cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran)
ISSN : 24423874     EISSN : 27757609     DOI : https://doi.org/10.36728/jip
Core Subject : Education,
Jurnal penelitian, pendidikan dan pengajaran yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi FKIP UTP Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 197 Documents
PERBEDAAN GRIP TERHADAP AKURASI BACKHAND GROUNDSTROKE TENIS LAPANGAN UNTUNG NUGROHO
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.295 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pegangan eastern dan western terhadap akurasi Backhand groundstroke. Penelitian ini menggunakan metode survei, teknik pengumpulan data dengan tes dan pengukuran. Populasi dalam penelitian ini adalah Pemula dewasa usia 18-25 tahun dengan sampel sebanyak 28 orang, yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah tes pegangan eastern, tes pegangan western dan tes akurasi backhand groundstroke top spin. Teknik analisis data menggunakan product momen untuk reliabilitas, rumus chi kuadrat untuk uji barlett dan uji t untuk pengujian hipotesis. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) Ada perbedaan pegangan eastern dan western terhadap akurasi backhand groundstroke, diketahui t hitung: 2,114 lebih besar dari t tabel: 2,0. Ada perbedaan yang signifikan antara pegangan eastern dan western terhadap akurasi forehand groundstroke top spin. (2) Diketahui rerata atau mean hasil tes pegangan eastern adalah 31,357 sedangkan rerata atau mean pegangan western adalah 27,179. Dapat disimpulkan bahwa pegangan eastern lebih baik daripada pegangan western terhadap akurasi forehand groundstroke top spin pada atlet senior. Kata kunci: Backhand, groundstroke, Akurasi
DIFFERENCES IN THE EFFECT OF EXERCISE ON SKIPPING PLYOMETRICS AND POWER ON LEG MUSCLES BASKETBALL PLAYERS RAHMAT IQBAL; WENDI GUSHENDRA
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.411 KB)

Abstract

This research is an experimental research aims to determine differences in the effects of exercise plyometrics and skipping the leg muscle power in Padang Panjang basketball player. The hypothesis of this study is: 1) There is the effect of exercise plyometrics to power leg muscle. 2) There is the effect of skipping exercise on limb muscle power. 3) There are differences in the effects of exercise plyometrics and skipping the leg muscle power on basketball players.               The population is player basketball club Galaxy Padang Panjang numbered 20 athletes of male, because of the limited number of existing populations, then the entire population sampled (total sampling). After the pre-test all samples were divided into two groups with a total of ordinaly pairing techniques. Both groups consisted of a group of plyometrics exercises and skipping exercise group. Each group consisted of 10 people. Implementation of the study consisted of 18 sessions, a week exercise held 3 times. The duration of the exercises in each meeting is 90 minutes. The results of the pre test-post test that recorded the ability of leg muscle power of basketball players.               Based on data analysis can be concluded that: 1) There plyometrics exercises significant influence on that limb muscle power than the average 72.10 (pre-test) to 78.10 in post test where t = 5.57> table = 2.26. 2) There is a significant effect of skipping exercise the leg muscle power is on average 71.20 (pre-test) to 76.90 in post test where t = 4.36> table = 2.26. 3)               There is no difference in the effects of exercise plyometrics and skipping to the power of leg muscle that is on average 78.80 post test and 76.90 post test where t = 1.21 <table = 2.26. Thus the first and second hypothesis is accepted while the third hypothesis is rejected.
PENGARUH PERMAINAN KECIL TERHADAP MOTOR EDUCABILITY REKHA RATRI JULIANTI; TUTI ALAWIYAH
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.934 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh permainan kecil terhadap motor educability. Teknik pengumpulan data menggunakan motor educability tes atau IOWA Brace test. Penelitian ini menggunakan penelitian pendekatan kuantitatif metode eksperimen yang terdiri dari tiga tahap yaitu: pre-test, treatment dan post test. Pre-test dilakukan untuk mengetahui motor educability awal siswa sebelum mendapat perlakuan dengan permainan kecil. Treatment dilakukan dengan memberikan pembelajaran dengan menggunakan permainan kecil dan kemudian post test untuk mengetahui motor educalibity setelah diberikan perlakuan. Hasil penelitian diperoleh dengan menggunakan t-tes dan menunjukkan, permainan kecil berpengaruh terhadap motor educability peserta ekstrakulikuler Pramuka.
MODEL EVALUASI PROGRAM DALAM PENELITIAN EVALUASI AGUSTANICO DWI MURYADI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.222 KB)

Abstract

Evaluasi adalah suatu alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui dan mengukur sesuatu dalam suasana dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Sedangkan evaluasi program adalah aktivitas investigasi yang sistematis tentang sesuatu yang berharga dan bernilai dari suatu objek. Evaluasi program merupakan suatu proses. Secara eksplisit evaluasi mengacu pada pencapaian tujuan sedangkan secara implisit evaluasi harus membandingkan apa yang telah dicapai dari program dengan apa yang seharusnya dicapai berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Dalam studi tentang evaluasi, banyak sekali dijumpai model-model evaluasi dengan format atau sistematika yang berbeda, sekalipun dalam beberapa model ada juga yang sama. Ada banyak model evaluasi program yang dikembangkan oleh para ahli yang dapat dipakai untuk mengevaluasi program. Model-model tersebut di antaranya : Discrepancy Model (Provus), CIPP Model (Daniel Stufflebeam’s), Responsive Evaluation Model (Robert Stake’s), Formative-Sumatif Evaluation Model  (Michael Scriven’s), Measurement Model (Edward L. Thorndike dan Robert L. Ebel), dan Goal-Free Evaluation Approach (Michael Scriven’s). Kegiatan penilaian dalam evaluasi program tidak hanya dilaksanakan pada akhir kegiatan program, tetapi sebaiknya dilakukan sejak awal, yaitu dari penyususnan rancangan program, pelaksanaan program dan hasil dari program tersebut. Berbagai model evaluasi tersebut dapat digunakan tergantung kepada tujuan evaluasi yang ditetapkan. Namun demikian, perlu juga diketahui bahwa keberhasilan suatu evaluasi program secara keseluruhan bukan hanya dipengaruhi penggunaan yang tepat pada sebuah model evaluasi melainkan juga dipengaruhi oleh berbagai faktor.
MEMULIAKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS MELALUI PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF ARIF ROHMAN HAKIM
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.838 KB)

Abstract

Program pendidikan  jasmani dan olahraga adaptif bagi individu yang berkebutuhan khusus dan yang memiliki keterbatasan kemampuan, sangat bayak dan luas. sering kita mendengar tentang individu yang memiliki kelainan, berpartisipasi aktif  didalam kegiatan olahraga dan berhasil menjadi juara. Seperti Willma Rudolph yang cacat sejak lahir mendapatkan medali emas  pada nomor lari sprint pada Olimpiade Roma, atlet nasional Ni Made Semiati yang memiliki intelektual dibawah rata-rata dalam events  Special Olympics World Games, yang diselenggarakan di Los Angeles, Amerika Serikat. Berdasarkan contoh diatas dapat ditarik pengertian bahwa anak berkebutuhan khusus juga bisa berprestasi secara nasional bahkan internasional. Maka dari ituanak berkebutuhan khusus membutuhkan pendidikan jasmani yang lebih besar daripada siswa normal, hal ini disebabkan karena Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengalami hambatan dalam merespon stimulus yang diberikan lingkungan untuk melakukan gerak, meniru gerak, dan bahkan ada yang memang fisiknya terganggu sehingga ia tidak dapat melakukan gerakan yang terarah dengan benar. Selain itu, mereka memiliki masalah dalam sensoris, motorik, belajar, dan tingkah lakunya yang dapat menghambat perkembangan fisik siswa tersebut.Mereka berhak atas  pendidikan jasmani yang dapat mengakomodasi hambatan dan kebutuhan yang mereka miliki. Oleh karena itu, pembelajaran pendidikan jasmani menjadi lebih kompleks bagi guru pendidikan jasmani dalam mengupayakan agar semua kebutuhan anak akan gerak dapat terpenuhi dan dapat meningkatkan potensi yang dimilikinya secara optimal. Pada kenyataannya tidak semua ABK mendapatkan layanan pendidikan jasmani sesuai dengan kebutuhan atau hambatan yang dimilikinya, karena tidak semua guru pendidikan jasmani memahami dan mengetahui layanan yang harus diberikan kepada ABK. Melalui pendidikan jasmani adaptif kita bisa memuliakan anak berkebutuhan khusus sesuai dengan keterbatasan dan tingkat kemampuan mereka .
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DENGANKEKUATAN OTOT PERUT TERHADAP KEMAMPUAN SERVIS ATAS BOLA VOLI PADA SISWA PUTRA KELAS X SMA NEGERI 1 NGEMPLAK TAHUN PELAJARAN 2016/2017 KARLINA DWIJAYANTI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.458 KB)

Abstract

Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan denganKekuatan Otot Perut Terhadap Kemampuan Servis Atas Bola Voli Pada Siswa Putra Kelas XSMANegeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/2017 Bola voli merupakan permainan beregu,tetapi meskipun demikian kemampuan perorangan yang tinggi akan memudahkan untuk menggalang suatu kerja sama yang memberikan hasil akhir yang bermutu dan baik. Dua unsur komponen kondisi fisik yang dapat mendukung kemampuan servis atas bola voli, yang juga merupakan variabel bebas dalam penelitian ini adalah kekuatan otot lengan dan kekuatan otot perut.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kekuatan otot lengan dengan kekuatan otot perutterhadap kemampuan servis atas bola voli pada pada siswa putra Kelas X SMANegeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/2017. Populasi penelitian adalah pada siswa putra Kelas X SMANegeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/2017,sejumlah 113 siswa. Sebagai sampel diambil 71 siswa yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengambilan data penelitan meliputi tes push up 1 menit, tes sit up 1 menitdan tes servis atas yang dilaksanakan tanggal 02-20 September2016. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara statistik, diperoleh nilai – nilai sebagai berikut : Korelasi X1 dengan Y (ry1) = 0,498 lebih dari r tabel = 0,306 pada taraf signifikan 1 %. Kontribusi X1 terhadap Y = 24,80 %. Korelasi X2 dengan Y ( ry2 ) = 0,748 lebih dari  r tabel = 0,306 pada taraf signifikan 1 %. Kontribusi X2 terhadap Y = 55,95 %. Korelasi X1, X2 dengan Y (Ry 1 2) = 0,386. Diuji dengan statistik F menghasilkan F hitung = 0,5676, lebih dari F tabel 2 : 71 pada taraf signifikan 1 % = 2,92. Kontribusi X1, X2 terhadap Y = 32,21698%. Dari hasil – hasil tersebut dapat disimpulkan: “Adahubungan yang signifikan antara kekuatan otot perut dengankekuatan otot perutterhadap kemampuan servis atas bola voli pada siswa putra Kelas X SMANegeri 1 Ngemplak Tahun Pelajaran 2016/2017,“  
KECEMASAN DALAM OLAHRAGA NUR AZIS ROHMANSYAH
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.584 KB)

Abstract

Kecemasan merupakan gejala psikologis yang ditandai dengan rasa khawatir, gugup, rasa gelisah, ketakutan yang dialami seseorang pada tingkat yang berbeda-beda. Kecemasan memiliki dua komponen yaitu kecemasan kognitif (cognitive anxiety) dan kecemasan somatik (somatic anxiety). Kecemasan kognitif (cognitive anxiety) ditandai dengan rasa gelisah dan ketakutan akan sesuatu yang akan terjadi, sedangkan yang kedua adalah kecemasan somatik (somatic anxiety) ditandai ukuran tingkat aktivasi fisik yang dirasakan. Kecemasan dapat dilihat dengan cara melihat gejala-gejala yang muncul. Selain itu Kecemasan dapat diukur dengan menggunakan CSAI-2 dan SCAT. Pengetahuan dalam memahami kecemasan ini sangat diperlukan untuk menerapkan metode yang tepat dalam menghadapi kecemasan karena apabila salah dalam menghadapi kecemasan akan berpengaruh pada penampilan seorang atlet.
KONTRIBUSIPERMAINAN-PERMAINANKECILMODIFIKASI TERHADAPMINATDANTINGKATKESEGARANJASMANI ANAK-ANAKDESAdi DESA PETANAHANKABUPATEN KEBUMENTAHUN2016 RIMA FEBRIANTI
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.526 KB)

Abstract

Kontribusi Permainan-Permainan Kecil Modifikasi Terhadap Minat Dan Tingkat Kesegaran Jasmani Anak-Anak Desa Di Desa Petanahan Kabupaten Kebumen Tahun 2016. Bermainmerupakankegiatanyangpentingbagipertumbuhan dan perkembangan fisik, social,emosi, intelektual  dan spiritual anak. Kemajuan Tekhnologi membuat perubahan cara bermain anak,mereka lebih menyukai bermain dengan media elektronik daripada bermain dengan aktifitas jasmani diluar rumah.Dalam penelitian ini peneliti memberikan 6 bentuk permainan kecil dengan tujuan dapat meningkatkan minat dan tingkat kesegaran jasmani anak-anak di desa Petanahan Kabupaten Kebumen Tahun 2016.Tujuan  penelitian ini  untuk mengetahui :  (1) Minat bermain melalui permainan-permainan  kecil  modifikasi  pada   anak-anak  di  desa Petanahan (2)Perbedaan tingkatkesegaranjasmanianak antaraanak-anakyangbermainmelalui permainankecilmodifikasidengan anak-anak yang bermainmainanelektronik. Penelitian  eksperimen  ini  dilaksanakan  dengan  desain  Pretest-Postest.Teknik penarikan sample denganpurposivesamplingdimanasampelnyaadalahanakdesadenganusia kelas5dan6Sekolah Dasaryangberjumlah45anak. Teknikanalisisdatayang digunakandenganujitataut-test.Hasilpenelitiandanpembahasandapatdisimpulkan: 1)PermainanKecil untuk kegiatan bermain dapat meningkatkan minat anak-anak untukmelakukankegiatan  bermain  dan  olahraga di  luar rumah.2)Adapengaruhpermainankecilmodifikasi   terhadaptingkatkesegaran jasmani anak pada anak-anakdidesaPetanahanKabupaten Kebumen..3) Permainankecilmodifikasilebihbaik daripadabermainmainanelektronik terhadap tingkatkesegaran jasmani anak pada anak-anak didesaPetanahan Kabupaten Kebumen.  
Visi Pendidikan Jasmani dan Olahraga S. SETIYAWAN
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.995 KB)

Abstract

Pendidikan jasmani adalah studi, praktik, dan apresiasi seni dan ilmu gerak insani. Pendidikan jasmani adalah bagian dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Gerak adalah ciri dari makhluk hidup dimana gerak merupakan bagian aktivitas jasmani yang melekat pada manusia. Karena itu, pembelajaran gerak atau aktivitas jasmani sesungguhnya sangat penting bagi kualitas hidup manusia. Pendidikan jasmani dan olahraga mempunyai berbagai macam visi jangka panjang yang dijelaskan dan dijabarkan dalam beberapa rumusan jangka pendek agar visi tersebut dapat tercapai sesuai dengan harapan. Pendidikan jasmani dan olahraga menjadi kesatuan dengan tujuan pendidikan pada umumnya. Pendidikan jasmani dan olahraga berusaha menjadikan manusia yang seutuhnya pada aspek jasmani, tidak hanya itu pendidikan jasmani dan olahraga juga ikut berperan dalam membentuk aspek rohani maupun aspek sosial.olahraga merupakandasar fundamentaldan filosofi kehidupan yang mencerminkan dan mengkombinasikankeseimbangan antara jasmani (badan yang sehat) dan rohani (kemauan, moral dan kecerdasan) serta mengharmonikan antara kehidupan keolahragaan, kebudayaan dan pendidikan, sehingga dengan demikian dapat diciptakan keselarasan kehidupan yang didasarkan pada kebahagiaan dan usaha yang mulia, nilai nilai pendidikan yang baik dan penghargaan pada prinsip-prinsip etika yang baik pula.
PENGEMBANGAN HOLE BALL SEBAGAI PERMAINAN BOLA KECIL DALAM PEMBELAJARANPENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN BAGI SISWA SD KELAS V SLAMET SANTOSO
JURNAL ILMIAH PENJAS (Penelitian, Pendidikan dan Pengajaran) Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL ILMIAH PENJAS
Publisher : UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.061 KB)

Abstract

Hole Ball Development As A Smallball Game in Learning Physical Education, Sports, and Health at Fifth  Grade of  Elementary Schools. Hole Ball game is one of the alternative of games of sport that could be taught to the students so that they did not feel bored when they studied smallball game and It had a purpose to increase the students ability of throwing and catching. The results of this study are (1) Hole ball game model as a smallball game. (2) the effectiveness of the games model could improve students throwing and catching ability. It could be seen from the improvement before and after following the learning of Hole ball game. The average improvment of  students throwing and catching ability after learning process has increased by 21.82%. (3) this hole ball game model could overcome the limitations of the existing of structure and infrastructure. The conclusions of this study are 1) Hole ball game can be used in the learning of smallball. 2) Hole ball learning can increase throwing and catching ability effectivelly. 3) this game as smallball game is accepted  in Physical education, sports, and health learning.

Page 3 of 20 | Total Record : 197