemilihan sampel penelitian menggunakan teknik random sampling. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif melalui pengumpulan data pertanyaan terbuka secara online dan offline menggunakan google form dan instrumen tertulis. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan aplikasi MAXQDA dalam penggolongan tema jawaban responden. Hasil penelitian memperlihatkan adanya tiga belas penggolongan tema konsep nilai yang didapatkan dari responden orang tua, sementara terdapat sepuluh tema yang sama didapatkan pada responden remaja. Kesepuluh konsep nilai tersebut adalah nilai siri’ (harga diri), nilai siri’ (malu), sipakatau (saling membantu), sipakainge’ (saling mengingatkan), sipakalebbi’ (saling menghargai), mappatabe (menghargai orang tua), lempu’ (kejujuran), pammali (menghindari pantangan), adat uang panai (mahar), dan pangngaddereng (nilai adat). Tiga konsep nilai tidak didapatkan pada responden anak namun terdapat pada responden orang tua, yaitu male’bi (bersikap lemah lembut), taro ada taro gau (konsistensi), dan reso (bekerja keras). Pemaknaan nilai yang sama-sama didapatkan pada jawaban orang tua dan anak (remaja) diantaranya adalah menjadi pedoman perilaku, pembelajaran hidup, kontrol perilaku, prinsip hidup, identitas diri, menjaga keharmonisan, sarana beradaptasi, dan melestarikan budaya. Sementara beberapa nilai yang lain disebutkan oleh orang tua, yaitu landasan dalam pengasuhan, membelajarkan moral, dan menambah wawasan. Dapat disimpulkan bahwa dari hasil penelitian, terdapat kesesuaian sebagian besar konsep nilai antara orang tua dengan remaja dalam keluarga Bugis di Sulawesi Selatan.
PERSPEKTIF NEUROBIOLOGI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DAN TANGGUNG JAWAB MORAL DALAM ISLAM (MINI REVIEW) Hafsan, Hafsan; Firdaus, Firdaus; Pratiwi, Afryanti
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sexual violence on university campuses represents a multidimensional crisis that violates not only moral integrity but also inflicts deep and lasting biological damage on survivors. Neurobiological research reveals that trauma from sexual violence can alter the structure and function of the brain, particularly the amygdala, hippocampus, and prefrontal cortex which are critical for emotional regulation, memory, and decision-making. Disruptions in these brain systems may lead to long-term conditions such as dissociation, chronic anxiety, and post-traumatic stress disorder (PTSD). In the Indonesian academic context, sexual violence often remains concealed behind institutional hierarchies, power imbalances, and a normalized culture of silence, as reflected in various studies and official reports. This article integrates findings from neuroscience with Islamic ethical principles to formulate a holistic approach to victim protection and recovery. Islam, through the framework of maqāṣid al-sharī‘ah, upholds personal dignity (al-‘irḍ) as a fundamental value that must be safeguarded. Social responsibility to protect survivors and prevent injustice is strongly emphasized in the Qur'an and prophetic tradition. Thus, the Islamic response to sexual violence goes beyond legalism, encompassing spiritual, biological, and psychosocial dimensions. In this view, an integrative framework combining scientific insight and moral-spiritual values is essential to build a just, compassionate, and trauma-informed response to sexual violence on campus. Kekerasan seksual di lingkungan kampus merupakan krisis multidimensi yang tidak hanya mencederai integritas moral, tetapi juga meninggalkan dampak biologis yang mendalam bagi korban. Kajian neurobiologi menunjukkan bahwa trauma akibat kekerasan seksual dapat mengubah struktur dan fungsi otak, terutama pada area seperti amigdala, hipokampus, dan prefrontal cortex, yang berperan dalam pengaturan emosi, memori, dan pengambilan keputusan. Gangguan pada sistem saraf ini tidak jarang menghasilkan gejala jangka panjang seperti disosiasi, kecemasan kronis, dan gangguan stres pascatrauma (PTSD). Dalam konteks akademik di Indonesia, kasus-kasus kekerasan seksual sering tersembunyi di balik relasi kuasa, hierarki institusional, dan normalisasi budaya diam, sebagaimana terbaca dalam sejumlah laporan riset dan catatan lembaga negara. Artikel ini memadukan temuan-temuan ilmu saraf dengan etika Islam untuk merumuskan pendekatan holistik dalam perlindungan dan pemulihan korban. Islam, melalui kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, menempatkan kehormatan (al-‘irḍ) sebagai nilai yang harus dijaga secara serius. Tanggung jawab sosial untuk melindungi korban dan mencegah kezaliman ditegaskan dalam ajaran Al-Qur’an dan hadis. Maka, penanganan kekerasan seksual dalam kerangka Islam tidak hanya bersifat legalistik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual, biologis, dan psikososial secara integral. Dengan demikian, dibutuhkan integrasi antara sains dan nilai moral sebagai fondasi respons yang lebih adil, manusiawi, dan menyembuhkan.  
ANALISIS RESPON PSIKOLOGIS ANAK TERHADAP MEDIA PEMBELAJARAN DALAM TEMA REKREASI DAN KENDARAAN Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i2.64588

Abstract

Media pembelajaran memiliki peran penting dalam membentuk pengalaman belajar anak, khususnya pada usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons psikologis anak terhadap penggunaan media pembelajaran pada tema Rekreasi dan Kendaraan. Respons psikologis yang diamati meliputi aspek minat, perhatian, emosi, dan keterlibatan anak selama proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek anak usia dini. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dengan guru, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang bersifat visual, interaktif, dan kontekstual mampu meningkatkan minat belajar, rasa senang, serta partisipasi aktif anak. Media pembelajaran juga membantu anak memahami konsep rekreasi dan jenis kendaraan secara lebih konkret. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan psikologis anak dalam proses belajar.
STRATEGI PENGEMBANGAN SOSIAL- EMOSIONAL ANAK USIA DINI DAN PERAN GURU PADA TK HAMNUR PATTALLASSANG KAB GOWA Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i2.64589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam praktik pengembangan sosial-emosional anak usia dini serta peran guru dalam membangun lingkungan belajar yang aman, responsif, dan mendukung di TK Hamnur Pattallassang Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi secara berkesinambungan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki keterlibatan emosional yang positif dan memandang keberagaman karakter serta perbedaan ritme belajar anak sebagai bagian alami dari proses perkembangan anak usia dini. Pembelajaran berbasis bermain diterapkan secara konsisten dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan anak, kemampuan mengekspresikan emosi, kepercayaan diri, serta interaksi sosial dengan teman sebaya. Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran secara terstruktur namun fleksibel, dengan menyesuaikan metode, media, dan strategi pembelajaran terhadap kondisi emosional dan tingkat konsentrasi anak. Selain itu, dukungan lingkungan sekolah, keluarga guru, dan keterlibatan orang tua murid berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan sosial-emosional anak. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan pembelajaran meliputi kesiapan dan empati guru, suasana kelas yang kondusif, serta penggunaan media pembelajaran yang variatif dan menarik. Penelitian ini menegaskan bahwa peran guru yang reflektif, empatik, dan responsif menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan perkembangan sosial-emosional anak usia dini.
PENGEMBANGAN KARAKTER RELIGIUS TERHADAP ANAK USIA DINI DI TK IT LUTHFIATUNNISA Muchlisah, Muchlisah
JURNAL SIPAKALEBBI Vol 9 No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sipakallebbi.v9i2.64590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan karakter religius anak usia dini melalui kegiatan pembiasaan keagamaan di TKIT Luthfiatunnisa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru yang terlibat langsung dalam pembinaan karakter religius anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan karakter religius dilaksanakan melalui pembiasaan ibadah harian, keteladanan guru, penciptaan lingkungan sekolah yang religius, serta kerja sama dengan orang tua. Kegiatan tersebut memberikan dampak positif terhadap perilaku anak, seperti terbiasanya mengucapkan salam, menunjukkan sikap sopan, serta antusias mengikuti kegiatan keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan religius yang dilakukan secara konsisten dan disertai keteladanan guru mampu membentuk karakter religius anak usia dini secara efektif.

Page 10 of 10 | Total Record : 98