cover
Contact Name
Rachma Wikandari
Contact Email
rachma_wikandari@mail.ugm.ac.id
Phone
+6285712601130
Journal Mail Official
agritech@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
agriTECH
ISSN : 02160455     EISSN : 25273825     DOI : 10.22146/agritech
Core Subject : Agriculture,
Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies (PATPI).
Articles 1,380 Documents
Analisis terhadap Kinerja Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada Industri Gudeg Kaleng di PT XYZ, Yogyakarta Ima Apriliyani; Makhmudun Ainuri; Atris Suyantohadi
agriTECH Vol 43, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.71076

Abstract

Industri PT XYZ, Yogyakarta memproduksi produk gudeg kaleng untuk dipasarkan baik didalam negeri dan keluar negeri. Penelitian bertujuan untuk melakukan analisis kinerja pada unit IPAL PT XYZ terhadap parameter pH, Biological Oxigen Demand (BOD5 ) dan Chemical Oxygen Demand (COD) serta usulan perbaikan kinerja IPALnya agar dapat beroperasi menghasilkan efluen yang sesuai berdasarkan persyaratan baku mutu pemerintah. Metoda penelitian dilakukan menggunakan analisis dimensi berdasarkan data-data perhitungan secara kuantitatif dan deskriptif. Dari analisa kinerja IPAL didapatkan faktor penyebab ketidaksesuainya yaitu: 1) kesesuaian ukuran saringan yaitu 3 cm x 100 cm; 2) kondisi scum yang kotor tidak dibersihkan; 3) Beban BOD dan COD limbah melebihi melebihi kapasitas 4) tidak sesuainya penggunaan bakteri dengan jenis pengolahan dan 5) proses netralisasi yang tidak ada. Usulan perbaikan dari analisa kinerja IPAL meliputi; 1) penggantian saringan dengan ukuran yang sesuai yaitu 39 cm ×110 cm; 2) membersihkan scum dan menambah koagulan; 3) penggunaan teknologi biofilter anaerob yang memiliki tinggal 32,71 jam, memiliki organic loading rate 7,85 kg COD/m3.hari, memiliki hydraulic loading rate 0,0036 m 3 /m 2 .jam dan memasang bioball dari material Poly Vinyl Chloride (PVC) yang berbentuk bola, memiliki diameter 3 cm, luas kontak spesifik 200-240 m 2 /m 3 , porositas rongga 0,92, berwarna hitam dengan volume 0,94 m 3 ; 4) penggunaan Bakteri Nutrabact Anaerob yang dosis pemakaian pertama 90230 mL dan pemakaian harian 47 mL yang dibagi rata ke tujuh kolom biofilter; 5) melakukan netralisasi melalui pembukaan kedua bak kontrol, menambah kapur, dan mengontrol efluen melalui pengaliran ke komponen biotik seperti ikan dan tanaman air.
Optimization of Silkworm Sericin Extraction Attacus atlas and Samia cynthia ricini Using Response Surface Methodology Yuni Cahya Endrawati; Dedy Duryadi Solihin; Ani Suryani Suryani; Noviyan Darmawan Darmawan; Irma Herawati Suparto; Bella Fitri Rahmantika
agriTECH Vol 43, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.71950

Abstract

Silk fiber is an organic waste that can pollute the environment due to its solubility in processing wastewater. The extraction from wastewater was carried out to reduce environmental pollution and produce natural bioactive. Therefore, this research aims to produce an extraction method that maximizes the protein yield of Attacus atlas (A. atlas) and Samia cynthia ricini (S. ricini) sericin and analyze the characteristics. The method consists of two stages, the optimization of sericin protein extraction with Response Surface Methodology (RSM) and its characterization. The optimization resulted in the optimum extraction of A. atlas and S. ricini sericin at a concentration of 0.08 and 0.03 N NaOH, temperature of 130.52 °C and 113.20 °C, time of 71.71 and 33.78 minutes with a yield of 17.39±1.24% and 20.24±2.30%. The sericin protein had a molecular weight of 8.99 and 7.08 kDa in A. atlas and S. ricini. The extraction produces glycine, alanine, and tyrosin for A. atlas and glutamic acid, glycine, and alanine for S. ricini. Therefore, the sericin extraction formulation did not change the secondary structure protein, as evidenced by the FTIR results.
Status Keberlanjutan Usaha Tani Palawija-Kencur Sistem Tumpang Sari: Kasus di Lahan Kering Madura Nurul Latifah; Ida Ekawati
agriTECH Vol 43, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.71974

Abstract

Lahan pertanian di Madura sebagian besar adalah lahan kering. Lahan ini dimanfaatkan untuk produksi pangan. Sistem pertanaman yang diterapkan umumnya sistem tumpang sari. Salah satu sistem tumpang sari yang diusahakan petani yaitu tumpang sari palawija-kencur (kencur-jagung-kacang hijau). Sistem pertanaman ini merupakan salah satu cara meningkatkan produktifitas lahan dan menjaga keberlanjutan produksi tanaman di lahan kering. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis status keberlanjutan usaha tani palawija-kencur sistem tumpang sari dilihat dari 5 dimensi pembangunan pertanian berkelanjutan. Lokasi penelitian di Desa Lenteng Barat dan Ellak Laok Kecamatan Lenteng Kabupaten Sumenep, Madura. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada 100 petani, penyuluh pertanian, pengamatan langsung di lapangan. Multi dimensional scaling (MDS), leverage analysis dan Monte Carlo dengan menggunakan aplikasi rapfarm diaplikasikan untuk menganalisis status keberlanjutan dan atribut sensitif. Analisis terhadap atribut yang diteliti menunjukkan 20 atribut sensitif terhadap peningkatan status keberlanjutan untuk lima dimensi. Indeks keberlanjutan usaha tani palawija-kencur sistem tumpang sari di Madura termasuk kriteria cukup berkelanjutan, dengan indeks gabungan 66,56. Dimensi kelembagaan dan ekologi masing-masing menunjukkan indeks keberlanjutan sebesar 81,16 dan 80,85 yang artinya sangat berkelanjutan. Sementara, dimensi ekonomi, teknologi, dan sosial cukup berkelanjutan dengan nilai indeks sebesar 51,74; 58,01; dan 61,07 secara berturut-turut. Petani perlu mempertahankan penggunaan teknologi konservasi dan menguasai teknologi untuk mengakses informasi pasar. Model tumpang sari palawija-kencur dapat dikembangkan di wilayah lahan kering lainnya mengingat model ini merupakan model yang cukup berkelanjutan.
Cover Vol. 43 No. 1 Cover Vol. 43 No. 1
agriTECH Vol 43, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.82676

Abstract

.
Analysis of Consumers' Perception on Purchase Decisions of Takeaway Coffee Drinks in Yogyakarta Fauzia Adni Alita; Dyah Ismoyowati; Wagiman Kastawiyana
agriTECH Vol 43, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.55875

Abstract

This study aimed to determine and analyze the effect of brand image, product, price perception, and preference on purchase decisions of takeaway coffee. The research analyzed variables that most influence purchase decisions of coffee drink takeaway in Yogyakarta and the effect of each independent variable. Data were collected using an online questionnaire from individuals who have purchased takeaway coffee drinks in Yogyakarta more than once. The sample size was 100 respondents, selected using non-probability sampling techniques with the purposive sampling method. The other process was analyzing data by employing a multiple regression approach. The results showed that brand image and product positively affected purchasing decisions with t-count values of 2.340 and 2.715 and significant levels of 0.008 and 0.006, respectively. Price perception reversely influences purchasing decisions, with a t-value of 1.626 and a significance level of 0.107. Preference positively affected purchasing decisions with a t-value of 5.605 and a significance level 0,000. Furthermore, brand image, product, price perception, and preference positively affected purchasing decisions, with an F value of 65.334 and a significance level 0.000. (6) The magnitude of brand image, product, price perception, and perception of takeaway coffee drinks on purchasing decisions (adjusted R 2 ) is 0.504. Considering these results, the regression equation obtained was Y = -0,177 + 0,293X1 + 0,273X2 + 0,320X3 + 5,550D1 + e.
Penambahan Bubuk Kunir Putih (Curcuma mangga Val.) dan Carboxymethyl Cellulose pada Snack Bar: Pengujian pada Sifat Fisikokimiawi dan Sensori Pri Okla Ginting; Dwiyati Pujimulyani
agriTECH Vol 43, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.61648

Abstract

Snack bar (SB) adalah salah satu produk yang dapat dijadikan pangan fungsional dengan penambahan bubuk kunir putih. SB dibuat dengan pencampuran kacang-kacangan, sereal, dan buah-buahan dengan penambahan agen pengikat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menguji efek dari penambahan bubuk kunir putih (Curcuma mangga Val.) dan Carboxymethyl Cellulose (CMC) pada sifat fisikokimiawi dan sensori dari SB. Variasi formula yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perbandingan mocaf dan bubuk kunir putih sebanyak 100:4; 100:8 dan 100:12 g; serta konsentrasi CMC sebesar 0,5; 1 dan 1,5%. SB dianalisis dengan analisis fisik (tekstur dan volume pengembangan), kimia (aktivitas antioksidan dan analisis proksimat), dan uji kesukaan. SB dengan penambahan 12% bubuk kunir putih dan 1% CMC mendapatkan hasil sifat fisikokimiawi dan sensori yang terbaik dengan nilai tekstur sebesar 1.227,67 gf, volume pengembangan 0%, aktivitas antioksidan 10,76% RSA, kadar air 7,96%, abu 1,64%, protein 4,55%, lemak 11,93% dan karbohidrat 73,93%.
Fermentasi Sari Koro Pedang Putih (Canavalia ensiformis (L.) DC.) dengan Penambahan Sukrosa dan Susu Skim Fajarika Alimahana; Indah Kartika; Anisa Wahyu Utami; Muhammad Nur Cahyanto; Tyas Utami
agriTECH Vol 43, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.62345

Abstract

Koro pedang putih merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang kurang dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu usaha yang dilakukan adalah fermentasi sari koro pedang putih oleh bakteri asam laktat. Namun jenis karbohidrat pada sari koro pedang putih berbeda dengan pada susu sapi, yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri asam laktat dan aktivitasnya. Oleh karenanya perlu dipelajari kemampuan kultur starter bakteri asam laktat untuk tumbuh dan menghasilkan asam pada sari koro pedang putih dan pengaruhnya bila ditambahkan sukrosa dan skim sebagai sumber karbon. Dua kultur bakteri asam laktat yang diisolasi dari air rendaman koro kratok yaitu Lactobacillus plantarum WGK4 dan Lactobacillus paracasei WGK5 masing-masing diinokulasikan ke dalam sari koro pedang putih. Isolat tersebut juga diinokulasikan ke dalam sari koro pedang putih yang ditambah dengan sukrosa (2-10%), susu skim (2-10%) serta kombinasi sukrosa dan susu skim yang diinkubasi pada suhu 37 °C selama 24 jam. Pada awal dan akhir fermentasi diukur jumlah sel, asam tertitrasi dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua isolat tersebut dapat tumbuh baik pada sari koro pedang putih, dan menghasilkan asam. Penambahan 2% sukrosa ataupun 2% susu skim meningkatkan secara nyata produksi asamnya. Penambahan sukrosa menyebabkan pH sari koro pedang fermentasi turun sampai 3,7-4,0, sedang pada penambahan susu skim pHnya hanya turun sampai 4,2-4,8. Fermentasi sari koro pedang putih dengan kombinasi penambahan 4% susu skim dan 8% sukrosa menghasikan jumlah sel, pH dan kadar asam tertitrasinya sebesar 9,10 log CFU/mL, 4,14-4,30 dan 1,19-1,26. Setelah penyimpanan 14 hari pada suhu 4 °C, jumlah sel relatif tetap, namun terjadi sedikit penurunan pH.
Identification and Composition of Volatile Compounds in Liquid Smoke Derived from Betara Variety of Areca catechu Husk Kamalia Muliyanti; Chusnul Hidayat; Supriyadi Supriyadi
agriTECH Vol 43, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.63605

Abstract

The seeds of Areca nut plants hold significant economic value, with a remarkable total production of 65,295.89 tons. However, the husk, constituting 50% to 75% of the fruit, are persistently discarded. This study aims to explore the conversion of Areca nut waste into liquid smoke with specific physical properties and chemical composition. It uses GC-MS to identify volatile chemicals in liquid smoke and carries out a distillation process using a glass column containing natural zeolite for purification. Furthermore, the pyrolysis method is employed at a varying temperature of 150 °C, 250 °C, 350 °C, and 450 °C for 3 hours to process the waste into liquid smoke. The study determines the chemical composition of total acid, phenol, and carbonyl, which range from 1.34% to 3.09%, 0.37% to 0.42%, and 6.84% to 7.46%, respectively. The physical properties of crude liquid smoke in terms of yield range from 16.93% to 31.49%, while the color brightness varies from 25.02 to 57.46. The result shows that liquid smoke comprises 13 acidic, 20 carbonyl, and 6 phenolic compounds, contributing to the aroma. In addition, temperature of the pyrolysis process affects the formation of liquid smoke and the corresponding compounds contained in Areca husk.
Penambahan Tepung Ubi Jalar Ungu (Ipomea batatas L) dan Tapioka Sebagai Bahan Pengisi Pembentuk Tekstur Nugget Ikan Lele Novita Herdiana; Susilawati Susilawati; Dyah Koesoemawardani; Eka Rahayu
agriTECH Vol 43, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.69714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi terbaik tepung ubi jalar ungu dan tapioka terbaik untuk membentuk tekstur nugget ikan. Penelitian dilakukan melalui 2 tahapan yaitu proses pembuatan nugget dan pengujian nugget ikan lele dengan uji Texture Profil Analysis (TPA) menggunakan Texture analyzer meliputi Hardness, Springiness dan Cohesiveness dan pengujian susut masak produk. Nugget ikan lele dengan perbandingan terbaik kemudian dianalisa proksimat meliputi kadar air, kadar abu, kadar karbohidrat, lemak dan kadar protein. Metode yang digunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan faktor tunggal dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan yakni 6 taraf perbandingan tepung ubi jalar ungu dan tapioka % (b/b) yaitu P0 (0:100), P1(10:90), P2(20:80), P3 (30:70), P4 (40:60) dan P5 (50:50) dan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji barlett dan tukey lalu dilanjutkan dengan uji ANOVA dan uji BNT dengan taraf 5%. Hasil analisis uji TPA menggunakan Texture analyzer yaitu diperoleh perlakuan terbaik pada perbandingan tepung ubi jalar ungu dan tapioka (40:60)% berpengaruh nyata terhadap parameter hardness, springiness dan cohesivennes  namun tidak berbedanyata pada parameter susut masak dengan nilai hardness 374,13 N, Springiness 10,05 mm dan cohesiveness 1,16 mm serta susut masak produk berkisar 1.39 -1,55 % serta analisis kandungan gizi meliputi kadar air (41,75%), kadar abu (0,27%), kadar protein (9,23%), kadar lemak (9,58%) dan kadar karbohidrat (38,14%). Berdasarkan standar mutu SNI nugget ikan 7758 :2013 bahwa produk nugget hasil subtitusi tepung ubi jalar ungu terbaik telah memenuhi standar.
Analysis of Consumer Preferences for Instant Mangosteen (Garcinia mangostana L.) Powder Drink in Bogor Regency and City Fadhilah Nur'azizah; Dase Hunaefi; Tjahja Muhandri
agriTECH Vol 43, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.69865

Abstract

The peel of mangosteen (Garcinia mangostana L.) constitutes a larger proportion of the fruit in comparison to its flesh. The peel extract product manufactured by nutraceutical industries does not require using the fruit flesh. To increase the shelf life and value of the product, the development of a mangosteen powder drink can be carried out. Therefore, this research aims to determine the characterization of initial raw materials and factors influencing consumer preferences for instant mangosteen powder drink to improve the acceptance of the product. The data collected were analyzed through descriptive statistics and the chi-square test. Furthermore, the chi-square test showed that demographic regions affected mangosteen fruit price, the level of preferences for the powder drink, consumption time, as well as feelings and interests of potential customers. The results of the Total Plate Count (TPC), Total Yeast and Mold Count (TYMC), and coliform microbiological test conducted on mangosteen purée raw materials met the quality requirements established by National Standardization Body (NSB) for fruit purées.

Filter by Year

1980 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 45, No 3 (2025) Vol 45, No 2 (2025) Vol 45, No 1 (2025) Vol 44, No 4 (2024) Vol 44, No 3 (2024) Vol 44, No 2 (2024) Vol 44, No 1 (2024) Vol 43, No 4 (2023) Vol 43, No 3 (2023) Vol 43, No 2 (2023) Vol 43, No 1 (2023) Vol 42, No 4 (2022) Vol 42, No 3 (2022) Vol 42, No 2 (2022) Vol 42, No 1 (2022) Vol 41, No 4 (2021) Vol 41, No 3 (2021) Vol 41, No 2 (2021) Vol 41, No 1 (2021) Vol 40, No 4 (2020) Vol 40, No 3 (2020) Vol 40, No 2 (2020) Vol 40, No 1 (2020) Vol 39, No 4 (2019) Vol 39, No 3 (2019) Vol 39, No 2 (2019) Vol 39, No 1 (2019) Vol 38, No 4 (2018) Vol 38, No 3 (2018) Vol 38, No 2 (2018) Vol 38, No 1 (2018) Vol 37, No 4 (2017) Vol 37, No 3 (2017) Vol 37, No 2 (2017) Vol 37, No 1 (2017) Vol 36, No 4 (2016) Vol 36, No 3 (2016) Vol 36, No 2 (2016) Vol 36, No 1 (2016) Vol 35, No 4 (2015) Vol 35, No 3 (2015) Vol 35, No 2 (2015) Vol 35, No 1 (2015) Vol 34, No 4 (2014) Vol 34, No 3 (2014) Vol 34, No 2 (2014) Vol 34, No 1 (2014) Vol 33, No 4 (2013) Vol 33, No 3 (2013) Vol 33, No 2 (2013) Vol 33, No 1 (2013) Vol 32, No 4 (2012) Vol 32, No 3 (2012) Vol 32, No 2 (2012) Vol 32, No 1 (2012) Vol 31, No 4 (2011) Vol 31, No 3 (2011) Vol 31, No 2 (2011) Vol 31, No 1 (2011) Vol 30, No 4 (2010) Vol 30, No 3 (2010) Vol 30, No 2 (2010) Vol 30, No 1 (2010) Vol 29, No 4 (2009) Vol 29, No 3 (2009) Vol 29, No 2 (2009) Vol 29, No 1 (2009) Vol 28, No 4 (2008) Vol 28, No 3 (2008) Vol 28, No 2 (2008) Vol 28, No 1 (2008) Vol 27, No 4 (2007) Vol 27, No 3 (2007) Vol 27, No 2 (2007) Vol 27, No 1 (2007) Vol 26, No 4 (2006) Vol 26, No 3 (2006) Vol 26, No 2 (2006) Vol 26, No 1 (2006) Vol 25, No 4 (2005) Vol 25, No 3 (2005) Vol 25, No 2 (2005) Vol 25, No 1 (2005) Vol 24, No 4 (2004) Vol 24, No 3 (2004) Vol 24, No 2 (2004) Vol 24, No 1 (2004) Vol 23, No 4 (2003) Vol 23, No 3 (2003) Vol 23, No 2 (2003) Vol 23, No 1 (2003) Vol 22, No 4 (2002) Vol 22, No 3 (2002) Vol 22, No 2 (2002) Vol 22, No 1 (2002) Vol 21, No 4 (2001) Vol 21, No 3 (2001) Vol 21, No 2 (2001) Vol 21, No 1 (2001) Vol 20, No 4 (2000) Vol 20, No 3 (2000) Vol 20, No 2 (2000) Vol 20, No 1 (2000) Vol 19, No 4 (1999) Vol 19, No 3 (1999) Vol 19, No 2 (1999) Vol 19, No 1 (1999) Vol 18, No 4 (1998) Vol 18, No 3 (1998) Vol 18, No 2 (1998) Vol 18, No 1 (1998) Vol 17, No 4 (1997) Vol 17, No 3 (1997) Vol 17, No 2 (1997) Vol 17, No 1 (1997) Vol 16, No 4 (1996) Vol 16, No 3 (1996) Vol 16, No 2 (1996) Vol 16, No 1 (1996) Vol 15, No 4 (1995) Vol 14, No 3 (1994) Vol 14, No 2 (1994) Vol 14, No 1 (1994) Vol 13, No 4 (1993) Vol 13, No 3 (1993) Vol 13, No 2 (1993) Vol 13, No 1 (1993) Vol 12, No 4 (1992) Vol 12, No 3 (1992) Vol 12, No 2 (1992) Vol 12, No 1 (1992) Vol 11, No 4 (1991) Vol 11, No 3 (1991) Vol 11, No 2 (1991) Vol 11, No 1 (1991) Vol 10, No 4 (1990) Vol 10, No 3 (1990) Vol 10, No 2 (1990) Vol 10, No 1 (1990) Vol 9, No 4 (1989) Vol 9, No 3 (1989) Vol 9, No 2 (1989) Vol 9, No 1 (1989) Vol 8, No 4 (1988) Vol 8, No 3 (1988) Vol 8, No 2 (1988) Vol 8, No 1 (1988) Vol 7, No 2 (1987) Vol 7, No 1 (1987) Vol 6, No 1 & 2 (1986) Vol 5, No 1 & 2 (1985) Vol 4, No 2,3, & 4 (1984) Vol 4, No 1 (1984) Vol 3, No 3 (1982) Vol 3, No 1 (1982) Vol 2, No 4 (1981) Vol 2, No 3 (1981) Vol 2, No 2 (1981) Vol 2, No 1 (1981) Vol 1, No 3 (1980) Vol 1, No 2 (1980) Vol 1, No 1 (1980) More Issue