cover
Contact Name
Wakhidah Kurniawati
Contact Email
ruang@live.undip.ac.id
Phone
+6224-7460054
Journal Mail Official
ruang@live.undip.ac.id
Editorial Address
Gedung A lantai 3, Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro, Jl. Prof Soedarto, Tembalang, Kota Semarang, 50275
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Ruang
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 18583881     EISSN : 23560088     DOI : 10.14710/ruang
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Kajian Terhadap Jalur Pedestrian di Koridor Jalan Letnan Sutopo, BSD City Anna Rosaria Firdhiani; Parfi Khadiyanto
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.821 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.302-309

Abstract

Saat ini telah dibangun jalur pedestrian di koridor Jalan Letnan Sutopo, BSD City. Namun jalur pedestrian tersebut tidak digunakan oleh masyarakat. Sehingga tujuan utama penelitian ini ialah mengidentifikasi pendapat masyarakat mengenai penyediaan jalur pedestrian pada koridor tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif dengan alat analisis statistik deskriptif, didukung dengan penggunaan skala likert. Variabel penelitian ini ialah variabel kondisi fisik jalur pedestrian, standar jalur pedestrian, karakteristik masyarakat, pendapat masyarakat. Hasil dari penelitian ini ialah kondisi fisik jalur pedestrian telah sesuai dengan pedoman, namun untuk lebar jalur pedestrian belum sesuai, sedangkan jalur pejalan kaki berkebutuhan khusus serta ketersediaan elemen pendukung seperti pagar pembatas, sculpture belum tersedia. Mayoritas masyarakat yang pernah berjalan di jalur pedestrian tersebut ialah masyarakat usia produktif dengan tingkat pendidikan terakhir sarjana, pekerjaan mayoritas merupakan pegawai swasta, memiliki penghasilan kurang dari 3 juta rupiah tiap bulannya. Sedangkan pendapat masyarakat menjelaskan bahwa elemen pada seluruh aspek merupakan elemen yang perlu diperhatikan. Hal ini menjelaskan belum optimalnya aspek safety, security, convinience, continuity, system coherence, attractiveness pada jalur pedestrian Namun aspek yang paling utama harus diperbaiki ialah aspek security dan system coherence dengan dilakukannya penambahan lampu penerangan (92,4%), dan penambahan tempat sampah (90,2%) pada jalur pedestrian. Hal ini menjelaskan bahwa aspek security dan system coherence pada jalur pedestrian masih sangat minim.
Kauman Kampung Qur’an Sebagai Kawasan Wisata Edukasi Religius Di Kota Semarang Rina Kurniati; Kartika Yuliani
Ruang Vol 3, No 2 (2017): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.3.2.%p

Abstract

Kauman is a historic kampung in Semarang and historically inhabited by the Java community is Muslim. Characteristic of Kauman with the number of ‘santri’ as the center of Semarang in the past. Mosque Kauman Semarang as a center of Islamic religion also has an important role in the development of Semarang until now. Kauman main characteristic is their guardian mosque, circle the square, the center of government, and traditional markets. Kauman as a center of Islamic culture, the Great Mosque Kauman as a relic Ki Ageng Pandan Arang is the oldest mosque in Semarang. The tradition of religion is ‘dugderan’ activities undertaken ahead of the month of Ramadhan to inform the public that tomorrow is already entered 1 Syawal or Ramadhan. This tradition is accompanied by a parade or procession through the main streets of the city of Semarang. Kauman progressing increasingly crowded, with many migrants who need land for dwelling and trade spaces. Therefore Kauman require conservation efforts to restore the identity of the region to invite people's maintaining a culture that still exists. The conservation efforts are implemented is still maintaining its culture. Meanwhile, to keep the buildings architectural style Arab efforts to support the preservation of the religious educational tourism branding "Kauman Kampung Qur'an".
Kajian Tingkat Kesiapan Masyarakat Kawasan Tambak Lorok Terhadap Pengembangan Kampung Wisata Bahari Fina Delfiliana; Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.915 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.3.216-224

Abstract

Pengembangan kampung wisata bahari yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Semarang berada di Tambak Lorok, sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam penataan kawasan karena selama ini Tambak Lorok menjadi kampung nelayan namun memiliki kualitas lingkungan yang buruk sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan maka perlu diketahui kesiapan masyarakat Tambak Lorok dalam menghadapi pengembangan kampung wisata bahari tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam proses analisis adalah metode kuantitatif dengan alat analisis yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut adalah statistik deskriptif, pembobotan Guttman, dan analisis faktor. Studi ini memperoleh kesimpulan yaitu tingkat kesiapan masyarakat Tambak Lorok rendah dalam menghadapi pengembangan kampung wisata bahari. Hal ini dikarenakan masyarakat Tambak Lorok memiliki tingkat kesiapan yang sangat rendah pada aspek keterampilan dibidang pariwisata. Meskipun demikian mereka memiliki kesiapan yang sangat tinggi untuk beradaptasi dengan suasana baru jika menjadi kampung wisata bahari. Wujud kesiapan mmasyarakat kawasan Tambak Lorok siap untuk melakukan pengembangan kelompok dan usaha sadar wisata, masyarakat kawasan Tambak Lorok siap untuk melakukan pengembangan di bidang perikanan, dan masyarakat kawasan Tambak Lorok siap untuk pengembangan kesenian setempat dan memberikan iuran guna pemeliharaan lingkungan.
Perancangan Koridor Setiabudi Kota Semarang Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 2, No 3 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ruang.2.3.711-720

Abstract

Perkembangan penyelenggaraan penataan bangunan dan lingkungan saat ini semakin kompleks baik dari segi intensitas teknologi, kebutuhan prasarana dan sarana, maupun lingkungannya terutama pada kawasan-kawasan strategis di setiap wilayah. Hal ini terjadi seiring dengan pesatnya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Jl. Perintis kemerdekaan - Jl. Setiabudi merupakan jalan arteri sekunder. Tingginya volume lalu-lintas yang melalui jalan ini ditambah dengan terdapatnya rencana Rumah Sakit Siloam, Hotel Plaza, serta sekolah internasional pada ruas jalan tersebut serta adanya persimpangan (persimpangan Hotel Plaza, persimpangan Ngesrep dan persimpangan menuju RS Siloam) serta terdapat pemberhentian angkutan umum yang kurang teratur pada titik tersebut mengakibatkan terjadinya masalah lalu-lintas seperti kemacetan lalu-lintas pada jam-jam sibuk pagi, siang dan sore hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi perancangan kawasan koridor jalan Setiabudi di Kota Semarang. Adapun sasaran dalam penelitian ini diantara lain mengidentifikasi 7 elemen rancang Koridor Jalan Setiabudi, menganalisis kawasan dan wilayah perencanaan, membentuk konsep dasar perancangan tata bangunan dan lingkungan, menyusun konsep dasar KDB, KLB dan KDH di koridor Jalan Setiabudi.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perubahan Karakter Kawasan sebagai Arahan Perancangan Pelestarian Kota Lama Semarang Dhita Mey Diana; Rina Kurniati
Ruang Vol 4, No 2 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.911 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.2.164-174

Abstract

Kawasan Kota Lama Semarang merupakan kawasan historis yang menjadi inti pertumbuhan Kota dan berkembang melalui tiga fase dalam sejarahnya. Seiring berjalannya waktu, Kawasan Kota Lama semakin mengalami penuruna karakter namum upaya untuk menjadikan Kota Lama Semarang sebagai world heritage pada tahun 2020 membuat banyaknya perubahan karakteristik dan dapat mengubah wajah Kawasan Kota Lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor perubahan karakteristik Kota Lama Semarang sebagai kawasan historis dan dapat dijadikan sebagai dasar upaya pelestarian kawasan. Perubahan karakteristik fisik di Kawasan Kota Lama yaitu adanya perubahan pemanfaatan serta pola penggunaan lahan, konfigurasi dan tampilan bentuk dan massa bangunan, perubahan sirkulasi yaitu peningkatan arus lalu lintas di kawasan yang semakin padat dan adanya perbaikan jalan di sebagian ruas jalan, selain itu adanya perubahan berupa penambahan area pejalan kaki dan ruang terbuka serta adanya pengurangan aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL). Perubahan karakteristik non fisik kawasan berkaitan dengan fungsi, budaya, dan aktivitas yang semula sebagai pusat pemerintahan kini berubah menjadi fungsi perdagangan dan fasilitas sosial serta sarana wisata budaya. Faktor perubahan karakteristik kawasan terbentuk menjadi II faktor, faktor I yaitu pembangunan infrastruktur, dukungan masyarakat dan untuk faktor II yaitu perubahan fungsi kawasan, pengaruh politik dan ekonomi.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Mergosari, Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Berbasis Potensi Lokal Nurini Nurini
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.615 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.511-560

Abstract

Pengelolaan aset lokal khususnya pengembangan potensi lokal melalui jalur pariwisata diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang diindikasikan dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan dari sektor penunjang pengembangan pariwisata. Desa Wisata merupakan suatu lingkungan desa yang memiliki potensi berupa keindahan bentang alam serta memiliki keunikan dan daya tarik yang khas, fasilitas wisata dan akomodasi yang dikelola secara baik dengan melibatkan masyarakat secara aktif. Masyarakat memiliki peran penting dalam menunjang keberhasilan pengembangan desa wisata, baik sebagai pelaku wisata maupun sebagai penyedia fasilitas wisata. Dalam hal ini masyarakat yang tidak berdaya (powerless) dapat turut berperan serta dalam pengembangan desa wisata serta dapat tercapai peningkatan kesejahteraan sosial maupun ekonominya.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pemberdayaan dapat dilakukan untuk memacu pengembangan desa wisata berbasis potensi lokal yang mengarah pada produktivitas masyarakat agar lebih mandiri serta dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam proses penelitian studi kasus ini adalah dengan berbagai pendekatan (multiple sources of evidence) baik melalui wawacara mendalam (in-depth interview), pengamatan langsung atau pengamatan partisipatif (direct or participant-observation) dan pengumpulan dokumen-dokumen terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi yang terdapat di desa Mergosari yakni, dengan adanya objek wisata Kampoeng Djowo Sekatul memberikan dampak bagi masyarakat sekitar dan memberikan dorongan/sebagai penggerak terwujudnya pemberdayaan masyarakat serta dapat digunakan sebagai acuan untuk melaksanakan kegiatan pemberdayaan di objek-objek wisata lain di sekitar desa Mergosari maupun dalam lingkup kecamatan Limbangan. Namun, berdasarkan analisis yang telah dilakukan terkait pemberdayaan masyarakat, masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya yang disebabkan oleh kurangnya kepedulian masyarakat dan rendahnya tingkat pendidikan mereka. Sehingga masih perlu pendampingan kepada masyarakat serta perlu diadakan program-program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan khususnya bagi pekerja di objek wisata.
Penurunan Kampung Melayu Sebagai Kawasan Cagar Budaya Kota Semarang Anis Febbiyana; Djoko Suwandono
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.654 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.341-348

Abstract

Menurut Soetomo (2013:137), jalinan sejarah pembangunan kota diperlukan dalam proses pengembangan yang mengantar kepada kemajuan (modernisasi) peradaban ke peradapan, yang setiap peradapan tentu mempunyai hasil yang baik untuk masa akan datang atau peradaban baru (l’avenir du passé). Keberadaan bangunan kuno-bersejarah di masa lalu akan ikut memberikan identitas yang berbeda atau khas dari kawasan perkotaan di masa depan. Menurut UU No 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya, pengertian revitalisasi adalah upaya untuk meningkatkan nilai lahan atau kawasan melalui pembangunan kembali dalam suatu kawasan yang dapat meningkatkan fungsi kawasan sebelumnya.Kampung Melayu merupakan perkampungan multi-etnis yang berada dekat dengan Kota Lama. Berbagai budaya membaur dalam kehidupan sosial masyarakat yang beragam. Kampung Melayu mengalami gejala penurunan vitalitas namun belum mendapatkan perhatian dan penanganan yang khusus. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan penurunan vitalitas Kampung Melayu sebagai kawasan cagar budaya di Kota Semarang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deduktif kualitatif rasionalistik.Berdasarkan analisis penelitian dengan kajian teori tentang penurunan vitalitas Kampung Melayu sebagai kawasan cagar budaya maka penelitian ini menyimpulkan  bahwa penurunan vitalitas dibagi menjadi 3 yaitu penurunan vitalitas sosial budaya, penurunan vitalitas ekonomi dan penurunan vitalitas fisik. Hasil penelitian dilapangan, Kampung Melayu masih memiliki karakteristik kampung kota. Selain itu, Kampung Melayu merupakan sebagai kawasan cagar budaya yang memiliki bangunan lebih dari 50 tahun. 
Faktor – Faktor Pergeseran Fungsi Rumah Hunian di Kampung Batik Kauman, Kota Pekalongan Iin Isnaeni; Diah Intan Kusumo Dewi
Ruang Vol 4, No 1 (2018): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.796 KB) | DOI: 10.14710/ruang.4.1.29-38

Abstract

Kauman, where located in downtown Pekalongan is one of the batik clusters in Pekalongan City. Since 2007, Kampung Kauman was established to be one of batik tourism village in Pekalongan city. Location dan development in Kampung Batik kauman as batik village has an impact on the physical development in Kampung Batik Kauman, one of which is marked by the transformation function of residental house into a business house. Based on the phenomenon, this study aims to analyze factors that affected housing function transformation in Kampung Batik Kauman. The approach used in his research is a descriptive quantitative method. From the research result can be seen that there are five types of business houses in Kampung Batik Kauman: residential house and batik production; residential houses and batik showroom; residential house, production and batik showroom; residential house and boarding house; and residential, trading and service house (expect batik). Internal factors that affected the community in making housing function transformation in Kampung Batik Kauman is a factor employment and income level. External factor that affected the community in making housing function tranformation id a development of the surrounding area in Kampung Batik Kauman.
Arahan Konsep dan Strategi Pengembangan Kawasan Desa Wisata Nongkosawit Sebagai Destinasi Wisata Kota Semarang Ernie Yuliati; Djoko Suwandono
Ruang Vol 2, No 4 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.051 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.4.263-272

Abstract

Sejak diresmikan oleh Walikota Semarang pada tahun 2012, Desa Wisata Nongkosawit belum mengalami perkembangan yang cukup signifikan yaitu masih banyak potensi-potensi alam yang belum tergali, belum terlihat adanya identitas dan kegiatan desa wisata yang menonjol. Selain itu, kurangnya promosi dan pemasaran yang dilakukan, serta minimnya informasi terkait Desa Wisata Nongkosawit berakibat pada tidak banyak orang atau masyarakat luas yang mengetahui bahwa di Kota Semarang ini memiliki beberapa desa wisata. Padahal Desa Wisata Nongkosawit dapat dikategorikan cukup prospektif untuk dikembangkan. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah deskriptif dan analisis SWOT. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini konsep pengembangan dibagi menjadi dua, yaitu konsep secara spasial dan konsep secara non spasial. Dari hasil penilaian bobot dan scoring yang telah dilakukan pada tabel IFAS dan EFAS sebelumnya, dapat diperoleh hasil bahwa strategi SO (Strength-Opportunity) memiliki nilai skor tertinggi yaitu sebesar 3,686. Strategi ini kemudian dapat diartikan bahwa memanfaatkan kekuatan (S) secara maksimal untuk meraih peluang atau kesempatan (O) yang ada.
Penyelesaian Permasalahan Menggunakan Konsep SMART CITY di Kota Bandung Syahrul Ramadhan
Ruang Vol 5, No 2 (2019): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.3 KB) | DOI: 10.14710/ruang.5.2.114-119

Abstract

The smart city application in cities of Indonesia is still a little bit because the concept of smart city is fairly new in Indonesia, or maybe because there are not many examples that can be emulated by other cities in Indonesia. This paper explains about smart city, urban problems in Indonesia and the application of the smart city concept in Bandung to solve urban problems in the city of Bandung. The research method used is a literature study. Bandung city is one of the cities that has successfully implemented the smart city concept, especially in the fields of green open space (parks) in transportation and public services.

Page 6 of 19 | Total Record : 185