cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) E-Journal
ISSN : 25285149     EISSN : 24607819     DOI : -
Core Subject : Science,
Journal of Business and Management Application (JABM) published articles in the field of business and management applications such as business strategy management, financial management, human resources and organization, business value chain and other issues in the field of business and management. This scientific journal is published by School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB) associated with Indonesian Alliance of Magister Management Program (APMMI). JABM began the publication in August 2015 with a frequency of three times a year. Starting in 2016, JABM will be published in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
Pengaruh Bauran Pemasaran 7P Terhadap Persepsi Konsumen PT Home Credit Indonesia Ika Novi Indriyati; Arief Daryanto; Rina Oktaviani
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.261

Abstract

The happier the customers in using the payments through the system of financing, the more intense the competition has become among finance companies. Therefore, the management needs to consider the factors of marketing mix to determine the appropriate sales strategy. This research aimed to comprehend and analyze the marketing mix and its effect on consumer perceptions, and develop appropriate marketing mix strategy in affecting consumers. The method used in this research was linear regression analysis by using software. The primary data used were collected using Likert scale questionnaire. The results of this research showed the marketing mix variables affecting consumer perception included. the variables of location and convenience. Both affecting variables are referenced to assist consumers and increase their satisfaction and comfort.Keywords: costumer perception, costumer satisfaction, marketing mix, perception, strategyAbstrak: Seiring dengan semakin banyak konsumen yang senang menggunakan kemudahan pembayaran melalui sistem pembiayaan, semakin ketat pula persaingan perusahaan-perusahaan pembiayaan sehingga penting untuk manajemen untuk mempertimbangkan faktor-faktor bauran pemasaran dalam rangka menentukan strategi penjualan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis tentang bauran pemasaran dan pengaruhnya terhadap persepsi konsumen serta mengembangkan strategi bauran pemasaran yang tepat dalam memengaruhi konsumen. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier dengan menggunakan perangkat lunak. Data yang digunakan adalah data primer dengan pengumpulan datanya lewat kuesioner berskala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel bauran pemasaran, yang memengaruhi persepsi konsumen adalah variabel lokasi dan kenyamanan. Kedua variabel berpengaruh ini dirujuk dalam rangka memudahkan konsumen dan peningkatan kepuasan dan kenyamanan konsumen.Kata kunci: bauran pemasaran, kepuasan konsumen, persepsi konsumen, persepsi, strategi
Pengembangan Model Bisnis Dan Strategi Pelayanan Kesehatan XYZ Ardian surya Nurhakim; Ono Suparno; Dodik Ridho Nurrochmat
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.251

Abstract

XYZ is a company engaged in the field of health care. Companies that grow and develop require the right business model in order to achieve their visions and missions. One business model that successfully changed the complex business concept to be simple and understandable is the Business Model Canvas (BMC) developed by Alexander Osterwalder and Yves Pigneur. The objectives of this research were to analyze business models of XYZ organization through business model canvas approach, to identify key factors as strengths and weaknesses affecting the operational of XYZ organization, to formulate a strategy design required for the development of XYZ organization. Out of the nine elements of BMC, four elements were selected as top priorities for the company to improve its business strategy i.e. the elements of key activities, customer relationships, customer segments, and revenue streams. The results of BMC also show that the management needs to improve its business model and strategy for future development of XYZ organization e.g. by adding outlets in strategic places, forming a marketing team, as well as holding periodic training of human resources to optimize HR function.Keywords: business model, health care, HR, BMCAbstrak: XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan. Perusahaan yang bertumbuh dan berkembang membutuhkan model bisnis yang tepat guna mencapai visi dan misi perusahaan. Salah satu model bisnis yang berhasil mengubah konsep bisnis yang rumit menjadi sederhana dan mudah dipahami adalah Business Model Canvas (BMC) yang dikembangkan oleh Alexander Osterwalder dan Yves Pigneur. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa model bisnis organisasi XYZ melalui pendekatan model bisnis kanvas, mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang menjadi kekuatan serta kelemahan yang berpengaruh dalam operasional organisasi XYZ, merumuskan rancangan strategi yang diperlukan untuk pengembangan organisasi XYZ. Hasil dari sembilan elemen BMC dipilih empat elemen yang menjadi prioritas utama perusahaan XYZ untuk memperbaiki strategi bisnisnya yaitu pada elemen key activities, customer relationships, customer segments, dan revenue streams. Hasil BMC juga menunjukan bahwa perusahaan perlu melakukan perbaikan model bisnis dan strategi guna pengembangan organisasi XYZ kedepannya, seperti menambah gerai outlet di tempat yang dianggap strategis, membentuk tim marketing, serta melakukan pelatihan SDM secara berkala untuk mengoptimalkan fungsi SDM.Kata kunci: model bisnis, pelayanan kesehatan, SDM, BMC
Pengaruh Indeks Bursa Luar Negeri, Indikator Makroekonomi dan Krisis Ekonomi Global Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan di Indonesia Aditya Aditya; Bonar M. Sinaga; TB. Ahmad Maulana
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.284

Abstract

The purpose of this study was to analyze the effect of foreign external factors i.e. foreign stock market indicies, world gold prices, and global economic crisis, and domestic external factors i.e. macroeconomic indicators on IHSG. Foreign stock market indices used in this study were DJIA (United States), Nikkei 225 (Japan) and DAX (Germany), while the macroeconomic indicators used included BI rate, inflation rate, and exchange rate of rupiah to USD. Global economic crises involved Subprime Mortgage (America) and European soverign debt (Europe) proxied by dummy crises. The analytical method used in this study was multiple regression analysis on monthly data of 2007-2015 period. The results of this study indicate that DJIA and Nikkei 225 had positively significant effects on IHSG. BI rate, exchange rate of rupiah to USD, and dummy crisis had negative effects on IHSG. Meanwhile, DAX, inflation rate, and world gold price had no significant effects on IHSG.Keywords: foreign stock market indices, macroeconomic indicators, global economic crisis, multiple regression analysisAbstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor eksternal ekonomi luar negeri yaitu indeks harga saham luar negeri, harga emas dunia dan krisis ekonomi global dan faktor eksternal dalam negeri, yaitu indikator makroekonomi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia. Indeks harga saham luar negeri yang digunakan adalah DJIA (Amerika), Nikkei 225 (Jepang) dan DAX (Jerman). Indikator makroekonomi yang digunakan adalah BI rate, Inflasi dan Nilai Tukar rupiah terhadap USD. Krisis ekonomi global meliputi krisis Subprime mortgage (Amerika) dan European Soverign Debt (Eropa) yang diproxy oleh dummy krisis. Analisis menggunakan model regresi berganda dan data bulanan periode 2007-2015. Hasil penelitian menunjukkan DJIA dan Nikkei 225 berpengaruh signifikan positif terhadap IHSG. BI rate, nilai tukar rupiah terhadap USD dan dummy krisis berpengaruh signifikan negatif terhadap IHSG. Sedangkan variabel DAX, inflasi dan harga emas dunia tidak berpengaruh signifikan terhadap IHSG.Kata kunci: indeks bursa luar negeri, indikator makroekonomi, krisis ekonomi global, analisis regresi berganda
Strategi Pengembangan Bisnis Rhythm of Empowerment Dengan Pendekatan Model Bisnis Kanvas Budi Bagus Prasetyo; Lukman M. Baga; Lilik Noor Yuliati
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.296

Abstract

Rhythm of Empowerment (ROE) is a business division of PT. Cahaya Pagi, focusing on soft skills training. ROE is currently facing various challenges in competition, such as ways to achieve targeted working performance, acceleration in vision/mission accomplishment, and management of ROE human resources to face competition. The objective of this research was to design future ROE business model by using descriptive analysis method on a case study of ROE. The data were colected using Focus Group Discussions, interviews, observations, and literature study. Business model canvas (BMC) and SWOT analysis were used as analysis tools. The research results on customer segment showed an indication of segment expansion. Thus, the results also showed that the proportion value was added with product innovation, channels were strengthened in all lines, customer relationship was optimized by using IT, revenue stream was developed by creating other income, and organization was restructured to improve key human resources. Meanwhile, in the activities, some additional activities were added, key partnership was added with marketing partners and finance, tax, and production consultants. The cost structure was allocated to recruit new partners. In conclusion, ROE needs to improve 9 BMC elements of its current business model to the new BMC of ROE.Keywords: SWOT, BMC, soft skills training, value proposition, channelsAbstrak: Rhythm of Empowerment (ROE) adalah sebuah divisi bisnis dari PT. Cahaya Pagi yang bergerak di bidang pelatihan soft skills. Saat ini ROE memiliki berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi antara lain bagaimana mencapai target kinerja dan melakukan akselerasi untuk mencapai visi dan misi perusahaan serta mengelola sumber daya ROE dalam menghadapi persaingan. Penelitian ini bertujuan merancang model bisnis di masa depan untuk ROE. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif studi kasus pada ROE, tehnik pengambilan data melalui Focus Group Discussion, wawancara, observasi dan studi literatur, sedangkan alat analisa menggunakan model bisnis kanvas (BMC) dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan pada segmen pelanggan, terdapat perluasan segmen. Nilai proposisi ditambah dengan inovasi produk, saluran diperkuat disemua lini, hubungan pelanggan dioptimalkan melalui IT, arus pendapatan ditingkatkan dengan penciptaan pendapatan lain, restrukturisasi organisasi untuk perbaikan sumber daya kunci, sedangkan aktivitas kunci terdapat penambahan beberapa aktivitas, kemitraan kunci ditambah dengan mitra pemasaran dan konsultan keuangan, pajak serta produksi. Struktur biaya ditambahkan untuk perekrutan mitra-mitra baru. Maka dapat disimpulkan bahwa ROE perlu melakukan perbaikan terhadap 9 elemen BMC dari model bisnis saat ini yang dituangkan dalam BMC baru ROEKata kunci: SWOT, BMC, pelatihan soft skills, proporsi nilai, saluran
Efisiensi Penyaluran Kredit Ritel Komersial Terhadap Sektor Umkm di BRI (Studi Kasus di BRI Kantor Wilayah Jakarta 3) Bagus Ary Wibowo; Amzul Rifin; Sadikin Kuswanto
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.308

Abstract

BRI Bank has its main focus to develop micro, small, and medium enterprises (UMKM). With the support of 18 Regional Offices, BRI has become the pioneer in distributing commercial retail credit. However, from 2010 to 2015, the percentage of BRI profit decreased. This research aimed to analyze the efficiency level and examine the factors affecting the commercial retail credit channeling in BRI Regional Office 3 to the SME sector. The research was conducted using DEA and Panel Regression methods with secondary data in the Financial Statements of BRI Jakarta Regional Office 3, year-end periods of 2013, 2014 and 2015. Based on the analysis conducted using the DEA method, the results indicated that 4 DMU units (Branch Offices) from the total of 36 DMU units; i.e. in Joglo, Sanggau, Singkawang and Tangerang Merdeka achieved their efficiency value in the year of 2013-2015 consistently; that is, they were able to complete the work correctly by using minimum inputs that produce maximum outputs. Based on the significant value, factors affecting the efficiency of banks include operational costs, NPL, credit growth, and realization of debtors. The control of input or cost, the increase of retail credit productivity, and good credit quality maintenance can influence the efficiency score of each work unit in Regional Office 3 of BRI Jakarta, so it can give profit contribution for the company.Keywords: efficiency, BRI, credit, SME, DEAAbstrak: Bank BRI memiliki fokus utama untuk mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dengan dukungan 18 Kantor Wilayah (Kanwil) yang dimiliki menjadikan BRI pionir dalam menyalurkan kredit ritel komersial. Namun dari Tahun 2010 hingga Tahun 2015 persentase laba BRI terjadi penurunan. Bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi dan mengetahui faktor yang memengaruhi penyaluran kredit ritel komersial Kanwil BRI Jakarta 3 kepada sektor UMKM menggunakan metode DEA dan Regresi Panel dengan data sekunder berupa Laporan Keuangan BRI Kanwil Jakarta 3 periode akhir Tahun 2013, 2014 dan 2015. Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode DEA menunjukkan bahwa 4 unit DMU (Kantor Cabang) dari total 36 unit DMU, yaitu Joglo, Sanggau, Singkawang dan Tangerang Merdeka telah mencapai nilai efisiensi pada Tahun 2013-2015 secara konsisten yaitu dapat menyelesaikan pekerjaan secara benar dengan menggunakan input yang minimal menghasilkan output yang maksimal. Berdasarkan nilai signifikan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat efisiensi perbankan, di antaranya adalah biaya operasional, NPL, pertumbuhan kredit dan realisasi debitur. Pengendalian sisi input atau biaya, peningkatan produktifitas kredit ritel dan menjaga kualitas kredit yang baik dapat memengaruhi skor efisiensi dari masing-masing unit kerja di Kanwil BRI Jakarta 3 sehingga dapat memberikan kontribusi laba bagi perusahaan.Kata kunci: efisiensi, BRI, kredit, UMKM, DEA
Strategi Penyediaan Access Reform pada Program Reforma Agraria di Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor Ana Anida; Arief Daryanto; Dudi S. Hendrawan
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.159

Abstract

Agrarian reform, a resultant of land and access reforms, is targeted to reduce poverty and increase people’s welfare. The research aimed to analyze the main priority of the strategy, examine the implementation of the main strategies, and formulate the managerial implications. The data were analyzed using SWOT and QSPM. The results of SWOT analysis showed that strategic factors affect the implementation of access reform provision of agrarian reform. There are four strategic factors on strengths, six factors on weaknesses, three factors on opportunities, and four factors on threats. The main strategy in implementing access reform is W-O strategy i.e. the encouragement of community empowerment by providing several facilitations. The implementation of the main strategy in providing access reform in agrarian reform program has not been executed optimally. Therefore, strong commitment is needed, especially by the Land Registry Office of Bogor Regency. Based on the results, the researchers suggest the improvement of managerial implications such as the realization of integrated strategy for the access reform; specifically, to map the social economic potency, formulate the action planning, and maintain the continuity of the implementation of activities related to agrarian reform.Keywords: land reform, agrarian reform, access reform, SWOT, QSPMAbstrak: Reforma agraria yang merupakan resultant dari land reform dan acces reform, ditujukan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Penelitian bertujuan menganalisis strategi prioritas utama, menganalisis implementasi strategi prioritas serta serta merumuskan implikasi manajerialnya. Analisis yang digunakan adalah SWOT dan QSPM. Hasil analisis SWOT, terdapat faktor strategis yang memengaruhi pelaksanaan kegiatan penyediaan access reform reforma agraria, yaitu empat faktor strategis pada varibel kekuatan (strength), enam faktor pada varibel kelemahan (weakness), tiga faktor pada varibel peluang (opportunity), dan empat faktor pada varibel ancaman (threats). Strategi yang menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kegiatan penyediaan access reform adalah strategi W-O, yakni mendorong kegiatan pemberdayaan masyarakat/access reform melalui pemberian aneka jenis fasilitasi. Implementasi strategi prioritas pelaksanaan kegiatan penyediaan access reform dalam program reforma agraria di Kecamatan Jasinga belum dapat dijalankan secara optimal sehingga diperlukan komitmen yang lebih keras lagi, khususnya bagi jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor untuk mentuntaskan program reforma agraria. Implikasi manajerial yang dapat direkomendasikan dalam kelanjutan pelaksanaan kegiatan penyediaan access reform dalam program reforma agraria di Kecamatan Jasinga adalah kegiatan pemberian access reform mengharuskan penerapan strategis secara terpadu yang dimulai dari tahapan pemetaan potensi sosial ekonomi, perumusan rencana aksi dan menjaga kesinambungan pelaksanaan kegiatan yang terkait reforma agraria. Kata kunci: land reform, reforma agraria, access reform, SWOT, QSPM 
Strategi Sinkronisasi Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Dengan ISO 9001 Program Sarjana IPB Gigih Budiarto; Fredinan Yulianda; Nimmi Zulbainarni
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.202

Abstract

The objectives of this research were to 1) review the implementation of ISO 9001 management system with internal quality assurance system (SPMI) to support SPME BAN-PT and 2) develop ISO 9001 management system synchronization strategy with SPMI to support SPME BAN-PT. The method used in this research was analytic hierarchy process (AHP). The results show that SPMI and ISO 9001 are running separately. The causal variables include the work unit which has not figured out that the clause in ISO 9001 actually supports the clause of SPMI. Therefore, in implementing the process in accordance with ISO 9001, the target nature is standardization on SPMI. In compiling the ISO 9001 and SPMI system synchronization, a table of conformity between the SPMI and ISO 9001 clauses is established. In reference to the table of conformity, it can be seen that what has been done in the ISO 9001 clause can explain that its implementation supports the achievement of SPMI standard targets related to the corresponding clause. Referring to additional input from the experts on the priority of synchronization strategy of both quality management systems (SMM), it will support the implementation of SPME BAN-PT so that the accreditation achievement of leading study program and institution can be achieved efficiently and effectively.Keywords: ISO 9001, SPMI, integrated quality management system, synchronization, AHPAbstrak: Penelitian ini bertujuan 1) mengkaji pelaksanaan sistem manajemen ISO 9001 dengan sistem penjaminan mutu internal (SPMI) untuk menunjang SPME BAN-PT dan 2) menyusun strategi sinkronisasi sistem manajemen ISO 9001 dengan SPMI untuk menunjang SPME BAN-PT. Metode yang digunakan pada penelitian ini dengan proses hirarki analitik (AHP). Hasilnya menunjukkan bahwa SPMI dan ISO 9001 berjalan terpisah. Variabel penyebab diantaranya adalah unit kerja belum memahami bahwa klausul pada ISO 9001 sebenarnya menunjang klausul SPMI, sehingga pada pelaksanaan prosesnya sesuai ISO 9001, hakikat target adalah standarisasi pada SPMI. Dalam menyusun sinkronisasi sistem ISO 9001 dan SPMI maka dibuat tabel kesesuaian antara klausul SPMI dengan ISO 9001. Dari tabel kesesuaian terlihat bahwa apa yang telah dijalankan pada klausul ISO 9001 dapat diklaim bahwa pelaksanaannya menunjang pencapaian target standar SPMI terkait klausul yang berkesesuaian. Ditambah masukan dari para pakar tentang prioritas strategi sinkronisasi kedua sistem manajemen mutu (SMM) tersebut akan menunjang pula pelaksanaan SPME BAN-PT sehingga pencapaian akreditasi unggul program studi dan institusi dapat teraih dengan efisien dan efektif.Kata kunci: ISO 9001, SPMI, integrasi sistem manajemen mutu, sinkronisasi, AHP
Strategi Pengembangan Usaha Pengolahan Kopi Arabika (Studi Kasus PT Golden Malabar) Yuni Dwi Kartika; Amzul Rifin; Imam Teguh Saptono
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.212

Abstract

In accommodating coffee seed production, coffee cherry as the main ingredient was collected from personal farms. Nonetheless, as the company’s external condition grows, this strategy is no longer appropriate to keep PT Golden Malabar Indonesia growing and developing in current condition in which the consumption rate of coffee has increased and lifestyle has shifted. The main purpose of this research was to formulate strategy development of Arabica coffee processing business. The analysis tools utilized to examine the company’s internal and external conditions included the matrices of Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), and Internal-External (IE). The analysis tool used to determine the appropriate strategy for the company was Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The total score of IFE matrix of PT Golden Malabar Indonesia was 3.0507 indicating its strong internal position. The total score of EFE matrix of PT Golden Malabar Indonesia was 2.0160 indicating the lack of response to the opportunities and threats outside the company. The position of IE matrix of PT Golden Malabar Indonesia is in region IV in which the company is growing and developing its Arabica coffee processing industry and it is significantly appropriate to conduct integrating strategy. The first priority strategy is in accordance with QSPM analysis i.e. PT Golden Malabar Indonesia is encouraged to perform backward integration by building connection with coffee cherry distribution partners/agents.Keywords: IFE, EFE, QSPM, coffee, Golden Malabar IndonesiaAbstrak: Dalam memenuhi produksi biji kopi, ceri kopi sebagai bahan bakunya diperoleh dari kebun sendiri. Namun seiring berkembangnya kondisi eksternal perusahaan, strategi tersebut sudah tidak tepat untuk membuat PT Golden Malabar Indonesia tumbuh dan berkembang di kondisi saat ini yang meningkatnya konsumsi kopi serta pergeseran gaya hidup. Tujuan utama dari penelitian ini adalah merumuskan strategi pengembangan usaha dari pengolahan kopi arabika. Alat analisis yang digunakan untuk menganalisis kondisi internal dan eksternal perusahaan adalah Matriks Evaluasi Faktor Internal (IFE), Matriks Evaluasi Faktor Eksternal (EFE), dan Matriks Internal-Eksterbal (IE). Alat analisis yang digunakan untuk menentukan strategi yang tepat untuk perusahaan adalah Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Total skor matriks IFE PT Golden Malabar Indonesia adalah 3,0507 yang mengindikasikan posisi internal perusahaan yang kuat. Total skor matriks EFE PT Golden Malabar Indonesia adalah 2,0160 hal ini menunjukan bahwa perusahaan belum cukup merespon peluang dan ancaman yang ada di luar perusahaan. Posisi matriks IE PT Golden Malabar Indonesia ada di wilayah IV,dimana perusahaan sedang tumbuh dan berkembang di industri pengolahan kopi arabika, sangat tepat untuk melakukan strategi integrasi. Strategi prioritas pertama sesuai dengan anlisa QSPM, PT Golden Malabar Indonesia sebaiknya melakukan integrasi ke belakang dengan membangun jaringan dengan mitra/agen pemasok ceri kopi.Kata kunci: IFE, EFE, QSPM, kopi, Golden Malabar Indonesia
Kinerja Subsidi Pupuk di Indonesia Aida Ratna Zulaiha; Rita Nurmalina; Bunasor Sanim
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.2.271

Abstract

The implementation of fertilizer subsidies in Indonesia involves large government budgets, varied stakeholders, and complex business processes. Therefore, the performance of the government on the investment in fertilizer subsidies, worth almost Rp40 trillion or more than 30% of the total non-energy subsidies, needs to be analyzed. The objective of this research was to analyze the performance of fertilizer subsidies through factors affecting fertilizer subsidy budget and ‘six appropriate achievements’ of the fertilizer subsidies in Indonesia. Panel data regression and descriptive analysis were conducted on the secondary data of 2011–2015 in 32 provinces. The results showed that fertilizer subsidy performance, as reflected by the availability of fertilizer subsidy budget, was significantly affected by the absorption of subsidized fertilizer in the previous year, government debt to fertilizer producers, assistance fund to provincial government, and GDRP. With a value over 90 percent, the performances of fertilizer subsidies in ‘six appropriate types’, were achieved on ‘appropriate type’ and ‘appropriate quantity’. The ‘appropriate location’ of each province was in the range of 30-96%.Keywords: fertilizer subsidy, panel data regression, descriptive analysis, subsidy budget, six appropriateAbstrak: Pelaksanaan subsidi pupuk di Indonesia melibatkan anggaran pemerintah yang besar, pemangku kepentingan yang beragam dan bisnis proses yang kompleks. Oleh karena itu, investasi pemerintah dalam subsidi pupuk yang nilainya hampir Rp40 triliun atau lebih 30% dari total subsidi non energi tersebut perlu dianalisis kinerjanya. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja subsidi pupuk melalui faktor-faktor yang memengaruhi anggaran subsidi pupuk dan pencapaian ‘enam tepat’ subsidi pupuk di Indonesia. Regresi data panel dan analisis diskriptif dilakukan dengan menggunakan data sekunder tahun 2011–2015 dan 32 provinsi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja subsidi pupuk yang dicerminkan oleh ketersediaan anggaran subsidi pupuk signifikan dipengaruhi oleh penyerapan pupuk bersubsidi pada tahun sebelumnya, hutang subsidi pemerintah kepada produsen, dana pendampingan pemerintah pusat kepada pemerintah provinsi dan PDRB. Dengan nilai di atas 90%, kinerja subsidi pupuk dalam ‘enam tepat’ tercapai pada ‘tepat jenis’, dan ‘tepat jumlah’. Kinerja subsidi pupuk dalam ‘tepat tempat’ pada tiap provinsi tercapai pada kisaran 30–96%.Kata kunci: subsidi pupuk, regresi data panel, analisis diskriptif, anggaran subsidi, enam tepat
Strategi Pengembangan Balai Inseminasi Buatan Lembang Kabupaten Bandung Barat dengan Pendekatan Business Model Canvas Dwipanca Prabuwisudawan; Amzul Rifin; Setiadi Djohar
Jurnal Aplikasi Bisnis dan Manajemen (JABM) Vol. 4 No. 3 (2018): JABM Vol. 4 No. 3, September 2018
Publisher : School of Business, Bogor Agricultural University (SB-IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17358/jabm.4.3.317

Abstract

Fungsi utama pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di semua sektor. Salah satu sektor yang berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat adalah sektor peternakan. Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang merupakan salah satu pelaku usaha peternakan yang memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam sektor peternakan. Penelitian ini betujuan untuk 1) mengidentifikasi model bisnis BIB Lembang dengan menggunakan business model canvas, 2) membuat model bisnis yang telah disempurnakan dengan pendekatan business model canvas 3) membuat program perbaikan dari model bisnis yang telah disempurnakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan business model canvas dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil kajian didapatkan sembilan elemen model bisnis BIB Lembang antara lain co-creator, value proposition, channels, relations, value stream-returns, key resources, key activities, key partership, dan value stream-outlay and costs, pembuatan model bisnis perbaikan berdasarkan analisis SWOT pada masing-masing elemen, serta program perbaikan berupa pengembangan internal organisasi, saluran distribusi, informasi, dan komunikasi, serta pengelolaan keuangan berbasis Badan Layanan Umum (BLU). Kata kunci: BIB, business model canvas, peternakan ,strategi pengembangan , SWOT

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): JABM Vol. 11 No. 3, September 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): JABM Vol. 11 No. 2, May 2025 Vol. 11 No. 1 (2024): JABM, Vol. 11 No. 1, Januari 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): JABM, Vol. 10 No. 3, September 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): JABM, Vol. 10 No. 2, Mei 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): JABM, Vol. 10 No. 1, Januari 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): JABM Vol. 9 No. 3, September 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): JABM Vol. 9 No. 2, Mei 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JABM Vol. 9 No. 1, Januari 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): JABM, Vol. 9 No. 1, Januari 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): JABM Vol. 8 No. 3, September 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): JABM Vol. 8 No. 2, Mei 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): JABM Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): JABM Vol. 7 No. 3, September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): JABM Vol. 7 No. 2, Mei 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): JABM Vol. 7 No. 1, Januari 2021 Vol. 6 No. 3 (2020): JABM Vol. 6 No. 3, September 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): JABM Vol. 6 No. 2, Mei 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): JABM Vol. 6 No. 1, Januari 2020 Vol. 5 No. 3 (2019): JABM Vol. 5 No. 3, September 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): JABM Vol. 5 No. 2, Mei 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): JABM Vol. 5 No. 1, Januari 2019 Vol. 4 No. 3 (2018): JABM Vol. 4 No. 3, September 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): JABM Vol. 4 No. 2, Mei 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): JABM Vol. 4 No. 1, Januari 2018 Vol. 3 No. 3 (2017): JABM Vol. 3 No. 3, September 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): JABM Vol. 3 No. 2, Mei 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): JABM Vol. 3 No. 1, Januari 2017 Vol. 2 No. 3 (2016): JABM Vol. 2 No. 3, September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): JABM Vol. 2 No. 2, Mei 2016 Vol. 2 No. 1 (2016): JABM Vol. 2 No. 1, Januari 2016 Vol. 1 No. 2 (2015): JABM Vol. 1 No. 2 Desember 2015 Vol. 1 No. 1 (2015): JABM Vol 1. No 1, Agustus 2015 More Issue