cover
Contact Name
Ifah Hanifah
Contact Email
ifah.hanifah@uniku.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
journal.fon@uniku.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : 20860609     EISSN : 26147718     DOI : 10.25134/fjpbsI
FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia merupakan media publikasi ilmiah (artikel dan hasil penelitian) pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia. FON diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan. FON memiliki nomor ISSN cetak 2086-0609 dan ISSN elektronik 2614-7718.
Arjuna Subject : -
Articles 301 Documents
GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN SYAIR RIWAYAT CINTA KARYA KAHLIL GIBRAN Anggun Setiana; Iing Sunarti; Farida Ariani
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i2.5749

Abstract

ABSTRAK: Riwayat Cinta merupakan kumpulan syair yang dikarang oleh penyair terkenal asal Libanon, Kahlil Gibran. Kumpulan syair yang membicarakan seputar cinta ini menggunakan gaya bahasa yang khas dan berkualitas sehingga mampu menciptakan makna mendalam dan sentuhan emosional yang besar bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan penggunaan gaya bahasa dalam kumpulan syair Riwayat Cinta karya Kahlil Gibran. Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik baca-catat. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa Kumpulan syair Riwayat Cinta karya Kahlil Gibran mengandung berbagai jenis gaya bahasa. Ditinjau dari struktur kalimat, gaya bahasa yang terkandung di dalam syair meliputi gaya bahasa antitesis, repetisi, dan paralelisme. Adapun ditinjau dari keberlangsungan maknanya, gaya bahasa yang terkandung dalam syair meliputi gaya bahasa apostrof, simile, pleonasme, erotesis, dan personofikasi. Penggunaan gaya bahasa tersebut bertujuan untuk memberikan efek pengaruh yang kuat terhadap makna yang disampaikan pengarang.KATA KUNCI: gaya bahasa; syair; Riwayat Cinta STYLE OF LANGUAGE IN A COLLECTION OF POETRY RIWAYAT CINTA BY KAHLIL GIBRAN ABSTRACT: Riwayat Cinta is a collection of poems written by the famous Lebanese poet, Kahlil Gibran. This collection of poems that talk about love uses a distinctive and quality language style so that it is able to create deep meaning and a great emotional touch for the reader. This study aims to reveal the use of language style in the collection of poetry Riwayat Cinta by Kahlil Gibran. The method used is descriptive qualitative. Data were collected using a read-note technique. The collected data was then analyzed descriptively. The results of the study show that the collection of poetry Riwayat Cinta by Kahlil Gibran contains various types of language styles. Judging from the sentence structure, the language styles contained in the poem include antithesis, repetition, and parallelism. As for the continuity of its meaning, the style of language contained in the poem includes apostrophe, simile, pleonasm, eroticism, and personification. The use of this language style aims to give a strong influence on the meaning conveyed by the author.KEYWORDS: language style, poetry, Love History
KOHESI GRAMATIKAL DAN LEKSIKAL TEKS BERITA PEMBELAJARAN TATAP MUKA PADA MEDIA SOSIAL KOMPAS.COM Amora Dyah Megayatma; Dini Restiyanti Pratiwi
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i2.5447

Abstract

Teks berita berisi tentang suatu peristiwa yang sedang terjadi sehingga bahasa yang digunakan harus informatif agar dapat dipahami oleh pembaca. Sementara itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk penerapan kohesi gramatikal dan leksikal pada teks berita pembelajaran tatap muka di media sosial Kompas.com pada periode bulan Agustus dan Oktober 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah media sosial Kompas.com serta subjeknya adalah teks berita pembelajaran tatap muka yang mengandung kohesi gramatikal dan leksikal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan catat. Sementara itu, analisis data yang digunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik lesap dan ganti. Hasil penelitian ditemukan 100 data pada kohesi gramatikal dan leksikal. Data tersebut terdiri dari 39 kohesi gramatikal dengan uraian 10 referensi, 9 subsitusi, 7 elipsis, dan 13 konjungsi. Sementara itu, kohesi leksikal berjumlah 61 data dengan uraian 10 repetisi, 10 sinonim, 10 antonim, 10 hiponimi, 12 kolokasi, dan 9 ekuivalensi. Berdasarkan data yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa penanda kohesi gramatikal dengan jumlah terbanyak yaitu konjungsi. Sementara itu, pada kohesi leksikal data terbanyak terdapat pada kolokasi. Setiap kohesi gramatikal maupun leksikal yang ada pada teks berita terkait pembelajaran tatap muka di Kompas.com mampu menjadikan wacana menjadi padu serta makna atau isi berita dapat dipahami dan tersampaikan kepada pembaca berita.KATA KUNCI: Gramatikal; kohesi; dan leksikal.Teks berita berisi tentang suatu peristiwa yang sedang terjadi sehingga bahasa yang digunakan harus informatif agar dapat dipahami oleh pembaca. Sementara itu, penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk penerapan kohesi gramatikal dan leksikal pada teks berita pembelajaran tatap muka di media sosial Kompas.com pada periode bulan Agustus dan Oktober 2021. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Selain itu, objek dari penelitian ini adalah media sosial Kompas.com serta subjeknya adalah teks berita pembelajaran tatap muka yang mengandung kohesi gramatikal dan leksikal. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik simak bebas libat cakap dan catat. Sementara itu, analisis data yang digunakan metode agih dengan teknik dasar bagi unsur langsung dan teknik lanjutan berupa teknik lesap dan ganti. Hasil penelitian ditemukan 100 data pada kohesi gramatikal dan leksikal. Data tersebut terdiri dari 39 kohesi gramatikal dengan uraian 10 referensi, 9 subsitusi, 7 elipsis, dan 13 konjungsi. Sementara itu, kohesi leksikal berjumlah 61 data dengan uraian 10 repetisi, 10 sinonim, 10 antonim, 10 hiponimi, 12 kolokasi, dan 9 ekuivalensi. Berdasarkan data yang ditemukan, dapat disimpulkan bahwa penanda kohesi gramatikal dengan jumlah terbanyak yaitu konjungsi. Sementara itu, pada kohesi leksikal data terbanyak terdapat pada kolokasi. Setiap kohesi gramatikal maupun leksikal yang ada pada teks berita terkait pembelajaran tatap muka di Kompas.com mampu menjadikan wacana menjadi padu serta makna atau isi berita dapat dipahami dan tersampaikan kepada pembaca berita.KATA KUNCI: Gramatikal; kohesi; dan leksikal.
KAJIAN ETNOLINGUISTIK BENTUK DAN MAKNA PENAMAAN PETILASAN PADA MASA KERAJAAN DI KABUPATEN BLITAR Kholilatuz Zuhria; Ho Ngoc Hieu; Daroe Iswatiningsih
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i2.5605

Abstract

ABSTRAK: Penamaan seringkali menjadi tempat menyimpan sejarah dan makna kultural bagi masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan makna penamaan petilasan pada masa kerajaan di Kabupaten Blitar dengan menggunakan pendekatan etnolinguistik. Penelitian ini termasuk jenis penelitian studi kasus dengan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh dari 2 informan, yaitu Bapak Handoko (44 tahun, Kepala Desa Serang Kabupaten Blitar) dan Ibu Sunarmi (61 tahun, juru kunci Candi Mleri). Data penelitian berupa tuturan informan yang berkaitan dengan fokus permasalahan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi pustaka, wawancara, rekam, dan catat. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, mendeskripsikan, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk penamaan petilasan pada masa kerajaan di Kabupaten Blitar terdapat dua jenis bentuk satuan bahasa yaitu, berupa (1) frasa nomina modifikatif simpleks dan (2) frasa nomina modifikatif kompleks. Pada frasa nomina modifikatif simpleks ditemukan frasa yang berstruktur nomina dan nomina,  nomina dan verba, serta nomina dan adjektiva. Sementara itu, pada frasa nomina modifikatif kompleks ditemukan frasa berstruktur kata dan frasa serta frasa dan frasa. Makna penamaan petilasan pada masa kerajaan di Kabupaten Blitar terdiri atas makna leksikal dan makna kultural. Pada makna leksikal digolongkan menjadi 4 jenis, yaitu mengacu pada suatu (1) tempat, (2) bangunan, (3) daerah, dan (4) benda. Sementara itu, pada makna kultural menggambarkan pola pemikiran masyarakat untuk menyatakan (1) konservasi alam, (2) pelestarian sejarah, (3) sarana spiritual, (4) penghormatan tokoh masyarakat, dan (5) mitos.KATA KUNCI: bentuk, etnolinguistik; Kabupaten Blitar; makna, masa kerajaan; penamaan petilasanETHNOLINGUISTIC STUDY OF THE FORM AND MEANING NAMING PETILASAN AT GOVERNMENT TIME IN BLITAR REGENCYABSTRACT: Naming is often a place to store history and cultural meaning for its people. This research describes the form and meaning of naming petilasan during the kingdom in Blitar Regency using an ethnolinguistic approach. This research includes a type of case study research with qualitative descriptive methods. We got the source of this research data from 2 informants, namely Mr Handoko (44 years old, Head of Serang Village of Blitar Regency) and Mrs Sunarmi (61 years old, caretaker of Mleri Temple). Research data as informant speech related to the focus of the problem. Library studies, interviews, records, and notes did data collection techniques. Data analysis techniques are performed by identifying, classifying, interpreting, describing, and concluding. The results showed that the form of naming petilasan during the kingdom in Blitar Regency there are two types of language unit forms as (1) simplex modification noun phrase and (2) complex modification noun phrase. In the phrase, simplex modification noun found phrases that are structured noun and noun, noun and verb, and noun and adjective. Meanwhile, in complex modification, noun phrases are found structured phrases of words and phrases, and phrases and phrases. The meaning of naming petilasan during the kingdom in Blitar Regency comprises lexical meaning and cultural meaning. It classified lexical meaning into four types, which refers to a (1) place, (2) building, (3) area, and (4) objects. Meanwhile, the cultural meaning describes the pattern of public thought to state (1) conservation of nature, (2) preservation of history, (3) spiritual means, (4) respect for community leaders, and (5) myths.KEYWORDS: form, ethnolinguistic; Blitar Regency; meaning, government time; naming of petilasan
INTERTEKSTUAL TEMBANG TRADISIONAL JAWA LIR-ILIR DALAM PUISI INDONESIA MODERN Achmad Sultoni
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i2.5773

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemaknaan terhadap tembang tradisional Jawa Lir-ilir dalam bentuk puisi Indonesia modern. Data penelitian berupa teks tembang tradisional Jawa Lir ilir karya Sunan Kalijaga, puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata, dan puisi berjudul Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan corak metodenya mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan teks tembang dan puisi secara seksama, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Sumber data penelitian adalah buku puisi berjudul Air Kata-kata (2019) karya Sindhunata dan buku puisi berjudul Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2014) karya Dimas Indianto, dkk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan, bahwa terdapat hubungan intertekstual antara teks tembang tradisional Jawa Lir ilir karya Sunan Kalijaga dengan puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata, dan puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. Tembang Lir-ilir yang merupakan hipogramnya memberi pengaruh terhadap puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S., dan puisi berjudul Lir-ilir karya Sindhunata dari segi bentuk dan ide. Puisi Lir-ilir karya Sindhunata dan puisi Lir-ilir untuk Negeriku karya Dimas Indianto S. memaknai tembang Lir-ilir karya Sunan Kalijaga. Pemaknaan tersebut menyangkut beberapa hal, meliputi: pemaknaan cinta tanah air, pemaknaan spiritualitas, dan pemaknaan terhadap hakikat hidup. KATA KUNCI: intertekstual, puisi Indonesia, tembang tradisional Jawa INTERTEXTUAL TRADITIONAL TEMBANG JAVA LIR-ILIR IN CONTEMPORARY INDONESIAN POETRY ABSTRACT: This study aims to determine the form of meaning of the traditional Javanese song Lir-ilir in the form of modern Indonesian poetry. The research data are the text of the traditional Javanese song Lir ilir by Sunan Kalijaga, a poem entitled Lir-ilir by Sindhunata, and a poem entitled Lir-ilir for Negeriku by Dimas Indianto S. This research is a descriptive qualitative research with the method of describing the data in depth. Data were collected through the stages of reading the text of the song and poetry carefully, classifying the data, interpreting the results of data analysis, confirming the results of the analysis, and concluding the results of the analysis. Sources of research data are a poetry book entitled Air Kata-kata (2019) by Sindhunata and a poetry book entitled Lumbung Puisi Sastrawan Indonesia (2014) by Dimas Indianto, et al. The results of this study indicate that there is an intertextual relationship between the text of the traditional Javanese song Lir ilir by Sunan Kalijaga with the poem entitled Lir-ilir by Sindhunata, and the poem Lir-ilir for Negeriku by Dimas Indianto S. Tembang Lir-ilir which is the hypogram gives an influence to the poem Lir-ilir for Negeriku by Dimas Indianto S., and the poem entitled Lir-ilir by Sindhunata in terms of form and idea. Sindhunata's Lir-ilir poem and Dimas Indianto S.'s Lir-ilir poem for Negeriku interpret the song Lir-ilir by Sunan Kalijaga. The meaning involves several things, including: the meaning of love for the homeland, the meaning of spirituality, and the meaning of the nature of life. KEYWORDS: intertextual, Indonesian poetry, Javanese traditional songs
VALIDITAS PENGEMBANGAN RUBRIK PENILAIAN MENULIS PARAGRAF NARASI DAN DESKRIPSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Ninit Alfianika; Kusmadi Sitohang
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v18i2.5592

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya rubrik penilaian yang valid sebagai pedoman dalam menilai hasil belajar peserta didik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan deskripsi dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskripsi. Data dalam penelitian ini berupa angka yang didapat dari angket validitas yang diisi oleh validator. Validator dalam penelitian ini dua orang dosen bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan deskripsi serta angket kepada validator lalu validator menvalidasi rubrik yang diberikan berdasarkan angket validasi yang telah diberikan. Hasil validasi tersebut dijadikan data dalam penelitian ini. Temuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut ini. (1) Validitas rubrik penilaian menulis paragraf narasi adalah 95 dengan kategori sangat valid. (2) Validitas rubrik penilaian menulis paragraf deskripsi adalah 96,25 dengan kategori sangat valid. Jadi, dapat disimpulkan rubrik penilaian menulis paragraf narasi dan persuasi bisa digunakan untuk menilai hasil belajar menulis paragraf dalam pembelajaran bahasa Indonesia.KATA KUNCI: paragraf narasi dan deskripsi; rubrik penilaian; validitas VALIDITY OF ASSESSMENT RUBRIC DEVELOPMENT WRITE PARAGRAPH AND NARRATIVE DESCRIPTION IN INDONESIAN LEARNINGABSTRACT: This research is motivated by the importance of a valid assessment rubric as a guide in assessing student learning outcomes. Therefore, this study aims to determine the validity of the assessment rubric for writing narrative paragraphs and descriptions in Indonesian language learning. This type of research is quantitative research using the method of description. The data in this study are numbers obtained from validity questionnaires filled out by the validator. The validators in this study were two Indonesian language lecturers. The data collection technique was carried out by providing an assessment rubric for writing narrative paragraphs and descriptions as well as a questionnaire to the validator then the validator validated the given rubric based on the validation questionnaire that had been given. The results of the validation are used as data in this study. The findings in this study are as follows. (1) The validity of the assessment rubric for writing narrative paragraphs is 95 with a very valid category. (2) The validity of the assessment rubric for writing a descriptive paragraph is 96.25 with a very valid category. So, it can be concluded that the assessment rubric for writing narrative and persuasive paragraphs can be used to assess the results of learning to write paragraphs in Indonesian language learning.KEYWORDS: narrative and description paragraphs; assessment rubric; validity
SUMBER DAN SIKAP BAHASA TERHADAP FENOMENA ARGOT KOMUNITAS LGBT DI MEDIA SOSIAL Joko Santoso; Agus Budi Wahyudi; Atiqa Sabardila; Eko Purnomo; Anggara Tiyo; Rani Seriawaty
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.5830

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan sumber dan sikap bahasa masyarakat dalam penggunaan argot di media sosial. Penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa bahasa argot yang digunakan komunitas LGBT di media sosial. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode dokumentasi, simak, dan dilanjutkan dengan teknik catat. Dokumentasi digunakan oleh peneliti untuk mendokumentasikan data yang terkumpul. Simak dilakukan peneliti dengan menyimak bahasa yang digunakan komunitas LGBT dalam media sosial. Kemudian data yang sudah terkumpul dicatat dalam kartu data yang sudah disediakan peneliti. Teknik analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP). Teknik validasi data yang dipergunkan adalah teknik triangulasi teori. Teknik triangulasi yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data dengan memanfaatkan sesuatau yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Trianggulasi teori dilakukan dengan mengecek data dengan teori yang digunakan. Hasil penelitian ini yaitu ditemukan tiga sumber penggunaan bahasa argot oleh komunitas LGBT di Indonesia yaitu (1) bersumber dari bahasa asing (bahasa Inggris dan bahasa Jepang), (2) bersumber dari bahasa gaul, dan (3) bersumber dari bahasa asing campur dengan wujud bahasa singkatan. Adapun sikap bahasa komunitas LGBT yaitu cenderung negatif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahasa argot bersumber dari bahasa asing agar bahasa tersebut tidak diketahui artinya oleh masyarakat lain di luar komunitasnya.KATA KUNCI: Argot; sumber; sikap bahasa; LGBT; media sosial SOURCES AND LANGUAGE ATTITUDES TO THE ARGOT PHENOMENON OF THE LGBT COMMUNITY IN SOCIAL MEDIA ABSTRACT: This study aims to describe the sources and attitudes of people's language in the use of argot in social media. This research is included in qualitative descriptive research. The data in this study is in the form of argot language used by the LGBT community on social media. The data collection method used is the method of documentation, listening, and followed by note-taking techniques. Documentation used by researchers to document the collected data. This is what the researcher did by listening to the language used by the LGBT community in social media. Then the data that has been collected is recorded in the data card provided by the researcher. The data analysis technique used the referential equivalent method with the basic technique of Sorting Determinants of Elements (PUP). The data validation technique used is the theoretical triangulation technique. The triangulation technique is a technique for checking the validity of the data by utilizing something other than the data for checking purposes or as a comparison against the data. Theoretical triangulation is done by checking the data with the theory used. The results of this study found three sources of language use by the LGBT community in Indonesia, namely (1) sourced from English and Japanese, (2) sourced from slang, and (3) sourced from mixed language in the form of abbreviated language. The language attitude of the LGBT community tends to be negative. Thus it can be said that the use of language comes from language so that the language is not known by other people outside the community.KEYWORDS: Argot; source; language attitude; LGBT; social media
STRUKTUR DAN KAIDAH KEBAHASAAN TEKS IKLAN DALAM MATERI AJAR BAHASA INDONESIA SMP KELAS VIII Imam Safi'i; Arlin Nur Apriyatin; Nini Ibrahim
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6855

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelengkapan struktur dan kaidah kebahasaan teks iklan yang terdapat dalam buku teks BSE Bahasa Indonesia kelas VIII SMP. Pendekatan dalam penelitian adalah kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah metode padan, yaitu dengan cara memadankan objek penelitian dengan kategori struktur dan kaidah kebahasan teks iklan yang telah ditetapkan. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan teks iklan yang terdapat pada dalam buku sekolah elektronik bahasa Indonesia SMP kelas VIII. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh data, bahwa tingkat kesesuaian struktur teks iklan sebesar 73 (tinggi) dengan rincian  pada pengenalan produk sebesar 88%, pernyataan perusatif 72%, slogan 64%, gambar-gambar produk 72%, dan nama atau logo perusahaan sebesar 68%. Rata-rata kesesuaian dari dari segi kebahsaan adalah sebasar  73 (tinggi), yaitu dengan rincian  aspek  persuasif 72%, imperatif 48%, berirama 8%, berkesan positif  76%, ringkas 84%.  Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu informasi untuk mengetahui mengenai tingkat kualitas materi ajar teks iklan yang terdapat dalam buku teks bahasa Indonesia.KATA KUNCI: kaidah kebahasaan struktur; teks iklan  STRUCTURE AND LANGUAGE RULES OF ADVERTISING TEXT IN TEACHING MATERIALS OF INDONESIAN LANGUAGE IN CLASS VIII JUNIOR HIGH SCHOOL ABSTRACT: This study aims to describe the suitability of the structure and linguistic rules of the advertising text contained in the Indonesian Language BSE textbook for class VIII SMP.. The approach in research is qualitative. The method used is the matching method, namely by matching the object of research with the structure category and linguistic rules of the ad text that has been determined. The source of data in this study is a collection of advertising texts contained in Indonesian electronic school books for SMP class VIII. Based on the research that has been done, the data obtained, that the level of conformity of the ad text structure is 73 (high) with details on product introduction of 88%, persuasive statements 72%, slogans 64%, product pictures 72%, and company name or logo of 68%. The average suitability in terms of linguistics is 73 (high), with details of the persuasive aspect 72%, imperative 48%, rhythmic 8%, positive impression 76%, concise 84%. The results of this study can be used as information to determine the quality level of advertising text teaching materials contained in Indonesian textbooks.KEYWORDS: ad text;  linguistic rules;  structural
DISHARMONI KELUARGA DALAM NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJN PANE Arien Cahyani Putri
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6195

Abstract

ABSTRAK: Keharmonisan sebuah pasangan dalam keluarga menjadi cita-cita semua manusia. Konflik yang sulit dilerai dalam hubungan suami-istri akan menimbulkan sebuah perceraian. Dengan perbedaan dan pembagian gender dalam suatu keluarga dapat memunculkan bentuk disharmoni keluarga. Beberapa pengarang novel menggunakan pendekatan sosiologi keluarga dalam merefleksikan fenomena disharmoni keluarga. Adanya atensi Armijn terhadap isu sosial menjadi latar belakang lahirnya novel Belenggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk disharmonis keluarga dalam Novel Belenggu karya Armijn Pane menggunakan pendekatan sosiologi sastra serta menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik baca dan catat digunakan dalam penelitian ini guna mengklasifikasikan bentuk disharmoni keluarga dalam novel. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa bentuk disharmoni keluarga dalam novel Belenggu terdiri: (1) perceraian akibat perselingkuhan dalam keluarga; (2) kurangnya perhatian dan kasih sayang suami-istri; (3) egosentrisme suami-istri; dan (4) perselisihan akibat perbedaan visi dan misi dalam keluarga. Armijn Pane membuktikan bahwa fenomena disharmoni keluarga bisa dikemas dalam sebuah karya fiksi berupa novel tanpa melupakan nilai moral yang menjadi pengingat bagi para pembaca agar tidak mempermainkan sebuah pernikahan dan lebih memahami isu-isu penting untuk dipahami oleh sepasang suami-istri. Meskipun banyak masalah yang menyebabkan disharmoni keluarga, terdapat solusi-solusi untuk menyelesaikan hal tersebut.KATA KUNCI: Belenggu; Disharmoni Keluarga; Pernikahan; Sosiologi Sastra. FAMILY DISHARMONY IN BELENGGU NOVEL BY ARMIJN PANE ABSTRACT: The harmony of a couple in the family is the dream of all human beings. Conflicts that are difficult to resolve in a husband-wife relationship will lead to a divorce. With gender differences and divisions in a family, it can create a form of family disharmony. Several novel authors use a family sociology approach in reflecting on the phenomenon of family disharmony. Armijn's attention to social issues became the background for the birth of the Belenggu novel. This study aims to analyze the form of family disharmony in the Belenggu novel by Armijn Pane using a sociological approach to literature and using descriptive qualitative methods. The reading and note-taking technique was used in this study to classify the forms of family disharmony in the novel. The results of this study indicate that the forms of family disharmony in the Belenggu novel consist of: (1) divorce due to infidelity in the family; (2) lack of attention and affection of husband and wife; (3) conjugal egocentrism; and (4) disputes due to differences in vision and mission in the family. Armijn Pane proved that the phenomenon of family disharmony can be packaged in a work of fiction in the form of a novel without forgetting the moral values that serve as a reminder for readers not to play with a marriage and better understand important issues for a husband and wife to understand. Although there are many problems that cause family disharmony, there are solutions to solve them.KEYWORDS: Belenggu; Family Disharmony; Wedding; Literary Sociology.
DINAMIKA KEPRIBADIAN DAN GANGGUAN KEJIWAAN TOKOH AZURA DALAM NOVEL PERSONA KARYA FAKHRISINA AMALIA Erfinda Violita; Redyanto Noor
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.5867

Abstract

ABSTRAK:  Masalah dalam penelitian ini adalah perubahan psikologis yang terjadi pada tokoh Azura dalam novel Persona karya Fakhrisina Amalia. Perubahan psikologis tersebut disebabkan oleh ketidakseimbangan aspek kepribadian sehingga mengakibatkan gangguan kejiwaan, Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan dinamika kepribadian yang dialami tokoh Azura dalam novel Persona karya Fakhrisina Amalia, 2) Memaparkan aspek gangguan kejiwaan yang dialami tokoh Azura, 3) Menjelaskan penanganan perilaku abnormal yang dialami  oleh tokoh Azura. Untuk mengungkapkan permasalahan tersebut maka digunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Teori psikoanalisis digunakan sebagai pembedah dinamika kepribadian dan gangguan kejiwaan yang terjadi. Sumber data penelitian ini adalah kata-kata, kalimat, maupun paragraf yang ada dalam novel Persona karya Fakhrisina Amalia terbitan Gramedia Pustaka Utama tahun 2016. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitik. Instrument penelitian adalah peneliti sendiri (human instrument).Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi dokumen. Hasil penelitian ini adalah 1) Dinamika kepribadian tokoh Azura dibagi menjadi tiga bentuk, yakni id, ego, dan super ego. Apek Id tokoh Azura meliputi mencari kenyamanan dan kebutuhan dicintai. Aspek ego dalam tokoh Azura adalah menyakiti dirinya sendiri, aspek superego ditunjukkan dengan mampu berdamai dengan diri sendiri. 2) Gangguan kejiwaan yang tampak dalam tokoh Azura adalah gangguan kecemasan, gangguan mood (mood disorder), dan gangguan kepribadian (personality disorder) skizofrenia. 3) Penanganan perilaku abnormal dilakukan dengan cara psikoterapi. Penelitian ini secara teoretis bermanfaat memberikan sumbangan pengetahuan psikologi sastra dan aspek kepribadian, manfaat secara praktis diharapkan dapat mengembangkan daya pikir dalam mengembangkan karya sastra berbetuk novel dari segi psikologi. Manfaat bagi peneliti lain memberikan acuan terkait pemecahan masalah psikologi.  KATA KUNCI: Psikoanalisis; Dinamika Kepribadian; Gangguan Kejiwaan PERSONALITY DYNAMICS AND PSYCHIATRIC DISORDERS OF AZURA CHARACTERS IN THE NOVEL PERSONA BY FAKHRISINA AMALIA ABSTRACT: The problem in this study is the psychological changes that occur in the character Azura in the novel Persona by Fakhrisina Amalia. These psychological changes are caused by an imbalance in personality aspects, resulting in mental disorders. This study aims to 1) describe the personality dynamics experienced by the character Azura in the novel Persona by Fakhrisina Amalia, 2) describe the aspects of mental disorders experienced by the character Azura, 3) the handling of abnormal behavior caused by the character of Azura. To reveal these problems, Sigmund Freud's psychoanalytic theory is used. Psychoanalytic theory is used to dissect the dynamics of personality and psychiatric disorders that occur. The data sources of this research are words, sentences, and paragraphs in the novel Persona by Fakhrisina Amalia published by Gramedia Pustaka Utama in 2016. The method used is descriptive analytic method. The research instrument is the researcher himself. The data collection technique is done through document study techniques. The results of this study are 1) The personality dynamics of the Azura character are divided into three forms, namely id, ego, and super ego. Apek Id Azura character has a variety of comforts and needs that are loved. The ego aspect in Azura's character is himself, the superego aspect is shown by being able to make peace with oneself. 2) The mental disorders that appear in Azura's character are mood disorders and schizophrenia personality disorders. 3) Handling of abnormal behavior by means of psychotherapy. This research is useful to contribute to literary knowledge and aspects of personality, practical benefits are expected to develop thinking power in developing literary works in the form of novels in terms of psychology. The benefit for other researchers is to provide motivation related to solving psychological problems.KEYWORDS: Psychoanalysis; Personality Dynamics; Mental Disorders.
PERSEPSI GURU SUMATERA SELATAN TERHADAP ASESMEN KOMPETENSI MINIMAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA Nurhayati, Nurhayati; Ernalida Ernalida; Nurulanningsih Nurulanningsih; Izzah Izzah; Yanti Sariasih; Hani Atus Solikhah
Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/fon.v19i1.6870

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru Sumatera Selatan terhadap Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional design. Instrumen pengumpulan data adalah angket melalui google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 83% guru setuju dan menyambut positif terhadap kebijakan pemerintah mengenai pemberlakuan AKM di sekolah, 85% guru senang mengajarkan siswa dengan menggunakan konsep pembelajaran HOTS, 96% guru semakin termotivasi memberikan dorongan kepada siswa untuk berpikir kritis, 91% guru suka mengunduh materi berkaitan dengan AKM, dan 92% guru senang memberikan pelatihan soal kepada siswa untuk menghadapi AKM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sudah siap menerima penerapan AKM di sekolah. Pada sisi lain, penelitian menyimpulkan bahwa belum semua guru yang menjadi responden dapat mengidentifikasi soal-soal AKM. Dengan demikian, walaupun penelitian ini menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pelaksanaan AKM, penelitian ini belum mengungkapkan apakah guru dapat mengembangkan soal-soal yang meminta siswa berpikir kritis. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui kemampuan guru mengembangkan soal-soal yang menuntut siswa berpikir kritis atau soal-soal bertipe AKM. Kegiatan selanjutnya yang dapat dilakukan ialah pelatihan menyusun soal-soal AKM khususnya yang berkaitan dengan soal-soal literasi membaca dan numerasi. Perlu juga dilakukan penelitian lanjutan apakah dengan diberlakukannya AKM, guru akan mengubah “gaya mengajarnya” yang menginisiasi kemampuan berpikir siswa.KATA KUNCI: asesmen kompetensi minimum, berpikir kritis; literasi membaca; literasi numerasi; persepsi guru THE PERCEPTIONS OF SOUTH SUMATRAN TEACHERS OF MINIMUM COMPETENCY ASSESSMENT IN THE EFFORT TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING. ABSTRACT: This study aims to describe the perception of South Sumatran teachers on the Minimum Competency Assessment (MCA). This study uses a cross-sectional design method. The data collection instrument is a questionnaire through Google Form. The results show that 83% of the teachers agreed and responded positively to the government's policy regarding the implementation of MCA in the school, 85% of the teachers liked to teach students using HOTS learning concepts, 96% of the teachers were increasingly motivated to encourage students to think critically, 91% of the teachers liked to download materials related to MCA, and 92% of the teachers were happy to provide question training for the students to face MCA. The results of this study indicate that the teachers were ready to accept the application of MCA in the schools. On the other side, this study concludes that not all the teachers who were respondents can identify MCA questions. Thus, although this study shows that the teachers had positive perceptions of the MCA implementation, this research has not revealed whether the teachers could develop questions that asked students to think critically. Therefore, further study is needed to determine the teachers’ abilities to develop questions that require students to think critically or questions with MCA-type. The next activity that can be carried out is training in compiling MCA questions, especially those related to reading and numeracy literacy questions. It is also necessary to do further study on whether with the implementation of MCA, the teachers will change their "teaching styles" which initiate students' thinking skills.KEYWORDS: minimum competency assessment; critical thinking; reading literacy; numeracy literacy; teachers’ perceptions.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 21 No 1 (2025): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024): FON: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA iNDONESIA Vol 20 No 1 (2024): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 2 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 19 No 1 (2023): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 2 (2022): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 18, No 1 (2022): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17, No 2 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 17 No 1 (2021): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16 No 2 (2020): Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 16, No 1 (2020): Fon : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 15, No 2 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 14, No 1 (2019): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2018): Jurnal FON Vol 13, No 2 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 1 (2018): Jurnal FON Vol 12, No 1 (2018): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 11, No 2 (2017) Vol 10, No 1 (2017): FON: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 9, No 2 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 8, No 1 (2016): JURNAL FON Vol 7, No 2 (2015) Vol 7, No 2 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 6, No 1 (2015) Vol 5, No 2 (2014) Vol 5 No 2 (2014) Vol 4, No 1 (2014) Vol 3, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2012) More Issue