cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2026)" : 7 Documents clear
Efektivitas terapi tambahan berbasis bahan herbal alam untuk regenerasi tulang pada periodontitis Melisa, Ayu; Amalia, Martina
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.109353

Abstract

Periodontitis merupakan peradangan jaringan pendukung gigi yang ditandai dengan hilangnya perlekatan klinis dan resorpsi tulang alveolar. Bakteri anaerob gram negatif memicu inflamasi, melepaskan receptor activator of nuclear factor kappa-B ligand (RANKL) dan osteoprotegerin (OPG) yang meningkatkan aktivitas osteoklas dan resorpsi tulang. Beberapa perawatan tambahan dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas klinis pada perawatan periodontal. Sumber daya alam berupa ekstrak tanaman dengan senyawa fitokimianya memiliki efek yang bermanfaat terhadap regenerasi tulang. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk meninjau efikasi ekstrak tanaman pada regenerasi tulang pada kasus periodontitis. Pencarian literatur yang komprehensif menggunakan PubMed, Google Cendekia, dan Ebscohost. Seluruh artikel yang ditinjau merupakan studi eksperimental in vivo pada tikus yang diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2024. Tinjauan literatur ini mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA). Sejumlah 2.029 artikel yang teridentifikasi dari penelusuran awal diseleksi berdasarkan kriteria inklusi hingga diperoleh hasil akhir 5 artikel yang berfokus pada efikasi regenerasi tulang dari lima ekstrak tanaman, yaitu Sumac (Rhus coriaria L.), Marigold (Calendula officinalis), Kunyit Jawa (Curcuma xanthorrhiza), Uncaria tomentosa, dan Gambir. Seluruh penelitian tersebut menggunakan model in vivo yang melibatkan tikus Wistar atau Sprague-Dawley dengan pemodelan periodontitis yang diinduksi. Analisis sistemastis mengungkapkan beragam metode pemberian, dosis, dan teknik penilaian. Hasil penelitian terutama diukur dengan tingkat RANKL dan OPG. Semua ekstrak secara positif mempengaruhi regenerasi tulang melalui variasi durasi dan dosis perawatan, dengan sebagian besar perawatan berlangsung selama 11 hari dengan pemberian ekstrak tanaman secara oral. Bahan herbal alam memiliki khasiat untuk regenerasi tulang dengan hasil penurunan RANKL dan peningkatan kadar OPG yang potensial untuk pengobatan periodontitis.
Pendekatan konservatif pulpotomi gigi desidui dengan mineral trioxide aggregate pada karies dengan keterlibatan pulpa Sugiharto, Tamara Al Kautsar; Kaswindiarti, Septriyani; Hartami, Candra Khasanah Sekar
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.110400

Abstract

Karies yang melibatkan pulpa pada gigi desidui memerlukan perawatan konservatif untuk mempertahankan gigi hingga terjadinya eksfoliasi fisiologis. Pulpotomi merupakan prosedur yang umum digunakan pada kasus pulpitis reversibel dengan tujuan mempertahankan vitalitas pulpa radikular. Mineral Trioxide Aggregate (MTA) dikenal memiliki biokompatibilitas tinggi serta kemampuan merangsang pembentukan jaringan keras, sehingga menjadi pilihan alternatif dalam prosedur pulpotomi. Artikel ini melaporkan kasus pasien perempuan berusia 9 tahun dengan keluhan gigi berlubang dan rasa ngilu pada gigi 85 saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin. Meskipun lesi karies oklusal tampak kecil, pembersihan karies menunjukkan keterlibatan pulpa secara ekstensif, sehingga ditegakkan diagnosis pulpitis reversibel pada gigi 85. Pulpotomi dilakukan melalui amputasi pulpa koronal, aplikasi formokresol, penempatan MTA, pemasangan cotton pellet lembap, dan penutupan kavitas dengan tumpatan sementara. Evaluasi tiga minggu pasca perawatan menunjukkan perbaikan klinis tanpa keluhan subjektif disertai gambaran radiografis yang mendukung. Pada evaluasi lima minggu, ditemukan mobilitas derajat 1 sebagai tanda resorpsi fisiologis. Mekanisme kerja MTA meliputi pembentukan kalsium karbonat, peningkatan sekresi fibronektin, dan diferensiasi odontoblast-like cells yang berperan dalam pembentukan barier jaringan keras. MTA memiliki tingkat keberhasilan dan keamanan yang tinggi, meskipun beberapa keterbatasan seperti potensi perubahan warna dan waktu setting yang lama. Secara keseluruhan, MTA efektif sebagai medikamen pulpotomi dengan hasil klinis jangka pendek yang baik, namun evaluasi jangka panjang tetap diperlukan untuk menilai keberhasilan secara menyeluruh.
Manajemen Periodontitis Stage III Grade A dengan Splinting dan Kuretase Saputra, Daniel Adhie; Putri, Mentari Andira; Salsabila, Ajeng Martsania; Sari, Desi Sandra
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.114047

Abstract

Periodontitis merupakan penyakit inflamasi kronis yang menyebabkan destruksi progresif ligamen periodontal dan tulang alveolar, sehingga berpotensi menimbulkan mobilitas gigi dan gangguan fungsi pengunyahan. Laporan kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan tatalaksana non-bedah pada pasien dengan periodontitis generalisata stage III grade A yang disertai inflamasi gingiva, resesi, mobilitas gigi anterior, dan kehilangan tulang horizontal. Perawatan dilakukan dengan edukasi kesehatan gigi dan mulut, full-mouth scaling and root planing, stabilisasi gigi anterior mandibula menggunakan fiber-reinforced composite splinting, serta kuretase gingiva pada poket residual di gigi 26. Tindak lanjut paska perawatan selama 7 minggu menunjukkan penurunan inflamasi gingiva, penyembuhan jaringan yang baik, peningkatan kondisi periodontal, serta stabilitas gigi yang lebih baik pada segmen yang di-splinting. Kombinasi stabilisasi biomekanis, debridemen jaringan lunak terarah, dan terapi periodontal non-bedah yang disertai penguatan kontrol kebersihan mulut dapat memberikan hasil yang baik pada kasus periodontitis kronis.
Pengaruh distraksi murottal Al-Qur’an terhadap denyut nadi anak selama prosedur ekstraksi gigi: studi quasi-eksperimental Mukarromah, Ummi; Jatmiko, Ignatius Sulistiyo; Rahman, Friska Ani
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.114313

Abstract

Prosedur ekstraksi gigi pada anak berpotensi menimbulkan kecemasan. Secara fisiologis kecemasan dapat direspon dengan terjadinya peningkatan denyut nadi. Salah satu strategi untuk mengalihkan perhatian pasien dari situasi yang dapat berpotensi membahayakan ataupun tidak menyenangkan selama perawatan dental yaitu menggunakan distraksi murottal Al-Qur’an. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental menggunakan desain pretest-posttest with control group. Sebanyak 32 anak dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk dan uji General Linear Model dengan post hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan rerata denyut nadi sebelum, sesaat sebelum, serta saat ekstraksi gigi pada kelompok perlakuan mengalami penurunan secara berurutan yaitu 89,69±13,460, 80,44±13,937, 78,25±13,891, sedangkan pada kelompok kontrol mengalami peningkatan secara berurutan yaitu 86,13±11,994, 91,75±11,501, 95,69±13,682. Uji General Linear Model dengan post hoc Bonferroni memperlihatkan terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) rerata denyut nadi sesaat sebelum dan saat ekstraksi gigi antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian distraksi murottal Al-Qur’an dapat menurunkan denyut nadi anak selama prosedur ekstraksi gigi.
Pengaruh konsentrasi gel high molecular weight hyaluronic acid terhadap jumlah fibroblas gingiva tikus Wistar Fauzia, Malianawati; Jamal, Revana Anjelina Cantika; Lestari, Khusnul Munika; Fuadiyah, Diena; Rudhanton, Rudhanton
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.114941

Abstract

Penyembuhan luka gingiva merupakan proses biologis kompleks yang melibatkan berbagai respons seluler, terutama aktivitas fibroblas sebagai komponen utama pembentukan jaringan ikat. High molecular weight Hyaluronic Acid (HMW-HA) dikenal memiliki peran penting dalam mendukung proses penyembuhan luka melalui regulasi migrasi dan proliferasi sel serta pembentukan matriks ekstraseluler. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian gel HMW-HA dengan berbagai konsentrasi terhadap jumlah fibroblas pada penyembuhan luka gingiva tikus Wistar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test only control group design menggunakan 28 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi ke dalam tujuh kelompok, terdiri atas kelompok kontrol negatif, kontrol positif (Gengigel® 0,2%), serta lima kelompok perlakuan gel HMW-HA  dengan konsentrasi 0,2%, 0,4%, 0,6%, 0,8%, dan 1%. Luka standar dibuat pada gingiva, diikuti pemberian gel secara topikal selama tujuh hari. Jaringan gingiva kemudian diperiksa secara histopatologis menggunakan pewarnaan Hematoxylin–Eosin untuk menghitung jumlah fibroblas. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi jumlah fibroblas antar kelompok perlakuan, dengan rerata tertinggi pada kelompok gel HMW-HA  konsentrasi 1% dan terendah pada kelompok kontrol negatif. Analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan jumlah fibroblas antar kelompok tidak signifikan secara statistik (p > 0,05), namun secara deskriptif terlihat kecenderungan peningkatan jumlah fibroblas seiring dengan meningkatnya konsentrasi gel HMW-HA. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa gel HMW-HA berpotensi mendukung proses penyembuhan luka gingiva melalui peningkatan respons seluler fibroblas, meskipun diperlukan penelitian lanjutan untuk mengonfirmasi signifikansi klinis temuan ini.
Pengaruh fungsi pengunyahan lansia pengguna gigi tiruan sebagian lepasan terhadap gangguan kognitif Saparas, Karien Krisdina; Yuliarsi, Yayuk
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.116022

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami perubahan fisiologis, termasuk gangguan kesehatan gigi dan mulut, seperti kehilangan gigi. Kehilangan gigi dapat menurunkan fungsi pengunyahan, memengaruhi pemilihan makanan, serta berdampak pada asupan nutrisi yang berperan dalam mendukung fungsi otak. Kehilangan gigi dapat direhabilitasi melalui penggunaan gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) untuk membantu memulihkan fungsi pengunyahan, sehingga diharapkan mampu mendukung fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh fungsi pengunyahan pada lansia pengguna GTSL terhadap gangguan kognitif. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan instrumen kuesioner Mini-Mental State Examination (MMSE) dan Quality of Masticatory Function (QMF). Sebanyak 50 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap lansia di Panti Jompo Pusaka 41 Yayasan Al-Madinniyah, Jakarta Barat. Sebanyak 40 responden (80%) memiliki fungsi pengunyahan yang baik, sedangkan 10 responden (20%) memiliki fungsi pengunyahan yang buruk. Status kognitif menunjukkan bahwa 31 responden (62%) berada dalam kategori normal, 13 responden (26%) mengalami gangguan kognitif ringan, dan 6 responden (12%) mengalami gangguan kognitif berat. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fungsi pengunyahan dan gangguan kognitif (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,344. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara fungsi pengunyahan pada lansia pengguna gigi tiruan sebagian lepasan dengan gangguan kognitif.
Profil kesehatan gingiva dan determinannya pada lansia panti wredha di Yogyakarta Rizal, Bagas Khoiru; Setiawan, Prayudha Benni; Mardhiyah, Iffah
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.116937

Abstract

Tren penuaan global menempatkan lansia institusional, yaitu lansia yang tinggal di fasilitas perawatan, sebagai kelompok prioritas dalam pemantauan kesehatan oral. Kondisi gingiva pada populasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari karakteristik demografis hingga kapasitas perawatan mandiri. Penelitian ini bertujuan memetakan profil kesehatan gingiva dan mengidentifikasi determinannya meliputi faktor sosiodemografis, klinis, serta pengetahuan, sikap, dan perilaku (Knowledge, Attitude, Practice (KAP)) kesehatan oral pada lansia di Panti Tresna Wredha Abiyoso, Sleman, Yogyakarta. Studi potong lintang ini melibatkan 67 lansia berusia ≥60 tahun yang direkrut melalui teknik total sampling sesuai kriteria inklusi-eksklusi yang telah ditetapkan. Kriteria inklusi mencakup lansia berusia ≥60 tahun yang mandiri secara fisik dan kognitif, sedangkan lansia edentulus total, mengalami gangguan komunikasi berat, demensia, atau kondisi bedridden dieksklusikan dari penelitian. Status inflamasi gingiva diukur menggunakan Modified Gingival Index (MGI), sedangkan dimensi KAP dinilai melalui kuesioner tervalidasi yang diadaptasi dari instrumen Wong tahun 2020. Seluruh data dianalisis dengan uji Chi-Square. Temuan menunjukkan bahwa lebih dari separuh responden (52,2%) berada dalam kategori MGI tinggi, mengindikasikan prevalensi gingivitis yang substansial. Dari seluruh variabel yang diuji, hanya jenis kelamin (p=0,029) dan status penggunaan gigi tiruan (p=0,033) yang terbukti berhubungan signifikan dengan kondisi gingiva. Sementara itu, pengetahuan (p=0,177), sikap (p=0,741), dan perilaku (p=0,890) tidak menampilkan asosiasi bermakna secara statistik. Hasil ini menggarisbawahi bahwa pada lansia institusional, determinan kesehatan gingiva bersifat multidimensi dan tidak dapat direduksi hanya pada kapasitas kognitif serta perilaku oral semata.

Page 1 of 1 | Total Record : 7